• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 METODE PENELITIAN

4.2. Waktu dan Tempat Penelitian

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

Penelitian ini dilakukan sejak pencarian dan penentuan judul (bulan Februari) hingga pembuatan laporan hasil penelitian (bulan November). Selama pembuatan proposal dan laporan hasil penelitian, telah dilakukan beberapa kali proses bimbingan. Pengumpulan data penelitian telah dilakukan selama bulan Agustus-November bertempat di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia. Tidak ada alasan khusus dalam pemilihan tempat pengumpulan data penelitian dengan asumsi bahwa seharusnya setiap wanita mengetahui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) ini karena setiap wanita memiliki resiko untuk menderita kanker payudara. Langkah pertama yang diambil adalah memilih secara acak kecamatan yang menjadi tempat penelitian, yaitu Kecamatan Medan Polonia. Setelah itu, tempat penelitian diperkecil lagi menjadi tingkat kelurahan. Adapun alasan memilih Kelurahan Polonia sebagai tempat penelitian adalah:

a. Jarak kelurahan Polonia tidak terlalu jauh dari tempat tinggal peneliti. b. Kelurahan Polonia merupakan kelurahan dengan penduduk terbanyak

di Kecamatan Medan Polonia.

c. Tingkat pendidikan masyarakatnya beragam.

Tabel 4.1 : Timeline Pelaksanaan Penelitian

Kegiatan Bulan

II III IV V VI VII VIII IX X XI Penentuan judul penelitian Pengumpulan bahan atau referensi Pembuatan proposal penelitian Bimbingan pembuatan proposal Seminar proposal penelitian Pengumpulan data

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

penelitian

Entry dan analisa data

Pembuatan laporan hasil penelitian Seminar hasil proposal penelitian

4.3. Populasi dan Sampel

Populasi penelitian adalah wanita usia 20-40 tahun yang bertempat tinggal di kelurahan Polonia. Alasan pemilihan usia 20-40 tahun adalah sebagai berikut:

a. Untuk membatasi populasi penelitian.

b. Batas bawahnya adalah usia 20 tahun karena sejak usia 20 tahun setiap wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin. Batas atasnya adalah usia 40 tahun karena puncak kejadian kanker payudara adalah usia 40-50 tahun. Diharapkan, wanita usia 20-40 tahun telah memiliki pengetahuan yang cukup tentang SADARI untuk mendeteksi dini kanker payudara.

Menurut Notoatmodjo (2005), jumlah sampel minimal akan dihitung dengan menggunakan rumus :

N n= 1 + N(d2) n : jumlah sampel N : jumlah populasi d : derajat kepercayaan (0,1)

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

Dari hasil survei awal, didapatkan bahwa jumlah wanita usia 20-40 tahun di kelurahan Polonia adalah 5779 orang. Dengan menggunakan rumus penghitungan sampel di atas, maka jumlah sampel penelitian adalah 98 orang (dibulatkan menjadi 100 orang).

Sampel diambil dengan menggunakan teknik non probability sampling, yaitu dengan teknik consecutive sampling, dimana semua orang yang memenuhi kriteria sampel dijadikan sebagai sampel penelitian. (Wahyuni, 2008)

4.4. Teknik Pengumpulan Data 4.4.1. Data Primer

Pada penelitian ini, digunakan data primer yang didapat langsung dari responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan alat pengumpulan data berupa kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan di dalam kuesioner ditanyakan langsung oleh surveyer kepada responden.

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas 13 pertanyaan. Sebelum digunakan dalam penelitian, kuesioner disebarkan kepada 10 orang responden non sampel penelitian, yang terdiri atas 2 orang responden tamat SD, 3 orang tamat SMP, 4 orang tamat SMA, dan 1 orang tamat perguruan tinggi. Kuesioner ini diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan SPSS versi 11.0. Berikut ini adalah hasil uji validitas dan reliabilitas kuesioner penelitian.

