BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Validitas Isi
2. Reliabilitas butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD di Kecamatan Depok tinggi.
3. Tingkat kesukaran pada butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD di Kecamatan Depok 100% baik.
4. Daya beda pada butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD di Kecamatan Depok 100% bagus.
5. Efektivitas pengecoh pada butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD di Kecamatan Depok 100% berfungsi dengan baik.
44
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif diartikan sebagai suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui (Darmawan, 2013: 37). Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, artinya hasil yang dianalisis berupa deskripsi dari gejala-gejala yang diamati yang tidak harus berupa angka-angka. Pendekatan kuantitatif deskriptif pada penelitian ini digunakan untuk menunjukkan deskripsi pada kualitas butir soal ulangan akhir semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD di Kecamatan Depok yang akan dibuktikan dengan perhitungan angka-angka.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di 28 SD yang terdiri dari 24 SD Negeri dan 4 SD Swasta di Kecamatan Depok. Alasan Peneliti memilih Kecamatan Depok karena lokasinya mudah dijangkau dan dekat dengan pusat pendidikan. Waktu penelitian yang digunakan yaitu 2 bulan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni tahun 2015.
C. Populasi dan Sampel
Populasi dan sampel pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1. Populasi
Sugiyono (2014: 117) mengartikan populasi sebagai suatu wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Bukan hanya manusia saja yang dapat menjadi populasi dalam suatu penelitian, namun populasi dapat juga berupa tempat, obyek, dan benda-benda alam lain. Populasi dalam penelitian ini adalah 49 SD di Kecamatan Depok, yaitu meliputi:
Tabel 3.1 Daftar Nama SD di Kecamatan Depok
No. Nama SD No. Nama SD
1 SDN Corongan 26 SDN Caturtunggal 3 2 SDN Gejayan 27 SDN Caturtunggal 4 3 SDN Depok 1 28 SDN Caturtunggal 6 4 SDN Depok 2 29 SDN Caturtunggal 7 5 SDN Mustokorejo 30 SDN Puren 6 SDN Maguwoharjo 1 31 SDN Sarikarya 7 SDN Nanggulan 32 SDN Karangasem 8 SDN Adisucipto 1 33 SDN Perumnas CC 9 SDN Adisucipto 2 34 SDN Perumnas 3 10 SDN Kledokan 35 SDN Bhaktikarya 11 SDN Nogopuro 36 SDN Kalongan 12 SDN Ambarukmo 37 SDN Nolobangsan 13 SDN Deresan 38 SD Muhammadiyah
14 SDN Karangwuni 1 49 SD Bopkri Demangan III
15 SDN Samirono 40 SDK Demangan Baru 1
16 SDN Percobaan 2 41 SD Muhammadiyah Kayen
17 SDN Kentungan 42 SD Kanisius Tambakboyo
18 SDN Ngringin 43 SD Kanisius Sengkan
19 SDN Condongcatur 44 SD Muhammadiyah Gorongan
20 SDN Gambiranom 45 SD Teruna Bangsa
21 SDN Babarsari 46 SD Budi Mulia Dua CT
22 SDN Tajem 47 SD Budi Mulia Dua
23 SDN Timbulharjo 48 SD Islam Al-Islam
24 SDN Ringinsari 49 SD Cahaya Bangsa Utama
Berdasarkan tabel 3.1 dapat dijelaskan bahwa SD di Kecamatan Depok terdiri dari 49 SD. Dari 49 SD tersebut, 37 di antaranya merupakan SD Negeri, dan 12 lainnya merupakan SD Swasta. SD Negeri terdiri dari SDN Corongan, SDN Gejayan, SDN Depok 1, SDN Depok 2, SDN Mustokorejo, SDN Maguwoharjo 1, SDN Nanggulan, SDN Adisucipto 1, SDN Adisucipto 2, SDN Kledokan, SDN Nogopuro, SDN Ambarukmo, SDN Deresan, SDN Karangwuni 1, SDN Samirono, SDN Percobaan 2, SDN kentungan, SDN Ngringin, SDN Condongcatur, SDN Gambiranom, SDN Babarsari, SDN Tajem, SDN Timbulhajo, SDN Ringinsari, SDN Caturtunggal 1, SDN Caturtunggal 3, SDN Caturtunggal 4, SDN Caturtunggal 6, SDN Caturtunggal 7, SDN Puren, SDN Sarikarya, SDN Karangasem, SDN Perumnas CC, SDN Perumnas 3, SDN Bhaktikarya, SDN Kalongan, dan SDN Nolobangsan. SD Swasta terdiri dari SD Bopkri Demangan III, SD Muhammadiyah, SDK Demangan Baru I, SD Muhammadiyah Kayen, SDK Tambakboyo, SDK Sengkan, SD Muhammadiyah Gorongan, SD Teruna Bangsa, SD Budi Mulia Dua CT, SD Budi Mulia Dua, SD Islam Al-Islam, dan SD Cahaya Bangsa Utama.
