Apa sih Wing Chun itu?
Di Indonesia, mungkin kepopuleran Wing Chun belumlah sepopuler karate, Tae Kwon Do, atau bahkan Sumo. Masih banyak orang yang belum tahu salah satu bela diri yang termasuk kungfu ini. Adapun mereka yang sudah mengenal Wing Chun dikarenakan mereka belajar secara turun temurun yang diwariskan oleh para warga Tionghoa kepada generasi penerusnya atau karena menonton deretan movie yang full body contact tentang Wing Chun seperti, Ip Man 1 (2008), Ip Man 2 (2009), Ip Man The Legend is Born (2010), Ip Man The Final Fight (2013), Wing Chun (1994) dan Kungfu Wing Chun (2010).
Wing Chun merupakan salah satu jenis dari kungfu selatan dan dinilai sebagai kungfu yang tidak memiliki nilai seni jika dibandingkan dengan kungfu lainnya. Akan tetapi Wing Chun merupakan salah satu beladiri yang efektif. Tidak ada salto, jungkir balik atau gerakan badan memutar yang bisa membuat kagum banyak orang di dalamnya. Gerakan yang dimilikinya sangat sederhana, tanpa gerakan manufer-manufer yang tidak perlu, karena Wing Chun bukan kungfu untuk pamer diri.
Wing Chun adalah sebuah bentuk seni bela diri yang berbeda dengan kungfu lainnya. Teknik yang digunakan adalah teknik spesialisasi untuk pertarungan jarak dekat, memakai pukulan cepat dan tendangan dengan pertahanan yang kuat. Wing Chun yang efektif dapat dicapai dengan kordinasi antara serangan dan pertahanan yang serentak dan serangan balik. Dari hal tersebut Wing Chun menjadi suatu ilmu bela diri yang baik dalam hal pertahanan diri. Seseorang yang belajar Wing Chun dituntut untuk bisa mengeluarkan enegi dari kondisi yang rileks.
27 Serangan langsung adalah salah satu prinsip dasar dari Wing Chun. Selama kita bisa menyerang musuh dengan langsung, mengapa kita harus melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu, gerakan-gerakan yang bisa menghabiskan energi dan tenaga kita?
Cerita dibalik lahirnya Wing Chun
Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan kungfu Shao Lin dari kuil Shao lin. Film Bo Bo Ho yang sering diputar di televisi setidaknya memberikan gambaran kepada kita betapa powerfull bela diri kungfu.
Namun pernahkah Anda tahu bahwa kuil Shao Lin pernah dibakar?
Dulu, ketika Cina dikuasai oleh pemerintahan Dinasti Qing (bangsa Manchu), kuil Shao Lin dibakar. Alasan pembakaran kuil Shao Lin itu tak lain adalah rasa takut pemerintahan Dinasti Qing atas para kekuatan para pendekar kungfu Shao Lin yang semakin lama semakin kuat. Selain itu ada juga anggapan yang menyatakan bahwa kuil shao lin adalah pusat gerakan pemberontakan untuk melawan pemerintahan Dinasti Qing.
Peristiwa besar ini bisa terjadi karena adanya bantuan dari para pengkhianat dari kuil Shao Lin itu sendiri. Sehingga kebakaran besar pun terjadi. Banyak korban yang meninggal karenanya. Beberapa bisa berhasil meloloskan diri dari makar jahat para penguasa saat itu, salah satu diantaranya adalah Biksuni (pendeta wanita) Ng Mui.
Ng Mui, Master Wanita kungfu Shao Lin
Ng Mui adalah seorang kepala biarawati dari kuil Shao Lin dan salah satu dari lima sesepuh legendaris yang berhasil meloloskan diri dari kebakaran besar kuil Shao Lin pada Dinasti Qing. Ng Mui pergi berkeliling Cina, yang kemudian ia membuat sebuah kisah perjalanan kehidupannya yang melegenda setelah ia berhasil membunuh Lee Pa Shan di hamparan bunga plum.
