METODE PENELITIAN
B. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel dalam penelitian ini yaitu:
1. Variabel independen (variabel bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).62 Dalam penelitian ini, variabel independen
ada dua yaitu kreativitas (x1) dan efektivitas praktik kewirausahaan berbasis syariah (x2). Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan gagasan-gagasan baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Untuk menghasilkan kebaruan, perbedaan, kegunaan, dan kemudahan, kewirausahawan selalu berpikir, merenung, mengkhayal, sehingga melahirkan ide-ide, dan gagasan-gagasan baru, misalnya ide-ide bagaimana membuat barang baru dan berbeda, bagaimana menambah kegunaan suatu barang dan jasa baru, bagaimana menambah manfaat terhadap suatu barang dan jasa baru, bagaimana menambah kemudahan-kemudahan baru terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang sudah ada sehingga penambahan kegunaan, kemudahan, dan kebaruan tersebut untuk memunculkan nilai tambah baru.
Efektivitas Praktik kewirausahaan berbasis syariah adalah melaksanakan sesuatu secara nyata. Praktik yang dimaksud dalam hal ini adalah praktik yang berkenaan dengan kewirausahaan. Dan kewirausahaan berbasis syariah yaitu kewirausahaan seperti yang
62
diajarkan oleh nabi Muhammad Saw. yaitu terpercaya, jujur, adil, dan tidak pernah membuat pelanggan kecewa
2. Variabel dependen (variabel terikat) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.63 Dalam penelitian ini, variabel dependennya adalah jiwa entrepreneurship santri (y). Yang dimaksud jiwa entrepreneurship santri adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk usaha dalam berbagai kesempatan. Peran santri pun dalam pembangunan ekonomi sangat besar, berbekal jiwa kemandirian yang telah mereka dapatkan di pondok pesantren mengarahkan santrinya untuk menjadi seorang wirausaha yang berjiwa entrepreneur yang dapat menciptakan dan mengembangkan ekonomi di lingkungan masyarakat.
Hubungan antar keduanya dapat digambarkan dengan skema gambar 3.1.
Gambar 3.1 Skema Hubungan Antar Variabel
Lebih lanjut, definisi operasional masing-masing variabel ini dapat dijelaskan pada tabel 3.1.
Tabel 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 63 Ibid. X1 = Kreativitas X2 = Efektivitas Praktik Kewirausahaan Berbasis Syariah Berbasis Syariah Y= Jiwa Entrepreneurship Santri
Variabel Definisi Operasional Scaling
Kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan untuk melakukan pemikiran yang baru dan berbeda. Ordinal Efektivitas Praktik Kewirausahaa n berbasis Syariah
Efektivitas Praktik kewirausahaan adalah kegiatan menjual barang atau produk dengan menggunakan ketrampilan, pengetahuan dan sikap yang telah dipelajari sebelumnya secara bersamaan dalam rangka proses berwirausaha.64 Kewirausaan berbasis syariah yaitu wirausaha yang diajarkan oleh Rasululloh, yaitu adanya unsur kejujuran.
Ordinal
Jiwa
Entrepreneur
ship Santri
Jiwa sendiri memiliki arti semangat, spirit, nyawa, watak. Secara sederhana, arti wirausaha (Entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk usaha dalam berbagai kesempatan. Praktik kewirausahaan diharapkan mampu menumbuhkan jiwa Entrepreneurship
santri.
Ordinal
C. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
1. Populasi
Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan, jadi populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya.65 Sedangkan menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
64
Leonardus Saiman. Kewirausahaan Teori, Praktik,,27. 65
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.66
Pengertian lain menyebutkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang tediri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes, atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian.67 Populasi berarti seluruh objek yang akan diteliti dengan jumlah populasi yang besar. Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh santri di pondok pesantren Al Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo yang berjumlah 99 santri putri dan 58 santri putra jadi jumlah seluruhnya adalah 157 santri.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi.68
3. Teknik Sampling
Adapun untuk teknik pengambilan sampel menurut Slovin sebagaimana dikutip Danang Sunyoto dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:
66
Sugiyono,Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2013), 80.
