• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

3.5 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2009 di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara

3.6 Alat dan Bahan Penelitian A. Alat Penelitian

1. Alat pencetakan dan pembuatan model yang digunakan pada penelitian, antara lain adalah sebagai berikut :

– sendok cetak RA;

– spatula;

rubber bowl;

vibrator (HI-SUPARA Yoshida);

– skop dan takaran air;

– baskom; – handuk; – kaca mulut; – dental unit; – lekron; – tisu; – sarung tangan; – masker; basis karet; – kaca datar;

2. Alat pengukuran yang digunakan pada penelitian, antara lain adalah sebagai berikut :

– meja datar;

kaliper digital dengan ketelitian 0,01 mm (Mitutoyo Corporation , Tokyo, Japan) (Gambar 10).

Gambar 10. Kaliper Digital

3. Alat tulis yang digunakan pada penelitian, antara lain adalah sebagai berikut :

– lembar kuisioner;

– kertas HVS ukuran kuarto;

– buku tulis;

– tinta printer;

– pulpen;

– pensil;

– pulpen dengan diameter 0,5 mm;

B. Bahan Penelitian

Bahan yang digunakan pada penelitian, antara lain adalah sebagai berikut :

bahan cetak alginate (New Kromopan);

bahan pengisi gips keras tipe IV (Fuji Rock);

– gips putih;

– air;

desinfektan (Dettol). 3.7 Cara Kerja Penelitian A. Pemilihan Sampel

Prosedur pemilihan sampel pada penelitian, antara lain, adalah sebagai berikut. 1. Dilakukan penyebaran kuisioner kepada 278 orang mahasiswa FKG USU angkatan 2007 dan 2008 yang terdiri atas ras Kaukasoid dan Mongoloid. Dilakukan seleksi melalui kuisioner tersebut sehingga diperoleh sampel yang memenuhi kriteria.

2. Sampel diseleksi lebih lanjut dengan memeriksa secara langsung morfologi gigi insisivus sentralis RA, garis median, inflamasi dan hipertropi pada mukosa palatal terutama regio papila insisivum. Melalui kuisioner dan pemeriksaan didapat sampel sebanyak 158 orang yang terdiri atas 30 orang ras Kaukasoid dan 128 orang ras Mongoloid.

3. Dilakukan randomisasi pada ras Mongoloid untuk mendapatkan sampel berjumlah 30 orang. Pada ras Kaukasoid tidak dilakukan randomisasi sehingga

jumlah sampelnya adalah 30 orang. Seluruh sampel pada penelitian ini adalah 60 orang.

B. Pencetakan

Prosedur pencetakan pada penelitian, antara lain, adalah sebagai berikut. 1. Alat dan bahan pencetakan dipersiapkan.

2. Subjek diinstruksikan untuk duduk dalam keadaan rileks.

3. Dipilih sendok cetak yang sesuai dengan ukuran RA sampel. Tepi sendok cetak harus berada 4-5 mm dari arcus dentalis dan processus alveolaris sebagai tempat adonan bahan cetak. Bagian distal sendok cetak diperiksa dengan kaca mulut harus mencakup tuber maxillaris. Takaran alginate untuk pria berkisar 3 skop dan wanita berkisar 2,5 skop. Banyaknya air yang digunakan disesuaikan dengan banyaknya alginate.

4. Air dituang terlebih dahulu ke dalam rubber bowl, kemudian diikuti dengan alginate. Adonan diaduk hingga homogen dengan gerakan angka delapan. Adonan dapat disebut homogen bila sudah tidak berbutir-butir. Pengadukan dilakukan selama adonan berwarna ungu.

5. Adonan dimasukkan ke dalam sendok cetak bila bahan sudah berubah warna menjadi merah muda.

6. Dilakukan pencetakan RA. Sendok cetak yang berisi adonan dimasukkan dari arah kiri sudut mulut subjek sampai posisi sendok cetak berada pada garis median wajah. Subjek diinstruksikan untuk menggerakkan bibir atas sehingga menutup bagian anterior sendok cetak. Sendok cetak ditahan selama 2-3 menit

dengan menggunakan jari tengah dan telunjuk sampai adonan mengeras. Adonan yang mengeras ditandai dengan perubahan warna dari merah muda menjadi putih.

7. Sendok cetak dikeluarkan dengan menginstruksikan subjek mengucapkan huruf ”AH”. Sendok cetak dilepaskan dari bagian belakang terlebih dahulu, kemudian kanan dan kiri. Sendok cetak dikeluarkan dengan arah berlawanan dengan cara memasukkannya yaitu dari kanan ke kiri.

