LARVA Heliothis armigera Kbn. (Lepidoptera : Noctuidae) PAD# TANAMAN TOMAT
(Lycopersicon esculentum Mill. )
Oleh : IDAH PARIDAH
A 28 0598
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian
RINGKASAN
IDAH PARIDAH.
Pengaruh NPV Heliothis armigera terhadap
Populasi dan Tingkat Serangan Larva Heliothis armigera
Hbn. (Lepidoptera: Noctuidae) pada Tanaman Tomat (Lyco-
persicon esculentum Mill) (Di bawah bimbingan
TEGUESANTO-
SO)
.
..(
Penelitian ini bertujuan untuk mempela
j
ari pengaruh
NPV Heliothis armigera terhadap populasi dan mortalitas
larva H. armigera, tingkat serangannya pada buah dan bunga
tomat serta pengaruhnya terhadap hasil panen; disamping
itu juga untuk menguji pengaruh jelaga terhadap stabili-
tas virus di lapangan.
Isolat NPV H. armigera
diperbanyak
secara massal
dengan menggunakan larva H. armigera yang diberi pakan
jagung muda yang telah dikontaminasi PIBs.
Larva yang
sudah mati dikumpulkan dan digerus, kemudian disaring
dengan kain nilon halus, sehingga dihasilkan filtrat
berupa suspensi kasar PIBs.
PIBs yang diperoleh dari
larva dihitung dengan hemasitometer, dan kemudian ditentu-
kan konsentrasi PIBs yang akan diperlakukan di lapangan.
Ke dalam suspensi virus ini ditambahkan bahan perekat
yaitu alkilaril poliglikol eter
40%("Agristick") dan
jelaga sebagai bahan pelindung stabilitas virus.
Untuk
perlakuan berbagai konsentrasi PIBs dengan dan tanpa
Perlakuan dengan suspensi virus
(NPV)berpengaruh
nyata terhadap populasi larva sehat, intensitas kerusakan
bunga dan buah serta produksi buah tomat.
Konsentrasi
yang efektif menekan
populasi larva H.
ax-migera
adalah
6,4
x
lo8 PIBs/ml.Pada
urnumnya antara
duaperlakuan kon-
sentrasi
Cl (1,28 x lo8 ~ I B s / m l )dan
C2 (6,4x108 P I B s / r n l )tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada setiap varia-
be1 pengamatan. Demikian juga jelaga sebagai bahan pelin-
PENGARUH NPV Heliothis armigera
TERHADAP POPULASI DAN TINGKAT SERANGAN
LARVA Helio
this armigera W n . (Lepidoptera
:Noctuidae) PADA TANAMAN TOMAT
(Lycopersicon esculentum Mill.
)Oleh
:Idah Paridah
A
28 0598Skripsi
Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar
Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor
(Lycopersicon esculentum Mill. )
Nama : Idah Paridah
N r p :
A
28 0598Menyetu
j u iDr.
1Teguh
Santoso
NIP. 130 814 496
Mengetahui
-nyakit Tumbuhan
NIP.
130 937 091Tanggal Lulus :
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Banj arsari, KabupatenCiamis,
Jawa Barat, pada tanggal 14 Oktober 1972. Penulis
merupa-kan anak ke-2 dari keluarga Bapak Tapsir dan Ibu Patimah.
Penulis menyelesaikan pendidikan di SDN IV Banjarsari
pada tahun 1985, SMPN I Banjarsari pada tahun 1988, dan
SMAN 2 Tasikmalaya pada tahun 1991. Ketiganya ini berada
di Propinsi Jawa Barat.
Pada tahun 1991 penulis diterima di Institut
Pertani-an Bogor melalui jalur UndPertani-angPertani-an Seleksi Masuk IPB (USMI).
Pada tahun 1992 penulis mulai menekuni bidang keahlian
Hama dan Penyakit Tumbuhan di Fakultas Pertanian, Institut
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan masalah khusus dan menyusun
laporan ini.
Pada kesempatan ini, tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dr. Ir. Teguh Santoso yang telah membimbing dan memberikan arahan kepada penulis selama penelitian hingga penyusunan laporan ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga di Banj arsari yang selama ini memberikan do' a dan dorongan kepada penulis; kepada rekan seperjuangan, Sholihah; Pak Wawan, Pak Slamet, Pak Ucup, Pak Agus, Marwa, Ex C-3, Ciqeb dan semua pihak yang telah membantu penulis selama penelitian berlangsung hingga terselesaikannya laporan ini.
Penulis berharap, semoga laporan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Akhirnya kepada Alloh jualah kita semua berserah diri dan kembali. Semoga Alloh meridhoi langkah kita. Amin.
Penulis
DAFTAR lSI
Halaman
KATA PENGANTAR. . . i
DAFTAR lSI... . . . i i PENDAHULUAN. . . 1
TINJAUAN PUS TAKA . . . 3
Heliothis armigera Hbn... . . . 3
Nuclear polyhedrosis V i r u s . . . 6
Mekanisme Kerja N P V . . . 6
Gej ala Serangan. . . 7
Jenis dan Kisaran Inang NPV... . . . 9
BAHAN DAN METODE. . . 10
Tempat dan Waktu Penelitian . . . 10
Bahan . . . 10
Metode. . . . .. 11
HASIL DAN PEMBAHASAN.. . . .. 15
KESIMPULAN. . . .. 25
SARAN. . . .. 25
DAFTAR PUSTAKA.. . . .. 26
No.
1. Populasi
H. armigera
per Unit Contoh padaPertanaman Tomat, Sebelum dan Sesudah
Halaman
Aplikasi NPV... . . . . . . . . . . . . 15
2. Persentase Mortalitas Larva H.
armigera
perUnit Contoh pada Pertanaman Tomat Setelah
Aplikasi NPV. . . . . . . . .. 19
3. Intensitas Kerusakan Buah Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 214. Intensitas Kerusakan Bunga Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 215. Produksi Buah Tomat Setelah Perlakuan NPV
H.
armigera...
