KRONIK KEGIATAN LPSK 2012
WVPA’S ACTIVITIES CHRONICLES IN 2012
69
Laporan Tahunan 2012 Annual Report 2012
KRONIK KEGIATAN LPSK 2012
WVPA’S ACTIVITIES CHRONICLES IN 2012
Pelantikan dua Anggota LPSK Peng-ganti untuk masa periode 2012 sd.
2013 dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2012. Terpilihnya dua Anggota LPSK Pengganti tersebut setelah melalui beberapa tahapan seleksi dan diakhiri proses fit and proper test oleh Anggota Komisi III DPR RI. Bertempat di Kantor LPSK, dua anggota terpilih Hotma Da-vid Nixon Simanjuntak, SH., MH., dan Tasman Gultom, SH., AAAI.K. dilantik dihadapan Anggota LPSK, seluruh pe-jabat struktural serta pegawai LPSK.
Dengan dilantiknya dua Anggota LPSK Pengganti tersebut, maka anggota LPSK telah kembali genap 7 orang, se-bagaimana diatur dalam pasal 14 Un-dang-undang nomor 13 tahun 2006.
The inauguration of two Subtituter members of WVPA for the period of 2012 to 2013 was held on march 16, 2012. Those two Subtituter members of WVPA were appointed after going through several selection steps and the process of fit and proper test carried out by the members of Commission III of the House of Representatives. Located in the WVPA Office, the two selected members, Hotma david Nixon Siman-juntak, SH., mH.,and Tasman Gultom, SH., AAAI.K. were inaugurated before the members of WVPA, all structural officials, as well as WVPA’s employees.
By the induction of the two Subtituter member of WVPA, thus the members of WVPA had come back to its previous full formation of 7 persons, as mentioned in the article 14 of Law No. 13 year 2006.
Kegiatan seminar nasional dengan tema “Ancaman Meningkat, Dukungan Tersendat: Pembangunan Sistem dan Pengungkapan Tindak Pidana melalui Perlindungan saksi dan Korban” dan launching kedua buku whistleblower dan Buku Potret Perlindungan Saksi dan Korban dilaksanakan pada tanggal 12 April 2012 di Jakarta.
National seminar with the theme of “Ancaman meningkat, dukunganTersendat: Pembangu-nan Sistem dan Pengungkapan Tindak Pidana melalui Perlindungan saksi dan Korban” (In-creasing Threats, Inadeguate Supports: Sys-tem Building and uncovering Crimes through Witness and Victim Protection) and the second book launching of Whistleblower and Portrait Book of Winess and Victim Protection was held in Jakarta on April 12, 2012.
On may 21-24, 2012, the WVPA at-tended to the meeting of universal Pe-riodic Review held in Geneva, Swistzer-land. during the meeting that had been held by the uN Human Rights Council, it was obtained a big picture of imple-menting the condition and situation for human rights protection in each country of uN members during per quadren-nial period time. Included here was In-donesia, in which during the meetings was one of countries that in the status of review process. WVPA constituted one of institutions in Indonesia which performs the duty and function of giving protection for the victims of serious hu-man rights violence. WVPA delegations attend to this activity were Lies Sulistiani, SH., mH. and Lilik Pintauli Siregar, SH.
Pada tanggal 21-24 Mei 2012 LPSK menghadiri pertemuan Universal Perio-dic Review bertempat di Jenewa Swiss.
Pada pertemuan yang diselenggarakan oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB tersebut diperoleh gambaran pelaksa-naan kondisi dan situasi perlindungan HAM di masing-masing negara ang-gota PBB dalam kurun waktu empat ta-hunan. Termasuk Indonesia yang dalam pertemuan tersebut merupakan salah satu negara yang berada dalam proses review. LPSK merupakan salah satu ins-titusi di Indonesia yang menjalankan tugas dan fungsi untuk memberikan perlindungan bagi korban pelanggaran HAM yang berat. Hadir delegasi LPSK dalam kegiatan tersebut adalah Lies Sulistiani, SH., MH. dan Lilik Pintauli Siregar, SH.
Seminar Nasional LPSK dilaksanakan pada tanggal 24 -27 Mei 2012 di Yogya-karta mengusung tema “Penguatan Peran dan Fungsi LPSK menuju Optimalisasi Per-lindungan Saksi dalam Perannya sebagai Whistleblower dan Justice Collaborator”.