Tabel 4.2 : Hasil Uji Vailiditas dan Reliabilitas Kuesioner Penelitian Nomor Pertanyaan Status Validitas Status Reliabilitas

3 Valid Reliabel 4 Valid Reliabel 5 Valid Reliabel 6 Valid Reliabel 7 Valid Reliabel 8 Valid Reliabel 9 Valid Reliabel

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

10 Valid Reliabel

11 Valid Reliabel

4.4.2. Data Sekunder

Data sekunder yang digunakan adalah data yang didapatkan dari kantor kelurahan Polonia berupa jumlah wanita usia 20-40 tahun yang bertempat tinggal di Kelurahan Polonia.

4.5. Pengolahan dan Analisa Data

a. Sebelum meninggalkan tempat penelitian, kelengkapan jawaban kuesioner diperiksa terlebih dahulu oleh surveyer.

b. Setelah itu, jawaban responden diperiksa secara manual. Sistem skoring untuk kuesioner:

1) Jika jawaban pertanyaan no.1 adalah tidak tahu, maka pertanyaan tidak dilanjutkan. Skor total yang didapat oleh responden adalah 0.

2) Pertanyaan no.1, no.2, no.12, dan no.13 tidak memiliki poin. Pertanyaan-pertanyaan ini tidak dimasukkan ke dalam penilaian tingkat pengetahuan, tetapi dijadikan sebagai data deskriptif.

3) Untuk pertanyaan no.3 sampai no.8, masing-masing pertanyaan memiliki poin 1. Jika responden menjawab dengan benar, maka responden mendapat skor 1. Jika salah atau tidak tahu, responden mendapat skor 0.

4) Untuk pertanyaan no.9 dan no.10, poinnya adalah 3. Masing-masing pilihan jawaban memiliki poin 1. Skor yang diberikan sesuai dengan jawaban responden yang benar. Jika salah atau tidak tahu, maka skornya adalah 0.

5) Untuk pertanyaan no.11, poinnya adalah 1. Jika salah atau tidak tahu, maka skornya adalah 0.

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

7) Seluruh skor yang didapatkan oleh responden akan dijumlahkan.

8) Nilai yang didapat oleh responden akan dihitung dengan menggunakan rumus:

c. Tingkat pengetahuan responden akan ditentukan berdasarkan nilai yang didapat.

1) Jika responden mendapat nilai ≤ 50, maka responden dikategorikan sebagai pengetahuan kurang.

2) Jika responden mendapat nilai > 50, maka responden dikategorikan sebagai pengetahuan baik.

d. Tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan tersebut diberi kode (coding).

e. Data dimasukkan (entry data) kemudian dianalisa dengan menggunakan program SPSS versi 11.0. Pada penelitian ini, uji statistik yang digunakan adalah uji chi square tipe independen. Dengan uji chi square tipe independensi, dapat diketahui hubungan dua variabel dengan skala pengukuran ordinal (Wahyuni, 2008).

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini, akan dipaparkan hasil penelitian beserta pembahasannya. Penelitian dilakukan sejak penyusunan proposal hingga penyusunan laporan hasil penelitian. Proses pengumpulan data penelitian dilakukan pada bulan Agustus

Nilai = (skor total/poin total) 100

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

sampai November 2009 dengan melakukan wawancara terhadap 100 orang wanita usia 20-40 tahun yang bertempat tinggal di Kelurahan Polonia tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

5.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah Kelurahan Polonia. Kelurahan Polonia merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Medan Polonia yang dipimpin oleh Bapak Arrahmaan Pane SSTP, MAP. Kelurahan ini memiliki luas 1,57 km2 dan dibagi menjadi 13 lingkungan. Penelitian mencakup seluruh lingkungan yang ada di Kelurahan Polonia. Secara geografis, kelurahan ini memiliki batas-batas sebagai berikut:

 Utara: Kelurahan Anggrung

 Barat: Kelurahan Titi Pane dan Kelurahan Padang Bulan  Timur: Kelurahan Sukaramai

 Selatan: landasan terbang Bandar Udara Polonia Medan.

