Gambaran Umum Objek Penelitian
Minimarket yang ada di kampus UKSW pertama kali yaitu Alfamart merupakan hasil kerjasama dengan pihak luar dengan cara memberikan kontrak sewa kepada pihak eksternal kampus. Kemudian PT Satya Mitra Sejahtera memutuskan untuk mengambil alih sendiri
15
pengelolaan nya dan memberhentikan kontrak sewa Alfamart dengan pihak eksternal. Kemudian dibawah naungan PT. Satya Mitra Sejahtera toko baru muncul yaitu Satya Mart pada Tahun 2013. Selang 2 bulan kembali berganti nama menjadi Unistore karena PT. Satya Mitra Sejahtera ingin nama yang cocok dengan lokasi dimana minimarket ini berada, Unistore merupakan kepanjangan dari University Store. Kontrak sewa dengan pihak luar berhenti karena pihak manajemen kampus merasa bahwa lebih baik mengelola sendiri asset yang ada seperti yang bapak Yance Bidha direktur PT Satya Mitra Sejahtera katakan “core bisnis sebuah bisnis adalah perdagangan, maka asset yang ada harus dikelola secara mandiri, salah satu target yang dibidik oleh manajemen adalah bisnis minimarket atau peritelan yang kebetulan pangsa pasarnya adalah kampus dan itu adalah hal yang menguntungkan”.
Setelah melakukan observasi dan wawancara kepada para mahasiswa yang pernah berbelanja di Unistore yaitu hasil wawancara dari 10 responden yang terdiri dari 8 pria dan 2 wanita berikut data responden yang ada dikategorikan menurut pengelompokan retail mix menurut Solomon:
No. Retail Mix Pendapat Responden Observasi
1. Produk Tidak ada produk yang kadaluarsa atau rusak
Cukup untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa terutama dalam kebutuhan makanan dan minuman
Dalam penjualan, pengelompokan produk kurang sesuai
Keberagaman produk yang dijual di Unistore kurang beragam
Produk
Di Unistore tidak ada yang kadaluarsa, seperti contohnya roti. Unistore rajin mengganti roti yang tidak terbeli dengan roti yang baru dalam jangka waktu 3 hari sehingga tidak ada produk roti yang basi. Begitu pula dengan produk lain nya dalam jangka waktu yang telah didtetapkan sebelumnya.
2. Harga Harganya cukup terjangkau bagi mahasiswa
Air minum seperti merek-merek Aqua dan lain sebagainya dijual dengan
16
Harga yang ada di Unistore tidak jauh berbeda dengan minimarket lain, hanya lebih terjangkau bagi mahasiswa
Harga yang dicantumkan kadang tidak sesuai peletakan nya terhadap barang yang ada
kisaran harga Rp.700 hingga Rp.1000 untuk ukuran gelas dan ukuran botol dijual dengan harga Rp.2000 hingga Rp.3000
3, Lokasi Lokasinya strategis karena terletak di area keramaian mahasiswa yang berlalu lalang
Lokasi yang ada dekat dengan parkiran motor sehingga mahasiswa pasti mengetahui keberadaan Unistore
Lokasi yang ada juga didukung karena berhadapan dengan Cafetaria UKSW, tempat dimana mahasiswa makan, minum dan juga nongkrong
Lokasi Unistore sudah strategis, banyak mahasiswa yang mudah menjangkau lokasi tersebut karena berada ditengah pusat lalu lalang mahasiswa, dengan lokasi yang terjangkau membuat Unistore memiliki peluang lebih untuk mendapatkan pelanggan.