24Lampiran
1. Populasi H.
armigera
per Unit Contoh padaPertanaman Tomat, Sebelum dan Sesudah
Aplikasi NPV... . . . . . . . . . . . . 29
2. Analisis Ragam Populasi Larva
H. armigera
per Unit Contoh pada tanaman Tomat Setelah
Tanam. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 30
3. Persentase Mortalitas Larva H.
armigera
perUnit Contoh pada Pertanaman Tomat Setelah
Aplikasi NPV... . . . . . . . 31
4. Analisis Ragam Mortalitas Larva H.
armigera
per Unit Contoh pada tanaman Tomat Setelah
Aplikasi NPV. . . . . . . . . . . . . . 32
5. Intensitas Kerusakan Buah Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 336. Analisis Ragam Intensitas Kerusakan Buah Tomat
Akibat Serangan
H. armigera
Setelah7. Intensitas Kerusakan Bunga Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 358. Produksi Buah Tomat Setelah Perlakuan NPV
No. Halaman
1. Gejala Kerusakan Buah Tomat Akibat Serangan
H. armigera... 5
2. Gejala Larva H. armigera yang Terinfeksi NPV 8 3. Keadaan Petak Contoh untuk Aplikasi NPV di
Lapangan. . . . . . . . . . . . . . . . . 13 4. Perkembangan Populasi Larva H. armigera per
Unit Contoh pada Tiap Petak Perlakuan... 17 5. Mortalitas Larva H. armigera pada Tiap Petak
Perlakuan. . . . . . . . . . . . . . . . . 20 6. Intensitas Kerusakan Buah Tomat pada Tiap
Petak Perlakuan.... . . . . . . . 22 7. Intensitas Kerusakan Bunga Tomat pada Tiap
PENDAHULUAN
Tanaman tomat
(Lycopersicon esculentum
Mill.) merupa-kan tanaman hortikultura yang banyak diusahamerupa-kan secara intensif di Indonesia (Tugiyono, 1995) Dalam usaha me-ningkatkan produksi tomat terdapat berbagai kendala yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas produksi buahnya, salah satu di antaranya adalah adanya serangan hama peru-sak buahHeliothis armigera
Hbn.. Berdasarkan pengamatan, perkiraan kehilangan hasil tomat akibat serangannyasebe-sar 27-55,3% (Aminah, 1987). Tanpa usaha pengendalian yang baik, nilai kehilangan tersebut akan semakin besar. Pengendalian hama tersebut sampai saat ini masih mengan-dalkan insektisida yang seringkali menimbulkan dampak negatif seperti resistensi, resurjensi hama dan pencemaran lingkungan (Sosromarsono, 1992). Untuk mengatasi pengaruh samping tersebut maka diperlukan cara pengendalian lain yang lebih efektif dan tidak merugikan lingkungan.
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebagai konsep kebi-jakan pemerintah dalam setiap perlindungan tanaman merupa-kan salah satu alternatif dalam mengurangi akibat buruk pestisida (Untung, 1993). Dalam konsep ini pengendalian hayati dengan menggunakan musuh alami seperti patogen hama dianggap sebagai salah satu komponen utama.
penggunaan Bacillus thuringiensis Berliner dan virus
entomopatogen (NPV). Dari beberapa negara lain, termasuk
Cina, dilaporkan keberhasilan penggunaan patogen hama ini
(Greathead, 1981). Santoso et al. (l995) melaporkan bahwa
NPV H. armigera mempunyai potensi untuk dij adikan
bioin-sektisida.
NPV mudah terdegradasi oleh radiasi ultraviolet,
sehingga diperlukan bahan pelindung yang akan meningkatkan
persistensi virus tersebut di lapangan (Greathead, 1981).
Hasil percobaan Kania (l993) menunjukkan bahwa jelaga
merupakan bahan pelindung yang terbaik dibandingkan dengan
arang, tinta, tanah liat, molasse, kanji, gula dan pewarna
tekstil " wantek".
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh
NPV H. armigera terhadap populasi dan mortalitas larva H.
armigera, tingkat serangannya pada buah dan bunga tomat
serta pengaruhnya terhadap hasil panen; disamping itu juga
untuk menguji pengaruh jelaga terhadap stabilitas virus di
TINJAUAN PUS TAKA
Heliothis armigera Hhn.
H.
armigera
bersifat polyfagus, lebih dari 200 spe-sies tanaman diserang hama ini; di antaranya adalah kapas, jagung, tomat, alfalfa, buncis, semanggi, kacang panjang, kacang polong, sorghum, kacang tanah, tembakau, terung, ken tang , melon, lada, labu, dll. Beberapa bunga juga diserangnya, misalnya bunga gladiol, krisan dan bunga lainnya.Telur. Telur H.
armigera
hampir berbentuk bola dengan dasar rata, sehingga terlihat seperti kubah (Jaya-raj, 1981). Pada permukaan telur tersebut terdapat 24 garis longitudinal (Tunstall, 1977). Telur yang baru diletakkan berwarna kuning muda, berkilau, kemudian beru-bah menjadi coklat kemerahan sebelum menetas (Susilowati, 1982). Diameter telur sekitar 0,4 - 0,55 mm. Telur dile-takkan satu per satu secara terpisah pada permukaan atas daun tanaman inang (Kalshoven, 1981). Telur juga diletak-an pada pucuk, bunga ddiletak-an diletak-antara kelopak ddiletak-an buah. Masa inkubasi telur pada musim panas lebih pendek daripada musim dingin, yaitu antara 2-8 hari. Viabilitasnyaberva-riasi antara 63-90% (Jayaraj, 1981).
larva yang lebih tua memiliki warna hijau, hijau kekuning-an, keeoklatan atau kehitaman (Kalshoven, 1981). Walaupun warnanya sangat beragam, larva H.
armigera
mempunyai eiri tersendiri yaitu pada tubuh bagian dorsal terdapat garis-garis gelap yang diselingi garis-garis-garis-garis terang (Tunstall, 1977) .Dalam perkembangannya, larva melewati 6 ins tar yang berlangsung 15-30 hari. Larva H.
armigera
bersifat kani-bal sehingga bila menyerang jagung jarang sekali terdapat lebih dari 2 larva pada tongkol yang sarna (Kalshoven, 1981). Larva instar akhir tinggal pada tanaman, kadang-kadang menjatuhkan diri ke tanah dan masuk ke dalam tanah sedalam 2,5-17,5 em (Jayaraj, 1981).Pupa. Pupa terbentuk dalam tanah, berwarna eoklat terang dan mempunyai rumah kepompong yang terbuat dari be nang sutera (Tunstall,1977). Panjang pupa sekitar 14-18 mm (Jayaraj, 1981).
Imago. Imago H.
armigera
mempunyai rentang sayap sekitar 2,5 - 3,75 em dengan warna dan tanda pada sayap .. yang beragam (Maryana, 1985). Warna imago biasanya eoklat atau kuning tua dengan bagian tepi sayap berwarna lebih tua dan terdapat bintik-bintik. Panjang tubuh imago rata-rata 20 mm dengan rentang sayap rata-rata-rata-rata 40 mm (Susilo-wati, 1982).5
sehingga larva hidup pada saat buah sedang tumbuh. siklus
hidup H.
armigera
dari telur sampai imago memerlukan waktu± 35 hari (Maryana, 1985).
Larva H.
armigera
lebih menyukai bagian reproduktiftanaman inang seperti bunga dan buah. Walaupun demikian
larva juga memakan daun-daun tanaman inang (Tunstall,
1977) . Larva mempunyai ciri khas pada saat makan, yaitu
sebagian tubuhnya berada di luar buah yang sedang
dimakan-nya (Kalshoven, 1981).
Gambar 1. Gejala Kerusakan Buah Tomat Akibat Serangan H.
