WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN
D. WAKTU PENDAFTARAN PERUSAHAAN
Mungkin timbul pertanyaan, kapan perusahaan wajib didaftarkan?
Hal ini dijabarkan dalam Pasal 10 Undang-Undang Wajib Daftar Perusahaan yang menyatakan bahwa:
Pendaftaran wajib dilakukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah perusahaan mulai menjalankan usahanya pada saat menerima surat izin usaha dari instansi yang berwenang.
Apa saja yang wajib didaftarkan? Hal ini sangat bergantung dari bentuk badan usaha.
1. Perseroan Terbatas (PT)
Badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas dijabarkan dalam Pasal 11 Undang-Undang Wajib Daftar Perusahaan, yakni:
(1) Apabila perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas, selain memenuhi ketentuan perundang-undangan tentang Perseroan Terbatas, hal-hal yang wajib didaftarkan adalah: a.1. Nama perseroan;
2. Merek perusahaan;
b.1. Tanggal pendirian perusahaan; 2. Jangka waktu berdirinya perusahaan;
c.1. Kegiatan pokok dan lain-lain kegiatan usaha perseroan;
2. Izin-izin usaha yang dimiliki;
d.1. Alamat perusahaan pada waktu perseroan didirikan dan setiap perubahannya;
2. Alamat setiap kantor cabang, kantor pembantu
dan Agen serta perwakilan perseroan; e. berkenaan dengan setiap pengurus dan komisaris
1. Nama lengkap dan setiap alias-aliasnya; 2. Setiap namanya dahulu, apabila berlainan dengan huruf e angka 1;
3. Nomor dan tanggal tanda bukti diri; 4. Alamat dan tempat tinggal tetap;
5. Alamat dan Negara tempat tinggal yang tetap apabila tidak bertempat tinggal tetap di luar wilayah Negara Republik Indonesia
6. Tempat dan tanggal lahir;
7. Negara tempat lahir apabila dilahirkan di luar Wilayah Negara Republik Indonesia
8. Kewarganegaraan pada saat pendaftaran;
9. Setiap kewarganegaraan dahulu apabila berlainan dengan huruf E angka 8;
10. Tanda tangan
11. Tanggal mulai menduduki jabatan;
f. Lain-lain kegiatan usaha dari setiap pengurus dan komisaris;
g.1. Modal dasar;
2. Banyaknya dan nilai nominal masing-masing saham; 3. Besarnya modal yang disetor;
4. Besarnya modal yang disetor; h.1. Tanggal dimulainya kegiatan usaha;
76 |
HUKUM DAGANG & PERUSAHAAN DI INDONESIA3. Tanggal pengajuan permintaan pendaftaran.
(2) Apabila telah diterbitkan atas nama yang telah mau-pun belum disetor secara penuh, di samping hal-hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini, juga wajib didaftarkan hal-hal mengenai setiap pemilik pemegang saham-saham itu, yaitu:
1. Nama lengkap dan setiap alias-aliasnya;
2. Setiap namanya dahulu apabila berlainan dengan ayat (2) angka 1;
3. Nomor dan tanggal tanda bukti diri; 4. Alamat tempat tinggal yang tetap;
5. Alamat dan Negara tempat tinggal yang tetap apabial tidak bertempat tinggal di wilayah Negara Republik Indonesia;
6. Tempat dan tanggal lahir;
7. Negara tempat lahir apabila dilahirkan di luar wilayah Negara Republik Indonesia;
8. Kewarganegaraan;
9. Setiap kewarganegaraan dahulu apabila ber-lainan dengan ayat (2) angka 8;
10. Jumlah saham yang dimiliki;
11. Jumlah uang yang disetorkan atas tiap saham; (3) Pada waktu mendaftarkan wajib diserahkan salinan
resmi akta pendirian;
(4) Hal-hal yang wajib didaftarkan, khusus bagi Perseroan Terbatas yang menjual sahamnya kepada masyarakat dengan perantaraan pasar modal, diatur lebih lanjut oleh Menteri.
2. Koperasi
Untuk badan usaha koperasi dijabarkan dalam Pasal 12 Undang-Undang Wajib Daftar Perusahaan:
(1) Apabila perusahaan berbentuk Koperasi, hal-hal yang wajib didaftarkan adalah:
a.1. Nama Koperasi;
2. Nama perusahaan apabila berlainan dengan hu-ruf a angka 1;
b. Tanggal pendirian;
c. Kegiatan pokok dan lain-lain kegiatan usaha; d. Alamat perusahaan berdasarkan akta pendirian; e. Berkenaan dengan setiap pengurus dan anggota badan pemeriksa:
1. Nama lengkap dan setiap alias-aliasnya;
2. Setiap namanya dahulu apabila berlaian dengan huruf e angka 1;
3. Nomor dan tanggal tanda bukti diri; 4. Alamat tempat tinggal yang tetap; 5. Tandatangan;
6. Tanggal mulai menduduki jabatan;
f. Lain-lain kegiatan usaha dari setiap pengurus dan angota badan pemeriksa;
g. 1. Tanggal dimulainya kegiatan usaha;
2. Tanggal pengajuan permintaan pendaftaran; (2) Pada waktu pendaftaran juga wajib dierahkan salinan
resmi akta pendirian koperasi yang disahkan serta sa-linan surat pengesahan dari pejabat yang berwenang untuk itu.
