• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Visi dan Misi PT. Jasa Marga (Persero) Tbk

a) Visi 2017, menjadi perusahaan pengembang dan operator jalan tol termuka di Indonesia.

b) Visi 2022, menjadi salah satu perusahaan termuka di Indonesia. c) Penjelasan dari visi PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Adalah menjadi

perusahaan 2. Misi

a) Mewujudkan Percepatan Pembangunan Jalan Tol. b) Menyediakan Jalan Tol yang Efisien dan Andal. c) Meningkatkan kelancaran Distribusi Barang dan Jasa. 4.2.1 Makna PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Semarang 1. Mengurangi antrian di Gerbang Tol

2. Mempertahankan Kerataan jalan 3. Menekan angka kecelakaan 4.2.2 Nilai-Nilai PT. Jasa Marga

Tata Nilai merupakan nilai-nilai yang telah ada dalam setiap Insan Jasa Marga. Tata nilai ini merupakan perwujudan dari sikap dan perilaku seluruh karyawan Jasa

Marga yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan secara baik dan benar. Tata Nilai tersebut adalah:

JUJUR

Jasa Marga dalam menjalankan kegiatan usahanya selalu JUJUR, adil, transparan dan Bebas dari benturan kepentingan

SIGAP

Jasa Marga SIGAP melayani pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya dengan bertindak peduli dan proaktif serta mengedepankan kehati-hatian

MUMPUNI

Jasa Marga MUMPUNI dalam bekerja atas dasar kompetensi, konsisten dan inovatif.

RESPEK

Jasa Marga RESPEK terhadap pemangku kepentingan dalam bersinergi mencapai prestasi

4.2.3 Budaya Kerja PT. Jasa Marga

Budaya kerja PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Semarang adalah : Semangat

Dalam menjalankan tugas selalu bersemangat untuk berinovasi, melayani pelanggan, pemangku kepentingan, mitra kerja, dan rekanan.

Etika

Dapat membedakan yang baik dan buruk serta mengetahui hak dan kewajiban. Mutu

Dalam melaksanakan tugas selalu memberikan kualitas terbaik. Amanah

Ramah

Berperilaku dan bertutur kata yang baik dan santun. 4.2.4 Prinsip Etika Kerja

Perseroan menyadari bahwa implementasi Good Corporate Governance secara konsisten sebagai budaya Perseroan merupakan salah satu langkah yang dapat meningkatkan nilai dan tumbuh kembangnya bisnis Perseroan secara berkesinambungan. Oleh karena itu perlu adanya penerapan pengelolaan Perseroan secara baik dan benar.

Perseroan telah mempunyai Pedoman Perilaku Perseroan yang disusun untuk melaksanakan pengelolaan perusahaan yang baik dan benar, serta bertujuan untuk membentuk dan mengatur kesesuaian tingkah laku sehingga mencapai penerapan GCG yang konsisten sebagai budaya Perseroan yang memaksimalkan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik sehingga tercapainya Visi dan Misi Perseroan.

Pedoman perilaku Perseroan mengatur kebijakan nilai-nilai etis yang dinyatakan secara eksplisit sebagai suatu standar perilaku yang harus dipedomani oleh seluruh Insan Jasa Marga. Pedoman Perilaku Perseroan mengatur Etika Usaha dan Etika Kerja.

Etika Usaha merupakan sistem nilai atau norma yang dijabarkan dari filosofi pendirian Perseroan dan yang dianut oleh Perseroan sebagai acuan Perseroan serta manajemennya untuk berhubungan dengan lingkungannya, baik internal maupun eksternal (Stakeholder) Perseroan yaitu:

