Belitung
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung
4.3. Strategi dan Kebijakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB VI. INDIKATOR KINERJA DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN BELITUNG YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
BAB VII. PENUTUP
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN SKPD
2.1 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN BELITUNG
Seiring dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 20 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor PM.20/OT.00/M.PEK/2012 tentang Penyesuaian nomenklatur pada Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung mengalami reorganisasi menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 11 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 20 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah.
Mempedomani hal tersebut maka terdapat perubahan dalam struktur organisasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung seperti yang tertuang dalam bagan berikut :
Bagan 2.1 Struktur Organisasi
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung:
Merujuk kepada Peraturan Bupati Belitung Nomor 35 Tahun 2014 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung, maka uraian tugas pokok dan fungsi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung adalah sebagai berikut :
I. KEPALA DINAS
(1) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan unsur pelaksana otonomi daerah yang dipimpin oleh Kepala Dinas dan berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dinas pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Dalam menyelenggarakan tugasnya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;
KEPALA DINAS SEKRETARIS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAG PERENCANAAN DAN PELAPORAN SUBBAG KEUANGAN SUBBAG KEPEGAWAIAN DAN UMUM BIDANG PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA BIDANG PEMASARAN PARIWISATA BIDANG EKONOMI KREATIF
SEKSI PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA SEKSI PENGEMBANGAN DAYA TARIK
WISATA,KONVENSI,INSENTIF,EVEN ,DAN WISATA MINAT KHUSUS
SEKSI PROMOSI PARIWISATA
SEKSI PENGEMBANGAN PASAR DAN INFORMASI PARIWISATA
SEKSI EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA
SEKSI EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA DESAIN DAN IPTEK
SEKSI PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT PARIWISATA SEKSI PENCITRAAN KERJASAMA DAN FASILITASI SEKSI
UPTD MUSEUM DAN KEBUN BINATANG UPTD TAMAN HIBURAN UPTD DESTINASI TANJUNG KELAYANG
SUB BAGIAN UPTD
b. penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum sesuai lingkup tugasnya;
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan d. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas
dan fungsinya.
(3).Untuk melaksanakan fungsinya, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai kewenangan sebagai berikut:
a. penyusunan Rencana Kerja Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;
b. penginventarisasian dan pendokumentasian di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif daerah;
c. pembinaan dan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah;
d. penetapan kebijakan untuk mendukung pembangunan bidang pariwisata dan ekonomi kreatif;
e. pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif; f. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan
tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
g. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(4). Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung membawahi: a. Sekretaris;
1. Sub Bagian Perencanan dan Pelaporan; 2. Sub Bagian Keuangan;
3. Sub Bagian Kepegawaian dan Umum;
b. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri dari : 1. Seksi Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata;
2. Seksi Pengembangan Daya Tarik Wisata, Konvensi, Insentif, Even, dan Wisata Minat khusus;
3. Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pariwisata; c. Bidang Pemasaran Pariwisata terdiri dari :
1. Seksi Promosi Wisata;
2. Seksi Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata; 3. Seksi Pencitraan.
d. Bidang Ekonomi Kreatif terdiri dari :
1. Seksi Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya
2. Seksi Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek; 3. Seksi Kerja Sama dan Fasilitasi.
e. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD); dan f. Kelompok Jabatan Fungsional.
II. SEKRETARIAT
Sekretariat dipimpin oleh sekretaris yang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pelaporan, urusan keuangan, urusan kepegawaian dan umum.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Sekretariat mempunyai fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan bahan dan pengolahan data dalam rangka
penyusunan program dan pelaporan;
b. penyusunan rencana anggaran, penatausahaan, perbendaharaan dan verifikasi keuangan;
c. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian, urusan rumah tangga, sarana dan prasarana serta perjalanan dinas;
d. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan-tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
e. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Sekretariat terdiri dari:
1. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan
Mempunyai tugas melaksanakan urusan kesekretariatan di bidang perencanaan dan pelaporan.
