BAB V : KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
Lampiran 3 Validitas dan Reliabilitas
Dari tabel di atas menunjukkan hasil pengukuran validitas variabel intensi berwirausaha dengan menghilangkan butir yang r hitung
kurang dari r table maka diketahui semua soal valid karena r hitung lebih
besar r tabel.Dari output yang di dapat nilai r yang baru sudah tidak
terdapat r yang kurang dari rtabel.Maka 9 pernyataan tersebut layak
digunakan untuk penelitian.
b. Uji Validitas Variabel Kebutuhan Akan Prestasi
Tabel 3.12
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian Variabel Kebutuhan Akan Prestasi
No Butir rhitung rtabel Keterangan
1. 10 .159 .113 Valid 2. 11 .164 .113 Valid 3. 12 .111 .113 Tidak Valid 4. 13 -.238 .113 Tidak Valid 5. 14 .229 .113 Valid 6. 15 .215 .113 Valid 7. 16 .279 .113 Valid 8. 17 .260 .113 Valid 9. 18 .376 .113 Valid 10. 19 .245 .113 Valid 11. 20 .246 .113 Valid
(Lampiran 3; Validitas dan Reliabilitas)
Dari tabel di atas menunjukkan hasil pengukuran validitas variabel kebutuhan akan prestasi dengan 11 butir soal dapat diketahui
ada 2 butir yang tidak valid yaitu butir 12 dan butir 13 karena r hitung
lebih kecil dari r tablel, sedangkan yang valid ada 9 butir yaitu butir 10,
butir 11, butir 14, butir 15, butir 16, butir 17, butir 18, butir 19 dan butir 20 karena r hitung lebih besar dari r tabel.
Setelah dilakukan pengolahan ternyata corrected item-total correlation masih ada r hitung yang kurang dari r table. Oleh sebab itu
butir tersebut harus dihilangkan kemudian diolah kembali, berikut adalah hasil pengolahan kembali:
Tabel 3.13
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian Variabel Kebutuhan Akan Prestasi
No Butir rhitung rtabel Keterangan
1. 10 .210 .113 Valid 2. 11 .194 .113 Valid 3. 14 .467 .113 Valid 4. 15 .301 .113 Valid 5. 16 .382 .113 Valid 6. 17 .431 .113 Valid 7. 18 .453 .113 Valid 8. 19 .470 .113 Valid 9. 20 .310 .113 Valid
(Lampiran 3; Validitas dan Reliabilitas)
Dari tabel di atas menunjukkan hasil pengukuran validitas variabel kebutuhan akan prestasi dengan menghilangkan butir yang r
hitung kurang dari r table maka diketahui semua soal valid karena r hitung
lebih besar r tabel.Dari output yang di dapat nilai r yang baru sudah
tidak terdapat r yang kurang dari rtabel.Maka 9 pernyataan tersebut
c. Uji Validitas Variabel Pendidikan Kewirausahaan
Tabel 3.14
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian Variabel Pendidikan Kewirausahaan
No
Butir rhitung rtabel Keterangan
1. 21 .484 .113 Valid 2. 22 .652 .113 Valid 3. 23 .691 .113 Valid 4. 24 .712 .113 Valid 5. 25 .438 .113 Valid 6. 26 .499 .113 Valid
(Lampiran 3; Validitas dan Reliabilitas)
Dari tabel di atas menunjukkan hasil pengukuran validitas variabel Pendidikan Kewirausahaan dengan 6 butir soal dapat diketahui semua soal valid karena r hitung lebih besar r tabel.Maka 6
pernyataan tersebut layak digunakan untuk penelitian. d. Uji Validitas Variabel Akses Terhadap Modal
Tabel 3.15
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian Variabel Pengelompokan Akses Modal
No Butir rhitung rtabel Keterangan
1. 27 .450 .113 Valid
2. 28 .403 .113 Valid
3. 29 .615 .113 Valid
4. 30 .403 .113 Valid
(Lampiran 3; Validitas dan Reliabilitas)
Dari tabel di atas menunjukkan hasil pengukuran validitas variabel akses terhadap modal dengan 4 butir soal dapat diketahui semua soal valid karena r hitung lebih besar r tabel.
