• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 COST OF CAPITAL

3.3. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

Variabel endogen adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel lain di dalam model, dikenal juga dengan istilah variabel dependen. Variabel endogen dalam penelitian ini adalah Cost Of Equity Capital (COEC).

Cost Of Equity Capital adalah tingkat pengembalian yang diminta atas investasi pemegang saham biasa perusahaan (Horn dan Wachowicz, 2005). COEC diestimasi dengan menggunakan pendekatan Capital Asset Pricing Model (CAPM). Menurut Ross et al., (2010), terdapat dua pendekatan dalam menentukan COEC yaitu The Dividend Growth Model Approach dan The Security Market Line Approach atau Capital Asset Pricing Model (CAPM). Dalam penelitian ini menggunakan The SML Approach atau Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan alasan bahwa pembahasan mengenai pengaruh disclosure terhadap COEC tidak terlepas dari faktor risiko di dalamnya dan penggunaan pendekatan ini tidak dibatasi oleh pertumbuhan dividen yang konstan, sehingga dapat diterapkan pada lingkungan yang lebih luas (Juniarti dan Yunita, 2003). Bodie et al,. (2005) menjelaskan bahwa CAPM merupakan hasil utama dari ekonomi keuangan modern. CAPM memberikan prediksi yang tepat antara hubungan risiko sebuah aset dan tingkat harapan pengembalian (expected return). Meskipun CAPM belum dapat dibuktikan secara empiris, tetapi sudah luas digunakan karena CAPM akurasi yang cukup pada aplikasi penting. Penelitian-penelitian sebelumnya yang menggunakan pendekatan CAPM untuk menghitung COEC adalah Gulo (2000), Juniarti dan Yunita (2003), dan Mardiyah (2004). Menurut Ross et al,. (2010) rumus CAPM adalah sebagai berikut:

COEC = Rf + β (RM – Rf)...(3.1) Keterangan:

COEC = estimasi cost of equity capital

Rf = risk free rate yang diproksikan dengan tingkat suku bunga Bank Indonesia RM = return pasar

β = beta pasar

b. Variabel eksogen

Variabel eksogen adalah variabel yang nilainya tidak dipengaruhi oleh variabel lain di dalam model, dikenal dengan istilah variabel independen. Variabel eksogen dala penelitian ini adalah Investment Opportunity Set (IOS).

Investment Opportunity Set (IOS) adalah komponen nilai perusahaan yang berasal dari pilihan melakukan investasi di masa yang akan datang (Myers.1977).

Oleh karena IOS tidak dapat diobservasi, maka IOS memerlukan proksi. Proksi IOS yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut 3

1) Proksi IOS berdasarkan harga mencakup : a) Market to Books Total Assets (MTBA) =

[nilai buku hutang + (lembar saham yang beredar x harga penutupan saham )] / Total aktiva

b) Market to Books Total Equity (MTBE) =

(jumlah lembar saham yang beredar x harga saham) /Total ekuitas c) Price Earning Ratio (PE) =

harga saham / laba per lembar saham 2) Proksi IOS berdasarkan investasi mencakup :

a) Investment to Sales (INVOS) =

Total aktiva tetap berujud/penjualan bersih

b) Investment to Earning (IOE) =Total aktiva tetap berujud/laba bersih

c) Capital to Total Assets (CAPTA) = perubahan aktiva tetap / total nilai buku aktiva

c. Variabel intervening

Menurut Sugiyono (2007) variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dan menjadi hubungan yang tidak langsung. Variabel ini merupakan variabel penyela/ antara variabel independen dengan variabel dependen, sehingga variabel independen tidak

langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen. Variabel

intervening dalam penelitian ini adalah disclosure

d. Disclosure

Disclosure (pengungkapan) merupakan bagian integral dari pelaporan keuangan dan langkah akhir dalam proses akuntansi yaitu penyajian informasi dalam bentuk seperangkat penuh statemen keuangan.

Ada dua jenis disclosure dalam hubungannya dengan persyaratan yang ditetapkan oleh standar dan regulasi, yaitu:

1) Mandatory Disclosure (Pengungkapan wajib)

Mandatory disclousure merupakan pengungkapan minimum yang disyaratkan oleh peraturan yang berlaku. Peraturan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Ketua OJK Nomor : Kep-134/bl/2006 Tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan Bagi Emiten atau Perusahaan Publik. Penentuan disclosure index wajib dilakukan dengan mengklasifikasi butir informasi pengungkapan, yaitu : 1) informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tahunan, 2) informasi yang tidak disajikan dalam laporan tahunan. Perusahaan yang mengungkap butir informasi wajib akan diberi skor 1, sedangkan bagi

3

Proksi IOS tersebut sebagaimana digunakan oleh Hartono (1999) dan Kumalahadi (2004) sudah mampu memberikan bukti empirik yang mencerminkan pertumbuhan perusahaan dan datanya tersedia pada laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di BEI

28 Invesment Opportunity Set, Disclosure and Cost of Equity Capital

perusahaan yang tidak mengungkap butir informasi disajikan dalam laporan tahunan. akan diberi skor 0.

