5. Ekstrak jernih diukur dengan SSA yang dilengkapi generator uap pada 253,7 nm dengan deret standar Hg sebagai pembanding. Gas pembawa
3.6. Variabel Pengamatan
Yang menjadi variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah:
1. Konsentrasi logam berat pada tanaman padi yang diairi limbah Peti. 2. Konsentrasi logam berat pada biji padi yang berumur 2,5 bulan dan 3 bulan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.1.Data pengambilan sampel tanaman padi
Data sampel tanaman padi dilakukan di lahan sawah yang menggunakan air irigasi yang mengandung limbah PETI. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal, 10 Nopember 2011 diambil dari empat stasiun pengambilan sampel dengan jarak rata-rata antar stasiun tersebut, yaitu:
Sampel1 dengan kode LA : Diambil pada titik jatuh air masuk, jarak dari sumber PETI 2000 meter.
Sampel 2dengan kode LB : Diambil pada jarak 30 meter dari sampel 1 Sampel 3 dengan kode LC : Diambil pada jarak 20 meter dari sampel 2 Sampel 4 dengan kode LD : Diambil pada jarak 30 meter dari sampel 3. Pemilihan lokasi pengambilan sampel berdasarkan pada lahan sawah menggunakan air irigasi yang mengandung limbah PETI dan mengambil tanaman padi sebagai sampel karena padi merupakan tanaman yang dapat menyerap logam berat.
Tabel 4.1.Data Hasil analisis logam berat pada tanaman padi di Desa Mopuya
Berdasarkan hasil analisis Laboratorium Balai Penelitian Tanah Bogor kandungan Cadmium (Cd) pada lokasi LA adalah 0,08 ppm, sedangkan di tiga
lokasi LB, LC, dan LD kadar Cd tidak terdeteksi, dengan limit deteksi 0,0012 ppm. Grafik pengamatan pada (Gambar 4.1).
LA LB LC LD 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09
Cadmium (Cd)
pp mGambar 4.1.Grafik Kadar Cd pada tanaman padi
Gambar 4.2. menunjukkan kadar Arsen (As) hasil penelitian yaitu dimana kandungan As pada lokasi LA, LB, dan LC tidak terderteksi dengan limit deteksi 0,0036 ppm sedangkan kadar As pada lokasi LD adalah 3,8 ppm. (Gambar.4.2). LA LB LC LD 0 0.51 1.52 2.53 3.54
Arsen (As)
pp mGambar. 4.2.Grafik kadar Arsen pada tanaman padi
Uji Laboratorium menunjukkan konsentrasi Merkuri (Hg) dalam tanaman padi di lahan sawah di desa Mopuya adalah pada lokasi LA dan lokasi LC adalah 0,1 ppm sedangkan pada lokasi LB dan Lokasi LD tidak terdeteksi dengan limit deteksi 0,0027 ppm. (Gambar 4.3).
Umur 2,5 Bulan Umur 3 Bulan
1 Raksa (Hg) 0.01 0.01 ppm SSA
2 Timbal (Pb) 0.02 0.13 ppm SSA
3 Cadmium (Cd) 0.1 0.21 ppm SSA
Sumber : Hasil Analisis Laboratorium Balai Riset Dan Standardisasi Industri Tahun 2011.
Hasil Analisis Satuan Metode Analisis Parameter No LA LB LC LD 0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12
Merkuri (Hg)
pp mGambar. 4.3.Grafik kadar merkuri pada tanaman padi 4.2.Data pengambilan sampel biji padi.
Data sampel tanaman padi dilakukan di lahan sawah yang menggunakan air irigasi mengandung limbah PETI. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal, 10 Oktober 2011, pengambilan dilakukan pada pintu masuk air irigasi. Padi diambil pada jarak 1700 meter dari sumber limbah PETI.
Tabel 4.2.Data Hasil analisis logam berat pada biji padi di Desa Mopuya
Berdasarkan hasil analisis dari laboratorium Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado bahwa biji padi di Desa Mopuya, kandungan Merkuri (Hg) pada biji padi yang diambil berumur 2,5 bulan adalah 0,01 ppm. Grafik pengamatan pada (Gambar.4.4.)
