• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Visi Dan Misi Perusahaan

a. Melakukan kegiatan yang tebaik dengan memprioritaskan pelayanan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menunjang perekonomian masyarakat.

b. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringnga kerja yang tersebar luas dan didukung sumber daya manusia (SDM) yang profesional dengan melakukan praktek tata kelola perusahaan yang baik.

c. Memberikan keuntugan dan manfaat seoptimal mungkin kepada berbagai pihak yang berkepentingan.

2. Misi

a. Menunjang program pembangunan ekonomi asional, melalui penyediaan jasa perbankan yang bermutu tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat dengan melakukan kegiatan perbankan dalam pengertian yang seluas-luasnya sepanjang tidak bertentangan dengan Perundang- Undangan dan peraturan yang berlaku dan tidak berdampak merugikan Negara dan masyarakat.

b. Melakkan kegiatan perbankan yang terbaik dengan megutamakan pelayanan pada usaha mikro kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

c. Memberikan perhatian khusus kepada penyedia jasa-jasa perbankan di sektor retail banking, baik secara langsung kepada nasabah perorangan maupun tidak langsung melalui Koperasi atau Lembaga Swadaya

Masyarakat (LSM), serta memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap lembaga-lembaga keuangan desa (BKD) sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh pemerintah.

d. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang professional dengan melaksanakan praktek Good Corporate Governance.

e. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

C. Struktur Organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Enrekang.

Organisasi merupakan suatu kerangka kerja yang mencakup adanya pembagian kegiatan kedalam bagian-bagian kerja, sehingga dapat terjalin suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Struktur Organisasi pada PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Enrekang adalah sebagai berikut :

44

PEMIMPIN CABANG

MANEJER PEMASARAN MANAJER OPERASIONAL MANEJER BISNIS MIKRO

AO KOMERSIAL

D. Pembagian Tugas dan Fungsi Perusahaan

Adapun fungsi dan tanggung jawab serta wewenang dari masing-masing bagian dalam struktur organisasi BRI tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pimpinan Kantor Cabang

a. Menciptakan dan menjamin kelancaran operasional di kantor cabang induk serta melakukan pembinaan secara aktif dalam meningkatkan kemampuan pegawai dalam peningkatan kualitas setiap fungsi marketing, operasional dan support.

b. Menciptakan dan memelihara kelancaran pelayanan operasional diCabang dan Kantor Cabang Pembantu(Kancapem)

c. Menjamin bahwa seluruh transaksi yang disetujui atau disahkan telah sesuai dengan kewenangannya.

d. Menjamin ketetapan dan kebenaran pembukuan dan laporan.

e. Mengembangkan bisnis pengkreditan dikanca guna memperoleh keuntungan atau penghasilan yang optimal dengan risiko yang dapat diterima dan tetap mempertahankan kualitan fortofolio yang sehat.

2. Manajer Pemasaran

a. Mengidentifikasi potensi ekonomi di unit kerjanya.

b. Menyusun RPT yang menjadi tanggungjawabnya sesuai RKA, PS dan KND Kanca.

46

c. Menetapkan proses kredit sesuai dengan KUP BRI dan PPK Retail yang telah ditetapkan terhadap account yang termasuk portofolionya untuk mencapai target Kanca.

d. Memonitor AO melengkapi dokumen-dokumen kredit yang tertunda sesuai PPND.

e. Melakukan pembinaan (termasuk penilaian kinerja) kepada pegawai yang menjadi bawahannya

3. Manajer Operasional.

a. Memastikan bahwa tidak terjadi transaksi dalam kurun waktu setelah close system sampai dengan awal hari.

b. Memastikan bahwa semua pegawai dibawahnya telah siap di tempatnya masing-masing dan melaksanakan tugasnya.

c. Mengesahkan dan menandatangani bukti kas atau transaksi tunai, kliring dan pemindahbukuan yang ada dalam batas kewenangannya.

d. Mengesahkan data statis dan mengaktifkan rekening pinjaman.

e. Melakukan konfirmasi atas transfer masuk yang invalid ke Kanca lain sesuai ketentuannya.

4. Manajer Bisnis Mikro,

Mempersiapkan, mengusulkan, melakukan negosiasi, merevisi rencana kerja dan anggaran (RKA) dalam Rangka mencapai target bisnis yang telah ditetapkan.

