• Tidak ada hasil yang ditemukan

Total kesadahan air = 103,07235 kg/hari Dari Tabel 12.7, Nalco, 1988, diperoleh : - Kapasitas resin = 12 kg/ft3

- Kebutuhan regenerant = 5 lb NaOH/ft3 resin Jadi, Kebutuhan resin = 3 kg/ft 12 kg/hari 103,07235 = 8,5894 ft3/hari Tinggi resin = 14 , 3 8,5894 = 2,7355 ft

Tinggi minimum resin adalah 30 in = 2,5 ft (Nalco, 1988) Volume resin = 2,5 ft x 3,14 ft2 = 7,85 ft3 Waktu regenerasi = kg/hari 103,07235 kgr/ft 12 x ft 7,85 3 3 = 0,91392 hari = 21,9341 jam Kebutuhan regenerant NaOH = 103,07235 kg/hari x

3 3 kg/ft 12 lb/ft 5 = 42,9468 lb/hari = 0,8117 kg/jam 7.3.5 Deaerator

Deaerator berfungsi untuk memanaskan air yang keluar dari alat penukar ion (ion exchanger) dan kondensat bekas sebelum dikirim sebagai air umpan ketel. Pada

deaerator ini, air dipanaskan hingga 80°C supaya gas–gas yang terlarut dalam air,

seperti O2 dan CO2 dapat dihilangkan, sebab gas–gas tersebut dapat menyebabkan korosi. Pemanasan dilakukan dengan menggunakan koil pemanas di dalam deaerator. 7.4 Kebutuhan Listrik

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

1. Unit proses = 14.550 hp

Tabel 7.4 perincian kebutuhan listrik pada unit proses

No. Pemakaian Daya (hp)

1. Motor 35

2. Pompa 14.515

Total 14.550

2. Unit utilitas = 64,25 hp

Tabel 7.5 perincian kebutuhan listrik pada unit proses

No. Pemakaian Daya (hp)

1. Motor 25

2. Pompa 15

Total 40

3. Ruang kontrol dan laboratorium = 45 hp

4. Bengkel = 35 hp

5. Penerangan dan perkantoran = 40 hp

Total kebutuhan listrik = 14.550+ 40 + 45 + 35 + 40

= 14.710 hp × 0,7457 kW/hp = 10969,247 kW Efisiensi generator 80 %, maka:

Daya output generator = 10969,247 / 0,8 = 13.711,5588 kW

Dipakai 2 unit diesel generator AC 14 mW, 220-260 Volt, 50 Hz (1 unit cadangan) 7.5 Kebutuhan Bahan Bakar

Kebutuhan bahan bakar adalah : 1. Untuk bahan bakar generator

Nilai bakar solar = 19.860 btu/lb (Perry dan Green,1999) Densitas solar = 0,89 kg/l (Perry dan Green,1999) Daya yang dibutuhkan =

jam det 3600 kW btu/det 0,9478 kW 5588 , 711 . 13 × × = 46784935,55 btu/jam

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009 liter/jam 6053 , 200 . 1 kg/l 0,89 kg/jam 5387 , 068 . 1 kg/jam 5387 , 068 . 1 lb kg 0,45359 btu/lb 19.860 btu/jam 5 46784935,5 = = = × =

2. Untuk bahan bakar ketel uap A. Total panas steam keluar

Enthalpy saturated steam (150°C; 4,76 bar); Hv = 2.113,2 kJ/kg (Reklaitis, 1983) Maka panas keluar boiler = 7025,3365 kg/jam × 2.113,2 kJ/kg

= (14845941,09 kJ/jam) / (1,05506 kJ/Btu)

= 14071181,82 Btu/jam

B. Panas yang masuk boiler

B.1 Enthalpy condensat (150°C; 4,76 bar); Hl = 632,1 kJ/kg (Reklaitis, 1983) Maka panas kondensat (150°C; 4,76 bar) masuk boiler

= Massa kondensat × Hl

= 5620,2692 kg/jam × 632,1 kJ/kg = 3552572,161 kJ/jam

B.2 Panas air tambahan umpan boiler

Jumlah air tambahan umpan boiler = 1405,0673 kg/jam = 78,0593 kmol/jam Total panas air tambahan

