• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

1.1.3 Visi dan Misi

Visi dan misi Lemonilo adalah untuk menyediakan makanan sehat dengan harga terjangkau.

Gambar 1. 2 Logo Youtube Sumber : google.com

Gambar 1. 3 Promosi Celebrity Endorser Sumber : Youtube Rans Entertainment

Dalam melakukan kegiatan pemasaran, Lemonilo menggunakan strategi pemasaran melalui media sosial youtube yang dipromosikan oleh celebrity endorser di konten videonya. Penggunaan celebrity endorser dianggap mampu mempengaruhi minat beli, karena promosi yang di lakukan oleh celebrity endorser di gunakan untuk mendukung penjualan suatu produk. Dengan menggunakan strategi pemasaran ini, dapat memudahkan memberikan informasi mengenai produk dan produk tersebut lebih tersampaikan dengan baik pesannya serta bisa membangun minat beli dengan target pasar yang dituju.

4 1.2 Latar Belakang

Gaya hidup sehat merupakan hal yang sangat penting untuk dapat meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Hidup akan seimbang jika manusia tetap memperhatikan kesehatan. Pada dasarnya penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari meliputi beberapa hal yaitu makanan, minuman, nutrisi, dan olah raga yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari (Sufa, dkk, 2017).

Namun pada realitanya, dengan adanya modernisasi gaya hidup saat ini, sebagian orang memilih makanan cepat saji atau disebut instan. Dengan kepraktisannya, sebagian orang memilih mengkonsumsi mie instan, akan tetapi dapat mempengaruhi masalah kesehatan. Menurut hellosehat.com, masalah kesehatan akibat sering mengkonsumsi mie instan, yaitu sindrom metabolik. Sebuah penelitian dari Korea Selatan pernah menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi mie instan berkaitan erat dengan risiko sindrom metabolik. Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 3.000 mahasiswa berusia 18 – 29 tahun. Hasilnya, terlihat bahwa peserta yang makan mie instan sebanyak tiga kali atau lebih dalam seminggu memiliki tekanan darah dan glukosa darah lebih tinggi dibandingkan peserta yang hanya makan mie instan sekali dalam sebulan. Kemungkinannya, sindrom metabolik ini terjadi karena tingginya kandungan sodium dan lemak jenuh tidak sehat yang terdapat pada mie instan.

Masalah kesehatan lainnya yaitu diabetes, mie instan terbuat dari maida. Maida yang terkandung pada mie instan hanya bahan tambahan yang tidak memiliki kandungan nutrisi apa pun selain kaya rasa. Selain itu, maida juga memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga konsumsi maida dapat meningkatkan gula darah.

Gambar 1. 4 Data yang mengkonsumsi Mie Instan Sumber : katadata.co.id

Berdasarkan gambar di atas, Menurut katadata.co.id, masyarakat Indonesia dengan jumlah mengkonsumsi mie instan terbesar, konsumsi mi instan di Indonesia sebanyak 12.460 miliar porsi pada 2020. Jumlah itu meningkat 120 juta porsi atau 0,96% dibandingkan pada tahun sebelumnya. Melansir dari Statiska, jumlah tersebut merupakan yang terbesar kedua di dunia. Urutan pertama masih ditempati oleh China yang konsumsi mi instannya mencapai 46.350 miliar porsi pada tahun lalu. Dengan data yang mengkonsumsi mie instan sangat tinggi, dengan mengkonsumsi mie instan akan menimbulkan masalah kesehatan. Sehingga Lemonilo menjawab permasalahan yang ada, Lemonilo menghadirkan mie instan sehat tanpa bahan-bahan berbahaya seperti pengawet, pewarna dan perisa, warna hijau berasal dari perasan sari sayur bayam. Sehingga, untuk memberikan informasi produknya di butuhkan strategi pemasaran melalui media sosial yang sesuai dan menggunakan publik figur yang memiliki tingkat popularitas yang tinggi di bantu oleh teknologi komunikasi yaitu media sosial.

Menurut industri.kontan.co.id, strategi Lemonilo kembangkan produknya yaitu dengan gencar melakukan promosi dan edukasi secara masif lewat berbagai kanal untuk varian empat varian produk mi instan yang sudah diluncurkannya.