5.2. Deskripsi Responden Penelitian

Responden penelitian adalah wanita dengan rentang usia 20 sampai 40 tahun yang bertempat tinggal di Kelurahan Polonia. Responden penelitian berjumlah 100 orang dan memiliki riwayat pendidikan yang beragam, yaitu : 10 orang tamat SD/sederajat, 28 orang tamat SMP/sederajat, 57 orang tamat SMA/sederajat, dan 5 orang tamat Perguruan Tinggi. [Tabel 5.1]

Tabel 5.1 : Distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan karakteristik responden penelitian (N=100).

Karakterisiktik Responden Frekuensi Persentase Usia 20-25 26-30 20 32 20 32

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

31-35 36-40 Riwayat Pendidikan SD/sederajat SMP/sederajat SMA/sederajat PT 28 20 10 28 57 5 28 20 10 28 57 5

Riwayat pendidikan responden dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu pendidikan rendah (tamat SD/sederajat atau SMP/sederajat) dan pendidikan tinggi (tamat SMA/sederajat atau tamat PT). Dari hasil pengelompokkan, didapatkan 38 orang berpendidikan rendah dan 62 orang berpendidikan tinggi.

Gambar 5.1: Gambaran proporsi tingkat pendidikan responden penelitian (N=100).

5.3. Hasil Penelitian

5.3.1. Deskripsi Hasil Penelitian

Wawancara terhadap 100 orang responden penelitian menunjukkan bahwa 68 orang responden tidak mengetahui istilah SADARI dan 32 orang lainnya mengetahui istilah SADARI. Setelah dilakukan pengelompokkan tingkat pengetahuan, 95 orang dinyatakan memiliki pengetahuan yang kurang tentang SADARI (skor penilaian ≤ 50) dan hanya 5 orang yang memiliki pengetahuan baik tentang SADARI (skor penilaian > 50). [Tabel 5.2]

Tingkat Pendidikan

Pendidikan tinggi

Pendidikan rendah

38% 62%

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

Tabel 5.2 : Distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan pengetahuan responden penelitian (N=100).

Pengetahuan Frekuensi Persentase

Gambaran Pengetahuan Tidak tahu Tahu Tingkat pengetahuan Pengetahuan kurang Pengetahuan baik 68 32 95 5 68 32 95 5

Responden penelitian mengetahui istilah SADARI dari sumber yang berbeda-beda. Dari 32 orang yang mengetahui istilah SADARI, 4 orang mengetahuinya dari media cetak, 14 orang dari media elektronik, 7 orang dari orang lain, dan 7 orang lainnya dari penyuluhan. [Tabel 5.3]

Tabel 5.3 : Distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan sumber pengetahuan responden penelitian tentang SADARI (N=32).

Sumber Pengetahuan Frekuensi Persentase Media cetak Media elektronik Orang lain Penyuluhan Total 4 14 7 7 32 12,5 43,75 21,875 21,875 100

Pengetahuan responden tentang SADARI tidak selalu diikuti dengan kerutinan responden untuk melakukan SADARI. Dari seluruh responden yang mengetahui SADARI, 8 orang tidak pernah melakukan SADARI, 10 orang jarang melakukan SADARI (kurang dari tiga tahun sekali), dan 14 orang rutin melakukan SADARI (sebulan sekali). [Tabel 5.4]

Tabel 5.4 : Distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan frekuensi melakukan SADARI responden penelitian (N=32).

Frekuensi Melakukan SADARI Frekuensi Persentase

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

Jarang (kurang dari tiga kali setahun Rutin (sebulan sekali)

10 14

31,25 43,75 5.3.2. Analisa Hasil Penelitian

Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan responden tentang SADARI, peneliti menggunakan uji chi square. Hasil uji chi square dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 5.5 : Tabulasi tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan responden tentang SADARI.

Tingkat Pendidikan Responden

Tingkat Pengetahuan Responden Tentang SADARI Total Pengetahuan Kurang Pengetahuan Baik Pendidikan Rendah Pendidikan Tinggi Total 36 59 95 2 3 5 38 62 100 Dari hasil analisa uji chi square dengan bantuan SPSS versi 11.0, p value

adalah 0,925 (dengan taraf kepercayaan = 0,1) . Nilai p (p value) yang lebih besar dari 0,1 menunjukkan bahwa hipotesis nol gagal ditolak (hipotesis nol diterima). Artinya, peneliti percaya 90% bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan responden tentang SADARI.