[image:16.616.174.443.308.623.2]Nuclear Polihedrosis Virus (NPV)
Virus mempunyai potensi sebagai agens pengendali
se-rangga. Virus yang dipertimbangkan penggunaannya secara komersil adalah NPV dari famili Baculoviridae (Baculovi-rus) yang mengandung asam deoksiribonukleat (DNA). Parti-kel DNA terletak dalam kapsid. Kapsid yang mengandung partikel DNA disebut nukleokapsid. Nukleokapsid terbung-kus oleh selubung (envelope) yang ditutupi oleh bahan protein yang disebut virion. Sekelompok virion tersebut terbungkus dalam tubuh inklusi yang disebut polihedra atau PIB (Polyhedra Inclusion Bodies). Virion atau parti-kel virus ini umumnya berbentuk batang dengan ukuran sekitar (200-700) x (20-70) nm. Polihedra berbentuk ku-bus, dodekahedra, tetrahedra atau berbentuk tidak beratur-an, tergantung dari partikel virusnya. Diameter polihedra adalah sekitar 0,5-15
urn
(Tanada & Kaya, 1993). Polihedra dapat dilihat di bawah mikroskop cahaya.Mekanisme Kerja NPV
7
sel-sel akan rusak dan terbentuk polihedra yang banyak.
Pada serangga Lepidoptera, NPV menyebabkan infeksi
siste-mik pada beberapa jaringan dan organ. Jaringan yang peka
terhadap NPV di antaranya; trakhea, hipodermis, tubuh
le-mak dan sel-sel hemolimfa. Pada proses infeksi lebih
lan-jut, organ jaringan lain seperti tabung Malpighi dan organ
reproduksi dapat diserangnya. Masa inkubasi NPV dari
mu-lai infeksi sampai larva mati ditentukan oleh beberapa
faktor terutama instar larva, temperatur, virulensi virus,
konsentrasi virus, dan nutrisi inang (Tanada & Kaya,
1993) .
Gejala Serangan
Serangga yang terinfeksi memperlihatkan gejala
mor-fologi, fisiologi, dan
doptera yang terinfeksi
perilaku. Umumnya larva
Lepi-oleh NPV menunjukkan gejala 2-5
hari setelah larva makan bagian tanaman yang telah
mengan-dung polihedra (Tanada & Kaya, 1993).
Larva yang terinfeksi NPV menunjukkan gej ala yang
khas hingga beberapa jam menjelang kematiannya. Pada
be-berapa spesies serangga, infeksi larva menyebabkan
aktivi-tas makan berkurang atau berhenti, gerakan lamban,
integu-men berubah warna integu-menjadi buram, tubuh lemas dan lembek,
serta hemolimfa menj adi keruh. Integumen sangat mudah
pecah dan hancur; kalau hal ini terjadi, dari tubuh larva
karena virus NPV, posisi tubuhnya menggantung pada bagian
[image:19.612.197.421.151.363.2]tanaman dengan tungkai palsunya (Gambar 2) .
Gambar 2. Gejala Larva H. armigera yang Terinfeksi NPV
a. Posisi tubuh larva yang terinfeksi NPV,
menggantung dengan tungkai palsunya
b. Jika integumen sobek, dari tubuhnya keluar
9
Jenis dan Kisaran lnang NPV
NPV menginfeksi lebih dari 400 spesies serangga.
Jenis-jenis inang yang rentan terutama dari ordo
Lepido-ptera, sedikit dari ordo HymenoLepido-ptera, DiLepido-ptera, ColeoLepido-ptera,
Neuroptera, Trichoptera, dan Tysanura (Tanada & Kaya,
1993) .
NPV H. armigera terbukti efektif untuk mengendalikan
larva H. armigera instar 1 dengan LC SO 1,3 x 10 PlBs/ml
dan LC90 1,9S x lOS PlBs/ml. Jenis NPV ini juga efektif
terhadap larva C. chalcites dengan LC SO 1,83 x lOS PlBs/ml
dan LC90 2,1 x 10 10 PlBs/ml (Santoso et al., 1994).
Percobaan di laboratorium telah dilakukan untuk
mengetahui LCSO NPV H. armigera terhadap beberapa instar
larva H. armigera pada buah tomato LCSO larva ins tar S
(L5) adalah 3 x 10 8 PlBs/ml. Perlakuan NPV H. armigera
pada buah kapas menunjukkan bahwa konsentrasi 2x10 5 dapat
menginfeksi 83,3% larva instar 3 (L3), dan konsentrasi
10x10 4 dapat menginfeksi larva instar 1 (L1) H. armigera
(Coaker, 1958). Campuran NPV S. litura 10 7 PlBs/ml dengan
NPV H. armigera 10 7 PlBs/ml terbukti efektif untuk
mengin-feksi larva ins tar 1 (L1) pada tanaman kedelai (Wijayanti,
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Desa Tugu, Cisarua, Bogor
dan di Laboratorium Pengendalian Rayati, Jurusan Rama dan
Penyakit Tumbuhan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian
ini berlangsung dari bulan Agustus sampai dengan Nopember
1995.
Bahan
Penyiapan Suspensi Virus
Isolat NPV H. armigera berasal dari Laboratorium
Pengendalian Rayati, Faperta IPB) diperbanyak secara
massal dengan menggunakan larva H. armigera yang diperoleh
dari tanaman j agung di lapang. Penularan inokulum NPV
dilakukan secara per oral melalui tehnik kontaminasi
ma-kanan (buah jagung muda). Larva yang mati oleh NPV
dikum-pulkan dan digerus dalam air dengan menggunakan mortar.
Gerusan larva disaring dengan kain nilon yang halus,
sehingga dihasilkan filtrat berupa suspensi kasar PIBs.
Penghitungan Konsentrasi PIBs
Konsentrasi PIBs dalam suspensi dihitung dengan
hema-sitometer Neubauer di bawah mikroskop cahaya dengan
perbe-saran 400 kali. Untuk mempermudah perhitungan, dilakukan
11
pengenceran 10- 1 . Pertama-tama diambil satu mililiter
suspensi induk dan ditambah sembilan mililiter air.
Sus-pensi hasil pengenceran berturut-turut diencerkan kembali,
sehingga didapatkan suatu seri dengan konsentrasi PIBs
pada kelipatan 10- 1 dari konsentrasi suspensi induk.
Suspensi diambil dengan pipet dan diteteskan pada
hemasi-tometer yang telah diberi gelas penutup, kemudian diamati
di bawah mikroskop dan dihitung jumlah PIBs-nya.
Suspensi yang digunakan dalam penelitian ini memiliki
konsentrasi 1,28 x 10 8 PIBs/ml (C1) dan 6,4 x 10 8 PIBs/ml
(C2). Suspensi virus yang akan diaplikasikan di lapangan
diberi bahan perekat yaitu alkilaril poliglikol eter 40%
("Agristick") hingga konsentrasi akhir mencapai 0,004
(v/v). Ke dalam campuran suspensi perekat ini juga
ditam-bahkan jelaga dengan konsentrasi 0,001 (w/v) untuk
mening-katkan persistensi virus di lapangan.
Metode
Penanaman Tomat
Bibit tomat ditanam di persemaian sebelum dipindahkan
ke lapangan. Sebelum bibit tomat ini ditanam di lapangan,
tanah yang telah diolah diberi pupuk kandang yang dicampur
merata. Petak perlakuan dibuat bedengan-bedengan untuk
memudahkan perawatan dan mencegah agar air tidak
Penanaman dilakukan mulai tanggal 20 Agustus 1995.
