• Tidak ada hasil yang ditemukan

VICE PRESIDENT FOR POLICY ADVOCACY 1. Pendahuluan

Dalam menyusun mewujudkan perubahan, kita butuh alur gerakan dengan dua prinsip gerak. Pertama, gerakan tidak hanya berisikan aksi-aksi horizontal dengan berbagi kegelisahan sesama mahasiswa, berdiskusi, mengkaji dari berbagai literatur kenegaraan dan filosofi, hingga berbondong-bondong melancarkan tekanan dengan unjuk rasa merobohkan pagar besi yang menjulang. Kedua, gerakan yang cerdas dan taktis juga bernuansakan kegiatan politis yang lebih ”lembut”, beradu argumen, mempertentangkan gagasan dan konsep tandingan, serta melawan dengan upaya-upaya hukum.

Jika kawan-kawan berjuang melancarkan tekanan dengan petisi dan unjuk taring di lapangan, maka VPPA menjadi tangan-tangan sejawat yang akan berjuang dalam ranah advokasi. Perlu kita pahami bahwa kebijakan (alat yang menjadi solusi bagi kesejahteraan rakyat) dibuat atas dasar hukum, analisa kebutuhan, dan kepentingan kelompok politis. Olehnya, medan yang akan dilalui oleh VPPA tidaklah mudah, penuh tantangan, dan pemahaman yang mendalam.

Di tahun 2015, VPPA berupaya untuk mulai memperdalam eksplorasi terhadap isu-isu kesehatan di luar pendidikan. Salah satunya, mencoba mengenal konsep penyusunan dan permasalahan dibalik RPJMN 2014-2019 pemerintah RI. Saatnya, kami menginisasi forum-forum diskusi dan pembahasan mengenai isu kesehatan di luar pendidikan, seperti aksesi FCTC, non-communicable disease, mortalitas maternal, APBN, hingga penguatan fasilitas layanan kesehatan primer. Harapannya, VPPA tahun ini dapat menyusun basic knowledge yang cermat bagi pergerakan mahasiswa kedokteran, ke depannya.

65

2. Visi dan Misi

Visi

Mengoptimalkan afiliasi ISMKI agar berkolaborasi dan bergerak taktis bagi negeri

Misi

Tertuang dalam program kerja

3. Tagline

Bergerak taktis untuk Indonesia Sehat! 4. Susunan Tim

Vice President for Policy Advocacy : Aqsha Azhary Nur

Staf Ahli : Ayu Putri Balqis

Dila Muflikhy 5. Program Kerja

a. Peta Afiliasi ISMKI

 Deskripsi

Jejaring adalah alat penting dalam ranah pergerakan sosial politik mahasiswa kedokteran. Jejaring dipergunakan untuk saling mengabarkan, menyusun koordinasi, serta meningkatkan urgensi sesama mahasiswa terhadap isu-isu yang berkaitan dengan mahasiswa maupun program kesehatan pemerintah. Tidak hanya itu, jejaring dapat pula dianalisis untuk melihat kesamaan kepentingan antara ISMKI dengan organisasi ekstra-ISMKI, seperti WHO, profesi, dan organisasi swadaya masyarakat lainnya

 Tujuan

o Menciptakan analisis kesamaan kepentingan antara ISMKI dan organisasi ekstra-ISMKI

66

o Sebagai langkah awal dalam menyusun gerakan bersama di tahun 2015 bersama organisasi ekstra-ISMKI

o Pedoman ISMKI dalam berinteraksi dan berelasi dengan organisasi ekstra-ISMKI  Value Ekspansif  Sasaran Organisasi ekstra-ISMKI  Tempat Menyesuaikan  Waktu

Minggu ketiga Februari 2015

 Indikator Keberhasilan

o Terumuskan nota kesepakatan bersama IOMS kesehatan Indonesia tahun 2015 (50%)

o Terwujudnya kegiatan rapat koordinasi awal bersama IOMS kesehatan (25%)

o Semua perwakilan IOMS hadir dalam koordinasi awal (25%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Aqsha Azhary Nur

67

b. Kepo Gerakan!