2. Sampel
Darmawan (2013: 138) menyatakan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi, yang berarti bahwa tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Pusposive sampling adalah pengambilan sampel berdasarkan keperluan penelitian yang berarti bahwa setiap
unit/individu yang diambil dari populasi dipilih dengan sengaja berdasarkan dengan pertimbangan tertentu (Purwanto, 2007: 47). Alasan peneliti menggunakan purposive sampling karena peneliti menetapkan penelitian hanya pada SD yang melaksanakan ulangan akhir semester per mata pelajaran, artinya peneliti melaksanakan penelitian pada SD yang menerapkan kurikulum 2006/KTSP.
Peneliti melaksanakan penelitian di 28 SD dari 49 SD di Kecamatan Depok karena 5 SD dari 49 SD di Kecamatan Depok pada saat ini menggunakan kurikulum 2013. Selain alasan tersebut, 16 SD dari 49 SD di Kecamatan Depok tidak memberi izin kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian dan juga dikarenakan adanya beberapa masalah seperti terjadinya miskomunikasi antara kepala sekolah dan wali kelas sehingga jawaban siswa sudah dibagikan kepada siswa dan tidak dapat ditarik kembali. Dari alasan-alasan tersebut, peneliti memutuskan bahwa penelitian dilaksanakan pada 28 SD di Kecamatan Depok, Sleman. Jadi, sampel pada penelitian ini adalah 28 SD di Kecamatan Depok. Daftar nama 28 SD yang menjadi sampel pada penelitian ini terdapat pada tabel 3.2 di halaman 48.
Berikut merupakan daftar nama SD yang diteliti:
Tabel 3.2 Daftar Nama SD yang Diteliti
No. Nama SD No. Nama SD
1 SDN Corongan 15 SDN Ringinsari 2 SDN Gejayan 16 SDN Caturtunggal 3 3 SDN Mustokorejo 17 SDN Caturtunggal 4 4 SDN Nanggulan 18 SDN Caturtunggal 6 5 SDN Adisucipto 1 19 SDN Puren 6 SDN Adisucipto 2 20 SDN Sarikarya 7 SDN Kledokan 21 SDN Karangasem 8 SDN Ambarukmo 22 SDN Bhaktikarya 9 SDN Deresan 23 SDN Kalongan 10 SDN Samirono 24 SDN Nolobangsan
11 SDN Ngringin 25 SD Bopkri Demangan III
12 SDN Condongcatur 26 SDK Demangan Baru 1
13 SDN Tajem 27 SD Teruna Bangsa
14 SDN Timbulharjo 28 SD Islam Al-Islam
Dari tabel 3.2 dapat disimpulkan bahwa pada 28 SD di kecamatan Depok di atas terdiri dari 24 SD Negeri dan 4 SD Swasta. Data yang diambil dari 28 SD tersebut yaitu berupa soal, jawaban siswa, dan kunci jawaban UAS genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD. SD Negeri terdiri dari SDN Corongan, SDN Gejayan, SDN Mustokorejo, SDN Nanggulan, SDN Adisucipto 1, SDN Adisucipto 2, SDN Kledokan, SDN Ambarukmo, SDN Deresan, SDN Samirono, SDN Ngringin, SDN Condongcatur, SDN Tajem, SDN Timbulhajo, SDN Ringinsari, SDN Caturtunggal 3, SDN Caturtunggal 4, SDN Caturtunggal 6, SDN Puren, SDN Sarikarya, SDN Karangasem, SDN Bhaktikarya, SDN Kalongan, dan SDN Nolobangsan. SD Swasta yang diteliti adalah SD Bopkri Demangan III, SDK Demangan Baru I, SD Teruna Bangsa, dan SD Islam Al-Islam.