Budidaya tanaman tomat dilakukan sesuai dengan praktek
pe-tani setempat. Jarak tanam yang dipakai adalah 30x30 em.
Untuk merangsang pertumbuhan tanaman, diberikan pupuk NPK
dengan perbandingan 1 2 1 dan Urea. Tanaman tomat
yang sudah tumbuh dan berumur 3 -4 minggu setelah tanam
diberi aj ir atau lanj aran pada setiap batangnya, dan 4
ajir diikat menjadi satu unit (4 tanaman) .
Pemeliharaan terhadap tanaman tomat seperti
pengenda-lian ulat tanah, penyiraman, pemupukan dan pemangkasan
tu-nas-tunas muda dilakukan oleh petani setempat.
Pengenda-lian terhadap ulat tanah dilakukan dengan aplikasi
insek-tis ida profenofos 500 gil (Curaeron 500 EC) pada 5-12
hari setelah tanam. Selain itu juga dilakukan
penyemprot-an dengpenyemprot-an fungisida maneb 80% (Polyram 80 WP) untuk
me-ngendalikan penyakit layu (Phythopthora sp.).
Aplikasi Suspensi NPV H. armiqera
Suspensi NPV diaplikasikan dengan menyemprotkan
sus-pensi virus pada tanaman tomat yang ditanam di Desa Tugu,
Cisarua, Bogor (Gambar 3) . Petak-petak perlakuan disusun
berdasarkan raneangan aeak lengkap.
ditentukan dengan luas ± 6 x 3 . 5 m . 2
Petak perlakuan
Tiap petak menerima
satu perlakuan. Sebagai perlakuan adalah dua konsentrasi
suspensi NPV (C1 dan C2), penambahan jelaga dan tanpa
jelaga (J+ dan J-) pada masing-masing konsentrasi
Percobaan ini secara rinci dipilah sebagai berikut:
Kontrol (KJ- )
Kontrol + Jelaga (KJ+)
Suspensi NPV H.
armigera
(1,28 x 10 8 (C1J -)Suspensi NPV H.
armigera
(1,28 x 10 8 ) + Jelaga (C1J+) Suspensi NPV H.armigera
(6,4 x 10 8 (C2J-)Suspensi NPV H.
armigera
(6,4 x 10 8 ) + Jelaga (C2J+)Gambar 3. Keadaan Petak Contoh untuk Aplikasi NPV di
Lapangan
13
Penyemprotan pertama dilakukan pada saat tanaman
ber-umur 3 minggu setelah tanam hingga menj elang panen (11
mst) dengan menggunakan alat semprot kecil (hand sprayer)
merk Tudor. Penyemprotan dilakukan berjadwal dengan
[image:24.615.108.494.128.517.2]Pengamatan dilakukan sebelum penyemprotan pertama dan
satu minggu setelah penyemprotan bioinsektisida hingga
tanaman dipanen. Variabel pengamatan adalah populasi
larva H. armigera, mortalitas larva, tingkat kerusakan
bunga dan buah serta produksi buah tomat. Pengamatan
terhadap populasi dan mortalitas larva serta kerusakan
bunga dan buah tomat dilakukan pada satu unit tanaman
secara diagonal. Satu unit tanaman contoh terdiri dari 4
tanaman yang berdekatan. Pengamatan terhadap produksi
buah dilakukan pada semua tanaman dalam tiap petak yang
dimulai sejak 7 mst (saat mulai tampak buah masak). Data
yang diperoleh dari tiap perlakuan dianalisis dengan
HASIL DAN PEMBARASAN
Pengamatan pertama dilakukan pada minggu ketiga
setelah tanam, sehari sebelum dilakukan penyemprotan
pertama. Data populasi Heliothis armigera sebelum dan
sesudah penyemprotan NPV dapat dilihat pada Tabel 1, dan
data yang lebih lengkap dapat dipelajari pada Tabel
Lam-piran 1.
Tabel 1. Populasi Heliothis armigera per Unit Contoh*
pa-da Pertanaman Tomat, Sebelum pa-dan Sesupa-dah Aplika-si NPV
Jumlah s・イ。ョァァセ@
Porlakuan
- Minggu Setelah t。ョセ@
-3··
4 5,
7•
,
10 11KJ- 2. 1.96 b 1,52 b 1,60 b 0,68 b 0,52 b 0 • 0 • 0
KJ+ 2.1 l.,92 b 1.,28 b 1,56 b 1,08 b 0,68 b 0,02 a 0 •
C1J- 1 . ' 1,24 ab 0,08 a 0 a 0,08 a 0,04 • 0 • 0,04 a 0 CIJ+ 1.7 1,24 ab 0,28 a 0,16 • 0,08 a 0 a 0
•
0 • 0C2J- 1 . ' 0,72 a 0,16 • 0,04 • 0 • 0 • o,oa • 0 • 0
C2J+ 2.2 1,16 a 0,28 a 0,32 • 0,08 a 0 • 0 a 0 • 0
Keterangan
* Satu unit contoh = empat tanaman yang saling
berdekatan
** : Populasi larva sebelum perlakuan NPV
Dalam kolom, angka-angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata pada selang kepercayaan 95%.
Populasi larva hidup sebelum aplikasi pada tiap unit
tanaman contoh rata-rata adalah 2 larva per unit contoh
(Tabel 1). Hal ini menunjukkan bahwa populasi larva H.
[image:26.595.71.503.140.676.2]Pogram Nasional PHT adalah 1 larva per 10 tanaman. Satu minggu setelah penyemprotan NPV, populasi larva mengalami penurunan pada tiap perlakuan. Di antara semua petak perlakuan, populasi larva di petak kontrol merupakan populasi tertinggi yang tercapai. Populasi larva di petak kontrol terus menurun pada setiap pengamatan, sehingga pada minggu ketujuh setelah penyemprotan larva H. armigera sudah tidak ditemukan lagi di petak tersebut. Kemungkinan penurunan ini terjadi disebabkan oleh kondisi tanaman tomat yang sudah mulai menua dan terserang penyakit layu sehingga imago kurang tertarik untuk meletakkan telur pada tanaman tomat lagi. Selain itu, di sekitar pertanaman tomat terdapat tanaman jagung milik petani setempat, yang sudah mulai berbunga. Dugaan ini didasarkan pada hasil pengamatan di lapang yang menunjukkan bahwa populasi larva
H. armigera cukup tinggi pada tanaman j agung tersebut.
Meskipun keadaannya demikian, NPV H. armigera tetap mem-pengaruhi populasi larva H. armigera. populasi larva pada petak perlakuan suspensi NPV menurun lebih cepat, dan
mu-lai minggu kelima setelah penyemprotan praktis larva H.
