BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian
4.3.1 Wujud Tindak Tutur Ilokusi dalam Iklan Tempo
Pertama, penemuan wujud ilokusi dalam penelitian ini sesuai dengan teori klasifikasi ilokusi dari Searle dalam Leech (1983), Rahardi (2003) dan Yule (2006). Penemuan wujud tindak tutur ilokusi dalam iklan majalah Tempo ini juga mendukung penelitian terdahulu, yakni Yoani Juita Sumasari yang berjudul “Analisis Tindak Tutur Dalam Iklan Kosmetik Di Televisi” dan Priska Roselina Pratiwi (2009). Penelitian ini mengkaji tentang tindak tutur, khususnya tindak tutur ilokusi. Yule (1996:84) menjelaskan bahwa tindak tutur ilokusi membentuk
tuturan dengan beberapa fungsi di dalam pikiran. Tindak ilokusi ditampilkan melalui proses penekanan komunikatif suatu tuturan.
Leech (1983:21) juga menjelaskan bahwa tindak tutur ilokusi dalam komunikasi yang berorientasi pada tujuan atau meneliti makna sebuah tuturan merupakan usaha untuk merekonstruksi tindakan apa yang yang menjadi tujuan penutur ketika ia memproduksi tuturannya. Tindak tutur semacam ini dapat dikatakan the act of doing something (Rahardi, 2009:71). Ilokusi mengacu pada pengucapan suatu pernyataan, pertanyaan, tawaran dan sebagainya. Searle (1983) menggolongkan tindak ilokusi dalam lima macam bentuk tuturan yaitu asertif, direktif, ekpresif, komisif dan deklaratif (dalam Rahardi, 2009 : 73). Namun, hasil analisis peneliti terhadap tuturan iklan yang berada dalam majalah Tempo tersebut, ternyata tidak semua tindak ilokusi dipakai dalam periklanan.
Hasil analisis memperlihatkan tindak ilokusi yang dipakai dalam iklan-iklan ini berbentuk sebagai berikut.
a) Asertif
Asertif adalah bentuk tutur yang mengikat penutur pada kebenaran kepada proposisi yang diungkapkan, misalnya menginformasi, mengumumkan, pemberian pernyataan, pemberian saran, pelaporan, pengeluhan dan sebagainya. Dengan pembaca/pendengar mengakui kebenaran preposisi yang diungkapkan, diharapkan dia ingin mengikuti apa yang disarankan tersebut.
(1) Telah terbit SWA EDISI 22, Dapatkan Majalah SWA versi digital di Smartphone Anda melalui http://swa.co.id/ digitalmagazine. Anda juga bisa menyimak update harian seputar isu bisnis indonesia di www.swa.co.id .(Data 7).
(konteks: majalah SWA selama ini hanya dapat dibaca dari semua
(mitra tutur) yang memeliki aktivitas yang padat tidak bisa membaca secara leluasa karena keterbatasan waktu).
(2) Workshop Infographic Design With Powerpoint 20 Desember 2017, Hotel Ibis Slipi
Pk 09.00-16.00
Biaya Rp 2.750.000-/ peserta
Materi: menata ide, laporan kedalam presentasi bisnis dengan menentukan gambar, membuat tabel, diagram dan grafik bisnis secara tepat dan menyajikan data, informasi dan proses bisnis menjadi mudah dimengerti oleh audiens
Pembicara : Ady Subagya (Data 71)
(konteks :pelatihan merupakan sebuah pengalaman yang berharga.
Dalam workshop tersebut para audeins bisa mendapatkan ilmu tentang melakukan presentasi yang baik dan menarik serta menarik. Mendapatkan ilmu yang baru dan lebih mendalam karena bersama narasumber yang telah lama dibidangnya sejak 2006 dan sudah menjadi narasumber di beberapa instansi dan lembaga terkenal).
