AB 2 TINJAUAN PUSTAKA
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara (FKG USU), Jalan Alumni No.2, Kampus USU, Medan.
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Populasi penelitian adalah mahasiswa akademik FKG USU yang telah menyelesaikan perawatan ortodonti. Pada penelitian sampel dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi.
3.3.2 Sampel
Besar jumlah sampel untuk memperoleh jumlah mahasiswa pasca perawatan ortodonti adalah seperti berikut :
n =
(
Z∝ × S𝑑)
2
n = (1.96 ×0.31
1 )
2
n = 0.6076
1
ditambah sebesar 10 % menjadi 42 orang sampel.
3.3.2.1 Kriteria Inklusi
1) Mahasiswa yang telah menyelesaikan perawatan ortodonti.
2) Jangka waktu pasca perawatan ortodonti tidak melebihi dua tahun.
3) Mahasiswa akademik FKG USU.
3.3.2.2 Kriteria Eksklusi
1) Mahasiswa yang tidak koperatif.
2) Mahasiswa yang tidak menyelesaikan perawatan ortodonti sesuai dengan standar perawatan.
3.4 Variabel dan Definisi Operasional 3.4.1 Variabel Penelitian
Variabel yang terdapat pada penelitian adalah : 1. Variabel Bebas: Indeks OHRQoL-UK.
2. Variabel Tergantung: Tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut.
3. Variabel Terkendali: Mahasiswa akademik FKG USU yang telah menyelesaikan perawatan ortodonti.
4. Variabel Tidak Terkendali: Jenis kelamin, ras dan usia.
3.4.2 Definisi Operasional
No Variabel Definisi operasional Cara
pengukuran
No Variabel Definisi operasional Cara penelitian
Hasil pengukuran
Ratio
3 Mahasiswa
Alat yang digunakan untuk penelitian adalah:
a. Perlengkapan alat tulis b. Kalkulator
3.5.2 Bahan Penelitian
Bahan yang digunakan selama penelitian adalah:
a. Kuesioner OHRQoL-UK b. Informed consent
3.6 Prosedur Penelitian
1. Peneliti mengurus surat persetujuan penelitian dari Komisi Etik Penelitian Bidang Kesehatan, surat izin dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara dan surat Informed consent.
2. Melakukan seleksi sampel mengikut kriteria inklusi dan eksklusi dan menjelaskan prosedur penelitian kepada sampel yang telah dipilih.
3. Setiap sampel diberikan kuesioner OHRQoL-UK dan diberi waktu 10-15 menit untuk mengisi kuesioner tersebut.
4. Tabulasikan data dan melakukan analisis data dengan menggunakan komputer.
3.7 Pengolahan dan Analisis Data 3.7.1 Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan metode komputerisasi dan disajikan dalam bentuk tabel.
3.7.2 Analisis Data
Hasil data penelitian tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan gigi dan mulut pasca perawatan ortodonti pada mahasiswa FKG USU dilakukan dengan menggunakan uji statistik deskriptif untuk mendapatkan hasil rerata setiap kelompok.
3.8 Etika Penelitian
Etika penelitian dalam penelitian mencakup:
1. Ethical Clearance
Peneliti mengajukan lembar persetujuan pelaksanaan penelitian kepada Komisi Etik Penelitian Kesehatan berdasarkan ketentuan etik yang bersifat internasional dan nasional.
2. Informed Consent
Peneliti mengajukan lembar informed consent bagi persetujuan kepada mahasiswa untuk dijadikan sebagai sampel.
BAB 4
HASIL PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara, untuk mengetahui tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pasca perawatan ortodonti pada mahasiswa. Penelitian menggunakan 48 sampel yang dipilih dengan metode purposive sampling, yang terdiri dari 39 perempuan dan 9 laki-laki.
Tabel 1 Distribusi frekuensi dan persentase jawaban 48 responden berdasarkan 16 pertanyaan OHRQoL-UK.
buruk efek baik
Tabel 1 menunjukkan distribusi frekuensi dan persentase jawaban 48 responden berdasarkan 16 pertanyaan OHRQoL-UK. Diketahui bahwa OHRQoL-UK dibagi menjadi tiga aspek yaitu aspek fisik, sosial dan psikologis. Di bawah aspek fisik adalah, dampak perawatan ortodonti terhadap penguyahan, penampilan, pengucapan, kesehatan, kenyamanan, dan pernapasan. Terdapat 8 (16,67%) responden menjawab tidak ada efek, 28 (58,33%) responden menjawab baik dan 12 (25%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap penguyahan. Terdapat 1 (2.08%) responden menjawab tidak ada efek, 25 (52.08%) responden menjawab baik dan 22 (45.83%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap penampilan.