2) Voluntary Disclosure (Pengungkapan sukarela)

Pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang dilakukan perusahaan di luar apa yang diwajibkan oleh standar akuntansi atau peraturan badan pengawas. Indeks pengungkapan sukarela yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Amurwani, (2006), Jimanto (2009). Botosan (1997) menyimpulkan bahwa pengukuran tingkat pengungkapan yang dihasilkan dari penggunaan salah satu aspek dari pelaporan perusahaan dapat memberikan proksi tentang pengungkapan yang dilakukan oleh perusahaan secara umum. Oleh sebab itu, indeks pengungkapan sukarela dijadikan proksi pengungkapan sukarela. Menurut Sabrina (2008) indeks pengungkapan sukarela (voluntary disclosure index) setiap perusahaan sampel diperoleh dengan cara sebagai berikut:

a) Pendekatan untuk penentuan skor pengungkapan sukarela bersifat dikotomi, artinya sebuah item diberi skor satu jika diungkapkan dan diberi skor nol jika tidak diungkapkan.

b) Menggunakan model pengungkapan yang tidak diberi bobot sehingga memperlakukan semua item pengungkapan sama penting, dengan total disclosure score antara 0-24. c) Luas pengungkapan sukarela relatif setiap perusahaan diukur dengan rumus:

Voluntary Disclosure Index (VDI) = Total Disclosures Score Total Disclosures Item x 100%

Disclosure items merupakan sekumpulan komponen atau bagian dari pengungkapan perusahaan baik pengungkapan wajib (mandatory disclosure) maupun pengungkapan sukarela (voluntary disclosure) yang akan dijadikan acuan dalam penentuan tingkat komprehensifitas pengungkapan perusahaan sampel. Penggunaan pengungkapan berdasarkan atas dua alasan, yaitu:

a) Untuk melihat sejauh mana tingkat kepatuhan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan kesesuaian informasi yang disajikan perusahaan tersebut terhadap peraturan yang berlaku.

b) Untuk melihat sejauh mana perusahaan dalam memberikan informasi di luar pengungkapan yang telah disyaratkan oleh peraturan OJK.

Disclosure items yang digunakan dalam penelitian ini terlihat pada tabel skor pengungkapan. Daftar item pengungkapan wajib sejumlah 86 butir (lampiran 3).

Penentuan skor pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan dilakukan mengikuti skor yang dipakai oleh Botosan (1997) dan disesuaikan dengan item pengungkapan wajib menurut peraturan OJK tentang laporan tahunan (Kep-134/BL/2006). Daftar item yang dikembangkan tersebut kemudian digunakan untuk mengukur skor pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan perusahaan sampel. Pertimbangan dalam menerapkan metode yang dipakai oleh Botosan adalah karena Botosan telah melakukan pengujian reliabilitas dan validitas atas indeks dalam penyusunan indeks pengungkapan sukarela dan hasilnya menunjukkan bahwa indeks pengungkapannya reliabel dan valid. Item-item pengungkapan sukarela yang lebih lengkap tercantum pada lampiran 4 sejumlah 33 butir.

Penentuan disclosure index dilakukan dengan membandingkan kesesuaian isi annual report dengan disclosure items. Hasil perhitungan tersebut akan berupa disclosure scores (Dscore) yang akan dilakukan melalui proses indexing. Proses indexing adalah proses penentuan skor atau penelitian tehadap perusahaan sampel menggunakan disclosure score yang dihitung berdasarkan perbandingan antara annual report perusahaan sampel dengan kriteria-kriteria kategori utama annual report yang telah ditetapkan sebelumnya dalam disclosure items. Adapun langkah-langkah dalam proses indexing tersebut sebagai berikut:

a) Setiap annual report perusahaan sampel akan dinilai tingkat kelengkapan dan kesesuaiannya dengan kriteria-kriteria untuk setiap kategori di dalam perhitungan disclosure index dengan menggunakan skor tertentu.

b) Nilai indexing dari setiap kategori akan ditimbang dengan bobot yang sama untuk tap-tiap kategori dan kemudian akan dijumlahkan untuk tiap-tiap perusahaan sampel. Dari proses ini akan didapat nilai disclosure dari tiap-tiap perusahaan sampel.

e. Peraturan skoring disclosure index

1) Pemberian skor untuk setiap item disclosure dilakukan secara dikotomis, yaitu item yang diungkapkan diberi nilai satu, sedangkan jika item tersebut tidak diungkapkan diberi nilai nol.

2) Skor yang diperoleh tiap perusahaan dijumlahkan untuk mendapatkan skor total.

