• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan

4.2.3 Produk dikembangkan dalam bentuk modul tanaman obat

Peneliti sebagai calon guru menyusun produk berupa modul tanaman obat “Daun Ajaib” untuk membantu pemahaman anak tentang tanaman obat yang berkaitan dengan pendidikan konservasi lingkungan. Produk berupa

modul tanaman obat ini menjadi panduan bagi anak-anak untuk mengenal jenis-jenis tanaman obat dan manfaat tanaman obat yang berada di sekitar lingkungan siswa. Produk berupa modul tanaman obat “Daun Ajaib” ini juga disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa kelas V (lima) sekolah dasar.

Siswa kelas V sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret. Pada tahap ini, siswa mulai menunjukkan perilaku belajar dengan memandang dunia secara objektif. Mulai dari apa yang dilihat, didengar, dirasakan dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Siswa akan berpikir secara operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda yang berada di sekitarnya. Selain itu, pada tahap ini juga siswa mampu mengembangkan kemampuan menalar secara logis. Anak memiliki kemampuan memecahkan masalah yang berhubungan dengan kehidupan nyata.

4.2.4 Kelebihan dan Kelemahan Produk berupa Modul

Melalui kegiatan validasi dan uji coba, peneliti memperoleh masukkan tentang kualitas produk yang peneliti kembangkan. Adapun kelebihan dan kelemahan produk berupa modul tanaman obat tersebut sebagai berikut:

a. Kelebihan Produk berupa Modul Tanaman Obat

1. Berisi informasi mengenai jenis-jenis tanaman obat yang terdapat di Kabupaten Nias Barat.

2. Disusun dengan memperhatikan karakteristik siswa kelas V (lima) sekolah dasar.

3. Disusun sesuai dengan konteks kehidupan anak-anak di Kabupaten Nias Barat.

b. Kelemahan Produk Modul berupa Tanaman Obat

1. Gambar tanaman obat kurang sesuai dengan tanaman yang sebenarnya.

2. Ukuran huruf dalam produk berupa modul tanaman obat masih kecil.

BAB V PENUTUP

Pada bab ini peneliti akan menguraikan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, keterbatasan penelitian, dan saran.

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

5.1.1 Proses penyusunan produk berupa modul tanaman obat “Daun Ajaib”

dilakukan dengan menggunakan 6 langkah penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono yang meliputi: (1) potensi dan masalah, potensi dalam penelitian ini adalah kekayaan tumbuhan berupa tanaman obat (2) pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, (3) desain produk, sebelum membuat desain peneliti terlebih dahulu menganalisis kebutuhan terkait dengan tanaman obat, setelah mendapatkan data yang dibutuhkan peneliti kemudian menganalis dan mulai mendesain produk (4) validasi desain ini dilakukan oleh ahli bahasa dan ahli tanaman obat (5) revisi desain dilakukan peneliti setelah mendapatkan hasil validasi berupa saran dan komentar dari ahli. (6) uji coba produk dilaksanakan di kelas V SDN No 075046 Lolofitu Kabupaten Nias Barat.

5.1.2 Kualitas produk berupa modul tanaman obat “Daun Ajaib” berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan 4,55. Hasil kualitas modul tanaman

74

obat tersebut jika disesuaikan dengan pedoman yang ditentukan maka dapat dikategorikan sangat baik.

5.2 Keterbatasan

Proses pelaksanaan penelitian pengembangan produk berupa modul tanaman obat “Daun Ajaib” memiliki keterbatasan diantaranya sebagai berikut:

5.2.1 Kabupaten Nias Barat terdiri dari 8 kecamatan. Pelaksanaan uji coba produk berupa modul tanaman obat hanya bisa dilakukan kepada salah satu sekolah di SDN No. 075046 Lolofitu.

5.2.2 Uji coba produk berupa modul tanaman obat kepada guru tidak dapat peneliti lakukan karena keterbatasan waktu.

5.3 Saran

Berikut ini merupakan beberapa saran dari peneliti untuk penelitian selanjutnya, antara lain:

5.3.1 Sebaiknya pelaksanaan uji coba produk berupa modul tanaman obat dilakukan di setiap kecamatan yang berada di Kabupaten Nias Barat.

5.3.2 Sebaiknya uji coba produk berupa modul tanaman obat dilakukan sesuai dengan waktu bapak dan ibu guru.

DAFTAR PUSTAKA

Alikodra, Hadi. 2012. Konservasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Arsyad, Azhar. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta:Rajawali Pers

Clayton, Susan & Gene Myers. 2014. Psikologi Konservasi. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar

Crain, William. 2007 . Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi.