5. Account Officer Komersial.

Melakukan perencanaan bisnis dan pemasaran produk kegiatan bidang financial intermediary serta melaksanakan langkah-langkah penyelamatan terhadap transaksi financial intermediary.

6. Account Officer Konsumer

a. Memeriksa kelengkapan dan meminta nasabah melengkapi persyaratan kredit.

b. Melaksanakan judgement secara mandiri sesuai dengan wewenang yang diberikan oleh pemimpin cabang.

c. Melakukan negosiasi dengan debitur dalam rangka pemberian, penyelesaian dan penyelamatan kredit.

7. Account Office Program

a. Menginvestaskan calon nasabah yang akan dilayani

b. Memprakarsai dan merekomendasi permohonan kredit sesuai dengan kewenangannya

c. Melakukan koordinasi dengan masyarakat atau instansi terkait.

8. ADK Komersial

a. Memelihara, mengerjakan registrasi dan dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya.

b. Mengentry dan memelihara kerjaan berkas atau pinjaman.

9. ADK Logistik

a. Menyiapkan nota pembukuan dan mengentry setiap ransaksi keuangan yang terkait dengan logistic seyelah memperoleh persetujuan atasannya.

48

b. Memelihara kerjakan register logistik 10. Sekretariat.

a. Mengagenda surat-surat keluar dan surat-surat masuk dengan tertib dengan ketentuan yang berlaku.

b. Mengatur lalu lintas pembicaraan melalui telepon.

c. Mengatur agenda kerja Pinca Induk.

d. Mendistribusikan semua surat-surat yang masuk kapada pejabat-pejabat yang berwenang di Kanca Induk.

e. Melayani tamu-tamu yang akan bertemu dengan Pinca Induk.

11. Administrasi

a. Bertindak sebagai maker atas transaksi pemindah bukuan dana dan jasa bank (termasuk devisa).

b. Memberikan unit saldo kepada yang berwenang.

12. Arsip

a. Meminta data untuk informasi yang diperlukan untuk pembuatan laporan keuangan kepada semua fungsi atau sub fungsi yang ada di kantor cabang, cabang pembantu, dan unit kerja di bawahnya.

b. Memelihara kerjakan atau menyimpan arsip kntor cabang.

13. Pelayanan Nasabah.

a. Memberikan unit saldo simpanan maupun pinjaman bagi nasabah yang memerlukan.

b. Bertindak sebagai maker atas transaksi pemindahan dana dan jasa bank (termasuk devisa) serta menandatangani print-out data statis sebagai maker.

14. Teller

a. Melaksanakan fungsi Ceker atas transaksi di atas batas wewenangnya.

b. Mengesahkan dalam sistem menandatangani bukti kas atas transaksi pembayaran tunai yang ada dalam batas wewenangnya.

c. Melakukan entry pembukuan dalam sistem.

15. Satpam.

Satpam bertanggung jawab atas keamanan di sekitar kantor bank, mulai dari parkir, kenyamanan pelanggan dan keamanan gedung bank.

50

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Kuantitatif.

1. Analisis Tingkat Suku Bunga Deposito Dan Pengaruhnya Terhadap Cost Of Fund pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang

Enrekang.

Suku bunga deposito adalah harga yang harus dibayar oleh bank akibat menghimpun dana dari masyarakat seperti simpanan deposito dalam bentuk persentase. Deposito merupakan simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.

Besarnya tingkat suku bunga deposito yang ada pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang mengikuti suku bunga Bank Indonesia dan untuk penempatan dana-dana institusional, setiap unit kerja BRI wajib untuk memintakan penetapan suku bunga ke Divisi Treasury Kantor Pusat BRI.

Cost of fund merupakan biaya dana yang harus dikeluarkan oleh bank untuk

setiap rupiah dana yang dihimpunnya dari berbagai sumber sebelum dikurangi dengan likuiditas wajib (reserve requirement). Cost of fund pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang. Cost Of Fund terdiri dari biaya dana, biaya bunga dan biaya operasional. Oleh karena itu Cost Of Fund dalam

50

laporan keuangan BRI masuk dalam kelompok biaya langsung dalam perusahaan jasa karena biaya tersebut dapat ditelusuri secara fisik ke produk atau jasa terentu.