3) Penghitungan disclosure index tiap perusahaan dilakukan dengan cara membagi skor total yang dipenuhi tiap perusahaan dengan total maksimum skor. Misal jika jumlah item yang dijadikan pedoman kelengkapan disclosure berjumlah 100 dan skor total laporan tahunannya sebanyak 60, indeksnya sebesar 60/100 = 0,6. Jadi rumusnya adalah :

n

Indeks = --- ...……....(3.2) K

Keterangan :

n = skor total yang dipenuhi tiap perusahaan k = total maksimum skor

Dalam penelitian ini penentuan disclosure index untuk mandatory disclosure dan voluntary disclosure diberi bobot yang sama.

f. Variabel kontrol

Peneliti dalam melakukan penelitian selalu berusaha menghilangkan atau menetralkan pengaruh yang dapat menganggu hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Suatu variabel yang pengaruhnya akan dihilangkan disebut variabel kontrol. Variabel kontrol didefinisikan sebagai variabel yang faktornya dikontrol oleh peneliti untuk menetralisasi pengaruhnya. Jika tidak dikontrol variabel tersebut akan mempengaruhi gejala yang sedang dikaji. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah leverage dan size. Alasan mempertimbangkan variabel kontrol leverage dan size adalah bahwa variabel-variabel kontrol tersebut memiliki kemampuan menjelaskan reaksi pasar (Warfield et al.,1995;

30 Invesment Opportunity Set, Disclosure and Cost of Equity Capital

Botosan, 1997 dan Modigliani dan Miller 1958) dan variabel leverage dan size merupakan variabel yang sudah mapan.

g. Leverage

Leverage adalah penggunaan asset atau dana, di mana atas penggunaan tersebut perusahaan harus menanggung beban tetap berupa penyusutan atau berupa bunga (Abdul Halim, 2007). Tingkat leverage digunakan untuk memberikan gambaran mengenai struktur modal yang dimiliki perusahaan sehingga dapat dilihat tingkat risiko tak tertagihnya suatu utang (Almilia dan Retnasari, 2007). Leverage dapat dikatakan sebagai pinjaman sehingga suatu perusahaan dapat membeli lebih banyak aktiva dibandingkan yang disediakan pemegang saham melalui investasi mereka. Jensen dan Meckling (1976), menyatakan bahwa perusahaan dengan leverage yang tinggi menanggung biaya pengawasan (monitoring cost) tinggi. Jika menyediakan informasi yang lebih komprehensif akan membutuhkan biaya lebih tinggi, tambahan informasi diperlukan untuk menghilangkan keraguan pemegang obligasi terhadap dipenuhinya hak–hak mereka sebagai kreditur. Leverage diukur dengan menggunakan dua cara, yaitu : debt to total asset ratio dan debt to total equity ratio. Adapun rumusnya sebagai berikut :

Total hutang

Debt to total asset ratio = ---...…...(3.3)

Total Aktiva

Hutang Jangka Panjang

Debt to total equity ratio = ---...(3.4) Modal Sendiri

h. Size

Ukuran Perusahaan (size) didefinisikan sebagai penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas dari suatu perusahaan, sebagai penentuan sebuah perusahaan besar, atau kecil dapat dilihat dari nilai total aktiva, penjualan bersih, dan kapitalisasi pasar. Jadi semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin besar pula modal yang ditanamnya pada berbagai jenis usaha, lebih mudah dalam memasuki pasar modal, memperoleh penilaian kredit yang tinggi dan sebagainya, yang kesemuanya ini akan mempengaruhi keberadaan total aktivanya. Size adalah jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan periode tertentu. Dalam penelitian ini ukuran perusahaan yang mencerminkan besar kecilnya perusahaan diukur dengan logaritma total aktiva. Rumusnya sebagai berikut:

Keseluruhan variabel dan indikator yang digunakan dalam penelitian ini secara ringkas disajikan pada Tabel 3.1

Tabel 3.1

Variabel dan Indikator

Variabel Indikator

Cost of Equity Capital Investment Opportunity Set (IOS) Disclosure Leverage Size Y X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X2.1 X2.2 X3.1 X3.2 X4 CAPM  COEC = Rf + β(Rm-Rf)

Rasio nilai pasar aktiva terhadap nilai bukunya (MTBA)

Rasio nilai pasar ekuitas terhadap nilai bukunya (MTBE)

Rasio harga saham terhadap laba per lembar saham (PE)

Rasio investasi terhadap penjualan (INVOS) Rasio investasi terhadap laba (IOE)

Rasio pengeluaran modal terhadap nilai buku total aktiva (CAPTA)

Mandatory Disclosure Voluntary Disclosure

Debt to total asset ratio(DTA) Debt to total equity ratio(DTE) Ln Total Assets

Dokumen terkait