BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................. 36-55
G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen
1. Validitas Instrumen.
Validitas item (butir soal) dihitung untuk mengetahui seberapa jauh hubungan antara jawaban suatu butir soal dengan skor total yang telah ditetapkan. Secara umum, suatu butir soal dikatakan valid apabila memiliki dukungan yang besar terhadap skor total. Skor total pada item menyebabkan skor total menjadi tinggi atau rendah. Dengan kata lain, sebuah item tes memiliki validitas tinggi jika skor pada item itu mempunyai kesejajaran dengan skor total. Kesejajaran ini dapat
diartikan sebagai korelasi, sehingga untuk mengetahui validitas item ini digunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut:
π
π₯π¦=
π β ππββ π β πβ(π β π2β(β π)2 )(π β π2β(β π)2)
...13
Dengan :
x : skor tertinggi butir soal y : skor total
rxy : koefisien korelasi antara skor butir dengan skor total n : banyaknya peserta didik yang mengikuti tes
Kriteria pengujian:
Jika nilai ππ₯π¦β₯ ππ‘ππππ maka soal tersebut dinyatakan valid, begitupun dengan sebaliknya jika ππ₯π¦β€ ππ‘ππππ maka soal tersebut dinyatakan tidak valid.14
Interpretasi terhadap nilai koefisien korelasi ππ₯π¦ digunakan kriteria Nurgana dalam Asep berikut ini:15
Tabel 3.3: Kriteria Koefisien Korelasi Validitas Instrumen Koefisien Korelasi Korelasi Interpretasi Validitas
0,80 < ππ₯π¦ β€ 1,00 Sangat tinggi Sangat tinggi/sangat baik 0,60 < ππ₯π¦ β€ 0,80 Tinggi Tinggi/baik 0,40 < ππ₯π¦ β€ 0,60 Sedang Cukup/cukup baik 0,20 < ππ₯π¦ β€ 0,40 Rendah rendah/buruk
ππ₯π¦β€ 0,20 Sangat rendah Sangat rendah/sangat buruk
Sumber: Asep Jihad
Berdasarkan hasil analisis, hasil uji coba instrument tes kemampuan pemahaman konsep matematika diperoleh adalah sebagai berikut:
13Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara), h.72.
14Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, h. 87.
45
Tabel 3.4 : Validitas Instrumen Soal Pretest dan Posttest
Butir Pretest
Posttest
Nilai Korelasi Keterangan Nilai Korelasi Keterangan
1 0,888 Valid 0,521 Valid 2 0,823 Valid 0,500 Valid 3 0,897 Valid 0,869 Valid 4 0,862 Valid 0,860 Valid 5 0,758 Valid 0,505 Valid 6 0,712 Valid 0,326 Valid
Berdasarkan tabel 3.4, butir yang memiliki nilai korelasi (r) > 0,2785 merupakan butir yang valid. Sebaliknya, item yang memiliki nilai korelasi (r) < 0,2785 merupakan butir yang tidak valid. Maka, dapat disimpulkan bahwa instrumen pretest dan posttest dengan masing-masing sebanyak enam butir soal adalah valid.
2. Reliabilitas
Reliabilitas intrumen tes dihitung untuk mengetahui konsistensi hasil tes. Untuk mengetahui reliabilitas perangkat tes ini digunakan rumus yang sesuai dengan bentuk tes uraian (essay), yaitu rumus alpha sebagai berikut:
π
11= (
ππβ1
) (1 β
Ξ£ Οb2Ο12
)
...16Dengan:
r11 : koefisien reliabilitas perangkat tes n : banyaknya item tes
β ππ2 : jumlah varians skor setiap butir tes π12 : varians total
Dimana hasil dari perhitungan Alpha tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ketentuan bahwa suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Alpha > 0,60.