armigera sudah tidak ditemukan lagi di petak perlakuan
17
2.4
2.2
2
1.8
"
"
1.[; ;.£';:: lA
セ@
"
-
1 ., .,1
0.8 0.6 0.4 0.2
0
.) :3 ,1
9 10 11
\Iinggu ::if't Flab Tanam
---- 1,')- --.t.- 1,.1+ セM]@
l'l.f--+- Ujt ---*- ャᄋZセNjM 0 C2.f+
Gambar 4. Perkembangan Populasi Larva Heliothis armigera per unit Contoh pada セゥ。ー@ Petak Perlakuan
Analisis statistik menunjukkan bahwa antara kontrol dan perlakuan suspensi virus terdapat perbedaan yang nyata -(p セ@ 0,05), dan antar perlakuan sendiri (Cl dan C2) tidak ditemukan perbedaan yang nyata. Perbedaan konsentrasi C1 dan C2 mungkin terlalu kecil sehingga kurang berpenga-ruh terhadap beberapa variabel pengamatan. Jelaga sebagai
「セィ。ョ@ tambahan merupakan bahan pelindung virus yang
[image:28.595.82.518.83.464.2]terlihat pengaruhnya. Beberapa kemungkinan yang
menyebab-kan penggunaan jelaga kurang terlihat pengaruhnya, salah
satunya yaitu populasi hama di lapangan pada saat itu
masih cukup rendah.
Percobaan di laboratorium telah dilakukan untuk
mengetahui LCSO NPV H. armigera terhadap beberapa instar
larva H. armigera pada buah tomato LC SO larva ins tar S
adalah 3 x 10 8 PIBs/ml. Pada percobaan lapang diberikan
dua konsentrasi, yaitu 1,28x10 8 PIBs/ml (C1) dan 6,4 x 10 8
PIBs/ml (C2).
Berdasarkan pengamatan, pada minggu keempat setelah
tanam (satu minggu setelah aplikasi NPV) terlihat bahwa
konsentrasi 6,4 x 10 8 PIBs/ml (C2) cukup efektif untuk
menekan populasi larva di lapangan. Sedangkan konsentrasi
1,28 x 10 8 PIBs/ml (C1) tidak menunjukkan perbedaan yang
nyata dengan kontrol (Tabel 1).
Penyemprotan NPV H. armigera menyebabkan larva H.
armigera yang ada di pertanaman terinfeksi oleh NPV dan
mati, meskipun tidak selalu menunjukkan perbedaan yang
nyata di antara perlakuan. Akan tetapi pada pengamatan
minggu ketiga setelah penyemprotan dengan NPV, persentase
mortalitas larva berbeda nyata antara petak perlakuan
suspensi virus (C1 dan C2) dengan kontrol, dan tidak
berbeda nyata antar perlakuan C1 dan C2 (Tabel 2 dan
Gambar S) Angka kematian larva pada petak perlakuan
19
petak kontrol hanya 6-13%. Adanya infeksi larva oleh NPV
di petak kontrol kemungkinan karena terjadi "drift"
(bu-tiran-butiran suspensi yang terbawa angin) pada waktu
pe-nyemprotan di petak C1 dan C2. Selain itu kondisi tanaman
berdekatan, bahkan ada yang bersinggungan antara petak
kontrol dengan petak perlakuan suspensi virus sehingga
larva yang sudah terinfeksi di petak C1 dan C2 mungkin
dapat pindah dan mati di petak kontrol.
Tabel 2.
Perluuan
KJ· KJ+
C1J-C1J+
C2J-C2J+
Persentase Mortalitas Larva H. Contoh pada Pertanaman Tomat NPV
MortalitaQ Hingguan (%1 Sotolah Aplikaai
1 2 3 4 5
•
• 0 • 7 • 0 • 3 •8 • 0 •
•
• 4 • 0 • 26 • 4 • 100 b 0 • 0 •U . 0 • so b 0 • 0 •
33 • 0 • .0 b 0 • 0 •
,.
• 0 • 47 b 0 • 0 ••
0 0 0 0 0 0
armigera per Unit
Setelah Aplikasi
7
•
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Pengaruh pemberian jelaga sebagai protektan virus
tidak dapat dibedakan dengan nyata melalui variabel
penga-matan infeksi larva oleh NPV antar petak perlakuan. Hal
ini kemungkinan disebabkan karena populasi larva Heliothis
armigera masih cukup rendah jika dimaksudkan untuk
100
80
6' 60
00
セ@
"
0 40
セ@
'"
20
ッセセセセセセセセセセセセ@
______
セ@1 ') :3 ·1 ;) fj 7
\Iinggll Self>lah Aptikasi
--- I,') - -k- I,J+ ::: (' j
.1-- I .1-- l'l j+ セ@ (,2J- ::: ('2.1+
Gambar 5. Mortalitas Larva H. armigera pada Tiap Petak Perlakuan
Kerusakan bunga dan buah tomat berhubungan dengan tingkat populasi larva di pertanaman. Analisis statistik menunjukkan bahwa umumnya tidak terjadi perbedaan yang nyata antara kontrol dengan perlakuan suspensi virus, kecuali pada minggu ketiga dan kelima setelah penyemprot-an; pada minggu tersebut terlihat ada perbedaan yang nyata antara kontrol dengan petak perlakuan NPV. Hal ini
[image:31.597.90.501.97.533.2]21
terhadap tingkat kerusakan buah dan bunga akibat serangan
H.
armigera
(Tabel 3 dan Tabel 4) .Tabel 3. Intensitas Kerusakan Buah Tomat Akibat Serangan
H.
armigera
Setelah Aplikasi NPVPerlakuan
KJ-KJ+
C1J-C1J+
C2J-C2J+
Tabel 4.
Perlakuan
KJ-KJ+
C1J-C1J+
C2J-C2J+
Intonaitaa Keruaakan (%) Setoh.h Aplikasi
1 2 3 4 5
,
7 86,97 • 4,82 • 1S,33 b 5,89 • 13,84 b 3,85 • 7,59 b 0,51
•
10,58 • 3,43 • 15,29 b 5,85 • 10,37 b 6,49 • 4,67 b 1,45 •
6,68 a 2,43 • 3,28 • 1,97 • 2,43 • 2,49 • 2,66 ab 0,35 •
9,46 • 5,23 a 8,25 • 4,54 • 2,74 • 3,42 • 1,26 ab 0,22 •
S,33 • 4,27 • 3,47 • 2,54 • 1,15 a 2,8 a 0,17 • 0,87 a
6,32 • 4,24 • 6,57 • 2,66 • 1,71 a 3,33 • 2,1 • 0,' •
Intensitas Kerusakan Bunga Tomat Akibat Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPVIntenBita. Keruaakan (%) Set.lah Aplikaai
1+ 2 3
•
5,
7 81,03 a 6,98 b 0,4 • 7,65 b 0 • 2,07 a 0
1,47 a 6,53 b 1,99 a 4,5 b 1,1 • 0 • 0
0,49 • J.,42 • 0,15 a 0,65 • 1 • 1,12t\. 0
1,79 • 0,77 • 0,32 a 0,84 a 1,71 a 1,09 a 0
1,37 a 1,11 • 0,49 a 0 • 0,98 a 0 • 0
0,46 a 0,16 • 0,18 a 1,01 a 2,43 • 0,8 a 0
*
Minggu pertama belum diamatiIntensitas kerusakan buah dan bunga tomat pada petak
kontrol lebih tinggi daripada petak perlakuan (Garnbar 6
dan 7). Intensitas kerusakan buah dapat mencapai 15,73%
pada petak kontrol. Angka ini merupakan angka tertinggi
selama pengamatan, yang terjadi pada minggu ketiga
Cl dan C2 terjadi pada minggu pertama setelah pe-nyemprotan, yaitu 9,46% untuk Cl dan 8,33% untuk C2.