4. Promosi Unistore dianggap kurang melakukan promosi karena selama mahasiswa berbelanja jarang sekali menemukan diskon/bonus dalam berbelanja barang kebutuhan
Kegiatan promosi yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan diskon dan
Kurangnya kegiatan promosi yang dilakukan oleh Unistore terhadap mahasiswa seperti halnya diskon dan bonus-bonus
17
bonus dalam pembelian maupun dengan memberikan angket atau brosur iklan 5. Pelayanan Tidak diberikannya struk
pembelian terhadap mahasiswa yang berbelanja
Karyawan yang ada di Unistore tidak memberikan salam/sapaan kepada mahasiswa yang baru masuk untuk hendak berbelanja
Pelayanan nya kurang maksimal (kurang siap ketika butuh barang dalam jumlah besar sekaligus)
Karyawan yang ada terutama kasir suka bercerita sendiri ketika melayani transaksi pembayaran kepada mahasiswa, sehingga membuat mahasiswa menunggu
Karyawan yang ada di bagian kasir dipandang jutek (kurang senyum/ramah) terhadap mahasiswa yang berbelanja di Unistore
Perlunya perluasan ruang sehingga, mahasiswa yang mengantri tidak merasa
Kurangnya keahlian para karyawan yang ada didalam melakukan pelayanan kepada mahasiswa, seperti berbicara dengan karyawan lain saat melayani pembayaran, tidak diberikannya struk pembelian untuk pelanggan, dan juga kurang sigapnya karyawan dalam melayani kebutuhan dalam jumlah besar.
18
kerepotan karena harus berdesakan
Perlunya adanya tambahan sarana prasarana seperti pembayaran token listrik, pemesanan tiket kereta api maupun tiket pesawat
Analisis dan Wawancara
Dalam wawancara dengan responden yang ada semua responden yang mengatakan bahwa “produk yang ditemukan di Unistore tidak ada yang rusak” dan juga semua responden mengatakan bahwa “produk yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa terutama makanan dan minuman.” Hal itu sesuai dengan teori produk (dalam Prasetijo dan Ihalaw, 2005) durability (daya tahan) produk yang akan dijual dan conformance to specification (kesesuaian dengan spesifikasi) karena sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh mahasiswa. Lalu beberapa dari responden yang ada mengatakan “perlu adanya penambahan produk yang ada di Unistore karena saat mencari produk ada produk yang tidak ditemukan”. Dan beberapa responden juga berkata “bahwa perlu adanya penataan yang benar antara produk dan juga label harga yang dipasang agar tidak membingungkan mahasiswa saat berbelanja.” Hal ini berpengaruh pada perceived quality yang dimana mahasiswa yang akan membeli mungkin bisa memperoleh informasi produk/kesalahan membeli barang akibat penataan produk yang kurang baik serta Aestethics (penampilan produk) karena tata letaknya yang kurang sesuai. Dari keseluruhan tentang produk maka produk yang dijual di Unistore sudah memiliki performance (kinerja) yang baik.
Dari faktor harga setengah dari jumlah responden yang mengatakan bahwa “harga yang ada di Unistore tidak jauh berbeda dengan minimarket yang lain.” Sedangkan ada responden lain yang mengatakan “harga Unistore terjangkau” dan sisanya nya mengungkapkan “tak ada bedanya berbelanja di Unistore atau di minimarket yang lain”. Dari segi harga (dalam Prasetijo dan Ihalauw, 2005) tentu ada ekuitas merk didalamnya dimana mahasiswa melakukan
19
pengorbanan (membeli) barang yang ada di Unistore yang dimana pelanggan melakukan persepsi nilai transaksi yang akan menimbang kesesuaian nilai produk dengan yang pelanggan butuhkan saat pelanggan membayar produk tersebut, jika dilihat lebih dalam maka unsur ekuitas merk (kesesuaian nilai produk dan harga) tidak jauh berbeda dengan minimarket yang lain hanya selisih 1000 hingga 2000 rupiah. Dari segi penggunaan relatif, produk yang dijual, Unistore belum dapat menyediakan produk yang dapat mengurangi biaya serta meningkatkan persepsi nilai pada pelanggan. Dari segi Aestetic nya sendiri, produk yang dijual Unistore memiliki penampilan yang sama dengan produk-produk yang dijual di minimarket yang lain.
Dari faktor lokasi sendiri semua responden sependapat mengatakan ” lokasi dari Unistore itu sangat strategis karena berada dekat dengan tempat parkir dan juga berada didepan Cafetaria UKSW sehingga banyak mahasiswa yang berlalu lalang pasti akan melihat Unistore”. Dalam hal ini peletakan lokasi di Unistore (dalam Prasetijo dan Ihalauw, 2005) sudah memenuhi faktor ekonomi dan geografi dimana ditempatkan ditempat yang strategis dan potensial, faktor sosial juga sudah terpenuhi karena cocok dengan keberadaan masyarakat kampus UKSW. Jika dilihat dari teori Unistore juga sudah memenuhi faktor aglomerasi karena hanya ada satu toko Unistore. Serta Unistore juga sudah memiliki jangkauan pelayanan yang maksimal dengan berada dilokasi didepan cafeteria UKSW sehingga dapat memaksimalkan pelayanan yang sudah ada. Unistore tidak berada dalam lokasi di luar UKSW sehingga dalam penelitian ini struktur kota tidak dibahas.