1. Terhadap Insan Jasa Marga.

2. Terhadap Pengguna Jalan Tol dan Pelanggan Lainnya. 3. Terhadap Pemegang Saham.

4. Terhadap Pemasok/Kontraktor. 5. Terhadap Kreditur.

6. Terhadap Mitra Usaha.

8. Terhadap Pemerintah/Regulator. 9. Terhadap Media Massa.

10. Terhadap Anak Perusahaan.

11. Terhadap Masyarakat dan Lingkungan Sekitar.

Sementara itu, Etika Kerja merupakan sistem nilai atau norma yang dianut oleh setiap Pimpinan dan Karyawan dalam melaksanakan tugasnya termasuk etika hubungan antar karyawan Perseroan. Etika Kerja ini mengatur kebijakan perilaku Insan Jasa Marga sebagai berikut:

1. Sebagai Atasan Terhadap Bawahan 2. Sebagai Bawahan Terhadap Atasan 3. Sebagai Rekan Kerja

Selain itu di dalam Pedoman Perilaku tersebut diatur pula komitmen Insan Jasa Marga, dan Perilaku Profesional, Penerapan dan Penegakan Pedoman Perilaku Untuk memastikan bahwa Perseroan terus tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan, maka seluruh proses bisnis Perseroan harus didasarkan pada prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) serta Etika Bisnis yang baik. Untuk itu pada tahun 2011, Perseroan telah membuat dan mensosialisasikan beberapa pedoman sebagai berikut:

a) Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance) b) Pedoman Perilaku (Code of Conduct)

c) Pedoman Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) d) Pedoman Penanganan Gratifikasi

e) Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) 4.2.5 Tujuan Bisnis

1. Pengoprasian Jalan Tol

Mengoprasikan jalan tol yang efisien, aman, dan bermutu tinggi untuk meningkatkan kinerja operasional dan memberikan pelayanan yang ekselen bagi pengguna jalan, masyarakat, dan pemerintah.

2. Pengembangan Bisnis Lain

Meningkatkan pendapatan usaha dengan memanfaatkan Sumber Daya Perusahaan. 4.2.5.1 Struktur Organisasi

Struktur organisasi pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Semarang menggunakan sistem garis yang biasa digunakan pada lembaga atau perusahaan yang sederhana dan kecil. Garis dalam hal ini diartikan sebagai garis atau jalur ke atas dan ke bawah, bukan ke samping. Garis ke atas sebagai jalur pelaporan tanggung jawab, sedangkan garis kebawah sebagai jalur pendelegasian tugas dan wewenang. Jadi fungsi yang dibawah adalah fungsi pertanggung jawaban langsung kepada atasan setingkat lebih tinggi dan seterusnya pada level yang lebih tinggi. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa struktur organisasi bertujuan untuk mengetahui hubungan diantara fungsi – fungsi, bagian-bagian atau posisi serta wewenang dan tanggung jawab disuatu organisasi dan dijadikan tolak ukur untuk menilai bagaimana tanggung jawab dan wewenang tiap bagian.

Berikut adalah struktur organisasi PT Jasa Marga ( Persero ) Tbk. Cabang Semarang yang bisa dilihat di gambar 4.1 di bawah ini.

STRUKTUR ORGANISASI PT JASA MARGA (PERSERO) TBK. KANTOR CABANG TIPE B

Gambar 4.1 Struktur organisasi PT Jasa Marga ( Persero ) Tbk. Kantor Cabang Tipe B Semarang

Sumber : PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Semarang

4.2.5.2 Tugas dan Kewenangan

1. General Manajer Cabang (Branch General Manager) a. Tanggung Jawab

1) Memimpin dan mengarahkan aktivitas bagian keuangan meliputi pengendalian anggaran, akuntansi dan perpajakan.

2) Memimpin dan mengarahkan kegiatan pengelolaan sumber daya manusia, ketatausahaan, kerumahtanggaan, pengadaan barang/jasa serta pengembangan usaha, kemitraan dan bina lingkungan serta pembinaan koperasi karyawan.

3) Memimpin dan mengarahkan kegiatan operasional terkait pelayanan lalu lintas, pelayanan transaksi pengumpul tol dan pelayanan kontruksi.