5.4. Pembahasan

5.4.1 Gambaran Pengetahuan

Dari 100 orang responden, hanya 32% responden yang mengetahui istilah pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI, sedangkan 68% lainnya tidak mengetahui istilah SADARI [Tabel 5.2]. Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang SADARI masih belum tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, khususnya masyarakat di Kelurahan Polonia.

Salah satu yang mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah ketersediaan fasilitas sebagai sumber informasi (Notoatmodjo, 2003). Seperti yang kita ketahui,

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

informasi tentang SADARI ini sudah banyak dipublikasikan di berbagai media, seperti media cetak (buku, majalah, koran, tabloid) dan media elektronik (televisi, radio, internet). Oleh karena itu, keterbatasan media informasi tidak dapat dijadikan alasan mengapa informasi tentang SADARI kurang menyebar di masyarakat. Menurut pendapat peneliti, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang SADARI lebih disebabkan oleh kurangnya ketertarikan masyarakat untuk mencari informasi tentang SADARI.

Penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Kelurahan Polonia masih kurang digalakkan. Responden yang sumber pengetahuannya berasal dari penyuluhan (21,875 %) mendapatkan penyuluhan tentang SADARI ini dari kantor tempat suami responden bekerja, bukan dari penyelenggara pelayanan kesehatan setempat [Tabel 5.3]. Hal ini sangat disayangkan mengingat penyelenggara pelayanan kesehatan setempat (puskesmas) sebenarnya sangat berpotensi untuk menyebarluaskan informasi tentang SADARI.

Sesuai dengan faktor yang mempengaruhi pengetahuan menurut Notoatmodjo (2003), pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain dapat memperluas pengetahuan seseorang. Sebagian responden yang mengetahui istilah SADARI mengaku pernah memiliki masalah kesehatan pada payudara, sedangkan sebagian lainnya memiliki keluarga atau tetangga yang pernah menderita penyakit pada payudara.

Seluruh responden yang mengetahui istilah SADARI hanya mengetahui perabaan payudara sebagai langkah pemeriksaan payudara sendiri dan adanya benjolan sebagai interpretasi yang mungkin ditemukan saat pemeriksaan payudara sendiri. Padahal, langkah pemeriksaan payudara sendiri ada tiga, yaitu melihat, meraba, dan memijat payudara. Kelainan yang mungkin ditemukan saat pemeriksaan pun tidak hanya benjolan. Seperti yang kita ketahui, kelainan lain yang mungkin ditemukan adalah ukuran dan bentuk payudara yang tidak simetris, perubahan arah puting, perlukaan pada kulit atau puting, perubahan warna kulit

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

payudara, permukaan kulit yang tidak mulus, dan keluarnya cairan yang tidak normal dari puting susu (Rumah Kanker, 2008).

5.4.2 Gambaran Frekuensi Melakukan SADARI

Tidak semua responden melakukan SADARI secara teratur meskipun telah mengetahui betapa pentingnya pemeriksaan ini. Sebagian responden menganggap bahwa pemeriksaan payudara sendiri merupakan hal yang tabu untuk dilakukan, sedangkan sebagian lainnya menganggap bahwa pemeriksaan payudara sendiri ini hanya perlu dilakukan jika ada keluhan (seperti nyeri pada payudara). Padahal, sebagai suatu cara untuk mendeteksi dini, pemeriksaan payudara sendiri ini seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang “kelihatannya sehat” atau orang yang asimptomatik (Sukardja, 2000).