 Deskripsi

Bersikap open-minded dan terbuka terhadap berbagai gerakan dan organisasi ekstra-ISMKI dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk meramaikan gerakan. Bukan dalam arti kita tidak konsisten mengawal kebijakan sendiri. Akan tetapi, kita perlu menyadari bahwa banyak sekali orang-orang di luar sana yang peduli dan beraksi menuntaskan masalah kesehatan. Kita satu sama lain dapat menjadi katalisator untuk menularkan virus-virus kebaikan ini. VPPA, sewajarnya menjadi kanal yang menyaring masuknya gerakan isu ekstra-ISMKI ke dalam ISMKI. Wadah ini akan menjadi koordinasi dengan organisasi gerakan mahasiswa selain ISMKI dan IOMS yang sedang mendalami dan membangun gerakan mengenai isu kesehatan. Kepo yang diutamakan adalah isu yang memiliki fokus yang sama dengan ISMKI. Selama isu yang ada tidak kontraproduktif dengan ISMKI, maka akan coba di-update di internal ISMKI.

 Tujuan

o Menjadikan ISMKI lebih open-minded terhadap orang-orang yang bergerak menuntaskan masalah kesehatan

o Menginisiasi dan menjalin hubungan baik terhadap orang-orang yang membangun gerakan kesehatan

 Value o Inklusif o Ekspansif

 Sasaran

Organisasi gerakan isu kesehatan ekstra-ISMKI

 Tempat -

68

 Waktu

Sepanjang kepengurusan

 Indikator Keberhasilan

Minimal menerima 2 info isu yang berasal dari luar ISMKI dan IOMS (100%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Ayu Putri Balqis c. Koordinasi Awal Tahun IOMS

 Deskripsi

Koordinasi adalah hal penting agar dapat saling membantu, baik dalam menyusun kajian dan merancang pertemuan hingga aksi yang berkaitan dengan kebijakan kesehatan. Hal ini ingin diinisasi karena terkesan pergerakan yang kita lakukan sepanjang tahun 2014 belum benar-benar bersinergi satu sama lain, sementara isu yang kita perjuangkan masing-masing adalah sama-sama isu kesehatan

 Tujuan

o Menjalin kerja sama yang adekuat antara ISMKI dan IOMS kesehatan

o Menyamakan persepsi dan peran dalam gerakan kesehatan mahasiswa kesehatan Indonesia

 Value

o Signifikan o Ekspansif

69

 Sasaran

IOMS kesehatan Indonesia

 Tempat -

 Waktu

Minggu pertama Maret 2015

 Indikator Keberhasilan

o Terumuskan nota kesepakatan bersama IOMS kesehatan Indonesia tahun 2015 (50%)

o Terwujudnya kegiatan rapat koordinasi awal IOMS kesehatann (25%)

o Semua perwakilan IOMS hadir dalam koordinasi awal (25%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Ayu Putri Balqis d. Chief Executive Meeting

 Deskripsi

Rapat atau sosialisasi rutin antar Sekretaris Jenderal dan/atau Wakil Sekretaris Jenderal VPPA dengan Presiden BEM FK seluruh Indonesia yang membahas tentang follow up isu strategis yang menjadi kesepakatan bersama di tahun 2015. CEM utamanya digunakan up-bottom untuk menyampaikan progress nasional kepada institusi dan bottom-up jika ada permasalahan lokal atau wilayah yang ingin diangkat. Sosialisasi isu yang akan dibahas saat CEM akan disampaikan

70

minimal 1 hari sebelumnya atau ideal 5 hari sebelumnya, melalui jartel personal Nasional-Wilayah-Lokal

 Tujuan

o Menyediakan wadah untuk pelaporan rutin perkembangan isu yang dikaji nasional kepada institusi

o Menyediakan wadah bagi institusi lokal yang memiliki masalah terkait isu kesehatan untuk diangkat dan dibahas bersama

o Menjalin hubungan yang harmonis antara nasional, wilayah, dan seluruh institusi

 Value Inklusif

 Sasaran

Presiden BEM FK seluruh Indonesia

 Tempat

Via media sosial

 Waktu

Sekali dalam satu bulan

 Indikator Keberhasilan

o Terlaksana CEM rutin per bulan (75%) o Minimal 75% institusi mengikuti CEM (25%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Dila Muflikhy

71

e. Sikap ISMKI!