=       

363,15 15 , 298 ) ( 2 Cp dT NHO l

= (26,7356 kmol/jam) x [1,82964E+01 + 4,72118E-01(363,15-298,15) - 1,33878E-03(363,15-298,15)2 + 1,31424E-06(363,15-298,15)3 kJ/kmol K] = (78,0593 kmol/jam)×(43,6886 kJ/kmol)

= 3410,3013 kJ/jam

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

= 3555982,462 kJ/jam = 3370407,808 Btu/jam

Maka total panas yang dibutuhkan boiler = Panas keluar – Panas masuk = (14071181,82 - 3370407,808) Btu/jam

= 10700774,012 Btu/jam Efisiensi ketel uap = 75 %

Panas yang harus disuplai ketel = 10700774,012 Btu/jam / 0,75 = 14267698,6 Btu/jam

Nilai bakar solar = 19.860 Btu/lbm (Perry dan Green, 1999) Jumlah bahan bakar = (14267698,6 Btu/jam) / (19.860 Btu/lbm)

= 718,4138 lbm/jam × 0,45359 kg/lbm = 325,8653 kg/jam

Kebutuhan solar boiler =

ltr kg jam kg / 89 , 0 / 325,8653 = 366,14082 ltr/jam

Total kebutuhan solar = (366,14082+1.200,6053)ltr/jam =1.566,74612 ltr/jam

7.6 Spesifikasi Peralatan Utilitas 7.6.1 Screening (SC)

Fungsi : Menyaring partikel-partikel padat yang besar yang terikut bersama air

Jenis : Bar screen Jumlah : 1 unit

Bahan konstruksi : Stainless steel Ukuran screening : Panjang = 2 m Lebar = 2 m

Ukuran bar : Lebar = 5 mm Tebal = 20 mm

Bar clear spacing : 20 mm

Slope : 30°

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

7.6.2 Pompa Screening (PU-01)

Fungsi : Memompa air dari sungai ke bak sedimentasi (BS) Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,0502 ft3/s Daya motor : ½ hp

7.6.3 Bak Sedimentasi (BS)

Fungsi : Untuk mengendapkan lumpur yang terikut bersama air Jumlah : 1 unit

Jenis : Grift Chamber Sedimentation

Aliran : Horizontal sepanjang bak sedimentasi Bahan kontruksi : Beton kedap air

Kondisi operasi : Temperatur 25 °C dan tekanan 1 atm Bentuk : Bak dengan dua daerah persegi panjang Panjang : 2 ft

Lebar : 2 ft Tinggi : 8 ft

Waktu retensi :10,622menit 7.6.4 Pompa Bak Sedimentasi (PU-02)

Fungsi : Memompa air dari bak sedimentasi ke Clarifier (CL) Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,052 ft3/s

Daya motor : ½ 5hp

7.6.5 Tangki Pelarutan Alum [Al2(SO4)3] (TP-01) Fungsi : Tempat larutan alum [Al2(SO4)3]

Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–283 grade C

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

Kondisi pelarutan : Temperatur 28°C dan tekanan 1 atm Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 0,5384 m3 Diameter : 0,7704 m Tinggi : 1,1557m

Jenis pengaduk : Flat 6 blade turbin impeller Jumlah baffle : 4 buah

Daya motor : ½ hp

7.6.6 Pompa Alum [Al2(SO4)3] (PU-03)

Fungsi : Memompa larutan alum dari tangki pelarutan alum (TP-01) ke clarifier (CL)

Jenis : Pompa injeksi Bahan konstruksi : Commercial steel Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 1,834 x 10−6 ft3/s Daya motor : ½ hp

7.6.7 Tangki Pelarutan Soda Abu [Na2CO3] (TP-02) Fungsi : Tempat larutan soda abu (Na2CO3) Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–283 grade C

Kondisi pelarutan : Temperatur 28 °C dan tekanan 1 atm Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 0,2489 m3 Diameter : 0,6333 m Tinggi : 0,95 m

