• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

7. Umur pengunjung

3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel terikat dan variabel bebas. Variabel terikat adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel bebas, sedangkan variabel bebas adalah tipe variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain. Penelitian ini menggunakan delapan variabel penelitian yaitu jumlah kunjungan objek wisata Museum Sangiran, biaya perjalanan, pendapatan, waktu luang, umur pengunjung, jarak tempat tinggal, fasilitas, dan nilai sejarah yang terdapat di objek wisata Museum Sangiran.

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat di klarifikasi menjadi dua bagian yaitu:

1. Variabel terikat (Dependent Variable) dalam penelitian ini adalah variabel jumlah kunjungan ke objek wisata Museum Sangiran. 2. Variabel bebas (Independent Variabel) yang meliputi jumlah biaya

yang di keluarkan untuk melakukan sekali perjalanan (Travel Cost) ke objek wisata Museum Sangiran, variabel pendapatan perbulan, variabel waktu luang, variabel umur, variabel jarak, variabel fasilitas, dan variabel nilai sejarah yang terdapat di objek wisata Museum Sangiran.

peneliti dalam mengukur suatu variabel yang akan digunakan. Terdapat satu variabel terikat dan tujuh variabel bebas yang digunakan dalam analisis kunjungan wisatawan ke objek wisata Museum Sangiran.

Variabel-variabel dalam penelitina ini dapat didefinisikan sebagai berikut: 1. Jumlah kunjungan ke objek wisata Museum Sangiran

Jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Museum Sangiran diukur melalui banyaknya kunjungan wisata yang dilakukan oleh individu ke objek wisata Museum Sangiran. Variabel ini diukur secara kontinyu dalam satu kekerapan (kali) per tahun.

2. Biaya perjalanan ke objek wisata Museum Sangiran

Biaya perjalanan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh wisatawan untuk mengunjungi kawasan wisata Museum Sangiran. Biaya perjalanan meliputi biaya transportasi, biaya retribusi masuk, biaya penginapan, biaya konsumsi, biaya dokumentasi, serta biaya-biaya lainyang relevan. Variabel ini diukur secara kontinyu dengan satuan rupiah (Rp/kunjungan).

3. Pendapatan atau uang saku individu

Pendapatan atau uang saku per bulan oleh pengunjung objek wisata Museum Sangiran. Di ukur dengan satuan rupiah (Rp).

4. Waktu Luang

Jumlah waktu yang dimiliki oleh pengunjung ketika tidak bekerja dalam satu bulan. Variabel ini diukur dengan menggunakan skala

kontinyu dalam satuan jam dalam satuan bulan (jam/bulan). 5. Fasilitas-Fasilitas

Fasilitas-fasilitas adalah persepsi pengunjung terhadap fasilitas yang ada di objek wisata Museum Sangiran dan di ukur dengan satuan skala likert. (1 = tidak lengkap, 2 = kurang lengkap, 3 = cukup lengkap, 4 = lengkap, 5 = sangat lengkap).

6. Nilai sejarah objek wisata Museum Sangiran

Variabel ini menunjukkan persepsi atas nilai sejarah Museum Sangiran yang memperngaruhi wisatawan untuk datang ke Museum Sangiran. Variabel ini diukur dengan satuan skala likert. (1 = sangat tidak bermanfaat, 2 = kurang bermanfaat, 3 = cukup bermanfaat, 4 = bermanfaat, 5 = sangat bermanfaat).

7. Umur

Variabel ini merupakan umur dari pengunjung objek wisata Museum Sangiran. Diukur dengan menggunakan skala kontinyu dengan satuan tahun (Th).

8. Jarak

Jarak rumah pengunjung dengan objek wisata Museum Sangiran di Kecamatan Kalijambe. Variable ini diukur secara kontinyu dengan satuan kilometer (Km).

3.2.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau sebjek yang mempunyai kualitas dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2004). Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan objek wisata Museum Sangiran yang sedang melakukan kunjungan wisata. Jumlah populasi tidak dapat ditentukan secara pasti karena wisatawan yang melakukan kunjungan berbeda setiap harinya.

3.2.2 Sampel

Sampel penelitian ini metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan bentuk quota accidental sampling, dimana sampling ini mengambil responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber datayang didapat mewakili dari dimensi-dimensi populasi, berhubungan dengan topik yang sedang diteliti dan tidak mendasarkan pada strata atau daerah tertentu (Cooper, 2011)

Menurut Hair et al. (1998), menaikkan jumlah sampel akan menghasilkan hasil yang memuaskan pada uji statistik. Dalam penelitian ini diambil 100 sampel. Jumlah sampel yang semakin besar diharapkan dapat memenuhi distribusi normal.

3.3 Jenis dan Sumber Data

1. Data kuantutatif adalah data yang berbentuk angka, seoerti jumlah kunjungan wisata, jumlah biaya perjalanan ke objek wisata, data jumlah pendapatan idividu.

2. Data kualitatif adalah data yang digunakan untuk melengkapi, menjelaskan dan memperkuat data kuantitatif dalam menganalisis data yang diteliti.

