BAB III METODOLOGI PENELITIAN
IV.2. ANALISIS DESKRIPTIF
IV.2.3. Variabel Terikat (Y)
Data yang ketiga yaitu pemahaman dan penerimaan terhadap praktek prostitusi di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang mencakup tentang penerimaan informasi, pengertian, pengetahun, pemahaman, keyakinan terhadap prostitusi dan rasa keterkejutan serta penerimaan terhadap adanya praktek prostitusi.
Tabel 11 Penerimaan Informasi pada Foto Jurnalistik Prostitusi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Menerima 2 3.3 3.3 3.3
Menerima 47 78.3 78.3 81.7
Kurang Menerima 11 18.3 18.3 100.0
Total 60 100.0 100.0
Dari tabel di atas responden berdasarkan penerimaan informasi pada foto prostitusi adalah berjumlah 2 responden atau sebesar 3,3% yang menjawab sangat menerima, dengan persentasi validitas 3,3%, di mana persentasi kumulatifnya 3,3%. Responden yang menjawab menerima berjumlah 10 responden atau sebesar 16,7%, dengan persentasi validitas 16,7%, di mana persentasi kumulatifnya 20,0%. Selanjutnya terdapat 16 responden atau sebesar 26,7% yang menjawab kurang menerima, dengan persentasi validitas 26,7%, di mana persentasi kumulatifnya 46,7%. Responden yang menjawab tidak menerima berjumlah 32 responden atau 53,3%, dengan persentasi validitas 53,3%, di mana persentasi kumulatifnya 100,0%.
Dari data tabel di atas dapat dilihat bahwa terdapat responden yang dapat menerima informasi yang ditampilkan melalui foto.
Tabel 12 Pengertian Terhadap Isi Foto Prostitusi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Mengerti 2 3.3 3.3 3.3
Mengerti 38 63.3 63.3 66.7
Kurang Mengerti 17 28.3 28.3 95.0
Tidak Mengerti 3 5.0 5.0 100.0
Total 60 100.0 100.0
Responden berdasarkan pengertian terhadap isi foto prostitusi adalah menjawab sangat mengerti berjumlah 2 responden atau sebesar 3,3%, dengan persentasi validitas sebesar 3,3%, di mana persentasi kumulatifnya adalah 3,3%. Selanjutnya terdapat 38 responden atau sebesar 38% yang menjawab mengerti, dengan persentasi validitas 63,3%, di mana persentasi kumulatifnya 66,7%. Responden yang menjawab kurang mengerti berjumlah 17 responden atau sebesar 28,7%, dengan persentasi validitas 28,3%, di mana persentasi kumulatifnya 95,0%. Selanjutnya terdapat 3 responden atau sebesar 5,0% yang menjawab tidak mengerti, dengan persentasi validitas 5,0%, di mana persentasi kumulatifnya 100,0%.
Dari data pada tabel di atas, maka lebih dari setelah responden mengerti akan bentuk dunia prostitusi di kalangan pelajar dan mahasiswa, yaitu 38 responden atau 63,3%.
Tabel 13 Pengetahuan Terhadap Prostitusi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Bertambah 6 10.0 10.0 10.0
Bertambah 49 81.7 81.7 91.7
Kurang Bertambah 3 5.0 5.0 96.7
Tidak Bertambah 2 3.3 3.3 100.0
Responden berdasarkan pengetahuan terhadap prostitusi adalah terdapat 6 responden atau sebesar 10,0% yang menjawab sangat bertambah, dengan persentasi validitas 10,0%, di mana persentasi kumulatifnya 10,0%. Selanjutnya terdapat 49 responden atau sebesar 81,7% yang menjawab bertambah, dengan persentasi validitas 81,7%, di mana persentasi kumulatifnya 91,7%. Responden yang menjawab kurang bertambah berjumlah 3 responden atau sebesar 5,0%, dengan persentasi validitas 5,0%, di mana persentasi kumulatifnya 96,7%. Responden yang menjawab tidak bertambah berjumlah 2 responden atau sebesar 3,3%, dengan persentasi validitas 3,3%, di mana persentasi kumulatifnya 100,0%.
Dari data tabel ini dapat dilihat bahwa lebih banyak responden yang bertambah pengetahuannya tentang prostitusi, yaitu sebesar 49 responden.