Jenis pengaduk : Flat 6 blade turbin impeller Jumlah baffle : 4 buah

Daya motor : ½ hp

7.6.8 Pompa Soda Abu [Na2CO3] (PU-04)

Fungsi : Memompa larutan soda abu dari tangki pelarutan soda abu ke clarifier

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

Bahan konstruksi : Commercial steel Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 1,02 x 10-6 ft3/s Daya motor : ½ hp

7.6.9 Clarifier (CL)

Fungsi : Memisahkan endapan (flok-flok) yang terbentuk karena penambahan alum dan soda abu

Tipe : External Solid Recirculation Clarifier Bentuk : Circular desain

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi operasi : Temperatur 28°C dan tekanan 1 atm Jumlah : 1 unit Kapasitas air : 5,1194 m3 Diameter : 1,8058 m Tinggi : 5,0182 m Kedalaman air : 6 m Daya motor : ½ hp 7.6.10 Pompa Clarifier (PU-05)

Fungsi : Memompa air dari clarifier ke tangki filtrasi Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,052ft3/s

Daya motor : ½ hp 7.6.11 Tangki Filtrasi (TF)

Fungsi : Menyaring partikel-partikel yang masih terbawa dalam air yang keluar dari clarifier

Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi operasi : Temperatur 28°C dan tekanan 1 atm

Jumlah : 1 unit

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

Diameter sand filter : 0,9545 m Tinggi sand filter : 2,8635 m Tebal tangki : ¼ in 7.6.12 Pompa Tangki Filtrasi (PU-06)

Fungsi : Memompa air dari tangki filtrasi ke tangki utilitas-01 Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1 unit

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,052 ft3/s

Daya motor : ½ hp

7.6.13 Menara Air/ Tangki Utilitas - 01 (TU-01)

Fungsi : Menampung air untuk didistribusikan Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi operasi : Temperatur 28°C dan tekanan 1 atm Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 73,7117 m3 Diameter : 4,271 m Tinggi : 5,1252 m Tebal dinding : ¼ in

7.6.14 Pompa Cation Exchanger (PU-07)

Fungsi : Memompa air dari tangki utilitas-01 ke cation exchanger Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1 unit

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,0138 ft3/s Daya motor : ½ hp

7.6.15 Tangki Pelarutan H2SO4 (TP-03)

Fungsi : Membuat larutan asam sulfat.

Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar Bahan konstruksi : Low Alloy Steel SA–203 grade A

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

Jumlah : 1 unit Kapasitas : 2,9823 m3 Diameter : 1,5059 m Tinggi : 2,0079 m

Jenis pengaduk : Flat 6 blade turbin impeller Jumlah baffle : 4 buah

Daya motor : ½ hp 7.6.16 Pompa H2SO4 (PU-10)

Fungsi : Memompa larutan asam sulfat dari tangki pelarutan asam sulfat ke penukar kation (cation exchanger)

Jenis : Pompa injeksi Bahan konstruksi : Commercial steel Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 2 x 10-6 ft3/s Daya motor : ½ hp

7.6.17 Penukar Kation / Cation Exchanger (CE)

Fungsi : Mengikat kation yang terdapat dalam air umpan ketel Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi penyimpanan : Temperatur 28°C dan tekanan 1 atm

Jumlah : 1 unit

Resin yang digunakan : IRR-122

Silinder : - Diameter : 0,6096m - Tinggi : 3 ft - Tebal : 1/8 in Tutup : - Diameter : 2 ft - Tinggi : 0,5 ft - Tebal : 1/8 in 7.6.18 Pompa Cation Exchanger (PU-11)

Fungsi : Memompa air dari cation exchanger ke anion

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,0138 ft3/s Daya motor : ½ hp

7.6.19 Tangki Pelarutan Natrium Hidroksida [NaOH] (TP-04) Fungsi : Tempat membuat larutan NaOH

Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–283 grade C

Kondisi pelarutan : Temperatur 28°C dan tekanan 1 atm

Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 9,6248 m3

Diameter : 2,139 m

Tinggi : 3,2085 m

Tebal : ¼ in

Jenis pengaduk : Flat 6 blade turbin impeller Jumlah baffle : 4 buah

Daya motor : 19 hp 7.6.20 Pompa NaOH (PU-12)