Pada tuturan (1) terlihat jika pengiklan menyampaikan suatu kebenaran jika isi dalam iklan tersebut ialah sebuah paparan informasi yang menerangkan kebenaran adanya majalah SWA yang hadir dalam bentuk versi digital. Dengan informasi seperti itu maka orang yang ingin membaca majalah SWA sekarang tidak perlu membawa majalah yang tebal untuk membaca sewaktu-waktu. Selanjutnya pada tuturan (2), iklan tersebut berisi informasi mengenai sebuah kegiatan workshop, tentunya informasi yang disampaikan benar terkait dari waktu, tempat, biaya dan acaranya. Tidak mungkin informasi yang diberikan tidak sesuai kecuali ada perubahan jadwal setelah dikonfirmasi oleh pihak penyelenggara . Tindak tutur ilokusi asertif ini lebih menekankan pada kebenaran hal yang dituturkan, misalnya menginformasikan, megusulkan, mengemukakan pendapat. Harapannya orang terpersuasi akan kebenaran tersebut dan ingin membuktikan dengan membeli atau menggunakannya.
b) Komisif
Komisif adalah bentuk tuturan yang berfungsi untuk menyatakan janji atau penawaran, misalnya berjanji, mengusulkan, bersumpah. Ilokusi ini (sedikit banyak) terikat pada suatu tindakan di masa depan.
(2) Iklan internet
#REAL Internet Speed for EveryONE . Available up to 100 MBPS Free installation , starts from 250.000. (Data 4)
(konteks: provider internet yang menyediakan layanan internet yang
begitu cepat dibanding dengan provider lain).
(3) UNDIAN Berhadiah
7 MILYAR DEPO BANGUNAN Belanja Untung, DI Depo Bangunan
Kesempatan memenangkan hadiah hingga 7 Milyar telah hadir di Depo Bangunan (Data 57).
(konteks: supermarket penyedia bahan bangunan terlengkap yang
sedang mengadakan promo).
Pada tuturan iklan (3) di atas bahwa pengiklan memberikan sebuah penawaran produk dengan memberikan fasilitas yang lebih. Provider tersebut menawarkan layanan internetnya lebih cepat dibanding dengan provider lainnya. Dengan iklan tersebut diharapkan pembaca (mitra tutur) tergiur akan iklan yang disampaikan pengiklan dan membeli produk tersebut. Selanjutnya tuturan pada iklan (4) menjanjikan berupa hadiah pada pembaca, hal tersebut terbukti hal tersebut terbukti adanya hadiah yang dijanjikan oleh supermarket kepada konsumennya.
Tindak tutur ilokusi komisif merupakan tindak yang tutur yang bentuk tuturan yang berfungsi untuk menyatakan janji atau penawaran. Harapannya pembaca (mitra tutur) yang membaca iklan tersebut tergiur akan janji yang disampaikan oleh pengiklan.
c) Direktif
Direktif adalah bentuk tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk membuat pengaruh agar sang mitra tutur melakukan tindakan tertentu, misalnya menyuruh, meminta, menasihati. Tindak tutur ini bertujuan menghasilkan suatu efek berupa tindakan. Berikut penjelasannya
(4) Kembangkan JIWA BISNISMU! Update terus informasi dan peluang bisnis untuk mempertajam jiwa bisnismu. Bisnis Indonesia yang menyajikan analisa bisnis akurat dan kredibel membantu kamu dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat (Data 6)
(konteks: maraknya bisnis membuat orang mengikuti pelatihan
dan mencari informasi tentang bisnis. Dalam Koran Bisnis Indonesia terdapat informasi dan peluang bisnis serta terdapat analisa bisnis akurat dan kredibel).
(5) Iklan media cetak Tempo
Baca Berita dari sumber yang Layak Bukan HOAX. (Data 72) (konteks:zaman ini berita hoax mudah tersebar dimana saja, kita
harus bijak dan teliti dalam menanggapi sebuah berita yang telah beredar di masyarakat).