"Edukasi dan promosi ini kami lakukan dengan bekerjasama dengan figur publik, sehingga dapat tersampaikan dengan baik.” Target pasar dari produk-produknya, Lemonilo menyasar para ibu karena ibu memiliki peran yang sangat besar dalam memilih produk yang baik untuk kesehatan keluarganya. Sehingga Lemonilo pun banyak melakukan strategi pemasaran yang ditujukan untuk kaum ibu. Dan secara geografis, saat ini Lemonilo fokus untuk menjadikan produk-produknya dapat tersedia dan dijangkau di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini terpancar dari channel penjualan Lemonilo yang beragam, mulai dari secara online melalui web, aplikasi, dan juga official store di marketplace, serta secara offline di supermarket dan minimarket seluruh Indonesia.

Perkembangan zaman di Indonesia seperti sekarang ini tidak terlepas dari teknologi yang semakin berkembang pesat dari waktu ke waktu, penggunaan teknologi komunikasi untuk menyampaikan dan mengakses informasi yang paling berkembang adalah media sosial.

Sumber : kompas.com

Menurut kompas.com, dalam laporan berjudul Digital 2021: The Latest Insights Into The State of Digital itu, disebutkan bahwa dari total 274,9 juta penduduk di Indonesia, 170 juta di antaranya telah menggunakan media sosial. Dengan demikian, angka penetrasinya sekitar 61,8 persen. Hal ini membuktikkan bahwa media sosial di minati oleh masyarakat. Media sosial dapat di manfaatkan untuk strategi pemasaran.

Dan menjadi potensi yang besar bagi masyarakat Indonesia terutama bagi para pebisnis yang ingin menggunakan media sosial untuk mempromosikan produknya.

Sumber : katadata.co.id

Gambar 1. 5 Data Pengguna Media Sosial

Gambar 1. 6 Media Sosial Populer

Dari begitu banyak media sosial yang ada, youtube merupakan media sosial yang paling populer dan sering di akses oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia beralih media menonton dari penonton televisi menjadi penonton youtube.

Media sosial youtube saat ini sangat sering diakses oleh masyarakat Indonesia, terbukti bahwa saat ini youtube peringkat pertama sebagai media sosial yang sering diakses oleh masyarakat. Berdasarkan data Beritasatu.com sebanyak 94% pengguna internet berusia 16-64 tahun di Indonesia mengakses youtube dalam satu bulan terakhir.

Presentase tersebut menjadi yang paling tinggi di bandingkan platform lainnya. Media sosial youtube dapat di manfaatkan sebagai media promosi dan kesempatan besar bagi para pebisnis untuk menjangkau konsumen yang akan menemukan produk di platform ini.

Menurut Kotler & Keller (2013) minat beli adalah perilaku konsumen yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian. Berdasarkan penelitian terdahulu Odyani (2019), mengsatakan bahwa promosi penting dalam memasarkan suatu produk sehingga menjadikan konsumen tertarik melakukan pembelian produk perusahaan tersebut. Peneliti telah melakukan pra-survei penelitian kepada 33 responden dari berbagai kalangan usia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi minat beli konsumen pada mie instan Lemonilo. Berikut hasil penelitian pendahuluan pada Mie Instan Lemonilo yang peneliti sajikan :

Gambar 1. 7 Data Hasil Pra-Survei Penelitian Minat Beli Sumber : Olahan Data Peneliti (2021)

Berdasarkan hasil pra-survei yang dilakukan pada 33 responden dari berbagai kalangan usia menghasilkan beberapa faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen pada Mie Instan Lemonilo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Minat beli terhadap Lemonilo berdasarkan hasil kuisioner 33 responden, menurut hasil pra-kuisioner menunjukkan bahwa minat beli yang di pengaruhi oleh celebrity endorser tinggi, sebanyak 12,5% mendominasi dari faktor yang lain yang tidak penulis jelaskan dalam penelitian ini. Hal Ini membuktikkan bahwa minat beli produk mie instan Lemonilo di pengaruhi karena adanya promosi yang di lakukan oleh celebrity endorser Raffi Ahmad dan Nagita Slavina melalui media sosial youtube. Konsumen memiliki minat untuk membeli suatu produk didasari oleh adanya faktor yang di lakukan oleh perusahaan, sehingga konsumen berminat untuk membeli produk yang di promosikan tersebut.