D. Variabel Penelitian
Variabel merupakan atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014: 61). Penelitian ini tidak memiliki variabel dikarenakan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menunjukkan analisis butir soal artinya tidak mengubah atau menggunakan perlakuan khusus terhadap hal yang diteliti.
E. Teknik Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui dua metode, yaitu: 1. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode untuk mengumpulkan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang (Sugiyono, 2014: 329). Hal-hal yang perlu diselidiki pada metode dokumentasi menurut pendapat Arikunto (2013: 201) adalah benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, nilai raport, dan catatan harian. Dokumentasi dalam penelitian ini berupa instrumen soal, lembar jawaban siswa, dan kunci jawaban ulangan akhir semester tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD. 2. Wawancara
Effendi (2012: 207) berpendapat bahwa wawancara merupakan salah satu metode untuk mendapatkan informasi dengan cara bertanya
langsung keadaan responden. Dalam metode ini, peneliti berinteraksi dan berkomunikasi dengan cara bertanya secara langsung untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Jenis wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara tak berstruktur (unstructured interview) yaitu wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya (Sugiyono, 2014: 320). Pedoman wawancara yang digunakan pada penelitian ini hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan yaitu berkaitan dengan analisis butir soal di Kecamatan Depok.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa check list. Noor (2011: 139) mengartikan check list sebagai instrumen yang berupa pilihan dengan memberi tanda pada kolom yang disediakan. Pada penelitian ini, peneliti membuat suatu instrumen yang berupa check list yang di dalamnya berisi nama-nama SD yang diteliti baik SD Negeri maupun SD Swasta di Kecamatan Depok, Sleman. Selain itu, di dalam instrumen juga terdapat kolom dokumen berupa soal, jawaban siswa, dan kunci jawaban UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD. Bentuk instrumen pada penelitian ini terdapat pada halaman 51.
Berikut merupakan bentuk instrumen dari penelitian ini: Tabel 3.3 Instrumen Penelitian Check List
No.
Nama SD
Dokumen yang telah diserahkan oleh pihak SD kepada peneliti
Soal UAS Kunci Jawaban UAS Jawaban Siswa 1 SDN Corongan 2 SDN Gejayan 3 SDN Mustokorejo 4 SDN Nanggulan 5 SDN Adisucipto 1 6 SDN Adisucipto 2 7 SDN Kledokan 8 SDN Ambarukmo 9 SDN Deresan 10 SDN Samirono 11 SDN Ngringin 12 SDN Condongcatur 13 SDN Tajem 14 SDN Timbulharjo 15 SDN Ringinsari 16 SDN Caturtunggal 3 17 SDN Caturtunggal 4 18 SDN Caturtunggal 6 19 SDN Puren 20 SDN Sarikarya 21 SDN Karangasem 22 SDN Bhaktikarya 23 SDN Kalongan 24 SDN Nolobangsan 25 SD Bopkri Demangan III 26 SDK Demangan Baru 1 27 SD Teruna Bangsa 28 SD Islam Al-Islam
Tabel 3.3 berisi tentang nomor, nama SD yang akan diteliti, dan dokumen yang telah diserahkan oleh pihak SD kepada peneliti yang terdiri dari soal UAS, kunci jawaban UAS, dan jawaban siswa. Pada daftar di atas terdapat 28 SD yang akan diteliti. Pada instrumen penelitian check list tersebut apabila pihak SD telah menyerahkan dokumen soal, jawaban siswa, dan kunci jawaban UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD maka peneliti memberikan tanda (√) pada kolom yang telah tersedia.
G. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan proses memanipulasi data hasil penelitian sehingga data tersebut dapat menjawab pertanyaan penelitian (Purwanto, 2007: 93). Proses memanipulasi diartikan sebagai penyederhanaan suau hasil dari data penelitian ke dalam bentuk yang lebih mudah. Pada teknik analisis data, peneliti menggunakan kisi-kisi soal dan juga dengan bantuan program komputer Item and Test Analysis (ITEMAN) versi 3.00. ITEMAN merupakan perangkat lunak (software) yang melalui bahasa pemprograman komputer yang diciptakan khusus untuk analisis statistik butir soal dan tes (Kusaeri & Suprananto, 2012: 178).
