BAB III METODE PENELITIAN
G. Teknik Pengujian Instrumen
1. Validitas
44 Menurut Mardapi (2008: 16) validitas merupakan dukungan bukti, dan teori terhadap skor tes sesuai dengan tujuan penggunaan tes. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan validitas isi (content validity), dan validitas konstruk (construct validity). Menurut Ratnawulan (2015: 169-170) validitas isi adalah kesesuaian antara butir-butir soal dalam tes dengan deskripsi bahan yang diajarkan. Sedangkan validitas konstruk adalah mempertanyakan butir-butir soal tes itu telah sesuai dengan tingkatan atau ranah yang ada, yang sesuai dengan tuntutan dalam kurikulum. Selain itu, peneliti juga meminta pendapat dari para ahli terkait dengan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang dibuat untuk mengetahui kelayakannya. Peneliti menghitung validitas soal evaluasi pada siklus I, dan siklus II dengan menggunakan korelasi product moment Pearson. Soal evaluasi pada siklus I dan siklus II terdiri dari 20 soal yang berbentuk pilihan ganda. Jika hasil penelitian menunjukkan rhitung > rtabel maka soal dinyatakan valid,
sedangkan jika rhitung < rtabel maka soal dinyatakan tidak valid. a. Validitas Isi
Peneliti melakukan validasi perangkat pembelajaran pada expert judgment sebelum menggunakan perangkat pembelajaran. Berikut adalah kriteria kelayakan perangkat pembelajaran:
Perangkat pembelajaran yang divalidasi meliputi: RPP, materi ajar, LKS, dan soal evaluasi pada setiap siklus. Peneliti melakukan validasi perangkat pembelajaran pada dosen Bahasa Indonesia Universitas Sanata Dharma, dosen Bahasa Indonesia Universitas Ahmad Dahlan, dan guru kelas II SD Negeri Pucung serta guru kelas II SD Negeri Butuh 2.
Hasil penghitungan rata-rata skor validasi kemudian dibandingkan dengan kriteria validitas menurut Masidjo (1995: 243) yang ada pada tabel 3.7 sebagai berikut.
Tabel 3.7 Kualifikasi Validitas Koefisien Korelasi Kualifikasi
45 Koefisien Korelasi Kualifikasi
0,91 – 1,00 Sangat Tinggi
0,71 – 0,90 Tinggi
0,41 – 0,70 Cukup
0,21 – 0,40 Rendah
Negatif – 0,20 Sangat Rendah .
Berdasarkan tabel 3.7 dapat diketahui bahwa kualifikasi validitas yang digunakan adalah sebagai pedoman. Jika nilai koefisien berada di antara 0,91 – 1,00 berarti kualifikasi validitas sangat tinggi. Jika nilai koefisien berada di antara 0,71 – 0,90 berarti kualifikasi validitas tinggi. Jika nilai koefisien berada di antara 0,41 – 0,70 berarti kualifikasi validitas sangat cukup. Jika nilai koefisien berada di antara 0,21 – 0,40 berarti kualifikasi validitas rendah. Kualifikasi validitas dikatakan sangat rendah apabila memiliki nilai koefisiensi yang berada di antara negatif hingga 0,20.
Hasil penghitungan validasi perangkat pembelajaran dapat dilihat pada tabel 3.8 hingga tabel 3.11 di bawah ini:
Tabel 3.8 Hasil Perhitungan Validasi RPP
Ahli 1 Nomor Item Pernyataan 2 3 4 5 6 Total Rata-rata Kriteria
Dosen 1 4 3 4 5 5 3 24 80 Tinggi
Dosen 2 5 4 5 3 4 4 25 83,3 Tinggi
Guru A 5 4 3 4 4 5 25 83,3 Tinggi
Guru B 4 5 4 5 4 4 26 86,6 Tinggi
Total 18 16 17 17 17 16 101 83,3 Tinggi
Berdasarkan tabel 3.8 komponen penilaian dalam validasi RPP meliputi, (1), pemilihan sumber belajar dan media pembelajaran, (2) pemilihan dan pengorganisasian materi pembelajaran (3) kegiatan pembelajaran, (4) penilaian hasil belajar, (5) penggunaan bahasa tulis, (6) perumusan indikator keberhasilan belajar. Dari hasil perhitungan pada tabel 3.8 dapat diketahui skor dari dosen 1 sebesar 24 dengan rata-rata 80 termasuk kriteria tinggi, skor dari dosen 2 sebesar 25 dengan rata-rata 83,3 termasuk kategori tinggi, skor dari guru A sebesar 25 dengan rata-rata 83,3 termasuk kategori tinggi, dan skor dari guru B sebesar 26
46 dengan rata-rata 86,6 termasuk kategori tinggi. Skor rata-rata validasi RPP adalah 83,3 termasuk kategori validitas tinggi.
