• Tidak ada hasil yang ditemukan

Varians kelompok ketiga variabel penelitian harus homogen

Dalam dokumen Oleh: AHMAD SUPRIYANTO NIM : (Halaman 187-196)

Tabel Distribusi Frekuensi x2

B. Pengujian Persyaratan Analisis Hipotesis Penelitian

3. Varians kelompok ketiga variabel penelitian harus homogen

Adapun uji independensi ketiga variabel bebas tidak dilakukan, karena ketiga variabel bebas tersebut diasumsikan telah independen.

Berdasarkan uraian di atas, maka sebelum pengujian hipotesis dilakukan terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis sebagaimana dimaksud di atas, yakni sebagai berikut:

a. Uji Linieritas Persamaan Regresi.

1) Pengaruh kompetensi profesional guru (X1) terhadap prestasi belajar PAI (Y).

Ho:Y= A+BX1, artinya persamaan regresi prestasi belajar PAI atas kompetensi profesional guru adalah linier. Hi:Y ≠ A+BX1, artinya persamaan regresi prestasi belajar PAI

atas kompetensi profesional guru adalah tidak

linier.

Tabel 4.74

Linearitas Persamaan Regresi Y atas X1 Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Prestasi belajar * Kompet ensi Profesio nal Guru Between Groups (Combined ) 727.443 42 17.320 1.267 .201 Linearity 334.823 1 334.823 24.496 .000 Deviation from Linearity 392.620 41 9.576 .701 .883 Within Groups 779.117 57 13.669 Total 1506.560 99

Dari tabel 4.74 di atas, maka untuk persamaan regresi Y atas X1 menunjukkan nilai P Sig = 0,883 > 0,05 (5%) atau Fhitung = 0,701 dan Ftabel dengan dk pembilang 41 dan dk penyebut 57 dan pada taraf kepercayaan (signifikansi) α =

0,05 adalah 1,590 (Fhitung 0,701 < Ftabel 1,590), yang berarti Ho diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian, maka dapat diinterpretasikan/ ditafsirkan bahwa persyaratan linearitas terpenuhi atau model persamaan regresi Ŷ atas X1 adalah linear.

2) Pengaruh metode ceramah (X2) terhadap prestasi belajar PAI (Y). Ho:Y= A+BX2, artinya persamaan regresi prestasi belajar PAI

atas metode ceramah adalah linier.

Hi:Y ≠ A+BX2, artinya persamaan regresi prestasi belajar PAI atas metode ceramah adalah tidak linier.

Tabel 4.75

Linearitas Persamaan Regresi Y atas X2

Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Prestasi Belajar * Metode Ceramah Betwee n Groups (Combined ) 830.577 42 19.776 1.668 .036 Linearity 159.638 1 159.638 13.461 .001 Deviation from Linearity 670.939 41 16.364 1.380 .129 Within Groups 675.983 57 11.859 Total 1506.560 99

Dari tabel 4.75 di atas, maka untuk persamaan regresi Y atas X2 menunjukkan nilai P Sig = 0,129 > 0,05 (5%) atau

Fhitung = 1,380 dan Ftabel dengan dk pembilang 41 dan dk penyebut 57 dan pada taraf kepercayaan (signifikansi) α = 0,05 adalah 1,590 (Fhitung 1,380< Ftabel 1,590), yang berarti Ho diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian, maka dapat diinterpretasikan/ ditafsirkan bahwa persyaratan linearitas terpenuhi atau model persamaan regresi Ŷ atas X2 adalah linear.

b. Uji Normalitas Galat Taksiran

Adapun uji normalitas distribusi galat taksiran antar ketiga variabel penelitian adalah sebagai berikut ini:

1) Pengaruh kompetensi profesional Guru (X1) terhadap Prestasi Belajar PAI (Y)

H0: Galat taksiran prestasi belajar PAI atas kompetensi profesional guru adalah normal.

H1: Galat taksiran prestasi belajar PAI atas kompetensi profesional guru adalah tidak normal.

Tabel 4.76

Uji Normalitas Galat Taksiran Y atas X1

Unstandardized Residual N 100 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 3.44030924 Most Extreme Differences Absolute .105 Positive .105 Negative -.057 Test Statistic .105

Asymp. Sig. (2-tailed) .009c

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Dari tabel 4.76 di atas, maka galat taksiran untuk persamaan regresi Ŷ atas X1 menunjukkan Zhitung 0,105 dan Ztabel pada taraf kepercayaan/signifikansi α = 0,05 adalah 1,960 (Zhitung 0,105 < Ztabel 1,960), yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat ditafsirkan bahwa persyaratan normalitas distribusi galat taksiran terpenuhi dengan kata lain galat taksiran persamaan regresi Ŷ atas X1 adalah berdistribusi normal.