Berikut merupakan data yang akan diolah melalui program ITEMAN:
Berpedoman dari Kusaeri dan Suprananto (2012: 180) tentang langkah-langkah dalam menjalankan program ITEMAN, penggunaan program ITEMAN pada penelitian ini yaitu terlebih dahulu peneliti membuat file data dalam bentuk TXT seperti contoh ada pada gambar 3.1. Baris pertama pada file tersebut berisi jumlah soal dan pengontrol hasil deskripsi data, baris kedua berisi daftar kunci jawaban, baris ketiga berisi jumlah pilihan jawaban, baris keempat berisi butir soal yang akan dianalisis (jika akan dianalisis maka diberi tanda Y (yes) dan jika tidak maka diberi tanda N (no)), baris kelima dan seterusnya berisi tentang data dan jawaban siswa. Langkah berikutnya yaitu data disimpan dalam bentuk TXT. Setelah melakukan input data kemudian membuka program ITEMAN dan membaca perintah yang ada pada program tersebut seperti yang ada pada gambar di bawah ini:
Gambar 3.2 Program ITEMAN
Gambar 3.2 merupakan program ITEMAN yang digunakan untuk menganalisis butir soal. Dalam program tersebut berisi perintah yang mengharuskan untuk memasukkan nama file dan memberi nama file deskripsi
analisis. Setelah melakukan perintah yang terdapat pada program ITEMAN, kemudian akan muncul hasil analisis seperti yang terdapat pada lampiran 9. Penggunaan program ITEMAN digunakan untuk melihat hasil reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh soal yang kemudian akan dianalisis. Berikut merupakan contoh Output dari program ITEMAN:
Gambar 3.3 Output ITEMAN
Gambar 3.3 memaparkan hasil Output ITEMAN pada butir soal nomor 1. Pada gambar di atas terdapat tiga lingkaran yaitu pada lingkaran pertama dari sebelah kiri memaparkan Prop. Correct atau hasil tingkat kesukaran butir soal yaitu memiliki indeks sebesar 0,790, lingkaran kedua memaparkan Point Biser atau daya beda butir soal yaitu memiliki indeks sebesar 0,327, dan lingkaran ketiga memaparkan Prop. Endorsing atau efektivitas pengecoh butir soal yang memiliki indeks pada pilihan jawaban A sebesar 0,790, pilihan jawaban B sebesar 0,40, pilihan jawaban C sebesar 0,104, dan piiha jawaban D sebesar 0,056, sedangkan pilihan jawaban lain (tidak menjawab atau memilih lebih dari satu jawaban) sebesar 0,010. Hasil dari reliabilitas berdasarkan Output ITEMAN yaitu dapat dilihat pada gambar 3.4 di halaman 55.
Gambar 3.4 Output ITEMAN Reliabilitas
Gambar di atas memaparkan Output ITEMAN pada bagian paling bawah yang salah satunya meliputi besarnya koefisien reliabilitas pada suatu tes. Dalam gambar tersebut terdapat bagian yang dilingkari, pada bagian tersebut merupakan besarnya korelasi pada suatu tes yaitu dengan nilai Alpha sebesar 0,777. Analisis pada penelitian ini menggunakan dua cara, yaitu sebagai berikut:
1. Analisis Kualitatif
Analisis kualitatif pada penelitian ini digunakan untuk menguji validitas isi pada soal UAS pilihan ganda Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD. Antara soal dengan kisi-kisi dilakukan pencocokan apakah sesuai atau tidak. Purwanto (2009: 120) menyatakan bahwa butir-butir THB dinyatakan valid (logically valid) apabila setelah mencermati isi butir-butir yang ditulis telah
menunjukkan kesesuaian dengan kisi-kisi. Soal dan kisi-kisi soal yang berisi SK, KD, serta Indikator dapat dilihat pada lampiran 8.
Setelah mengetahui kategori validitas isi pada setiap butir soal, kemudian dibuat persentase berdasarkan kategori, dan untuk lebih jelasnya setelah itu dibuat pie chart dari hasil persentase.