Bersamaan dengan acara seminar tersbut diatas, LPSK dan Fakultas Hukum Univer-sitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan penandatanganan MoU. Dalam seminar tersebut dipaparkan mengenai peran dan fungsi LPSK dan mengurai permasalahan yang dihadapi LPSK selama 4 tahun ke-beradaannya dalam memberikan perlin-dungan terhadap saksi dan korban. Salah satu diskusi yang cukup mengemuka dalam proses seminar tersebut adalah ur-gensi untuk mengkonstruksi ulang gaga-san baru dalam upaya mengoptimalisasi
The WVPA National Seminar was held on may 24 -27, 2012 in yogyakarta by car-rying a theme of “Penguatan Peran dan Fungsi LPSK menuju Optimalisasi Per-lindungan Saksi dalam Perannya sebagai Whistleblower dan Justice Collaborator”
(WVPA’sRole and Functions Reinforcement toward the Optimalization of Witness Pro-tection in Its Role as the Whistleblower dan Justice Collaborator”). At the same time of the seminar, the WVPA and the Law Fac-ulty of the Islamic unversity of Indonesia (uII) signed the mou. during the seminar, it was presented the roles and functions of WVPA during its four years existence in giving protection toward victims and wit-nesses. One of slightly forefront discus-sions during the seminar process was the urgency to reconstruct the new ideas in
at-WVPa’s actiVities chronicles in 2012
71
Laporan Tahunan 2012 Annual Report 2012 GCTF Conference on Victims of
Terror-ism, 8-12 July 2012, located in madrid, Spain. The WVPA delegations who at-tended to the conference were Abdul Haris Semendawai, SH, LLm., and Hotma david Nixon, SH, m.Hum. Sev-eral important points resulted from this conference were: the need for support and training toward victims in a com-prehensive way in roder that the victims of terrorism are able to start a new job and rebuild his life normally; the need for legal assistance necessarily for the victims of terrorism to struggle for their rights that had been ruined by terrorism conduct they experienced and that had disadvanted them; provide psychologi-cal assistance for the victims of terrorism in order to get quick recovery and would not suffer from prolonged traum; to build the right mechanism to gain effec-tive communication with the victims and could encourage the victims to take part in the criminal court in national level, as well as encourage the country members of uN-GCTF to give support and finan-cial assistance for organisaaitons/forum for terrorism victims in which later on the financial duport would be meaningful for the victim themselves.
Pertemuan GCTF Conference on Victims of Terrorism, tanggal 8-12 Juli 2012, bertempat di Madrid, Spanyol. Delegasi LPSK yang hadir dalam konferensi terse-but adalah Abdul Haris Semendawai, SH, LLM., dan Hotma David Nixon, SH, M.Hum. Beberapa point penting yang dihasilkan dalam konferensi tersebut adalah, perlunya suatu dukungan dan pelatihan kepada para korban secara komperhensif agar korban terorisme dapat memulai pekerjaannya dan mem-bangun kehidupannya kembali secara normal, perlunya menyediakan bantuan hukum yang sangat dibutuhkan para kor ban terorisme untuk memperjuang-kan hak-hak mereka yang hancur akibat tindak terorisme yang telah mereka ala-mi dan telah merugikan mereka, menye-diakan bantuan psikologi bagi para kor-ban terorisme agar cepat pulih dan tidak mengalami ketakutan badan trauma yang berkepanjangan, membangun me-kanisme yang tepat agar terjalin suatu komunikasi yang efektif denga para kor-ban dan dapat mendorong para korkor-ban agar dapat berpatisipasi dalam sistem peradilan kriminal secara nasional, serta mendorong negara-negara anggota UN-GCTF untuk memberikan dukungan dan bantuan secara financial kepada organisasi organisasi/wadah para korbn terorisme yang nantinya dukungan final-cial tersebut akan sangat bermanfaat bagi para korban itu sendiri.
LPSK diundang sebagai pemateri pada seminar nasional yang bertemakan
“Whistleblowing Program: manfaat dan Tantangan” dan acara pengukuhan gelar PIA (Profesional Internal Audi-tor) yang dilaksanakan di Batam pada tanggal 25-27 Juni 2012 di Batam.
Pada seminar nasional tersebut Ketua LPSK berkesempatan mensosilisasikan tugas dan fungsi LPSK dalam melind-ungi saksi dan pelapor sebagai bagian dari whistleblowing system.
The WVPA was invited as the speaker in a national seminar with the theme of
“Whistleblowing Program: manfaat dan Tantangan” (Whistleblowing Program:
Benefits and Challenges”)and the event of PIA title inauguration (Profesional In-ternal Auditor) held in Batam on June 25-27, 2012. during the national semi-nar, the WVPA had the opportunity to socialize the WVPA duties and functions in protecting the witness and reporter as a part of whistleblowing system.
terian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Kejaksaan RI, Kepolisian Negara RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), United State Department of Justice (US DOJ), dan International Organization for Migration (IOM).
and Human Rights, General Attorney of Indonesia, Corruption eradication Com-mission (KPK), Financial Transaction and Report Analysis Center (PPATK), Nation-al Counter-Terrorism Agency (BNPT), united State department of Justice (uS dOJ), and International Organization for migration (IOm).