 Deskripsi

Melakukan penyikapan isu strategis berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan MEP atau HPS dengan disetujui target-target aksi dan/atau advokasi bersama untuk dikawal. Penyikapan dapat dilakukan dengan format CEM. Tantangan utama dalam penyikapan ini adalah memastikan institusi benar-benar merasa memiliki kepentingan dan aspirasi terhadap penyikapan isu tersebut sehingga pengawalan yang kita lakukan benar-benar nyata dan kuat.

 Tujuan

o Menyediakan ruang bagi Presidem BEM untuk membahas penyikapan ISMKI sebagai representatif mahasiswa kedokteran Indonesia

o Merumuskan poin-poin pernyataan press release ISMKI yang disepakati bersama

 Value

Signifikan

 Sasaran

Presiden BEM FK seluruh Indonesia

 Tempat

Via media sosial

 Waktu

Sepanjang kepengurusan

 Indikator Keberhasilan

o Terumuskan sikap ISMKI terhadap isu strategis HPS, MEP, dan isu insidental di luar kesehatan (75%)

72

o Minimal 75% isntitusi anggota ISMKI terlibat dalam perumusan pernyataan sikap dan press release ISMKI (25%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Dila Muflikhy

f. Platform Isu Medical Education Profession

 Deskripsi

Platform isu akan menjadi dasar dan pedoman utama pergerakan ISMKI 2015 utamanya berkaitan dengan isu strategis nasional. Platform distratifikasi dalam 3 tingkatan isu, yaitu isu primer (wajib terbahas oleh nasional, dengan output target advokasi), isu sekunder (dapat dibahas oleh nasional dan/atau wilayah-lokal, dengan output utama adalah pencerdasan), serta isu tersier (bersifat insidental dengan output utama adalah pencerdasan). Platform isu MEP bernuansakan kependidikan dan keprofesian

 Tujuan

o Menstratifikasi isu yang akan dibahas di nasional, wilayah, dan nasional

o Menentukan target advokasi dan pola pencerdasan yang akan dipublikasikan

o Merumuskan aksi yang akan dilakukan (jika ada)

 Value

Signifikan

 Sasaran

73

 Tempat

Malang, Jawa Timur

 Waktu

Pada saat pelaksanaan 3rdIndonesian Medical Student Summit

 Indikator Keberhasilan

o Tersusunnya platform isu ISMKI sebelum 3rd IMSS (75%)

o Platform isu disosialisasikan kepada Presiden BEM dan/atau bidang saat 3rd IMSS (5%)

o Seluruh institusi sepakat dengan platform gerakan isu ISMKI tahun 2015 saat 3rd IMSS (20%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Ayu Putri Balqis

g. Platform Isu Health Policy Study

 Deskripsi

Platform isu akan menjadi dasar dan pedoman utama pergerakan ISMKI 2015 utamanya berkaitan dengan isu strategis nasional. Platform distratifikasi dalam 3 tingkatan isu, yaitu isu primer (wajib terbahas oleh nasional, dengan output target advokasi), isu sekunder (dapat dibahas oleh nasional dan/atau wilayah-lokal, dengan output utama adalah pencerdasan), serta isu tersier (bersifat insidental dengan output utama adalah pencerdasan). Platform isu HPS bernuansakan kebijakan kesehatan masyarakat

74

 Tujuan

o Menstratifikasi isu yang akan dibahas di nasional, wilayah, dan nasional

o Menentukan target advokasi dan pola pencerdasan yang akan dipublikasikan

o Merumuskan aksi yang akan dilakukan (jika ada)

 Value

Signifikan

 Sasaran

Bidang Health Policy Study

 Tempat

Malang, Jawa Timur

 Waktu

Pada saat pelaksanaan 3rdIndonesian Medical Student Summit

 Indikator Keberhasilan

o Tersusunnya platform isu ISMKI sebelum 3rd IMSS (75%)

o Platform isu disosialisasikan kepada Presiden BEM dan/atau bidang saat 3rd IMSS (5%)

o Seluruh institusi sepakat dengan platform gerakan isu ISMKI tahun 2015 saat 3rd IMSS (20%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Ayu Putri Balqis

75

h. Standard of Procedure Advokasi

 Deskripsi

SOP advokasi disusun dalam bentuk panduan yang berisi metode-metode pelaksanaan advokasi, dimulai dari penyusunan target isu, kajian oleh bidang terkait, hingga upaya dalam melaksanakan advokasi. Bentuk advokasi di sini tidak hanya sebatas penyerahan hasil kajian kepada stakeholder terkait, tetapi juga alat-alat penunjang, seperti diskusi publik dan press release.