Berdasarkan jurnal nasional terdahulu menurut Widiyanto (2017) salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli seperti celebrity endorser. Menurut Sidharta (2014), Celebrity endorser didefinisikan sebagai seorang figure dikenal baik oleh publik dalam memerankan dirinya sebagai konsumen dalam iklan. Selebriti meliputi bintang film maupun bintang televisi, bintang olahraga, penyanyi dan orang-orang tertentu lainnya.

Celebrity endorser dapat mempengaruhi konsumen melakukan pembelian.

Dengan adanya celebrity endorser menjadikan daya pikat konsumen untuk melakukan pembelian. celebrity endorser ini menggunakan publik figur yang memiliki kepopuleran dan di kenal luas oleh masyarakat, sehingga di anggap dapat mempengaruhi minat beli konsumen dan mendongkrak penjualan produk. Strategi ini di percaya mampu memberikan efek yang positif bagi masyarakat.

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina merupakan selebriti Indonesia yang di kenal oleh masyarakat dan menjadi kebanggaan Indonesia. Pemilihan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai celebrity endorser pada produk mie instan Lemonilo karena sosoknya di kenal berprestasi dan dapat menginspirasi. Dan keduanya merupakan publik figur, sehingga ketika keduanya mempromosikan sebuah produk, maka informasi mengenai produk tersebut akan tersampaikan dengan baik. Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mempromosikan produk mie instan Lemonilo melalui channel youtube nya yaitu Rans Entertainment. Rans Entertaiment memiliki banyak subscriber pertanggal 23 Februari 2022 sudah meraih 23,1 juta subscriber. Cara menyampaikan informasi yang dilakukan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina membuat subscriber di akun youtube nya merasa tertarik untuk mencoba produk Mie Instan Lemonilo setelah menonton video mengenai produk Mie Instan Lemonilo akan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yang baik terhadap produk yang didukung. Pada penelitian ini, celebrity endorser Raffi Ahmad dan Nagita Slavina diharapkan dapat membentuk sebuah minat beli pada produk Mie Instan Lemonilo setelah menonton video vlog di Rans Entertainment.

Penelitian ini penting untuk mengetahui pengaruh celebrity endorser bahwa Celebrity Endorser Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengajak masyarakat bergaya hidup sehat dan menggeser stigma mie instan yang tidak sehat, karena Lemonilo terbuat dari bahan-bahan alami yang sehat. Penelitian ini dilakukan di Bandung karena tempatnya yang stategies dan memudahkan mencari responden dengan karakteristik tertentu.

Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara celebrity endorser terhadap minat beli dengan judul

“PENGARUH CELEBRITY ENDORSER RAFFI AHMAD DAN NAGITA SLAVINA DI MEDIA YOUTUBE TERHADAP MINAT BELI PRODUK MIE INSTAN LEMONILO DI BANDUNG”

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan dalam latar belakang penelitian diatas, maka identifikasi masalah dari topik penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana celebrity endorser Raffi Ahmad dan Nagita Slavina pada produk mie instan Lemonilo?

2. Bagaimana minat beli konsumen pada produk mie instan Lemonilo?

3. Apakah terdapat pengaruh celebrity endorser Raffi Ahmad dan Nagita Slavina terhadap minat beli produk mie instan Lemonilo ?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui celebrity endorser Raffi Ahmad dan Nagita Slavina pada produk mie instan Lemonilo

2. Untuk mengetahui minat beli konsumen produk mie instan Lemonilo pada konsumen

3. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Celebrity endorser Raffi Ahmad dan Nagita Slavina terhadap minat beli produk mie instan Lemonilo

1.5 Manfaat Penelitian

Peneliti berharap penelitian ini nantinya dapat memberikan hasil dan manfaat bagi pihak - pihak yang membutuhkannya. Manfaat penelitian ini diantaranya:

1.5.1 Aspek Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi penelitian selanjutnya sebagai sumber, acuan atau referensi dalam melakukan penelitian. Selain itu, penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat di bidang Administrasi Bisnis, khususnya pemahaman mengenai celebrity endorser dan Minat beli.