67
S.Margono,Metodologi Penelitian Pendidikan, 118. 68
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), 117.
( ) ( ) ( ) = 62 responden
D. Jenis dan Sumber Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data asli yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti untuk menjawab masalah penelitiannya secara khusus. Dikatakan data primer, karena dalam penelitian ini data yang dibutuhkan yakni berupa tanggapan responden terhadap jiwa
entrepreneurship baik kreativitas maupun efektivitas praktik kewirausahaan berbasis syariah, sehingga peneliti harus melakukan pengumpulan sendiri berdasarkan kebutuhan peneliti. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari santri yang menjadi sampel dalam penelitian ini yang selanjutnya disebut responden.
E. Metode Pengumpulan Data
Instrumen Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini lembaga yang dijadikan untuk mengukur kevaliditan instrumen adalah Pondok Pesantren Durisawo. Peneliti memilih lembaga ini dikarenakan lembaga tersebut mempunyai kriteria yang sama dengan permasalahan yang ada di lembaga penelitian yang peneliti tuju, yakni Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo.
Jumlah responden yang digunakan untuk menguji validitas ini adalah 30 responden. Peneliti mengambil 30 responden dikarenakan menurut Sambas Ali banyaknya responden untuk uji coba instrumen, sejauh ini belum ada ketentuan yang mensyaratkannya, namun demikian disarankan sekitar 20-30 orang responden.69 Dalam hal ini peneliti lebih memilih untuk mengujikan ke 30 responden dikarenakan untuk lebih berhati-hati.
Tabel 3.2
Instrumen Pengumpulan Data Variabel Penelitian Indikator No butir soal sebelum diuji validitas No butir soal sesudah diuji validitas Variabel Independen (X1): 1. Kreativitas
1. Selalu ingin tahu 2. Memiliki motivasi
diri yang tinggi 3. Memiliki visi kedepan 4. Penghibur, menyenangkan orang lain 5. Berani menghadapi resiko 1,2,3,4,5 6,7,8 9,10,11,12 13,14 15,16 2,4 6,7,8 9,10,11,12 13,14 15,16 69
Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurrahman, Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur dalam Penelitian (Dilengkapi Aplikasi Program SPSS), 31.
(X2): 2. Efektivitas Praktik Kewirausaha an Berbasis Syariah 1. Memiliki kebebasan untuk mengaktualisasi potensi yang dimiliki. 2. Memiliki peluang untuk berperan bagi masyarakat. 3. Dapat menjadi motivasi tersendiri untuk memulai berwirausaha. 4. Dapat meneladani kewirausahaan yang dicontohkan Rasululloh 1,2,3 4,5,6,7,8, 9,10,11 12,13,14,15 1,2,3 4,8 9,10 12,13,15 Variabel Dependen (Y): Jiwa Entrepreneurship Santri 1. Disiplin 2. Kerja keras 3. Jujur 4. Tekun 5. Berani mengambil resiko 6. Jeli 1,2,3 4,5,6 7,8 9,10 11,12,13,14 15,16 1,2,3 4,5,6 7,8 9,10 11,13,14 15,16
Dalam rangka memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode/teknik sebagai berikut:
1. Teknik Angket
Angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.70 Dalam penelitian ini, angket yang berupa pernyataan digunakan untuk memperoleh data mengenai kreativitas dan efektivitas praktik kewirausahaan berbasis syariah, dan jiwa
entrepreneurship santri di pondok pesantren Al Barokah. Adapun
70
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, 199.
pelaksanaannya, angket diberikan kepada santri agar mereka mengisi sesuai dengan keadaaan yang sebenarnya. Santri diberi arahan atau dijelaskan cara mengisi angket tersebut, peserta didik diberi tahu angket ini tidak berpengaruh terhadap proses belajar mengajar di pondok pesantren. Setiap responden diharuskan untuk mengisi angket yang telah diberikan.
