BAB 4. SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
A. Pengertian dan Konsep Dasar Sejarah
Menurut kamus besar bahasa Indonesia. Sejarah dapat diartikan sebagai 1) asal-usul (keturunan) silsilah, 2) kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, riwayat, tambo, cerita, 3) pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau (KBBI, 2001:1011).
Sejarah adalah sebuah bidang ilmu yang banyak dikembangkan di berbagai negeri oleh berbagai suku bangsa. Orang bergairah mencarinya. Orang kebanyakan atau orang awam ingin mengetahuinya.
Orang berpengetahuan dan orang yang kurang berpengetahuan dapat memahaminya. Ini karena permukaan sejarah tidak lebih daripada informasi mengenal peristiwa politik, kerajaan dan kejadian pada masa lalu yang disajikan dengan menarik. Di pihak lain, sejarah dalam arti yang lebih berkaitan dengan renungan dan ikhtiar mencari kebenaran, mencari penjelasan yang setepat mungkin tentang sebab-musabab dan asal-usul hal-hal yang ada, dan dengan pengetahuan yang dalam tentang kejadian-kejadian dan sisi bagaimana dan mengapanya.
Sejarah, karena itu, berakar kuat dalam filsafat. Sejarah, karena itu, patut dijadikan salah satu cabang filsafat. (Ibn Khaldun 1967).
BAB IV
SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
Dalam Concise Oxford Dictionary edisi 1964, sejarah adalah catatan terus menerus secara sistematis tentang kejadian-kejadian dalam masyarakat, kajian perkembangan Negara, rangkaian kejadian yang berkaitan dengan Negara, orang benda, dan sebagainya (Heather Sutherland dalam Henk Schulte, dkk (Editor), 2008: 33). Defenisi ini kelihatannya sangat jelas. Setelah dilihat lebih dekat, kata sejarah itu ternyata rumit. Di satu pihak, sejarah berarti catatan seperti apa yang ditulis, dan karena itu berarti kajian masa lalu. Di pihak lain, sejarah juga berarti rangkaian kejadian, terutama dalam kaitan dengan bangsa.
Jadi sejarah dapat berarti apa yang telah terjadi menurut kata kita, dan apa yang sebenarnya terjadi. Sebenarnya keduanya merupakan dua konsep yang sangat berbeda satu sama lain, tetapi ada kesamaan bahwa sejarah berkaitan dengan kejadian atau peristiwa yang pernah terjadi.
Sejarah menurut konsep pertama ialah narasi kronologis yang kita putuskan untuk disusun. Sejarah menurut konsep kedua berarti keseluruhan dari kejadia-kejadian yang tidak terhitung banyaknya dari masa lalu itu sendiri. Bagaimana mengatasi kontradiksi yang tidak terelakkan antara narasi terfokus ciptaan kita (sejarah sebagai catatan) dan kekacauan masa lalu (sejarah sebagai kejadian), inilah persoalan utama historiografi.
Perkataan sejarah (History) yang kita gunakan pada masa kini berpuncak daripada perkataan Arab yaitu Syajaratun yang berarti pohon. Dari sudut lain pula, istilah history merupakan terjemahan dari perkataan Yunani yakni Histories yang membawa makna satu penyelidikan ataupun pengkajian. Sejarah secara sempit adalah sebuah peristiwa manusia yang bersumber dari realisasi diri, kebebasan dan keputusan daya rohani. Sedangkan secara luas, sejarah adalah setiap peristiwa (kejadian). Sejarah adalah catatan peristiwa masa lampau, studi tentang sebab dan akibat. Sejarah kita adalah cerita hidup kita.
Sejarah sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa disebabkan beberapa hal:
1. Sejarah merupakan gambaran kehidupan masyarakat di masa lampau,
2. Dengan sejarah kita dapat lebih mengetahui peristiwa/kejadian yang terjadi di masa lampau,
3. Peristiwa yang terjadi di masa lampau tersebut dapat dijadikan pedoman dan acuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di masa kini dan yang akan dating,
4. Dengan sejarah kita tidak sekedar mengingat data-data dan fakta-fakta yang ada tetapi lebih memaknainya dengan mengetahui mengapa peristiwa tersebut terjadi.
Secara etimologi atau asal-usul kata, sejarah diambil dari berbagai macam istilah, diantaranya:
1. Kata dalam bahasa Arab yaitu syajaratun artinya pohon. Mereka mengenal juga kata syajarah annasab, artinya pohon silsilah. Pohon dalam hal ini dihubungkan dengan keturunan atau asal usul keluarga raja/dinasti tertentu. Hal ini dijadikan elemen utama dalam kisah sejarah pada masa awal. Dikatakan sebagai pohon sebab pohon akan terus tumbuh dan berkembang dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih kompleks/maju. Sejarah seperti pohon yang terus berkembang dari akar sampai ke ranting yang terkecil.
2. Dalam bahasa Jerman, yaitu Geschichte berarti sesuatu yang telah terjadi.
3. Dalam bahasa Belanda yaitu Geschiedenis, yang berarti terjadi.
4. Dalam bahasa Inggris yaitu History, artinya masa lampau umat manusia.
5. Kata History sebenarnya diturunkan dari bahasa latin dan Yunani yaitu Historia artinya informasi/penacarian, dapat pula diartikan ilmu.
Hal ini menunjukkan bahwa pengkajian sejarah sepenuhnya bergantung kepada penyelidikan terhadap perkara-perkara yang benar-benar pernah terjadi. Istor dalam bahasa Yunani artinya orang pandai, Istoria artinya ilmu yang khusus untuk menelaah gejala-gejala dalam urutan kronologis. Berdasarkan asal kata tersebut maka sejarah dapat diartikan sebagai sesuatu yang telah terjadi pada waktu lampau dalam kehidupan umat manusia.
Sejarah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia dan bahkan berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia
dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih maju atau modern.
Berdasarkan bahasa Indonesia, sejarah mengandung 3 pengertian:
1. Sejarah adalah silsilah atau asal-usul.
2. Sejarah adalah kejadian atau peristowa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
3. Sejarah adalah ilmu, pengetahuan, dan cerita pelajaran tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau.
Jadi pengertian sejarah adalam suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
2. Konsep Dasar Sejarah
Sejarah mempunyai sifat yang khas disbanding ilmu yang lain, yaitu:
a. Adanya masa lalu yang berdasarkan urutan waktu atau kronologis.
b. Peristiwa sejarah menyangkut tiga dimensi waktu yaitu masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang.
c. Ada hubungan sebab akibat atau kausalitas dari peristiwa tersebut.
d. Kebenaran dari peristiwa sejarah bersifat sementara (merupakan hipotesis) yang akan gugur apabila ditemukan data pembuktian yang baru.
Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji secara sistematis keseluruhan perkembangan proses perubahan dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek kehidupan yang terjadi di masa lampau. Mengapa sejarah selalu berhubungan dengan masa lalu/lampau? Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan suatu masa yang final, terhenti, dan tertutup.
Masa lampau itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. Dalam sejarah, masa lampau manusia bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja, sebab sejarah itu berkesinambungan. Apa yang terjadi di masa lampau dapat dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak di masa sekarang dan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sejarah dapat digunakan sebagai modal
bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk perencanaan masa yang akan datang.
Masa lampau, merupakan masa yang telah dilewati oleh masyarakat suatu bangsa. Masa lampau itu selalu terkait dengan konsep-konsep dasar berupa waktu, ruang, manusia, perubahan, dan kesinambungan atau when, where, who, what, why, dan how. Kejadian yang menyangkut kehidupan manusia merupakan unsure penting dalam sejarah yang menempati rentang waktu. Waktu akan memberikan makna dalam kehidupan dunia yang sedang dijalani sehingga selama hidup manusia tidak dapat lepas dari waktu karena perjalanan hidup manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri. Perkembangan sejarah manusia akan mempengaruhi perkembangan masyarakat masa kini dan masa yang akan datang.