1.5.2 Aspek Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan informasi untuk Lemonilo khususnya, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan dan mengembangkan kebijakan yang berhubungan dengan celebrity endorser agar mendapat respon yang baik dari konsumennya. Serta untuk mengetahui dimensi celebrity endorser mana yang mempunyai kontribusi paling besar terhadap

pembentukan celebrity endorser. Dan untuk mengetahui pengaruh celebrity endorser terhadap minat beli mie instan Lemonilo. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah sarana bagi peneliti untuk menerapkan teori-teori yang telah dipelajari sebelumnya selama kegiatan belajar-mengajar di Universitas Telkom.

1.6 Sistematika Penulisan

Untuk memberikan gambaran secara garis besar tentang apa yang menjadi isi penulisan penelitian ini, maka akan dijelaskan susunan dan rangkaian masing-masing bab sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini merupakan penjelasan secara umum, ringkas, dan padat yang menggambarkan dengan tepat isi penelitian. Isi bab ini meliputi: Gambaran Umum Objek Penelitian, Latar Belakang Penelitian, Perumusan Masalah, Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan Tugas Akhir.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi teori dari umum sampai ke khusus, disertai penelitian terdahulu dan dilanjutkan dengan kerangka pemikiran penelitian yang diakhiri dengan hipotesis jika diperlukan.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menegaskan pendekatan, metode, dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis temuan yang dapat menjawab masalah penelitian.

Bab ini meliputi uraian tentang: Jenis penelitian, Operasionalisasi variabel, populasi dan sampel, pengumpulan data, Uji validitas dan reliabilitas, serta teknik Analisis Data.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian dan pembahasan diuraikan secara sistematis sesuai dengan perumusan masalah serta tujuan penelitian dan disajikan dalam sub judul tersendiri. Bab ini berisi dua bagian: Bagian Pertama menyajikan hasil penelitian dan Bagian Kedua menyajikan pembahasan atau analisis dari hasil penelitian. Setiap aspek pembahasan hendaknya dimulai dari hasil analisis data, kemudian diinterpretasikan dan selanjutnya diikuti oleh penarikan kesimpulan. Dalam pembahasan sebaiknya dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya atau landasan teoritis yang relevan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian, kemudian menjadi saran yang berkaitan dengan manfaat penelitian.

1.7 Waktu dan Periode Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Bandung. Penelitian ini meneliti Pengaruh Celebrity Endorser Raffi Ahmad dan Nagita Slavina terhadap minat beli produk mie instan Lemonilo. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner melalui media sosial Instagram. Periode pelasanaan penelitian ini berlangsung selama bulan Oktober 2021 sampai bulan Januari 2022.

Tabel 1. 1 Waktu dan Periode Penelitian

No Tahapan Penelitian 2021 2022

Oktober November Desember Januari 1. Pengumpulan data

pendukung penelitian, pengajuan judul, dan masalah yang ingin di angkat

2. Diskusi Latar belakang 3. Revisi latar belakang

dan diskusi bab 1

4. Revisi Bab 1 an Diskusi Bab 2

5. Diskusi Bab 3

6. Revisi Bab 2 dan Bab 3 7. ACC Bab 2 dan 3

BAB II

LANDASAN TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pemasaran

Menurut Shinta (2011) Pemasaran merupakan sebuah manajerial dan proses yang mewujudkan, menyediakan, dan memodifikasi semua kegiatan yang berkaitan produk yang bernilai kepada pihak yang lain, atau dari produsen ke konsumen dan mereka mendapatkan apa yang dibutuhkan dan inginkan.

Menurut Kotler (2006) Pemasaran adalah proses sosial dan manajemen yang melalui individu atau organisasi memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan mewujudkan nilai dan memodifikasi nilai dengan pihak yang lain.

Manajemen Pemasaran Menurut Shinta (2011) Manajemen pemasaran merupakan cara untuk merancang, mengimplementasikan mewujudkan (termasuk mengorganisir, mengarahkan, dan mengkoordinasikan) dan memelihara atau mengendalian kegiatan pemasaran berjalan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

Berdasarkan pengertian di atas, peneliti mendapatkan kesimpulkan bahwa pemasaran adalah proses manajemen untuk mewujudkan, mengimplementasikan dan memodifikasi engan pihak lain agar mecapai tujuan perusahaan.