Responden yang melakukan SADARI secara teratur (43,75%) menunjukkan bahwa mereka memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi, berupa penerapan (aplikasi), dibandingkan dengan responden yang tingkat pengetahuannya hanya sekedar “tahu” (Notoatmodjo, 2003). [Tabel 5.4]

5.4.3 Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Tingkat Pengetahuan Responden tentang SADARI

Dari hasil penelitian, sebagian besar responden (95%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang SADARI [Tabel 5.2]. Pengetahuan yang kurang menunjukkan bahwa responden tidak mengetahui atau salah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di kuesioner penelitian. Secara umum, responden penelitian tidak mengetahui atau salah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

 sejak usia berapa dianjurkan untuk melakukan SADARI  seberapa sering melakukan SADARI

 kapan sebaiknya melakukan SADARI  langkah-langkah SADARI secara lengkap

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

Menurut peneliti, ketidaktahuan atau kesalahan responden dalam menjawab pertanyaan ini mungkin disebabkan oleh ketidakpahaman responden tentang pemeriksaan payudara sendiri sehingga informasi tentang SADARI yang pernah dibaca atau didengar responden terlupakan begitu saja.

Dari hasil analisa data diketahui bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan responden tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Responden dengan tingkat pendidikan rendah (tamat SD/sederajat atau SMP/ sederajat) dan responden dengan tingkat pendidikan tinggi (tamat SMA/sederajat atau PT) memiliki tingkat pengetahuan yang hampir sama. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin luas pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2003).

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1Kesimpulan

 Dari 100 orang responden penelitian, sebanyak 38 orang(38%) memiliki tingkat pendidikan rendah (tamat SD/sederajat atau SMP/sederajat) dan 62 orang (62%) memiliki tingkat pendidikan tinggi (tamat SMA/sederajat atau Perguruan Tinggi).

 Dari hasil wawancara terhadap responden tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), didapatkan bahwa 68 orang (68%) tidak mengetahui istilah SADARI dan 32 orang lainnya (32%) mengetahui istilah SADARI.  Setelah dilakukan pengelompokan tingkat pengetahuan tentang SADARI,

95 orang (95%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang SADARI (skor penilaian ≤ 50) dan hanya 5 orang (5%) yang memiliki pengetahuan yang baik tentang SADARI (skor penilaian > 50).

 Sumber pengetahuan responden tentang SADARI berbeda-beda, yaitu media cetak (12,5%), media elektronik (43,75%), penyuluhan (21,875%), dan orang lain (21,875%).

 Setelah dilakukan analisa statistik, didapatkan p value pada chi square adalah 0,925 ( = 0,1). Dari hasil ini, disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan wanita usia 20-40 tahun di Kelurahan Polonia tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

6.2Saran

 Puskesmas yang memiliki wilayah kerja di Kelurahan Polonia, sebagai unit kesehatan primer di masyarakat sekaligus perpanjangan tangan dari Dinas Kesehatan Kota Medan, diharapkan dapat meningkatkan promosi kesehatan dalam bentuk penyuluhan, terutama tentang pemeriksaan

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

payudara sendiri. Penyuluhan dilakukan kepada seluruh wanita, baik yang tingkat pendidikannya rendah maupun yang tingkat pendidikannya tinggi. Sebaiknya penyuluhan juga disertai dengan peragaan cara melakukan pemeriksaan agar para wanita dapat lebih memahami tentang pemeriksaan payudara sendiri ini dan dapat mempraktekkannya sendiri di rumah.

 Pihak lain, baik pemerintah maupun swasta, juga dapat berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi tentang pemeriksaan payudara sendiri ini. Informasi dapat disebarkan melalui media cetak (seperti koran, majalah, dan tabloid) atau media elektronik (seperti radio dan televisi) karena kedua media ini mudah diakses oleh masyarakat. Peneliti menyarankan agar menggalakkan penggunaan media elektronik dalam menyebarluaskan informasi tentang SADARI karena media ini merupakan media yang paling banyak digunakan masyarakat untuk mengakses informasi tentang SADARI.

 Masyarakat, khususnya para wanita, sangat dianjurkan untuk lebih proaktif dalam mencari informasi seputar masalah kesehatan wanita, terutama tentang pemeriksaan payudara sendiri yang merupakan salah satu cara untuk mendeteksi penyakit yang paling ditakuti para wanita, yaitu kanker payudara.

 Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menyempurnakan penelitian ini. Peneliti merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor apa saja yang menyebabkan masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang SADARI karena tingkat pengetahuan seseorang tidak hanya diukur dari tingkat pendidikanya saja.

DAFTAR PUSTAKA

Aryandono, Teguh. Epidemiologi, Faktor Resiko, Genetik, dan Skrining Kanker Payudara. Available from:

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

Azamris, 2006. Analisis Faktor Resiko pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang. Dalam: Cermin Dunia Kedokteran No. 152. Available from :

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008. Deteksi Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara. Available from:

Dinkes Bone Bolango, 2007. Mengenal Kanker. Available from:

Djamaloeddin, 2005. Kelainan pada Mamma (Payudara). Dalam : Wiknjosastro, Hanifa, Abdul Bari Saifuddin, dan Trijatmo Rachimhadi, ed. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 486-493.

Hoskins, William J., Robert C. Young, et al, 2005. Breast Cancer. In : Principles and Practice of Gynecologic Oncology. Fourth Edition. Philadelphia :

Lippincott Williams & Wilkins, 1077-1155. Ihea,2003. Pemeriksaan Payudara. Available from:

Imaginis, 2009. Breast Cancer: Statistics on Incidence, Survival, and Screening. Available from: [Accessed : 09 April 2009]

_______, 2009. Staging and Survival Rate of Breast Cancer. Available from: http//www.imaginis.com/breasthealth/staging.asp [Accessed : 09 April 2009]

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

Kanker Payudara. Available from :

Kosmojaya Pandu Nusa, 2009. Kanker Payudara. Available from :

2009]

Notoatmodjo, Soekidjo, 2003. Konsep Perilaku dan Perilaku Kesehatan.Dalam :

Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta, 121-128. __________________, 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Eka

Cipta, 92.

O’neill, Paul, 2006. Breast Cancer: Breast Self Exam. Available from:

March 2009]

Snell, Richard S., 2006. Extremitas Superior. Dalam : Anatomi Klinik. Edisi 6. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC, 420-422.

Sukardja, I Dewa Gede, 2000. Deteksi Dini Kanker. Dalam : Onkologi Klinik. Edisi 2. Surabaya: Airlangga University Press, 175-177.

Wahyuni, Arlinda Sari, 2008. Statistika Kedokteran. Jakarta : Bamboedoea Communication, 87-102.

Widianti, Efri, Aat Sriati, dan Tati Hernawaty, 2007. Pengetahuan Pasien Mengenai Gangguan Psikosomatik dan Pencegahannya di Puskesmas Tarogong Garut. Available from :

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Nina Munawaroh Damanik Tempat/Tanggal Lahi : P. Siantar/04 Oktober 1989 Agama : Islam

Alamat : Jl. Sidodadi RT 02 RW 10 Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai- Pekanbaru Riwayat Pendidikan : 1. TK Teratai Dolok Sinumbah (1994-1995)

2. SDN 003 Pekanbaru (1995-2001) 3. SMPN 4 Pekanbaru (2001-2004) 4. SMAN 8 Pekanbaru (2004-2006)

Riwayat Pelatihan : 1. Pelatihan Enumerator Yayasan Kanker Indonesia Cabang Medan

2. Workshop Terapi Cairan Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 3. Pelatihan Siaga Bencana Bulan Sabit Merah Indonesia Cabang Medan

Riwayat Organisasi : 1. Ketua Divisi Keputrian Panitia Hari Besar Islam FK USU tahun 2007-2008

2. Anggota Divisi Program Standing Comitte on Research Programme (SCORE) PEMA FK USU tahun 2007-2008

Nina Munawarah Damanik : Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Di Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Tentang Sadari Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara, 2009.

Pemerintahan Mahasiswa FK USU tahun 2009 4. Anggota Departemen Hubungan Masyarakat Kelompok Aspirasi Mahasiswa Rabbani FK USU tahun 2008-2009

5. Anggota Bidang Sumber Daya Manusia Bulan Sabit Merah Indonesia Cabang Medan 2008-2009

Dokumen terkait