Tolak ukur untuk menginterpretasikan derajat reliabilitas instrument ditentukan berdasarkan kriteria menurut Guilford sebagai berikut:17
Tabel 3.5 : Kriteria Koefisien Korelasi Realibilitas Instrumen Koefisien Korelasi Korelasi Interpretasi Validitas
0,90 β€ π11β€ 1,00 Sangat Tinggi Sangat tepat/sangat baik 0,70 β€ π11< 0,90 Tinggi Tepat/baik 0,40 β€ π11< 0,70 Sedang Cukup tepat/cukup baik 0,20 β€ π11< 0,40 Rendah Tidak tepat/buruk
π11 < 0,20 Sangat Rendah Sangat tidak tepat/sangat buruk
Sumber: Karunia Eka Lestari
Berdasarkan hasil analisis, hasil uji coba instrument tes adalah sebagai berikut:
Tabel 3.6 : Reliabilitas Instrumen Soal Pretest dan Posttest Instrumen Tes Cronbachβs Alpha Nomor item
Pretest 0,898 6
Posttest 0,660 6
Berdasarkan tabel 3.6, dapat disimpulkan bahwa instrumen pretest memiliki indeks reliabilitas baik dan instrumen postest memiliki indeks reliabilitas cukup baik.
17Karunia Eka Lestari dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara, Penelitian Pendidikan
47
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif merupakan langkah awal dalam pembahasan statistik. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.18 Hasil analisis deskriptif tersebut ditampilkan dalam bentuk sebagai berikut:
a. Membuat tabel distributif frekuensi
1) Mengurutkan data dari skor terendah hingga skor tertinggi. 2) Menentukan rentang atau range (R)
π = ππ β ππΎ ... 19 Keterangan:
R = rentang
NT = nilai tertinggi NK = nilai terkecil
3) Menentukan banyak kelas (BK) BK = 1 + (3,3) log π ... 20 Keterangan:
BK = banyaknya kelas n = banyaknya data
18Sugiyono, Metode Penelitian PendidikanPendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D, h. 207-208.
19 Kadir, Statistika Terapan: Konsep, Contoh dan Analisis Data dengan Program
SPSS/Lisrel dalam Penelitian (Cet.III; Jakarta: Rajawali Pers, 2016), h. 25.
20 Kadir, Statistika Terapan: Konsep, Contoh dan Analisis Data dengan Program
4) Menghitung panjang kelas (p) p
=
π π΅πΎ ... 21 Keterangan: p = panjang kelas R = rentang BK = banyaknya kelas5) Menetapkan data pertama dengan cara menggunakan data terkecil sebagai data batas bawah kelas interval pertama atau data yang lebih kecil dari data terkecil tetapi selisihnya tidak melebihi dari setengan dari panjang kelas. 6) Menyusun kelas interval dalam tabel distribusi frekuensi.
b. Menghitung rata-rata (
πΜ
)π₯Μ =
β ππ . π₯π π π=1 βππ=1 ππ...
22 Keterangan : π₯ Μ = rata-rata variabelππ= frekuensi untuk variabel π₯π= tanda kelas interval variabel
c. Menghitung Standar Deviasi (SD)
ππ· = ββ ππ(π₯πβπ₯Μ )2 ΰ¨β1 ... 23 Keterangan : SD = standar deviasi π₯ Μ = rata-rata variabel
ππ= frekuensi untuk variabel π₯π= tanda kelas interval variabel n= jumlah populasi
21 Kadir, Statistika Terapan: Konsep, Contoh dan Analisis Data dengan Program
SPSS/Lisrel dalam Penelitian, h. 26.