Skala yang digunakan adalah skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap dalam suatu penelitian. Yang dimaksud dengan sikap menurut Thurstone ialah “1) pengaruh atau penolakan, 2)
penilaian, 3) suka atau tidak suka, 4) kepositifan atau kenegatifan terhadap
suatu obyek psikologis”. Untuk melakukan kuantifikasi maka diberi
angka-angka sebagai simbol agar dapat dilakukan perhitungan. Umumnya pemberian kode angkanya sbb:, tidak pernah diberi angka 1, kadang-kadang diberi angka 2, sering diberi angka 3, dan selalu diberi angka 4.71
Dengan menggunakan gradasi, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Artinya, indikator-indikator yang terukur ini dapat dijadikan titik tolak untuk membuat item instrumen yang berupa pernyataan-pernyataan yang perlu dijawab oleh responden, dan yang menjadi responden adalah santri Pondok Pesantren Al Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo. Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan penilaian sebagai berikut:
71
Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), 96.
Tabel 3.3 Penyekoran Skor Pernyataan Selalu (SL) Sering (SR) Kadang-kadang (KD) Tidak Pernah (TP) Positif (+) 4 3 2 1 Negatif (-) 1 2 3 4 2. Observasi
Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan penelitian secara teliti, serta pencatatan secara sistematis. Menurut Kartono pengertian observasi ialah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan.72
Pelaksanaan observasi dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi langsung, yaitu observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap obyek yang diteliti secara langsung (tanpa perantara).
F. Metode Pengolahan dan Analisis Data
Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang diajukan.73 Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial parametris, di mana teknik statistik yang digunakan untuk menguji parameter populasi melalui data sampel dan hasilnya diberlakukan
72
Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik (Jakarta : Bumi Aksara, 2015), 143.
73
Sugiyono, Metode Penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2013), 147.
untuk populasi.74 Dalam penelitian ini, peneliti melakukan dua langkah teknik analisis data, yakni analisis data prapenelitian dan analisis data penelitian.
1. Prasyarat
a. Uji Validitas Data
Validitas merupakan ukuran yang benar-benar mengukur apa yang akan diukur, dapat dikatakan semakin tinggi validitas suatu alat ukur tes, maka tes tersebut semakin mengenai pada sasarannya, atau semakin menunjukkan apa yang seharusnya diukur. Adapun cara menghitungnya yaitu dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Langkah-langkah menghitungnya adalah sebagai berikut:75 1) Menyiapkan tabel analisis item seluruh soal
2) Menyiapkan tabel analisis item setiap soal 3) Memasukkan ke dalam rumus product moment:
( ) ( )( )
√( ( ) )( ( ) ) Keterangan:
rxy : angka indeks korelasi product moment
ƩX : jumlah seluruh nilai X
ƩY : jumlah seluruh nilai Y
ƩXY : jumlah hasil perkalian antara nilai X dan Y N : jumlah data
74
Ibid, 148-149. 75
4) Menginterpretasikan nilai r hitung dengan tabel nilai r tabel, apabila rxy
≥ r tabel maka item kuesioner tersebut valid. Dan apabila rxy < r tabel, maka item kuesioner tersebut tidak valid.
Dalam penghitungan validitas pada penelitian ini, r tabel ditentukan dengan mencari terlebih dahulu nilai db, yakni db = n-2. Kemudian nilai db dikonsultasikan pada tabel nilai koefisien korelasi
“r” product moment dari Pearson76. Nilai rtabel pada taraf signifikansi 5% diperoleh sebesar 0,361 dengan db=28. Dalam penghitungannya, peneliti melihat tabel product moment sebagai alat bantu penghitungan validitas data instrumen.
Jika korelasi pada setiap faktor tersebut positif dan besarnya 0,361 (rtabel) ke atas, maka faktor tersebut contruct yang kuat. Jika korelasi di bawah 0,361 (r tabel) maka dapat disimpulkan jika butir instrumen tersebut tidak valid sehingga harus diperbaiki atau dibuang. Sehingga, butir instrumen dikatakan valid apabila (rhitung) besarnya lebih dari 0,361. Interpretasi hasil uji validitas data dapat ditentukan berdasarkan tabel interpretasi koefisien korelasi menurut Arikunto.