2. Analisis Kuantitatif a. Reliabilitas
Reliabilitas merupakan ketetapan hasil suatu tes yang dilaksanakan secara berkali-kali, diberikan pada kelompok yang sama dalam waktu yang berbeda. Koefisien reliabilitas dapat dilihat dari koefisien Alpha yang terdapat pada Output ITEMAN (Azwar, 1996: 183). Setelah mengetahui koefisien reliabilitas kemudian dapat diketahui tingkat reliabilitas soal dengan berpedoman pada pendapat Basuki dan Haryanto (2014: 119) membagi kategori koefisien reliabilitas menjadi lima kelompok. Kategori amat rendah (koefisien antara 0,00 ≤ r ≤ 0,19), kategori rendah (koefisien antara 0,20 ≤ r ≤ 0,39), kategori cukup (koefisien antara 0,40 ≤ r ≤ 0,69), kategori tinggi (koefisien antara 0,70 ≤ r ≤ 0,89), dan kategori amat tinggi (koefisien antara 0,90 ≤ r ≤ 1,00).
b. Tingkat Kesukaran
Tingkat kesukaran memiliki arti pengukuran kesulitan suatu soal berupa tingkatan yang dinyatakan dalam bentuk indeks atau bilangan. Indeks tingkat kesukaran dapat dilihat melalui Prop. Correct yang terdapat pada Output ITEMAN. Prop. Correct
merupakan proporsi siswa (peserta tes) yang menjawab benar butir soal (Kusaeri & Suprananto, 2012: 179). Setelah melihat indeks tingkat kesukaran, kemudian ditentukan kategori tingkat kesukaran dengan berpedoman pada pernyataan Purwanto (2009: 101) yang membagi tingkat kesukaran menjadi lima ketegori, tingkat kesukaran dalam kategori sangat sukar memiliki indeks kesukaran antara 0,00 - 0,19, tingkat kesukaran dalam kategori sukar memiliki indeks kesukaran antara 0,20 - 0,39, sedangkan tingkat kesukaran dalam kategori sedang memiliki indeks kesukaran antara 0,40 - 0,59, tingkat kesukaran dalam kategori mudah memiliki indeks kesukaran antara 0,60 - 0,79, sedangkan tingkat kesukaran dalam kategori sangat mudah memiliki indeks kesukaran antara 0,80-1,00. Setelah mengetahui kategori tingkat kesukaran pada setiap butir soal, kemudian dibuat persentase berdasarkan kategori tingkat kesukaran, dan untuk lebih jelasnya setelah itu dibuat pie chart dari hasil persentase.
c. Daya Beda
Daya beda merupakan kemampuan suatu soal dalam membedakan antara peserta didik yang memiliki pengetahuan tinggi dan pengetahuan yang rendah terhadap suatu materi. Indeks daya beda dapat dilihat melalui Point Biser yang terdapat pada Output ITEMAN. Point Biser merupakan korelasi antara butir soal yang bersangkutan dengan skor total tes. Setelah melihat indeks daya beda soal, kemudian menentukan kategori indeks daya beda berdasarkan
pendapat Ebel (dalam Azwar, 1996: 139) bahwa kriteria indeks daya beda yang bagus sekali yaitu >0,40. Apabila indeks daya beda berkisar antara 0,30-0,39 maka daya beda pada butir soal lumayan bagus tapi mungkin masih perlu peningkatan, apabila indeks daya beda berkisar antara 0,20-0,29 maka belum memuaskan dan perlu diperbaiki, dan apabila indeks daya beda <0,20 maka butir soal jelek dan harus dibuang. Setelah mengetahui kategori daya beda pada setiap butir soal, kemudian dibuat persentase berdasarkan kategori daya beda, dan untuk lebih jelasnya setelah itu dibuat pie chart dari hasil persentase.
d. Efektivitas Pengecoh
Efektivitas pengecoh adalah penyebaran pilihan jawaban yang digunakan untuk menguji peserta didik dalam pemahaman materi. Indeks efektivitas pengecoh dilihat dari Prop. Endorsing yang terdapat pada Output ITEMAN. Prop. Endorsing menurut Kusaeri dan Suprananto (2012: 179) menunjukkan proporsi alternatif jawaban yang dijawab oleh peserta tes. Setelah melihat indeks efektivitas pengecoh, kemudian menentukan kategori efektivitas pengecoh yang berpedoman dari Arikunto (2012: 234) yang memaparkan bahwa suatu pengecoh dikatakan berfungsi dengan baik jika paling sedikit dipilih oleh 5% pengikut tes. Setelah mengetahui kategori efektifitas pengecoh pada setiap butir soal, kemudian dibuat persentase berdasarkan kategori efektifitas pengecoh, dan untuk lebih jelasnya setelah itu dibuat pie chart dari hasil persentase.
