• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Model Perubahan Nilai Ekonomi Air Akibat Penyebaran

4.3.1. Validitas Struktur Model Perubahan Nilai Ekonom

a. Validitas teoritis

Penyesuaian nilai tukar rupiah (fraksi penyesuaian nilai) yang meningkat menyebabkan peningkatan pada laju penyesuaian nilai air tanah sebagai sumber air minum (penyesuaian NAM) dan sumber air bersih (penyesuaian NAB)

(Gambar 55). Laju penyesuaian NAM yang meningkat menyebabkan nilai air minum meningkat, laju penyesuaian NAB ya ng meningkat menyebabkan nilai air bersih meningkat. Bila kadar Hg, Cd, dan Pb air tanah meningkat berarti kualitas air tanah tersebut menurun, dan bila hal ini terjadi melebih batas yang dipersyaratkan untuk air minum dan air bersih, nilai manfaat air ta nah sebagai sumber air minum maupun sumber air bersih turun secara signifikan. Hubungan umpan balik dari setiap nilai ekonomi air ke laju penyesuaian nilainya terjadi karena pengaruh fraksi penyesuaian nilai merupakan persentase dari nilai ekonomi air tahun sebelumnya.

Fraksi penyesuaian nilai yang meningkat juga menyebabkan peningkatan pada laju penyesuaian nilai air perikanan (NAPr) dan laju penyesuaian

nilai air pertanian (NAPti). Laju penyesuaian NAPr yang meningkat menyebabkan nilai air kali sebagai sumber air perikanan meningkat dan

laju penyesuaian NAPti yang meningkat menyebabkan nilai air kali sebagai sumber air pertanian meningkat. Dalam kaitan dengan logam

berat, nilai manfaat air kali sebagai sumber air perikanan maupun sumber air pertanian akan menurun signifikan bila kadar Hg, Cd, dan

Pb air kali meningkat melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan untuk air perikanan dan air peternakan. Hal ini karena air kali tidak bisa digunakan lagi untuk dua keperluan tersebut. Berdasarkan uraian

tersebut, hubungan diantara peubah-peubah yang menyusun model perubahan nilai manfaat langsung perairan umum dan turunnya

Hg_Air_Kali Cd_Air_Kali Pb_Air_Kali Penyesuaian_NAPr Pb_Air_Tanah Penyesuaian_NAPti Cd_Air_Tanah Hg_Air_Tanah Penyesuaian_NAM Penyesuaian_NAB Fraksi_Penurunan_Nilai Fraksi_Penurunan_Nilai Nilai_Manfaat_Langsung Nilai_Air_Minum Nilai_Air_Pertanian Fraksi_Penyesuaian_Nilai Nilai_Air_Bersih Nilai_Air_Perikanan Penurunan_NAPti Penurunan_NAB Penurunan_NAPr Penurunan_NAM

Gambar 55. Struktur model perubahan nilai manfaat langsung

Nilai manfaat Kali Cakung Dalam sebagai pengendali banjir (NPB) akan meningkat bila laju penyesuaiannya (penyesuaian NPB) meningkat akibat pengaruh fraksi penyesuaian nilai. Bila rasio pendangkalan meningkat cepat, maka nilai manfaat kali tersebut sebagai pengendali banjir akan menurun (laju penurunan NPB tinggi). Rasio pendangkalan dipengaruhi oleh akumulasi endapan yang ada, dan volume kali. Bila akumulasi endapan tinggi, maka rasio pendangkalan tinggi, dan sebaliknya untuk volume kali. Berat jenis (BJ) endapan digunakan untuk konversi berat endapan ke volume endapan Akumulasi endapan ditentukan oleh laju pengendapan yang terjadi. Bila laju pengendapan dihitung dalam skala tahunan, maka laju pengendapan merupakan jumlah endapan tahunan.