Uji validitas ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Durisawo. Peneliti melakukan uji coba di pondok tersebut karena Pondok Pesantren Durisawo ada kesamaan dalam melakukan praktik kewirausahaan berbasis syariah dengan Pondok Pesantren Al Barokah yakni dengan prinsip kejujuran. Penghitungan uji validitas instrumen
76
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2012), 333.
yang digunakan peneliti terdapat pada lampiran 2 dan 3. Adapun hasil dari penghitungan tersebut dapat disimpulkan dalam tabel rekapitulasi di bawah ini:
Tabel 3.4
Rekapitulasi Uji Validitas Item Instrumen Penelitian Kreativitas
Variabel No “r” hitung “r” tabel Keterangan
Kreativitas 1 0,296 0.361 Tidak Valid
2 0,565 0.361 Valid 3 -0,380 0.361 Tidak Valid 4 0,517 0.361 Valid 5 0,004 0.361 Tidak Valid 6 0,508 0.361 Valid 7 0,559 0.361 Valid 8 0,669 0.361 Valid 9 0,707 0.361 Valid 10 0,460 0.361 Valid 11 0,468 0.361 Valid 12 0,459 0.361 Valid 13 0,487 0.361 Valid 14 0,651 0.361 Valid 15 0,470 0.361 Valid 16 0,524 0.361 Valid Tabel 3.5
Rekapitulasi Uji Validitas Item Instrumen Efektivitas Praktik Kewirausahaan Berbasis Syariah.
Variabel No “r” hitung “r” table Keterangan
Efektivitas Praktik Kewirausahaan Berbasis Syariah 1 0,644 0.361 Valid 2 0,433 0.361 Valid 3 0,482 0.361 Valid 4 0,559 0.361 Valid 5 0,194 0.361 Tidak Valid 6 0,164 0.361 Tidak Valid 7 0,077 0.361 Tidak Valid
8 0,402 0.361 Valid 9 0,673 0.361 Valid 10 0,374 0.361 Valid 11 0,025 0.361 Tidak Valid 12 0,462 0.361 Valid 13 0,549 0.361 Valid 14 0,324 0.361 Tidak Valid 15 0,615 0.361 Valid
Tabel 3.6
Rekapitulasi Uji Validitas Item Instrumen Jiwa Entrepreneurship Santri.
Variabel No “r” hitung “r” table Keterangan
Jiwa Entrepreneurshi p Santri 1 0,382 0.361 Valid 2 0,602 0.361 Valid 3 0,368 0.361 Valid 4 0,485 0.361 Valid 5 0,523 0.361 Valid 6 0,457 0.361 Valid 7 0,364 0.361 Valid 8 0,535 0.361 Valid 9 0,518 0.361 Valid 10 0,606 0.361 Valid 11 0,553 0.361 Valid 12 0,175 0.361 Tidak Valid 13 0,528 0.361 Valid 14 0,525 0.361 Valid 15 0,570 0.361 Valid 16 0,640 0.361 Valid
Dalam uji validitas instrumen, butir soal kreativitas, peneliti mengambil sampel sebanyak 30 responden yang tersebar di Pondok Pesantren Durisawo. Hasil perhitungan validitas instrumen dari 16 item soal kreativitas, 13 soal dinyatakan valid yakni item soal nomor 2, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16 Adapun untuk skor jawaban angket untuk uji validitas kreativitas dapat dilihat pada lampiran 2.
Pada butir soal indikator kreativitas terdapat 3 butir soal yang tidak valid, yakni butir soal nomor 1, 3, 5. Karena tidak valid, maka butir soal tersebut dibuang dan tidak digunakan dalam penelitian.