Terdapat 6 (12.50%) responden menjawab tidak ada efek, 32 (66.67%) responden menjawab baik dan 10 (20.83%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap pengucapan. Terdapat 13 (27.08%) responden menjawab tidak ada efek, 26 (54.17%) responden menjawab baik dan 9 (18.75%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap kesehatan. Terdapat 4 (8.33%) responden menjawab tidak ada efek, 36 (75.00%) responden menjawab baik dan 8 (16.67%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap kenyamanan. Terdapat 19 (39.58%) responden menjawab tidak ada efek, 27 (56.25%) responden menjawab baik dan 2
(4.17%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap pernapasan. Di bawah aspek sosial adalah, dampak perawatan ortodonti terhadap lingkungan pergaulan, kehidupan dengan lawan jenis, tersenyum atau tertawa, pekerjaan dan keuangan. Terdapat 4 (8.33%) responden menjawab tidak ada efek, 27 (56.25%) responden menjawab baik dan 17 (35.42%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap lingkungan pergaulan. Terdapat 20 (41.67%) responden menjawab tidak ada efek, 25 (52.08%) responden menjawab baik dan 3 (6.25%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap kehidupan dengan lawan jenis.
Terdapat 2 (4.17%) responden menjawab tidak ada efek, 33 (68.75%) responden menjawab baik dan 13 (27.08%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap tersenyum atau tertawa. Terdapat 31 (64.58%) responden menjawab tidak ada efek dan 17 (35.42%) responden menjawab baik untuk dampak terhadap pekerjaan. Terdapat 31 (64.58%) responden menjawab tidak ada efek dan 17 (35.42%) responden menjawab baik untuk dampak terhadap keuangan. Di bawah aspek psikologis adalah dampak perawatan ortodonti terhadap kemampuan bersantai atau tidur, kepercayaan diri, kepedulian, suasana hati, dan kepribadian. Terdapat 14 (29.17%) responden menjawab tidak ada efek, 25 (52.08%) responden menjawab baik dan 9 (18.75%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap kemampuan bersantai atau tidur. Terdapat 3 (6.25%) responden menjawab tidak ada efek, 29 (60.42%) responden menjawab baik dan 16 (33.33%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap kepercayaan diri. Terdapat 7 (14.58%) responden menjawab tidak ada efek, 32 (66.67%) responden menjawab baik dan 9 (18.75%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap kepedulian. Terdapat 7 (14.58%) responden menjawab tidak ada efek, 31 (64.58%) responden menjawab baik dan 10 (20.83%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap suasana hati. Terdapat 13 (27.08%) responden menjawab tidak ada efek, 34 (70.83%) responden menjawab baik dan 1 (2.08%) responden menjawab sangat baik untuk dampak terhadap kepribadian.
Tabel 2 Skor rata-rata tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pada mahasiswa pasca perawatan ortodonti.
Skor rata-rata Frekuensi (n)
Minimum Maksimum Rerata Std Deviasi
Fisik 48 21.00 30.00 24.25 2.06
Sosial 48 17.00 22.00 18.85 1.07
Psikologis 48 17.00 24.00 20.02 1.45
OHRQoL-UK 48 57 74 63.31 3.69
Tabel 2 menunjukkan skor rata-rata tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pada mahasiswa FKG USU pasca perawatan ortodonti. Diketahui bahwa untuk aspek fisik, skor minimum adalah 21, skor maksimum adalah 30, skor rerata adalah 24.25 dan skor standar deviasi adalah 2.05.
Diketahui bahwa untuk aspek sosial, skor minimum adalah 17, skor maksimum adalah 22, skor rerata adalah 18.85 dan skor standar deviasi adalah 1.07. Diketahui bahwa untuk aspek psikologis, skor minimum adalah 17, skor maksimum adalah 24, skor rerata adalah 20.02 dan skor standar deviasi adalah 1.45. Skor minimum OHRQoL-UK adalah 57. skor maksimum adalah 74, nilai rerata adalah 63.31 dan nilai standar deviasi adalah 3.69.
Tabel 3 Distribusi persentase tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pasca perawatan ortodonti pada mahasiswa FKG USU.
Tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut
Frekuensi (n) Persentase (%)
Buruk 0 0
Sedang 7 14.6
Baik 41 85.4
Jumlah 48 100
Tabel 3 menunjukkan distribusi persentase tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pasca perawatan ortodonti pada mahasiswa FKG USU. Diketahui bahwa tidak terdapat mahasiswa dengan tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut yang buruk, 7 (14.6%) mahasiswa dengan tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut yang sedang dan 41 (85.4%) mahasiswa dengan tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut yang baik.
BAB 5 PEMBAHASAN
Indeks kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut didefinisikan sebagai standar kesehatan mulut dan jaringan sekitar yang memungkinkan individu untuk makan, berbicara, dan bersosialisasi tanpa rasa ketidaknyamanan, dan rasa malu serta tidak adanya dampak negatif dari kondisi rongga mulut pada rasa percaya diri, dentofasial dan kehidupan sosial.3,12,16 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pasca perawatan ortodonti pada mahasiswa FKG USU.
Responden pada penelitian terdiri dari 48 mahasiswa, yang meliputi 39 responden perempuan dan 9 responden laki-laki, dengan usia 18-26 tahun.
Tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pada mahasiswa pasca perawatan ortodonti dinilai dengan menggunakan kuesioner OHRQoL-UK. OHRQoL-UK terdiri dari 16 pertanyaan yang dikelompokkan kepada tiga aspek yaitu fisik, sosial dan psikologis. Nilai rerata yang tinggi menunjukkan tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut yang baik.
Pada penelitian ini, skor keseluruhan untuk OHRQoL-UK berkisar dari 57 hingga 74 dan nilai rerata adalah 63.31±3.69. Berdasarkan hasil penelitian, untuk aspek fisik, skor rerata adalah 24.25±2.06, untuk aspek sosial, skor rerata adalah 18.85±1.07 dan untuk aspek psikologis, skor rerata adalah 20.02±1.45. Skor rerata yang tertinggi adalah pada aspek fisik. Hal ini karena, kebanyakkan mahasiswa menjawab “baik”
untuk bidang kenyamanan dan “sangat baik” untuk bidang penampilan. Hasil ini menunjukkan bahwa, perawatan ortodonti memberikan efek yang lebih baik dalam aspek fisik.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Chen dkk., yang menunjukkan bahwa, secara umum, pasien mendapat manfaat dari perawatan ortodonti melalui peningkatan penampilan wajah dan gigi serta peningkatan rasa percaya diri.3 Menurut penelitian Gazit-Rappaport dkk., nilai rerata Cronbach’s alpha pada aspek estetika
adalah sebanyak 3.83 (p<0.001) sebelum perawatan ortodonti dan 1.44 (p<0.001) pasca perawatan ortodonti. Menurut Gazit-Rappaport dkk., juga, perbaikan estetika gigi setelah perawatan meningkatkan tingkat kepercayaan dan perilaku sosial yang lebih baik pada pasien.31 Namun, hasil penelitian ini tidak seiring dengan penelitian Navabi dkk., yang menyimpulkan bahwa pasien yang menyelesaikan perawatan ortodonti mempunyai tingkat kualitas hidup terkait kesehatan mulut yang baik dalam aspek fisik.32
Secara keseluruhan, hasil penelitian diperoleh 7 (14.6%) mahasiswa dengan tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut yang sedang dan 41 (85.4%) mahasiswa dengan tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut yang baik. Maka hasil keseluruhan penelitian adalah, tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pasca perawatan ortodonti pada mahasiswa FKG USU adalah baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Chen dkk., yang menunjukkan bahwa tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut adalah baik pada pasien yang telah menyelesaikan perawatan ortodonti dengan hasil nilai rerata 2.65.3
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Feu dkk., yang mengunakan indeks OHIP-14 untuk menilai perubahan tingkat kualitas hidup terkait kesehatan mulut pada anak Brazilian yang menjalani perawatan ortodonti dan membandingkannya dengan dua kelompok yang tidak menerima perawatan. Menurut Feu dkk., anak-anak yang telah menyelesaikan perawatan ortodonti mengalami penurunan yang signifikan dalam skor OHIP-14, yaitu sebanyak 62% jika dibanding dengan anak-anak yang tidak menjalani perawatan.4
