• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4. Pembagian Tugas pada Industri Rendang Erika di Payakumbuh

Pimpinan dari industri rendang Erika bertanggung jawab atas kelangsungan usaha industri rendang, membimbing atau menjelaskan tugas- tugas tenaga kerjanya dan menentukan setiap kebijakan yang akan diambil serta oleh industri rendang dalam menghadapi segala situasi yang dialami serta kegiatan- kegiatan yang dilakukan tenaga kerjanya sehingga tidak menyimpang dari yang telah digariskan.

2. Bagian Administrasi

Bagian ini mempunyai tugas mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan di bidang pembelian, tenaga kerja dan bagian penjualan.

3. Bagian Produksi

Bagian ini mempunyai tugas mengolah dan memasak produk olahan rendang serta membeli bahan baku untuk membuat rendang. Untuk bahan baku pembuatan rendang, industri Erika membeli dari took- took di sekitar kota payakumbuh.

4. Bagian pembungkus dan pergudangan

Bagian ini mempunyai tugas membungkus produk olahan rendang dan memasukkan produk olahan rendang ke dalam kotak sebelum produk rendang dipasarkan.

5. Bagian pemasaran

Bagian ini mempunyai tugas menyalurkan produk rendang ke distributor dan outlet- outlet. Bagian pemasaran tidak bertanggung jawab pada pembelian bahan baku produk.

6. Bagian kebersihan

Bagian ini mempunyai tugas membersihkan area tempat produksi.

B. Analisis Peran Perbankan Syariah dalam Memajukan Industri Halal pada Sektor Makanan Halal

Industri rendang Erika merupakan industri kecil yang bergerak di bidang usaha makanan yaitu produksi produk makanan rendang. Di payakumbuh terdapat 12 industri rendang yang terdaftar pada sentra IKM rendang Kota Payakumbuh. Usaha- usaha tersebut menghasilkan berbagai aneka jenis rendang diantaranya : rendang telur, rendang daging, rendang suir, rendang paru, dan berbagai jenis rendang lainnya.

Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan dengan ibuk Farida Eriani sebagai pemilik industri rendang erika di Payakumbuh bahwasanya dalam menjalankan sebuah usaha tentu mempunyai kelemahan dan kelebihan. Selama menjalankan usaha rendang Erika ini masalah umum yang sering dialami yaitu keterbatasan modal dan SDM-Nya. Sehingga menyebabkan industri rendang ini sulit untuk berkembang.

Namun pada tahun 2016 ibu Farida Eriani mencoba menggunakan jasa Bank syariah dalam membantu permodalan untuk mengembangkan usaha

rendangnya. Alasan ibuk Farida menggunakan jasa perbankan syariah kala itu karena menurut beliau semua transaksi yang dilakukan di bank syariah sesuai dengan syariat Islam yang tidak mengandung unsur Riba didalamnya, prosedur pengurusannya pun tidak rumit dan pelayanan yang diberikan pun baik.

Peran yang dapat dimainkan oleh perbankan syariah yaitu, Pertama, memajukan ekonomi masyarakat dengan cara memberikan modal untuk mengembangkan usahanya. Seperti industri rendang erika ini yang juga mendapatkan pembiayaan dari bank syariah yaitu Bank BNI Syariah di Payakumbuh. Sebelumnya industri rendang erika hanya memasarkan produk makanan rendangnya di sekitaran Payakumbuh saja, hal tersebut terjadi karena kurangnya modal yang dimilki sehingga ia tidak bisa memproduksi lebih banyak makanan rendang dan memasarkannya ke luar daerah.

Namun setelah mendapatkan pembiayaan dari bank syariah secara perlahan rendang erika mulai berkembang, dengan cara meningkatkan produksinya dan menciptakan produk yang lebih bervariasi sehingga jangkauan pemasaran produknya pun lebih luas. Sekarang industri rendang erika tidak hanya memasarkan produk makanan rendangnya di sekitaran Payakumbuh saja tetapi sudah menjangkau luar Payakumbuh seperti daerah Bukittinggi, Batusangkar dan Padang. Selain itu pendapatan yang diperoleh industri rendang erika pun meningkat.