Tabel 3.9 Hasil Penghitungan Validasi Lembar Kerja Siswa (LKS)
Ahli Nomor Item Pernyataan Total Rata-rata Kriteria 1 2 3 4 5 6 Dosen 1 4 4 4 3 4 4 23 76,6 Tinggi Dosen 2 5 3 4 3 4 4 23 76,6 Tinggi Guru A 4 4 4 4 3 4 23 76,6 Tinggi Guru B 4 4 3 4 3 4 22 73,3 Tinggi Total 17 15 15 14 14 16 91 75,7 Tinggi
Berdasarkan tabel 3.9, komponen penilaian dalam validasi LKS antara lain, (1) kelengkapan unsur-unsur LKS, (2) rumusan petunjuk mudah untuk dipahami iswa, (3) urutan kegiatan runtut, (4) LKS membantu dalam memahami materi, (5) kegiatan dalam LKS memungkinkan tercapainya indikator atau tujuan pembelajaran, (6) bahasa sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Dari hasil penghitungan validasi LKS pada tabel 3.9 dapat diketahui bahwa total skor dari dosen 1 sebesar 23 dengan rata-rata 76,6 termasuk kriteria validitas tinggi, total skor dari dosen 2 sebesar 23 dengan rata-rata 76,6 dan termasuk kriteria tinggi, total skor dari guru kelas A sebesar 23 dengan rata -rata 76,6 dan termasuk kriteria tinggi, dan total skor dari guru kelas B sebesar 22 dengan rata-rata 73,3 dan termasuk pada kriteria validitas sangat tinggi. Kemudian diperoleh rata-rata validasi LKS adalah 75,7 dan termasuk pada kriteria validitas tinggi.
Tabel 3.10 Hasil Penghitungan Validasi Materi Ajar
Ahli Nomor Item Pernyataan Total Rata-rata Kriteria 1 2 3 4 Dosen 1 4 4 3 3 14 70 Tinggi Dosen 2 4 5 3 4 16 80 Tinggi Guru A 4 4 4 3 15 75 Tinggi Guru B 4 4 4 4 16 80 Tinggi Total 16 17 14 14 61 76,2 Tinggi
47 Berdasarkan tabel 3.10, komponen penilaian dalam validasi materi ajar antara lain, (1) kesesuaian materi dengan indikator/tujuan pembelajaran, (2) kesesuaian materi dengan karakteristik siswa, (3) cakupan materi yang luas dan memadahi, dan (4) materi tersusun runtut dan sistematis. Dari hasil penghitungan validasi materi ajar pada tabel 3.10 dapat diketahui total skor dari dosen 1 sebesar 14 dengan rata-rata 70 dan termasuk kriteria tinggi, total skor dari dosen 2 sebesar 16 dengan rata-rata 80 termasuk kriteria tinggi, total skor dari guru kelas A sebesar 15 dengan rata-rata 75 termasuk kriteria tinggi, dan total skor dari guru kelas B sebesar 16 dengan rata-rata 80 termasuk kriteria validitas tinggi. Rata-rata validasi materi ajar adalah 76,2 termasuk kriteria tinggi.