Pada hasil penghitungan uji validitas instrument soal efektivitas praktik kewirausahaan berbasis syariah sebanyak 15 item soal dan 10
soal dinyatakan valid yakni item soal nomor 1, 2, 3, 4, 8, 9, 10, 12, 13, 15, dan untuk mengetahui skor jawaban angket uji validitas praktik kewirausahaan berbasis syariah dapat dilihat pada lampiran 3.
Pada butir soal indikator praktik kewirausahaan berbasis syariah terdapat 5 butir soal yang tidak valid, yakni butir soal nomor 5, 6, 7,11, 14, karena tidak valid, maka butir soal tersebut dibuang dan tidak digunakan dalam penelitian.
Pada hasil penghitungan uji validitas instrument soal jiwa
entrepreneurship santri sebanyak 16 item soal dan 15 soal dinyatakan valid yakni item soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 15, 16 dan untuk mengetahui skor jawaban angket uji validitas jiwa
entrepreneurship santri dapat dilihat pada lampiran 3.
Pada butir soal indikator jiwa entrepreneurship terdapat 1 butir soal yang tidak valid, yakni butir soal nomor 12, karena tidak valid, maka butir soal tersebut dibuang dan tidak digunakan dalam penelitian.
b. Uji Reliabilitas Data
Reliabilitas artinya adalah tingkat kepercayaan hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi, yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya (reliabel).77
Selain kevalidan kuesioner, suatu butir juga harus bisa dikatakan realibel (andal/konsistensi), yakni jika jawaban seseorang
77
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2015), 100.
terhadap butir pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Dengan uji reliabilitas, suatu kuesioner dapat diketahui kelayakannya. Suatu kuesioner dikatakan reliabilitas jika cronbach’s
alpha > 0,60 dan dikatakan tidak realibel jika cronbach’s alpha < 0,60. Rumus uji reliabitas menggunakan rumus Alpha adalah sebagai berikut.19 = 𝑘𝑘−1 1− 𝑎𝑏2𝑎𝑏2 Dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics Ver. 16, diperoleh rangkuman hasil uji reliabilitas untuk masing-masing variabel sebagaimana tabel 3.7.
Tabel 3.7
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Cronbach’s
Alpha
Batas Realibel Keterangan
Kreativitas X1 0,714 0,60 Realibel Praktik Kewirausahaan Berbasis Syariah X2 0,686 0,60 Realibel Jiwa Entrepreneurship Santri X3 0,727 0,60 Realibel
Dari Tabel 3.5 dapat kita ketahui bahwa masing-masing
variabel instrumen memiliki nilai cronbach’s alpha > 0,60 sehingga
dapat dikatakan bahwa seluruh variabel instrumen penelitian ini realibel.
Setelah masing-masing instrumen diuji validitas dan reliabilitas, butir-butir soal pada masing-masing variabel kemudian dilakukan perbaikan hingga menjadi butir-butir soal instrumen yang valid dan reliabel yang kemudian digunakan dalam pengumpulan data
dalam penelitian. Adapun angket butir pernyataan yang sudah valid dan reliabel dapat dilihat pada lampiran 6.
2. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Sebelum melakukan analisis data tentang pengaruh kreativitas dan efektivitas praktik kewirausahaan berbasis syariah terhadap jiwa
entrepreneurship santri di Pondok Pesantren Al Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo, peneliti melakukan uji normalitas. Pengujian normalitas dilakukan untuk mengatahui normal atau tidaknya suatu distribusi data. Hal ini penting diketahui berkaitan dengan ketetapan pemilihan uji statistik yang dipergunakan.78 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji normalitas dengan
kolmogorof-smirnov SPSS 16.
b. Uji Linearitas
Istilah “linearitas” menunjuk pada pengertian adanya
hubungan yang linier antara dua sebaran data variabel (dependent dan
independent), atau dikatakan bahwa sebaran kedua variabel itu mempunyai hubungan yang linier. Linearitas adalah hubungan yang linier antarvariabel, artinya setiap ada perubahan yang terjadi pada satu variabel akan diikuti dengan besaran yang sejajar pada variabel
78
lainnya. Untuk memastikan adanya hubungan linearitas tersebut, perlu dilakukan uji linearitas.
