BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
3.2.2 Waktu Penelitian
Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Desember 2018 3.3 Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Sesuai dengan permasalahan yang diteliti maka variabel penelitian meliputi data-data siswa yang dihasilkan dari nilai rapor, tes psikotes, angket peminatan dan nilai akademik pada Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batang Anai.
3.4 Langkah-langkah Metoda Penelitian
Metode-metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi dan data-data yang diperlukan adalah sebagai berikut:
1. Metode Observasi, melalui melalui metode ini penulis melakukan observasi langsung di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batang Anai.
2. Metode Wawancara, penulis melakukan wawancara langsung ke Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batang Anai dengan pihak sekolah dan juga siswa yang ada di sana.
3. Studi kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan berbagai sumber referensi baik berupa buku, artikel, dan sumber-sumber lainnya sebagai acuan dalam sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan.
3.5 Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah mengikuti kerangka kerja System Development Life Cycle (SDLC), dimana kerangka kerja SDLC sendiri terdiri dari banyak metode, salah satunya adalah metode waterfall. Tahap-tahap pada metode waterfall adalah perencanaan sistem, analisis, desain dan implementasi seperti pada gambar berikut:
Gambar 3.1. Metode Waterfall (Satzinger, dkk., 2009).
3.6 Data dan Sumber Data 3.6.1 Data yang dibutuhkan
Data yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Data Primer yaitu data-data siswa yang kelas X yang akan memilih jurusan meliputi nilai rapor, tes psikotes, angket peminatan dan nilai akademik.
2. Data Sekunder yaitu data – data yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku literatur, jurnal,makalah dan data umum (nilai rapor, hasil tes psikotes, angket peminatan dan nilai akademik) pada Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batang Anai.
3.5.2 Sumber Data
Sumber data yang diperoleh penulis berasal dari hasil pengamatan dan pengambilan data pada Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batang Anai.
3.6 Kerangka Metodologi
Untuk memperjelas arah penelitian ini, dapat dilihat pada gambar kerangka metodologi berikut ini :
Mulai
Pendahuluan:
Wawancara dan Pengamatan langsung
Landasan Teori
Sistem informasi, system pendukung keputusan, metode Simple Additive Weighting (SAW), Visual Basic.Net, MySQL
Review Jurnal
A
A
Identifikasi Masalah
1. Masih adanya kasus siswa-siswi yang merasa salah dalam memilih jurusan yang masih sering terjadi pada siswa di SMA Negeri 02 Batang Anai
2. Belum adanya program yang bisa membantu guru BK dalam penjurusan siswa-siswi untuk hasil yang efektif di SMA Negeri 02 Batang Anai
Rumusan Masalah
1. Bagaimana merancang dan membuat programsistem pendukung keputusan dengan metode Simple Additive Weighting(SAW) yang menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net pada SMA N 02 Batang Anai ?
2. Bagaimana mengimplementasikan program sitem pendukung keputusan tersebut agar dapat membantu guru BK dalam penentuan jurusan pada SMA N 02 Batang Anai ?
A
A
Tujuan Penelitian
1. Merancang dan membuat program sistem pendukung keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net pada SMA N 02 Batang Anai.
2. Mengimplementasikan program sistem pendukung keputusan tersebut agar dapat membantu guru BK dalam penentuan jurusan dan laporan data jurusan persemester di SMA N 02 Batang Anai.
Pengumpulan data-data siswa untuk pemilihan jurusan
Perencanaan/Planning
Merancang sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batang Anai dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting(SAW)
Analisa dan Desain Sistem menggunakan Visual Basic.Net dan database MySQL
1. Data-data siswa kelas X yang akan memilih jurusan 2. Mendesain tampilan program
Pengolahan Data menggunakan Visual Basic.Net database MySQL 1. Pemberian koding program pada Visual Basic.Net
2. Input data-data siswa
A
Gambar 3.2 Metodologi Penelitian
Berdasarkan dari kerangka metodologi diatas, bahwa sebelum membuat sistem pendukung keputusan untuk menentukan pemilihan jurusan di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batang Anai dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) ada beberapa hal yang penulis lakukan sebagai berikut:
1. Review Jurnal
Disini penulis melakukan review beberapa jurnal untuk melakukan perbandingan dengan jurnal-jurnal yang ada terkait dengan judul penelitian yang dilakukan.