Tabel 3.11 Hasil Perhitungan Validasi Soal Evaluasi
Ahli Nomor Item Pernyataan Total Rata-rata Kriteria 1 2 3 4 5 6 Dosen 1 4 4 4 5 5 4 25 83,3 Tinggi Dosen 2 5 5 4 4 4 4 27 90 Tinggi Guru A 5 4 4 4 4 5 26 86,6 Tinggi Guru B 4 4 4 5 4 4 25 83,3 Tinggi Total 18 17 16 18 17 17 103 85,8 Tinggi
Berdasarkan tabel 3.11, komponen penilaian dalam validasi soal evaluasi antara lain, (1) kesesuaian dengan indikator, tujuan pembelajaran, SK, KD, (2) keluasan cakupan soal, (3) soal singkat dan jelas, (4) soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku, (5) menggunakan bahasa yang sederhana dan familiar bagi siswa, dan (6) soal tidak mengandung jawaban dan bukan berisi jebakan yang tidak ada jawabannya. Dari hasil penghitungan validasi soal evaluasi pada tabel 3.1 dapat diketahui total skor dari dosen 1 sebesar 25 dengan rata-rata 83,3 termasuk kriteria tinggi, total skor dari dosen 2 sebesar 27 dengan rata-rata 90 termasuk kriteria tinggi, total skor dari guru A sebesar 26 dengan rata-rata 86,6 termasuk kriteria sangat tinggi, dan total skor dari guru kelas B sebesar 25
48 dengan rata-rata 83,3 termasuk kriteria tinggi. Rata-rata skor validasi soal evaluasi adalah 85,8 dan termasuk kriteria validitas tinggi.
b. Validitas Konstruk
Validitas konstruk dilakukan melalui uji empiris yang dilakukan dengan cara mengujikan soal pada siswa kelas II, SD Negeri Butuh 2, Purworejo. Adapun jumlah responden sebanyak 20 siswa. Dalam melakukan penghitungan validitas soal, peneliti menggunakan korelasi product moment yang terdapat pada aplikasi SPSS 16. Sesuai dengan jumlah sampel siswa yang diambil sebanyak 20 siswa dengan taraf signifikan 5%, maka nilai r-product moment atau rtabel adalah 0,444. Penghitungan SPSS 16 untuk validasi soal evaluasi siklus I dan II dapat dilihat pada tabel 3.12 sebagai berikut.
Tabel 3.12 Hasil Validasi Soal Evaluasi Siklus I
No
Soal r-hitung r-tabel Keterangan
Tindak Lanjut No Soal Setelah Divalidasi 1 0,512** 0,444 Valid Dipakai 1 2 0,514** 0,444 Valid Dipakai 2 3 0,478* 0,444 Valid Dipakai 3
4 0,098 0,444 Tidak Valid Direvisi
5 0,673** 0,444 Valid Dipakai 4
6 0,498* 0,444 Valid Tidak dipakai
7 0,623** 0,444 Valid Dipakai 5
8 0,661** 0,444 Valid Dipakai 6
9 0,693** 0,444 Valid Dipakai 7
10 0,392 0,444 Tidak Valid Direvisi
11 0,459* 0,444 Valid Dipakai 8
12 0,762** 0,444 Valid Dipakai 9
13 0,589** 0,444 Valid Dipakai 10
14 0,089 0,444 Tidak Valid Direvisi
15 0,487* 0,444 Valid Dipakai 11
16 0,389 0,444 Tidak Valid Direvisi
17 0,484* 0,444 Valid Dipakai 12
18 0,421 0,444 Tidak Valid Direvisi
19 0,569** 0,444 Valid Dipakai 13
20 0,486* 0,444 Valid Tidak dipakai
21 0,582** 0,444 Valid Dipakai 14
22 0,419 0,444 Tidak Valid Direvisi
23 0,592** 0,444 Valid Dipakai 15
24 0, 567** 0,444 Valid Dipakai 16
25 0,674** 0,444 Valid Dipakai 17
26 0,653** 0,444 Valid Tidak dipakai
49
28 0,489* 0,444 Valid Dipakai 19
29 0,382 0,444 Tidak Valid Direvisi
30 0,494* 0,444 Valid Dipakai 20
Keterangan:
* : koefisien korelasi yang diperoleh signifikan pada taraf signifikasi 1% (0,01)
** : koefisien korelasi yang diperoleh signifikan pada taraf signifikasi 5% (0,05)
Berdasarkan tabel 3.12 dapat diketahui bahwa dari 30 soal yang disajikan terdapat 7 soal tidak valid dan direvisi. Dari 23 soal yang valid, ada 3 soal valid namun tidak dipakai dikarenakan kisi-kisi soal yang sama sudah terisi penuh, sehingga dipilih 20 soal yang disesuaikan dengan kisi-kisi yang dibuat dan akan digunakan sebagai soal evaluasi siklus I. Kisi-kisi soal evaluasi siklus I sesudah validasi dapat dilihat pada tabel 3.13 sebagai berikut.