Berikut tabel jumlah pendapatan yang diperoleh oleh rendang Erika sebelum dan setelah mendapatkan pembiayaan dari bank syariah :

Tabel 1.2 2014 Rp. 287.500.000,- Rp. 580.000.000,- 2015 Rp. 580.000.000,- Rp. 642.500.000,- 2016 Rp. 642.500.000,- Rp. 880.000.000,- 2017 Rp. 880.000.000,- Rp. 720.500.000,- 2018 Rp. 720.500.000,- Rp. 1.200.000.000,- 2019 Rp. 1.200.000.000,- Rp. 2.520.000.000,- Sumber : Ibuk Farida Eriyani pemilik industri Rendang Erika

Dari tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pendapatan yang diperoleh oleh industri rendang Erika setelah mendapatkan tambahan modal dari perbankan syariah mengalami peningkatan dari sebelum rendang Erika mendapatkan modal dari bank syariah. Hal demikian membuktikan bahwa peran dari perbankan syariah sangat penting dalam memajukan sektor UMKM salah satunya dalam bentuk pembiayaan yang diberikan karena pada umumnya alasan utama sektor UMKM ini sulit untuk berkembang adalah karena tererbatasan dana yang dimiliki dalam mengembangkan usaha tersebut. Hadirnya perbankan syariah ini memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor Industri halal ini.

Peran dari lembaga perbankan syariah ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena perbankan yang berperan sebagai lembaga intermediasi dana antara bank syariah itu sendiri dengan pelaku UMKM

tersebut. Dengan hal tersebut memungkinkan pelaku UMKM ini mendapatkan bantuan permodalan guna memajukan usahanya yang secara langsung akan menaikan pendapatan ekonomi masyarakat. Sehingga bisa menjadi salah satu langkah untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Selain dalam hal permodalan pelaku UMKM juga lemah dalam hal perencanaan. Dengan melihat kelemahan tersebut perbankan syariah sebagai salah satu lembaga keuangan dapat membantu dengan melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM tersebut dalam mengembangkan usaha mereka.

Berdasarkan hasil wawancara penulis, menurut penulis peran dari lembaga keuangan syariah seperti perbankan syariah ini sangat penting terutama dalam membantu mengembangkan sektor indusri halal ini dengan cara memberikan modal dalam bentuk pembiayaan kepada pelaku industri halal tersebut, karena dengan adanya tambahan modal dari bank syariah sangat membantu masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka dan mampu mengurangi kemiskinan serta membantu menambah pendapatan dan membuka peluang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. Dengan adanya peran dari perbankan syariah ini memberikan dampak yang positif bagi perkembangan sektor rill, khususnya UMKM yang menjadi indikator kemajuan roda perekonomian di Indonesia.

Kedua, peran bank syariah dalam memajukan sektor UMKM ini tidak hanya terbatas pada pembiayaan berbasis syariah yang bebas bunga (riba), perjudian (gharar), ketidakpastian (maysir), tetapi juga pada

seluruh tahapan proses produksi. Yang mana sebelum memberikan pembiayaan kepada calon nasabah bank syariah harus menilai kelayakan usaha dari calon nasabah tersebut mulai dari memastikan proses produksi yang berjalan sesuai dengan standar jaminan halal yaitu menghasilkan produk yang bersertifikasi halal MUI, memastikan produk yang diproduksi tidak tercampur dengan produk non halal, serta mempromosikan gaya hidup halal.

Hasil wawancara dengan Ibuk Farida menyebutkan bahwa industri rendang Erika telah memiliki sertifikasi halal pada setiap produk yang mereka produksi, Sehingga aman untuk di pasarkan dan dikonsumsi.