22 Nana Sudjana, Statistika Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996), h.70.
49
d. Presentase (%) nilai rata-rata
π =ππ π₯ 100% ...24 Keterangan :
P = Angka presentase
f = Frekuensi yang dicari presentasenya N = Banyaknya Sampel
e. Membuat Tabel Kategori Skor
Kriteria yang digunakan untuk menentukan kategori hasil belajar matematika yang diperoleh siswa adalah kategorisasi standar yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yaitu sebagai berikut :
1. Sangat tinggi = MI + (1,8 Γ STDEV Ideal) s/d Nilai skor maksimum 2. Tinggi = MI + (0,6 Γ STDEV Ideal) s/d MI + (1,8 Γ STDEV Ideal) 3. Sedang = MI β (0,6 Γ STDEV Ideal) s/d MI + (0,6 Γ STDEV Ideal) 4. Rendah = MI β (1,8 Γ STDEV Ideal) s/d MI β (0,6 Γ STDEV Ideal) 5. Sangat rendah = Nilai skor minimum s/d MI β (1,8 Γ STDEV Ideal) Keterangan :
MI = Mean Ideal
Rumus MI = πππππ ππππ πππ’π πππππ +πππππ ππππππ’π πππππ
2
STDEV Ideal = Standar Deviasi Ideal
Rumus STDEV Ideal = πππππ ππππ πππ’π πππππβπππππ ππππππ’π πππππ ππ’πππβ πππ‘πππππ+1
25
Kriteria yang digunakan untuk menentukan kategori pengetahuan awal siswa dalam penelitian ini berdasarkan Muhammad Aras adalah sebagai berikut:
24 Arif Tiro, Dasar-Dasar Statistika, (Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar, 2000), h.117.
25 Eko Putra Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran (Cet. V; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013), h. 238.
Tabel 3.7: Kategorisasi Pengetahun Awal Siswa
Kriteria Kategori
68 β 100 Tinggi
34 β 67 Sedang
0 β 33 Rendah
Sumber: Muhammad Aras
2. Analisis Statistik Inferensial
Statistik inferensial, yakni yang berfungsi untuk membuat kesimpulan tentang keadaan populasi berdasarkan penelitian terhadap sampel.26
Selanjutnya menguji hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas sampel adalah menguji normal atau tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Dengan menggunakan uji kolmogorov smirnov dengan langkah-langkahnya sebagai berikut :27
1) Pertama-tama diawali dengan menentukan taraf signifikansi, misalkan πΌ = 0.05.
2) Tentukan hipotesisnya yakni: H0 : Data berdistribusi normal. H1 : Data tidak berdistribusi normal.
26Mohammad Ali, Strategi Penelitian Pendidikan, h. 180.
27Supardi, Aplikasi Statistika dalam Penelitian (Jakarta Selatan: Change Publication, 2013), h. 138.
51
Dengan kriteria;
Jika amax < Dtabel maka H0 diterima; Jika amax > Dtabel maka H0 ditolak.
3) Menyusun data dari yang terkecil ke yang terbesar. 4) Menyusun frekuensi nilai yang sama.
5) Menghitung nilai proporsi:
dengan n adalah banyaknya data. 6) Menghitung proporsi komulatif (Kp).
7) Mentransformasi nilai data mentah (X) ke dalam angka baku (Z) dengan formula;
8) Menentukan nilai Ztabel berdasarkan data angkat baku (π§π). 9) Menentukan nilai a2 dengan rumus:
10) Menentukan nilai a1 dengan rumus:
11) Menentukan nilai amax pada a1. 12) Bandingkan nilai amax dengan Dtabel .
13) Apabila amax <Dtabel maka data berdistribusi normal, dan jika amax > Dtabel
maka data tidak berdistribusi normal. ππ = ππ π π§π =π₯πβ π₯Μ π πΎπβ ππ‘ππππ P-a2
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk menguji kesamaan variansi setiap kelompok data. Pada penelitian ini akan digunakan uji Fisher (F) dalam mengetahui homogenitasnya kelompok data. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1) Tentukan taraf signifikansi (πΌ) untuk menguji hipotesis : H0 : π12 = π22 (varian 1 sama dengan varians 2 atau homogen)
H0 : π12 β π22 (varian 1 tidak sama dengan varians 2 atau tidak homogen) Dengan kriteria pengujian:
Terima H0 jika Fhitung < Ftabel ; dan Tolak H0 jika Fhitung > Ftabel .