8. Cetakan negatif RA dibersihkan di bawah air mengalir untuk melepaskan saliva dan debris yang melekat. Cetakan negatif tersebut dicelupkan ke dalam larutan desinfektan untuk mengurangi mikroorganisme yang melekat. Kapas basah diletakkan pada cetakan negatif untuk mempertahankan kelembaban.

9. Cetakan negatif diletakkan di atas balok penahan dengan posisi bagian cetakan tidak bersentuhan dengan apapun yang bertujuan agar tidak terjadi perubahan dimensi.

10.Cetakan harus diisi sebelum 15 menit setelah pencetakan selesai karena bila cetakan tidak diisi lebih dari 15 menit, maka cetakan akan mengalami perubahan dimensi. Untuk mencetak satu rahang dibutuhkan waktu 5-6 menit, maka cetakan bisa dilakukan pada dua orang subjek kemudian kedua hasil cetakan diisi dengan gips tipe IV.

Gambar 11. Prosedur mencetak rahang atas a. Sendok cetak disesuaikan dengan RA subjek

b. Ditentukan komposisi bahan cetak dan air yang dibutuhkan c. Bahan cetak diaduk hingga homogen

d. Bahan cetak yang sudah homogen diletakkan ke sendok cetak e. Sendok cetak berisi adonan dimasukkan ke mulut subjek f. Cetakan negatif RA subjek telah diperoleh

C. Pengisian Cetakan

Prosedur pengisian cetakan pada penelitian, antara lain, adalah sebagai berikut. 1. Alat dan bahan untuk pengisian cetakan dipersiapkan. Gips dan air disesuaikan dengan ukuran cetakan negatif yang diperoleh.

2. Air dituang terlebih dahulu ke dalam rubber bowl, kemudian diikuti dengan penuangan gips. Adonan diaduk sampai homogen sehingga gelembungnya hilang dengan bantuan vibrator .

3. Adonan tersebut dimasukkan ke cetakan negatif yang diperoleh sambil digetar-getarkan dengan spatula untuk menghindarkan poreus. Adonan dialirkan

dimulai dari permukaan palatum sehingga semua sisi terisi. Adonan dirapikan sebelum mengeras.

4. Setelah 30 menit, model yang sudah mengeras dilepaskan dari cetakan dengan bantuan lekron di bawah air mengalir.

5. Model direndam kembali ke dalam larutan desinfektan untuk mengurangi mikroorganisme. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya perpindahan penyakit.

D. Pembuatan Basis Model

Tujuan pembuatan basis model adalah mendapatkan dataran oklusal yang sejajar dengan lantai. Titik referensi dataran oklusal bagian anterior adalah bagian mesiolabial tepi insisial gigi insisivus sentralis RA. Titik referensi dataran oklusal bagian posterior adalah bagian mesiobukal puncak cups gigi molar satu RA.10,12 Prosedur pembuatan basis model, antara lain, adalah sebagai berikut.

1. Model dirapikan.

2. Bahan gips putih dan air diaduk dengan perbandingan 1:1.

3. Setelah gelembung menghilang, adonan gips dituang ke dalam rubber base. 4. Model diletakkan di atas adonan gips dan ditekan dengan kaca datar sampai mendapatkan dataran oklusal sejajar dengan lantai.

5. Setelah gips mengeras, model dikeluarkan dan dirapikan, kemudian diberi label nomor.

E. Pengukuran

Prosedur pengukuran pada penelitian, antara lain, adalah sebagai berikut. 1. Model diletakkan pada sebuah meja datar.

2. Bagian posterior papila insisivum pada model diberi tanda titik dengan menggunakan pulpen. Pulpen diletakkan tegak lurus terhadap titik (Gambar 12a).

3. Dilakukan pengukuran jarak antara insisivus sentralis RA dengan papila insisivum dengan menggunakan kaliper digital. Lengan anterior kaliper diletakkan pada garis permukaan labial gigi insisivus sentralis RA dan lengan posterior kaliper pada titik yang memproyeksikan titik paling posterior papila insisivum. Kemudian dibaca hasil pengukuran pada layar digital kaliper (Gambar 12b). Pengukuran dilakukan dua kali yaitu pada gigi insisivus sentralis kanan dan kiri RA, kemudian dijumlahkan dan dibagi dua untuk mendapatkan nilai rata-rata jarak I-P.

Gambar 12. Cara pengukuran pada model. Diberi tanda titik pada bagian posterior papila insisivum. (a) Jarak dari gigi insisivus sentralis RA ke papila insisivum diukur(b).

Dokumen terkait