Dengan demikian lembaga perbankan syariah pun lebih mudah untuk membantu memajukan sektor industri halal ini selain dengan pembiayaan yang diberikan, perbankan syariah juga memiliki peran dalam mengontrol setiap proses produksi dari industri tersebut. Pada industri rendang erika di Payakumbuh, setelah mendapatkan tambahan modal dari perbankan syariah kini produksi usaha makanan rendangnya telah meningkat dari biasanya. Kemudian perbankan syariah juga ikut serta dalam membantu mempromosikan industri makanan rendang tersebut dengan cara mengadakan seminar tentang makanan tradisional rendang ini atau mengadakan festival- festival kuliner di daerah tersebut.

Adanya keberpihakan bank syariah pada sektor UMKM ini terutama industri halal ditunjukkan dengan berbagai startegi pembiayaan oleh masing masing bank syariah secara individu, seperti pembukaan

pusat- pusat pelayanan pembiayaan mikro seperti gerai UMKM atau sentra UMKM. Strategi yang dapat digunakan bank syariah adalah besinergi dengan lembaga keuangan dalam menjangkau basis UMKM di seluruh negri termasuk industri makanan halal ini. Kerjasama antara lembaga tersebut bisa dengan konsep linkage, dimana bank syariah yang lebih besar menyalurkan pembiayaan UMKM nya melalui lembaga keuangan yang syariah yang lebih kecil seperti BPRS dan BMT. Hal ini dilakukan karena jangkauan bank syariah besar belum menjangkau pelosok- pelosok Sentra masyarakat usaha kecil seperti industri rendang di kota payakumbuh ini. Tentunya strategi ini juga harus diperhitungkan dengan cermat, bank syariah sebagai lembaga keuangan yang professional juga harus memperhatikan prinsip kehati- hatian, dengan melakukan studi kelayakan dengan baik kepada sektor UMKM yang akan digarap, sehingga dalam penyaluran pembiayaan khususnya pembiayaan produktif kepada industri rendang ini dapat tepat sasaran dan benar- benar sesuai dengan kebutuhan nyata dari UMKM yang bersangkutan.

Produk pembiayaan yang ada pada bank syariah bervariasi dan memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan UMKM dari sektor finansial. Akad yang digunakan dalam memberikan pembiayaan kepada pelaku UMKM yaitu menggunakan akad Murabahah. Dimana bank syariah memberikan dana sepenuhnya kepada nasabah untuk membeli barang yang ia butuhkan dan nasabah wajib mengembalikan dana yang telah diberikan bank syariah dengan mencicil setiap bulannya sampai

waktu yang telah ditentukan. Jaminan yang berlaku untuk pembiayaan UMKM ini adalah tanah hak milik, bangunan, BPKB. Namun hal pertama yang harus dipertimbangkan oleh pihak bank sebelum memberikan pembiayaan kepada pelaku UMKM adalah kelayakan usaha dari calon nasabah. Jika usaha nasabah layak, sesuai dengan syariat Islam, mempunyai surat izin usaha maka bank akan memberikan pendanaan kepada calon nasabah tersebut.

Pembiayaan UMKM melalui perbankan syariah seharusnya difokuskan untuk UMKM potensial yang mana dalam memberikan pembiayaannya perbankan dengan ketat mempersyaratkan ketentuan 5C, yaitu : Character, capital, collateral, capacity, condition. Sebagian besar pelaku UMKM tersebut belum memenuhi persyaratan kriteria 5C dari perbankan, kelemahan sebagian besar dari calon nasabah pembiayaan tersebut yaitu :

1. Aspek karakter (character) UMKM ditandai dengan belum belum baiknya sistem administrasi dalam usaha, khususnya administrasi keuangan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, ketidakpastian ketersediaan bahan baku, dan peraltan produksi yang sederhana sehingga produktifitasnya rendah.

2. Aspek pemilikan modan (Capital) UMKM ditandai dengan kecilnya tara- rata pemilikan aset, terbatasnya rata- rata pemilikan modal, dan perkembangan dari kedua aspek tersebut

sangat rendah, karena rendahnya tabungan akibat kecilnya laba bersih yang diperoleh.