Uji linearitas dilakukan dengan uji SPSS 16, dapat dilakukan lewat menu Compare Means dengan submenu Means. Uji linearitas dengan cara ini menghasilkan angka-angka statistik. Aturannya H0 harus diterima atau P > 0,05.79
c. Uji Autokorelasi
Tujuan uji autokorelasi adalah menguji tentang ada tidaknya korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan periode t-1 pada persamaan regresi linier. Apabila terjadi korelasi maka menunjukkan adanya problem autokorelasi. Problem autokorelasi mungkin terjadi pada data rangkaian waktu atau dalam rangkaian silang waktu masalah autokorelasi jarang terjadi. Model regresi yang baik adalah model regresi yang bebas autokorelasi. Salah satu yang dilakukan dengan uji Durbin Watson (DW test).80
Salah satu ukuran dalam menentukan ada tidaknya masalah autokorelasi dengan durbin Watson (DW) dengan ketentuan sebagai berikut:81
79
Burhan Nurgianto, dkk, Statistik Terapan: untuk penelitian Ilmu Sosial (jojakarta: Gadjahmada university Press,2015), 404.
80
Danang Sunyoto, Praktik SPSS Untuk Kasus (Yogyakarta: Nuha Medika, 2011), 134. 81
Toni Wijaya, Analisis Data Penelitian Menggunakan Spss (Yogyakarta: Atma Jaya, 2009), 124.
Tabel 3.3
Durbin Watson (DW)
Nilai D Keterangan 1,10 Ada autokorelasi 1,10-1,54 Tidak ada autokorelasi 1,55-2,46 Tidak ada autokorelasi 2,47-2,90 Tidak ada autokorelasi 2,91 Ada autokorelasi
3. Uji Hipotesis
a. Uji Regresi Linier Sederhana
Teknik analisis yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah nomor 1 dan 2 adalah menggunakan rumus regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 16. Adapun untuk mendapat model Regresi Linier Sederhana, yaitu:82
i
x b b yˆ 0 1
1) Langkah pertama mencari b0 dan b1
1 b : 2 . .2 x n x y x n xy 0 b : yb1x
2) Langkah kedua menghitung nilai-nilai yang ada dalam tabel
Anova (Analysis of Varience) untuk menguji signifikansi pengaruh Variabel x terhadap variabel y.
82
Andhita Dessy, Penelitian Pendidikan: Suatu Pendekatan Praktik dengan Menggunakan SPSS, (Ponorogo: STAIN Po PRESS, 2012), 123-126.
Tabel 3.8
Tabel Anova (Analysis of Varience)
Penolakan: MSE MSR Fhitung Tolak H0 bila FhitungFp;np1
3) Langkah ketiga menghitung koefisien determinasi (besarnya pengaruh variabel x terhadap variabel y)
SST SSR R2
b. Uji t
Uji t, digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan atau pengaruh yang berarti (signifikan) antara variabel independen (factor-faktor) secara parsial terhadap variabel dependen (jiwa
entrepreneurship). Sumber Variasi Degree of Freedom (df) Sum of Square Mean Square (MS) Regresi 1 SS Regresi (SSR)
n y xy b y b 2 1 0 db SSR MSR Error n-2 SS Error (SSE)
b y b xy
y 2 0 1 MS Error MSE) db SSE MSE Total n-2 SS Total (SST)
n y y SST 2 2 Cara menentukan besarnya t hitung (th) dengan rumus: Th = Keterangan: th :t hitung b : Koefisien Regresi
β : Nilai Slope dari garis regresi
Sb : Standar error the regression coefficient
c. Uji Regresi Linier Berganda
Untuk menjawab rumusan nomor 3, yang digunakan adalah dengan uji regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 16. Uji regresi linier berganda digunakan karena terdapat dua buah variabel yang secara besama-sama atau lebih dengan variabel lain. Hubungan antara satu variabel terikat dengan dua variabel bebas dapat dikatakan linier jika dinyatakan dalam Y= βo+ β1x1 + β2x2 + ɛ (model untuk