Fungsi : Memompa larutan natrium hidroksida dari tangki pelarutan ke penukar anion (anion exchanger)

Jenis : Pompa injeksi

Bahan konstruksi : Commercial steel

Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 5,2 x 10-6 ft3/s Daya motor : 1/2 hp

7.6.21 Penukar Anion / Anion Exchanger (AE)

Fungsi : Mengikat anion yang terdapat dalam air umpan ketel Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C Kondisi penyimpanan : Temperatur 28°C dan tekanan 1 atm

Jumlah : 1 unit

Resin yang digunakan : IRA-410

Silinder : - Diameter : 2 ft - Tinggi : 3 ft - Tebal : 1/8 in Tutup : - Diameter : 2 ft - Tinggi : 0,5 ft - Tebal : 1/8 in 7.6.22 Pompa Anion Exchanger (PU-13)

Fungsi : Memompa air dari anion exchanger ke deaerator Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,0138 ft3/s Daya motor : ½ hp 7.6.23 Deaerator (DE)

Fungsi : Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air umpan ketel

Bentuk : Silinder horizontal dengan tutup ellipsoidal Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C

Kondisi operasi : Temperatur 90°C dan tekanan 1 atm

Jumlah : 1 unit Kapasitas : 203,2076 m3 Silinder : - Diameter : 5,558 m - Tinggi : 8,3369 m - Tebal : ½ in Tutup : - Diameter : 5,558 m - Tinggi : 1,3895 m - Tebal : ½ in 7.6.24 Pompa Deaerator (PU-17)

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

Fungsi : Memompa air dari deaerator ke ketel uap Jenis : Pompa rotari tipe internal-gear pump

Jumlah : 1 unit

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,0069 ft3/s Daya motor : ½ hp

7.6.25 Ketel Uap (KU)

Fungsi : Menyediakan uap untuk keperluan proses Jenis : Ketel pipa air

Bahan konstruksi : Carbon steel

Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 14071181,82 kj/jam Panjang tube : 30 ft

Diameter tube : 3 in Jumlah tube : 153 buah 7.6.26 Pompa Air Pendingin (PU-08)

Fungsi : Memompa air dari tangki utilitas (TU-01) ke titik temu air pendingin dari cooling tower

Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1 unit

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,0275 ft3/s Daya motor : ½ hp 7.6.27 Pompa Tangki Utilitas-01 (PU-09)

Fungsi : Memompa air dari tangki utilitas-01 ke tangki utilitas-02 Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1 unit

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,00887 ft3/s Daya motor : ½ hp

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

7.6.28 Tangki Utilitas -02 (TU-02)

Fungsi : Menampung air yang telah diolah untuk keperluan air

domestik

Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi operasi : Temperatur 28°C dan tekanan 1 atm

Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 26,03246 m3 Diameter : 2,80373 m

Tinggi : 4,2056 m

Tebal dinding : ¼ in

7.6.29 Tangki Pelarutan Kaporit (TP-05)

Fungsi : Membuat larutan kaporit [Ca(ClO)2] Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar Bahan konstruksi : Plate Steel SA–167, Tipe 304

Kondisi pelarutan : Temperatur 28 °C dan tekanan 1 atm

Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 0,00257 m3 Diameter : 0,18525 m Tinggi : 0,27788 m

Jenis pengaduk : Flat 6 blade turbin impeller Jumlah baffle : 4 buah

Daya motor : ½ hp 7.6.30 Pompa Kaporit (PU-14)

Fungsi : Memompa larutan kaporit dari tangki pelarutan kaporit ke tangki utilitas-02

Jenis : Pompa injection

Jumlah : 1

Bahan konstruksi : Commercial steel

Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 32.10-8 ft3/s Daya motor : 0,5 hp

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

7.8.31 Pompa Air Domestik (PU-15)

Fungsi : Memompa air dari tangki utilitas -02 ke kebutuhan domestik

Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1 unit

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,00887 ft3/s Daya motor : 1 hp

7.8.32 Menara Pendingin Air /Water Cooling Tower (CT)

Fungsi : Mendinginkan air pendingin bekas dari temperatur 60°C menjadi 28°C

Jenis : Mechanical Draft Cooling Tower Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–53 Grade B