Tabel 3.13 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus I sesudah Validasi
Indikator Nomor Soal
1. Menentukan judul dongeng fabel 1, 2 2. Menentukan tokoh dalam dongeng fabel 3, 4, 7,8 3. Menentukan latar tempat dari dongeng fabel 5, 6, 9, 10 4. Menentukan latar waktu dari dongeng fabel 11,12,15,16 5. Menentukan nilai moral dalam dongeng fabel 13, 14, 17,18 6. Mengurutkan susunan gambar dongeng fabel 19, 20
Jumlah 20
Dari tabel 3.13 dapat dilihat bahwa soal pada siklus I terdiri dari 20 soal pilihan ganda. Terdapat dua soal menentukan judul dongeng, empat soal menentukan tokoh dalam dongeng, empat soal menentukan latar tempat dalam dongeng, empat soal menentukan latar waktu dalam dongeng, empat soal menentukan nilai moral dalam dongeng, dan dua soal mengurutkan susunan gambar dongeng Selanjutnya peneliti juga melampirkan hasil validasi soal evaluasi pada siklus II yang terdapat dalam tabel 3.14 sebagai berikut.
Tabel 3.14 Hasil Validasi Soal Evaluasi Siklus II
No
Soal r-hitung r-tabel Keterangan Tindak Lanjut
No Soal Setelah Divalidasi
1 0,498* 0,444 Valid Dipakai 1
50
No
Soal r-hitung r-tabel Keterangan Tindak Lanjut
No Soal Setelah Divalidasi
3 0,478* 0,444 Valid Dipakai 3
4 0,098 0,444 Tidak Valid Direvisi
5 0,673** 0,444 Valid Dipakai 4
6 0,419 0,444 Tidak Valid Direvisi
7 0,512** 0,444 Valid Dipakai 5
8 0,391 0,444 Tidak Valid Direvisi
9 0,489* 0,444 Valid Dipakai 6
10 0,423 0,444 Tidak Valid Direvisi
11 0,783** 0,444 Valid Dipakai 7
12 0,514** 0,444 Valid Dipakai 8
13 0,789** 0,444 Valid Dipakai 9
14 0,312 0,444 Tidak Valid Direvisi
15 0,563** 0,444 Valid Dipakai 10
16 0,467* 0,444 Valid Tidak pakai 17 0,421 0,444 Tidak Valid Direvisi
18 0,573** 0,444 Valid Dipakai 11
19 0,492* 0,444 Valid Dipakai 12
20 0,623** 0,444 Valid Dipakai 13
21 0,572** 0,444 Valid Dipakai 14
22 0,405 0,444 Tidak Valid Direvisi
23 0,611** 0,444 Valid Dipakai 15
24 0,621** 0,444 Valid Dipakai 16
25 0,356 0,444 Tidak Valid Direvisi
26 0,631** 0,444 Valid Dipakai 17
27 0,523** 0,444 Valid Dipakai 18
28 0,413 0,444 Tidak Valid Direvisi
29 0,475* 0,444 Valid Dipakai 19
30 0,452* 0,444 Valid Dipakai 20
Keterangan:
* : koefisien korelasi yang diperoleh signifikan pada taraf signifikasi 1% (0,01)
** : koefisien korelasi yang diperoleh signifikan pada taraf signifikasi 5% (0,05)
Berdasarkan tabel 3.14 tersebut, dapat diketahui bahwa dari 30 soal yang disajikan terdapat 9 soal tidak valid, dan direvisi. Dari 21 soal ada 1 soal yang valid namun tidak dipakai dikarenakan kisi-kisi soal yang sama sudah terisi penuh, sehingga yang valid dipilih 20 soal dengan kisi-kisi yang dibuat, dan akan digunakan sebagai soal evaluasi siklus II. Kisi-kisi soal evaluasi siklus II sesudah validasi dapat dilihat pada tabel 3.15 sebagai berikut.