populasi), dan Ŷ= b0 + b1x1 + b2x2 (model untuk sampel). Adapun langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut:
1) Langkah 1
Mencari nilai b0, b1, b2, dengan rumus
𝑏 ( )( ) ( ) ( ) ( )( ) ( ) 𝑏 ( ( )( )( ) ( ) ( ) ( )
)
Keterangan:
n = jumlah observasi/ pengamatan
X = data ke- i variabel x (independent/ bebas) Y = data ke-i variabel y (dependent/ terikat)
x = mean/ rata=rata dari penjumlahan data variabel
(independent/ bebas)
y = mean/ rata-rata dari penjumlahan data variabel y (dependent/ terikat)
b0 = estimasi atau taksiran dari intercept populasi (harga konstan atau harga ỹ bila x=0)
b1 = estimasi atau taksiran dari slope populasi (angka atau arah koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan atau penurunan variabel dependent yang didasarkan pada variabel independent). Bila bo positif (+) maka naik dan b1 negatf (-) maka turun.
2) Langkah 2
Uji Signifikansi regresi linier berganda dengan uji overall,
dengan membuat tabel Anova (Analysis Of Variance). Uji overall
digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel bebas yang ada dalam model mempunyai pengaruh yang nyata terhadap variabel terikat. Uji overall dilakukan dengan menggunakan penghitungan dengan tabel ANOVA (Analysis Of Varians). Tabel anova digunakan untuk mengetahui apakah variabel independent
yang ada dalam model mempunyai pengaruh yang nyata secara bersama-sama terhadap variabel dependentnya.
Tabel 3.9
Statistik uji: Tabel Anova (Analysis of Variance)
Variation
Source (df) Sum of Squre (SS)
Mean Square (MS) Regression 1 SS Regression (SSR) SSR=[ ∑ ∑ ] (∑ ) MS Regression (MSR) MSR = Error n – 2 SS Error (SSE) SSE = ∑ [ ∑ ∑ ] MS Error (MSE) MSE = Total n -1 SS Total (SST) SST = ∑ [∑ ] Keterangan: SSR = b0 Ʃy + b1 Ʃx1 y + b2 Ʃx2 y –( )
SSE = Ʃy2– (b0Ʃy + b1Ʃx1 y + b2Ʃx2 y)
SST = Ʃy2–( ) MSR = MSE = atau Daerah Penolakan F hitung =
Tolak Ho bila F hitung > ( )
Jika F hitung ≥ F tabel maka tolak Ho artinya variabel independent
(X1 dan X2) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel
dependent. Untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan variabel perhatian orang tua dan dan gaya mengajar guru terhadap hasil belajar dapat ditentukan dengan rumus koefisien determinasi. 3) Langkah 3
Menghitung koefisien determinasi (coefficient of determination). Koefisien determinasi menggambarkan proporsi sejauh mana besar pengaruh perubahan variabel bebas pada variabel terikatnya. Koefisien determinasi (r2) dapat ditentukan dengan rumus:
atau R2 = r2 x 100%
Keterangan:
R2 = nilai koefisien determinasi r = nilai koefisien product moment
Besaran koefisien determinasi paling kecil adalah nol dan yang terbesar adalah satu. 83
d. Uji F
Uji F, dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama-sama yaitu menggunakan F hitung dengan rumus:
83
F reg = Dimana: RKreg = dan RKres = JKreg = R2(Σy)2
dan JKreg = (IR)2(Σy)2 db reg : m (m- cacah predictor)
db res : N – m – 1 db total : (N – m – 1) + m = N-1 Keterangan: JK : Jumlah Kuadrat RK : Rangkuman Kuadrat db : Derajat Kebebasan Reg : Regresi N : Jumlah Sampel
BAB IV