2. Pendahuluan
Melakukan wawancara dan pengamatan masalah secara langsung untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan.
Implementasi Sistem Program telah diuji
Perawatan Sistem
Program selesai diuji dilakukan perawatan untuk menjaga kestabilan sistem
Selesai A
3. Landasan Teori
Disini penulis memberikan penjelasan hal-hal yang berhubungan dalam perancangan sistem berupa pengertian sistem informasi, sistem pendukung keputusan, metode Simple Additive Weighting (SAW), Visual Basic.Net, dan MySQL.
4. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah yang ditemukan adalah :
1. Masih adanya kasus pada siswa-siswi yang merasa salah dalam memilih jurusan yang masih sering terjadi pada siswa di SMA Negeri 02 Batang Anai
2. Belum adanya program yang bisa membantu guru BK dalam penjurusan siswa-siswi untuk hasil yang efektif di SMA Negeri 02 Batang Anai 5. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang ada yaitu:
1. Bagaimana merancang dan membuat programsistem pendukung keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net pada SMA N 02 Batang Anai ?
2. Bagaimana mengimplementasikan program sitem pendukung keputusan tersebut agar dapat membantu guru BK dalam penentuan jurusan pada SMA N 02 Batang Anai ?
6. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang dapat dicapai yaitu:
1. Merancang dan membuat program sistem pendukung keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net pada SMA N 02 Batang Anai.
2. Mengimplementasikan program sistem pendukung keputusan tersebut agar dapat membantu guru BK dalam penentuan jurusan dan laporan data jurusan persemester di SMA N 02 Batang Anai.
7. Pengumpulan data-data siswa kelas X yang akan memilih jurusan.
8. Perencanaan/ planning
Setelah diidentifikasi masalahnya, perencanaan yang dilakukan adalah merancang sistem pendukung keputusan untuk pemilihan jurusan di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batang Anai dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW).
9. Analisa dan Desain Sistem menggunakan Visual Basic.Net dan database MySQL.
Selanjutnya masuk tahap analisa, kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah menganalisa dan menyesuaikan data-data siswa dan tampilan program.
10. Pengolahan Data Menggunakan Visual Basic.Net dan database MySQL Pada tahap ini, program yang telah didesain diberi koding dan data-data siswa dan diinputkan agar tersimpan kedalam database.
11. Implemetasi Sistem
Setelah data-data selesai diinputkan lalu diuji pada tahap ini hingga program berjalan sesuai dengan semestinya dan siap untuk dipakai.
12. Perawatan Sistem
Pada tahap ini program yang telah diterapkan, dilakukan perawatan seperti melakukan update untuk menjaga kestabilan sistem.
51 BAB IV
ANALISA DAN DESAIN SISTEM
4.1 Analisa Sistem
Dalam era globalisasi seperti saat sekarang ini pengembangan sistem informasi perlu dilakukan tahap analisa sistem karena merupakan tahap sangat penting.Dimana pada tahap ini nantinya dilakukan evaluasi seberapa jauh kinerja sistem yang sedang berjalan, identifikasi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada, kelemahan-kelemahan dan hambatan-hambatan yang ditemukan, kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan, yang nantinya akan sampai pada kesimpulan analisa yang menentukan apakah suatu sistem informasi tersebut layak atau tidak untuk digunakan.
Dalam melakukan analisa sistem diperlukan data-data dari sistem tersebut, analis harus mengetahui dan memahami secara keseluruhannya. Data yang diperlukan adalah hal-hal yang berkaitan dengan defenisi data. Penelitian terhadap beberapa sistem dari segi aktivitas dan efisiensi sistem yang ada atau yang sedang digunakan akan muncul sehingga dapat memperlihatkan gambaran sistem.
