LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS
METODE PENELITIAN
3.5 Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah “segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya” (Sugiyono, 2013:60). Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu :
3.5.1 Variabel Bebas
“Variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)” (Sugiyono, 2013:61). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak daun pepaya dan daun binahong yang dibuat gel.
3.5.2 Variabel Terikat
“Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas” (Sugiyono, 2013:61). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kulit wajah konsumen yang berjerawat juvenelis.
3.5.3 Variabel Kontrol
“Variabel terkendali adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel terikat terhadap variabel bebas tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak teliti” (Sugiyono, 2013:64). Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah responden sebagai konsumen yang berumur 17-24 tahun, kriteria daun pepaya yang digunakan berukuran panjang 10-30 cm, lebar 10-30 cm dan daun binahong yang berukuran panjang 2-5 cm, lebar 2-5 cm yang di ekstrak dijadikan gel.
3.6OBYEK DAN SUBYEK
3.6.1 Obyek
Obyek dalam penelitian ini adalah daun pepaya dan daun binahong yang di ekstrak dan dibuat gel.
3.6.2 Subyek
Subyek dalam penelitian ini adalah kulit wajah konsumen yang berumur 17-24 tahun yang berjerawat tipe sedangsebanyak 12 orang. Jadi Subyek dalam penelitian ini adalah 12 Mahasiswa UNNES yang berumur 17-24 tahun yang memiliki kriteria berkulit wajah berjerawattipe sedang.
3.7INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen adalah alat pada waktu penelitian yang menggunakan suatu metode (Suharsimi Arikunto, 2010:192). Penelitian ini menggunakan kuisioneratauangket. Kuisioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiono, 2013:199). Angket digunakan untuk mengumpulkan data uji kesukaan yang meliputi kemasan gel, bentuk gel, warna gel dan aroma gel. Angket yang digunakan untuk mengumpulkan data sebelum dan setelah perlakuan (observasi) meliputi : bentuk jerawat, warna jerawat, tingkat peradangan, dan tingkat iritasi.
Penilaian hasil perlakuan yang digunakan meliputi beberapa aspek dan kriteria yang sudah dikonsultasikan dan disempurnakan dengan bantuan expert judgment dan di hitung dengan bantuan aplikasi SPSS 21 menggunakan rumus
Cronbach’s Alpha Based On Standardized Item. 3.7.1 Penilaian Sebelum Perlakuan
1) Bagaimana bentuk jerawat responden? a. Jerawat Kering
b. Jerawat Menjadi Kulit Mati c. Jerawat Mengempis
d. Jerawat Berbentuk Papula 2) Bagaimana warna jerawat responden?
a. Hitam b. Coklat c. Putih d. Merah
3) Apakah jerawat responden meradang? a. Tidak meradang
b. Sedikit Meradang c. Meradang
d. Sangat meradang
4) Apakah terjadi iritasi terhadap responden ? a. Tidak Iritasi
b. Sedikit Iritasi c. Iritasi
d. Sangat Iritasi
Persentase penilaian didapat dari:
Persentase Penilaian =
3.7.2 Penilaian Sesudah Perlakuan
Pada penilaian sesudah perlakuan kategori penilaian hampir sama dengan sebelumnya yaitu :
1) Bagaimana bentuk jerawat responden? a. Jerawat Hilang
b. Jerawat Kering c. Jerawat Mengempis d. Jerawat Berbentuk Papula 2) Bagaimana warna jerawat responden?
a. Hitam b. Coklat
c. Putih d. Merah
3) Apakah jerawat responden meradang? a. Tidak meradang
b. Sedikit Meradang c. Meradang
d. Sangat meradang
4) Apakah terjadi iritasi terhadap responden? a. Tidak Iritasi
b. Sedikit Iritasi c. Iritasi
d. Sangat Iritasi
3.8 VALIDITAS DAN REABILITAS
“Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti” (Sugiono, 2013:172). Uji keabsahan data dalam penelitian, sering hanya ditekankan pada uji validitas dan reabilitas, dalam penelitian kuantitatif, kriteria utama terhadap data hasil penelitian adalah valid, reliabel, dan obyektif (Sugiono, 2013:363).
3.8.1 Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. “Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang baik valid berarti memiliki validitas rendah’ (Suharsimi Arikunto, 2010:211).
Instrumen pada penelitian ini melakukan validitas dengan menggunakan
instrumen agar dapat menghasilkan suatu instrumen yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan penelitian dan menghasilkan instrumen yang valid. Beberapa masukan yang diberikan expert judgment untuk memperbaiki atau menjadikan instrumen dapat digunakan sesuai kebutuhan, masukan tersebut antara lain:
1) Instrumen sesudah perlakuan dan sebelum perlakuan awalnya dibuat oleh peneliti menjadi satu setelah dapat masukkan dari expert judgment, maka dipisah agar lebih terkontrol. Expert judgment berjumlah sebnyak 3 yang terdiri dari 2 dosen dan 1 praktisi kecantikan atau dokter.
2) Persentase penilaian pada instrumen terdapat dari hasil diskusi antara expert judgment dan peneliti.
Berdasarkan hasil ujicoba instrument, validitas menggunakan bantuan aplikasi SPSS version 21 menunjukan bahwa pada intrument pretest mendapatkan hasil sebesar: 0,756; 0,982; 0,945; dan 0,945 pada pertanyaan 1-4. Untuk intrument posttest mendapatkan hasil sebesar: 0,993; 0,803; 0,918 dan 0,918 pada pertanyaan ke 1-4. Pada instrumen uji kesukaan mendapatkan hasil validitas sebesar 1,000 pada ke 3 pertanyaan. Berdasarkan semua hasil menunjukan bahwa r hitung > r tabel (0, 878). Jadi dapat disimpulkan bahwa korelasi masing-masing indikator terhadap skor total konstruk menunjukan hasil yang signifikan dan masing-masing indikator pertanyaan valid.
3.8.2 Realibilitas
Reabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen
tersebut sudah baik. “Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga” (Suharsimi Arikunto, 2010:221). Pencarian reliabilitas dalam penelitian ini dengan bantuan aplikasi SPSS version 21. Instrumment dikatakan reliabel jika Cronbach Alpha ( ) suatu kontruk atau variabel dikatakan realibel jika memberi nilai Cronbach Alpha> 0.70 (Nunnally,1994 dalam Ghozali,2011: 48). Berdasarkan uji coba instrument menggunakan aplikasi SPSS versi 21 mendapatakan hasil Cronbach's Alpha Based on Standardized Items sejumlah 0,912 pada instrumen pretest dan posttest
serta pada instrumen uji kesukaan Cronbach's Alpha sebesar 1,000. Menurut Nunnally (1994) pada buku yang ditulis Imam Ghozali, variabel dikatakan realibel jika nilai cronbach alpha > 0,70. Jadi ketiga instrument yaitu intrument
pretest, posttest dan uji kesukaan dikatakan realibel dan bisa digunakan.