Tabel 3.16
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian Variabel Kreatifitas dan Inovatif
No Butir rhitung rtabel Keterangan
1. 31 .349 .113 Valid 2. 32 .194 .113 Valid 3. 33 .399 .113 Valid 4. 34 .411 .113 Valid 5. 35 .348 .113 Valid 6. 36 -.100 .113 Tidak Valid 7. 37 .325 .113 Valid 8. 38 .492 .113 Valid 9. 39 .408 .113 Valid 10. 40 .402 .113 Valid 11. 41 .514 .113 Valid 12. 42 .515 .113 Valid 13. 43 .404 .113 Valid 14. 44 .459 .113 Valid
(Lampiran 3; Validitas dan Reliabilitas)
Dari tabel di atas menunjukkan hasil pengukuran validitas variabel kreatfitas dan inovatif dengan 14 butir soal dapat diketahui ada 1 butir yang tidak valid yaitu butir 32, karena r hitung lebih kecil
dari r tablel, sedangkan yang valid ada 10 butir yaitu butir 31, butir 33,
butir 34, butir 35, butir 36, butir 37 butir 38, butir 39, butir 40, butir 41, butir 42, butir 43 dan butir 44 karena r hitung lebih besar dari r tabel.
Setelah dilakukan pengolahan ternyata corrected item-total correlation masih ada r hitung yang kurang dari r table. Oleh sebab itu
butir tersebut harus dihilangkan kemudian diolah kembali, berikut adalah hasil pengolahan kembali:
Tabel 3.17
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian Variabel Kreatifitas dan inovatif
No Butir r hitung r table Keterangan
1 31 .374 .113 Valid 2 32 .185 .113 Valid 3 33 .391 .113 Valid 4 34 .418 .113 Valid 5 35 .402 .113 Valid 6 37 .351 .113 Valid 7 38 .502 .113 Valid 8 39 .424 .113 Valid 9 40 .388 .113 Valid 10 41 .517 .113 Valid 11 42 .524 .113 Valid 12 43 .418 .113 Valid 13 44 .489 .113 Valid
(Lampiran 3; Validitas dan Reliabilitas)
Dari tabeldi atas menunjukkan hasil pengukuran validitas variabel kreatifitas dan inovatif dengan menghilangkan butir yang r
hitung kurang dari r table maka diketahui semua soal valid karena r hitung
lebih besar r tabel.Dari output yang di dapat nilai r yang baru sudah
tidak terdapat r yang kurang dari rtabel.Maka 13 pernyataan tersebut
layak digunakan untuk penelitian
2. Uji Reliabilitas
Menurut Arikunto (2006:178) reliabilitas merupakan suatu ukuran yang menunjukan kemampuan suatu instrument dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik. Teknik yang digunakan untuk penguji tingkat reliabilitas instrument
dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus koefisien alpha cronbact
sebagai berikut (Arikunto, 2006:196):
r11 =[ ] [ ∑ ] Keterangan: r11 = koefisienreliabilitasinstrumen k = jumlahbutirpertanyaan ∑ = jumlahvariansbutir = varians total
Langkah selanjutnya adalah menginter prestasi harga tersebutsesuai dengan tabel berikut:
Tabel 3.18
KriteriaKoefisienKorelasiRealibilitas
Nilai Reliabilitas Kriteria
0,800-1,000 Sangat Tinggi
0,600-0,799 Tinggi
0,400-0,599 Sedang
0,200-0,399 Rendah
<0,200 Sangat Rendah
Ketentuan untuk menilai reliabel atau tidaknya suatu instrumen
sebagai berikut: jika pada α = 5% nilai alpha cronbactlebih besar dari 0,6 maka kuesioner tersebut reliabel, sebaliknya jika nilai alpha cronbact
kurang dari 0,6 maka kuesioner tersebut tidak reliabel (Siregar, 2013:57). Untuk melakukan uji reliabilitas instrumen digunakan bantuan program SPSS versi 23.0 for Windows.
Tabel 3. 19
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
No. Variabel Cronbach’s Alpha Keputusan
1. Intensi Berwirausaha 0,778 Reliabel
2. Kebutuhan Akan Prestasi 0,685 Reliabel
3. Pendidikan Kewirausahaan 0,852 Reliabel
4. Akses Terhadap Modal 0,670 Reliabel
5. Kreatifitas dan Inovatif 0,731 Reliabel
(Lampiran 3; Validitas dan Reliabilitas)
Suatu variabel dikatakan reliabel jika Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,60 (Ghonzali, 2007: 42). Jadi hasil pengujian dari lima (5) variabel di atas dinyatakan reliabel (dapat dipercaya) karena nilai Cronbach’s
Alpha masing-masing variabel tersebut lebih besar dari 0,60.
I. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif
Menurut Purwanto & Sulistyastuti (2007:94), analisis deskripstif adalah teknik analisis yang memberikan informasi hanya mengenai data yang diamati dan tidak bertujuan menguji hipotesis serta menarik kesimpulan yang digeneralisasikan terhadap populasi, sedangkan menurut Kountur (2003:104), penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti.
Data yang diperoleh dari hasil kuesioner dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif atau pemaparan. Data hasil kuesioner dideskripsikan dengan penilaian Acuan Patokan tipe II (PAP II), karena
jika dibandingkan dengan PAP tipe I, PAP tipe II memiliki passing scorelebih rendah yaitu pada presentil 56. Tuntutan pada presentil 56 sering disebut sebagai presentil minimal, karena passing scorepada presentil 56 dianggap merupakan batas penguasaan kompetensi minimal yang paling rendah. Perlu kiranya diperhatikan bahwa passing scorepada presentil kurang dari 56 dan lebih dari 65 biasanya tidak disarankan, mengingat kedua passing scoretersebut telah keluar dari presentil minimal dan maksimal. Namun terbuka kesempatan untuk menentukan passing scorepada daerah presentil 56 dan 65, asalkan penentuan passing scoretertentu itu masih tetap memperhitungkan keadaan.
Nilai presentil PAP tipe II adalah sebagai berikut (Masidjo, 1995:157):
Tabel 3.20
Nilai Presentil PAP Tipe II
Nilai Presentil Kategori Kecenderungan Variabel
80%-100% Sanggat Tinggi
66%-80% Tinggi
56%-65% Sedang
46%-55% Rendah
<45% Sangat rendah
PAP tipe II pada umumnya merupakan cara untuk menghitung prestasi siswa di kelas dengan skor minimal 0 dan skor maksimal 100. Dalam hal ini data penelitian yang ditetapkan sebelumnya memiliki skor tertinggi 5 dan skor terendah 1, Maka dari itu untuk mendeskripsikan kategori kecenderungan variabel yang harus dilakukan adalah menentukan
Skor rendah yang mungkin dicapai + [nilai presentil x (skor tertinggi yang mungkin dicapai item – skor rendah yang mungkin dicapai)] Perhitungan untuk setiap variabel adalah sebagai berikut:
a. Variabel Intensi berwirausaha
Jumlah pertanyaan/pernyataan = 9; jumlah opsi = 5 Skor tertinggi = 5; skor terendah = 1
Skor tertinggi yang mungkin dicapai : 5 x 9 = 45 Skor terendah yang mungkin dicapai : 1 x 9 = 9
Perhitungan rentang skor untuk variabel intensi berwirausaha: Kategori Sangat Tinggi : 9 + 81% (45-9) = 38 - 45
Kategori Tinggi : 9 + 66%(45-9) = 33 - 37 Kategori Sedang : 9 + 56% (45-9) = 29 - 32 Kategori Rendah : 9 + 46% (45-9) = 26 - 28 Kategori Sangat Rendah : 9 + 0% (45-9) = 9 - 25 b. Variabel Kebutuhan Akan Prestasi
Jumlah pertanyaan/pernyataan = 9; jumlah opsi = 5 Skor tertinggi = 5; skor terendah = 1
Skor tertinggi yang mungkin dicapai : 5 x 9 = 45 Skor terendah yang mungkin dicapai : 1 x 9 = 9
Perhitungan rentang skor untuk variabel kebutuhan akan prestasi: Kategori Sangat Baik : 9 + 81% (45-9) = 38 - 45
Kategori Baik : 9 + 66% (45-9) = 33 - 37 Kategori Sedang : 9 + 56% (45-9) = 29 - 32
Kategori Tidak Baik : 9 + 46% (45-9) = 25 - 28 Kategori Sangat Tidak Baik: 9 + 0% (45-9) = 9 - 24 c. Variabel Pendidikan Kewirausahaan