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Farzanegan dkk., tentang perbedaan tingkat kualitas hidup terkait kesehatan mulut dalam kalangan remaja sewaktu dan selepas perawatan ortodonti cekat. Hasil penelitian Farzanegan dkk., menunjukkan bahwa, tingkat kualitas hidup terkait kesehatan mulut adalah lebih baik pasca perawatan ortodonti, dengan penurunan skor rerata sebanyak 29.9 (p=0.000) jika dibanding dengan skor rerata sebelum perawatan.21 Menurut penelitian Silvola dkk., yang mengevaluasi karakteristik oklusal dan tingkat kualitas hidup sebelum dan
selepas perawatan maloklusi dengan menggunakan indeks OHIP menyatakan bahwa, prevalensi dampak oral sebelum dan selepas perawatan ortodonti adalah 70.6%
(p<0.001) dan 9.8% (p<0.001). Hal ini membuktikan bahwa, perawatan maloklusi mengurangi dampak oral yang telah dilaporkan dan tingkat kualitas hidup terkait kesehatan mulut adalah lebih baik pasca perawatan ortodonti.15
Hasil penelitian Jamilian dkk., menunjukkan bahwa kelompok subjek maloklusi yang telah menjalani perawatan ortodonti mempunyai skor rerata yang rendah, 20.76 (p<0.001) yang merupakan indikasi bahwa tingkat kualitas hidup terkait kesehatan mulut adalah lebih baik setelah perawatan ortodonti.5 Seterusnya, pada penelitian Navabi dkk., tentang perawatan ortodonti dan tingkat kualitas hidup menyimpulkan bahwa pasien yang telah menyelesaikan perawatan ortodonti mempunyai tingkat kualitas hidup yang terkait kesehatan gigi dan mulut yang baik.32
BAB 6 KESIMPULAN
6.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan;
1) Tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pasca perawatan ortodonti pada mahasiswa FKG USU adalah baik.
2) Mahasiswa mendapat efek yang lebih baik dari aspek fisik,terutama dalam bidang penampilan dan kenyamanan.
3) Mahasiswa mendapat manfaat yang kurang dari aspek sosial, terutama dalam bidang pekerjaan dan keuangan karena sampel merupakan mahasiswa yang masih aktif dalam bidang akademik.
6.2 Saran
1) Diharapkan pada penelitian selanjutnya mengambil data sebelum perawatan ortodonti agar dapat membandingkan dengan data pasca perawatan ortodonti.
2) Diharapkan pada penelitian selanjut menggunakan sampel yang lebih besar dan menggunakan sampel pria dan wanita dengan jumlah yang sama untuk mendapatkan validitas yang tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
1. Samohyl M, Nadazdyova A, Hirjak M, Stanciak J, Argalasova1 L, Vondrova D, dkk., Impact of orthodontic treatment on oral health-related quality of life in the Slovak Republic:a cross-sectional study.Pesquisa Brasileira Odontopediatria Clinica Integrada 2017;17(1):1-10.
2. Jay P, Goje SK, Narayan K, Riddhi P, Chinmay D, Aakash S. Impact of orthodontic treatment needs on oral health-related quality of life among the early adults: A questionnaire study. Jurnal of International Oral Health 2016;8(12):1095-100.
3. Chen M, Wang DW, Wu LP. Fixed orthodontic appliance therapy and its impact on oral health-related quality of life in Chinese patients. Angle Orthodontist 2010;80(1):49-53.
4. Feu D, Miguel JAM, Celeste RK, Oliveira BH. Effect of orthodontic treatment on oral health-related quality of life. Angle Orthodontist 2013;83(5):892-8.
5. Jamilian A, Kiaee B, Sanayei S, Khosravi S, Perillo L. Orthodontic treatment of malocclusion and its impact on oral health-related quality of life. The Open Dental Journal 2016;10:236-41.
6. Baiju RM, Peter E, Varghese N, Sivaram R. Oral health and quality of life current concepts. Jurnal of Clinical and Diagnostic Research 2017;11(6):21-6.
7. Costaa AA, Negrab JMS, Bendoa CB, Pordeusc IA, Paivac SM. Impact of wearing fixed orthodontic appliances on quality of life among adolescents case-control study. The Angle Orthodontics 2015:1-6.
8. Mararu WP, Zuliari K, Mintjelungan CN. Gambaran status kebersihan gigi dan
10. Kosasih PW, Jubhari EH. Kondisi gigi yang masih lengkap mempengaruhi kualitas hidup manula di Kota Makassar (Condition of complete dentition affects the quality of life of the elderly in Makassar). Dentofasial 2014;3:165-9.
11. Puspitasari AM, Ratnawati DE, Widodo AW. Klasifikasi penyakit gigi dan mulut menggunakan metode support vector machine. Journal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 2018;2:802-10.