16
I "
-
-",
,
セ@
.:;
g
セ@ B
-
"
2 3 4 5 6
Minggu Sf'telah Aplikasi
- - I,J- ---,10;- I\J+
==
CIJ---+- Cljt セ@ C2J-z
C2Jt7 8
[image:33.599.95.517.217.583.2]23
B
..:: 2
iIエMMMMMZセ]]ZZZZZZZZ[Zセ]セセZZZZZZZZZZZBBLNセセセセセイMM]ZZZZセM
1 ' J : t ;) 7
\Iillggu SrI f'lah Z|ーャゥォ。セゥ@
--- I\.J-- . . . 1\.1+
=
[image:34.597.94.522.62.490.2]CIJ--+- Ilj-t セ@ U.J セZ@ ('2.1+
Gambar 7. Intensitas Kerusakan Bunga Tomat pada Tiap Petak
Perlakuan
Kerusakan buah masih tampak pada petak Cl dan C2
sampai akhir pengamatan (Tabel 3), meskipun populasi larva
sudah tidak ditemukan lagi akibat toksikasi virus NPV
(Tabel 1). Hal ini disebabkan karen a larva H. armigera
masih sempat makan buah tomat sebelum kematiannya,
meski-pun sedikit.
Heliothis armigera biasanya lebih memilih buah tomat
Tabel 3 dan Tabel 4 bahwa tingkat serangan H. armigera pada buah lebih tinggi daripada bunga.
Produksi buah tomat yang masak dan sehat pada petak perlakuan (C1 dan C2) lebih tinggi daripada kontrol (Tabel 5) . Pada tabel, ditunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara kontrol dengan petak perlakuan NPV. Hasil kumula-tif pada petak perlakuan C1 rata-rata mencapai 4629,3 gram, dan C2 mencapai 5807 gram buah tomat, sedangkan un-tuk kontrol produksi buah hanya mencapai 2788,5 gram. Data produksi ini berhubungan dengan populasi larva di pertanaman dan tingkat kerusakan yang ditimbulkannya. Penimbangan terhadap buah tomat ini dilakukan pada buah yang sudah masak sejak minggu ketujuh setelah penyemprotan
sampai panen.
Tabel 5. Produksi Buah Tomat Setelah Perlakuan NPV
H.armigera (per 21 m')
Perlakuan
KJ-KJ+
C1J-C1J+ C2J-C2J+
Berat Buah Tomat Rata-rata (gram) 2390,2 a
,
KESIMPULAN
NPV Heliothis armigera dengan konsentrasi
PIBs/ml (C2) pada volume semprot ± 400 l/ha cukup efektif untuk mengurangi populasi larva H. armigera di lapangan. Data yang diperoleh pada setiap variabel pengamatan me-nunjukkan perbedaan yang nyata antara kontrol (K) dengan perlakuan suspensi virus (Cl dan C2) .
Perbedaan konsentrasi Cl dan C2 terlalu kecil sehing-ga tidak menimbulkan pensehing-garuh yang nyata. Jelaga yang digunakan sebagai bahan tambahan, pada percobaan di la-pangan kurang terlihat perbedaannya antar perlakuan, karena populasi larva H. armigera masih cukup rendah.
SARAN
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pe-ranan NPV sebagai bioinsektisida dalam usaha pengembangan
PHT. Perlakuan NPV dengan dan tanpa jelaga dilaksanakan
pada saat populasi larva di lapangan tinggi dengan bebera-pa konsentrasi (lebih dari dual sehingga perbedaannya
Aminah, S. 1987. Pengamatan Hama Heliothis armigera
(Hbn.) dan Agrotis ipsiion (Lepidoptera:Noctui-dae) pada Pertanaman Tomat di Kecamatan Sukanaga-ra, Cianjur. Laporan Praktek Lapang. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Coaker, T. H. 1958. Experiments with of the cotton Bollworm Heliothis In The Annals of Applied Biology. Marsh and I Thomas. Cambrige . London.
a virus disease
armigera (RBN.)
Edited by R.W. Univ. Press,
Greathead, D. J. 1981. tional Cooperation. national Workshop
International Crops Semi-Arid Tropics. India.
Prospects for Future
Interna-In Proceedings of the
Inter-on Heliothis Management.
Research Institute for the ICRISAT Center. Patancheru,
Jayaraj, 1981. Biology and Ecological Studies of
Heliothis. In Proceedings of the International
Workshop on Heliothis Management. International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tro-pics. ICRISAT Center. Patancheru, India.
Kalshoven, L. G. E. 1981. The Pests of Crops in Indonesia. Revised by P.A. Van Der Laan. P.T. Ichtiar Baru - Van Roeve, Jakarta.
Kania, L. S. terhadap Kedelai. Tumbuhan.
1993. Pengaruh Berbagai Bahan Tambahan Stabilitas NPV Spodoptera Ii tura pada Skripsi, Jurusan Rama dan Penyakit Institut Pertanian Bogor.
Maryana, N. 1985. Biologi Heliothis armigera (Lepi-doptera: Noctuidae) pada Tanaman Kedelai. Skrip-si Jurusan Rama dan Penyakit Tumbuhan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Santoso, T., Sunjaya, S. Widayanti. 1994. Studi Ki-saran Inang Virus Entomopatogen pada Larva Peru-sak Daun dan Polong Kedelai. Laporan Penelitian BIOTROP. Bogor.
Sosromarsono, S. 1992. Perkernbangan pengelolaan hama terpadu di Indonesia. Makalah seminar Sehari Himasita, IPB. Bogor.
susilowati, E. S. 1982. Biologi Heliothis armigera pada jagung dan Tomat. Skripsi, Jurusan Hama dan Penyakit Turnbuhan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Tanada, Y & H. K. Academic Press,
Kaya. Inc. ,
1993. Insect Pathology. New York.
Tugiyono, H. 1995. Bertanam Tomat. Penebar Swadaya, Jakarta.
Tunstall, J. P. 479 - 48l. cal Crops.
1977. Heliothis a-rmigera (Hbn.), pp: In Diseases, Pests and Weeds in
Tropi-John Wiley and Sons, Chichester. -Untung, K. 1993. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu.
Universitas Gajah Mada. Yogjakarta.