2) Pengaruh metode ceramah (X2) terhadap Prestasi Belajar PAI (Y)

H0: Galat taksiran prestasi belajar PAI atas metode ceramah adalah normal.

H1: Galat taksiran prestasi belajar PAI atas metode ceramah adalah tidak normal.

Tabel 4.77

Uji Normalitas Galat Taksiran Y atas X2

Unstandardized Residual N 100 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 3.68853325 Most Extreme Differences Absolute .100 Positive .100 Negative -.051 Test Statistic .100

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Dari tabel 4.77 di atas, maka galat taksiran untuk persamaan regresi Ŷ atas X2 menunjukkan Zhitung 0,100 dan Ztabel pada taraf kepercayaan/signifikansi α = 0,05 adalah 1,960 (Zhitung 0,100 < Ztabel 1,960), yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat ditafsirkan bahwa persyaratan normalitas distribusi galat taksiran terpenuhi dengan kata lain galat taksiran persamaan regresi Ŷ atas X2 adalah berdistribusi normal.

3) Pengaruh kompetensi profesional Guru (X1) dan metode ceramah (X2) terhadap Prestasi Belajar PAI (Y)

H0: Galat taksiran prestasi belajar PAI atas kompetensi profesional guru dan metode ceramah adalah normal H1: Galat taksiran prestasi belajar PAI atas kompetensi

profesional guru dan metode ceramah adalah tidak

normal

Tabel 4.78

Uji Normalitas Galat Taksiran Y atas X1 dan X2

Unstandardized Residual N 100 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 3.40491761 Most Extreme Differences Absolute .098 Positive .098 Negative -.041

Test Statistic .098

Asymp. Sig. (2-tailed) .019c

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Dari tabel 4.78 di atas, maka galat taksiran untuk persamaan regresi Ŷ atas X1 dan X2 menunjukkan Zhitung 0,098 dan Ztabel pada taraf kepercayaan/signifikansi α = 0,05 adalah 1,960 (Zhitung 0,098 < Ztabel 1,960), yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat ditafsirkan bahwa persyaratan normalitas distribusi galat taksiran terpenuhi dengan kata lain galat taksiran persamaan regresi Ŷ atas X1 dan X2 adalah berdistribusi normal. c. Uji Homogenitas Varians Kelompok atau Uji Asumsi Heteros-kedastisitas Regresi

Dalam suatu model regresi sederhana dan ganda, perlu diuji homogenitas varians kelompok atau uji asumsi heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah jika tidak terjadi

heteroskedastisitas (kesamaan varians dari residual pada satu

pengamatan ke pengamatan lainnya) atau dengan kata lain model regresi yang baik bila varians dari pengamatan ke pengamatan lainnya homogen.

1) Uji asumsi heteroskedastisitas regresi prestasi belajar PAI (Y) atas kompetensi profesional guru (X1)

Gambar 4.4

Heteroskedastisitas (Y-X1)

Berdasarkan gambar di atas, ternyata titik-titik menyebar di atas dan bawah titik nol pada sumbu Y, dan tidak membuat pola tertentu. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan/ditafsirkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas atau dengan kata lain varian kelompok adalah homogen.

2) Uji asumsi heteroskedastisitas regresi prestasi belajar PAI (Y) atas metode ceramah (X2).

Gambar 4.5

Berdasarkan gambar di atas, ternyata titik-titik menyebar di atas dan bawah titik nol pada sumbu Y, dan tidak membuat pola tertentu. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan/ditafsirkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas atau dengan kata lain varian kelompok adalah homogen.

3) Uji asumsi heteroskedastisitas regresi prestasi belajar PAI (Y) atas kompetensi profesional guru (X1) dan metode ceramah (X2).

Gambar 4.6

Heteroskedastisitas (Y- X1 dan X2)

Berdasarkan gambar di atas, ternyata titik-titik menyebar di atas dan bawah titik nol pada sumbu Y, dan tidak membuat pola tertentu. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan/ditafsirkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas atau dengan kata lain varian kelompok adalah homogen.

Dalam dokumen Oleh: AHMAD SUPRIYANTO NIM : (Halaman 187-196)