4) Memimpin dan mengarahkan kegiatan pelayanan pengaturan, keamanan dan ketertiban serta pengendalian lalu lintas di seluruh wilayah operasional jalan tol.

b. Wewenang

1) Menetapkan promosi dan level pelaksana.

2) Menetapkan sanksi atau pemesahan untuk pelaksana apabila ada penyimpangan yang ditmukan.

3) Menetapkan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pengeloaan jalan tol.

4) Menetapkan calon investor, dalam rangka pelaksanaan program pengembangan usaha.

2. Deputy General Manajer Operasi (Deputy General Manager Operation) a. Tanggung Jawab

1) Mengendalikan, mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi operasional pengumpul tol yang meliputi pelayanan transaksi, sarana elektronik dan kelistrikan di gerbang tol.

2) Mengendalikan, mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan manajemen lalu lintas yang meliputi pengaturan, keamanan dan ketertiban lalu lintas di jalan tol serta pengamanan aset perusahaan dan aset negara.

3) Mengendalikan, mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan perencanaan dan persiapan pemeliharaan dan peningkatan bagian-bagian jalan tol beserta sarana penunjangnya meliputi penyusan rancangan dokumen, pengumpulan data, desain, perkiraan waktu dan biaya.

4) Mengendalikan, mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan pelaksanaan pemeliharaandan peningkatan bagian-bagian

jalan tol yang meliputi lansekap, penerangan jalan umum, marka jalan, pagar pengaman jalan, gerbang tol dan bangunan kantor. b. Wewenang

1) Menetapkan usulan program pengelolaan jalan tol, pelayanan lalu lintas, keamanan ketertiban serta pemeliharaan peningakatan bagian-bagian jalan tol beserta sarana penunjangnya.

2) Menetapkan usulan Standard Operating Prosedure (SOP) pelayanan transaksi dan pendistribusian sarana pengumpul tol, pelayanan lalu lintas, keamanan ketertiban serta pemeliharaan dan peningkatan bagian-bagian jalan tol beserta sarana penunjangnya.

3) Menetapkan aktivitas inspeksi rutin dan mendadak bidang operasi. 4) Menetapkan tindakan preventif terhadap penyimpangan pelaksanaan

aktivitas pelayanan transaksi, pelayanan lalu lintas, keamanan ketertiban serta pemeliharaan dan peningkatan bagian – bagian jalan tol beserta sarana penunjangnya.

3. Manajer Manajemen Pengumpulan Tol (Toll Collection Manajement Manager)

a. Tanggung Jawab

1) Mengendalikan, mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi terhadap transaksi pengumpulan tol beserta personilnya.

2) Mengendalikan, mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan pendayagunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana di gardu tol dan long booth, serta sarana prasarana di gerbang tol. 3) Melakukan kegiatan inspeksi secara rutin dan mendadak terhadap

proses transaksi, kehandalan sarana elektronik serta kesiapan kelistrikan di gerbang tol.

4) Mengendalikan, mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan pengumpulan dan evaluasi data, serta penyusunan pelaporan aktivitas pelayanan transaksi, pendayagunaan sarana elektronik dan kelistrikan di gerbang tol.

b. Wewenang

1) Menetapkan Standard Operating Prosedure (SOP) pendistribusian sarana operasional pegumpulan tol.

2) Menetapkan Standard Operating Prosedure (SOP) pelayanan transaksi pengumpulan tol.

3) Menetapkan jumlah kebutuhan sarana dan prasarana kerja gardu tol dan long booth, sarana elektronik gerbang tol serta personil.

4) Menetapkan aktifitas inspeksi rutin dan mendadak.

4. Manajer Manajemen Lalu Lintas (Traffic Manajement Manager) a. Tanggung Jawab

1) Mengendalikan, mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan pelayanan dan pengaturan lalu lintas di seluruh wilayah operasional jalan tol.

2) Mengendalikan, mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan penanganan gangguan atau hambatan perjalanan, kecelakaan, penderekan, informasi dan komunikasi termasuk tata laksana pengoperasian kendaraan layanan jalan tol, kendaraan penyelamat.