Wijayanti, R. 1995. Efektifitas Campuran NPV
Spodo-ptera litura dengan NPV Heliothis armigera
Tabel Larnpiran 1. Populasi Larva
Heliothis armigera
per Unit Contoh* pada Per-tanarnan Tornat, Sebelurn dan Sesudah Aplikasi NPVPerla-kuan KJ-KJ+ cセjM Cl.J+ C2J-C2J+
Jumlah serangga
Ulangan
Minggu s・セ・ャ。ィ@ Tanam
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 3,2 1,4 2 1,4 1,a 3,0 2, B 1 2 1 0,5 3,B 0,2 1,6 1,B 3,4 2,4 1,2 2,2 1,a 2,2 3,2 1 2,4 4 2,2 1,B 2,4 1,4 2 1,B 3 2 1 1 1,4 2,6 0,4 1 0, a
O,B 2 0, B 2 0,6 1 0,6 0,6 0,2 1,2 1,2 o,a 2 1 0, a
5 3,2 0,4 0,6 0,4 3 0,2 1,6 1,e 1,2 1,6 o 0,2 o o 0,2 0,4 o o o 1 0,4 0,4 o o o o 1 0,2 o 0,2 6 1,2 1,4 1 3 1,4 1,4 3,2 1,a 0,2 1,2 o o o o o o o 0,2 o 0,6 o o 0,2 o o 0,2 1 0,2 o 0,2 7 0,6 0,2 0,6 0, a 1,2 0,2 1,2 1,4 0,4 2 0,2 0,2 o o o o o 0,2 0,2 o o o o o o 0,2 o o 0,2 o
Satu unit contoh = 4 tanaman yang saling berdekatan
Populasi larva sebelum perlakuan NPV
Tidak ada perlakuan
a
o
0,6 0,4 0, a
[image:40.615.111.529.109.625.2]MST Sumber db JK KT F hit Ftab 0.05
4 A 2 4,403 2,201 5,43* 3,4
B 1 0,048 0,048 0,12 4,26
AB 2 0,536 0,268 0,66 3,4
Galat 24 9,728 0,405
Total 29 14,715
5 A 2 9,608 4,804 9,84* 3,4
B 1 0,005 0,005 0,01 4,26
AB 2 0,275 0,137 0,28 3,4
Galat 24 11,712 0,488
Total 29 21,6
6 A 2 14,067 7,033 20,53* 3,4
B 1 0,133 0,133 0,39 4,26
AB 2 0,131 0,065 0,19 3,4
Galat 24 8,224 0,343
Total 29 22,555
7 A 2 4,275 2,137 17,91* 3,4
B 1 0,161 0,161 1,35 4,26
AB 2 0,179 0,089 0,75 3,4
Galat 24 2,864 0,119
Total 29 7,479
8 A 2 2,323 1,161 23,86* 3,4
B 1 0,012 0,012 0,25 4,26
AB 2 0,056 0,028 0,58 3,4
Galat 24 1,168 0,049
Total 29 3,559
9 A 2 0,083 0,041 1,68 3,4
B 1 0,012 0,012 0,49 4,26
AB 2 0,008 0,004 0,16 3,4
Galat 24 0,592 0,025
Total 29 0,695
[image:41.615.108.546.109.659.2]Tabel Lampiran 3. Persentase Mortalitas Larva H.
armigera
per Unit Contoh padaPertanaman Tomat Setelah Aplikasi NPV
Perla- ulangan kuan KJ-KJ+ CJ.J-Cl.J+ C2J-C2J+ 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 o 30 o o o 25 C o J.6,7 o 25 7,1 30 32,9 32,9 20 8,1 20 ',1 o 39,5 25 o 50 49,4 33,3 33,3 o 28,6 o
l1ortalitao Larva (\) pada Hng9u
MSA Sumber db JK KT F hit Ftab 0.05
1 A 2 1779,21 889,62 4,25* 3,4
B 1 552,12 552,12 2,64 4,26
AB 2 447,62 223,81 1,07 3,4
Galat 24 5020,29 209,18
Total 29 7799,29
3 A 2 670,67 335,34 19,29*
B 1 50,75 50,75 2,92
AB 2 31,01 15,51 0,89
Galat 24 417,28 17,39
Tabel Lampiran 5. Intensitas Kerusakan Buah Tomat Akibat Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV
Perla- Ulangan kuan KJ-KJ+ CIJ-C1J+ C2J-C2J+ 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 5,06 16,05 10,26 o 3,51 19,05 8,75 9,09 13,04 3,33 7,14 3,5 4,5 11,9 6,4 9 B,16 10,53 8 12 6,9 2,22 22,64 6,25 3,08 5,66 8,82 4,08 7,41 6,01 2 5,66 1,69 1,06 10,SB 3,19 5,36 5,55 1,16 3,51 o o 4,55 2,74 4,31 3,13 1,43 9,61 6,4l. 6,6 5,04 3,02 3,OS 6,53 3,BS 7,77 2,74 2,74 5,49 1,69
Intensitas Kerusakan pada Ming9u
Ke-3 14,79 13,92 9,72 19,47 18,70 10,53 22,15 14,91 6,93 22,22 4,68 1,12 1,01 2,63 5,61 5,97 5,93 B,OS 4,08 15,02 4,37 1,77 2,37 1,64 7,25 9,3 5,81 9,29 3,33 4,76 4 7,31 5,99 4,46 5,84 5,80 2,53 4,04 5,76 5,52
12 f 04
[image:44.615.102.517.102.585.2]MSA Sumber db JK KT F hit Ftab 0.05
1. A 2 1.1.,374 5,687 0,21. 3,4
B 1. 1.8,44 1.8,44 0,7 4,26
AB 2 43,948 21.,974 0,83 3,4
Galat 24 636,309 26,51.3
Total 29 710,07
2 A 2 0.901. 0,45 0,06 3,4
B 1 2,834 2,834 0,4 4,26
AB 2 24,336 1.2,1.68 1,72 3,4
Galat 24 1.70,248 7,094
Total 29 1.98,31.9
3 A 2 71.3,286 356,643 21.,98* 3,4
B 1. 66,692 66,692 4,1.1. 4,26
AB 2 34,1.86 1.7,093 1.,05 3,4
Galat 24 389,36 1.6,223
Total 29 1203,525
4 A 2 8,61.1. 4,306 1.,41. 3,4
B 1. 3,745 3,745 1.,23 4,26
AB 2 0,467 0,233 0,08 3,4
Galat 24 73,1.1.4 3,046
Total 29 85,937
5 A 2 60,088 30,044 6,1.4* 3,4
B 1. 7,1.54 7,1.54 1.,46 4,26
AB 2 1.0,934 5,467 1.,1.2 3,4
Galat 24 1.1.7,376 4,891
Total 29 1.95,552
6 A 2 51.,637 25,818 3,37 3,4
B 1 25,465 25,465 0,32 4,26
AB 2 1.6,48 8,24 1.,08 3,4
Galat 24 1.83,858 7,66
[image:45.613.114.542.109.665.2]Tabel Lanjutan
MSA Sumber db JK KT F hit Ftab
0.05
7 A 2 60,019 30,01 11,36* 3,4
B 1 2,291 2,291 0,87 4,26
AB 2 14,17 7,085 2,68 3,4
Galat 24 63,399 2,642
Perla- Ulangan kuan KJ· KJ+ C1J-C1J+ C2J-C2J+ 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Intensitaa Kerusakan pada Minggu
Ke-1 2
o 1,79 0,78 1,79 2,04 0,69 O,8S 1,82 3,01 1,07 o o o 2,51 o 1,69 o 1,69 4,48 0,63 1,2 o 0,75 4,84 o o 1.,33 o 1,06 o 3 7,09 6,09 6,19 6,42 9,28 4,84 13,02 4,2 2,73 Wセ。Y@ 2,21 o 0,93 0,83 2,86 o 1.31 0,95 o 1,75 0,72 0,67 0,85 0,72 2,45 o 0,75 o o o 4 0,85 o o 1,19 o o 0,96 o 3,37 5,62 o o 0,78 o o o o 0,81 0,79 o 0,78 0,8l 1,05 o o 0,91 o o o o
* : Minggu pertama belum diamati
[image:47.615.106.517.110.584.2]Tabel Lampiran 8. Produksi Buah Tomat Setelah Perlakuan NPV H.