2) Menghitung varian tiap kelompok data. 3) Tentukan nilai Fhitung, yaitu :
4) Tentukan nilai Ftabel untuk tafar signifikansi πΌ, dk1 = dkpembilang = na β 1, dan dk2 = dkpenyebut = nb β 1. Dalam hal ini na = banyaknya data kelompok varian terbesar (pembilang), dan nb = banyaknya data kelompok varian terkecil (penyebut).
5) Lakukan pengujian dengan cara membandingkan nilai Fhitung dan Ftabel.
c. Pengujian Hipotesis
Setelah uji prasyarat dilakukan dan terbukti bahwa data-data yang diolah berdistribusi normal dan homogen, maka dilanjutkan dengan pengujian hipotesis.
Fhitung = π£πππππ π‘πππππ ππ π£πππππ π‘πππππππ
53
Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis varians dua jalur (Two Way Anova) pada taraf signifikan
ο‘
ο½0,05Adapun langkah-langkah dalam pengujian dengan menggunakan analisis varians dua jalur (Two Way Anova) adalah sebagai berikut:
1) Memasukkan hipotesis secara statistik
Dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: Jika
F
hitungοΌ F
tabel, maka H0 diterimaJika
F
hitungοΎF
tabel, maka H0 ditolak a) Hipotesis satuH0 : πΌ = 0 H1 : πΌ β 0
πΌ adalah model pembelajaran
Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik yang diajar dan yang tidak diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing di kelas VII SMP Negeri 13 Makassar. b) Hipotesis dua
H0 : π½= 0 H1 : π½ β 0
π½ adalah pengetahuan awal
Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematika ditinjau dari pengetahuan awal peserta didik kelas VII SMP Negeri 13 Makassar.
c) Hipotesis tiga H0 : πΌ Γ π½= 0 H1 : πΌ Γ π½ β 0
Terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran kooperatif tipe snowball
throwing ditinjau dari pengetahuan awal peserta didik terhadap kemampuan
pemahaman konsep matematika kelas VII SMP Negeri 13 Makassar.
2) Analisis Varians 2 Jalur (Two Way Anova)
Anava merupakan sebuah teknik inferensial yang digunakan untukmenguji rerata nilai. Penelitian ini menggunakan Anava dua jalan. Analisis dua jalan merupakan teknik analisis data penelitian dengan desain faktorial dua faktor.28 Penelitian ini menggunakan Anava dua jalan untuk mengetahui tingkat signifikan perbedaan dua model pembelajaran pada mata pelajaran matematika. Langkah-langkah perhitungan sebagai berikut:
a) Menentukan taraf nyata dan FTabel
Taraf nyata (ο‘) dan F tabel ditentukan dengan derajat pembilang dan penyebut masing-masing:
1. Untuk baris: v1 ο½bο1 dan v2 ο½kb
ο¨
nο1ο©
2. Untuk kolom: v1 ο½kο1 dan v2 ο½kb
ο¨
nο1ο©
3. Untuk interaksi: v1 ο½
ο¨
kο1ο©ο¨
bο1ο©
dan v2 ο½kbο¨
nο1ο©
b) Membuat analisis varians dalam bentuk tabel ANOVA
Tabel 3.8: Rumus Unsur Tabel Persiapan Anava Dua Jalur Sumber Varians Jumlah Kuadrat Derajat Bebas Rata-Rata Kuadrat hitung
F
Rata-rata baris JKB b-1 db JKB s12 ο½ 2 4 2 1 1 s s f ο½ Rata-rata kolom JKK k-1 db JKK s22 ο½ 2 4 2 2 2 s s f ο½55 Interaksi JKI (b-1)(k-1) db JKI s32 ο½ 2 4 2 3 3 s s f ο½ Error JKE bk(n-1) db JKE s42 ο½ Total JKT bkn-1
Sumber: Suharsimi Arikunto
bkn T x JKT 2 b 1 i k 1 j n 1 c 2 ijcο ο½
ο₯ο₯ο₯
ο½ ο½ ο½ bkn T kn T JKB 2 b 1 i 2 i ο ο½ο₯
ο½ bkn T bn T JKK 2 k 1 j 2 j ο ο½ο₯
ο½ bkn T bn T kn T bn T JKI 2 k 1 j 2 j b 1 i 2 i b 1 i k 1 j 2 ij ο ο ο ο½ο₯ο₯ ο₯ ο₯
ο½ ο½ ο½ ο½JKI
JKK
JKB
JKT
JKE ο½ ο ο ο
...29b: baris, k: kolom, n: ulangan percoban
c) Membuat kesimpulan
Menyimpulkan π»0 diterima atau ditolak, dengan membandingkan antara langkah bagian (c) dengan kriteria pengujian30 adalah sebagai berikut.