59
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Penelitian
Analisis butir soal bertujuan untuk mengetahui bagaimana validitas isi, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh soal. Analisis dilakukan pada soal UAS genap pilihan ganda Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD. Penelitian dilakukan pada 28 SD yang terdiri dari 24 SD Negeri dan 4 SD Swasta di Kecamatan Depok, Sleman.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui dua metode, yaitu dokumentasi dan wawancara. Dokumentasi dalam penelitian ini berupa instrumen soal, lembar jawaban siswa, dan kunci jawaban UAS semester tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD. Sedangkan wawancara digunakan sebagai metode untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan cara bertanya secara langsung untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Informasi yang didapatkan oleh peneliti yaitu berkaitan dengan analisis butir soal di Kecamatan Depok, Sleman. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa check list. Check list tersebut di dalamnya berisi nama-nama SD yang diteliti, baik SD Negeri maupun SD Swasta di Kecamatan Depok, Sleman. Selain itu, di dalamnya juga terdapat kolom dokumen berupa soal, jawaban
siswa, dan kunci jawaban UAS tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD.
B. Hasil Penelitian
Pada bagian ini akan dipaparkan hasil dari analisis butir soal UAS genap pilihan ganda Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD di Kecamatan Depok. Berikut merupakan hasil dari analisis butir soal:
1. Validitas Isi
Validitas isi bertujuan untuk menunjukkan sejauhmana soal-soal dalam tes mencakup keseluruhan kawasan isi yang hendak diukur oleh tes itu (Azwar (1996: 175). Untuk pengujian validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi-kisi instrumen, atau matrik pengembangan instrumen. Dalam kisi-kisi terdapat variabel yang diteliti, Indikator sebagai tolok ukur dan nomor butir pertanyaan atau pernyataan yang telah dijabarkan dari Indikator (Sugiyono: 2014: 182). Kusaeri (2014: 54) menyatakan bahwa validitas dapat dicapai apabila selama pengkonstruksian atau pengembangan instrumen penilaian disesuaikan dengan kisi-kisi. Artinya, perlu adanya keselarasan antara item yang ada pada instrumen penilaian dengan kisi-kisi. Tabel dalam pengujian validitas isi terdapat pada halaman berikut ini (halaman 61):
Tabel 4.1 Tabel Validitas Isi
No. Soal Indikator Keputusan Pembahasan
1
(Terdapat teks bacaan untuk soal nomor 1-5) Mengapa orang tua siswa menyambut gembira adanya kelompok belajar? Orang tua siswa menyambut gembira adanya kelompok belajar karena... 7.1.3 Menjawab pertanyaan yang berhubung an dengan teks. Valid
Butir soal nomor satu sesuai dengam Indikator yang terdapat pada Kompetensi Dasar 7. 2
Apa yang menandai mereka disiplin waktu pada saat belajar kelompok? 7.1.3 Menjawab pertanyaan yang berhubung an dengan teks. Valid
Butir soal nomor dua sesuai dengam Indikator yang terdapat pada Kompetensi Dasar 7. 3
Siapa yang senang melihat kenaikan prestasi siswanya? 7.1.3 Menjawab pertanyaan yang berhubung an dengan teks. Valid
Butir soal nomor tiga sesuai dengam Indikator yang terdapat pada Kompetensi Dasar 7. 4 Kapan biasanya mereka belajar bersama? Mereka belajar bersama tiap...
7.1.3 Menjawab pertanyaan yang berhubung an dengan teks. Valid
Butir soal nomor empat sesuai dengam Indikator yang terdapat pada Kompetensi Dasar 7. 5 Bagaimana perasaan Ana, Rina, Doni, dan Edo dengan adanya kelompok belajar? 7.1.3 Menjawab pertanyaan yang berhubung an dengan teks. Valid
Butir soal nomor lima sesuai dengam Indikator yang terdapat pada Kompetensi Dasar 7. 6
Setiap tanggal 2 Mei diadakan upacara di sekolah-sekolah dan di Dinas Pendidikan