12. Kiyak HA. Does orthodontic treatment affect patients’ quality of life. Journal of Dental Education 2008;72(8):886-94.
13. Goenharto1 S, Rusdiana E, Khairyyah IN. Comparison between removable and fixed orthodontic retainer. Journal of Vocational Health Studies 2017;1: 82–7.
14. Alawiyah T. Komplikasi dan resiko yang berhubung dengan perawatan ortodonti.
Journal Ilmiah Widya 2017;4:256-61.
15. Silvola AS, Rusanen J, Tolvanen M, Pirttiniemi P, Lahti S. Occlusal characteristics and quality of life before and after treatment of severe malocclusion. European Journal of Orthodontics 2012;34:704-9.
16. Bennadi D, Reddy CVK. Oral health related quality of life. Journal of International Society of Preventive and Community Dentistry 2013;3(1):1-6.
17. McGrath C. Bedi R. An evaluation of new measure of oral health related quality of life OHRQoL-UK(W). Community Dental Health 2001;18:138-43.
18. Zhou Y, Wang XY, Voliere G, Hu RD. The impact on orthodontic treatment on the quality of life a systemic review. Oral Health 2014;14:1-7.
19. Chandrashekaraiah D, Rudraswamy S. A brief insight into oral health related quality of life. Int Journal of Oral Health and Medical Research 2017;3:121-5.
20. Elfarisi RN, Susilawati1 S, Suwargiani AA. Kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup anak usia 4-5 tahun di Desa Cilayung. J Ked Gi Unpad 2018;30(2):86-95.
21. Farzanegan F, Heravi F, Tanbakouchi B, Noori E. Changes of oral health related quality of life during and after fixed orthodontic treatment. Advance Dental &
Oral Health 2016;2(4):1-5.
22. Kragt L, Dhamo B, Wolvius EB, Ongkosuwito EM. The impact of malocclusions on oral health-related quality of life in children- a systemic review and meta-analysis. Clinical Oral Invest 2016;20:1881-94.
23. Alsumait A, Elsalhy M, Raine K, Cor K, Gokiert R, Al-Mutawa S, dkk,. Impact of dental health on children’s oral heatlh-related quality of life: a cross-sectional study. Health Quality Life Outcomes 2015;13:1-10.
24. McGrath C, Bedi R.Population based norming of UK oral health related quality of life measure(OHRQoL-UK). British Dental Journal.2002;193(9):521-4.
25. Rahmawati E, Hardjono S. Perawatan maloklusi kelas I bimaksiler protrusi disertai gigi berdesakan dan pergeseran midline menggunakan teknik Begg. Maj Ked Gi 2013;20(2);224-30.
26. Gupta M, Swamy DF. Importance of quality of life among orthodontic patients.
Int Journal of Oral Care and Research 2017;5(3):241-4.
27. Sheiham A. Oral health, general health and quality of life. Bulletin of the World Health Organization 2005;83(9):644-5.
28. Herwanda, Arifin R, Lindawati. Pengetahuan remaja usia 15-17 tahun di SMAN 4 kota Banda Aceh terhadap efek samping pemakaian alat orthodonti cekat.
Jurnal of Shiah Kuala Dentistry Soc 2016:79-84.
29. Gill DS. Orthodontics at a glance,1st edition,John Wiley Sons,UK,2008.
30. Iswari HS. Relaps dan pencegahannya dalam ortodonti. Widya, 2012;29(319):53-8.
31. Gazit-Rappaport T, Haisraeli-Shalish M, Gazit E. Psychosocial reward of orthodontic treatment in adults patients. European Journal of Orthodontics 2010;32:441-6.
32. Navabi N, Farnudi H, Rafiei H, Arashlow MT. Orthodontic treatment and the oral health-related quality of life of patients. Journal od Dentistry 2012;9(3):247-54.
LAMPIRAN 1
LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN
Kepada Yth Saudara/i
……….
Saya Pavitraa Mohan, salah satu mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara. Bersama ini saya mohon kesediaan saudara/i untuk ikut serta sebagai subjek dalam penelitian saya yang berjudul:
Tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pasca perawatan ortodonti pada mahasiswa FKG USU
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pada mahasiswa FKG USU yang telah menyelesaikan perawatan ortodonti.
Perlu saudara/i ketahui bahwa kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut berfokus pada tujuan akhir perawatan gigi terutama kesehatan mulut yang baik. Kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut menggambarkan penilaian individu tentang bagaimana faktor-faktor seperti rasa sakit atau ketidaknyamanan, fungsi fisik, psikologi, dan fungsi sosial mempengaruhi kesejahteraan hidup. Kelancaran dari penelitian ini tentu memerlukan kerja sama yang baik dari saudara/i untuk ikut serta dalam penelitian ini.