Dari faktor promosi seluruh responden mengatakan “perlu adanya promosi tambahan seperti diskon dan promo-promo, sehingga bisa menarik minat pembeli terutama mahasiswa” dalam segi promosi memang Unistore dipandang kurang dimata konsumen seperti mahasiswa. Dalam hal ini Unistore kurang melakukan kegiatan promosi (dalam Prasetijo dan Ihalauw, 2005) yang bertujuan untuk menginformasikan produk yang dijual, membujuk minat beli pelanggan/mahasiswa, mengingatkan konsumen akan produk yang dijual di Unistore dan memodifikasi tingkah laku guna merubah kebiasaan pembelian konsumen untuk berbelanja secara terus menerus.
Dari faktor pelayanan responden yang ada mengungkapkan bahwa perlu adanya perbaikan dalam segi pelayanan ini karena terdapat beberapa kekurangan seperti yang responden katakan “pelayanan bagian kasir kurang maksimal karena tidak memberi salam saat mahasiswa
20
masuk untuk berbelanja” dan ada pula responden yang berkata “ saat setelah membeli pihak kasir tidak pernah memberikan struk belanja” lalu diantara responden ada yang berkata “bagian kasir selalu bercerita sendiri saat mahasiswa melakukan transaksi pembayaran sehingga mahasiswa harus menunggu mereka selesai berbincang-bincang”. Dari faktor pelayanan (dalam Prasetijo dan Ihalauw, 2005) tangible (bukti fisik) mengenai fasilitas sudah dipandang cukup memadahi walau memang masih ada yang perlu ditingkatkan seperti sarana prasarana untuk pembayaran tiket transportasi. Dari segi ketanggapan (responsiveness) dan keandalan (reliability) pelayanan yang ada kurang sigap karena masih ada responden yang berpendapat bahwa pelayanan nya kurang maksimal. Dari segi faktor Assurance (jaminan) karyawan Unistore belum mampu untuk menanamkan rasa kepercayaan yang baik kepada mahasiswa yang menjadi pelanggan di Unistore karena sering berbicara dengan teman sekerja saat melayani mahasiswa dan kurang santun (tidak memberi sambutan) pada saat mahasiswa masuk untuk berbelanja. Hal ini juga berkaitan dengan emphaty yaitu perlakuan karyawan terhadap konsumen sebagai individu untuk peduli dan memiliki pengetahuan tentang cara memahami pelanggan.
Dari wawancara dengan bapak Yance Bidha selaku direktur PT Satya Mitra Sejahtera, menurut beliau penerapan retail mix (produk, harga, promosi, lokasi dan pelayanan) di Unistore adalah sebagai berikut:
No Retail Mix Tanggapan Kaitan dengan teori
1. Produk Produk (barang)
yang ada dikelola sesuai dengan permintaan barang yang dipesan dengan melihat stock barang apa yang sudah habis atau berkurang
Produk yang dijual
Dari segi produk menurut beliau bahwa produk yang dijual di Unistore sudah memenuhi kriteria performance atau sudah dapat memenuhi
kebutuhan
21
sudah sesuai dengan segmentasi yang dibutuhkan mahasiswa seperti makanan dan minuman, untuk produk seperti minyak, beras dan dsb nya memang belum sampai pada taraf itu karena Unistore mencari barang yang cepat terjual
kinerja produk sudah sesuai dengan apa yang diinginkan dan diharapkan oleh pelanggan.
2. Harga Dari segi harga
sangat bersaing dengan minimarket lain dan harga bisa lebih murah dibanding dengan minimarket lain.
dari segi harga yang ada beliau menilai bahwa harga yang ada di Unistore bisa dikatakan sangat bersaing dengan minimarket lain yang membuktikan bahwa ekuitas merk (citra kehebatan Unistore) sudah memenuhi syarat dari waktu ke waktu serta kualitas dan usaha yang handal didalamnya.
