• Tidak ada hasil yang ditemukan

53 3) Waste Material

Dalam dokumen BAB II DASAR HUKUM DAN KAJIAN TEORITIS (Halaman 53-58)

SYAHBANDAR/ OTORITAS

II- 53 3) Waste Material

II-53 3) Waste Material

Semua bahan sampah yang diangkut melalui batas-batas perairan Internasional dianggap bahan yang perlu diawasi, berdasarkan Konvensi UNEP-BASEL tentang “Control of Transboundary Movement of Hazardous Wastes and Their Disposal, 1989”. Sering terjadi waste material dari sampah industry yang dibuang diperairan pihak ketiga, sangat berbahaya bagi perlindungan lingkungan laut.

4) Muatan Curah Padat (Solid Bulk Cargoes)

Muatan curah tidak tercantum didalam IMDG Code, tetapi di atur dalam “Code of Safe Practice fof SOLID BULK CARGOES” (BC Code) yang merupakan supplement dari IMDG Code. BC Code tersebut mencakup bagaimana menangani muatan curah dengan aman, termasuk jangan sampai menimbulkan bahaya sebagaimana 9 class barang berbahaya.

c. Persyaratan Pengepakan dan Tangki-Tangki sebagai berikut : 1) Terminologi.

a) Packages

Adalah suatu system pengepakan baik dalam kotak atau drum, biasanya dibatasi 400 kg atau 400 liters.

Single Packaging

Hanya satu cara pengepakan tanpa bungkus tambahan, misalnya Steel Drum.

Combination Packaging

Biasanya terdapat 2 cara pengepakan, satu bagian dalam dan bungkus diluarnya, misalnya botol plastik didalam fibre board box

b) Intermediate Bulk Container (IBC)

Pengepakan yang besar tidak boleh lebih dari 3000 m atau 3000 liter, yang 3 diangkut memakai alat mekanik (seperti forklift).

c) Tank

Pengertian tangki termasuk “Portable Tank” atau “Road Tank Vehicle” dengan kapasitas lebih dari 450 liters dan dilengkapi peralatan pelayanananya seperti slang, kran, dll.

2) Pengepakan tidak boleh bocor, karena : a. Vibration

Getaran kapal selama pelayaran pasti terjadi dan bisa terjadi kebocoran jika tidak dikemas dengan baik.

II-54

Sebuah container yang dimuat bulan Januari di Rotterdam dan dikirim ke Australia akan mengalami perubahan-perubahan cuaca yang cukup besar. Pemuaian akan menyebabkan kebocoran, kelembaban udara menimbulkan karat pada drum.

c. Compatibility

Beberapa bahan kimia dapat mempengaruhi bahan lainnya, sehingga perlu diketahui bahan kimia mana yang akan mengganggu pengepakan barang itu.

3) Sistem Tangki

Barang berbahaya yang dipackage dalam tangki terdiri dari : a) Liquid Dangerous Goods (tangki tipe 1, 2 dan 4)

b) Non – Refrigerated Liquefied Gases (tangki tipe 5 dan 6) c) Refrigerated Liquefied Gases (tangki tipe 7 dan 8)

Tipe tangki-tangki adalah sebagai berikut :

Tipe 1 Tangki Portable dengan tekanan diatas 1,75 bar Tipe 2 Tangki Portable dengan tekanan antara 1,0 – 1,75

bar

Tipe 4 Tangki permanen yang ditempatkan pada chasis dengan 4 ISO Twistlocks berkapasitas lebih dari 450 liters dan hanya digunakan untuk “Short International Voyage”.

Tipe 5 Tangki Portable untuk “Non – Refriferated Liquefied Gases”.

Tipe 6 Tangki mobil untuk “Non – Refrigerated Liquefied Gases”

Tipe 7 Tangki Portable yang dilapisi bahan tahan panas untuk “Refrigerated Liquefied Gases”

Tipe 8 Tangki mobil untuk “Refrigerated Liquefied Gases” Short International Voyages artinya kapal berlayar tidak lebih dari 200 mil dari tempat atau pelabuhan yang aman, jarak pelayaran pulang pergi tidak lebih dari 600 mil.