4.1.1 Analisa Sistem Yang Berjalan
Sebelum melakukan perancangan terhadap sistem baru, perlu adanya gambaran mengenai sistem yang ada atau sistem yang sedang berjalan pada SMA Negeri 02 Batang Anai. Hal ini bertujuan agar memudahkan kita dalam melakukan perancangan sistem baru tersebut sehingga apa yang diinginkan akan sesuai sebagaimana mestinya. Dengan kata lain sistem yang lama dapat dijadikan
sebagai bahan perbandingan untuk merancang sistem yang baru, yaitu gagasan untuk merancang sebuah Sistem Infromasi pengambilan keputusan pemilihan jurusan siswa. Aliran sistem informasi lama bertujuan untuk mengetahui bagaimana terjadinya proses pengolahan data pemilihan jurusan siswa dan juga untuk mengetahui masalah-masalah yang ada serta kelemahan-kelemahan pada sistem yang sedang berjalan sekarang ini. Jika pada sistem lama terdapat kekurangan maka dapat disempurnakan dengan menggunakan sistem yang baru.
Berikut ini aliran sistem informasi pengambilan keputusan pemilihan jurusan siswa yang lama pada SMA Negeri 02 Batang Anai:
1. Siswa menerima berkas (angket peminatan dan tes psikologi) yang diberikan oleh pihak sekolah.
2. Siswa mengisi berkas (angket peminatan dan tes psikologi) yang diberikan.
3. Setelah mengisi berkas (angket peminatan dan tes psikologi) pihak sekolah akan mengkalkulasi perhitungan digabung dengan nilai rapor dan nilai rata-rata SKHU.
4. Setelah dilakukan perhitungan oleh guru BK maka akan didapat laporan hasil penjurusan.
5. Kemudian laporan penjurusan tersebut akan ditanda tangani oleh kepala sekolah.
6. Guru BK akan membuat pengumuman dari hasil laporan penjurusan yang sudah di ACC.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada aliran Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan jurusan pada SMA Negeri 02 Batang Anai menggunakan metode simple additive weighting (saw) di bawah ini :
SISWA GURU BK KEPALA SEKOLAH
Gambar 4.1 ASI Lama Berkas Siswa
Isi berkas
Berkas yang telah diisi
Berkas yang telah diisi
Kalkulasi berkas
Laporan hasil penjurusan
Laporan hasil penjurusan
ACC
Laporan hasil penjurusan yang sudah d ACC
Laporan hasil penjurusan yang sudah di ACC Pengumuman
hasil penjurusan
4.1.2 Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan
Berdasarkan hasil analisa dari sistem informasi yang sedang berjalan maka dilakukan evaluasi guna mengurangi kesalahan dalam pengolahan data serta mempermudah sekolah dalam melakukan pemilihan jurusan pada siswa. Dari segi penyimpanan juga akan menguntungkan pihak sekolah dari adanya kesalahan dalam penyimpanan dokumen yang ganda.
Berdasarkan gambar aliran sistem informasi yang sedang berjalan di atas, dapat dilihat beberapa kelemahan di antaranya :
1. Sulit melakukan pencarian data dengan cepat sehingga jika suatu saat dibutuhkan proses pencarian data siswa akan terkendala dan memakan waktu yang cukup lama.
2. Kemungkinan terjadi kesalahan dalam memproses data besar.
3. Keamanan data kurang terjamin dari hal-hal yang tidak diinginkan karena data dalam bentuk kertas dokumen.
4.1.3 Usulan Sistem Baru
Pada aliran sistem informasi baru ini dilakukan beberapa perubahan dalam proses pengolahan data dan proses pembuatan laporan. Hal ini ditujukan agar kendala-kendala pada sistem pengolahan data yang lama dapat diatasi, seperti pembuatan laporan data siswa serta data penilaian pemilihan jurusan yang diproses dengan menggunakan bantuan program aplikasi. Adapun keuntungan dari perubahan sistem pengolahan data ini adalah proses pengolahan data menjadi lebih cepat, keamanan data akan lebih terjamin dan kejenuhan pemakai sistem akan dapat teratasi dengan perubahan yang diterapkan pada sistem yang baru.
Berikut ini aliran sistem informasi pengambilan keputusan pemilihan jurusan siswa yang diusulkan pada SMA Negeri 02 Batang Anai:
1. Siswa menerima berkas (angket peminatan dan tes psikotes) yang diberikan oleh guru BK.
2. Siswa mengisi berkas (angket peminatan dan tes psikotes) yang diberikan.
3. Setelah mengisi berkas (angket peminatan dan tes psikotes) guru BK akan menginputkan data siswa dan mengkalkulasikannya bersamaan dengan nilai rapor dan nilai akademik.