Penyesuaian_NAPA Cd_Air_Kali Pb_Air_Kali TDS_Air_Masuk_Kali Endapan_Tahunan Turbidity_Tahunan Volume_Kali Endapan Fraksi_Pengendapan Pengendapan Penyesuaian_NPB Fluktuasi_Kualitas_Air Fraksi_Penurunan_Nilai Penurunan_NPB Rasio_Pendangkalan_Kali Fraksi_Penurunan_Nilai Penurunan_NAPA Efisiensi_Pengolahan Nilai_Pengendalian_Banjir Nilai_Air_utk_Pengolahan_Alami TDS_Air_ke_Laut TSS_Air_ke_Laut TSS_Air_Masuk_Kali Vol_Limbah_Tahunan Turbidity_Air_Kali TSS_Limbah TDS_Air_Sumber TSS_Air_Sumber Vol_Air_Sumber_Tahunan Hg_Air_Kali Fraksi_Penyesuaian_Nilai Nilai_Manfaat_Tidak_Langsung TDS_Limbah BJ_Endapan

Gambar 56. Struktur model perubahan nilai manfaat tidak langsung

Endapan umumnya terjadi karena air mengandung padatan terlarut (TDS) dan padatan tersusun (TSS). Bila selisih antara kadar TDS air masuk kali de ngan kadar TDS air keluar kali (ke laut) dan selisih antara kadar TSS air masuk kali dengan kadar TSS air keluar kali (ke laut) meningkat setiap tahun, maka endapan tahunan cenderung meningkat. Volume air sumber tahunan dan volume limbah tahunan berpengaruh untuk konversi kadar TDS dan KSS ke jumlah endapan tahunan. Endapan tahunan tersebut akan berfluktuasi mengikuti pola fluktuasi kualitas air khususnya komponen padatan. Oleh karena Hg, Cd, dan Pb merupakan bagian dari komponen padatan dan dianalisis secara lengkap dalam penelitian ini, maka pendekatan fluktuasi kualitas air tersebut menggunakan pola fluktuasi Hg, Cd, dan Pb air kali lebih tepat secara teoritis.

Laju penyesuaian nilai air kali sebagai media pengolahan alami (penyesuaian NAPA) akan meningkat dengan bila fraksi penyesuaian nilai meningkat dan nilai air untuk pengolahan alami yang ada tinggi. Laju

penyesuaian NAPA yang meningkat menyebabkan nilai air untuk pengolahan alami meningkat. Parameter penting yang berkaitan dengan pengolahan atau penjernihan air baik dengan cara alami maupun disengaja adalah kekeruhan (turbidity). Menurut Kaderi (2001), turbidity air yang diolah berpengaruh langsung terhadap efisiensi pengolahan air tersebut. Bila turbidity meningkat, maka efisiensi pengolaha n alami menurun. Efisiensi pengolahan yang menurun menyebabkan laju penurunan NAPA yang meningkat. Hal ini karena bahan pencemar yang tidak bisa diolah semakin banyak. Untuk waktu tahunan, turbidity

air kali juga berfuktuasi, dalam model hal ini diakomodir dari fluktuasi kualitas air yang mengikuti pola fluktuasi Hg, Cd, dan Pb yang juga merupakan bagian komponen padatan. Dengan demikian, maka struktur model nilai manfaat tidak langsung perairan umum dan turunnya valid teoritis.

Penyesuaian_NATR Pb_Air_Kali Fraksi_Penyesuaian_Nilai Penyesuaian_NATM Cd_Air_Kali Hg_Air_Kali Fraksi_Penurunan_Nilai Nilai_Pilihan Nilai_Air_sbg_Tempat_Rekreasi Nilai_Air_sbg_Tempat_Memancing Penurunan_NATR Penurunan_NATM Rasio_Rekreasi

Gambar 57. Struktur model perubahan nilai pilihan

Laju penyesuaian nilai air sebagai tempat rekreasi (penyesuaian NART) akan meningkat dengan bila fraksi penyesuaian nilai meningkat dan nilai air sebagai tempat rekreasi yang sebelumnya tinggi (Gambar 57). Laju penyesuaian NART yang meningkat menyebabkan nilai air sebagai tempat rekreasi meningkat. Oleh karena Hg, Cd, dan Pb termasuk komponen pencemar, maka Hg, Cd, dan Pb air kali yang meningkat dapat menurunkan rasio rekreasi yang terjadi. Rasio rekreasi yang menurun menyebabkan peningkatan pada laju penurunan NART. Laju penyesuaian nilai air sebagai tempat memancing (penyesuaian NATM) akan meningkat dengan bila fraksi penyesuaian nilai meningkat dan nilai air sebagai