4) Tipe Pengepakan adalah : a) Steel drums

b) Steel or aluminium jerricans c) Wooden boxes

d) Fibreboard boxes e) Textile bags f) Plastic film bags

II-55

5) Untuk melakukan test terhadap pengepakan barang berbahaya dilakukan beberapa cara :

a) DROP (dijatuhkan dari ketinggian 1,2 meter) untuk semua jenis pengepakan.

b) STACK (ditumpuk dan diberi beban diatasnya) cara ini untuk drum, tidak untuk bags.

c) LEACKAGE (kebocoran) untuk single – package liquid (cairan yang dimuat hanya dengan satu system pengepakan, misalnya drum atau barrel).

d) Hydraulic Pressure (tekanan hidraulik) untuk test kekedapan terhadap single – package liquid.

e) COOPERAGE (uji kekuatan) untuk pengepakan didalam barrel yang terbuat dari kayu.

d. Pengepakan untuk Mengantisipasi Gerakan Kapal/Alat Angkut sebagai berikut:

1. Gerakan kapal a) Rolling b) Swaying c) Pitching d) Surging e) Yawing f) Heaving

2. Gerakan alat angkut

a) Mengerem, gaya ke depan b) Memutar, gaya kesamping c) Menambah kecepatan

d) Melangsir, gaya kemuka dan ke belakang

e) Perlunya lashing muatan agar tidak jatuh ketika dibuka. 3. Cara melashing barang di dalam container

a) Muatan sama tinggi b) Muatan tidak sama tinggi c) Muatan diblok

e. Tanda, Plakat dan Label Barang Berbahaya sebagai berikut : 1) Marks and Sign (Tanda dan Isyarat)

PSN (Proper Shipping Name) Nama barang berbahaya harus jelas disebutkan agar mudah diidentifikasi, dipasang pada kedua sisi dari suatu tangki, pengepakan barang curah yang diangkut dengan semi-trailer, vehicle, container, atau gerbong kereta api. Contoh tanda dan isyarat:

II-56

a) Tanda bahan pencemaran laut (Marine Pollutant)

Tanda tersebut di atas berukuran sedikitnya 250 mm dipasang pada sisi gerbong kereta api, tangki-tangki dan pada bagian depan road vehicle serta pada 4 (empat) sisi dari suatu semi trailer, container dan portable tank.

b) Elevated temperature

Tanda merah pada elevated temperature berukuran sedikitnya 250 mm, dipasang keempat sisi dari CTU (Cargo Transport Unit).

c) Fumigant Warning Sign (isyarat peringatan furmigasi) Suatu isyarat peringatan fumigasi harus dipasang, jika sebuah CTU berisi barang yang sedang difumigasi, ditempat yang mudah dilihat oleh orang yang akan masuk kedalam CTU seperti container dan lain-lain. Isyarat ini empat persegi dengan ukuran lebar 300 mm dantinggi 250 mm disertai tulisan berwarna hitam di atas dasar putih. Tanda tersebut harus dapat menunjukkan tanggal dan waktu fumigasi dilakukan, serta tipe dari alat fumigant yang dipakai (misalnya HCN = Hydrogen Cyanida).

2) Placard (Plakat)

Sebagaimana label barang berbahaya, plakat harus dipasang pada Cargo Transport Unit (CTU), berbentuk diamond dengan ukuran 250 mm x 250 mm. Jika barang tersebut mempunyai 2 jenis resiko, cukup dipasang plakat untuk salah satu resiko yang tertinggi.

a) UN Numbers

Pada situasi tertentu nomor U.N. (United Nations) harus dipasang pada package barang berbahaya, dengan huruf hitam dan ukuran tinggi 65 mm pada bagian bawah plakat yang berwarna dasar putih atau bentuk empat persegi berwarna orange ukuran tinggi 120 m dan lebar 300 mm disertai garis pinggir hitam. Ketentuan ini berlaku untuk tangki-tangki, single substance yang beroperasi di jalan menggunakan kendaraan atau container.

b) Pengecualian

Plakat tidak perlu dipasang untuk CTI yang mengangkut barang berbahaya Class 1 Explosive, jika tidak lebih dari 1 divisi Class tersebut.

3) Labelling of Packages

Setiap pengepakan barang berbahaya harus dipasang label berbentuk diamond, yang menunjukkan class dari barang berbahaya tersebut. Jika barang tersebut mempunyai lebih

II-57

dari 1 (satu) resiko, maka label untuk resiko yang lain harus dipasang.

a) Nomor Class ditempatkan pada bagian bawah diamond dan penggunaan untuk tulisan TOXIC atau FLASH POINT tidak diwajibkan, kecuali untuk class 7 RADIOACTIVE harus dicantumkan spesifikasinya.

b) Ukuran label sedikitnya 100 mm x 100 mm.

4) Contoh penempatan placard pada alat angkut

a) PLACARDS pada sebuah CONTAINER

b) PLACARDS pada sebuah gerbong kereta api

c) PLACARDS pada sebuah TRAILER

5) Dokumen barang berbahaya

Contoh sebuah multi modal dangerous goods form

6) Label Barang Berbahaya. Class – 1: Explosive

Class – 2: Gas

Class – 3: Flammable Liquids

II-58

Dalam dokumen BAB II DASAR HUKUM DAN KAJIAN TEORITIS (Halaman 53-58)

Dokumen terkait