π»0 ditolak jika F hasil analisis > F tabel dengan signifikansi 5% π»0 diterima jika F hasil analisis β€ F tabel dengan signifikansi 5%
29 Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, h. 253.
30Husaini Usman dan Purnomo Setiady, Pengantar Statistika, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), h. 164.
56
A. Hasil Penelitian
1. Analisis Statistik Deskriptif
Berdasarkan hasil penelitian yang dimulai sejak 23 April s/d 11 Mei 2018, penulis dapat mengumpulkan data melalui instrumen tes kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 13 Makassar.
Penelitian ini dilakukan dengan memberikan dua perlakuan yang berbeda terhadap dua kelas yaitu pada kelas VII 4 sebagai kelas eksperimen (mengajar dengan menerapkan model pembelajaran snowball throwing) dan kelas VII 10
sebagai kelas kontrol (mengajar dengan menerapkan model pembelajaran langsung).
Hasil penelitian ini merupakan jawaban dari rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya yang dapat menguatkan sebuah hipotesis atau jawaban sementara. Pada penelitian ini, menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Dalam hal ini, untuk menjawab rumusan masalah 1 dan 2 pada penelitian ini menggunakan statistik deskripstif, sedangkan untuk menjawab rumusan masalah 3, 4 dan 5 menggunakan statistik inferensial yakni anova dua jalur.
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 13 Makassar kelas VII 4 dan VII 10. Jumlah peserta didik kelas VII 4 sebanyak 37 orang dan jumlah peserta didik kelas VII 10 sebanyak 38 orang., sehingga jumlah keseluruhan peserta didik adalah 75 orang. Dari 75 orang peserta didik tersebut memiliki kemampuan pemahaman konsep matematika yang berbeda yang disajikan pada uraian berikut ini:
57
a. Deskripsi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika yang Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Snowball Throwing dan yang Menggunakan Model Pembelajaran Konvensional di Kelas VII di SMP Negeri 13 Makassar
Berdasarkan tes pretest dan posttest yang diberikan pada kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball
throwing pada peserta didik kelas VII 4 SMP Negeri 13 Makassar pada materi segiempat dan segitiga. Berikut ini adalah nilai tes kemampuan pemahaman konsep matematika kelas eksperimen pada tabel 4.1
Tabel 4.1 : Deskripsi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Peserta Didik Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Statistik
Nilai Statistik Kelas Kontrol
Nilai Statistik Kelas Eksperimen
Pretest Posttest Pretest Posttest
Jumlah Sampel 38 38 37 37
Nilai Terendah 18 68 27 59
Nilai Tertinggi 59 91 68 100
Nilai Rata-rata 40,342 83,711 47,405 77,514
Standar Deviasi 9,755 7,261 15,156 13,399
Tabel 4.1, menunjukkan hasil pretest dan posttest pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata hasil tes pemahaman konsep matematika meningkat setelah diberikan perlakuan, yakni nilai rata-rata pretest adalah 40,342 sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 83,71. Kemudian berdasarkan hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata hasil tes pemahaman konsep matematika meningkat setelah diberikan perlakuan, yakni nilai rata-rata pretest adalah 47,405 sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 77,514.