4. Kemudian guru BK akan menyerahkan laporan data jurusan persemester kepada kepala sekolah untuk di ACC
5. Setelah laporan data jurusan persemester di ACC oleh kepala sekolah, maka laporan tersebut disimpan oleh guru BK sebagai arsip.
6. Laporan tersebut kemudian akan diberikan kepada para siswa.
Untuk lebih jelasnya mengenai aliran sistem informasi yang diusulkan, dapat dilihat pada gambar 4.2 di bawah ini
Gambar 4.2 ASI Baru
SISWA GURU BK KEPALA SEKOLAH
Data yang telah diisi Isi berkas
Berkas Siswa Data yang telah diisi
Laporan data jurusan persemester
Laporan jurusan persemester
ACC
Laporan data jurusan
persemester yang di ACC
Laporan data jurusan
persemester yang di ACC
Input dan Kalkulasi data siswa
Laporan data siswa Laporan data
jurusan persemester
A
A
4.1.4 Analisa Sistem Informasi yang diusulkan
Berdasarkan desain sistem informasi yang baru dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di sekolah. Semua data yang sudah terkomputerisasi dan dapat memudahkan guru BK dalam pengambilan keputusan dalam penjurusan siswa pada SMA Negeri 02 Batang Anai.
4.1.4.1 Context Diagram
Context diagram adalah gambaran secara umum tentang suatu sistem yang terdapat di dalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan sistem, adanya interaksi antara eksternal entity dengan suatu sistem, dan informasi secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context diagram ini merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan.
Untuk mendapatkan gambaran umum mengenai suatu sistem yang akan dirancang dapat melalui penjabaran context diagram. Dimana dalam context diagram tersebut terdiri dari beberapa entity dan juga terdiri dari sebuah proses yang disebut dengan perancangan sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan pada SMAN 02 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Context Diagram dapat dilihat pada gambar 4.3 dibawah ini :
Gambar 4.3 Kontex Diagram Sistem 4.1.4.2 Data Flow Diagram
Data Flow Diagram adalah gambaran sistem secara logikal. Gambaran ini tidak tergantuk pada perangkat keras, perangkat lunak, struktur data atau organisasi file. Keuntungan menggunakan Data Flow Diagram adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikembangkan.
Data Flow Diagram (DFD) digunakan untuk menggambarkan arus data suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika. Keuntungan dari pengguna DFD adalah memudahkan pemakai atau user yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan atau dikembangkan. Untuk memperinci sistem yang akan dirancang yaitu dengan menguraikan DFD. Penjabaran DFD didasarkan pada context
diagram yang telah dibahas sebelumnya dan dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 4.4 Data Flow Diagram (DFD) 4.1.4.3 Entity Relation Diagram (ERD)
Entity Relatinship Diagram (ERD) merupakan suatu dokumentasi data dengan mengindentifikasikan entity data dan memperlihatkan hubungan yang ada diantara entity tersebut.
Pada model Entity Relatinship Diagram (ERD) ini akan terlihat hubungan antara yang satu dengan yang lainnya dengan menggunakan kunci relasi (relasi key) yang merupakan kunci utama dari masing-masing file. Diagram berikut ini akan memperlihatkan bagaimana entity yang ada dalam file-file yang digunakan.
siswa
*siswaid siswanama siswajenkel siswakelas siswaalamat
siswahp
penilaian memiliki
*nilaiid
**nilaisiswaid nilairapor nilaipsikotes
nilaiakademik nilairatarata
nilaipeminatan
Gambar 4.5 Entity Relationship Diagram (ERD) 4.2 Desain Sistem
Desain sistem merupakan tahap setelah analisa sistem. Tujuan dari desain sistem ini yaitu untuk mempercepat pengambilan keputusan. Desain sistem pada hakekatnya bukanlah sekedar mempercepat atau mengoptimalisasikan kegiatan operasi tapi juga mencakup standarisasi dengan hasil dalam penghematan waktu dan biaya. Desain sistem terdiri dari dua tahap yaitu tahap desain secara global dan tahap desain secara terinci.