Cost of fund dihitung dengan cara menghitung biaya dana giro, menghitung

biaya dana tabungan, menghitung biaya dana deposito dan menghitung total cost of fund. Namun pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang

Enrekang cost of fund yang menjadi beban bank tidak dihitung oleh bank tersebut karena sudah di breakdown oleh Kantor Pusat.

Tingkat suku bunga deposito sebagai variabel independen (variabel X) berpengaruh terhadap cost of fund sebagai variabel dependen (variabel Y). Setiap kenaikan tingkat suku bunga deposito akan diikuti pula oleh kenaikan cost of fund, dan sebaliknya setiap terjadi penurunan tingkat suku bunga deposito akan diikuti oleh penurunan cost of fund. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 5.1

Tingkat Suku Bunga Deposito Pengaruhnya Terhadap Cost of Fund Pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Enrekang

Tahun 2013-2014 Per Tahun

Tahun Periode Tingkat suku Bunga Deposito (%) COst Of Fund

2013 1 Bln 4,25% Rp 113.353.913

3 Bln 6,00% Rp 130.623.498

6 Bln 6,00% Rp 130.623.498

12 Bln 6,50% Rp 145.668.127

2014 1 Bln 4,25% Rp 113.353.913

52

2 Bln 4,75% Rp 125.275.100

3 Bln 6,00% Rp 130.623.498

6 Bln 6,00% Rp 130.623.498

12 Bln 6,00% Rp 145.668.127

18 Bln 6,25% Rp 235.389.618

24 Bln 6,50% Rp 340.748.074

Sumber : Data Surat Pengantar suku bunga dari kantor pusat dan Laporan Laba Rugi Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang.

Berdasarkan hasil perhitungan mengenai tingkat suku bunga deposito dan hasil perhitungan mengenai cost of fund pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang, maka dapat dianalisis tingkat suku bunga deposito berpengaruh terhadap cost of fund.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menjelaskan mengenai bagaimana tingkat suku bunga deposito (variabel X) berpengaruh terhadap cost of fund (variabel Y) adalah dengan menggunakan perhitungan secara manual berdasarkan data variabel X dan variabel Y yang diperoleh dan analisis statistik sebagai berikut :

C. Analisis Statistik

1. Analisis Regresi Linier Sederhana.

Untuk mempermudah dalam memasukkan data variabel X (tingkat suku bunga deposito) dan variabel Y (cost of fund) ke dalam rumus perhitungan statistik, berikut penulis sajikan tabel perhitungan yaitu sebagai berikut :

Tabel 5.2

Data untuk perhitungan analisis korelasi Variabel X dan Y Thn Periode Tingkat Suku

Bunga deposito(X )

Cost Of

Fund(Y ) X ² Y ² X Y

2013 1 Bln 0,0425 113.353.913 0,00180625 12.890.403.540.743.600 4817541,30 3 Bln 0,06 130.623.498 0,0036 17.062.498.229.756.000 7837409,88 6 Bln 0,06 130.623.498 0,0036 17.062.498.229.756.000 7837409,88 12 Bln 0,065 340.748.074 0,004225 116.109.249.924.709.500 22148624,81 2014 1 Bln 0,0425 113.353.913 0,00180625 12.890.403.540.743.600 4817541,30

2 Bln 0,0475 125.275.100 0.00225625 15.693.850.680.010.000 5950567,25 3 Bln 0,06 130.623.498 0,0036 17.062.498.229.756.000 7837409,88 6 Bln 0,06 130.623.498 0,0036 17.062.498.229.756.000 7837409,88 12 Bln 0,06 130.623.498 0,0036 17.062.498.229.756.000 7837409,88 18 Bln 0,0625 235.389.618 0,00390625 55.408.272.262.185.900 14711851,13 24 Bln 0,065 340.748.074 0,004225 116.109.249.934.709.500 22148624,81

∑ 0,625 1.921.986.182 0,036225 314.413.931.030.882.100 113.781.800

n = 11 ∑Y = 1.921.986.182

∑X = 0,625 ∑ Y = 314.413.931.030.882.100

∑ X = 0,036225 ∑XY = 113.781.800

Bentuk persamaan regresi linear sederhananya adalah :

Sumber : Sugiyono (2010 : 261)