Tabel 14 Pemahaman Terhadap Prostitusi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Paham 6 10.0 10.0 10.0
Paham 36 60.0 60.0 70.0
Kurang Paham 17 28.3 28.3 98.3
Tidak Paham 1 1.7 1.7 100.0
Total 60 100.0 100.0
Responden berdasarkan pemahaman terhadap prostitusi adalah terdapat 6 responden atau sebesar 10,0% yang menjawab sangat paham, dengan persentasi validitas 10,0%, di mana persentasi kumulatifnya 10,0%. Selanjutnya terdapat 36 responden atau sebesar 60,0% yang menjawab paham, dengan persentasi validitas 60,0%, di mana persentasi kumulatifnya 70,0%. Responden yang menjawab kurang paham berjumlah 17 responden atau sebesar 28,3%, dengan persentasi validitas 28,3%, di mana persentasi kumulatifnya 98,3%. Responden yang menjawab tidak
paham berjumlah 1 responden atau sebesar 1,7%, dengan persentasi validitas 1,7%, di mana persentasi kumulatifnya 100,0%.
Dari data tabel ini dapat dilihat bahwa lebih banyak responden yang paham tentang prostitusi setelah melihat foto-foto, yaitu sebesar 49 responden.
Tabel 15 Keyakinan Setelah Melihat Isi Foto Prostitusi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Bertambah 20 33.3 33.3 33.3
Bertambah 36 60.0 60.0 93.3
Kurang Bertambah 3 5.0 5.0 98.3
Tidak Bertambah 1 1.7 1.7 100.0
Total 60 100.0 100.0
Responden berdasarkan keyakinan setelah melihat isi foto prostitusi adalah terdapat 20 responden atau sebesar 33,3% yang menjawab sangat bertambah, dengan persentasi validitas 33,3%, di mana persentasi kumulatifnya 33,3%. Selanjutnya terdapat 36 responden atau sebesar 60,0% yang menjawab bertambah, dengan persentasi validitas 60,0%, di mana persentasi kumulatifnya 93,3%. Responden yang menjawab kurang bertambah berjumlah 3 responden atau sebesar 5,0%, dengan persentasi validitas 5,0%, di mana persentasi kumulatifnya 98,3%. Responden yang menjawab tidak bertambah berjumlah 1 responden atau sebesar 1,7%, dengan persentasi validitas 1,7%, di mana persentasi kumulatifnya 100,0%.
Dari data tabel ini dapat dilihat bahwa sedikit sekali responden yang keyakinannya kurang dan tidak bertambah setelah melihat isi foto prostitusi, yaitu sebesar 4 responden.
Tabel 16 Keterkejutan Melihat Foto Prostitusi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Terkejut 9 15.0 15.0 15.0
Terkejut 19 31.7 31.7 46.7
Kurang Terkejut 9 15.0 15.0 61.7
Tidak Terkejut 23 38.3 38.3 100.0
Total 60 100.0 100.0
Responden berdasarkan keterkejutan melihat foto prostitusi adalah terdapat 9 responden atau sebesar 15,0% yang menjawab sangat terkejut, dengan persentasi validitas 15,0%, di mana persentasi kumulatifnya 15,0%. Selanjutnya terdapat 19 responden atau sebesar 31,7% yang menjawab terkejut, dengan persentasi validitas 31,7%, di mana persentasi kumulatifnya 46,7%. Responden yang menjawab kurang terkejut berjumlah 9 responden atau sebesar 15,0%, dengan persentasi validitas 15,0%, di mana persentasi kumulatifnya 61,7%. Responden yang menjawab tidak terkejut berjumlah 23 responden atau sebesar 38,3%, dengan persentasi validitas 38,3%, di mana persentasi kumulatifnya 100,0%.
Dari data tabel ini dapat dilihat bahwa lebih banyak responden yang tidak terkejut pada saat melihat foto-foto prostitusi.
Tabel 17 Menerima Praktek Prostitusi di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sangat Menerima 1 1.7 1.7 1.7
Menerima 6 10.0 10.0 11.7
Kurang Menerima 15 25.0 25.0 36.7
Tidak Menerima 38 63.3 63.3 100.0
Total 60 100.0 100.0
Responden berdasarkan menerima praktek prostitusi di kalangan pelajar dan mahasiswa adalah terdapat 1 responden atau sebesar 1,7% yang menjawab
sangat menerima, dengan persentasi validitas 1,7%, di mana persentasi kumulatifnya 1,7%. Selanjutnya terdapat 6 responden atau sebesar 10,0% yang menjawab meneriima, dengan persentasi validitas 10,0%, di mana persentasi kumulatifnya 11,7%. Responden yang menjawab kurang menerima berjumlah 15 responden atau sebesar 25,0%, dengan persentasi validitas 25,0%, di mana persentasi kumulatifnya 37,7%. Responden yang menjawab tidak menerima berjumlah 38 responden atau sebesar 63,3%, dengan persentasi validitas 63,3%, di mana persentasi kumulatifnya 100,0%.
Dari data tabel ini dapat dilihat bahwa lebih banyak responden yang tidak menerima adanya praktek prostitusi di kalangan pelajar dan mahasiswa, yaitu 38 responden atau sebesar 63,3%.