Jumlah pertanyaan/pernyataan = 6; jumlah opsi = 5 Skor tertinggi = 5; skor terendah = 1
Skor tertinggi yang mungkin dicapai : 5 x 6 = 30 Skor terendah yang mungkin dicapai : 1 x 6 = 6
Perhitungan rentang skor untuk variabel pendidikan kewirausahaan: Kategori Sangat baik :6 + 81% (30-6) = 25 - 30
Kategori Baik : 6 + 66% (30-6) = 22 - 24 Kategori Sedang : 6 + 56% (30-6) = 19 - 21 Kategori Tidak Baik : 6 + 46% (30-6) = 17 - 18 Kategori sangat Tidak Baik: 6 + 0% (30-6) = 6 - 16 d. Variabel Pemahaman cara akses terhadap Modal
Jumlah pertanyaan/pernyataan = 4; jumlah opsi = 5 Skor tertinggi = 5; skor terendah = 1
Skor tertinggi yang mungkin dicapai : 5 x 4 = 20 Skor terendah yang mungkin dicapai : 1 x 4 = 4 Skor:
Kategori Sangat baik :4 + 81% (20-4) = 17 - 20 Kategori Baik :4 + 66% (20-4) = 15 - 16 Kategori Sedang :4 + 56% (20-4) = 13 - 14 Kategori Tidak Baik :4 + 46% (20-4) = 11 - 12
Kategori sangat Tidak Baik:4 + 0% (20-4) = 4 - 10 e. Variabel Kreatifitas dan Inovatif
Jumlah pertanyaan/pernyataan = 13; jumlah opsi = 5 Skor tertinggi = 5; skor terendah = 1
Skor tertinggi yang mungkin dicapai : 5 x 13 = 65 Skor terendah yang mungkin dicapai : 1 x 13 = 13
Perhitungan rentang skor utuk variabel kreatif dan inovatif: Kategori Sangat Baik :13 + 81% (65-13) = 55 - 65 Kategori Baik :13 + 66% (65-13) = 47 - 54 Kategori Sedang :13 + 56% (65-13) = 42 - 46 Kategori Tidak Baik :13 + 46% (65-13) = 37 - 41 Kategori Sangat Tidak Baik :13 + 0% (65-13) = 13 - 36 2. Pengujian Prasyarat Analisis
Pengujian hipotesis menggunakan analisi regresi sederhana. Sebelum analisis regresi sederhana dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu yang meliputi uji normalitas. Pengujian normalitas digunakan untuk mengetahui apakah distribusi data normal atau tidak. Pengujian normalitas menggunakan Kolomogorov Smirnov Test dengan bantuan program SPSS
versi 23.0 for Windows. Kriteria pengujian data adalah jika nilai
3. Pengujian Hipotesis dan Penarikan Kesimpulan a. Rumusan Hipotesis
Hipotesis I
H01 : Tidak ada pengaruh kebutuhan akan prestasi terhadap intensi berwirausaha siswa SMK kelas XI di Kabupaten Bantul.
Ha1 : Ada pengaruh kebutuhan akan prestasi terhadap intensi berwirausaha siswa SMK kelas XI di Kabupaten Bantul. Hipotesis II
H02 : Tidak ada pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha siswa SMK kelas XI di Kabupaten Bantul.
Ha2 : Ada pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha siswa SMK kelas XI di Kabupaten Bantul. Hipotesis III
H03 : Tidak ada pengaruh pemahaman cara akses terhadap modal terhadap intensi berwirausaha siswa SMK kelas XI di Kabupaten Sleman.
Ha3 : Ada pengaruh Pemahaman cara akses terhadap modal terhadap intensi berwirausaha siswa SMK kelas XI di Kabupaten Bantul.
H04 : Tidak ada pengaruh latar belakang pekerjaan orang tua terhadap intensi berwirausaha siswa SMK kelas XI di Kabupaten Bantul.
Ha4 : Ada pengaruh latar belakang pekerjaan orang tua terhadap intensi berwirausaha siswa SMK kelas XI di Kabupaten Bantul.