Hamparan bunga plum merupakan istilah dari patok-patok kayu setinggi manusia yang ditanam di tanah. Jika dilihat dari atas, konon patok-patok ini akan tampak seperti kelopak bunga plum. Di antara patok-patok tersebut ditanam pisau-pisau dengan ujung tajam mengarah ke atas. Kita bisa menyaksikan hamparan bunga plum di beberapa film kungfu dimana para pemainnya bertarung di tempat ini.
28 Setelah kejadian itu, Ng Mui mundur dari dunia kungfu dan berniat untuk tidak lagi terlibat dengan hal-hal yang berbau kekerasan. Kemudian ia menetap di Kuil Bangau Putih yang terletak di Gunung Daliang (Tai Leung) diantara propinsi Yunnan dan Sichuan. Di sana si berkonsentrasi mendalami ajaran Budha dan tetap berlatih kungfu yang merupakan hobinya sejak lama. Ia telah menguasai dengan baik kungfu Shao Lin, Wudang dan Yuejiquan.
Namun kenangan pahit atas dibakarnya kuil Shaolin tak kan pernah bisa dilupakannya. Ia pun lambat laun mengetahui bahwa para prajurit Manchu terus mencari-cari para pendekar Shao Lin yang tersisa. Ng Mui sadar dengan usianya yang semakin bertambah akan membuat kekuatannya semakin melemah. Tentu ia tidak akan sanggup jika harus melawan para prajurit Manchu muda dengan teknik bertarung yang tinggi
Faktanya secara fisiologis, kekuatan dan kemampuan badan semakin hari semakin berkurang, hal ini adalah proses yang harus dilalui oleh setiap orang, dan merupakan kenyataan yang tidak dapat diubah. Jika berharap teknik yang menggunakan tenaga, kondisi tubuh akan menurun mengikuti umur. Namun jika dapat menciptakan sebuah metode yang dapat menghemat energi, maka metode ini dapat mengurangi kelemahan akibat penuaan.
Oleh karena itu Ng Mui memikirkan suatu teknik baru yang bisa mengalahkan teknik-teknik bertarung Shao Lin. Lantas teknik-teknik seperti apa yang berhasil diciptakannya?
Lahirnya Teknik Baru
Suatu hari Ng Mui menyaksikan pertarungan antara seekor ular dan seekor bangau liar besar. Ada juga yang menyatakan bahwa yang dilihat Ng Mui adalah pertarungan antara seekor rubah dan bangau. Entah versi mana yang benar mengenai hal ini, namun versi ular dan bangau lebih populer dan dikenal oleh para praktisi Wing Chun.
29 Ng Mui melihat ular mencari kesempatan untuk menyerang, sementara bangau diam di tengah dan berputar-putar untuk menghadapi ular. Setiap kali ular akan menyerang, bangau menghalau dengan sayapnya dan pada saat yang sama balik menyerang dengan paruhnya. Demikian perkelahian ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama hingga Ng Mui mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan teknik pertarungan baru.
Gerakan-gerakan dari kedua binatang tersebut disesuaikan dengan gerakan manusia sehingga terciptalah gerakan pertarungan baru yang sederhana, fleksibel namun tetap mematikan. Teknik baru ini memiliki banyak perbedaan mencolok jika dibandingkan dengan gerakan kungfu Shao Lin yang dirasa terlalu rumit bagi Ng Mui. Seiring berjalannya waktu, teknik barunya itu terus disempurnakan sehingga terciptalah tiga jurus sederhana dan teknik orang-orangan kayu.
Ng Mui juga telah menyadari bahwa dari banyak sekali dari gerakan jurus Shao Lin tidak bisa dipraktekan dalam pertarungan yang sesungguhnya. Gerakan-gerakan shao lin yang indah seolah menitikberatkan fungsi sebagai penarik perhatian dibandingkan untuk bertarung.
Perbedaan lainnya adalah teknik baru Ng Mui tidak menekankan latihan fisik seperti halnya kungfu Shao lin dimana seseorang harus berlatih kuda-kuda yang kuat selama dua sampai tiga tahun untuk bisa melanjutkan pelajaran yang berikutnya. Teknik baru Ng Mui ini lebih fokus pada teknik untuk mengalahkan musuh, karena menurutnya dalam pertarungan yang sesungguhnya hal yang paling penting adalah teknik yang tepat untuk setiap keadaan dan lawan yang dihadapi. Hal menarik lainnya adalah bentuk kuda-kuda dari teknik baru ini jauh berbeda dengan kuda-kuda Shao Lin yang lebar yang juga membuat Ng Mui mengerti bahwa kuda-kuda Shao lin tidak terlalu efektif dalam pertarungan.