Pada penelitian ini, saudara/i akan menjalani prosedur penelitian. Pertama saudara/i akan diminta mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan yang berkait tentang tingkat kualitas hidup. Pengisian kuesioner akan memakan waktu selama 10-15 menit.
Selama penelitian tidak akan terjadi masalah atau komplikasi yang serius. Pada penelitian ini, tidak terdapat bahaya potensial baik langsung maupun tidak langsung.
Kuesioner ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang tertutup dimana saudara/i tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan di dalam kuesioner berdasarkan tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pasca perawatan ortodonti. Karakteristik subyek penelitian ini adalah, mahasiswa akademik FKG USU yang telah menyelesaikan perawatan ortodonti sesuai dengan standar perawatan. Jumlah subyek yang diperlukan untuk penelitian ini adalah 48.
Manfaat umum yang didapat dari penelitian ini adalah, hasil dari penelitian ini akan memberikan keuntungan dalam perawatan ortodonti. Manfaat yang didapat apabila saudara/i bersedia menjadi responden penelitian ini adalah, saudara/i dapat memperoleh informasi mengenai tingkat kualiats hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut saudara/i setelah perawatan ortodonti. Setelah saudara/i berpartisipasi dalam penelitian ini, saudara/i akan menerima kompensasi berupa buku catatan dan pulpen. Kerugian menjadi subjek dalam penelitian adalah, dapat memakan waktu saudara/i selama berlangsungnya penelitian dan mungkin akan membosankan saudara/i.
Partisipasi saudara/i adalah bersifat sukarela dan tanpa ada paksaan. Setiap data yang ada dalam penelitian ini akan dirahsiakan dan digunakan untuk kepentingan penelitian. Untuk penelitian ini saudara/i tidak akan dikenakan biaya apapun. Apabila saudara/i bersedia, maka lembaran persetujuan menjadi subjek penelitian yang terlampir harap ditanda tangani. Surat kesedian ini tidak bersifat mengikat dan saudara/i dapat mengundurkan diri dari penelitian ini selama penelitian berlangsung.
Demikian mudah-mudahan keterangan dari saya diatas dapat dierti dan atas kesediaan saudara/i berpartisipasi dalam penelitian ini saya ucapkan terima kasih.
Medan, Maret 2019
Pavitraa Mohan
No telp : 087769339632
LAMPIRAN 2
LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
Alamat :
Umur :
Semester : Jenis Kelamin : L/P
No.HP :
Menyatakan bersedia untuk menjadi sampel dalam penelitian berjudul, Tingkat Kualitas Hidup yang Berhubungan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut pasca perawatan ortodonti dan tidak akan menyatakan keberatan maupun tuntutan di kemudian hari.
Demikian pernyataan ini saya berikan dalam keadaan sehat/sadar diri dan tanpa paksaan apapun dari pihak manapun juga.
Medan, 2019 Pembuat pernyataan,
(………...……)
LAMPIRAN 3
Departemen Ortodonsia Kedokteraan Gigi Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Sumatera Utara
Kuesioner Penelitian
A. Identitas Responden Nama : Jenis Kelamin : Umur : Nomor Hp :
Tingkat Kualitas Hidup yang Berhubungan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut pasca
Perawatan Ortodonti
B. Kuesioner OHRQoL-UK Butir pertanyaan :
1) Apakah efeknya dalam proses penguyahan anda, berdasarkan kondisi susunan gigi anda?
Sangat buruk Buruk
Tidak ada efek Baik
Sangat baik
2)Apakah efeknya dalam penampilan anda, berdasarkan kondisi susunan gigi anda?
Sangat buruk Buruk
Tidak ada efek Baik
Sangat baik
3) Apakah efeknya dalam kemampuan pengucapan anda, berdasarkan kondisi susunan gigi anda?
Sangat buruk Buruk
Tidak ada efek Baik
Sangat baik
4) Apakah efeknya dalam kesehatan anda, berdasarkan kondisi susunan gigi anda?
Sangat buruk Buruk
Tidak ada efek Baik
Sangat baik
5) Apakah efeknya dalam kemampuan untuk bersantai atau tidur anda, berdasarkan kondisi susunan gigi anda?
Sangat buruk Buruk
Tidak ada efek
Tidak ada efek