3) Melakukan kegiatan pengusutan dan pembuktian terhadap karyawan yang diduga melakukan pelanggaran terhadap peraturan perusahaan dengan menggunakan sumber daya yang ada dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku.

4) Melakukan kegiatan inspeksi secara rutin dan mendadak terhadap proses pengaturan, pengamanan dan ketertiban lalu lintas jalan tol. b. Wewenang

1) Menetapkan tindakan alternatif pemecahan masalah gangguan pelayanan dan pengaturan lalu lintas dengan menggunakan sarana dan

prasarana yang dimiliki, bantuan tenaga ahli atau pealatan dari pihak lain.

2) Menetapkan skala prioritas pelaksanaan program pelayanan lalu lintas, sistem yang digunakan dan kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan lalu lintas.

3) Menetapkan tindakan alternatif pemecahan masalah terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

5. Kepala Shift Pelayanan Lalu Lintas (Highway Service Supervisor) a. Tanggung Jawab

1) Melaksanakan kegiatan pembagian tugas dan pengarahan pelaksanaan operasional lalu lintas kepada petugas layanan jalan tol, petugas ambulans, petugas rescue, dengan memperhatikan sistem dan Standard Operating Prosedure (SOP).

2) Melaksanakan kegiatan pemeriksaan kelengkapan saran operasioanal lalu lintas yang siap dipakai, dengan memperhatikan sistem dan Standard Operating Prosedure (SOP).

3) Melaksanakan kegiatan implementasi, pemantauan dan pengendalian kelancaran, serta ketertiban lalu lintas, dengan memperhatikan sistem dan Standard Operating Prosedure (SOP).

4) Melaksanakan kegiatan implementasi, pemantauan dan pengendalian keselamatan lalu lintas meliputi pelayan kepada pengguna jalan yang kendaraannya mogok, kecelakaan atau kondisi darurat lainnya, dengan memperhatikan sistem dan Standard Operating Prosedure (SOP).

b. Wewenang

1) Menetapkan kewajiban ganti rugi kerusahan saran dan prasarana jalan tol yang diakibatkan oleh pengguna jalan tol.

2) Mengamankan dan menindak pengguna jalan tol yang mealakukan tindakan asusila, pencurian rambu, pelanggaran tertib lalu lintas dan

gangguan lain terhadap aset perusahaan sesuia dengan Standard Operating Prosedure (SOP).

3) Menetapkan layak atau tidaknya kendaraan dan perlengkapannya untuk dioperasikan setelah melakukan serah terima tugas.

4) Mengatur jadwal beat sesuai situasi dan kondisi di lapangan dengan mengacu pada pedoman keadaan darurat di tiap cabang terkait.

6. Manajer Administrasi Pemeliharaan (Maintenance Administration Manager) a. Tanggung Jawab

1) Merencanakan, mengarahkan, mengendalikan dan mengevaluasi inspeksi secara rutin, meliputi pengumpul, evaluasi dan pengolahan data kondisi bagian-bagian jalan tol beserta sarana penunjangnya. 2) Mengkoordinir, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan

penyusunan rancangan dokumen pengadaan untuk pemeliharaan dan peningkatan bagian tol.

3) Mengkoordinir, memantau dan mengevaluasi kegiatan proses pengadaan untuk pemeliharaan dan peningkatan bagian jalan tol yang dilakukan oleh panitia ad-hoc.

4) Mengkoordinir, memantau dan mengevaluasi kegiatan proses adminintrasi dan progres kerja dari mintra kerja yang ditunjuk. b. Wewenang

1) Menetapkan usulan program kerja dan anggaran, pemeliharaan dan peningkatan bagian-bagian jalan tol beserta sarana penunjangnya. 2) Menetapkan usulan rancangan dokumen desain, perkiraan waktu dan

biaya pemeliharaan dan peningkatan bagia-bagian jalan tol beserta penunjangnya.