Kondisi operasi : Suhu air masuk menara = 60°C = 140°F Suhu air keluar menara = 28°C = 82,4°F

Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 43,1768m3/jam Luas menara : 182,496 ft2 Daya fan : 0,7377 hp Tinggi menara : 2,5058 m

7.8.33 Pompa Menara Pendingin Air (PU-16)

Fungsi : Memompa air pendingin dari menara pendingin air (CT) ke unit proses pendingin air

Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 6 unit

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,4183ft3/s Daya motor : 2 hp 7.8.34 Tangki Bahan Bakar (TB)

Fungsi : Menampung bahan bakar solar sebelum didistribusikan ke ketel uap dan generator

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi operasi : Temperatur 28°C dan tekanan 1 atm

Jumlah : 1 unit

Kapasitas : 225,6048 m3 Diameter : 6,209 m

Tinggi : 7,4508m

Tebal dinding : ½ in

7.8.35 Pompa Bahan Bakar untuk Ketel Uap (PU-18)

Fungsi : Memompa solar dari tangki bahan bakar ke ketel uap Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1 unit

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,0036 ft3/s Daya motor : ½ hp

7.8.36 Pompa Bahan Bakar untuk Generator (PU-19)

Fungsi : Memompa solar dari tangki bahan bakar ke generator Jenis : Pompa sentrifugal

Jumlah : 1 unit

Bahan konstruksi : Commercial steel Kapasitas : 0,0118 ft3/s Daya motor : ½ hp 7.8.37 Bak Penampungan (BP)

Fungsi : Tempat menampung air buangan sementara

Jumlah : 2 unit

Bahan kontruksi : Beton kedap air Waktu penampungan air buangan : 15 hari

Kondisi operasi : Temperatur 28 °C dan tekanan 1 atm

Volume : 2.316,8044 m3

Panjang bak : 16,6716 m

Lebar bak : 8,3358 m

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

7.8.38 Bak Pengendapan Awal (TS-01)

Fungsi : Menghilangkan padatan dengan cara pengendapan

Jumlah : 1 unit

Bahan kontruksi : Beton kedap air Waktu tinggal air : 2 jam

Kondisi operasi : Temperatur 28 °C dan tekanan 1 atm Volume : 115,3769 m3

Panjang bak : 6,1336 m Lebar bak : 3,0668 m Tinggi bak : 6,1336 m 7.8.39 Bak Netralisasi (TN)

Fungsi : Tempat menetralkan pH air limbah

Jumlah : 1 unit

Bahan kontruksi : Beton kedap air Waktu tinggal air : 1 hari = 24 jam

Kondisi operasi : Temperatur 28 °C dan tekanan 1 atm Volume : 347,5207 m3

Panjang bak : 8,8580 m Lebar bak : 4,4290 m Tinggi bak : 8,8580 m 7.8.40 Tangki Aerasi (TA)

Fungsi : Tempat mengolah air limbah dengan menggunakan sistem Activated Sludge

Jumlah : 1 unit

Bahan kontruksi : Beton kedap air Waktu tinggal aerator : 38,574 hari

Kondisi operasi : Temperatur 28 °C dan tekanan 1 atm Volume : 16.872,2799 m3

Panjang tangki aerasi : 15 m Lebar tangki aerasi : 10 m Tinggi tangki aerasi : 112,9819 m

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

7.8.41 Tangki Sedimentasi (TS)

Fungsi : Mengendapkan flok biologis dari tangki aerasi dan sebagian diresirkulasi kembali ke tangki aerasi

Jumlah : 1 unit

Bahan kontruksi : Beton kedap air Waktu tinggal air : 2 jam

Kondisi operasi : Temperatur 28 °C dan tekanan 1 atm Kecepatan overflow maksimum : 33 m3/m2.hari

Volume tangki : 140,1438 m3

Luas tangki : 51,166 m3

Diameter tangki : 8,0734 m Kedalaman tangki : 2,7390 m 7.8.42 Generator Listrik (GEN)

Fungsi : Menghasilkan energi listrik untuk kebutuhan unit-unit proses, unit-unit utilitas, ruang kontrol dan laboratorium, bengkel, penerangan dan perkantoran, serta perumahan karyawan Jenis : Generator AC