Jika hasil tes pemahaman konsep matematika dikategorikan dalam kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah maka akan diperoleh distribusi setelah dilakukan pretest dan posttest dimana dimasukkan ke dalam kategori berikut.
Tabel 4.2 : Distribusi Kategorisasi Hasil Tes Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Kategori Interval Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Posttest Pretest Pretest
Sangat Rendah 0 β 20 0 0 1 0 Rendah 21 β 40 13 0 17 0 Sedang 41 β 60 17 0 20 0 Tinggi 61 β 80 7 1 0 9 Sangat Tinggi 81 β 100 0 36 0 29 Jumlah 37 37 38 38
Berdasarkan tabel 4.2, maka dapat disimpulkan bahwa gambaran awal pemahaman konsep matematika yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing (pembelajaran langsung) berada pada kategori sedang, sedangkan gambaran awal pemahaman konsep matematika yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing berada pada kategori sangat tinggi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran langsung.
Adapun penyajian secara lengkap untuk rata-rata persentase hasil pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen pada setiap indikator dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3 : Rata-rata Pesersentase Indikator Hasil Pretest dan Posttest Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika
No Hasil Nilai Rata-rata (%)
I1 I2 I3 I4 I5 I6
1 Pretest Kontrol 50,3 47,4 52,6 45,9 42 36,6
2 Posttest Kontrol 86,1 81,6 82,6 78,2 71,1 70
3 Pretest Eksperimen 58,6 55,9 51,4 50 45,8 40
59
Keterangan:
I = Indikator Pemahaman Konsep
I1= Menyatakan ulang setiap konsep yang telah dipelajari.
I2= Mengklasifikasikan objek-objek berdasrkan konsep matematika.
I3= Menerapkan konsep secara algoritma.
I4 = Memberikan contoh atau kontra contoh dari konsep yang dipelajari.
I5 = Menyajikan konsep dalam berbagai representasi.
I6 = Mengaitkan berbagai konsep matematika secara internal atau eksternal. Berdasarkan tebel 4.3, dapat disimpulkan bahwa indikator terendah berada pada indikator keenam pada hasil pretest baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen, dimana indikator keenam merupakan indikator yang mengaitkan berbagai konsep matematika secara internal atau eksternal, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik mengaitkan berbagai konsep matematika secara internal atau eksternal masih masih rendah atau kurang baik dalam pemahaman konsep matematika dibandingkan dengan indikator yang lainnya.
Adapun persentase terbesar indikator pemahaman konsep matematika berada pada indikator kedua pada hasil posttest kelas eksperimen yaitu 91,6%, artinya bahwa indikator pertama yaitu indikator yang menyatakan ulang setiap konsep yang telah dipelajarai sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari lebih tinggi atau lebih baik dibandingkan dengan indikator pemahaman konsep yang lainnya.
Penyajian secara lengkap dalam bentuk diagram batang sebagai berikut:
Gambar 4.1 : Rata-rata Persentase Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep
b. Deskripsi Pengetahuan Awal Peserta Didik yang Menggunakan Model Pembelajaran Snowball Throwing dan yang Menggunakan Model Pembelajaran Konvensional di Kelas VII di SMP Negeri 13 Makassar 1) Model Pembelajaran Snowball Throwing
Pengetahuan awal dilihat dari nilai ulangan harian sebelumnya pada materi bilangan peserta didik kelas VII 4 SMP Negeri 13 Makassar. Berikut ini adalah data hasil pengetahuan awal peserta didik kelas eksperimen pada tabel 4.7.