Untuk melaksanakan tugasnya, Sub bagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai fungsi:
a. pelaksanaan pengumpulan bahan dan pengolahan data dalam rangka penyusunan program dan pelaporan;
b. penyusunan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan;
c. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan d. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
2. Sub Bagian Keuangan
Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana anggaran, penatausahaan, perbendaharaan dan verifikasi keuangan.
Untuk menyelenggarakan tugasnya Sub Bag Keuangan mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan dalam rangka penyusunan rencana anggaran, penatausahaan, perbendaharan dan verifikasi keuangan;
b. penyusunan evaluasi dan laporan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan;
c. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan d. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
3. Sub Bagian Kepegawaian dan Umum
Mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian, urusan rumah tangga, sarana dan prasarana serta perjalanan dinas.
Untuk menyelenggarakan tugasnya Sub Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai fungsi:
a. Pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian, urusan rumah tangga, sarana dan prasarana serta perjalanan dinas;
b. Penyusunan evaluasi dan laporan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan;
c. Pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
d. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
III. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata
Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan destinasi pariwisata.
Untuk menyelenggarakan tugasnya, Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai fungsi:
a. penyusunan rencana kerja tahunan;
b. perencanaan dan pelaksanaan kebijakan di Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata;
c. penyelenggaraan kegiatan di Bidang Pengembangan Destinasi Pariwiswata; d. pelaksanaan koordinasi di Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata;
e. Pembinaan dan bimbingan teknis di Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata; f. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang tugasnya;
g. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu di ambil dalam bidang tugasnya; dan
h. pelaksanaaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri dari :
1. Seksi Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata
Mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pembinaan, bimbingan teknis, dan evaluasi perancangan destinasi, investasi pariwisata dan industri pariwisata.
Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja tahunan;
b. penyiapan perancangan kawasan pengembangan destinasi pariwisata, potensi investasi, industri pariwisata serta pengaturan pengusahaan di bidang sarana dan jasa pariwisata;
c. pelaksanaan kebijakan tentang perancangan destinasi pariwisata, pengembangan zona kreatif, pengembangan investasi dan inovasi destinasi pariwisata serta industri pariwisata;
d. pelaksanaan bimbingan teknis tentang perancangan destinasi pariwisata, pengembangan zona kreatif, pengembangan potensi dan promosi investasi serta pengembangan produk dan pelayanan pariwisata;
e. penyiapan bahan pemberian rekomendasi dan saran teknis kegiatan di bidang sarana pariwisata dan jasa pariwisata;
f. pelaksanaan pendataan kegiatan di bidang pengusahaan industri pariwisata di setiap kecamatan serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan;
g. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
h. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
2. Seksi Pengembangan Daya Tarik Wisata, Konvensi, Insentif, Even dan Wisata Minat Khusus
Mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan mengevaluasi tentang Obyek dan Daya Tarik Wisata, Konvensi, Insentif, Event dan Wisata Minat Khusus.
Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Pengembangan Daya Tarik Wisata, Konvensi, Insentif, Event dan Wisata Minat Khusus mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja tahunan;
b. penyiapan bahan perencanaan pengembangan daya tarik wisata berupa kegiatan atraksi wisata, wisata budaya, wisata kuliner, wisata belanja, rekreasi dan hiburan serta konvensi, insentif, even dan wisata minat khusus;
c. pelaksanaan kebijakan tentang pengembangan wisata alam dan budaya, wisata kuliner, wisata belanja, rekreasi dan hiburan, serta wisata konvensi, insentif, even dan wisata minat khusus;
d. pelaksanaan inventarisasi dan pendokumentasian daya tarik wisata, konvensi, intensif, even dan wisata minat khusus;
e. pengembangan dan inovasi daya tarik wisata, konvensi, intensif, even dan wisata minat khusus;
f. penyiapan sarana dan prasarana daya tarik wisata, konvensi, insentif, even, dan wisata minat khusus;
g. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi daya tarik wisata, konvensi, insentif, even dan wisata minat khusus;
h. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
3. Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pariwisata
Mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pembinaan, bimbingan teknis dan evaluasi pemberdayaan masyarakat pariwisata.