tempat memancing yang sebelumnya tinggi. Laju penyesuaian NART yang meningkat menyebabkan nilai air sebagai tempat memancing meningkat. Logam berat (Hg, Cd, dan Pb) berpengaruh terhadap kelayakan konsumsi ikan yang diperoleh. Bila kadar Hg, Cd, atau Pb ikan tersebut melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan untuk bahan makanan, maka pemanfaatan tersebut tidak layak lagi. Hal ini menyebabkan laju penurunan NATM meningkat secara signifikan. Berdasarkan uraian ini, hubungan diantara peubah-peubah yang menyusun model nilai pilihan perairan umum dan turunnya valid secara teoritis.

Penyesuaian_NAPI

Fraksi_Penyesuaian_Nilai

Fraksi_Penurunan_Nilai Hg_Air_Kali Cd_Air_Kali Pb_Air_Kali

Penyesuaian_NAPtr Nilai_Warisan Nilai_Air_Pembibitan_Ikan Nilai_Air_Peternakan Penurunan_NAPI Penurunan_NAPtr

Gambar 58. Struktur model perubahan nilai warisan

Berkaitan dengan model perubahan nilai warisan, fraksi penyesuaian nilai) yang meningkat menyebabkan peningkatan pada laju penyesuaian nilai air kali sebagai sumber air pembibitan ikan (penyesuaian NAPI) dan sumber air peternakan (penyesuaian NAPtr) (Gambar 58). Laju penyesuaian NAPI yang meningkat menyebabkan nilai air pembibitan ikan meningkat, laju penyesuaian NAPtr yang meningkat menyebabkan nilai air peternakan meningkat. Bila kadar Hg, Cd, atau Pb air kali tersebut melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan untuk bibit ikan, maka pemanfaatannya sebagai sumber air pembibitan ikan termasuk tidak layak. Hal ini menyebabkan laju penurunan NAPI meningkat secara signifikan. Bila kadar Hg, Cd, atau Pb air kali tersebut melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan untuk keperluan peternakan, maka pemanfaatannya sebagai sumber air peternakan termasuk tidak layak. Hal ini menyebabkan laju penurunan NAPtr meningkat secara signifikan. Dengan

demikian, hubungan diantara peubah-peuabh yang menyusun model nilai warisan perairan umum dan turunnya valid secara teoritis.

Hg_Air_Kali Cd_Air_Kali Pb_Air_Kali Nilai_Keberadaan_Ekosistem Fraksi_Penyesuaian_Nilai Rasio_Kerusakan_Ekosistem Fraksi_Penurunan_Nilai Penurunan_NKE Tingkat_Keracunan_Kerang Tingkat_Keracunan_Tumbuhan_Air Tingkat_Keracunan_Ikan Penyesuaian_NKE Tingkat_Keracunan_Krustasea

Gambar 59. Struktur model perubahan nilai keberadaan ekosistem

Laju penyesuaian nilai keberadaan ekosistem (penyesuaian NKE) akan meningkat dengan bila fraksi penyesuaian nilai meningkat dan nilai keberadaan ekosistem yang sebelumnya tinggi (Gambar 59). Laju penyesuaian NKE yang meningkat menyebabkan nilai keberadaan ekosistem meningkat. Nilai keberdaan ekosistem akan menurun bila laju penurunan NKE meningkat. Laju penurunan NKE akan meningkat bila rasio kerusakan ekosistem meningkat. Rasio kerusakan ekosistem ditentukan oleh tingkat kerusakan yang terjadi pada komponen- komponen ekosistem. Dengan mengacu kepada Waldicuk (1974) dan Kelly dan Witton (1989) ada empat komponen ekosistem perairan umum yang penting, yaitu ikan, kerang, krustasea, dan tumbuhan air. Hg, Cd, dan Pb air kali pada kadar tertentu dapat meracuni setiap komponen ekosistem tersebut. Oleh karena itu, hubungan dan interaksi peubah-peubah yang menyusun model nilai keberadaan ekosistem valid secara teoritis.

Uji kestabilan struktur model per ubahan nilai ekonomi air akibat penyebaran logam berat pada perairan umum dilakukan memperoleh keyakinan sejauhmana struktur model tersebut menjelaskan sistem dunia nyata perubahan nilai ekonomi air. Untuk model yang disusun, kejutan agregasi diberikan pa da subsistem nilai manfaat tidak langsung dan subsistem nilai keberadaan ekosistem.