3. Aspek kepemilikan agunan (Collateral) dimana kemampuan UMKM untuk memberikan agunan rendah, hal ini dikarenakan karena terbatasnya aset berharga dan kurangnya legalitas aset yang dimilki UMKM.

4. Aspek kemampuan membayar (Capacity), UMKM pada umumnya usaha keluarga dan cendrung belum memisahkan anatara administrasi keuangan perusahaan dengan keuangan keluarga. Kondisi ini mempersulit perbankan untuk mengetahui kemampuan membayar UMKM.

5. Kondisi perekonomian (Contition of economy) juga sangat berpengaruh terhadap kehati- hatian perbankan dalam menyalrkan pembiayaannya, khususnya bagi usaha yang mempunyai risiko tinggi.45

Perbankan syariah sebagai lembaga keuangan tidak hanya mengemban misi (tijarah) tetapi juga mengemban misi sosial (tabarru) yang bertujuan mencapai maqasid syariah, memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor UMKM ini.

Bank syariah hendaknya memiliki prioritas dan keberpihakan kepada sektor UMKM yang menjadi bisnis kegiatan umat, bank syariah harus

45Y. Sri Susilo, Peran perbankan dalam pembiayaan UMKM di Provinsi DIY, Jurnal keuangan dan perbankan, Vol.14, No. 3 September 2010, hal. 474-475

mampu secara cermat mengetahui kebutuhan nyata yang ada pada UMKM bersangkutan.

Adapun faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan UMKM disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM yang terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman dalam sektor usaha tertentu serta terbatasnya akses UMKM kepada sumber daya produktif karena adanya keterbatasan akses terutama pemasaran, permodalan, dan teknologi.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

1. Peran dari lembaga perbankan syariah sangat dibutuhkan dalam memajukan sektor UMKM ini terutama pada industri makanan rendang di Payakumbuh. Hal ini karena rendang merupakan salah satu makanan tradisional dari Sumatra barat yang sangat banyak peminatnya sehingga potensi industri rendang ini sangat besar untuk bisa berkembang lebih luas.

2. Masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan industri rendang ini adalah masalah dana yang akan digunakan, sehingga para pelaku industri sangat membutuhkan dana dari lembaga keuangan syariah dalam membantu memajukan usahanya agar tidak bangkrut.

3. Peran yang dimainkan oleh perbankan syariah tidak hanya terbatas kepada masalah pembiayaan yang diberikan saja tetapi juga pada seluruh tahapan proses produksi.

B. SARAN

1. Bank syariah seharusnya lebih focus dalam mengoptimalkan sektor UMKM ini, yaitu dengan memberikan kemudahan kepada para pelaku UMKM dalam mendapatkan pembiayaan.

2. Bank syariah juga harus memberikan pendampingan dan pembinaan usaha secara intensif dan berkelanjutan terutama dalam hal manajemen keuangan, teknik produksi, serta teknologi informasi untuk masuk ke pasar global.

3. Bagi para pelaku Industri makanan halal harus lebih kreatif dalam membuat produk makanan rendang agar mampu menembus pasar internasional.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Alma, Buchari, 2014, Manajemen Bisnis Syariah, Bandung : Alfabeta

Al-Arif, M. Nur Rianto dan Euis Amalia, 2010, Teori Mikroekonomi : Suatu Perbandingan Ekonomi Island an Ekonomi Konvensional, Jakarta : Kencana

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail, Shahih al Bukhari, Juz I. 1422 H. t.tt : Dar al- Tauq al Najah

Al- sa’di, ‘Abd al- Rahman ibn Nashirin, Taysir al- karim al-Rahman

Al-Shabuni , Muhammad ‘Ali, 2016 Shafwah al- tafsir, Bayrut : Dar al- Fikr,tt.th.