30
Pesona Yim Wing Chun
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Ng Mui sering mengunjungi pasar desa. Ia berlangganan tahu di sebuah kios tahu milik Yim Yee. Sehingga mereka bisa saling kenal satu sama lainnya. Keakraban mereka pun dilatarbelakangi oleh bela diri kungfu. Yim Yee pernah belajar kungfu Shao Lin ketika ia masih muda dan menggunakannya untuk menegakkan keadilan.
Yim Yee memiliki seorang anak gadis yang cantik bernama Yim Wing Chun yang memiliki arti nyanyian musim semi. Setelah ibunya meninggal, Yim Wing Chun hanya tinggal bersama ayahnya dan membantu ayahnya berjualan tahu. Semenjak kecil Yim Wing Chun telah diajari kungfu Shaolin dan telah dijodohkan dengan seorang pemuda asal Hokkian. Ada juga yang menceritakan bahwa Yim Wing Chun tidak pernah belajar kungfu sama sekali dari ayahnya.
Suatu hari Ng Mui melihat Yim Yee yang tak seperti biasanya. Ia terlihat murung dan bermuram durja. Nampak raut kesedihan yang jelas di mukanya. Ng Mui memberanikan diri untuk bertanya hal apakah yang terjadi menimpa dirinya. Yim Yee pun menceritakan permasalahannya.
Suatu saat, datanglah seorang preman lokal jahat datang menemui Yim Wing Chun. Ia datang dengan maksud ingin melamar gadis cantik yang selama ini menjadi bunga desa dan sering dikagumi oleh banyak pria. Yim Wing Chun menolaknya, akibatnya orang tersebut marah dan mengancam Yim Wing Chun. Preman ini memiliki kungfu yang baik dan bisa sangat mudah mengalahkan Yim Wing Chun jika mereka harus bertarung nantinya. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh Yim Yee. Ia sangat khawatir akan nasib putrinya tersebut.
Mendengar hal itu, Ng Mui mulai tergerak hatinya untuk kembali menegakkan keadilan. Akan tetapi ia sudah bersumpah untuk tidak lagi turut campur dalam hal kekerasan. Karena jika ia turun langsung membantu Yim Wing Chun dan menghajar preman lokal tersebut, maka prajurit Manchu akan mudah mencarinya kemudian menangkap Ng Mui. Sehingga Ng Mui mengajukan usulan kepada Yim Yee untuk mengajari Yim Wing Chun teknik baru yang berhasil diciptakannya.
Yim Wing Chun bersedia dan begitu senang belajar teknik baru pada Ng Mui. Ia dibawa ke kuil Bangau Putih dan fokus berlatih teknik baru di sana. Menurut cerita, Yim Wing Chun berhasil menguasai teknik baru tersebut selama tiga tahun. Setelah
31 menyelesaikan teknik baru tersebut ia kembali ke rumah ayahnya dan kembali membantu berjualan tahu.
Preman lokal itu pun datang kembali menggoda Yim Wing Chun. Ia masih saja mengejar-ngejar gadis pujaan hatinya tersebut. Namun, kali ini Yim Wing Chun mengajaknya bertarung satu lawan satu. Preman lokal ini pun setuju. Dan mengajukan syarat jika seandainya Yim Wing Chun kalah, maka ia harus bersedia menikah dengannya.
Pertarungan pun terjadi. Banyak orang yang menyaksikan pertarungan ini. Kebanyakan dari mereka sangat khawatir dengan keadaan Yim Wing Chun. Mereka berpikir bagaimana mungkin seorang wanita bisa berhasil mengalahkan seorang pria yang memiliki kungfu yang sangat baik. Mereka tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika sampai Yim Wing Chun kalah bertarung.