Tahun Rp Nilai_Manfaat_Tidak_Langsung 1 Nilai_Manfaat_Tidak_Langsung_Agregasi 2 2,004 2,005 2,006 2,007 2,008 2,009 300,000,000 400,000,000 500,000,000 600,000,000 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 Tahun Rp 2,010 2,020 2,030 2,040 2,050 300,000,000 600,000,000 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2

(a) Nilai manfaat tidak langsung

Tahun Rp Nilai_Keberadaan_Ekosistem 1 Nilai_Keberadaan_Ekosistem_Agregasi 2 2,004 2,005 2,006 2,007 2,008 2,009 0 50,000,000 100,000,000 150,000,000 200,000,000 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 Tahun Rp 2,010 2,020 2,030 2,040 2,050 0 200,000,000 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2

(a) Nilai keberadaan ekosistem

Gambar 60. Perbandingan perilaku nilai ekonomi air sebelum dan setelah mendapat kejutan agregasi

Kejutan agregasi pada subsistem nilai manfaat tidak langsung diberikan dengan cara menggantikan sembilan peubah (constant TDS_Limbah, constant

TDS_Air_Sumber, auxialary TDS_Air_Masuk_Kali, constant TSS_Limbah,

constant TSS_Air_Sumber, auxialary TSS_Air_Masuk_Kali, constant

TDS_Air_ke_Laut, constant TSS_Air_ke_Laut) dengan satu peubah baru (auxialary Faktor_Koreksi_Endapan_Tahunan).

Kejutan agregasi pada subsistem nilai keberadaan ekosistem diberikan dengan cara menggantikan lima peubah (auxialary Tingkat_Kerusakan Tumbuhan_Air, auxialary Tingkat_Kerusakan_Krustasea, auxialary

Tingkat_Kerusakan_Kerang, auxialary Tingkat_Kerusakan_Ikan, auxialary

Rasio_Kerusakan_Ekosistem) dengan satu peubah (auxialary Faktor_Koreksi_ Kerusakan_Ekosistem). Gambar 60 memperlihatkan perbandingan perilaku perubahan nilai ekonomi air sebelum dan setelah mendapat kejutan agregasi.

Berdasarkan Gambar 60 tersebut, perilaku perubahan nilai ekonmi air setelah mendapat kejutan agregasi mempunyai pola yang sama dengan

sebelum mendapat kejutan agregasi baik untuk nilai manfaat tidak langsung maupun untuk nilai keberadaan. Dengan demikian, intervensi

kejutan agregasi ini menunjukkan model perubahan nilai ekonomi air akibat penyebaran logam berat di perairan umum yang telah disusun

stabil secara struktural.

Tahun Rp Nilai_Manfaat_Langsung 1 Nilai_Manfaat_Langsung_Disagregasi 2 2,004 2,005 2,006 2,007 2,008 2,009 100,000,000 200,000,000 300,000,000 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 Tahun Rp 2,010 2,020 2,030 2,040 2,050 100,000,000 300,000,000 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2

Gambar 61. Perbandingan perilaku nilai ekonomi air sebelum dan setelah mendapat kejutan disagregasi

Untuk kejutan disa gregasi dapat diberikan pada subsistem nilai manfaat langsung. Misal dalam pengujian ini kejutan disagregasi difokuskan pada komponen yang berpengaruh terhadap nilai air minum, yaitu dengan cara menggantikan rate Penurunan_NAM dengan empat peubah (rate Pe nurunan_NAMDis, auxialary Hub_Hg_dg_NAM, auxialary Hub_Cd_dg_ NAM, auxialary Hub_Pb_dg_NAM). Gambar 61 memperlihatkan hasil uji kestabilan struktur dengan intervensi kejutan disagregasi.

