• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian

B. Variabel Penelitian 1. Pengertian Variabel 1.Pengertian Variabel

1. Waktu penelitian

Gambar 1. Paradigma hubungan antara variabel X dan variabel Y. Keterangan:

X : Kondisi lingkungan belajar di sekolah Y : Hasil belajar IPA siswa kelas V C. Setting Penelitian

1. Waktu penelitian

Waktu penelitian ini adalah pada bulan April 2016. 2. Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Se-Gugus Mulyodadi Kecamatan Bambanglipuro pada semester II tahun ajaran 2015/2016. D. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Dalam penelitian kuantitatif, apabila peneliti mengambil semua subjek penelitian untuk diteliti maka penelitian tersebut adalah penelitian populasi. Suharsimi Arikunto (2006: 130) berpendapat bahwa, populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Sejalan dengan pendapat tersebut, Sugiyono (2008: 117) mengemukakan bahwa populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

43

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa populasi merupakan semua individu yang mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diselidiki. Dalam penelitian ini, populasinya adalah siswa kelas V SD Se-Gugus Mulyodadi Kecamatan Bambanglipuro Bantul Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016. Data diperoleh sebanyak 147 siswa, dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 1. Rincian Jumlah Siswa Masing-masing Sekolah Dasar

No. Nama Sekolah Jumlah Siswa

1. SD Negeri Sribit 23 siswa

2. SD Muhammadiyah Mulyodadi 14 siswa

3. SD Negeri Kembangan 19 siswa

4. SD Negeri Tulasan 22 siswa

5. SD Negeri Grogol 69 siswa

Jumlah Seluruh Siswa 147 siswa

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diselidiki dan mempunyai karakteristik yang sama dengan karakteristik populasi (Sutrisno Hadi, 2000: 221). Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2006: 133) sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian

44

sampel. Yang dimaksud dengan menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi.

Suharsimi Arikunto (2006: 134) menerangkan bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya, apabila jumlah subjeknya besar dapat diambil antar 10-15% atau 20-25% atau lebih, tergantung setidak-tidaknya dari:

a. Kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga, dan biaya.

b. Sempit dan luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.

c. Besar kecilnya resiko, tentu saja jika sampel besar, hasilnya akan lebih baik.

Berdasarkan uraian di atas, dengan mempertimbangkan ketiga hal tersebut maka penelitian ini menggunakan penelitian sampel. Dengan menggunakan jenis penelitian sampel, diharapkan diperoleh sampel yang representatif.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara cluster

random sampling. Untuk menentukan ukuran sampel yang akan diambil, akan

45 N n = 1 + N (e)2 n = jumlah sampel N = jumlah populasi e2 = eror sampling

Riduwan (2007: 254) menyatakan bahwa persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih ditoleris atau diinginkan misalnya 5%. Pemakaian rumus Slovin di atas memiliki asumsi bahwa populasi berdistribusi normal.

Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. N n = 1 + N (e)2 147 n = 1 + 147 (0,05)2 n = 107,534 n = 107

Berdasarkan perhitungan rumus Slovin di atas dapat diketahui, sampel dalam penelitian ini adalah 107 siswa.

46

Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster

Random Sampling, seluruh individu yang menjadi anggota populasi memiliki

peluang yang sama untuk diambil sebagai anggota sampel. Pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak dari seluruh SD. Cara pengambilan sampel tiap SD dengan perhitungan di bawah ini:

n

nSD = x JK N

Keterangan : nSD = sampel kecil n = jumlah sampel N = jumlah populasi

JK = jumlah siswa setiap kelas (Riduwan, 2007: 38)

Setelah dihitung dengan rumus tersebut, dapat diketahui sampel dari tiap-tiap SD yaitu sebagai berikut:

Tabel 2. Rincian Jumlah Sampel Masing-masing Sekolah Dasar

No. Nama Sekolah Jumlah Siswa

1. SD Negeri Sribit 107/147 x 23 = 17 siswa 2. SD Muhammadiyah Mulyodadi 107/147 x 14 = 10 siswa 3. SD Negeri Kembangan 107/147 x 19 = 14 siswa 4. SD Negeri Tulasan 107/147 x 22 = 16 siswa 5. SD Negeri Grogol 107/147 x 69 = 50 siswa

47 E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan dokumentasi.

1. Angket

Metode angket adalah cara pengumpulan data yang diambil dari responden dengan menggunakan angket atau kuesioner. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 194) angket atau yang sering disebut dengan kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal hal yang ia ketahui. Sugiyono (2007: 199) juga menambahkan bahwa angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Jadi, metode angket atau kuesioner adalah daftar pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan pada responden dan digunakan untuk memperoleh berbagai macam informasi tentang fakta-fakta. Dalam penelitian ini metode angket yang digunakan adalah angket langsung dan tertutup. Angket akan diberikan kepada siswa untuk mengetahui kondisi lingkungan belajar di sekolah dengan cara menjawab pertanyaan yang disediakan peneliti.