Pada tuturan iklan (5) menunjukan pengiklan memberikan sebuah pengaruh kepada pembaca yang berupa saran. Dengan hadirnya koran Bisnis Indonesia yang memuat trik dan tips berbisnis, mitra tutur yang terjun dalam dunia bisa mendapatkan nasihat atau masukan dari koran tersebut. Dalam iklan model seperti ini dimaksudkan untuk mempengaruhi agar pembaca (mitra tutur) melakukan tindakan yang sesuai diharapkan oleh si pengiklan. Dalam tindak ilokusi ini seorang penutur (pengiklan) sesungguhnya menghendaki pembaca untuk melakukan sesuatu.
Pada tuturan iklan (6) di atas menunjukan bahwa iklan yang berupa perintah kepada pembaca agar beralih kesumber yang sudah terpercaya dalam
membaca sebuah berita. Dalam iklan model seperti ini dimaksudkan untuk mempengaruhi agar pembaca (mitra tutur) melakukan tindakan yang sesuai diharapkan oleh si pengiklan. Dalam tindak ilokusi ini seorang penutur (pengiklan) sesungguhnya menghendaki pembaca untuk melakukan sesuatu, misalnya membeli atau berlangganan majalah Tempo.
Tuturan bernada perintah ini bisa efektif bila sasarannya adalah pembaca (mitra tutur) yang belum mengetahui informasi atau keunggulan dari sebuah produk, sebaliknya tidak akan efektif bila untuk hal-hal yang sudah diketahui. Hal ini mengingatkan tidak banyak orang yang mau diperintah secara vulgar, orang lebih suka di persuasi dan dengan kesadaran sendiri mengambil keputusan.
d) Ekspresif
Ekspresif adalah bentuk tuturan yang berfungsi untuk menyatakan atau menunjukkan sikap psikologis penutur terhadap keadaan, misalnya berupa tindakan minta maaf, berterima kasih, menyampaikan ucapan selamat, memuji, mengkritik, berbelasungkawa. Berikut penjelasannya
(6) Selamat dan Sukses atas diraihnya Akreditasi A (unggul) Universitas Tarumanagara dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan TinggiInformasi Beasiswa dan Penerimaan Mahasiswa Baru (Data 66)
(konteks: ucapan selamat atas keberhasilan sebuah universitas
mendapat akreditasi A. Akreditasi juga mempengaruhi calon mahasiswa untuk bergabung terlihat dari kualitasnya karena adanya pengakuan pemerintah terhadop universitas tersebut).
(7) Iklan Bank Danamon Merintis Awal. Menghias Sukacita Selamat Natal Dan Tahun Baru 2018
Saatnya Pegang Kendali (Data 87)
(konteks: Bulan Desember banyak para instansi mengucapkan selamat Natal kepada nasabah (mitra tutur), sekaligus menjalin silahturami antar nasabahnya dan menjaga toleransi antar umat beragama).
Pada tuturan iklan (7) dan (8) di atas menunjukan pengiklan mengungkapkan atau mengutarakan psikologis penutur terhadap keadaan yang tersirat kepada pembaca. Mengucapkan selamat merupakan bagian dari tindak ilokusi komisif. Tindak ilokusi ini tidak harus diikuti oleh mitra tutur.
Penemuan wujud ilokusi dalam iklan di media massa majalah Tempo membuktikan bahwa tidak semua ilokusi digunakan dalam sebuah iklan. Wujud ilokusi yang berada pada iklan di majalah Tempo November dan Desember 2017 yang paling dominan digunakan ialah asertif, komisif, direktif dan ekspresif. Wujud ilokusi deklarasi tidak ditemukan dalam majalah tersebut. Tindak ilokusi deklarasi tidak temukan karena tindak ujar ini tidak memiliki daya ilokusi. Tindak tutur ini akan mengakibatkan adanya kesesuaian antara isi proposisi dengan realitas, misalnya mengundurkan diri, membaptis, memecat, menjatuhkan hukuman. Jarang sekali iklan yang memuat konten tersebut karena sifatnya yang privasi.