Untuk melaksanakan tugasnya Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pariwisata mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja tahunan;
b. pelaksanaan kebijakan tentang pemberdayaan masyarakat pariwisata;
c. peningkatan kapasitas masyarakat, kemitraan dan kelembagaan masyarakat; d. pelaksanaan inventarisasi dan dokumentasi pemberdayaan masyarakat
pariwisata;
e. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi tentang pemberdayaan masyarakat pariwisata;
f. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
g. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
IV. Bidang Pemasaran Pariwisata
Bidang Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan bidang pemasaran pariwisata.
Untuk melaksanakan tugasnya Bidang Pemasaran Pariwisata mempunyai fungsi: a. penyusunan rencana kerja tahunan;
b. pelaksanaan kebijakan bidang pemasaran, bimbingan wisata dan pengembangan kemitraan pariwisata;
c. penghimpunan dan pengolahan data dalam rangka perencanaan teknis bidang pemasaran pariwisata;
d. pelayanan informasi bidang pemasaran pariwisata;
e. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis pemasaran wisata dan pengembangan kemitraan pariwisata;
f. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pemasaran pariwisata daerah;
g. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
h. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Bidang Pemasaran Pariwisata terdiri dari: 1. Seksi Promosi Wisata
Seksi Promosi Wisata mempunyai tugas menyiapkan bahan kebijakan, rencana kegiatan dan evaluasi promosi pariwisata.
a. penyiapan bahan Penyusunan rencana kerja tahunan;
b. penyiapan bahan penyelenggaraan dan mengikuti kegiatan promosi pariwisata berupa pameran/expo skala kabupaten, nasional dan internasional;
c. penyediaan bahan-bahan promosi pariwisata;
d. penyiapan bahan penyelenggaraan bimbingan teknis strategi promosii pariwisata;
e. penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dalam rangka fasilitasi kegiatan promosi pariwisata;
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan promosi pariwisata; g. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah
dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan h. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
2. Seksi Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata
Seksi Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata mempunyai tugas menyiapkan bahan kebijakan, bimbingan teknis dan evaluasi pengembangan pasar dan informasi pariwisata.
Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja tahunan; b. pelaksanaan penelaahan potensi pasar pariwisata; c. pengoptimalisasian informasi pariwisata;
d. pengumpulan bahan-bahan dalam rangka pengembangan sistem informasi pariwisata dalam berbagai bentuk sarana informasi;
e. penyiapan bahan koordinasi lintas sektoral dalam rangka analisis pengembangan pasar dan informasi pariwisata;
f. penyiapan bahan pembinaan dan pengembangan pasar serta informasi pariwisata;
g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pengembangan pasar dan informasi pariwisata;
h. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
i. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
3. Seksi Pencitraan
Seksi Pencitraan mempunyai tugas penyiapan bahan kebijakan, rencana kegiatan dan evaluasi pencitraan.
Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Pencitraan mempunyai fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja tahunan;
b. penyiapan bahan kebijakan mengenai strategi pencitraan pariwisata; c. pelaksanaan publikasi terhadap kegiatan-kegiatan pariwisata;
d. pelaksanaan penerapan kerja sama dan kemitraan pemasaran dan pencitraan pariwisata daerah;
e. pelaksanaan penetapan dan penerapan branding dan tagline pariwisata daerah;
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang tugasnya;
g. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
h. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
V. Bidang Ekonomi Kreatif
Bidang Ekonomi Kreatif mempunyai tugas merumuskan, melaksanakan kebijakan dan pengembangan ekonomi kreatif yang dapat menciptakan nilai tambah untuk penguatan kualitas kepariwisataan serta meningkatkan apresiasi terhadap pelaku dan karya kreatif.