Alasan peneliti menggunakan metode angket adalah sebagai berikut: a) Tidak memerlukan hadirnya peneliti

b) Dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden

c) Dapat dijawab responden menurut kecepatannya masing-masing dan menurut waktu senggang responden

48

d) Responden dapat menjawab pertanyaan dengan bebas, jujur, dan tidak malu-malu untuk menjawab

e) Dapat dibuat terstandar sehingga bagi semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama. (Suharsimi Arikunto, 2010: 129). 2. Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Suharsimi Arikunto (2010: 158) mengemukakan bahwa dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang telah terdahulu. Dokumentasi dapat berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental dari seseorang. Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya. Sejalan dengan pendapat di atas, Nana Syaodih Sukmadinata (2005: 221) mengemukakan studi dokumenter merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik.

Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data/informasi tentang hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran IPA yang digunakan sebagai sampel. Dalam hal ini, peneliti menggunakan dokumen nilai ulangan akhir semester I mata pelajaran IPA siswa kelas V di SD se gugus Mulyodadi Kecamatan Bambanglipuro tahun ajaran 2015/2016.

49 F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data dengan cara melakukam pengukuran. Purwanto (2008: 83) menyatakan instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena ataupun masalah sosial yang diamati. Secara spesifik semua variabel ini disebut instrumen penelitian. Suharsimi Arikunto (2006: 160) menjelaskan bahwa instrumen penelitian merupakan alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik.

Instrumen dengan metode angket disusun dan dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Merumuskan tujuan yang ingin dicapai

2) Membuat kisi-kisi berdasarkan tujuan yang telah dirumuskan 3) Membuat pertanyaan berdasarkan kisi-kisi

4) Penetapan skor. (Purwanto, 2008: 185)

Instrumen angket ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan belajar di sekolah.

50

Tabel 3 Kisi-Kisi Instrumen Angket Kondisi Lingkungan Belajar di Sekolah

Variabel Sub Variabel Indikator No. Butir

Lingkungan belajar di sekolah Lingkungan fisik sekolah 1. Kondisi kelas 2. Keadaan gedung dan lingkungan sekitar sekolah 3. Media pembelajaran 4. Fasilitas dan Sarana prasarana belajar di sekolah 5. Sumber belajar 2, 6, 7 1, 11 3 5, 14, 15 10, 12 Lingkungan sosial (non fisik) sekolah 1. Hubungaan antara siswa dengan guru 2. Hubungan antara siswa dengan siswa 3. Hubungan antara siswa dengan staf/karyawan sekolah 4, 8, 9 19, 20 17, 18 Lingkungan Akademis sekolah Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar 13, 16

Instrumen penelitian akan digunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat, dengan demikian maka setiap instrumen harus mempunyai skala. Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur (Sugiyono, 2011: 133).

51

Dalam penelitian ini, skala yang digunakan adalah rating scale. Dengan menggunakan rating scale, data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Dalam skala model rating scale, responden tidak akan menjawab salah satu jawaban kualitatif yang telah disediakan, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan. Skala rating scale bersifat fleksibel, tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja, tetapi untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lainnya, seperti status sosial ekonomi, proses kegiatan, kelembagaan, dan salah satunya dapat digunakan untuk mengetahui fenomena kondisi lingkungan belajar di sekolah.

Contoh pertanyaan:

Seberapa baik ruang kelas di sekolah ini? 4 - bila tata ruang itu sangat baik

3 - bila tata ruang itu baik

2 - bila tata ruang itu kurang baik 1 – bila tata ruang itu sangat tidak baik

Tabel 4. Penskoran Angket Kondisi Lingkungan Belajar di Sekolah

No. Item Pertanyaan Interval jawaban

1.

2.

Bagaimana keadaan gedung sekolahmu?

Bagaimana kondisi meja dan kursi di kelasmu?

4 3 2 1 4 3 2 1

52 G. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Dokumen terkait