Tabel 4.4 : Deskripsi Pengetahuan Awal Peserta Didik Kelas Eksperimen
Statistik Pengetahuan Awal Peserta Didik Jumlah Sampel 37 Nilai Terendah 30 Nilai Tertinggi 83 Nilai Rata-rata 67,568 Standar Deviasi 24,440
Berdasarkan tabel 4.7, maka dapat diketahui bahwa skor maksimum yang diperoleh pada pengetahuan awal peserta didik pada kelas eksperimen dengan
0 20 40 60 80 100 I1 I2 I3 I4 I5 I6
Rata-rata % Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika
61
menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing adalah 83 dan skor minimum yang diperoleh adalah 30, sehingga rata-rata hasil pengetahuan awal peserta didik adalah 67,568 dengan standar deviasi yaitu 24,440.
Jika hasil nilai ulangan harian peserta didik di kelas eksperimen
dikelompokkan ke dalam kategori pengetahuan awal peserta didik, maka didapatkan sebagai berikut:
Tabel 4.5: Deskripsi Hasil Kategorisasi Pengetahuan Awal Peserta Didik di Kelas Eksperimen
Kategori Interval Frekuensi Persentase(%)
Rendah 0 β 33 10 27,0
Sedang 34 β 67 19 51,4
Tinggi 68 β 100 8 21,6
Jumlah 37 100
Berdasarkan tabel 4.8, dapat dilihat bahwa gambaran pengetahuan awal peserta didik menggunakan model pembelajaran snowball throwing di kelas eksperimen dengan kategorisasi tingkat pengetahuan awal peserta didik, yaitu 10 peserta didik berada pada kategori rendah dengan persentase 27,0%, dan 19 peserta didik berada pada kategori sedang dengan persentase paling tinggi 51,4% serta 8 peserta didik berada pada kategori tinggi dengan persentase paling rendah 21,6%.
Mengacu pada hasil persentase kategorisasi pengetahuan awal peserta didik maka persentase paling tinggi yang diperoleh di kelas eksperimen yaitu 51,4% Sehingga, disimpulkan bahwa gambaran awal tingkat pengetahuan awal peserta didik pada kelas eksperimen ini berada pada kategori sedang.
2) Model Pembelajaran Konvensional
Pengetahuan awal dilihat dari nilai ulangan harian sebelumnya pada materi bilangan peserta didik kelas VII 10 SMP Negeri 13 Makassar. Berikut ini adalah data hasil pengetahuan awal peserta didik kelas kontrol pada tabel 4.9.
Tabel 4.6 : Deskripsi Pengetahuan Awal Peserta Didik Kelas Kontrol Statistik Pengetahuan Awal Peserta didik
Kelas Kontrol Jumlah Sampel 38 Nilai Terendah 25 Nilai Tertinggi 78 Nilai Rata-rata 50,605 Standar Deviasi 17,385
Tabel 4.9, menunjukkan bahwa skor maksimum yang diperoleh pada pengetahuan awal peserta didik pada kelas kontrol dengan menggunakan model konvensional (pembelajaran langsung) adalah 78 dan skor minimum yang diperoleh adalah 25, sehingga rata-rata hasil pengetahuan awal peserta didik adalah 50,605 dengan standar deviasi yaitu 17,385.
Jika hasil nilai ulangan harian peserta didik di kelas kontrol dikelompokkan ke dalam kategori pengetahuan awal pengetahuan, maka didapatkan sebagai berikut:
Tabel 4.7: Deskripsi Hasil Kategorisasi Pengetahuan Awal Peserta Didik di Kelas Kontrol
Kategori Interval Frekuensi Persentase(%)
Rendah 0 β 33 10 26,32
Sedang 34 β 67 20 52,63
Tinggi 68 β 100 8 21,05
Jumlah 38 100
Berdasarkan tabel 4.10, dapat dilihat bahwa gambaran pengetahuan awal peserta didik menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas kontrol
63
dengan kategorisasi tingkat pengetahuan awal peserta didik, yaitu 10 peserta didik berada pada kategori rendah dengan persentase 26,32%, dan 20 peserta didik berada pada kategori sedang dengan persentase paling tinggi 52,63% serta 8 peserta didik berada pada kategori tinggi dengan persentase paling rendah 21,05%.