Jilid 1

Bungin, Burhan. 2007, Penelitian Kualitatif komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya, Jakarta : Prenada Media Group

Chaudhry, Muhammad Sharif, 2012, Sistem Ekonomi Islam, Jakarta : Prenadamedia Group

Dahlan,et.al , Abdul Aziz. 2006, Ensiklopedi Hukum Islam, Jakarta : Iktiar Baru Van Hoeve

Fatah, Rohadi Abdul. 2010, Analisis Fatwa Keagamaan dalam Fiqih Islam, Jakarta : PT Bumi Aksara

Fuad, M, 2006, Pengantar Bisnis, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Kunajro, 2003, Glosarium Ekonomi, keuangan dan pembangunan, Jakarta : Universitas Indonesia Perss

Nasution, Mustafa Edwin dkk, 2015, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, Jakarta : Kencana

Sarwono, Jonatan, 2006, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Yogyakarta : Graha Ilmu

Shihab, M. Quraish. 2002, Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati

Sumar’in, 2012, Konsep Kelembagaan Bank syariah, Yogyakarta : Graha Ilmu Supranto, J, 2003, Metode Riset Aplikasi Dalam Pemasaran, Jakarta : Rineka

Cipta

Tika, Pabudu, 2006, Metodologi Risrt dan Bisnis, Jakarta : Bumi Aksara

Usman, Rachmadi, 2012, Aspek Hukum Perbankan Syariah di Indonesia, Jakarta : Sinar Grafika

Amah, Nik, 2013, Bank Syariah dan UMKM dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia : suatu kajian literature, Jurnal Akuntansi dan Pendidikan Vol.2 Nomor 1

Destiana, Rina, 2016, Analisis faktor- faktor Internal yang mempengaruhi pembiayaan usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada BankSyariah di Indonesia, Jurnal JKRA Volume 2 Isue 1

Faried, Annisa Ilmi, 2019, Implementasi Model Pengembangan Industri Halal Fashion Di Indones, Jurnal Kajian Ekonomi dan Kajian Publik Vol 4 No.

2

Hesi Eka Putri, Zuwardi Zuwardi, 2019, Orientasi budaya dan religiusitas dalam manajemen kredit serta dampaknya terhadap kinerja sosial bank perkreditan rakyat, Jurnal Benefita, Vol.4 No.1

Herfiani, Vina dan Angky Febriansyah, 2016, Tinjauan atas Proses Penyusunan Laporan Keuangan pada Young Enterpreneur Academy Indonesia Bandung. Jurnal Riset Akuntansi Volume 8, Nomor 2

Kara, Muslimin, 2013, kontribusi pembiayaan perbankan syariah terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, Jurnal Ahkam Vol.XIII,No 2

Mahmud, Amir, 2017, Kajian Hadis Tentang Halal, Haram dan Syubhat, Jurnal Adabiyah Vol 17 Nomor 2

Malik, Nazaruddin dan Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto, 2018, Peran Pembiayan Perbankan Syariah terhadap peningkatan keunggulan kompetitif sektor UMKM, Jurnal kajian dan pengalaman empiris

Rahmayati, 2018, Strategi Perbankan Syariah Sebagai Solusi Pengembangan Halal Industry Di Indonesia. Vol.III,No.2

Sakur, 2011, Supporting Factors of Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) Development : A Cases Study In Surakarta City, Jurnal Spirit Publik Vol. 7, No.2

Sholahuddin, Muhammad, 2013, Peran Perbankan Syariah dalam Penguatan Kapasitas UMKM menuju kemandirian ekonomi nasiona, Procceding Seminar Nasional ISBN : 978-979-636-147-2

Sungkawaningrum, Fatmawati, 2019, Eksplorasi Peran Perbankan Syariah dalam Memajukan Industri Halal di Sektor Makanan Halal, (Wahana Islamika : Jurnal Studi Keislaman Vol.5 No.2

Toriquddin, Moh, 2015, Etika Pemasaran Prespektif al-Quran dan Relevensinya dalam Perbankan Syariah, De Jure, Jurnal Syariah dan Hukum, Vol. 7, No. 2