The signing of mou between the WVPA and udayana university, the main As-sembly of Pakraman Village, and Bali Post. This activity was held on October 9–12, 2012 in Wiswa Sabha utama, the Governor Office of Bali Province. This signing of Cooperation memorandum of understanding was done by the chair-man of each related institutions,namely the Chairman of the WVPA Abdul Ha-ris Semendawai, SH, LLm, , Prof. dr. I made Bakta (the Rector of udayana university), I Nyoman Wirata (Harian Bali Post), and Jero Gede Suwena Putus upadesha (the main Assembly of Pakra-man Village).
Penandatangan Nota Kerjasama An-tara LPSK dengan Universitas Udayana, Majelis Utama Desa Pakraman, dan Bali Post. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9–12 Oktober 2012 bertempat di Wiswa Sabha utama, Kantor Guber-nur Pemerintah Provinsi Bali. Penan-datanganan Nota Kesepahaman Ker-jasama dilakukan oleh pimpinan dari masing-masing instansi/lembaga ter-kait, yakni Ketua LPSK Abdul Haris Se-mendawai, SH, LLM, , Prof. Dr. I Made Bakta (Rektor Universitas Udayana), I nYoman wirata (Harian Bali Post), dan Jero Gede Suwena Putus Upadesha (Majelis Utama Desa Pakraman).
The signing of memorandum of under-standing between the WVPA and POLRI (Indonesian Police), on November 28, 2012 held in the Red Top Hotel,Jakarta.
This signing was done by the Chairman of the WVPA Abdul Haris Semendawai, S.H., L.Lm; and Kadivbinkum Irjen Pol.
Anton Setiadi.
Penandatangan Nota Kerjasama An-tara LPSK dengan POLRI, pada Tanggal 28 November 2012 diselenggarakan di Hotel Red Top Jakarta.
Penandatangan Nota Kesepahaman antara LPSK dengan POLRI ditandata-ngani oleh Ketua LPSK, Abdul Haris Se-mendawai, S.H., L.LM; dan dari pihak POLRI ditandatangani oleh Kadivbin-kum, Irjen Pol. Anton Setiadi.
WVPA’s Regional expansion of Coop-eration Network in (maluku) as well as the Signing of memorandum of under-standing for cooperation between the WVPA and Patatimura univesity was held on July 24-27, 2012 in Aston Nat-sepa Hotel, Ambon. This activity was an expansion of cooperation network in maluku as the step for the WVPA to give understanding and insight to all of law Pengembangan Jaringan Kerjasama
LPSK di Daerah (Maluku) serta Penan-datanganan Naskah Kerjasama antara LPSK dengan Universitas Pattimura.
Di selenggarakan tanggal 24-27 Juli 2012, bertempat di Hotel Aston Nat-sepa, Ambon. Kegiatan ini merupakan pengembangan jaringan kerjasama di Maluku sebagai langkah LPSK dalam memberikan pemahaman dan
wa-WVPa’s actiVities chronicles in 2012
75
Laporan Tahunan 2012 Annual Report 2012 wasan kepada para unsur penegak
hu-kum di daerah terkait dengan aktivitas perlindungan saksi dan korban serta Penandatanganan Kesepahaman Ber-sama antara LPSK dengan Universitas Pattimura yang ditandatangani oleh Ketua LPSK (Abdul Haris Semendawai, S.H., L.LM) dan Rektor Universitas Pat-timura (Prof. Dr. Thomas Pentury, Msi) dengan disaksikan oleh Ketua Pengadi-lan Tinggi Ambon (MD Pasaribu) .
enforcement elements in local level re-lated to the witness and victim protection activity as well as the Signing of memo-randum of understanding between the WVPA and Pattimura university that had been signed by the Chairman of the WVPA (Abdul Haris Semendawai, S.H., L.Lm) and the Rector of Pattimura uni-versity (Prof. dr. Thomas Pentury, msi) and witnessed by the Chairman of Am-bon High Court (md Pasaribu) .
Dalam rangka tindak lanjut kerjasama yang telah ditandatangani pada tang-gal 28 November 2012, LPSK dan POLRI menyusun pedoman teknis ker-jasama.
Kegiatan dilakukan secara bertahap yakni pada t anggal 2–4 November 2012 diselenggarakan Pertemuan Pe-nyusunan Pedoman Teknis Kerjasama antara LPSK dengan POLRI bertempat di hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Jawa Barat dan tanggal 6–8 Desem-ber 2012 diselenggarakan Pertemuan Penyusunan Finalisasi Pedoman Teknis Kerjasama bertempat di hotel Citra Cikopo, Puncak, Jawa Barat.
In order to perform the follow up coop-eration after the signing on November 28, 2012, WVPA and POLRI drafted technical guideline sfor cooperation.