Yogyakarta: Pustaka Belajar

Gulo, W. 2005. Metodologi Penelitian. Jakarta: Grasindo

Kustandi, Cecep. 2011. Media Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia

Masidjo. 1995. Penilaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta:

Penerbit Kanisius

Monks, F.J. dkk. 2006. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Mudyahardjo, Redja. 2006. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mulyasa. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013:

Perubahan dan pengembangan kurikulum 2013 merupakan persoalan penting dan genting. Bandung:PT Remaja Rosdakarya

Nana, Syaodih. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Remaja Rosdakarya

Nuryanti, Lusi. 2008. Psikologi Anak. Jakarta: PT INDEKS

Prastowo, Andi. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Tematik: Tinjauan Teoritis dan Praktik. Jakarta: Kencana Prenademedia Group

Sakiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta:

Pedagogia

Sanaky, Hujair. 2013. Media Pembelajaran Interaktif dan Inovatif.

Yogyakarta: Kaukaba Dipantara

Setyosari, Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan.

Jakarta : Kencana Sukmadinata,

Soedjito, Herwasono. 2009. Situs Keramat Alami-Peran Budaya dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.

Bandung:Alfabeta

Sugiyono, Prof. 2015. Metode Penelitian dan Pengembangan. (Research and Development/ R & D). Bandung : Alfabeta

Sukardjo. 2009. Landasan Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers

Tilaar, Martha dkk. 2010. The Green Science Of Jamu: Pendekatan Pragmatik untuk Kecantikan dan Kesehatan. Jakarta: Dian Rakyat.

Untung, Kasumbogo. 2007. Kebijakan Perlindungan Tanaman. Yogyakarta:

Gadjah Mada University Press

Utomo, Tjipto dan Kees Ruijter. 1985. Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan. Jakarta: Gramedia

Wasito, Hendri. 2011. Obat Tradisional Kekayaan Indonesia. Yogyakarta:

Graha Ilmu

Widoyoko, Eko. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar

Yusuf, Syamsu. 2010. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung:

Rosdakarya

Sumber Skripsi:

Krisdiantoro, Agustinus (2014) Pengembangan Modul Bimbingan Belajar IPS Berbasis Inteligensi Matematis-Logis pada Siswa Berprestasi Rendah Kelas III di SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta.

Universitas Sanata Dharma

Mistiyah, Agusta (2014) Pengembangan Modul Internalisasi Nilai-nilai

”Berjiwa Besar” St. Fransiskus Asisi di SD Fransiskus 2 Bandar Lampung. Universitas Sanata Dharma.

Septy Restiningsih, Vinsensia (2014) Pengembangan Modul Bimbingan Belajar Berbasis Kecerdasan Musikal pada Siswa Berprestasi Rendah Kelas V di SD Kanisius Gayam. Universitas Sanata Dharma

Sumber Jurnal:

Ervrizal_A.M. Zuhud (2006) Tri Stimulus AMAR (Alamiah Manfaat Religius) Sebagai Pendorong Sikap Konservasi Kasus Konservasi Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr.) di Taman Nasional Meru Betiri.

Johan Iskandar (2006) Konservasi Daerah Mandala dan Keanekaragaman Hayati Oleh Orang Baduy.

Tri Sayektiningsih, dkk (2007) dengan judul strategi pengembangan pendidikan konservasi pada masyarakat suku Tengger di desa Enclave Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Sumber Internet:

www.niasbaratkab.go.id

www.kehutanan.org

LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian

Lampiran 2. Surat Keterangan Penelitian

No Aspek

Nomor Item

1. Manfaat tanaman obat bagi masyarakat 1-5

2. Keadaan tanaman obat di lingkungan masyarakat 6-9

3. Upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mengkonservasi tanaman obat

10-14

4. Sarana yang diperlukan untuk menyadarkan masyarakat pentingnya mengkonservasi tanaman obat

15

Saran atau komentar:

Lampiran 3. Kisi-kisi Instrumen Analisis Kebutuhan Siswa dan Guru

Lampiran 4. Lembar Analisis Kebutuhan Siswa

Lampiran 5. Lembar Analisis Kebutuhan Guru

Lampiran 6. Lembar Validasi Analisis Kebutuhan Siswa

Lampiran 7. Lembar Validasi Analisis Kebutuhan Guru

Validasi Pertama oleh Ahli Bahasa

Lampiran 8. Lembar Validasi Produk dari Ahli Bahasa dan Ahli Tanaman Obat

Validasi kedua Ahli Bahasa setelah revisi

Validasi Pertama oleh Ahli Tanaman Obat

Validasi kedua Ahli Tanaman Obat setelah revisi

Lampiran 9. Lembar Instrumen Persepsi Siswa terhadap Produk

Lampiran 10. Lembar Presensi Kehadiran Uji Coba Produk

Lampiran 11. Lembar Dokumentasi Uji Coba Produk

Dokumen terkait