 Tujuan

o Menyusun SOP advokasi

o Memberikan kejelasan dan sosialisasi urgensi advokasi kepada internal pengurus ISMKI dan institusi pendidikan

 Value o Signifikan o Ekspansif  Sasaran Internal ISMKI  Tempat -  Waktu

Minggu keempat Maret 2015

 Indikator Keberhasilan

o SOP advokasi tersusun tepat waktu (70%)

76

o SOP advokasi disosialisasikan ke bidang di minggu keempat Maret (5%)

o SOP advokasi di-publish ke website ISMKI (5%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Aqsha Azhary Nur i. Advocatime

 Deskripsi

Menyusun rencana dan pelaksanaan advokasi, diinisasi dengan kelompok kerja (pokja) advokasi yang terdiri atas Sekretaris Jenderal, VPPA, bidang Public Relation, bidang Health Policy Study dan bidang Medical Education and Profession. Tim advokasi ini akan menjadi thinktank advokasi yang khusus membahas upaya pencapaian target advokasi

 Tujuan

o Menyiapkan perangkat advokasi ISMKI

o Mengupayakan agar proses pengawalan bisa sinergis saling bekerja sama dengan berbagai bidang

 Value

o Signifikan o Ekspansif

 Sasaran

77

 Tempat Menyesuaikan  Waktu Sepanjang kepengurusan  Indikator Keberhasilan

o Tersusunnya tim Advocatime untuk isu strategis tertentu, minimal 1 bulan sebelum pelaksanaan advokasi (20%)

 Melaksanakan metode advokasi sesuai panduan SOP advokasi ISMKI 2015 (50%)

 Mengupayakan ada feedback dari obyek advokasi kepada ISMKI (30%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Aqsha Azhary Nur

j. Asistensi Framing Media and Social Politic Engineering Training

 Deskripsi

Melaksanakan pelatihan sesuai kebutuhan bidang

 Tujuan

o Sarana pengembangan bidang yang bersangkutan

o Sarana kekeluargaan yang meningkatkan keakraban dan kekompakan bidang

 Value Inklusif

78

 Sasaran

o Bidang Health Policy Study

o Bidang Medical Education and Profession

 Tempat

o Malang, Jawa Timur o Semarang, Jawa Tengah

 Waktu

o Pada saat pelaksanaan 3rdIndonesian Medical Student Summit o Pada saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional 2015

 Indikator Keberhasilan

o Terlaksananya satu kali pelatihan bidang untuk HPS dan MEP di 3rd

IMSS dan/atau waktu lainnya (70%)

o Terlaksananya satu kali pelatihan bidang untuk HPS dan MEP di Rakornas dan/atau waktu lainnya (30%)

 Dana

Rp 5.000.000,-

 Penanggung Jawab Aqsha Azhary Nur

k. Riset Gerakan Mahasiswa Kedokteran

 Deskripsi

Riset terhadap pola gerakan mahasiswa penting untuk dilakukan guna meningkatkan partisipasi keterlibatan mahasiswa dalam mengawal dan menyikapi berbagai isu. Dengan ini, harapannya kita dapat memberi asupan dan rekomendasi agar dapat meningkatkan antusiasme

79

mahasiswa kedokteran Indonesia dalam bergerak dan kritis terhadap isu kedokteran

 Tujuan

o Mengetahui pola gerakan yang tepat untuk mahasiswa kedokteran Indonesia

o Menjadi evaluasi dan bahan gerakan ISMKI ke depannya

 Value

Signifikan

 Sasaran

Mahasiswa Kedokteran Indonesia

 Tempat -

 Waktu

Desember 2015

 Indikator Keberhasilan

o Terselesaikan minimal satu riset penelitian tentang gaya gerakan mahasiswa kedokteran Indonesia sebelum kepengurusan berakhir (90%)

o Partisipan kuesioner berasal dari minimal 50% institusi (10%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Ayu Putri Balqis