Berdasarkan Gambar 61 tersebut, perilaku perubahan nilai manfaat langsung perairan umum sebelum dan setelah mendapat kejutan disagregasi mempunyai pola yang sama. Perilaku tersebut terjadi secara logis (tidak kollaps) dengan pola meningkat lambat dari tahun ke tahun karena pengaruh fraksi penyesuaian nilai dan kemudian turun dengan signifikan pada periode tertentu mengikuti hilangnya suatu nilai manfaat air akibat peningkatan Hg, Cd, dan Pb melebihi baku mutu. Hasil uji dengan intervensi kejutan disagregasi ini menunjukkan bahwa model perubahan nilai ekonomi air akibat penyebaran logam berat di perairan umum yang telah disusun stabil secara struktural.

c. Konsistensi struktur

Seperti halnya untuk model penyebaran logam berat, maka uji konsistensi struktur model perubahan nilai ekonomi akibat penyebaran logam berat diperiksa dengan cara menganalisis dimensi keseluruhan interaksi peubah-peubah yang menyusun model tersebut. Dimensi tersebut meliputi tanda, bentuk respon dan satuan dari persamaan (equation) matematis yang digunakan.

Nilai manfaat langsung pada waktu t

aux Nilai_Manfaat_Langsung= Nilai_Air_Minum+Nilai_Air_Bersih+Nilai_Air_Perikanan +Nilai_Air_Pertanian

unit Nilai_Manfaat_Langsung = Rp init Nilai_Air_Minum = 2726112

flow Nilai_Air_Minum = -dt*Penurunan_NAM +dt*Penyesuaian_NAM unit Nilai_Air_Minum = Rp

aux Penyesuaian_NAM = Nilai_Air_Minum*Fraksi_Penyesuaian_Nilai unit Penyesuaian_NAM = Rp/tahun

aux Penurunan_NAM = PULSEIF(Hg_Air_Tanah>0.001 OR Cd_Air_Tanah>0.003 OR Pb_Air_Tanah>0.010,Nilai_Air_Minum)*Fraksi_Penurunan_Nilai

unit Penurunan_NAM = Rp/tahun init Nilai_Air_Bersih = 91770886.32

flow Nilai_Air_Bersih = -dt*Penurunan_NAB+dt*Penyesuaian_NAB unit Nilai_Air_Bersih = Rp

aux Penurunan_NAB = PULSEIF(Hg_Air_Tanah>0.001 OR Cd_Air_Tanah>0.005 OR Pb_Air_Tanah>0,05,Nilai_Air_Bersih)*Fraksi_Penurunan_ Nilai

unit Penurunan_NAB = Rp/tahun

aux Penyesuaian_NAB = Nilai_Air_Bersih*Fraksi_Penyesuaian_Nilai unit Penyesuaian_NAB = Rp/tahun

init Nilai_Air_Perikanan = 22913122.96

flow Nilai_Air_Perikanan = -dt*Penurunan_NAPti+dt*Penyesuaian_NAPti unit Nilai_Air_ Perikanan = Rp

aux Penurunan_NAPr = PULSEIF(Hg_Air_Kali>=0.002 OR Cd_Air_Kali>=0.01 OR Pb_Air_Kali>=0.03,Nilai_Air_Perikanan)*Fraksi_Penurunan_Nilai

unit Penyesuaian_NAPr = Rp/tahun init Nilai_Air_Pertanian = 172978750.40

flow Nilai_Air_Pertanian = -dt*Penurunan_NAPt+dt*Penyesuaian_NAPti unit Nilai_Air_Pertanian = Rp

aux Penurunan_NAPti = PULSEIF(Hg_Air_Kali>0.03 OR Cd_Air_Kali>0,05 OR Pb_Air_Kali>10,Nilai_Air_Pertanian)*Fraksi_Penurunan_Nilai

unit Penurunan_NAPti = Rp/tahun

aux Penyesuaian_NAPti = Nilai_Air_Pertanian*Fraksi_Penyesuaian_Nilai unit Penyesuaian_NAPti = Rp/tahun

const Fraksi_Penyesuaian_Nilai = 0.0297 unit Fraksi_Penyesuaian_Nilai = fraksi/tahun init Hg_Air_Kali = 0.0131

flow Hg_Air_Kali = -dt*Pengendapan_Hg_Air_Kali-dt*Pengaliran_Hg_ke_Laut +dt*Penambahan_Hg_Air_Kali

unit Hg_Air_Kali = ppm init Cd_Air_Kali = 0.0094

flow Cd_Air_Kali = -dt*Pengendapan_Cd_Air_Kali-dt*Pengaliran_Cd_ke_Laut +dt*Penambahan_Cd_Air_Kali

unit Cd_Air_Kali = ppm init Pb_Air_Kali = 0.014

flow Pb_Air_Kali = +dt*Penambahan_Pb_Air_Kali-dt*Pengaliran_Pb_ke_Laut -dt*Pengendapan_Pb_Air_Kali

unit Pb_Air_Kali = ppm

Tanda kurang (-) untuk -dt*Penurunan_NAM karena menyebabkan penurunan pada nilai air minum dan tanda tambah (+) untuk