Mengacu pada hasil persentase kategorisasi pengetahuan awal peserta didik maka persentase paling tinggi yang diperoleh di kelas kontrol yaitu 52,63% Sehingga, disimpulkan bahwa gambaran awal tingkat pengetahuan awal peserta didik pada kelas kontrol ini berada pada kategori sedang.
2. Analisis Statistik Inferensial a. Uji Prasyarat
Analisis yang digunakan adalah analisis statistik inferensial. Untuk melakukan analisis statistik inferensial dalam menguji hipotesis, maka diperlukan pengujian dasar terlebih dahulu meliputi uji normalitas dan uji homogenitas.
1) Uji Normalitas
Pengujian normalitas dilakukan pada data hasil tes pretest dan posttets di kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta hasil dari nilai ulangan harian sebelumnya untuk pengetahuan awal peserta didik di kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic versi 16 for Windows, sehingga diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.8 : Uji Normalitas Hasil Tes Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Peserta didik Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest Kontrol Posttest Kontrol Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen N 38 38 37 37
Normal Parametersa Mean 40.97 84.29 47.32 76.76
Std. Deviation 9.175 7.139 12.347 9.391 Most Extreme Differences Absolute .180 .226 .196 .196 Positive .180 .174 .196 .196 Negative -.143 -.226 -.125 -.149 Kolmogorov-Smirnov Z 1.108 1.395 1.194 1.192
Asymp. Sig. (2-tailed) .171 .041 .116 .117
a. Test distribution is Normal.
= Berdsistribusi normal jika probabilitas > 0,05 maka H0 diterima.
Berdasarkan tabel 4.11, pretets pada kelas eksperimen diperoleh nilai signifikan untuk kolmogorov-smirnov sebesar 0,116 > 0,05 maka berdistribusi normal, dan hasil posttest kelas ekpserimen diperoleh nilai signifikan untuk
kolmogorov-smirnov sebesar 0,117 > 0,05 maka berdistribusi normal. Pada pretest
kelas kontrol nilai signifikan yaitu 0,171 > 0,05 maka berdistribusi normal, dan untuk posttest kelas kontrol diperoleh nilai signifikasn untuk kolmogorov-smirnov sebesar 0,041 > 0,05 maka berdisribusi normal.
65
Tabel 4.9 : Uji Normalitas Pengetahuan Awal Peserta didik Kelas Ekspreimen dan Kelas Kontrol
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kontrol Eksperimen
N 38 37
Normal Parametersa Mean 49.82 58.70
Std. Deviation 16.433 18.569 Most Extreme Differences Absolute .127 .258
Positive .124 .187
Negative -.127 -.258
Kolmogorov-Smirnov Z .782 1.567
Asymp. Sig. (2-tailed) .574 .015
a. Test distribution is Normal.
= Berdistribusi normal jika probability > 0,05 maka H0 diterima.
Berdasarkan tebal 4.12, uji normalitas pengetahuan awal peserta didik kelas eksperimen diperoleh nilai signifikan untuk kolmogorov-smirnov sebesar 0,015 > 0,05 maka berdistribusi normal, dan untuk kelas kontrol diperoleh nilai signifikan untuk kolmogorov-smirnov sebesar 0,574 > 0,05 maka berdistribusi normal.
2) Uji Homogenitas
Pengujian hipotesis varians dilakukan pada data kemampuan pemahaman konsep matematika kelas eksperimen dan kelas kontrol serta pengetahuan awal peserta didik kelas kontrol dan kelas eksperimen.