3) Menolak atau menyetujui laporan hasil pelaksanaan pemeliharaan dan peningkatan bagian-bagian jalan tol beserta sarana penjangnya.

7. Manajer Pelaksanaan Pemeliharaan (Maintenance Execution Manager) a. Tanggung Jawab

1) Melaksanakan kegiatan penyusunan Standard Operating Prosedure (SOP) pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pemeliharaan dan peningkatan bagian-bagian jala tol beserta sarana penunjangnya. 2) Melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan

pemeliharaan dan peningkatan bagian-bagian jalan tol beserta sarana penunjangnya.

3) Melaksanakan kegiatan evaluasi terhadap hasil pengawasan pemeliharaan dan peningkatan bagian-bagian jalan tol beserta sarana penunjangnya.

4) Melaksanakan kegiatan pemantauan terhadap pelaksanaan pekerjaan meliputi hasil kemajuan pekerjaan di lapangan.

b. Wewenang

1) Menetapkan Standard Operating Prosedure (SOP) pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pemeliharaan dan peningkatan bagian-bagian jalan tol beserta sarana penunjangnya.

2) Menetapkan hasil evaluasi atas pengawasan pemeliharaan dan peningkatan bagian-bagian jalan tol beserta sarana penunjangan. 3) Menyetujui atau menolak sebagian atau seluruh laporan yang

disampaikan oleh kontraktor atau konsultan supervisi.

4) Menetapkan laporan secara berkala terhadap aktivitas pemeliharaan dan peningkatan bagian-bagian jalan tol beserta sarana menunjangan.

8. Kepala Gerbang Tol (Head of Toll Gate) a. Tanggung Jawab

1) Melaksanakan kegiatan pengaturan, pengawasan dan pengendalian aktivitas pelayanan transaksi.

2) Melaksanakan kegiatan evaluasi dan pelaporan hasil pendapatan tol pada setiap shift, dengan memperhatikan jumlah lalu lintas, tiket, tarif tol dan golongan kendaraan pada setiap gardu tol.

3) Melaksanakan kegiatan pengamanan dan penyetoran semua hasil pendapatan tol kepada bank yang telah ditunjuk perusahaan.

4) Melaksanakan kegiatan pengaturan dan penyusunan jadwal tugas bagi kepala shift pengumpul tol, petugas pengumpul tol, tata usaha gerbang tol dan pelaksankan operasional lainnya digerbang tol.

b. Wewenang

1) Menetapkan jadwal tugas kepala shift pengumpul tol, petugas pengumpul tol, staf gerbang dan pelaksana operasional lainnya digerbang tol.

2) Menetapkan alternatif pengamanan dan penerbitan lalu lintas di gerbang tol.

3) Menentukan pembukaan dan penutupan gardu operasi.

4) Menetapkan persetujuan usulan sanksi terhadap laporan hasil pengumpul tol dari petugas pengumpul tol.

9. Kepala Shift Pengumpul Tol (Toll Collecting Supervisor) a. Tanggung Jawab

1) Melaksanakan kegiatan pengaturan dan pengawasan terhadap pelakasanaan pelayanan transaksi digerbang tol selama shift tugasnya.

2) Melaksanakan kegiatan pemeriksaan kondisi peralatan tol dan sarana operasional pengumpul tol lainnya sebelum di operasikan. 3) Melaksanakan kegiatan pendistribusian sarana operasional

pengumpul tol digerbang tol, meliputi kartu tol, kotak uang, uang kembalian dan roll paper.

4) Melakasanakan kegiatan pengaturan dan penyimpanan barang-barang milik pengumpul tol yang tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan tugas.

b. Wewenang

1) Menetapkan kelayakan peralatan tol digardu tol, peralatan perlengkapan transaksi, perlengkapan kerja pengumpul tol da perlengkapan gardu.

2) Mengatur dan menetapkan penempatan pengumpul tol berdasarkan jadwal tugas yang telah ditetapkan oleh kepala gerbang tol.