+dt*Penyesuaian_NAM karena penyesuaian nilai akibat fraksi penyesuaian nilai menyebabkan penambahan pada nilai air mimum dengan berubahnya waktu. Hal yang sama juga untuk nilai air bersih, nilai air pe rikanan, dan nilai air pertanian. Fungsi PULSEIF untuk Penurunan_NAM, Penurunan_NAB, Penurunan_NAPr, dan Penurunan_NAPti karena pemanfaatan air kali (perairan umum) untuk kebutuhan tersebut tidak layak/hilang dengan seketika bila kadar Hg, Cd, atau Pb- nya melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan. Perkalian

Fraksi_Penurunan_Nilai terhadap fungsi PULSEIF untuk Penurunan_NAM,

Penurunan_NAB, Penurunan_NAPr, dan Penurunan_NAPti dimaksudkan untuk

mengkonversi penurunan nilai dalam skala per tahun. Hal yang sama juga untuk fraksi-fraksi yang lain.

Pemeriksaan satuan terhadap persamaan yang berkaitan dengan nilai manfaat langsung perairan umum adalah :

Nilai manfaat langsung pada waktu t (Rp) = aux

Nilai_Air_Minum : [Rp] = 2726112+( -dt*Penurunan_NA M +dt*Penyesuaian_NAM) [Rp] = 2726112+( –dt*( PULSEIF(Hg_Air_Tanah>0.001 OR Cd_Air_Tanah>0.003 OR Pb_Air_Tanah>0.010,Nilai_Air_Minum)*Fraksi_Penurunan_Nilai))+(dt*( Nilai_Air_Minum *Fraksi_Penyesuaian_Nilai)) [Rp] = [Rp+((-tahun)*Rp*(fraksi/tahun)) +( (tahun)*Rp*(fraksi/tahun))] [Rp] = [Rp+Rp+Rp]

[Rp] = [Rp] Nilai_Air_Bersih: [Rp] = 91770886.32 -dt*Penurunan_NAB+dt*Penyesuaian_NAB [Rp] = 91770886.32-dt*( PULSEIF(Hg_Air_Tanah>0.001 OR Cd_Air_Tanah>0.005 OR Pb_Air_Tanah>0,05,Nilai_Air_Bersih)*Fraksi_Penurunan_Nilai)+dt*( Nilai_Air_Bersih *Fraksi_Penyesuaian_Nilai) [Rp] = [Rp+((-tahun)*Rp*(fraksi/tahun)) +((tahun)*Rp*(fraksi/tahun))] [Rp] = [Rp+Rp+Rp] [Rp] = [Rp] Nilai_Air_Perikanan : [Rp] = 22913122.96 - dt*Penurunan_NAPti +dt*Penyesuaian_NAPti [Rp] = 22913122.96 -dt*( PULSEIF(Hg_Air_Kali>=0.002 OR Cd_Air_Kali>=0.01 OR Pb_Air_Kali>=0.03,Nilai_Air_Perikanan)*Fraksi_Penurunan_Nilai)+dt*( Nilai_Air_Perikanan *Fraksi_Penyesuaian_Nilai)