Untuk melaksanakan tugasnya, Bidang Ekonomi Kreatif mempunyai fungsi : a. penyusunan rencana kerja tahunan;
b. penyusunan kebijakan terkait proses kreasi, produksi, distribusi ataupun komersialisasi produk/karya kreatif;
c. pengembangan dan penelitian ekonomi kreatif sehingga tercipta jejaring kreatif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas karya kreatif yang sudah ada serta mendorong penciptaan karya kreatif baru;
d. pembinaan, perlindungan, pemberian penghargaan terhadap pelaku dan karya kreatif skala Kabupaten;
e. penyiapan bahan pemberian rekomendasi dan izin pelaksanaan even-even kreatif berbasis seni dan budaya serta media, desain dan iptek;
f. fasilitasi dan kerja sama industri kreatif melalui forum, gathering, festival, diskusi,
talkshow, coaching kreasi dan produksi atau kegiatan lainnya;
g. peningkatan apresiasi dan kebanggaan masyarakat terhadap karya-karya kreatif skala Kabupaten dan Nasional;
h. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
i. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Bidang Ekonomi Kreatif terdiri dari :
1. Seksi Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan kebijakan teknis dan pembinaan terhadap karya kreatif berbasis seni dan budaya.
Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja tahunan;
b. penyiapan bahan pemberian rekomendasi pelaksanaan even ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;
c. pengawasan terhadap pelaksanaan even ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;
d. pengembangan dan pembinaan terhadap ide dan tindakan kreatif seni pertunjukan, musik, film, fotografi dan seni rupa, kerajinan, kuliner dan spa; e. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang
langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; f. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan
2. Seksi Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek mempunyai tugas melaksanakan kebijakan teknis dan pembinaan terhadap karya kreatif berbasis media, desain dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan penyusun rencana kerja tahunan;
b. pelaksanaan pengembangan klaster industri kreatif melalui peningkatan kemampuan desain, manajemen dan kreatifitas pengrajin;
c. pelaksanaan pembinaan terhadap karya-karya kreatif radio, fashion, periklanan, penerbitan dan percetakan, piranti lunak dan pelayanan teknologi informasi, permainan interaktif dan digital konten, arsitektur, desain, riset dan pengembangan;
d. pelaksanaan Monitoring dan evaluasi pelaksanaan even ekonomi kreatif berbasis media, desain dan iptek;
e. pemberian saran dan rekomendasi pelaksanaan even ekonomi kreatif berbasis media, desain dan iptek;
f. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
g. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
3. Seksi Kerja sama dan Fasilitasi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan, memberikan fasilitasi serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaku karya kreatif perorangan, dunia usaha, lembaga masyarakat dan lainnya.
Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Kerjasama dan Fasilitasi mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja tahunan;
c. pelaksanaan upaya peningkatan alokasi pembiayaan khusus industri kreatif;
d. pelaksanaan pengembangan dan fasilitasi lokasi sentra produksi kreatif; e. pelaksanaan pembinaan bagi industri kreatif berbasis inovasi;
f. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya;
g. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
VI. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)
Pada organisasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dibentuk 3 (tiga) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD, yaitu :
1. UPTD Taman Hiburan
2. UPTD Museum dan Kebun Binatang 3. UPTD Destinasi Tanjung Kelayang
Tugas pokok dan fungsi dari masing-masing Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati Belitung.
V. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sesuai dengan keahlian.
Kelompok jabatan fungsional, terdiri dari sejumlah tenaga dalam jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Jumlah jabatan fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.
2.2. SUMBER DAYA DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN BELITUNG
Dukungan ketersediaan sumberdaya manusia yang berkualitas, profesional, berpengetahuan serta memiliki pengalaman dalam mengelola suatu organisasi atau lembaga agar dapat berjalan secara optimal merupakan hal yang sangat diperlukan.