3) Mengatur pengoperasian gardu yang layak operasi sesuai dengan kondisi lalu lintas.

4) Menetapkan adanya selisih minus atau plus berdasarkan hasil pemeriksaan kesesuain antara SPT dengan data hasil transaksi.

10. Deputy General Manajer Sumber Daya Manusia dan Umum (Deputy General Manager Human Resources and General Affair)

a. Tanggung Jawab

1) Merencanakan dan mengendalikan kegiatan pembinaan kerohanian, sesuai budaya dan olahraga dilingkungan kantor cabang, dengan menggunakan sumber daya yang ada.

2) Merencanakan dan mengendalikan kegiatan kesekretariatan meliputi kerumahtanggaan, tata persuratan, pemeliharaan sarana dan prasarana kerja, perijinan, pengaturan dan penyediaan kendaraan pool, adminstrasi kehumasan serta penataan kebersihan dan keindahan lingkungan kerja dan rumah dinas.

3) Merencanakan dan mengendalikan kegiatan pengujian kelengkapan dan keabsahan bukti pendukung serta pembuatan permohonna pembayaran atas tagihan pengadaan barang dan jasa.

4) Merencanakan dan mengendalikan administrasi pesanan pengadaan barang atau jasa.

b. Wewenang

1) Menetapkan usulan program kerja dan anggaran belanja karyawan, pelayanan umum, logistik serta pengembangan usaha, kemitraan dan bina lingkungan.

2) Menetapkan jadwal kegiatan keroghanian, sosial budaya dan olahraga dalam rangka kelancaran pelaksanaan program.

3) Menolak tagihan pengadaan barang atau jasa yang tidak memenuhi persyaratan, dalam rangka tertib administrasi proses pembayaran. 4) Menetapkan hasil pengujian kelengkapan dan keabsahan bukti

pendukung transaksi keuangan dalam rangka kelancaran proses pembayaran tagihan.

11. Manajer Sumber Daya Manusia dan Sekretariatan (Human Resource and Adminstration Manager)

a. Tanggung Jawab

1) Melakukan kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia meliputi perencanaan kebutuhan dan perekrutan karyawan, hubungan kerja serta mutasi dan penempatan karyawan.

2) Melakukan kegiatan pengumpulan, evaluasi, pemuktahiran, pelaporan dan penyimpanan data karyawan.

3) Melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan, analisa kebutuhan, jumlah dan sumber peserta, pemantauan pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan.

4) Menfasilitasi, mengkoordinir dan monitoring kegiatan pengendalian mutu terpadu, yang meliputi kelompok perbaikan mutu (KPN) dan PP (perbaikan praktis).

b. Wewenang

1) Menetapkan usulan jadwal kegiatan program kerohanian, sosial budaya dan olah raga.

2) Menetapkan usulan jadwal persidangan pelanggaran disiplin karyawan.

3) Menetapkan usulan jadwal kegiatan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan karyawan.

12. Manajer Logistik (Logistic Manager ) a. Tanggung Jawab

1) Melaksanakan kegiatan pengarsipan dan pemeliharaan dokumen lelang, dokumen kontark, peraturan dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan pengadaan barang.

2) Melaksanakan kegiatan administrasi pengadaan barang, meliputi penerimaan, pendataan, penyimpanan dan pendistribusian barang. 3) Melaksanakan kegiatan perencanaan, evaluasi dan pelaksanaan

pengadaan barang meliputi jumlah kebutuhan, spesifikasi, harga, reakanan, jadwal, cara pengadaan, dokumen pengadaan dan dokumen kontrak.

4) Melaksanakan kegiatan inventarisasi, asuransi, pelaporan dan penghapusan barang atau bangunan atau tanah milik perusahaan dan aset milik negara.

b. Wewenang

1) Menetapkan jadwal kegiatan pengadaan barang. 2) Penetapkan usulan penghapusan barang.