Umur 2,5 Bulan Umur 3 Bulan 0 0 0 0.01 0.01 0.01 0.01
Merkuri (Hg)
pp mGambar 4.4. Grafik kadar Merkuri pada biji padi
Uji Laboratorium menunjukkan konsentrasi Timbal (Pb) dalam biji padi umur 2,5 bulan adalah 0,02 ppm sedangkan pada biji padi umur 3 bulan adalah 0,13 ppm. (Gambar 4.5.)
Umur 2,5 Bulan Umur 3 Bulan 0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12 0.14
Timbal (Pb)
pp mGambar 4.5. Grafik kadar Timbal (Pb) pada biji padi
Pada uji laboratorium konsentrasi Cd pada biji padi umur 2,5 bulan adalah 0.1 ppm, dan konsentrasi Cd pada umur 3 bulan adalah 0,21 ppm (Gambar. 4.6.).
Umur 2,5 Bulan Umur 3 Bulan 0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25
Cadmium (Cd)
pp mGambar 4.6. Grafik kadar Cadmium (Cd) pada biji padi 4.2. Pembahasan
4.2.1. Hasil Pengukuran Logam Berat pada tanaman padi.
Hasil pengukuran logam berat Cd dan As pada tanaman padi dianalisis denganmetode SSA Nyala sedangkan analisis logam berat Hg dianalisis dengan metode SSA Sistem uap dinginyang dilakukan di Laboratorium Balai Penelitian Tanah Bogor yaitu:Sampel LA = Contoh tanaman padi yang diambil pada titik air irigasi masuk dilahan sawah ditemukan Cd = 0,08 ppm, As = tidak terdeteksi, dan Hg = 0,1 ppm; Sampel LB= Contoh tanaman padi yang diambil pada jarak 30 meter dari lokasi LA, ditemukan Cd = td, As = td, dan Hg = 0,0 ppm; SampelLC= Contoh tanaman padi yang diambil dengan jarak 20 meter dari lokasi LB ditemukan Cd = td, As = td, dan Hg = 0,1 ppm; Sampel LD sampel tanaman padi yang diambil dengan jarak 30 meter dari lokasi LC ditemukan Cd = td, As = 3,8 ppm, dan Hg = 0,0 ppm.Analisis logam berat ini menggunakan limit deteksi untuk Cd : 0,0012 ppm; As : 0,0036 ppm; dan Hg : 0,0027 ppm.
Nilai Cd yang diperoleh dari hasil pengukuran tanaman padi dengan analisis SSA system nyala, terdeteksi di lokasi LA dengan konsentrasi 0,08ppm sedangkan di tiga lokasi LB, LC, dan LD tidak terdeteksi. Nilai konsentrasi Cd 0,08 ppm yang ditemukan masih berada di bawah batas ambang batas Cd dalam tanaman yaitu : 0,1 ppm.
4.2.1.2Arsen (As).
Hasil analisis As pada tanaman padi yang di analisis SSA system nyala, terdeteksi di lokasi LD dengan konsentrasi 3,8 ppm sedangkan di tiga lokasi LA, LB, dan LC tidak terdeteksi. Konsentrasi As 3,8 ppm yang ditemukan sudah melampaui ambang batas logam berat yang diperbolekanpada tanaman yaitu: 0,02 ppm.
4.2.1.3. Merkuri (Hg).
Nilai Hg yang diperoleh dari hasil pengukuran tanaman padi dengan analisis SSA system uap dingin, terdeteksi di dua lokasi yaitu: lokasi LA = 0,1 ppm; lokasi LC = 0,1 ppm. Sedangkan di dua lokasi yang lain yaitu: Lokasi LB dan LD = 0,0 ppm dengan asumsi konsentrasi di dua lokasi LB dan LD di bawah limit deteksi dari Hg yaitu : 0,0027 ppm.Nilai konsentrasi Hg pada lokasi LA dan LC 0,1 ppm sudah melampaui ambang batas yang diperbolehkan pada tanaman yaitu: 0,005 ppm. Sedangkan konsentrasi Hg di dua lokasi LB dan LD dapat terdeteksi tapi masih berada di bawah limit deteksi Hg dengan analisis SSA system uap dinginyaitu : 0,0027 ppm.