22
harga yang
ditawarkan juga sudah terjangkau
3. Promosi Tidak perlu
melakukan promosi karena minimarket didalam kampus
UKSW hanya
Unistore saja dan lagipula Unistore sudah terletak didepan jalan utama sehingga mahasiswa pasti akan melihat Unistore
Dari segi promosi Unistore sudah merasa tidak perlu melakukan promosi yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mengingatkan konsumen akan produk yang ditawarkan. Karena satu-satunya minimarket di UKSW hanyalah Unistore.
4. Lokasi Unistore terletak
didepan jalan utama sehingga mahasiswa pasti akan melihat Unistore
Lokasi menurut beliau juga sudah strategis dan menguntungkan sesuai dengan faktor ekonomi dan geografis bahwa Unistore memiliki lokasi yang dekat serta luas lahan yang kecil sehingga bisa memudahkan mahasiswa melihat
23
semua barang yang ada di Unistore dan hal ini tidak terikat dengan faktor politis sehingga Unistore bebas dari kewenangan pihak manapun dalam mendirikan lokasi perdagangannya.
5. Pelayanan Perlu adanya
penambahan fitur seperti pembayaran dengan menggunakan kartu seperti minimarket yang lain Karyawan yang bekerja di Unistore dilatih lebih dahulu secara informal dengan cara koordinasi-koordinasi dari pihak pusat Adanya kriteria untuk menjadi pegawai di Unistore yaitu harus bisa baca tulis dan pendidikan minimal
dari segi pelayanan menurut beliau karyawan yang ada di Unistore sudah memiliki keandalan (reliability),
ketanggapan (responsiveness) dan empati untuk mementingkan konsumen dalam pelayanan mereka.
24
lulus SMA/SMK
Menurut bapak Yance Bidha selaku direktur PT.Satya Mitra Sejahtera, Unistore sebagai sebuah minimarket sudah memiliki tujuan yang jelas. Jika dilihat dari segi produk menurut beliau “Produk (barang) yang ada dikelola sudah sesuai dengan permintaan barang yang dipesan dengan melihat stock barang yang dibutuhkan” menurut beliau pula “Produk yang dijual sudah sesuai dengan segmentasi yang dibutuhkan mahasiswa seperti makanan dan minuman” menurut beliau untuk produk seperti beras, minyak dan keperluan yang lain belum begitu perlu dibutuhkan oleh mahasiswa karena Unistore sebagai sebuah minimarket menyasar kebutuhan pokok mahasiswa seperti makanan dan minuman. Dari segi harga beliau berkata ”harga yang ada di Unistore sudah sangat bersaing,karena kami (pihak Unistore) memasang harga sedikit lebih murah dari harga pada minimarket lain, kami bisa lebih murah antara Rp.1000,- hingga Rp.2000,-“. Lalu jika dilihat dari segi promosi seperti yang dikatakan bapak Yance “Unistore tidak perlu melakukan promosi karena minimarket didalam kampus UKSW hanya Unistore dan lagipula Unistore sudah terletak didepan jalan utama sehingga mahasiswa yang lewat pasti akan melihat Unistore” menurut bapak Yance dari segi lokasi Unistore sudah strategis, “Unistore terletak didepan jalan utama sehingga mahasiswa pasti akan melihat Unistore”. Sebenarnya dalam hal ini jika dilihat dari teori yang ada Unistore tidak perlu melakukan direct market dan public relation karena sasaran pasarnya hanya mahasiswa kampus UKSW Jika dilihat dari segi pelayanan beliau mengakui memang masih ada kekurangan disana-sini tetapi beliaui yakin bahwa karyawannya memiliki tanggung jawab untuk melakukan pekerjaannya dengan baik karena dari segi pelayanan pun PT Satya Mitra Sejahtera memiliki standar seperti yang dikatakan bapak Yance “Karyawan yang bekerja di Unistore sudah di training lebih dulu secara informal dengan cara koordinasi-koordinasi dari pihak pusat” dan “Adanya kriteria untuk menjadi pegawai di Unistore yaitu harus bisa baca tulis dan pendidikan minimal lulus SMA/SMK” seperti yang diungkapkan beliau, beliau juga ingin Unistore sebisa mungkin melakukan perbaikan sistem layanan pembayaran non tunai dengan menggunakan kartu pembayaran.