Hipotesis V
H05 : Tidak ada pengaruh kreatifitas dan inovatif terhadap intensi berwirausaha siswa SMK kelas XI di Kabupaten Bantul. Ha5 : Ada pengaruh kreatifitas dan inovatif terhadap intensi
berwirausaha siswa SMK kelas XI di Kabupaten Bantul. b. Pengujian Hipotesis
1) Untuk pengujian hipotesismenggunakan analisis Chi-Square. Langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut:
a) Mencari Nilai Chi-Square(x2)
Uji Chi-Square(x2) digunakan untuk menguji perbandingan variabel adapun rumusnya adalah sebagai berikut (Siregar, 2010:231):
∑
Keterangan:
fo : frekuensi observasi
jika frekuensi harapan (fe) tidak diketahui maka dapat dicari dengan rumus: ∑ Keterangan: n : jumlah data b) Kriteria Pengujian
Jika nilai Asymp.sig> dari 0,05 maka Ho diterima yang menunjukkan tidak ada pengaruh kebutuhan akan prestasi, pendidikan kewirausahaan, akses terhadap modal, latar belakang pekerjaan orang tua, dan kreatifitas dan inovatif terhadap intensi berwirausaha siswa/i SMK kelas XI di Kabupaten Bantul maka tidak perlu dilakukan penentuan besarnya derajat asosiasi. Jika Ha diterima yang menunjukkan ada pengaruh c maka langkah selanjutnya mencari besarnya derajat asosiasi.
c) Menentukan Besarnya Derajat Asosiasi
Apabila Ha diterima, selanjutnya untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel bebas mempengaruhi variabel terikat, maka koefisien kontingensi (C) dibandingkan dengan koefisien kontingensi maksimum (Cmax), adapun rumusnya
√
√
Keterangan:
C : Koefisien kontingensi
Cmax : Koefisien kontingensi maksimum
x2 : Koefisien Chi-Square
m : Jumlah minimum antara baris dan kolom
n : Banyaknya sampel
Secara umum kriteria rasio C/Cmax adalah sebagai berikut:
Tabel 3.21 Kriteria Rasio C/Cmax
C/Cmax Interpretasi 0,800 – 1,000 Sangat Tinggi 0,600 – 0,799 Tinggi 0,400 – 0,599 Sedang 0,200 – 0,399 Rendah 0,000 – 0,199 Sangat Rendah
Untuk mencari Chi-Square hitung dan koefisien kontingensi dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS
versi 23.0 for Windows.
d) Penarikan Kesimpulan Hipotesis
Jika nilai Sig < α = 0,05, maka Ha diterima. Artinya ada
pengaruh kebutuhan akan prestasi, pendidikan kewirausahaan, akses terhadap modal, latar belakang pekerjaan orang tua, dan kreatifitas dan inovatif terhadap intensi berwirausaha siswa/i
SMK kelas XI di Kabupaten Bantul. Sebaliknya jika nilai Sig >α = 0,05 maka H0 diterima. Artinya ada tidak pengaruh
kebutuhan akan prestasi, pendidikan kewirausahaan, akses terhadap modal, latar belakang pekerjaan orang tua, dan kreatifitas dan inovatif terhadap intensi berwirausaha siswa/i SMK kelas XI di Kabupaten Bantul.
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2016 dengan subjek penelitian adalah siswa – siswi kelas XI SMK N 1 Sewon, SMK N 1 Pleret, dan SMK Budhi Dharma Piyungan.
Dalam penelitian ini variabel yang digunakan peneliti berjumlah 6 variabel, yaitu intensi berwirausaha, kebutuhan akan prestasi, pendidikan kewirausahaan, pemahaman cara akses terhadapa modal, latar belakang pekerjaan orang tua dan kreatifitas dan inovatif. Variabel – variabel tersebut akan dideskripsikan berdasarkan PAP tipe II.
Jumlah responden penelitian ini sebanyak 264 siswa kelas XI di Kabupaten Bantul.. Selanjutnya pada bagian ini akan disajikan data hasil penelitian dalam bentuk tabel dan perhitungan nilai-nilai statistik dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 23.0 for Windows serta pembahasan hasil penelitian.
1. Deskripsi Responden Penelitian
a. Asal Sekolah
Tabel 4.1.
Distribusi Frekuensi Jumlah Siswa Berdasarkan Asal Sekolah
No Asal Sekolah F Frekuensi Relatif
1. SMK N 1 Sewon 171 64.77%
2. SMK N 1 Pleret 85 32.20%
3. SMK Budhi Dharma Piyungan 8 3.03%
Jumlah 264 100%
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa jumlah siswa yang menjadi responden dalam penelitian adalah 264 siswa. Rinciannya sebagai berikut: 171 siswa (64.77%) dari SMK N 1 Sewon, 85 siswa (32.20%) dari SMK N 1 Pleret, dan 8 siswa (3.03%) dari SMK Budhi Dharma Piyungan.
b. Status Sekolah
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Jumlah Siswa Berdasarkan Status Sekolah
No Asal Sekolah Status F Frekuensi
Relatif 1. SMK N 1 Sewon Negeri 171 85 96.97% 2. SMK N 1Pleret Negeri 3. SMK Budhi Dharma Piyungan Swasta 8 3.03% Jumlah 264 100%
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa jumlah siswa yang menjadi responden penelitian ini adalah 264 yang terdiri dari 256 siswa (96.97%) dari SMK Negeri dan 8 siswa (3.03%) dari SMK Swasta. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar responden berasal dari SMK Negeri
2. Deskritif Variabel penelitian
a. Intensi Berwirausaha
Jumlah variabel yang dinyatakan valid sebanyak 9 butir dari 9 butir. Jadi jumlah butir pertanyaan/pernyataan kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian sebanyak 9, jumlah skor maksimum
yang dicapai adalah 9 x 5 = 45, sedangkan untuk skor minimum adalah 9 x 1 = 9.
Berikut tabel perhitungan dan inteprestasi atas data yang diperoleh:
Tabel 4.3
Perhitungan dan Inteprestasi Penilaian Intensi Berwirausaha
No Interval Frekuensi Presentasi (%) Kategori 1. 38 - 45 161 60.98% Sangat Tinggi 2. 33 - 37 90 34.09% Tinggi 3. 29 - 32 11 4.17% Sedang 4. 26 - 28 2 0.76% Rendah 5. 9 - 25 0 0% Sangat Rendah Jumlah 264 100
(Lampiran 2; Data Induk Responden)
Tabel 4.3 menunjukkan 264 siswa-siswi yang menjadi responden. Adapun gambaran sebenarnya menunjukkan bahwa 161 siswa-siswi (60.98%) memiliki intensi berwirausaha dengan kategori sangat tinggi, 90 siswa-siswi (34.09%) memiliki intensi berwirausaha dengan kategori tinggi, 11 siswa-siswi (4.17%) memiliki intensi berwirausaha dengan kategori rendah, 2 siswa-siswi (0.76%) memiliki intensi berwirausaha dengan kategori sangat rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa intensi berwirausaha siswa kelas XI di Kabupaten Bantul tergolong sangat tinggi.
Tabel 4.4
Nilai-nilai Statistik Variabel Intensi berwirausaha
Nilai Statistik Skor
N Valid 264
Mean 38.39
Std. Deviasi 3.545
Minimum 27
Maksimum 45
(Lampiran 4; Deskrisi Data)
Kesimpulan tersebut diperkuat dengan melihat nilai-nilai statistika pada tebel 4.4 yaitu perhitungan rata-rata (mean) =38.39, nilai tengah (median) = 39, nilai modus = 39, dan standard deviasi 3.545. Dengan demikian, skor mean, median, dan modus masuk dalam kategori sangat baik yaitu pada interval 38 - 45. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa intensi berwirausaha siswa-siswi SMK N 1 Sewon, SMK N 1 Pleret, dan SMK Budhi Dharma Piyungan dapat dikategorikan Sangat Baik.
b. Kebutuhan Akan Prestasi
Jumlah variabel yang dinyatakan valid sebanyak 9 butir dari 11 butir. Jadi jumlah butir pertanyaan/pernyataan kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian sebanyak 9, jumlah skor maksimum yang dicapai adalah 9 x 5 = 45, sedangkan untuk skor minimum adalah 9 x 1 = 9.
Berikut tabel perhitungan dan inteprestasi atas data yang diperoleh:
Tabel 4.5
Perhitungan dan Inteprestasi Penilaian Kebutuhan Akan Prestasi
No Interval Frekuensi Presentasi (%) Kategori 1. 38 – 45 184 69.70% Sangat Tinggi 2. 33 – 37 76 28.79% Tinggi 3. 29 – 32 4 1.51% Sedang 4. 25 – 28 0 0% Rendah 5. 0 0% Sangat Rendah Jumlah 264 100
Tabel 4.5 menunjukkan 264 siswa-siswi yang menjadi responden. Adapun gambarannya menunjukkan bahwa 184 siswa (69.70%) memiliki kebutuhan akan prestasi dengan kategori sangat tinggi, 76 siswa (28.79%) memiliki kebutuhan akan prestasi dengan kategori tinggi, 4 siswa (1.51%) memiliki kebutuhan akan prestasi dengan kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan prestasi yang di miliki siswa kelas XI di Kabupaten Bantul tergolong sangat tinggi.