3. Persekutuan Komanditer (CV)
Badan Usaha Persekutuan Komanditer (CV) dijabarkan da-lam Pasal 13 Undang-Undang Wajib Daftar Perusahaan, yakni:
(1) Apabila perusahaan berbentuk Persekutuan Koman-diter, hal-hal yang wajib didaftarkan adalah:
a. Tanggal pendirian dan jangka waktu berdirinya perusahaan;
b. 1. Nama Persekutuan dan atau nama perusahaan; 2. Merek perusahaan;
c. 1. Kegiatan pokok dan lain-lain kegiatan usaha persekutuan;
2. Izin-izin usaha yang dimiliki;
d. 1. Alamat kedudukan persekutuan dan atau ala-mat perusahaan;
2. Alamat setiap kantor cabang, kantor pembantu dan agen serta
78 |
HUKUM DAGANG & PERUSAHAAN DI INDONESIAPerwakilan persekutuan;
e. Jumlah sekutu yang diperinci dalam jumlah sekutu aktif dan jumlah
Sekutu pasif;
f. Berkenaan dengan setiap sekutu aktif dan pasif; 1. Nama lengkap dan setiap alias-aliasnya; 2. Setiap namanya dahulu apabila berlainan
dengan huruf f angka 1;
3. Nomor dan tanggal tanda bukti diri; 4. Alamat tempat tinggal yang tetap;
5. Alamat dan Negara tempat tinggal yang tetap apabila tidak bertempat tinggal di wilayah Negara Republik Indonesia;
6. Tempat dan tanggal lahir;
7. Negara tempat lahir apabila dilahirkan di luar Wialayah Negara Republik Indonesia;
8. Kewarganegaraan pada saat pendaftaran; 9. Setiap kewarganegaraan dahulu apabila
ber-lainan dengan huruf f angka 8;
g. Lain-lain kegiatan usaha dari setiap sekutu aktif dan pasif;
h. Besar modal dan atau nilai barang yang disetor-kan oleh setiap sekutu aktif dan pasif;
i. 1. Tanggal dimulainya kegiatan persekutuan; 2. Tanggal masuknya setiap sekutu aktif dan pasif yang
baru bila terjadi setelah didirikan persekutuan; 3. Tanggal pengajuan permintaan pendaftaran; j. Tanda tangan dari setiap sekutu aktif yang
ber-wenang menandatangani untuk keperluan persekutuan;
(2) Apabila perusahaan berbentuk Persekutuan Koman-diter atas saham selain hal-hal sebagaimana dimak-sud dalam ayat (1) pasal ini, juga wajib didaftarkan hal-hal mengenai modal, yaitu:
b. Banyak saham dan besarnya masing-masing sa-ham;
c. Besarnya modal yang ditempatkan; d. Besarnya modal yang disetor.
(3) Pada waktu mendaftarkan wajib diserahkan salinan resmi akta pendirian yang disahkan oleh pejabat yang berwenang untuk itu.
4. Persekutuan Firma (Fa)
Hal ini dijabarkan dalam Pasal 14 Undang-Undang Wajib Daftar Perusahaan, yakni:
(1) Apabila perusahaan berbentuk Persekutuan Firma, hal-hal yang wajib didaftarkan adalah:
a. 1. Tanggal pendirian persekutuan;
2. Jangka waktu berdirinya persekutuan apabila ada;
b. 1. Nama persekutuan atau nama perusahaan; 2. Mereke perusahaan apabila ada;
c. 1. Kegiatan pokok dan lain-lain kegiatan usaha persekutuan;
2. Izin-izin usaha yang dimiliki; d. Alamat kedudukan persekutuan; e. Berkenaan dengan setiap sekutu;
1. Nama lengkap dan setiap alias-aliasnya; 2. Setiap namanya dahulu apabila berlainan
dengan hurufe angka 1;
3. Nomor dan tanggal tanda bukti diri; 4. Alamat tempat tinggal yang tetap;
5. Alamat dan Negara tempat tinggal yang tetap apabila tidak tinggal tetap di wilayah Negara Republik Indonesia;
6. Tempat dan tanggal lahir;
7. Negara tempat alhir apabila dilahirkan di luar Wilayah Negara Republik Indonesia;
8. Kewarganegaraan pada saat pendaftaran; 9. Setiap kewarganegaraan dahulu apabila
80 |
HUKUM DAGANG & PERUSAHAAN DI INDONESIAf. Lain-lain kegitan usaha dari setiap sekutu; g. Jumlah modal (tetap) persekutuan;
h. 1. Tanggal dimulainya kegiatan persekutuan; 2. Tanggal masuknya setiap sekutu yang baru yang terjadi setelah
Didirikan persekutuan;
3. Tanggal dimulainya kegiatan persekutuan; i. Tanda tangan dari setiap sekutu (yang berwenang
menandatangani untuk keperluan persekutuan). (2) Apabila perusahaan berbentuk Persekutuan Firma
memiliki akta pendirian, pada waktu mendaftarkan wajib diserahkan salinan-salinan resmi akta pendirian yang disahkan oleh pejabat yang berwenang untuk itu.