Sumber data dapat dibedakan dan diperoleh menjadi dua bagian:

1. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari wawancara langusng dengan menggunakan daftar yang telah dipersiapkan terlebih dahulu dan pengisian kuesioner oleh responden yang ditemui sedang berwisata di objek wisata Museum Sangiran.

2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari hasil pengolahan pihak kedua atau data yang diperoleh dari hasil publikasi pihak lain seperti pengelola objek wisata Museum Sangiran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sragen, Badan Pusat Statistik, internet, serta literatur-literatur berupa buku maupun jurnal yang dapat mendukung penelitian.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini terdapat beberapa metode yang digunakan dalam pengumpulan data:

membaca literatur-literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.

2. Metode dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dengan mengambil data yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti dari hasil publikasi lembaga-lembaga atau instansi pemerintah seperti Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya, Badan Pusat Statisktik, pihak pengelola dan lainnya.

3. Observasi, menurut Mohamade Ali, 1995 mengatakan bahwa Penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan terhadap obyek baik secara langsung maupun tidak langsung disebut pengamatan atau observasi. Teknik atau cara ini banyak digunakan baik dalam penelitian sejarah, deskriptif ataupun eksperimental, karena dengan pengamatan memungkinkan gejala-gejala penelitian dapat diamati dari dekat.

4. Kuesioner, sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui, Suharsimi Arikunto (1999).

3.5 Metode Analisis

Dalam penelitian ini, jumlah kunjungan objek wisata Museum Sangiran diduga dengan menggunakan metode biaya perjalanan (travel cost method) yang meliputi biaya transportasi pulang pergi, biaya konsumsi, biaya retribusi masuk, dan biaya lain-lain.

3.5.1 Analisis Regresi Ordinal Model Logit

Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi ordinal model logit. Hal ini dikarenakan data variabel terikat (kunjungan wisatawan) mempunyai rentang 1 sampai dengan 4 sehingga data tidak berdistribusi normal. Frekuensi kunjungan wisata 1 kali diberi skor 1, 2 kali diberi skor 2, 3 kali diberi skor 3 dan 4 kali diberi skor 4. Dengan demikian pada pengujian regresi menggunakan regresi ordinal. Hasil uji statistik non parametrik pengaruh variable bebas terhadap variable terikat diperoleh nilai Z hitung.

Regresi ordinal adalah analisis statistik untuk mengetahui pengaruh variable bebas dan terikat dengan data yang bersifat ordinal atau data peringkat. Misalnya sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat, dimana sehat mempunyai peringkat lebih tinggi dibandingkan dengan cukup sehat, dan cukup sehat mempunyai peringkat lebih tinggi dibandingkan dengan kurang sehat. Analisis regresi ordinal juga disebut dengan PLUM (Polytomous Universal Model). Persamaan matematik regresi ordinal model logit sebagai berikut :

Li 0 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 1 ln X X X X X X X p p i i             Keterangan :

X1 = variabel biaya perjalanan

X2 = variabel pendapatan atau uang saku rata-rata per bulan X3 = variabel waktu luang

X4 = variabel fasilitas X5 = variabel nilai sejarah X6 = variabel umur X7 = variabel jarak β0 = konstanta

β1-6 = koefisien Regresi p = probabilitas

Beberapa hal yang dapat dihasilkan dari analisis regresi data ordinal dalam software eviews:

1. Untuk mengevaluasi signifikan dan tidaknya variable bebas terhadap variable terikat menggunakan nilai statistik Z, dengan ketentuan:

a. Apabila Z hitung lebih besar daripada ±1,96 dan nilai sig (p) < 0,05 maka ada pengaruh variable bebas terhadap variable terikat.

b. Apabila Z hitung lebih kecil daripada ±1,96 dan nilai sig (p) > 0,05 maka tidak ada pengaruh variable bebas terhadap variable terikat.

2. Untuk menguji apakah semua variable bebas secara bersama-sama mempengaruhi atau tidak terhadap variable terikat, digunakan uji statistic likelihood ratio (LR). Nilai statistic LR mengikuti distribusi chi square (X2) dengan degree of freedom (df) sebanyak jumlah variable bebas.

a. Jika nilai chi square (X2) hitung lebih besar dari chi square (X2) table dan nilai probabilitas (p) < 0,05 maka semua variable bebas secara bersama-sama mempengaruhi variable terikat.

b. Jika nilai chi square (X2) hitung lebih besar dari chi square (X2) table dan nilai probabilitas (p) > 0,05 maka semua variable bebas secara bersama-sama tidak mempengaruhi variabel terikat.

Koefisien determinasi (R2) pada intinya digunakan untuk mengukur kebenaran model analisis regresi. Menurut Widarjono (2007) koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase variasi variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat yang dapat dinyatakan dalam persentase. Nilai

koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variasi variabel terikat amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat. Nilai koefisien determinasi R2 menggunakan nilai McFaddden (Pseudo R-squared).

Dokumen terkait