2.1.2 Bauran Pemasaran

Menurut Shinta (2011) bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran taktis yang dapat diatasi; yang di padukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu:

a) Product

Produk adalah sesuatu yang ditawarkan dalam bentuk produk nyata (berwujud) maupun tidak nyata: jasa (tidak bewujud) sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

b) Place

Place adalah tempat terjadinya transaksi penjualan dan pembelian yang di lakukan oleh penjual dan pembeli untuk melakukan pembelian.

c) Price

Harga adalah nilai yang dinyatakan dalam rupiah, yang di pakai untuk melakukan transaksi sejumlah uang yang harus di bayar konsumen kepada penjual untuk memperoleh barang dan jasa.

d) Promotion

Promosi adalah upaya penjual untuk menawarkan sebuah produk dan jasa dengan tujuan menarik, membujuk calon konsumen untuk membeli.

2.1.3 Komunikasi Pemasaran

Menurut Shinta (2011) komunikasi pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk, dan mengigatkan perusahaan pada produknyaagar bersedia menerima, membeli, dan loyal terhadap produk yang disediakan oleh perusahaan bersangkutan

. 2.1.4 Promosi

Menurut Kotler dan Keller (2016) Promosi adalah serangkaian kegiatan mempengaruhi, memberitahu mengenai informasi tentang kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut dan meyakinkan konsumen untuk melakukan pembelian.

2.1.4.1 Bentuk-Bentuk Promosi

Menurut Shinta (2011) Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, membujuk, dan mengingatkan pelanggan target perusahaan dan marketing mix nya. Tujuan yang lebih rinci adalah sebagai berikut:

1. Formulir pemberitahuan:

a. Menginformasikan pasar tentang keberadaan produk

b. Memperkenalkan cara-cara baru untuk menggunakan produk baru c. Mengkomunikasikan perubahan harga ke pasar

d. Jelaskan cara kerja produk

e. Menginformasikan perusahaan tentang layanan yang diberikan f. Perbaiki kesan yang salah

g. Mengurangi kekhawatiran dan ketakutan pembeli h. Membangun citra perusahaan.

2. Membujuk target pelanggan, yaitu:

a. Membentuk pilihan merek b. Beralih pilihan ke merek tertentu

c. Mengubah persepsi pelanggan tentang atribut produk d. Mendorong pembeli untuk berbelanja di tempat

e. Mendorong pembeli untuk menerima kunjungan staf penjualan.

3. Pengingat, termasuk:

a. Mengingatkan pembeli tentang produk b. Kebutuhan jangka pendek

c. Ingatkan pembeli di mana harus menjual produk perusahaan

d. Bahkan jika tidak ada aktivitas, pembeli dapat mengingatnya mengiklankan e. Pertahankan kesan pertama pembeli produk perusahaan

2.1.4.2 Bentuk-Bentuk Promosi

Menurut Shinta (2011) secara umum, bentuk-bentuk dari promosi itu sama.

Namun, yang membedakan spesifikasi pekerjaannya. Spesifikasi tugas sering disebut paket promosi. Tugas-tugasnya sebagai berikut:

a. Penjualan Pribadi

Penjualan pribadi adalah komunikasi langsung yang dilakukan antara penjual dan pembeli untuk memperkenalkan produknya kepada pelanggan dan memberikan informasi kepada pelaggan agar mereka mencoba untuk membeli. Penjualan tatap muka ini terbilang efektif karena penjual dan pembeli langsung melakukan komunikasinya dan dapat menanamkan pilihan kepada pelanggan.

b. Periklanan

Periklanan yaitu mencakup semua aktivitas yang melibatkan tampilan informasi non-pribadi atau visual, dan dibiayai untuk produk, layanan atau ide.

c. Publisitas

Publisitas merupakan pemanfaatan nilai yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang berkaitan.

d. Promosi Penjualan

Promosi penjuala di rancang untuk menghasilkan gerakan langsung dan spesifik.