Jumlah : 2 unit Bahan bakar : solar

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

BAB VIII

LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

Susunan peralatan dan fasilitas dalam rancangan proses merupakan syarat penting dalam mempersiapkan biaya sebelum mendirikan pabrik atau untuk design yang meliputi design perpipaan, fasilitas bangunan fisik, tata letak peralatan dan kelistrikan. Lokasi suatu pabrik merupakan bagian penting untuk mempengaruhi kedudukan pabrik dalam persaingan. Penentuan lokasi pabrik yang tepat tidak semudah yang diperkirakan, banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Idealnya, lokasi yang dipilih harus dapat memberikan keuntungan untuk jangka panjang dan dapat memberikan kemungkinan untuk memperluas pabrik.

Lokasi pabrik yang baik akan menentukan hal-hal sebagai berikut : a. Kemampuan untuk melayani konsumen dengan memuaskan

b. Kemampuan untuk mendapatkan bahan mentah yang berkesinambungan dan harganya sampai di tempat cukup murah

c. Kemudahan untuk mendapatkan tenaga karyawan

Oleh karena itu, pemilihan tempat bagi berdirinya suatu pabrik harus memperhatikan beberapa faktor yang berperan yaitu faktor primer dan faktor sekunder.

A. Faktor Primer / Utama

Faktor ini secara langsung mempengaruhi tujuan utama dari usaha pabrik yaitu meliputi produksi dan distribusi produk yang diatur menurut macam dan

kualitasnya. Yang termasuk dalam faktor utama adalah (Peter dan Timmerhaus, 2004) :

1. Letak pasar

Pabrik yang letaknya dekat dengan pasar dapat lebih cepat melayani konsumen, sedangkan biayanya juga lebih rendah terutama biaya angkutan.

2. Letak sumber bahan baku

Idealnya, sumber bahan baku tersedia dekat dengan lokasi pabrik. Hal ini lebih menjamin penyediaan bahan baku, setidaknya dapat mengurangi keterlambatan penyediaan bahan baku, terutama untuk bahan baku yang berat.

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

Hal – hal yang perlu diperhatikan mengenai bahan baku adalah : a. Lokasi sumber bahan baku

b. Besarnya kapasitas sumber bahan baku dan berapa lama sumber tersebut dapat diandalkan pengadaannya

c. Cara mendapatkan bahan baku tersebut dan cara transportasinya d. Harga bahan baku serta biaya pengangkutan

e. Kemungkinan mendapatkan sumber bahan baku yang lain 3. Fasilitas pengangkutan

Pertimbangan – pertimbangan kemungkinan untuk pengangkutan bahan baku dan produk menggunakan angkutan gerbong kereta api, truk, angkutan melalui sungai dan laut dan juga angkutan melalui udara yang sangat mahal.

4. Tenaga kerja

Tersedianya tenaga kerja menurut kualifikasi tertentu merupakan faktor pertimbangan pada penetapan lokasi pabrik tetapi tenaga terlatih atau skilled labor di daerah setempat tidak selalu tersedia. Jika didatangkan dari daerah lain diperlukan peningkatan upah atau penyediaan fasilitas lainnya sebagai daya tarik.

5. Pembangkit tenaga listrik

Pabrik yang menggunakan tenaga listrik yang besar akan memilih lokasi yang dekat dengan sumber tenaga listrik.

B. Faktor Sekunder

Yang termasuk ke dalam faktor sekunder antara lain adalah : 1. Harga tanah dan gedung

Harga tanah dan gedung yang murah merupakan daya tarik tersendiri. Perlu dikaitkan dengan rencana jangka panjang. Jika harga tanah mahal mungkin hanya dapat diperoleh luasan tanah yang terbatas, sehingga perlu dipikirkan untuk membuat bangunan bertingkat walaupun pembangunan gedungnya lebih mahal. 2. Kemungkinan perluasan

Perlu diperhatikan apakah perluasan di masa yang akan datang dapat dikerjakan di satu tempat atau perlu lokasi lain, apakah di sekitar sudah banyak pabrik lain. Hal ini menjadi masalah tersendiri dalam hal perluasan pabrik di masa mendatang.