5. Perusahaan Perorangan
Hal ini dijabarkan dalam Pasal 15 Undang-Undang Wajib Daftar Perusahaan, yakni:
(1) Apabila perusahaan berbentuk perorangan, hal-hal yang wajib didaftarkan adalah:
a. 1. Nama lengkap pemilik atau pengusaha dan se-tiap alias-aliasnya;
2. Setiap namanya terdahulu apabila berlainan dengan
huruf a angka 1;
3. Nomor dan tanggal tanda bukti diri; b. 1. Alamat tempat tinggal yang tetap;
2. Alamat dan Negara tempat tinggal tetap di wilayah
Negara Republik Indonesia;
c. 1. Tempat dan tanggal lahir pemilik atau pengu-saha;
2. Negara tempat lahir apabila dilahirkan di luar wilayah Negara
d. 1. Kewarganegaraan pemilik atau pengusaha pa-da saat penpa-daftaran;
2. Setiap kewarganegaraan pemilik atau pengu-saha dahulu
apabila berlainan dengan huruf d angka 1; e. Nama perusahaan dan merek perusahaan apabila
ada;
f. 1. Kegiatan pokok dan lain-lain kegiatan usaha; 2. Izin-izin usaha yang dimiliki;
g. 1. Alamat kedudukan perusahaan;
2. ALamat setiap kantor cabang, kantor pemban-tu, dan agen serta
Perwakilan perusahaan perusahaan apabila ada;
h. Jumlah modal tetap perusahaan apabial ada; i. 1. Tanggal dimulai kegiatan perusahaan;
2. Tanggal pengajuan perminataan pendaftaran; (2) Apabila perusahaan berbentuk usaha perorangan
memiliki akta pendirian, pada waktu mendaftarkan wajib menyerahkan salinan-salinan resmi akta pendirian yang disahkan oleh pejabat yang berwenang untuk itu.
6. Bentuk Usaha Lainnya
Untuk jenis usaha diluar Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, Persekutuan KOmanditer (CV), Persekutuan Firma (Fa) dan Perorangan dijabarkan dalam PAsal 16 Un-dang-Undang Wajib Daftar Perusahaan, sebagai berikut:
(1) Apabila perusahaan berbentuk usaha lainnya di luar daripada sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Psal 12, Pasal 13, Pasal 14 dan Pasal 15 undang-undang ini, hal-hal yang wajib didaftarkan adalah:
a. Nama dan merek perusahaan; b. Tanggal pendirian perusahaan;
c. 1. Kegiatan pokok dan lain-lain kegiatan usaha perusahaan;
82 |
HUKUM DAGANG & PERUSAHAAN DI INDONESIAd. 1. Alamat perusahaan berdasarkan akta pendiri-an;
2. Alamat setiap kantor cabang, kantor pembantu dan agen
e. Berkenaan dengan setiap pengurus dan komisaris atau pengawas:
1. Nama lengkap dan setiap alias-aliasnya; 2. Setiap namanya dahulu apabila berlainan
dengan huruf e angka 1;
3. Nomor dan tanggal tanda bukti diri; 4. Alamat tempat tinggal yang tetap;
5. Alamat dan Negara tempat tinggal yang tetap, apabila tidak bertempat tinggal tetap di wilayah Negara Republik Indnoesia;
6. Tempat dan tanggal lahir;
7. Negara tempat lahir apabila dilahirkan di luar Wilayah Negara Indonesia;
8. Kewarganegaraan pada saat pendaftaran; 9. Setiap kewarganegaraan dahulu apabila
ber-lainan dengan huruf c angka 8; 10. Tanda tangan;
11. Tanggal mulai menduduki pendaftaran; f. Lain-lain kegiatan usaha dari setiap pengurus dan
komisaris atau pengawas; g. 1. Modal Besar;
2. Besarnya nodal yang disetorkan; 3. Besarnya modal yang disetorkan;
h. 1. Tanggal dimulainya kegiatan perusahaan; 2. Tanggal pengajuan permintaan pendaftaran; (2) Pada waktu mendaftarkan wajib diserahkan salinan
resmi akta pendirian dan lain-lain surat pernyataan serta pengesahan dari pejabat yang berwenang untuk itu.
Berapa lama jangka waktu berlakunya daftar perusahaan yang diberikan oleh pejabat yang berwenang? Menurut Pasal 22 Undang-Undang Wajib Daftar Perusahaan kepada Perusahaan yang telah disahkan
pendaftarannya dalam daftar Perusahaan diberikan Tanda Daftar Perusahaan yang berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal dikeluarkannya dan yang wajib diperbaharui sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sebelum tanggal berlakunya berakhir.