Secara teoritis menurut pandangan bapak Yance Unistore sudah memenuhi standart retail mix sebaagai sebuah toko peritelan. Terbukti dari segi produk menurut beliau bahwa produk
25
yang dijual di Unistore sudah memenuhi kriteria performance atau sudah dapat memenuhi kebutuhan konsumen karena kinerja produk sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan. Kemudian dari segi harga beliau menilai bahwa harga yang ada di Unistore sudah sangat bersaing dengan minimarket lain yang membuktikan bahwa ekuitas merk (citra kehebatan Unistore) sudah memenuhi syarat dari waktu ke waktu serta kualitas dan usaha yang handal didalamnya. Menurut beliau harga yang ditawarkan juga sudah terjangkau. Hal itu berkaitan dengan penggunaan relatif dalam teori harga yang dimana harga yang ada dapat mengurangi biaya dan meningkatkan manfaat serta kegunaannya yang berujung pada peningkatan nilai barang, mengingat Unistore memiliki pangsa pasar dengan target mahasiswa produk yang menjadi andalan adalah makanan dan minuman yang sering dibeli oleh mahasiswa.
Dari segi promosi dari yang telah diungkapkan oleh beliau, Unistore tidak perlu melakukan kegiatan promosi (advertising) baik itu periklanan secara personal, penjualan maupun secara publis karena menurut beliau terkait juga dengan lokasi yang ada bahwa target pasar Unistore hantya didalam kampus. Peletakan Lokasi menurut beliau juga sudah strategis dan menguntungkan sesuai dengan faktor ekonomi dan geografis bahwa Unistore memiliki lokasi yang dekat serta luas lahan yang kecil sehingga bisa memudahkan mahasiswa melihat semua barang yang ada di Unistore dan hal ini tidak terikat dengan faktor politis sehingga Unistore bebas dari kewenangan pihak manapun dalam mendirikan lokasi perdagangannya. Jika dilihat dari segi pelayanan menurut beliau karyawan yang ada di Unistore sudah memiliki keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness) dan empati untuk mementingkan konsumen dalam pelayanan mereka.
PENUTUP
Kesimpulan
Produk
Produk yang dijual di Unistore tidak ditemukan produk yang cacat/rusak sehingga sudah memenuhi Conformance to specification pada produk tersebut dan produk yang dijual di Unistore selalu terjaga kulitas barangnya dan Durability yaitu daya tahan produk sehingga
26
menimbulkan kesan kualitas Perceived quality (kesan kualitas) yang baik dibenak para konsumen yaitu kalangan mahasiswa dan juga Aestetic yang berhubungan dengan penampilan produk. Produk di Unistore sudah bagus hanya saja perlu adanya penambahan produk-produk yang lain karena ada beberapa pelanggan yang tidak dapat menemukan produk yang mereka cari di Unistore, hal ini terkait dengan adanya lini produk yaitu keluasan lini produk dan lebar lini produk yang dimana hal ini terkait dengan jenis produk dan keberagaman merk yang ditawarkan sehingga ini juga berpengaruh pada Performance (kinerja) dari produk tersebut yang tidak dapat memuaskan konsumen karena ketidaktersediaan produk sehingga dan akan mempengaruhi Features atau ketertarikan pelanggan terhadap suatu produk serta berpengaruh pada Reability yaitu probabilitas (kemungkinan) produk tersebut dapat memberikan kepuasan pada konsumen atau tidak. (Prasetijo dan Ihalauw, 2005). Dalam penjualan produk persepsi konsumen masuk kedalam salah satu dari tiga orientasi kualitas yaitu persepsi konsumen, produk/jasa dan proses. Dimana ketika konsumen akan mengambil suatu keputusan pembelian, variabel produk merupakan pertimbangan paling utama, karena produk adalah tujuan utama bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. Lupiyoadi (2001:144) dalam larosa dan Sugiarto, 2011.