Keduanya bertarung dengan serius. Yim Wing Chun menggunakan teknik yang diajarkan oleh gurunya, Ng Mui. Beberapa kali pukulan Yim Wing Chun mengenai preman lokal tersebut sampai akhirnya ia babak belur di tangan Yim Wing Chun. Semua orang yang menyaksikan pertandingan ini ikut gembira dengan kemenangan Yim Wing Chun. Setelah kejadian itu, preman itu tak berani muncul di hadapan Yim Wing Chun.
Ng Mui pun telah mengetahui hasil dari pertarungan muridnya tersebut. Akhirnya teknik barunya itu telah diuji dan berhasil untuk mengalahkan seseorang. Bahkan tekniknya teruji bisa membuat seorang wanita yang lebih lemah memenangkan pertarungan dengan seorang pria dengan kungfu yang hebat.
Karena merasa hidupnya datar-datar saja selama di Kuil Bangau Putih, Ng Mui memutuskan untuk berkelana. Ia berpesan kepada Yim Wing Chun untuk tidak sembarangan mengajarkan teknik baru yang telah diciptakannya. Karena akan sangat berbahaya jika teknik baru ini dipelajari oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab.
Inilah dia Wing Chun
Ng Mui tidak pernah memberikan nama atas gaya bertarung baru yang telah dibuatnya. Dengan demikian belum ada nama khusus untuk teknik ini. Sampai ketika Yim Wing Chun akhirnya menikah dengan tunangannya, Leung Bok Chao. Suami dari Yim Wing Chun juga memiliki keahlian kungfu sehingga ia sangat senang berdiskusi dengan istrinya tentang teknik-teknik bertarung.
32 Leung Bok Chao menganggap bahwa teknik yang didalami oleh istrinya tidaklah seberapa. Kemudian mereka pun saling menguji kemampuan mereka masing-masing saat latihan. Dan hasilnya, Yim Wing Chun lah yang selalu menjadi pemenangnya. Ia pun semakin kagum pada istrinya tersebut.
Yim Wing Chun mengajari teknik bertarung yang dipelajarinya dari Ng Mui kepada suaminya. Sebagai penghormatan kepada Yim Wing Chun, akhirnya teknik ini diberi nama Wing Chun oleh Leung Bao Chao. Dari sejak saat itulah teknik ini bernama Wing Chun.
Leung Jan, Raja Wing Chun dari Foshan
Di masa tuanya Leung Yee Tei yang merupakan murid dari Leung Bok Chao meneruskan teknik-teknik Wing Chun kepada Leung Jan yang merupakan seorang tabib terkenal dari Foshan.
Foshan merupakan salah satu dari empat kota terkenal di Kwang Tung. Kota ini merupakan persilangan dari beberapa jalur transportasi yang dekat dengan Sungai Mutiara. Banyak pejabat pemerintah, pedagang-pedagang besar, buruh, dan orang-orang biasa tinggal di sini.
Leung Jan, pemilik sebuah toko obat ramuan tradisional, dibesarkan dalam keluarga yang baik, berpendidikan, dan sopan. Selain mengurus Toko Obat ia juga membuka praktek tabib dan cukup profesional dalam bidangnya sehingga ia dipercaya oleh masyarakat sekitarnya.
Ia memiliki hobi mempelajari bela diri. Kemudian ia ingin belajar kepada seseorang yang pantas sebagai gurunya. Dari sekian banyak bela diri yang dikenalnya, ada teknik-teknik yang tidak disukainya, seperti halnya jurus dan kuda-kuda lebar yang terlihat ganas. Teknik yang menitikberatkan kekuatan fisik dan kasar tidak disukainya, demikian juga dengan gaya-gaya indah tetapi tidak praktis untuk perkelahian. Bertahun-tahun ia mencari guru dan sistem bela diri yang ideal, hingga pada suatu saat ia bertemu dengan Leung Yee Tei dan belajar teknik Wing Chun darinya.