Y = a + bX

54

sBesar a dapat diketahui dengan rumus :

a =

(∑ )(∑ ) (∑ )(∑ )

Sedangkan besar b dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut :

b =

(∑ )(∑ )

Dengan demikian, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

YY

Artinya nilai a dan b tersebut adalah : Y = -149958670,06 + 5714450477,70X

a = -149958670,06 , angka ini mengidentifikasikan bahwa bila tidak terdapat

kenaikan atau penurunan tingkat suku bunga deposito, maka cost of fund adalah -149958670,06 (bila X sama dengan 0)

b = 5714450477,70 , angka ini mengidentifikasikan bahwa variabel tingkat

suku bunga deposito (X) memiliki koefisien regresi Fositif sebesar 5714450477,70.

Berarti jika suku bunga deposito meningkat sebesar 1 unit maka cost of fund akan turun sebesar 5714450477,70.

2. Koefisien Korelasi Pearson.

Bagian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel X (tingkat suku bunga deposito PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang) dan variabel Y (cost of fund PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang) serta untuk mengetahui seberapa erat hubungan tersebut berikut signifikansinya.

a. Menghitung angka “r” atau koefisien korelasi pearson.

Koefisien korelasi yang dinyatakan dengan “r” dari pearson dapat dicari dengan menggunakan persamaan berikut :

56

Uji ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen jika r2=100% berarti variabel independen berpengaruh sempurna terhadap variabel dependen, demikian sebaliknya jika r2=0 berarti variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Adapun rumus untuk mencari koefisien determinasi adalah sebagai berikut:

Sumber : Andi Supangat (2006:350)

Kd = 0.87² X 100%

Kd = 0,7569 X 100%

Kd =75,7%

Dengan demikian, pengaruh suku bunga deposito terhadap cost of fund PT.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang adalah sebesar 75,7% Sedang sisanya yaitu 24,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti oleh penulis seperti kebijakan bank yang melakukan penawaran tingkat

KD = r² x 100%

suku bunga deposito diatas suku bunga Bank Indonesia dan biaya hadiah untuk produk simpanan tabungan.

4. Uji Kesesuaian

a. Koefisien Determinasi 1). Uji T-statistik.

Untuk mencari makna hubungan variabel X terhadap Y maka peneliti melakukan Uji Signifikansi terhadap hasil korelasi pearson tersebut menggunakan statistik uji “t” statistik dengan rumus sebagai berikut:

, √ ( , )² , ,

5,293

=

²

58

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai tingkat suku bunga deposito pengaruhnya terhadap cost of fund pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Enrekang, maka penulis membuat kesimpulan sebagai berikut :

1. Tingkat suku bunga deposito pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.Kantor Cabang Enrekang Pada tahun 2013 dan 2014 setiap periode mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi pada periode 24 bulan yaitu sebesar 6,50%. Hal ini disebabkan karena bank sangat memerlukan dana dalam jumlah besar untuk memenuhi jumlah kredit yang disetujui.

2. Cost Of Fund pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.Kantor Cabang Enrekang setiap periode mengalami kenaikan. Kenaikan Cost Of Fund yang paling besar terjadi pada periode 24 bulan yaitu sebesar Rp

340.748.074. Kenaikan Cost Of Fund tersebut disebabkan karena untuk deposan inti atau utama terjadi penawaran tingkat suku bunga di atas 8%

atau lebih tinggi dari suku bunga yang ditetapkan.

3. Tingkat suku bunga deposito pengaruhnya terhadap cost of fund pada PT.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang hubungannya kuat dan searah. Artinya jika tingkat suku bunga deposito

58

mengalami kenaikan maka cost of fund akan mengalami kenaikan pula.

Sedangkan jika tingkat suku bunga deposito mengalami penurunan maka cost of fund akan mengalami penurunan pula. Tingkat suku bunga deposito

berpengaruh kuat terhadap cost of fund yaitu sebesar 75,7% artinya cost of fund dipengaruhi oleh tingkat suku bunga deposito dan sisanya sebesar

24,3 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diantaranya adalah kebijakan bank yang melakukan penawaran tingkat suku bunga deposito diatas suku bunga Bank Indonesia dan biaya hadiah untuk produk simpanan tabungan.