Turmudi, Muhammad,2017, Produksi dalam perspektif Ekonomi Islam, Islamadina, Vol.XVIII, No 1

Waharini, Faqiyatul Mariya dan Anissa Hakim Purwantini, 2018, Model Pengembangan Industri Halal Food Di Indonesia, Jurnal Muqtasid Vol.9 No.1

Yustati, Herlina dan Disfa Lidian Handayani, 2017, Strategi Perbankan Syariah dalam Menyokong Indonesia Menjadi Trend Setter Industri Halal, Jurnal Baabu Al-Ilmi Ekonomi dan Perbankan Syariah, Vol.2 No.1

Zuwardi, Hardiansyah Padli, 2019, Konsep Produksi menurut Tan Malaka Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam, Jurnal Sosial dan Ilmu Ekonomi, Volume IV, Nomor 02

Zuwardi, 2020, Peran perempuan dalam mewujudkan keluarga sejahtera menurut perspektif ekonomi Islam (Studi kasus perempuan padagang kaki lima di simpang Tugu tigo baleh, kelurahan pakan labuah, kota bukittinggi), Jurnal Humanisma, Vol.4 No. 1

Zuwardi, 2017, Pemikiran ekonomi sosialis Tan Malaka dalam perspektif ekonomi Islam, Jurnal riset ekonomi Islam, Vol.1 No.1

Zuwardi, Hardiansyah Padli, Muhammad Aliman Shahmi, 2019, Analisis pengaruh dana pihak ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Non Performing Financing (NPF) terhadap pembiayaan (Stiudi pada BUS dan UUS di Indonesia periode2014-2018), Jurnal riset ekonomi syariah, Vol.3 No.2

LAMPIRAN Kisi-kisi wawancara

1. Ada berapa jumlah industri rendang yang dibiayai oleh bank syariah di Payakumbuh ?

2. Produk apa saja yang dikeluarkan bank syariah dalam memajukan industri rendang di Payakumbuh ?

3. Bagaimana strategi yang dilakukan oleh bank syariah dalam memajukan industri rendang ?

4. Bagaimana bentuk kontribusi bank syariah dalam memajukan industri rendang di Payakumbuh ?

5. Apa saja kendala yang dihadapi oleh bank syariah dalam memanjukan industri rendang di Payakumbuh ?

6. Bagaimana tata cara pembagian keuntungan antara bank syariah dan ibu sebagai pemilik industri rendang ?

7. Bagaimana peran perbankan syariah dalam memajukan industri rendang di Payakumbuh ?

8. Sudah berapa lama ibu menggunakan jasa bank syariah dalam memanjukan industri rendang ini ?

9. Apa yang menjadi faktor pendorong ibu melakukan pembiayaan ke bank syariah ?

10. Apa saja masalah yang ibu hadapi dalam mengembangkan industri rendang ini ?

11. Bagaimana pendapatan industri rendang Erika sebelum dibiayai oleh bank syariah ?

12. Bagaimana pendapatan industri rendang Erika setelah dibiayai oleh bank syariah ?

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Ainindiah

Nim : 3316.267

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi : S1 Perbankan Syariah

Tempat/ Tgl : Bukik Sikumpa, 07 Maret 1998 Alamat : Jorong Padang

Belimbing, Nagari Bukik Sikumpa, kec. Lareh Sago Halaban, Kab. 50 Kota

Email : [email protected] Orang Tua

Ayah : Adrison Ibu : Irdawati

Alamat : Jorong Padang Belimbing, Nagari Bukik Sikumpa, kec. Lareh Sago Halaban, Kab. 50 Kota

Pendidikan

1. SDN 03 Bukik Sikumpa, Tamat tahun 2007 2. MTsN 04 Kab.50 kota, Tamat tahun 2013 3. MAN 2 Payakumbuh, Tamat tahun 2016

4. Pada tahun 2016 penulis melanjutkan pendidikan ke Institut Agama Islam Negri (IAIN) Bukittinggi, fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program Studi S1 Perbankan Syariah.