Dalam waktu yang tak terlalu lama, Leung Jan telah dijuluki "Raja Kung Fu Wing Chun". Ketenarannya ini menarik perhatian para penantang. Orang-orang ambisius memaksa bertarung dengannya, tetapi semuanya dikalahkan dengan cepat. Jika orang-orang mendengar
33 nama Leung Jan, mereka akan mengingat gelarnya "Raja Kung Fu Wing Chun" dan peristiwa ia mengalahkan lawan-lawannya.
Yip Man: Sang Legenda
Wing Chun pada mulanya merupakan bela diri yang tidak bisa dipelajari oleh sembarangan orang. Ilmu bela diri ini pada awalnya dijaga kerahasiaannya dari masyarakat umum. Para pendekar Wing Chun mengajarkan ilmu bela diri mereka secara tertutup.
Yip Man baru dikenal setelah Bruce Lee berhasil menjadi seorang artis yang berlaga di film-film kungfu produksi Amerika. Mereka ingin mengetahui siapa sebenarnya sosok guru yang bisa melahirkan seorang legenda kungfu Bruce Lee. Akhirnya mereka menemukan kota Foshan, dimana Sang Master Wing Chun pernah mengajarinya teknik bela diri yang menjadi dasar kungfu dari Jet Kun doo.
Memang Wing Chun menjadi dikenal oleh banyak orang berkat seorang Grand Master Wing Chun, Yip Man, atau nama yang tertera di passportnya dengan nama Ip Man. Setidaknya nama Yip Man lebih banyak dikenal oleh masyarakat dibandingkan dengan para pendahulunya. Mungkin inilah hasil dari salah satu harapannya yang menginginkan agar Wing Chun bisa dikenal dan dipelajari oleh banyak orang.
Yip Man adalah orang yang pertama kali mengajarkan Wing Chun secara terbuka. Tidak seperti para grandmaster lainnya yang menurunkan ilmunya secara tertutup. Ia membuka tempat latihan untuk orang-orang yang haus belajar ilmu bela diri. Meskipun tidaklah mudah pada awalnya ia mendirikan sekolah kungfu, akan tetapi dari titik itulah Wing Chun mulai mendunia.
Yip Man merupakan anak dari sebuah keluarga pedagang yang kaya dan sangat dermawan. Asal mula ketertarikan Yip Man belajar kungfu dikarenakan keluarga Yip Man mengijinkan seorang Master Kungfu yang telah lanjut usia yakni Sifu Chan Wah Shun untuk melestarikan kungfu dengan cara mengajar sekelompok murid di lingkungan kuil keluarga. Sifu Chan memiliki reputasi sebagai ahli kungfu yang baik hati karena sering membela kepentingan rakyat kecil yang tertindas oleh gerombolan perampok, penjahat atau pejabat yang semena-mena.
Yip Man yang saat itu berumur 9 tahun seringkali mengamati latihan Sifu Chan dan murid-muridnya. Beliau sempat memohon agar diterima menjadi murid Sifu Chan, namun
34 Sifu Chan yang pada saat itu berumur 60 tahun lebih sudah tidak ingin menerima murid lagi. Namun Yip Man muda adalah seorang yang sangat keras keinginan dan pantang menyerah, walaupun ditolak berkali-kali, Yip Man tetap pantang menyerah.
Untuk menguji keinginan dan kesungguhan Yip Man, Master Chan menyatakan akan menerimanya sebagai murid jika dia mampu membayar uang latihan sebesar tiga tael perak. Keesokan harinya, Yip Man justru datang dengan membawa seluruh tabungannya yang berjumlah 300 keping perak! Master Chan melihat bahwa Yip Man memiliki keinginan dan kesungguhan yang sangat kuat untuk belajar Kungfu Wing Chun. Setelah berdiskusi bersama dengan orang tuanya Yip Man, akhirnya Master Chan menerima Yip Man sebagai murid terakhirnya. Namun tak lama setelah itu Sifu Chan meninggal. Yip Man kemudian belajar Wing Chun dari kakak seperguruannya, Ng Chung Sok.
Yip Man melanjutkan studinya ke Hongkong. Ia sekolah dimana para bangsawan asing sekolah di sana, St. Stephen’s College. Di sana ia pernah menghajar seorang polisi yang melecehkan wanita. Akhirnya polisi itu takluk dengan teknik Wing Chun yang dimiliki Yip Man.