This activity was done in several stages, namely a meeting for drafting Techni-cal Guideline of Cooperation was held on November 2–4, 2012 between the WVPA and POLRI in the Sahid Jaya Hotel, Lippo Cikarang, West Java; and a meeting for Final drafting of Coop-eration Technical Guideline was held on december 6–8, 2012 in the Citra Cikopo Hotel, Puncak, West Java.
Penyusunan Pedoman Teknis Pelaksa-naan Kerjasama LPSK dengan Kejak-saan RI. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal, 2-4 Maret 2012 bertempat di Hotel Sahid Lippo Cikarang. Diseleng-garakan dalam rangka mengimplemen-tasikan jalinan kerjasama yang telah terjalin antara LPSK dengan Kejaksaan Agung RI yang telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman Kerjasama ten-tang Perlindungan Saksi dan Korban sehingga dibutuhkan satu pedoman teknis antara LPSK dengan Kejaksaan RI dalam penerapannya. Dalam hal ini, dibahas juga mengenai sistem in-formasi dalam aktivitas perlindungan saksi dan korban yang ada kaitannya dengan Kejaksaan dikarenakan LPSK seringkali masih menemui kendala pada saat pemperoleh informasi di
The drafting of Technical Guidelines for Cooperation Implementation be-tween the WVPA and the Republic of Indonesia’s Attorney.This activity was held on march 2-4, 2012 and located in the Sahid Lippo Hotel, Cikarang. It had objective to implement a coopera-tion bond between the WVPA and the Attorney that had been formed into the Cooperation memorandum of un-derstanding on the Witness and Victim Protection, hence there was a need of technical guidelines between the WVPA and the Attorney in its implementation.
In this case, this event also discussed the information system within witness and victim protection activity related to the Attorney because the WVPA frequently faced obstacles at the time of collecting information in the field, both in the level
lapangan baik di tataran Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Negeri. Hasil dari kegiatan tersebut tersusunnya draft (Rumusan Awal) Pedoman Teknis Pelak-sanaan Kerjasama antara LPSK dengan Kejaksaan RI.
of High Prosecutor General and district Prosecutor. The result of this activity was the draft (preliminary formulation) of Technical Guidelines for Cooperation Implementation between the WVPA and the High Attorney of Indonesia.
Dalam rangka merekatkan jalinan ko-munikasi dan informasi dengan media, LPSK telah melakukan kegiatan media visit dengan beberapa mas media cetak dan elektronik. Pada tahun 2012 seti-daknya telah dilaksanakan tiga kali ke-giatan yakni media visit ke SCTV pada 9 Februari 2012, media visit pada Hari-an Kompas pada 19 Maret 2012, dHari-an media visit di majalah GATRA pada 14 Maret 2012.
In order to have closer bind of com-munication and information with the media, the WVPA had performed a media visit activity with several printed and electronic mass media. In 2012 re-spectively, there were at last three times of media visit to SCTV on February 9, 2012; to Kompas newspaper on march 19, 2012; and to GATRA magazine on march 14, 2012.
Pada tahun 2012 LPSK telah menye-lenggarakan pendidikan Mediasi pada tanggal 6-9 November 2012, ber-tempat di Hotel Redtop Jakarta. Peny-elenggaraan pendidikan dan pelatihan berdasarkan atas kerjasama antara LPSK dengan IICT sebagai fasilitator.
Ke giatan diikuti oleh 20 peserta dari LPSK. Kegiatan ini diselenggarakan untuk ketiga kalinya atas kerjasama antara Bidang Kerjasama & Diklat LPSK dengan IICT (Indonesian Institute Con-flict Transformation).
In 2012, the WVPA had held mediation education on November 6-9, 2012, located in Red Top Hotel, Jakarta. This program for education and training was based on the cooperation between the WVPA and IICT as the facilitator. This event was attended by 20 participants from the WVPA. This activity had been held for three times due to the coop-eration between the WVPA’s Board of Cooperation and Training and IICT (In-donesian Institute on Conflict Transfor-mation).
Pada tanggal 28 September 2012 di-laksanakan pelantikan kepada 3 (tiga) pejabat struktural LPSK. Pejabat yang dilantik adalah Sukri Agama, SH., M.Hum. menjabat sebagai Kabag. Hu-kum dan Pengaduan Masyarakat; Mis-bahudin, SE. sebagai Kabag. Umum;
dan RM. Aris Santosa, SE. sebagai Ka-subag. Kepegawaian.
On September 28, 2012 there was an inauguration of three structural officials of the WVPA. The inaugurated officials were Sukri Agama, SH., m.Hum as the division Head of Law and Public Com-plaints; misbahudin, Se. as General di-vision Head; and Rm. Aris Santosa, Se.
as Sub-division Head of Staffing.