[Rp] = [Rp+((-tahun)*Rp*(fraksi/tahun)) +((tahun)*Rp*( fraksi/tahun))] [Rp] = [Rp+Rp+Rp] [Rp] = [Rp] Nilai_Air_Pertanian : [Rp] = 172978750.40 -dt*Penurunan_NAPt+dt*Penyesuaian_NAPti [Rp] = 172978750.40 –dt*( PULSEIF(Hg_Air_Kali>0.03 OR Cd_Air_Kali>0,05 OR Pb_Air_Kali>10,Nilai_Air_Pertanian)*Fraksi_Penurunan_Nilai)+dt*(Nilai_Air_Pertanian* Fraksi_Penyesuaian_Nilai) [Rp] = [Rp+((-tahun)*Rp*(fraksi/tahun)) +((tahun)*Rp*(fraksi/tahun))] [Rp] = [Rp+Rp+Rp] [Rp] = [Rp] Jadi : [Rp] = Nilai_Manfaat_Langsung [Rp] = Nilai_Air_Minum+Nilai_Air_Bersih+Nilai_Air_Perikanan+Nilai_Air_Pertanian [Rp] = [Rp+Rp+Rp +Rp] [Rp] = [Rp]

Dengan demikian, dimensi interaksi dari peubah-peubah yang berkaitan dengan nilai manfaat langsung perairan umum tetap konsisten.

Nilai manfaat tidak langsung pada waktu t

aux Nilai_Manfaat_Tidak_Langsung = Nilai_Pengendalian_Banjir+Nilai_Air_utk_Pengolahan_Alami unit Nilai_Manfaat_Tidak_Langsung = Rp

init Nilai_Pengendalian_Banjir = 324190919.00

flow Nilai_Pengendalian_Banjir = +dt*Penyesuaian_NPB -dt*Penurunan_NPB aux Penyesuaian_NAB = Nilai_Air_Bersih*Fraksi_Penyesuaian_Nilai unit Penyesuaian_NAB = Rp/tahun

aux Penurunan_NPB =

Nilai_Pengendalian_Banjir*Rasio_Pendangkalan_Kali*Fraksi_Penurunan_Nilai aux Rasio_Pendangkalan_Kali = (Endapan/(BJ_Endapan))/Volume_Kali

unit Rasio_Pendangkalan_Kali = Tak Bersatuan unit Penurunan_NPB = Rp/tahun

unit Nilai_Pengendalian_Banjir = Rp

init Nilai_Air_utk_Pengolahan_Alami = 38470564.95

flow Nilai_Air_utk_Pengolahan_Alami = +dt*Penyesuaian_NAPA-dt*Penurunan_NAPA aux Penyesuaian_NA PA = Nilai_Air_utk_Pengolahan_Alami*Fraksi_Penyesuaian_Nilai unit Penyesuaian_NAPA = Rp/tahun

aux Penurunan_NAPA = Nilai_Air_utk_Pengolahan_Alami*((100- Efisiensi_Pengolahan)/100)* Fraksi_Penurunan_Nilai

unit Penurunan_NAPA = Rp/tahun const Fraksi_Penyesuaian_Nilai = 0.0297 unit Fraksi_Penyesuaian_Nilai = fraksi/tahun

Tanda kurang (-) untuk -dt*Penurunan_NPB karena menyebabkan penurunan pada nilai pengendalian banjir dan tanda tambah (+) untuk

+dt*Penyesuaian_NPB karena penyesuaian nilai akibat fraksi penyesuaian nilai menyebabkan penambahan pada nilai pengendalian banjir dengan berubahnya waktu. Hal yang sama juga untuk nilai pengolahan alami. Perkalian

Rasio_Pendangkalan_Kali terhadap Nilai_Pengendalian_Banjir karena

Rasio_Pendangkalan_Kali merupakan rasio hilangnya manfaat yang diberikan perairan umum dalam mengendalikan banjir. Perkalian Fraksi_Penurunan_Nilai terhadap Nilai_Pengendalian_Banjir dalam menghitung Penurunan_NPB

dimaksudkan untuk mengkonversi penurunan nilai dalam skala per tahun. Hal yang sama juga untuk fraksi-fraksi yang lain. Rasio inefisiensi pengolahan atau

((100-Efisiensi_Pengolahan)/100) dikalikan terhadap Nilai_Air_utk_

Pengolahan_Alami dalam perhitungan Penurunan_NAPA karena rasio inefisiensi pengolahan merupakan rasio berkurangnya manfaat yang diberikan perairan umum dalam mengolah limbah secara alami.