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

3. Fasilitas servis

Terutama untuk pabrik kimia yang relatif kecil yang tidak memiliki bengkel sendiri. Perlu dipelajari adanya bengkel–bengkel di sekitar daerah tersebut yang mungkin diperlukan untuk perbaikan alat–alat pabrik. Perlu juga dipelajari adanya fasilitas layanan masyarakat, misalnya rumah sakit umum, sekolah–sekolah, tempat–tempat ibadah, tempat–tempat kegiatan olahraga, tempat–tempat rekreasi, dan sebagainya. Untuk pabrik yang besar, mungkin beberapa fasilitas tersebut dapat dilayani sendiri walaupun merupakan beban tambahan. Keuntungannya, selain merupakan daya tarik bagi para pekerja, juga membantu penjagaan kesehatan fisik dan mental sehingga efisiensi kerja dapat tetap dipertahankan.

4. Fasilitas finansial

Perkembangan perusahaan dibantu oleh fasilitas finansial, misalnya adanya pasar modal, bursa, sumber–sumber modal, bank, koperasi simpan pinjam, dan lembaga keuangan lainnya. Fasilitas tersebut akan lebih membantu untuk memberikan kemudahan bagi suksesnya usaha pengembangan pabrik.

5. Persediaan air

Suatu jenis pabrik memerlukan sejumlah air yang cukup banyak, misalnya pabrik kertas. Karena itu, di daerah lokasi diperlukan adanya sumber air yang kemungkinan diperoleh dari air sungai, danau, sumur (air tanah), atau air laut.

6. Peraturan daerah setempat

Peraturan daerah setempat perlu dipelajari terlebih dahulu, mungkin terdapat beberapa persyaratan atau aturan yang berbeda dengan daerah lain.

7. Masyarakat daerah

Sikap, tangggapan dari masyarakat daerah terhadap pembangunan pabrik perlu diperhatikan dengan seksama, karena hal ini akan menentukan perkembangan pabrik di masa yang akan datang. Keselamatan dan keamanan masyarakat perlu dijaga dengan baik. Hal ini merupakan suatu keharusan sebagai sumbangan kepada masyarakat.

8. Iklim di daerah lokasi

Suatu pabrik ditinjau dari segi teknik, adakalanya membutuhkan kondisi operasi misalnya kelembaban udara, panas matahari, dan sebagainya. Hal ini berhubungan dengan kegiatan pengolahan, penyimpanan bahan baku atau produk. Disamping itu,

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.

USU Repository © 2009

iklim juga mempengaruhi gairah kerja dan moral para karyawan. Keaktifan kerja karyawan dapat meningkatkan hasil produksi.

9. Keadaan tanah

Sifat–sifat mekanika tanah dan tempat pembangunan pabrik harus diketahui. Hal ini berhubungan dengan rencana pondasi untuk alat–alat, bangunan gedung, dan bangunan pabrik.

10.Perumahan

Bila di sekitar daerah lokasi pabrik telah banyak perumahan, selain lebih membuat kerasan para karyawan juga dapat meringankan investasi untuk perumahan karyawan.

11.Daerah pinggiran kota

Daerah pinggiran kota dapat menjadi lebih menarik untuk pembangunan pabrik. Akibatnya dapat timbul aspek desentralisasi industri. Alasan pemilihan daerah lokasi di pinggiran kota antara lain :

− Upah buruh relatif rendah − Harga tanah lebih murah

− Servis industri tidak terlalu jauh dari kota

8.1 Lokasi Pabrik

Secara geografis, penentuan lokasi pabrik sangat menentukan kemajuan serta kelangsungan dari suatu industri kini dan pada masa yang akan datang karena berpengaruh terhadap faktor produksi dan distribusi dari pabrik yang didirikan. Pemilihan lokasi pabrik harus tepat berdasarkan perhitungan biaya produksi dan distribusi yang minimal serta pertimbangan sosiologi dan budaya masyarakat di sekitar lokasi pabrik (Timmerhause, 2004).

Dokumen terkait