4.2.2. Hasil Pengukuran Logam Berat pada biji padi di Desa Mopuya.
Berdasarkan hasil pengukuran logam berat di laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado dengan Analisis SSA, pada biji padi
berumur 2,5 bulan ditemukan Hg 0,01 ppp ; Pb 0,02 ppm; dan Cd 0,10 ppm, sedangkan hasil pengukuran logam berat pada biji padi yang berumur 3 bulan ditemukan konsentrasi Hg 0,01 ppm; Pb 0,13 ppm; dan Cd 0,21 ppm. Timbal dan Cadmium pada biji padi dianalisis dengan metode SSA system Nyala dan Hg dianalisis dengan metode SSA Sistem uap dingin.
4.2.1.1. Merkuri (Hg)
Ditemukannya kadar Hg pada biji pada yang berumur 2,5 bulan dengan konsentrasi 0,01 ppm berarti konsentrasi Hg sudah melewati ambang batas yang diperbolehkan pada tanaman yaitu 0,005 ppm. Penemuan konsentrasi Hg pada biji padi yang berumur 3 bulan sama dengan konsentrasi pada biji padi yang berumur 2,5 bulan yaitu 0,01 ppm. Kedua nilai ini baik konsentrasi yang ditemukan pada padi yang berumur 2,5 bulan maupun biji padi yang diambil berumur 3 bulan sudah melewati ambang batas yang diperbolehkan.
4.2.1.2. Timbal (Pb)
Hasil analisis konsentrasi Timbal (Pb) ditemukan pada biji padi yang berumur 2,5 bulan adalah Pb=0,02 ppm, sedangkan konsentrasi Pb pada biji padi berumur 3 bulan Pb = 0,13 ppm. Nilai Pb pada biji padi berumur 2,5 bulan 0,02 ppm dan nilai Pb pada biji padi yang berumur 3 bulan 0.13 ppm belum melampaui ambang batas yang diperbolehkan yaitu 0,2 ppm.
4.2.1.3.Cadmium (Cd)
Kadar Cd yang yang ditemukanpada biji padi berumur 2,5 bulan yaitu Cd =0,10 ppm sama dengan ambang batas yang diperbolehkan yaitu 0,1 ppm sedangkan konsentrasi Cd yang ditemukan pada biji padi yeng berumur 3
bulan yaitu 0,21 ppm sudah melampaui ambang batas yang diperbolehkan yaitu 0,1 ppm.
Tabel 4.3. Persyaratan Logam Berat dalam tanaman.
Tanah Tanaman
Eleme
n Batas normal Batas Kritis Batas normal Batas Kritis ...mg/kg... ...mg/kg... Ag 0,01-8 2 0,1-0,8 1 4˗ As 0,1-40 20-50 0,02-7 1 20˗ Au 0,001-0,02 - <0,0017 <1 Cd 0,01-2,0 3 8˗ 0,1-2,4 4-200 Co 0,5-65 25-50 0,02-1 4 40˗ Cr 5-1500 75-100 0,03-14 2 18˗ Cu 2-250 60-125 5 20˗ 5 64˗ Hg 0,01-0,5 0,3-5 0,005-0,17 1 8˗ Mn 20-10000 1500-3000 20-1000 100-700 Mo 0,1-40 2 10˗ 0,03-5 -Ni 2-750 100 0,02-5 8-220 Pb 2-300 100-400 0,2-20 -Sb 0,2-10 5 10˗ 0,0001-0,2 1 2˗ Se 0,1-5 5 10˗ 0,001-2 3 40˗ Sn 1-200 50 0,2-6,8 63 Ti 0,1-0,8 1 0,03-3 -Zn 1-900 70-400 1-400 100-900
Sumber : Alloway. J., Heavy Metal in Soils Blackie Academic and Professional 1995.
Tabel 4.4. Batasan Kadar Hg di Lingkungan No
.
Peraturan Kadar Hg diperbolehkan
1. Kadar Hg dalam makanan dan minuman.
Keputusan Badan Pengawasan Obat dan Makanan: No.3725/B/SK/VII/89
Dalam ikan segar Dalam sayuran Dalam biji-bijian
0,5 mg/kg 0,03 mg/kg 0,05 mg/kg
Sumber: Inswiasri., Paradikma Penyakit Pajanan Merkuri.Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 7 No.2, Agustus 2008.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN