Yayasan Obor Damai Indonesia yang bekerja sama dengan OPENDOORS INTERNATIONAL, yang melayani THESUFFERINGCHURCH di seluruh dunia, menerbitkan BULETINDOA, yang diterbitkan 2 bulan sekali. Bila anda berminat untuk menerimanya, kirimkan nama dan alamat pos anda ke alamat e-mail:
<[email protected]> Sumber: Ishak Pribadi, Yayasan Obor Damai Indonesia.
Target The Nations
Ini adalah nama dari CD-ROM, sebuah sumber atau panduan pokok doa yang
menggunakan teknologi komputer. Berikut ini, Nate Wilson dari Mission Mobiliser (23 Maret 1999) melaporkan tinjauannya akan CD-ROM ini: "CD ini memuat cuplikan video yang menyampaikan prakata mengenai doa-doa yang berorientasi pada misi dari dari Bill Bright, Pete Wagner, George Otis dan Ted Haggard. Setelah mendapatkan
penjelasan ini, pemakai bisa melihat-lihat macam-macam "file folder" yang memuat berbagai topik informasi sebagai 'bahan bakar' untuk menaikkan doa. File-file tersebut berisikan daftar agen-agen misi yang dikumpulkan oleh MARC dari North American Mission, daftar organisasi teroris, informasi wabah penyakit dari Pusat Pengontrolan Wabah Penyakit, uraian Video mengenai India (oleh YWAM) dan Romania (oleh Student Venture), uraian dalam audio (disertai gambar-gambar yang indah) mengenai agama Hindu, Islam, Budha, Sikh, dan Tao, dan sebuah database akan 11.886 suku bangsa yang tinggal di 233 negara di dunia. CD-ROM ini akan sangat bermanfaat digunakan dalam ruangan doa, di mana seseorang bisa menyimak informasi yang ada dan kemudian berdoa. Untuk keterangan mengenai cara memesan, hubungi
<[email protected]> Sumber: CMD Net - Edisi 28.3.1999
Mission Frontiers
Rick Wood melaporkan bahwa situs Web dari Mission Frontiers yang baru telah selesai dan siap pakai. Setiap artikel dari sejak edisi Mei 1994 sampai Desember 1998 bisa anda jumpai di situs tersebut. Bahan-bahan edisi Januari dan Pebruari 1999 juga akan segera di muat. Mission Frontiers menyajikan artikel-artikel seputar masalah misi, yang bisa anda dapatkan juga dengan berlangganan melalui email. Untuk mendaftarkan diri anda, kirim email kosong ke alamat:
Kalau memungkinkan cobalah berlangganan edisi hardcopy-nya untuk mendukung keberlangsungan pelayanan ini (membayar).
http://www.missionfrontiers.org
Sumber: CMD Net - Edisi 14.2.99 Sumber:
66
• FRIDAYFax (DAWN - Eropa) dan CMD Net Update http://www.cmd.org.nz/
• SIMNOW (Society for International Ministries http://www.sim.org/
• Advance Newsletter // Brigada Today http://www.brigada.org/
• Religion Today http://www.religiontoday.com/
• Global Glimpse http://www.calebproject.org/
Edisi ini akan ada di url http://www.sabda.org/misi/arsip/v2-013.html Arsip/Bahan misi
lainnya: Situs Web e-MISI: http://www.sabda.org/misi/ Copyright(c) 1999 oleh
e-JEMMI/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN ==Misi/Kesaksian Lokal: Ia Mati Tapi Ia Hidup
Seorang dokter Kristen, yang bekerja di sebuah rumah sakit jiwa, diminta untuk
memberikan kesaksian di sebuah radio Kristen di sebuah kota di Jawa Tengah. Dalam kesaksiannya dokter itu bercerita tentang bagaimana Tuhan menyembuhkan sakit yang hampir merenggut nyawanya. Dan karena kebaikan Tuhan itulah dokter ini sekarang telah menyerahkan hidup dan pelayanannya sebagai dokter untuk pekerjaan Tuhan. Kesaksian dokter itu rupanya didengar oleh seorang gadis remaja yang tinggal di sebuah kampung melalui suara radio kecil yang setia mendampinginya. Karena
terkesan dengan kesaksian itu gadis kecil ini memberanikan diri menulis surat kepada dokter itu dan menceritakan tentang penyakit yang dideritanya. Membaca surat tsb. dokter itu tergerak untuk menengok dan bertemu dengannya. Dengan susah payah, akhirnya dokter itu menemukan sebuah pondok yang sangat kecil dan sangat
sederhana di mana gadis itu terbaring di sudut ruangan di atas alas kasur tipis. Gadis itu sangat senang mendengar siapa yang datang. Tapi dokter itu tidak habis berpikir bagaimana gadis itu masih bisa hidup karena melihat keadaan tubuh kecilnya, yang kurus kering seperti tulang dibungkus kulit. Gadis itu dengan sangat antusias berkata bahwa kesaksian dokter di radio sangat mengesankannya, dan dia ingin agar dokter itu berdoa untuknya supaya Tuhan menyembuhkan penyakit tumor yang ada dikepalanya sama seperti Tuhan telah menyembuhkan penyakit dokter itu. Melihat keadaannya yang sudah hampir tak tertolong, dokter itu bertanya, "Kalau Tuhan tidak menyembuhkan penyakitmu apakah kamu tetap percaya akan kasih Tuhan?". Gadis itu berpikir lama, "Ya, saya tetap percaya" katanya.
Lalu dokter itu bergumul keras bagaimana ia bisa mempersiapkan gadis itu untuk bertemu dengan Tuhan. Akhirnya, dokter itu bertanya apakah gadis itu tahu kemana ia akan pergi kalau ia mati. dan seperti air yang mengalir dokter itu berbicara panjang lebar tentang kematian dan rumah Bapa yang di surga. Ketika dokter itu akan
menyelesaikan kunjungannya, ibu gadis itu berkata bahwa gadis itu takut makan karena kepalanya akan pusing sekali dan ia takut mati. Dokter itu berkata, bahwa ia harus makan karena ia membutuhkan energi untuk memerangi penyakitnya. Gadis itu menjawab bahwa ia tidak takut lagi sekarang, dan berjanji akan makan.
Dua hari kemudian dokter itu mendengar kabar bahwa gadis itu meninggal dunia. dan dari ibunya dokter itu mendengar cerita bahwa ketika dokter pulang dari berkunjung,
67
gadis itu minta makan dan selama satu hari itu ia kelihatan sangat gembira dan
menikmati sekali makanannya. Dan keesokan harinya gadis itu dipanggil Tuhan. Dokter itu bersyukur kepada Tuhan karena ia tahu kemana gadis itu pergi.
Jika anda memiliki kesaksian-kesaksian yang membangun iman seputar dunia misi dan penginjilan, silakan kirimkan kepada kami melalui alamat email: <[email protected]>
URL/Link Edisi ini
• Situs Web e-MISI http://www.sabda.org/misi/
• Amigos - Mark Wardein mailto:[email protected]
• Yayasan Obor Damai Indonesia mailto:[email protected]
• Target The Nations mailto:[email protected]
• Mission Network News http://www.gospelcom.net/mnn/
• Mission Frontiers http://www.missionfrontiers.org/
68