80

l. SOP Isu Insidental ISMKI

 Deskripsi

Pembuatan alur penyikapan ISMKI terhadap isu-isu insidental

 Tujuan

o Memfasilitasi dan mengoptimalkan kinerja ISMKI dalam melakukan penyikapan terhadap berbagai isu insidental yang mungkin akan dibahas dalam kepengurusan

o Menjadi pedoman dalam menyikapi isu insidental yang muncul

 Value Inklusif

 Sasaran

o Presiden BEM FK seluruh Indonesia o Bidang Health Policy Study

o Bidang Medical Education and Profession

 Tempat -  Waktu Sepanjang Kepengurusan  Indikator Keberhasilan Tidak ada  Dana -

81

 Penanggung Jawab Dila Muflikhy

m. Komite Pengawas Pesta Gagasan

 Deskripsi

Pesta gagasan adalah suatu rangkaian kegiatan bersifat lokal kedaerahan yang bertujuan untuk menumbuhkan forum-forum diskusi yang menyelesaikan masalah bagi daerah sekitar

 Tujuan

o Menyiapkan wadah untuk bertukar gagasan kontributif bagi masyarakat daerah

o Menginisasi forum-forum solutif untuk berkolaborasi mengatasi masalah-masalah kesehatan di berbagai daerah

 Value Inklusif

 Sasaran

Bidang Health Policy Study

 Tempat -

 Waktu

Sepanjang kepengurusan

 Indikator Keberhasilan

o Terbentuknya struktur komite pengawas (5%) o Adanya laporan rutin per bulan (10%)

82

o Tersusunnya rencana pelaksanaan pesta gagasan di berbagai tempat (10%)

o Terlaksananya rapat koordinasi rutin per dua bulan (20%) o Terlaksana program kerja pesta gagasan (55%)

 Dana -

 Penanggung Jawab Aqsha Azhary Nur

n. Komite Pengawas Indonesia Enlightenment Exhibition

 Deskripsi

Indonesian Enlightenment Exhibition (IEE) merupakan program baru berasal dari modifikasi NMDP. Program ini diiniasi atas kebutuhan mahasiswa terhadap inspirasi dan metode-metode gerakan yang solutif bagi masyarakat Indonesia. Kegiatan ini merupakan grand event yang akan ditenderkan dalam 3rd IMSS 2015. Kegiatan dapat berupa big seminar, talkshow, focus group discussion, dan malam apresiasi

 Tujuan

o Menyiapkan wadah untuk bertukar gagasan kontributif bagi masyarakat

o Menjadikan ISMKI sebagai konektor yang mempertemukan dan mengkolaborasikan mahasiswa dengan berbagai gagasan kreatif serta jembatan yang memperjelas peran mahasiswa, pemerintah, dan pihak lain dalam mewujudkan visi Indonesia sehat

o Turut mengapresiasi mahasiswa dan/atau program lembaga kemahasiswaan yang telah memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat

83

 Value Inklusif

 Sasaran

Mahasiswa kesehatan Indonesia

 Tempat

Menyesuaikan (sesuai institusi pemenang tender nantinya)

 Waktu

Desember 2015

 Indikator Keberhasilan

o Tenderisasi kegiatan berlangsung tepat waktu hingga 3rd IMSS (10%)

o Terbentuk tim komite pengawas dengan jobdesk yang jelas (5%) o Telaksananya follow up pada Direct Meeting di Rakornas 2015 (5%) o Terlaksananya follow up rutin per bulan pada netmeeting bulanan

(5%)

o Terlaksananya acara tepat waktu sesuai tanggal yang ditetapkan (60%)

o Kegiatan dihadiri oleh minimal 50% institusi, 20 orang inspirator kesehatan, perwakilan institusi profesi kesehatan IOMS, dan stakeholder terkait (15%)

 Dana

Rp 150.000.000,-

 Penanggung Jawab Aqsha Azhary Nur

84

VICE PRESIDENT FOR CORE COMPETENCE AND PROJECT DEVELOPMENT