Oleh karena itu tingkat suku bunga deposito berpengaruh terhadap cost of fund pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang

Enrekang B. Saran

Saran yang dapat masukan dan kritik dari penulis kepada pihak PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang, yaitu :

1. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang sebaiknya melakukan sosialisasi produk-produknya khususnya produk simpanan deposito yang diberikan melalui media dan alat lainnya agar lebih dikenal masyarakat serta pengembangan terhadap produk simpanan deposito yang lebih beragam dan inovatif. Hal ini dilakukan untuk menarik calon nasabah untuk menyimpan dananya dalam bentuk simpanan deposito.

2. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang harus lebih selektif untuk memberikan suku bunga psenawaran kepada nasabah

60

utama atau yang lebih loyal kepada bank tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan penetapan atau pemberian suku bunga nasabah sehingga akan berdampak pada cost of fund yang mejadi beban bank semakin meningkat.

3. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Enrekang disarankan menawarkan tingkat suku bunga deposito yang tinggi agar meningkatkan jumlah nasabah pada tabungan deposito

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah faisal, 2003. Manajemen Perbankan. Malang : UMM.

Andi Supangat, 2006. Statistika Untuk Ekonomi dan Bisnis. Bandung : PUSTAKA.

Boediono, 2002. Ekonomi Moneter. Yogyakarta : BPFE.

Kasmir.2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya edisi revisi.Jakarta :PT.Rajagrafindo Persada.

Kasmir.2005. Dasar-dasar Perbankan. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.

Lukman, Dendawijaya. 2009. Manajemen Perbankan.Edisi Kedua. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Makaryanawati dan Misbachul Ulum. 2008. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Tingkat Likuiditas Perusahaan terhadap Risiko Investasi Saham yang Terdaftar pada Jakarta Islamic Index. Jurnal Ekonomi Bisnis, (Online).Tahun 14, No. 1, Maret 2009, Hal. 49-60.

Muchdasyah. Sinungan, 1999, Manajemen Dana Bank, Edisi 2, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Sawaldjo, Puspopranoto. 2004. Keuangan Perbankan dan Pasar Keuangan (konsep, teori dan realita). Jakarta : Pustaka LP3ES Indonesia.

Selamet, Riyadi. 2006. Banking and Liability Management. Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sugiyono. 2006. Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

2010. Statistika untuk Penelitian edisi 16. Bandung : ALFABETA

Suhardjono, Mudrajad Kuncoro. 2002. Manajemen Perbankan. Edisi Pertama.

Yogyakarta : BPFE

62

Sunariyah, 2004. Pengantar Pengetahuan Pasal Modal. Cetakan Keempat Yogyakarta : UPP AMP YKPN.

Taswan. 2005. Akuntansi Perbankan Transaksi dalam Valuta Rupiah edisi kedua.

Yogyakarta : UPP STIM YKPN.

2008. Akuntansi Perbankan Transaksi dalam Valuta Rupiah edisi ketiga.

Yogyakarta : UPP STIM YKP

2010. Manajemen Perbankan (konsep, tenik dan aplikasi). Edisi II. Yogyakarta : UPP STIM YKPN

Umi, Narimawati. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Teori dan Aplikasi. Bandung : Universitas Komputer Indonesia.

Undang-Undang No. 10 Tahun 1998, Tentang Perbankan.

Veithzal, Rivai. Dkk. 2007. Bank dan Financial Institution Management (conventional dan sharia system). Jakarta : PT Grafindo Persada

http ://www.bri.co.id

RIWAYAT HIDUP

MASRIANI, lahir di Manggugu pada tanggal 30 Desember 1991, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Anak ke 1 dari 5 bersaudara. Pasangan dari SIRANG dan MARLIA. Penulis pertama kali memasuki jenjang pendidikan di bangku SDN 65 Tampo, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang pada tahun 1998 sampai tahun 2004. Setelah itu penulis melanjutkan pendidikan ketingkat menengah pertama di SMP Negeri 1 Anggeraja, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang pada tahun 2004 hingga tahun 2007 dan kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah atas di SMA NEGERI 1 Anggeraja , Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang hingga tahun 2010. Kemudian pada tahun yang sama penulis melanjutkan studi kejenjang perguruan tinggi dan diterimah di Universitas Muhammadiyah Makassar Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis.

Dokumen terkait