Tabel 4.6
Nilai-nilai Statistik Variabel Kebutuhan Akan Prestasi
Nilai Statistik Skor
N Valid 264 Mean 38.73 Median 39.00 Modus 39 Std. Deviasi 2.819 Minimum 30 Maksimum 45
(Lampiran 4; Deskripsi Data)
Kesimpulan tersebut diperkuat dengan melihat nilai-nilai statistika pada tebel 4.5 yaitu perhitungan rata-rata (mean) = 38.73, nilai tengah (median) = 39, nilai yang sering muncul (modus) = 39, dan standard deviasi 2.819. Dengan demikian, skor mean, median, dan
modus masuk dalam kategori sangat baik yaitu pada interval 38 – 45. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan prestasi siswa-siswi SMK N 1 Sewon, SMK N 1 Pleret, dan SMK Budhi Dharma Piyungan dapat dikategorikan Sangat Tinggi.
c. Pendidikan Kewirausahaan
Jumlah variabel yang dinyatakan valid sebanyak 6 butir dari 6 butir. Jadi jumlah butir pertanyaan/pernyataan kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian sebanyak 6, jumlah skor maksimum yang dicapai adalah 6 x 5 = 30, sedangkan untuk skor minimum adalah 6 x 1 = 6. Berikut tabel perhitungan dan inteprestasi atas data yang diperoleh:
Tabel 4.7
Perhitungan dan Inteprestasi Penilaian Pendidikan Kewirausahaan
No Interval Frekuensi Presentasi (%) Kategori 1. 25 - 30 93 35.23% Sangat Baik 2. 22 - 24 104 39.39% Baik 3. 19 - 21 51 19.32% Cukup 4. 17 - 19 12 4.54% Tidak Baik
5. 6 – 16 4 1.52% Sangat Tidak Baik
Jumlah 264 100
(Lampiran 2; Data Induk Responden)
Tabel 4.7 menunjukkan 264 siswa-siswi yang menjadi responden. Adapun gambarannya menunjukkan bahwa 93 siswa (35.23%) menyatakan pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dengan kategori sangat baik, 104 siswa (39.39%) menyatakan pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dengan kategori baik, 51 siswa (19.32%) menyatakan pendidikan kewirausahaan dengan kategori cukup, 12 siswa (4.54%) menyatakan pendidikan kewirausahaan dengan kategori tidak baik, dan 4 siswa (1.52%) menyatakan pendidikan kewirausahaan dengan kategori sangat tidak baik. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewirausahaan yang di miliki siswa kelas XI di Kabupaten Bantul tergolong baik.
Tabel 4.8
Nilai-nilai Statistik Variabel Pendidikan Kewirausahaan
Nilai Statistik Skor
N Valid 264 Mean 23.44 Median 24 Modus 24 Std. Deviasi 3.254 Minimum 8 Maksimum 30
(Lampiran 4; Deskripsi Data)
Kesimpulan tersebut diperkuat dengan melihat nilai-nilai statistika pada tebel 4.8 yaitu perhitungan rata-rata (mean) = 23.44, nilai tengah (median) = 24, nilai yang sering muncul (modus) = 24, dan standard deviasi 3.254. Dengan demikian, skor mean, median, dan
modus masuk dalam kategori baik yaitu pada interval 22 – 24. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewirausahaan siswa- siswi SMK N 1 Sewon, SMK N 1 Pleret, dan SMK Budhi Dharma Piyungan dapat dikategorikan Baik.
d. Pemahaman cara akses terhadap modal
Jumlah variabel yang dinyatakan valid sebanyak 4 butir dari 4 butir. Jadi jumlah butir pertanyaan/pernyataan kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian sebanyak 4, jumlah skor maksimum yang dicapai adalah 4 x 5 = 20, sedangkan untuk skor minimum adalah 4 x 1 = 4.