Keberhasilan pencapaian kinerja organisasi akan sangat ditentukan oleh kinerja sumberdaya manusia yang ada dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Sebagai salah satu perangkat kerja Pemerintah Kabupaten Belitung, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung didukung oleh sejumlah personil atau pegawai yang mengemban tugas dan fungsi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Kabupaten Belitung Nomor 20 Tahun
2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 11 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 20 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah.
Sampai dengan tahun 2014, jumlah pegawai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung seluruhnya adalah sebanyak 39 (Tiga Puluh Sembilan) PNS, 2 (Dua) CPNS dan 89 (Delapan Puluh Sembilan) tenaga Non PNS dengan komposisi dilihat dari aspek kelembagaan sebagai berikut:
Table.2.1
Komposisi dan Jumlah Personil PNS berdasarkan Golongan Ruang
No. URAIAN PNS berdasarkan Golongan Jumlah I II III IV
1. Kepala Dinas - - - 1 1
2. Sekretariat - 8 5 1 14
3. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata
- 1 4 - 5
4. Bidang Pemasaran Pariwisata - - 7 - 7 5. Bidang Ekonomi Kreatif - 1 5 1 7
6. UPTD Taman Hiburan - 1 2 - 3
7. UPTD Museum dan Kebun Binatang - - 1 - 1 8. UPTD Destinasi Tanjung Kelayang - - 2 - 2
Jumlah - 11 26 3 40
Table.2.2
Komposisi dan Jumlah Personil CPNS berdasarkan Golongan Ruang
No. URAIAN CPNS berdasarkan Golongan Jumlah I II III IV 1. Kepala Dinas - - - - - 2. Sekretariat - - - - -
3. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata
- 1 - - 1
4. Bidang Pemasaran Pariwisata - 1 - - 1 5. Bidang Ekonomi Kreatif - - - - -
6. UPTD Taman Hiburan - - - - -
7. UPTD Museum dan Kebun Binatang - - - - 8. UPTD Destinasi Tanjung Kelayang - - - - -
Jumlah - 2 - - 2
Jumlah tenaga Non PNS dilingkungan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kabupaten Belitung adalah sebagai berikut:
Table.2.3
Komposisi dan Jumlah Personil Non PNS
No. URAIAN Jumlah
1. TU Kantor Dinas 2
2. UPTD Taman Hiburan dan Kolong Keramik 41 3. UPTD Museum dan Kebun Binatang 21 4. UPTD Destinasi Tanjung Kelayang 20 5. Petugas Penjaga dan Pemelihara Rumah Adat 3 6. Petugas Kebersihan Kantor Dinas 1
7. Penjaga Malam 1
Jumlah 89
Table.2.4
Komposisi Pegawai Berdasarkan Kualifikasi Pendidikan
No. URAIAN Kualifikasi Pendidikan Jumlah S3 S2 S1 D3 D2 SLTA
1. Kepala Dinas - 1 - - - - 1
2. Sekretariat - - 2 5 - 7 14
3. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata
- - 4 2 - - 6
4. Bidang Pemasaran Pariwisata - 1 4 2 - 1 8 5. Bidang Ekonomi Kreatif - 1 5 1 - - 7 6. UPTD Taman Hiburan - - 2 - - 1 3 7. UPTD Museum dan Kebun Binatang - - 1 - - - 1 8. UPTD Destinasi Tanjung Kelayang - - 2 - - - 2
Jumlah - 3 20 10 - 9 42
2.3.KINERJA PELAYANAN DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN BELITUNG
Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan bagian dari proses pembangunan nasional dalam rangka mencapai cita-cita bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, maju, adil dan makmur. Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Disamping itu, kesadaran akan budaya memberikan arah bagi perwujudan pariwisata nasioanal yang sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan menciptakan iklim kondusif serta harmonis sehingga nilai-nilai kearifan lokal akan mampu merespon modernisasi secara positif dan produktif sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Pembangunan kepariwisataan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja, mendorong pemerataan kesempatan berusaha, mendorong pemerataan pembangunan nasional, dan memberikan kontribusi dalam