• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Valuasi Ekonomi Kawasan menggunakan CVM (Contingent Value Method)

Metode CVM (Continget Value Method) menurut Lee et.al (2009) bisa dibilang merupakan teknik yang paling tepat untuk menilai nilai ekonomi layanan interpretasi, mengingat sifat layanan interpretatif sumber daya. Berbagai metode ada termasuk pilihan dikotomis, pertanyaan terbuka, permainan penawaran, dan kartu pembayaran untuk memperoleh WTP. Setiap metode memiliki kelebihan dan kesulitan implementasi.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa kesediaan responden untuk membayar tiket ekowisata adalah Rp 69.816.732/thn. Nilai rupiah tersebut diperoleh dari hasil kali jumlah populasi tiap daerah dan dirata ratakan terhadap nilai rata-rata dari total kesediaan membayar setiap orang (WTPr) senilai Rp 26.780/thn. Nilai nominal tersebut merupakan nilai tiket ekowisata dari keseluruhan populasi tiap daerah yaitu Langkat, Binjai, Medan dan Sibolangit.

Sesuai dengan pernyataan Lee and Mjeldeb (2007) Karena sumber daya ekowisata biasanya tidak diperdagangkan di pasar, pendekatan penilaian non-pasar diterapkan untuk memperkirakan nilai ekonominya. Metode penilaian kontinjensi (CVM) telah banyak digunakan untuk mengukur nilai ekonomi

28

sumber daya alam. Metode ini, bagaimanapun, sering dikritik karena didasarkan pada pasar hipotetis di mana responden sebenarnya tidak diharuskan untuk membuat kontribusi yang mereka klaim bersedia untuk -membayar. Nilai-nilai yang diperoleh dari survei hipotetis mungkin tidak mencerminkan jumlah yang benar-benar akan dibayar oleh individu, menunjukkan bias hipotetis. Secara khusus, pengaturan hipotesis cenderung melebih-lebihkan nilai sumber daya ekowisata

A. Uji Hubungan WTP Terhadap Variabel menggunakan Uji Chi Square (Crosstab)

Uji ini biasanya digunakan untuk data yang nilai residualnya tidak berdistribusi normal. Setelah melakukan proses uji tersebut, didapat faktor yang memperngaruhi besarnya WTP di daerah Ekowisata lubuk kertang. Dalam uji crosstab ini akan menggunakan dua jenis data yaitu menggunakan dua data nominal dan ordinal.

1. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP a. Data Nominal

Data nominal dibagi menjadi 4 yaitu umur, kelamin, pekerjaan dan pendapatan. Pada data nominal, kaidah kaidah atau syarat hipotesanya sama dengan data nominal. Dimana Ha adalah terdapat hubungan yang signifikan variabel x dengan WTP dan Ho adalah Tidak ada hubungan yang signifikan variabel x dengan WTP

Tabel 8. Hasil Uji Crosstab Terhadap Variabel Data yang Bersifat Nominal WTP Umur Kelamin Pekerjaan Pendapatan

Nilai 0,049 0,064 0,006 0,319 Sig 0,198 0,018* 0,316 0.000*

Ket: *Ada hubungan keeratan yang nyata

Dari tabel 8 ada 4 variabel yang bersifat nominal yaitu umur, Kelamin, pekerjaan dan pendapatan.Namun pada tabel tersebut variabel kelamin dan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

pendapatan yang mempunyai hubungan signifikan terhadap ketersediaan membayar responden.

1. Kelamin

Seperti yang kita ketahui jenis kelamin ada dua yaitu pria dan wanita.Jenis Kelamin imi juga termasuk salah satu faktor adanya ketersedia membayar ataupun WTP. Dari tabel tersebut dilihat bahwa nilai signifikan kelamin adalah 0,018dimana α = 0,05≥ Asymp.sig (2-sided), maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan kelamin dengan WTP.Hal ini bisa disebabkan karena pada umumnya kecenderungan pada pria dan wanita berbeda-beda. Responden perempuan lebih ragu-ragu dalam ketersediaan membayar karena masih belum terlalu paham untuk menilai suatu objek wisata, sesuai dengan pernyataan Chintantya dan Maryono (2018) yang menyatakan bahwa Tanggapan responden yang tidak responsif seperti menolak membayar atau memberikan nilai WTP yang kurang dari rata-rata karena kurangnya pemahaman tentang manfaat dari objek ekowisata tersebut. Sedangkan pada responden pria lebih bersedia membayar dikarenakan paham menilai suatu objek wisata dan ingin membantu perekonomian dari objek ekowisata tersebut.

2. Pendapatan

Pendapatan termasuk salah satu faktor adanya ketersedia membayar ataupun WTP, dimana dari besar atau kecil dapat mempenagruhi kesediaan membayar.Dari tabel tersebut dilihat bahwa nilai signifikan pendapatan adalah 0.000 dimana α = 0,05≥ Asymp.sig (2-sided), maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinyaterdapat hubungan yang signifikan pendapatan dengan WTP.Hal ini disebabkan karena semakin besar pendapatan maka semakin besar ketersediaan membayar dan sebaliknya, jika semakin kecil pendapatan makan semakin kecil juga ketersediaan membayar.Sesuai dengan pernyataan Mitchell dan Carson (1989) didalam Ambretch (2014) bahwa metode terbuka cocok dalam situasi di mana responden terbiasa membayar untuk suatu produk sesuai

30

dengan pendapatannya.Dalam penelitian ini responden membayar untuk pengalaman mereka dan manfaat dari produk atau layanan yang harus dipertimbangkan lebih dahulu.

b. Data Ordinal

Dari data tersebut data ordinal dibagi menjadi 7 yaitu pendidikan, kondisi jalan, aksebilitas, keindahan, tata ruang, fasilitas dan keamanan. Pada data ordinal, kaidah kaidah atau syarat hipotesanya sama dengan data nominal. Dimana Ha adalah terdapat hubungan yang signifikan variabel x dengan WTP dan Ho adalah Tidak ada hubungan yang signifikan variabel x dengan WTP. Dan hasil disajikan dalam tabel 9 :

Tabel 9. Hasil Uji Crosstab Terhadap Variabel Data yang Bersifat Ordinal

WTP Pendidikan

Persepsi

Kondisi

Jalan Aksebilitas Keindahan Tata

Ruang Fasilitas Keamanan

Nilai 0,381 -0,063 -0,127 -0,102 -0,051 -0,029 0,280

Sig 0,000 0,321 0,080 0,144 0,469 0,678 0,680

Pendidikan adalah suatu kondisi jenjang pedidikan yang dimiliki oleh seseorang melalui pendidikan formal yang dipakai oleh pemerintah serta disahkan oleh departemen pendidikan.Pada data ordinal, hanya pendidikan yang termasuk faktor ketersediaan membayar atau WTP. Dari tabel tersebut dilihat bahwa nilai signifikan pendapatan adalah 0.000 dimana α = 0,05 ≥ Asymp.sig (2-sided), maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan pendidikan dengan WTP.Penyebab berpengaruh nya pendidikan terhadap ketersediaan membayar adalah semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki maka semakin tinggi juga pemahaman tentang manfaat yang ada pada objek wisata tersebut. Hal ini juga sesuai dalam Hakim, Subanti dan Tambunan (2010) yang menyatakan bahwa faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi kemauan responden untuk ketersediaan membayar seperti adanya kesan atau pengalaman yang dirasakan ataupun mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari objek wisata tersebut untuk responden, pendapatan responden dantingkat pendidikan responden

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Dokumen terkait