Tabel 4.9
Perhitungan dan Inteprestasi Penilaian Pemahaman cara akses terhadap modal
No Interval Frekuensi Presentasi (%) Kategori 1. 17 - 20 48 18.18% Sangat Mudah 2. 15 - 16 91 34.47% Mudah 3. 13 - 14 84 31.82% Sedang 4. 11 - 12 35 13.26% Sulit 5. 4 - 10 6 2,27% Sangat Sulit Jumlah 264 100
(Lampiran 2; Data Induk Responden)
Tabel 4.9 menunjukkan 264 siswa-siswi yang menjadi responden. Adapun gambarannya menunjukkan bahwa 48 siswa (18.18%) menyatakan bahwa pemahaman cara akses terhadap modal dengan kategori sangat mudah, 91 siswa (34.47%) menyatakan bahwa pemahaman cara akses terhadap modal dengan kategori mudah, 84 siswa (31.82%) menyatakan bahwa pemahaman cara akses terhadap modal dengan kategori sedang, 35 siswa (13.26%) menyatakan bahwa pemahaman cara akses terhadap modal dengan kategori sulit, dan 6 siswa (2,27%) menyatakan bahwa pemahaman cara akses terhadap modal dengan kategori sangat sulit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemahaman cara akses terhadap modal yang di miliki siswa kelas XI di Kabupaten Bantul tergolong mudah.
Tabel 4.10
Nilai-nilai Statistik Variabel Pemahaman cara akses terhadap modal
Nilai Statistik Skor
N Valid 264
Mean 15.02
Std. Deviasi 2.241
Minimum 7
Maksimum 20
(Lampiran 4; Deskrisp Data)
Kesimpulan tersebut diperkuat dengan melihat nilai-nilai statistika pada tebel 4.10 yaitu perhitungan rata-rata (mean) = 15.02, nilai tengah (median) = 15, nilai yang sering muncul (modus) = 15, dan standard deviasi 2.241. Dengan demikian, skor mean, median, dan
modus masuk dalam kategori sangat baik yaitu pada interval 15 - 16. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa pemahaman cara akses terhadap modal siswa-siswi SMK N 1 Sewon, SMK N 1 Pleret, dan SMK Budhi Dharma Piyungan dapat dikategorikan Mudah.
e. Kreatifitas dan Inovatif
Jumlah variabel yang dinyatakan valid sebanyak 13 butir dari 14 butir. Jadi jumlah butir pertanyaan/pernyataan kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian sebanyak 13, jumlah skor maksimum yang dicapai adalah 13 x 5 = 65, sedangkan untuk skor minimum adalah 9 x 1 = 9.Berikut tabel perhitungan dan inteprestasi atas data yang diperoleh:
Tabel 4.11
Perhitungan dan Inteprestasi Penilaian Kreatifitas dan Inovatif
No Interval Frekuensi Presentasi (%) Kategori 1. 55 - 65 116 43.94% Sangat Tinggi 2. 47 - 54 136 51.51% Tinggi 3. 42 - 46 11 4.17% Sedang 4. 37 - 41 0 0% Rendah 5. 13 - 36 1 0.38% Sangat Rendah Jumlah 264 100
Tabel 4.11 menunjukkan 264 siswa-siswi yang menjadi responden. Adapun gambarannya menunjukkan bahwa 116 siswa (43.94%) menyatakan bahwa kreatifitas dan inovatif dengan kategori sangat tinggi, 136 siswa (51.51%) menyatakan bahwa kreatifitas dan inovatif dengan kategori tinggi, 11 siswa (4.17%) menyatakan bahwa kreatifitas dan inovatif dengan kategori sedang, dan 1 siswa (0.38%) menyatakan bahwa kreatifitas dan inovatif dengan kategori sangat rendah . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kreatifitas dan Inovatif yang di miliki siswa kelas XI di Kabupaten Bantul tergolong tinggi.
Tabel 4.12
Nilai-nilai Statistik Variabel Kreatifitas dan Inovatif
Nilai Statistik Skor
N Valid 264 Mean 54.15 Median 54 Modus 51 Std. Deviasi 4.599 Minimum 32 Maksimum 65
(Lampiran 4; Deskrisi Data)
Kesimpulan tersebut diperkuat dengan melihat nilai-nilai statistika pada tebel 4.12 yaitu perhitungan rata-rata (mean) = 54.15, nilai tengah (median) = 54, nilai yang sering muncul (modus) = 51, dan standard deviasi 4.599. Dengan demikian, skor mean, median, dan
modus masuk dalam kategori sangat baik yaitu pada interval 47 – 54. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kreatifitas dan inovatif
siswa-siswi SMK N 1 Sewon, SMK N 1 Pleret, dan SMK Budhi Dharma Piyungan dapat dikategorikan Tinggi.
B. Pengujian Prasyarat Analisis Data
Berikut ini adalah hasil uji normalitas pada variabel kebutuhan akan