Tujuan dari promosi penjualan salah satunya yaitu mempengaruhi pelanggan untuk mencoba produk tersebut.

e. Direct Marketing

Penjualan langsung adalah sistem pemasaran yang ineraktif, artinya menggunakan beberapa media iklan untuk memperoleh tanggapan/ respon yang terukur.

2.1.5 Media Sosial

Menurut Kotler dan Keller (2016) dalam (Nuriyanna, 2019) Media sosial adalah media atau tempat bagi konsumen untuk menyampaikan informasi kepada konsumen dalam bentuk teks, gambar, audio, dan video.

2.1.6 Video Blogging

Menurut (Knowledge, 2010) Menutut istilah wikipedia, video blog biasanya disingkat vlog atau vlogging yaitu suatu bentuk blog yang menggunakan dan menayangkan video sebagai medianya. Konten yang diposting berupa rekaman video.

2.1.7 Youtube

Menurut (Kindarto, 2008) Youtube ialah suatu portal web yang sediakan video sharing. User yang sudah mendaftar dapat mengupload video miliknya ke server youtube supaya bisa dilihat oleh khalayak internet diseluruh dunia.

2.1.8 Celebrity endorser

Celebrity endorser didefinisikan sebagai seorang figure dikenal baik oleh publik dalam memerankan dirinya sebagai konsumen dalam iklan. Selebriti meliputi bintang film maupun bintang televisi, bintang olahraga, penyanyi dan orang-orang tertentu lainnya (Sidharta, 2014).

Definisi selebriti menurut Shimp dalam Kertamukti (2015) adalah tokoh (aktor, penghibur, atau atlet) yang dikenal karena prestasinya di dalam bidang-bidang yang berbeda dari golongan produk yang didukung. Menurut Kertamukti (2015) selebriti yang digunakan untuk mempromosikan suatu produk, memiliki fungsi untuk testimonial, endorser, actor, dan spokerperson. Endorser adalah narasumber yang digunakan dalam iklan.

Berdasarkan pengertian di atas, peneliti mendapatkan kesimpulkan bahwa celebrity endorser adalah orang yang dikenal oleh masyarakat karena prestasinya, dan ddikenal dapat mempromosikan produk sehingga tujuannya masyarakat dapat terpengaruh oleh celebrity tersebut.

Celebrity endorser memiliki beberapa indikator untuk studi teoretis ini. Hal ini mengacu pada teori Rossiter (Kertamukti, 2015: 70) dalam (Odyan, 2019) dan alih-alih menggunakan untuk menilai selebriti dalam iklan menggunakan model VisCAP:

1. Visibility

Visibilitas memiliki sisi mengetahui popularitas selebriti. Frekuensi tampil di depan penonton (appearance) itu menarik perhatian publik karena berdampak besar bagi masyarakat maka dapat ditentukan dengan berapa banyak penggemar yang celebrity endorser miliki (popularity).

2. Credibility

Selebriti lebih banyak berkaitan dengan dua hal, yaitu keahlian yang harus dilakukan dengan pengetahuan selebriti. Yang kedua adalah objektivitas yang menjelaskan detail kemampuan kemampuan selebriti untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan untuk konsumen produk. Selebriti dengan keterampilan luar biasa sudah dipercaya kredibilitasnya akan mewakili merek yang diiklankan.

a) Expertiese, yaitu tingkatan keahlian yang dimiliki selebriti dalam bidangnya b) Objectivity, yaitu persepsi konsumen mengenai reputasi selebriti

c) Trustworthiness, yaitu kemauan presenter untuk membuat pernyataan yang jujur.

3. Attraction

Penerimaan suatu pesan tergantung pada daya tarik endorser. Endorser akan berhasil mengubah pemikiran dan perilaku konsumen melalui mekanisme daya tarik. Daya tarik yang dimiliki endorser memiliki atribut sebagai berikut:

a) Physical Likability merupaka persepsi khalayak berkenaan penampilan fisik endorser yang dianggap menarik.

b) Non-physical Likability merupakan persepsi khalayak berkenaan dengan penampilan non-fisik atau kepribadian endorser.

c) Simmilarity merupakan persepsi khalayak mengenai kesamaan dengan selebriti.

c) Simmilarity merupakan persepsi khalayak mengenai kesamaan dengan selebriti.

Dokumen terkait