4.2.1 Desain HalamanUtama
Desain halaman utama program ini yaitu:
Gambar 4.6 Desain Halaman Utama 4.2.2 Desain File
Setelah perancangan bentuk output dan bentuk input, maka selanjutnya adalah merancang file-file yang dibutuhkan. Dari file-file tersebut data akan direkam kedalam media penyimpanan dan perancangan file berdasarkan atas input-input yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
a) Relasi table
Gambar 4.7 Tabel Relasi
Sebelum membuat database, tentunya user harus merancang relasi tabel atau hubungan dari tabel ke tabel. Dalam suatu tabel terdapat suatu primary key (kunci utama) dan jika tabel tersebut berelasi maka diantara tabel tersebut harus memiliki foreign key (kunci tamu). Gambar diatas menampilkan bagaimana hubungan antar tabel siswa dengan tabel lainnya.
b) File Data Siswa
Desain file data siswa menggambarkan field-field apa saja yang digunakan untuk merancang file data siswa. Field-field yang digunakan dalam perancangan desain file data siswa dapa dilihat pada tabel 4.1
Nama database : Dbsekolah Nama tabel : Data siswa Field key : Siswaid
Tabel 4.1 Tabel File Data Siswa
No Field Name Type Size Description
1 Siswaid Varchar 15 Primary Key
2 Siswanama Varchar 30 3 Siswajenkel Varchar 20 4 Siswakelas Varchar 50 5 Siswaalamat Varchar 50
6 Siswahp Varchar 20
c) File Data Jurusan Persemester
Desain file data jurusan persemester menggambarkan field-field apa saja yang digunakan untuk merancang file data jurusan persemester.
Field-field yang digunakan dalam perancangan desain file data jurusan persemester dapa dilihat pada tabel 4.2
Nama database : Dbsekolah Nama tabel : Hasil Field key : Nilaiid
Tabel 4.2 Tabel Data Jurusan Persemester
No Field Name Type Size Description
1 Nilaiid Varchar 15 Primary Key
2 Siswaid Varchar 20
3 Nilairapor Double
4 Nilaipsikotes Double 5 Nilaipeminatan Double
6 Ratarata Double
64 5.1 Implementasi Sistem
Implementasi sistem merupakan suatu prosedur yang dilakukan pada tahap sistem dalam dokumen yang disetujui dan menguji kemudian mengintalasi dan menggunakan program yang dibuat. Didalam implementasi sistem ada beberapa tahap yang harus dilakukan diantaranya adalah menerapkan rencana implementasi, melakukan kegiatan implementasi dan tindak lanjut implementasi.
Untuk mengimplementasikan program aplikasi yang telah dirancang, maka diperlukan sebuah alat bantu berupa komputer, yang mana untuk mengoperasikan komputer itu sendiri yang memerlukan tiga buah komponen pendukung seperti hardware, software, dan brainware.
5.2 Desain Database
Mendesain database pada bab ini menggunakan XAMPP yang didalamnya terdapat PHP MyAdmin, yang dimulai dari menginstal software tersebut serta mengikuti langkah-langkat dalam menginstal hingga selesai. Setelah berada dimenu PHP MyAdmin selanjutnya dibuat database dengan cara memilih menu Create New MyAdmin dan diberi nama dbsekolah seperti lampiran gambar dibawah ini.
Gambar 5.1 Desain Database 5.3 Pengujian sistem
Pada bab ini akan dijelaskan lebih rinci tentang sistem yang telah dibuat.
Pengujian sistem dilakukan untuk menguji hubungan antara program aplikasi yang dibuat dengan elemen yang lain dalam sistem informasi. Adapun tujuan dari pengujian sistem ini adalah untuk memastikan semua elemen sistem sudah terhubung dengan baik. Pada pengujian ini sistem akan dilihat perbedaan antara sistem yang lama dengan yang baru.
5.3.1 Menu Login
Pada tampilan menu login ini menampilkan user atau pengguna untuk masuk ke menu utama.
Gambar 5.2 Menu Login
5.3.2 Menu Utama
Pada tampilan menu utama ini menampilkan menu Master Data, Transaksi, Laporan, Logout yang dapat diakses user.