Kabar ini tersiar kepada seorang kakek yang tinggal di apartemen yang sama. Kakek tersebut mengundang Yip Man dan memintanya untuk memperlihatkan kemampuan kungfunya. Kemudian keduanya menguji kemampuan masing-masing dalam sebuah pertarungan. Anehnya, Yip Man tidak bisa mengalahkan kakek tersebut dengan teknik-teknik yang selama ini ia latih dari gurunya.
Sang kakek akhirnya memperkenalkan dirinya bahwa dirinya adalah Leung Bik, saudara seperguruan dengan Chan Wah Shun. Leung Bik mengakui bahwa Wing Chun yang dimilikinya tidaklah seperti yang pernah diajarkan oleh gurunya. Ia memberikan sedikit sentuhan yang berbeda, mengubah beberapa teknik yang bisa dikembangkan dan mengatasi kelemahan yang ada dalam Wing Chun.
Setelah mengakui kehebatan Leung Bik, Yip Man belajar teknik Wing Chun yang sedikit berbeda dari gurunya yang kedua. Kurang lebih 2,5 tahun lamanya, ia belajar Wing Chun kepada Leung Bik sampai akhirnya ia lulus dari St. Stephen’s College dan memutuskan untuk kembali ke Foshan.
Yip Man kembali ke Foshan saat ia berusia menjadi seorang polisi dan mengajarkan Wing Chun kepada beberapa kerabatnya. Ia tinggal bersama Kwok Fu saat Peperangan Sino-Jepang dan kembali ke Foshan dan bekerja kembali sebagai polisi setelah peperangan selesai.
35 Pada akhir tahun 1949, Partai Komunis China memenangkan perang antar penduduk di China, sedangkan Yip Man memutuskan untuk pergi ke Hongkong tanpa keluarganya saat komunis tiba di Foshan. Di HongKong, Yip Man mulai membuka sekolah seni bela diri Wing Chun.
Beberapa murid Ip Man meraih kemenangan dalam pertandingan dengan perguruan seni bela diri lainnya, sehingga menaikkan reputasi Ip Man sebagai seorang master WingChun. Pada tahun 1967, Yip Man dan beberapa muridnya mendirikan “The HongKong Ving Tsun Athelic Association”.
Pada tahun 1972, sekitar 6 minggu sebelum Ip Man meninggal, beliau meminta kedua anaknya dan seorang muridnya untuk merekam semua bentuk jurus-jurus Wing Chun yang diperagakan oleh beliau sendiri menjadi video. Namun karena kondisi tubuh beliau yang sakit dan lemah, beliau hanya sempat memperagakan jurus Siu Nim Tao, Chum Kiu dan Muk Yan Jong.
Tujuan Yip Man mendokumentasikan jurus-jurus tersebut adalah satu-satunya jalan untuk mencegah penipuan dan kecurangan pihak lain dalam mengajarkan Wing Chun yang otentik.
Pengibar bendera Wing Chun ke penjuru dunia
Tak bisa dipungkiri bahwa orang yang juga ikut membantu mengenalkan Wing Chun ke seluruh penjuru dunia adalah sang legendaris, Bruce Lee. Meskipun ia memiliki bela diri Jet Kun Do yang diciptakannya sendiri, ia tetap tak bisa lepas dari Yip Man sebagai guru yang mengajarinya Wing Chun.
36 Bruce Lee yang memiliki nama asli Jun Fan Lee lahir di San Francisco. Para leluhurnya berasal dari Foshan. Sejak masa kecil ia memiliki fisik yang lemah sering sakit. orang tuanya mencari cara agar Bruce Lee kecil tidak mudah sakit. Hingga ketika usianya telah menginjak 7 tahun, ia mulai belajar Tai Chi untuk kesehatan.
Ketika Bruce Lee berusia 13 tahun ia mengangkat Yip Man sebagai gurunya dan memplejari Wing Chun. Ia selalu berlatih dengan serius dan sepenuh hati. Tiada hari tanpa dilaluinya dengan berlatih.
Dari hasil latihannya tersebut ia memiliki kecepatan pukulan 1/500 detik dan