Tabel 3.15 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus II sesudah Validasi
Indikator Nomor Soal
1. Menentukan judul dongeng fabel 1, 2 2. Menentukan tokoh dalam dongeng fabel 3, 4, 7,8
51 3. Menentukan latar tempat dari dongeng fabel 5, 6, 9, 10 4. Menentukan latar waktu dari dongeng fabel 11,12,15,16 5. Menentukan nilai moral dalam dongeng fabel 13, 14, 17,18 6. Mengurutkan susunan gambar dongeng fabel 19, 20
Jumlah 20
Dari tabel 3.15 dapat dilihat bahwa soal pada siklus II terdiri dari 20 soal pilihan ganda. Terdapat dua soal menentukan judul dongeng, empat soal menentukan tokoh dalam dongeng, empat soal menentukan latar tempat dalam dongeng, empat soal menentukan latar waktu dalam dongeng, empat soal menentukan nilai moral dalam dongeng, dan dua soal mengurutkan susunan gambar dongeng.
c. Validasi Instrumen Penelitian Minat Baca Siswa
Peneliti melakukan validasi instrumen penelitian minat baca siswa yang terdiri dari lembar pengamatan, dan lembar kuesioner pada ahli. Hasil perhitungan rata-rata skor validasi instrumen penelitian minat baca siswa menggunakan kriteria sesuai tabel 3.7. Hasil perhitungan validasi instrumen penelitian minat baca siswa tersaji pada tabel 3.16 dan tabel 3.17 di bawah ini.
Tabel 3.16 Hasil Validasi Lembar Pengamatan Minat Baca Siswa
Ahli 1 Nomor Item Pernyataan 2 3 4 5 Total Rata-rata Kriteria
Dosen 1 4 4 4 4 4 20 80 Tinggi
Dosen 2 4 4 4 3 4 19 76 Tinggi
Total 8 8 8 7 8 38 78 Tinggi
Berdasarkan tabel 3.16 tersebut, komponen penilaian validasi lembar pengamatan minat baca siswa antara lain, (1) petunjuk pengisian lembar pengamatan, (2) kesesuaian indikator minat dan pernyataan, (3) pemilihan kata yang digunakan, (4) penggunaan bahasa yang baik dan benar, (5) kesesuaian indikator minat dan langkah pembelajaran yang disusun. Dari hasil penghitungan pada tabel 3.14 dapat diketahui total skor dari dosen 1 sebesar 20 dengan rata-rata 80 termasuk kategori tinggi, dan total skor dari dosen 2 sebesar
52 19 dengan rata-rata 76 termasuk kategori tinggi. Rata-rata skor validasi sebesar 78 yang termasuk kategori tinggi.
Tabel 3.17 Hasil Validasi Lembar Kuesioner Minat Baca Siswa
Ahli Nomor Item Pernyataan Total Rata-rata Kriteria 1 2 3 4 5
Dosen 1 4 3 4 3 4 18 72 Tinggi
Dosen 2 4 4 3 3 5 19 76 Tinggi
Total 8 7 7 6 9 38 74 Tinggi
Berdasarkan tabel 3.17 tersebut, komponen penilaian validasi lembar pengamatan minat baca siswa antara lain, (1) petunjuk pengisian lembar kuesioner, (2) kesesuaian indikator minat dan pernyataan, (3) terdapat pernyataan favorable (positif), dan unfavorable (negatif), (4) urutan pernyataan umum ke khusus, (5) penggunaan bahasa yang baik, dan benar. Dari hasil penghitungan pada tabel 3.17, dapat diketahui total skor dari dosen 1 sebesar 18 dengan rata-rata 72 termasuk kategori tinggi, dan total skor dari dosen 2 sebesar 19 dengan rata-rata 76 termasuk kategori tinggi. Rata-rata skor validasi sebesar 74 yang termasuk kategori tinggi.