Gambar 5.3 Menu Utama 5.3.3 Data Siswa
Pada menu data siswa ini menampilkan data-data siswa yang akan memilih jurusan pada SMA Negeri 02 Batang Anai.
Gambar 5.4 Menu Input Data Siswa
5.3.4 Data Penilaian
Pada menu data penilaian ini akan menghitung nilai siswa sesuai dengan kriteria nilai yang sudah ditentukan sebelumnya pada SMA Negeri 02 Batang Anai.
Gambar 5.5 Menu Penilaian 5.3.5 Laporan Data Siswa
Pada menu ini menampilkan laporan data siswa SMA Negeri 02 Batang Anai.
Gambar 5.6 Laporan Data Siswa
5.3.6 Laporan Data Jurusan Persemester
Pada tampilan ini menampilkan hasil penilaian pada SMA Negeri 02 Batang Anai.
Gambar 5.7 Laporan Data Jurusan Persemester
.
69
BAB VI PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai sistem pendukung keputusan untuk pemilihan jurusan siswa SMA Negeri 02 Batang Anai dapat disimpulkan bahwa :
1. Program ini dirancang dan dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic .Net serta menggunakan metode Simple Additive Weighting(SAW) pada SMA N 02 Batang Anai.
2. Program ini dapat diimplementasikan sebagai program sistem pendukung keputusan yang diharapkan dapat membantu guru BK dalam penentuan jurusan dan laporan data jurusan persemester di SMA N 02 Batang Anai.
6.2 Saran
Dari kesimpulan diatas untuk pengembangan lebih lanjut maka penulis memberikan saran dalam membangun sistem pendukung keputusan untuk penentuan jurusan siswa dengan menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) yaitu:
1. Sistem yang dibuat ini diharapkan nantinya dapat diterapkan dan digunakan dalam pemilihan jurusan pada SMA Negeri 02 Batang Anai dan juga sistem ini dapat dikaji dan dipelajari sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang maksimal
2. Sistem pendukung keputusan ini nantinya dapat dikembangkan lagi dengan menambahkan kriteria yang dipakai dalam pengambilan keputusan yang dapat memperkuat pengambilan keputusan dalam penentuan jurusan siswa di SMA Negeri 02 Batang Anai.
3. Sistem pendukung keputusan ini bisa dikembangkan dengan sistem pendukung keputusan berbasis web.
kon.Open()
perintah.Connection = kon
perintah.CommandType = CommandType.Text
perintah.CommandText = "SELECT * FROM admin WHERE adminid='"
& txtid.Text & "' AND adminpass=MD5('" & txtpass.Text & "') AND adminstatus=1"
Form_Menu.ToolStripStatusLabel2.Text = cek.Item("adminnama") Form_Menu.Show()
Private Sub Button2_Click(sender As Object, e As EventArgs) Handles Button2.Click
Private Sub LogoutToolStripMenuItem_Click(sender As Object, e As EventArgs) Handles LogoutToolStripMenuItem.Click
Application.Exit() End Sub
Private Sub InputDataSiswaToolStripMenuItem_Click(sender As Object, e As EventArgs) Handles InputDataSiswaToolStripMenuItem.Click Form_Siswa.ShowDialog()
End Sub
Private Sub InputDataPenilaianToolStripMenuItem_Click(sender As Object, e As EventArgs) Handles
InputDataPenilaianToolStripMenuItem.Click Form_Penilaian.ShowDialog()
End Sub
LaporanDataSiswaToolStripMenuItem.Click Lap_Siswa.ShowDialog()
End Sub
Private Sub InputMataPelajaranToolStripMenuItem_Click(sender As Object, e As EventArgs) Handles
InputMataPelajaranToolStripMenuItem.Click Form_Mata_Pelajaran.ShowDialog()
End Sub
Private Sub InputDataRaporToolStripMenuItem_Click(sender As Object, e As EventArgs) Handles InputDataRaporToolStripMenuItem.Click Form_Rapor.ShowDialog()
End Sub
Private Sub LaporanDataRaporToolStripMenuItem_Click(sender As Object, e As EventArgs) Handles
LaporanDataRaporToolStripMenuItem.Click
perintah.Connection = kon 'memanggil comentext dengan coneksi kon perintah.CommandType = CommandType.Text