Pemeriksaan satuan terhadap persamaan yang berkaitan dengan nilai manfaat tidak langsung perairan umum adalah :

Nilai manfaat tidak langsung pada waktu t (Rp) = aux

[Rp] = (324190919.00+(dt*Penyesuaian_NPB-dt*Penurunan_NPB)+ (38470564.95+(dt*Penyesuaian_NAPA-dt*Penurunan_NAPA)) [Rp] = (324190919.00+(dt*( Nilai_Air_Bersih*Fraksi_Penyesuaian_Nilai) -dt*( Nilai_Pengendalian_Banjir*Rasio_Pendangkalan_Kali*Fraksi_Penurunan_ Nilai ))+ (38470564.95+(dt*( Nilai_Air_utk_Pengolahan_Alami*Fraksi_Penyesuaian_Nilai)-dt* (Nilai_Air_utk_Pengolahan_Alami*((100- Efisiensi_Pengolahan)/100)*Fraksi_Penurunan_Nilai)) [Rp] = (324190919.00+(dt*( Nilai_Air_Bersih*Fraksi_Penyesuaian_Nilai) -dt* ( Nilai_Pengendalian_Banjir*((Endapan/(BJ_Endapan))/Volume_Kali)* Fraksi_Penurunan_Nilai))+ (38470564.95+(dt*( Nilai_Air_utk_Pengolahan_Alami* Fraksi_Penyesuaian_Nilai)-dt*( Nilai_Air_utk_Pengolahan_Alami*((100- Efisiensi_Pengolahan)/100)*Fraksi_Penurunan_Nilai))

[Rp] = [(Rp+(tahun*( Rp*(fraksi/tahun))-tahun*(Rp*((mg/(mg/liter))/liter)*(fraksi/tahun)))+ (Rp+(tahun* (Rp*(fraksi/tahun))- tahun*( Rp*((%/%)*(fraksi/tahun)))]

[Rp] = [(Rp+(tahun*( Rp*(fraksi/tahun))-tahun*(Rp*((mg/(mg/liter))/liter)*(fraksi/tahun)))+ (Rp+(tahun* (Rp*(fraksi/tahun))- tahun*( Rp*((%/%)*(fraksi/tahun)))]

[Rp] = [Rp+ Rp +Rp+Rp+ Rp+ Rp] [Rp] = [Rp]

Dengan demikian, dimensi interaksi dari peubah-peubah yang berkaitan dengan nilai manfaat tidak langsung perairan umum tetap konsisten.

Nilai pilihan pada waktu t

aux Nilai_Pilihan = Nilai_Air_sbg_Tempat_Rekreasi+Nilai_Air_sbg_Tempat_Memancing unit Nilai_Pilihan = Rp

init Nilai_Air_sbg_Tempat_Rekreasi = 62118824.20

flow Nilai_Air_sbg_Tempat_Rekreasi = +dt*Penyesuaian_NATR -dt*Penurunan_NATR aux Penyesuaian_NATR = Nilai_Air_sbg_Tempat_Rekreasi*Fraksi_Penyesuaian_Nilai unit Penyesuaian_NATR = Rp/tahun

aux Penurunan_NATR = ((0.3-Rasio_Rekreasi)/0.3)*Nilai_Air_sbg_Tempat_Rekreasi* Fraksi_Penurunan_Nilai

unit Penurunan_NATR = Rp/tahun unit Nilai_Air_sbg_Tempat_Rekreasi = Rp

init Nilai_Air_sbg_Tempat_Memancing = 15594765.50

flow Nilai_Air_sbg_Tempat_Memancing = +dt*Penyesuaian_NATM-dt*Penurunan_NATM aux Penyesuaian_NATM = Nilai_Air_sbg_Tempat_Memancing*Fraksi_Penyesuaian_Nilai unit Penyesuaian_NATM = Rp/tahun

aux Penurunan_NATM = PULSEIF(Hg_Air_Kali>0.01 OR Cd_Air_Kali>0.01 OR Pb_Air_Kali>0.1,Nilai_Air_sbg_Tempat_Memancing)*Fraksi_Penurunan_Nilai unit Penurunan_NATM = Rp/tahun

unit Nilai_Air_ sbg_Tempat_Memancing = Rp

Tanda kurang (-) untuk -dt*Penurunan_NATR karena menyebabkan penurunan pada nilai air sebagai tempat rekreasi dan tanda tambah (+) untuk

Dokumen terkait