Harga
Dari segi harga Unistore sebagai sebuah minimarket sudah memasang harga yang cukup terjangkau tetapi masih ada responden yang mengatakan bahwa harganya tidak jauh berbeda dengan minimarket yang lain. Hal ini mengindikasikan bahwa harga yang ada berdampak pada faktor pengorbanan (biaya fisik dan psikologis) yang akan berdampak pada harga yang ditawarkan serta pengaruh biaya konsumen. Harga yang ada juga mempengaruhi persepsi akan nilai barang yang ada juga akan dirasakan oleh pelanggan ketika pelanggan sudah membeli produk yang ada (persepsi nilai transaksi). Sehingga pelanggan akan merasakan nilai barang tersebut berguna atau tidak setelah mereka membayar. Dari segi ekuitas baik itu ekuitas merek maupun reputasi merek Unistore sudah cukup bagus dimata konsumen yang berbelanja karena bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa terutama makanan dan minuman. Dari segi harga, produk yang dijual di Unistore belum memenuhi syarat penggunaan relative yaitu produk yang memiliki kemampuan untuk mengurangi biaya yang ada dan meningkatkan nilai manfaat barang tersebut. produk yang dijual di Unistore juga merupakan produk-produk yang umum sehingga dalam segi nilai dalam penampilannya terkait dengan warna, desain, gaya dan sentuhan akhirnya belum
27
dapat meningkatkan kualitas nilai barang /Estetika. (Prasetijo dan Ihalauw, 2005). Dalam penelitin Adji dan Subagio (2013) terdapat post purchase yaitu Perilaku pasca pembelian merupakan evaluasi atas pembelian yang telah dilakukan oleh konsumen. Apabila produk yang telah dibeli oleh konsumen dapat memberikan manfaat sesuai apa yang diharapkan oleh konsumen.
Lokasi
Dari segi lokasi responden yang ada beranggapan bahwa lokasi yang ada di Unistore sudah strategis karena terletak didepan Cafetaria yang merupakan tempat nongkrong untuk mahasiswa dan dekat dengan tempat parkir sehingga tentu banyak mahasiswa yang mengetahui lokasi Unistore. Jika dilihat lokasi dari Unistore sangat memenuhi kriteria faktor ekonomi dan geografi serta transportasi karena jarak tempuh yang sangat dekat dan tempat sewa lahan yang ada membutuhkan biaya yang minimal sehingga dapat menghasilkan keuntungan serta memaksimalkan pelayanan. Jika dilihat dari faktor sosialnya Unistore tepat dilokasikan didalam kampus karena dapat menunjang kegiatan studi mahasiswa, karena mahasiswa bisa membeli keperluan yang dibutuhkan di Unistore serta faktor aglomerasi yang dimana pusat perbelanjaan minimarket satu-satunya di dalam kampus UKSW hanya Unistore. Unistore juga dilengkapi oleh sarana prasarana yang cukup lengkap untuk minimarket dalam sebuah universitas. (Prasetijo dan Ihalauw, 2005). Dari segi lokasi Unistore belum memiliki fasilitas ruang tunggu seperti yang diungkapkan dalam penelitian Pariyanto (2013) dalam Lupiyoadi, 2008. Sehingga Unistore belum dapat secara maksimal mendorong mahasiswa dalam melakukan pembelian di Unistore. Dalam penelitian terdahulu oleh Adji dan Subagio (2013) penetapan lokasi di Unistore tidak terdapat adjacent center yaitu bagaimana satu toko dengan toko lain yang berdekatan menimbulkan suatu efek yang berbeda bagi pelanggan.
Promosi
Dari segi promosi Unistore dirasa kurang melakukan kegiatan promosi oleh para responden. Padahal promosi sendiri merupakan bentuk komunikasi pemasaran untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan pasar akan produk yang dijualnya. Menurut Basuswastha dan Irawan (2001:353-355) diambil dalam Ikhsan, 2011, promosi bertujuan untuk menginformasikan kepada pihak lain akan penawaran yang ada, membujuk pelanggan yang disasar yang bertujuan
28
untuk mendorong pembelian dan juga mengingatkan merk yang ada guna menjaga kedewasaan produk serta untuk memodifikasi tingkah laku konsumen yang bertujuan merubah kebiasaan pembelian konsumen. Promosi yang ada di Unisotre bisa dilakukan dengan cara periklanan baik itu periklanan secara personal (perorangan), penjualan maupun secara publisitas sehingga para pelanggan yang merupakan mahasiswa mengetahui dan mau makin sering berbelanja di Unistore. (Prasetijo dan Ihalauw, 2005). Dalam promosi di Unistore juga belum adanya pemberian kupon-kupon gratis guna menarik minat pelanggan. Pariyanto (2013) dalam Assaury,