3) Menetapkan usulan daftar rekanan sesuai dengan bidang kualifikasinya.

4) Mengadakan bareang, menetapkan usulan metode pengadministrasian pengadaan barang atau jasa.

13. Manajer Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (Community Development Program Manager)

a. Tanggung Jawab

1) Melakukan kegiatan pengumpulan data, inventarisasi dan evaluasi aset tetap.

2) Melakukan kegiatan persiapan pengembangan usaha lain, promosi, kerjasama dengan investor.

3) Melakukan kegiatan analisa teknis, eonomis, finansial atas proposal yang telah diajukan investor.

4) Melakukan kegiatan penyusunan laporan hasil analisa dan negosiasi dengan investor, untuk dimimntakan persetujuan kepada pejabat yang berwenang.

b. Wewenang

1) Menetapkan usulan pemanfaatan lahan atau aset.

2) Menetapka usulan calon investordan baton mitra binaan.

3) Menetapkan program pembinaan dan pengembangan usaha kecil dan koperasi.

4) Menetapkan alternatif pemecahan terhadap tunggakan macet mitra binaan.

14. Deputy General Manajer Keuangan (Deputy General Manager Finance) a. Tanggung Jawab

1) Mengarahkan dan mengendalikan kegiatan penyusunan, pemantauan, evalusai rencana kerja dan kebutuhan anggaran serta pendapatan tahunan cabang.

2) Mengarahkan kegiatan pengendalian terhadap pelaksanaan rencana kerja dan anggaran yang telah disetujui direksi.

3) Melaksanakan dan mengendalikan kegiatan perencanaan dan evaluasi penerimaan atau penggunaan dana operasi atau kerja melalui perencanaan kas cabang.

b. Wewenang

1) Menetapkan program kerja dan anggaran bagian keuangan. 2) Menetapkan usulan program kerja dan anggaran cabang. 3) Menetapkan alternatif penggunaan dana operasi atau kerja.

4) Menetapkan cara-cara atau metode pengumpulan dan pengolahan data informasi keuangan dan perpajakan di cabang.

15. Manajer Anggaran (Budgeting Manager) a. Tanggung Jawab

1) Melaksanakan kegiatan penyusunan rencana kerja, anggaran dan pendapatan tahunan cabang.

2) Melaksanakan kegiatan pengadministrasian realisasi rencana kerja dan anggaran tahunan cabang.

3) Melaksanakan kegiatan penyusunan cabang laporan triwulanan, semesteran dan tahunan realisasi rencana kerja dan anggaran cabang. 4) Melaksanakan kegiatan pemberian informasi atas posisi dan realisasi

anggaran kepada masing-masing unit kerja. b. Wewenang

1) Menetapkan kompilasi data rencana kerja dan anggaran periode tahunan atau semesteran atau triwulanan cabang.

2) Menetapkan alokasi program dan biaya yang diajukan unit kerja.

16. Manajer Akuntansi dan Perpajakan (Tax and Accounting Manager) a. Tanggung Jawab

1) Melaksanakan kegiatan pencatatan transaksi keuangan secara terbatas pada rekening sesuai klarifikasi.

2) Melaksanakan kegiatan rekonsiliasi atas pembukuan transaksi keuangan.

3) Melaksanakan kegiatan rekonsiliasi saldo buku bank dengan bank statement.

4) Melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pencatatn utang – piutang dalam buku pembantu.

b. Wewenang

1) Menetapkan perhitungan biaya depresiasi dan amortisasi dalam rangka pengendalian biaya pengelolaan aset tetap.

2) Menetapkan rekonsiliasi saldo buku bank dengan bank statement dalam rangka akunrasi pencatatan saldo keuangan cabang.

3) Menetapkan penyiapan dan pengusulan pembayaran pajak yang harus disetor dalam rangka kepatuhan terhadap perundang-undangan yang berlaku.

4) Menetapkan hasil pengujian keabsahan atas konsekwensi perpajakan dan validasi invoice.

Dokumen terkait