armigera
(per 21 m2)
Perlakuan
Ulangan
Berat Buah Tomat (gram)
KJ- 1 3132
2 2730
3 3157
4 1397
5 1535
KJ+ 1 2322
2 6867
3 3333
4 2238
5 1174
C1J- 1 1435
2 4239
3 7703
4 4196
5 4054
C1J+ 1 4008
2 7539
3 4288
4 5866
5 2965
C2J- 1 5161
2 10377
3 5380
4 7163
5 3189
C2J+ 1 5398
2 7133
3 7261
4 4286
[image:48.616.94.536.104.580.2]LARVA Heliothis armigera Kbn. (Lepidoptera : Noctuidae) PAD# TANAMAN TOMAT
(Lycopersicon esculentum Mill. )
Oleh : IDAH PARIDAH
A 28 0598
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian
RINGKASAN
IDAH PARIDAH.
Pengaruh NPV Heliothis armigera terhadap
Populasi dan Tingkat Serangan Larva Heliothis armigera
Hbn. (Lepidoptera: Noctuidae) pada Tanaman Tomat (Lyco-
persicon esculentum Mill) (Di bawah bimbingan
TEGUESANTO-
SO)
.
..(
Penelitian ini bertujuan untuk mempela
j
ari pengaruh
NPV Heliothis armigera terhadap populasi dan mortalitas
larva H. armigera, tingkat serangannya pada buah dan bunga
tomat serta pengaruhnya terhadap hasil panen; disamping
itu juga untuk menguji pengaruh jelaga terhadap stabili-
tas virus di lapangan.
Isolat NPV H. armigera
diperbanyak
secara massal
dengan menggunakan larva H. armigera yang diberi pakan
jagung muda yang telah dikontaminasi PIBs.
Larva yang
sudah mati dikumpulkan dan digerus, kemudian disaring
dengan kain nilon halus, sehingga dihasilkan filtrat
berupa suspensi kasar PIBs.
PIBs yang diperoleh dari
larva dihitung dengan hemasitometer, dan kemudian ditentu-
kan konsentrasi PIBs yang akan diperlakukan di lapangan.
Ke dalam suspensi virus ini ditambahkan bahan perekat
yaitu alkilaril poliglikol eter
40%("Agristick") dan
jelaga sebagai bahan pelindung stabilitas virus.
Untuk
perlakuan berbagai konsentrasi PIBs dengan dan tanpa
Perlakuan dengan suspensi virus
(NPV)berpengaruh
nyata terhadap populasi larva sehat, intensitas kerusakan
bunga dan buah serta produksi buah tomat.
Konsentrasi
yang efektif menekan
populasi larva H.
ax-migera
adalah
6,4
x
lo8 PIBs/ml.Pada
urnumnya antara
duaperlakuan kon-
sentrasi
Cl (1,28 x lo8 ~ I B s / m l )dan
C2 (6,4x108 P I B s / r n l )tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada setiap varia-
be1 pengamatan. Demikian juga jelaga sebagai bahan pelin-
PENGARUH NPV Heliothis armigera
TERHADAP POPULASI DAN TINGKAT SERANGAN
LARVA Helio
this armigera W n . (Lepidoptera
:Noctuidae) PADA TANAMAN TOMAT
(Lycopersicon esculentum Mill.
)Oleh
:Idah Paridah
A
28 0598Skripsi
Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar
Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor
(Lycopersicon esculentum Mill. )
Nama : Idah Paridah
N r p :
A
28 0598Menyetu
j u iDr.
1Teguh
Santoso
NIP. 130 814 496
Mengetahui
-nyakit Tumbuhan
NIP.
130 937 091Tanggal Lulus :
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Banj arsari, KabupatenCiamis,
Jawa Barat, pada tanggal 14 Oktober 1972. Penulis
merupa-kan anak ke-2 dari keluarga Bapak Tapsir dan Ibu Patimah.
Penulis menyelesaikan pendidikan di SDN IV Banjarsari
pada tahun 1985, SMPN I Banjarsari pada tahun 1988, dan
SMAN 2 Tasikmalaya pada tahun 1991. Ketiganya ini berada
di Propinsi Jawa Barat.
Pada tahun 1991 penulis diterima di Institut
Pertani-an Bogor melalui jalur UndPertani-angPertani-an Seleksi Masuk IPB (USMI).
Pada tahun 1992 penulis mulai menekuni bidang keahlian
Hama dan Penyakit Tumbuhan di Fakultas Pertanian, Institut
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan masalah khusus dan menyusun
laporan ini.
Pada kesempatan ini, tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dr. Ir. Teguh Santoso yang telah membimbing dan memberikan arahan kepada penulis selama penelitian hingga penyusunan laporan ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga di Banj arsari yang selama ini memberikan do' a dan dorongan kepada penulis; kepada rekan seperjuangan, Sholihah; Pak Wawan, Pak Slamet, Pak Ucup, Pak Agus, Marwa, Ex C-3, Ciqeb dan semua pihak yang telah membantu penulis selama penelitian berlangsung hingga terselesaikannya laporan ini.
Penulis berharap, semoga laporan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Akhirnya kepada Alloh jualah kita semua berserah diri dan kembali. Semoga Alloh meridhoi langkah kita. Amin.
Penulis
DAFTAR lSI
Halaman
KATA PENGANTAR. . . i
DAFTAR lSI... . . . i i
PENDAHULUAN. . . 1
TINJAUAN PUS TAKA . . . 3
Heliothis armigera Hbn... . . . 3
Nuclear polyhedrosis V i r u s . . . 6
Mekanisme Kerja N P V . . . 6 Gej ala Serangan. . . 7
Jenis dan Kisaran Inang NPV... . . . 9
BAHAN DAN METODE. . . 10
Tempat dan Waktu Penelitian . . . 10
Bahan . . . 10
Metode. . . . .. 11
HASIL DAN PEMBAHASAN.. . . .. 15
KESIMPULAN. . . .. 25
SARAN. . . .. 25
DAFTAR PUSTAKA.. . . .. 26
No.
1. Populasi
H. armigera
per Unit Contoh padaPertanaman Tomat, Sebelum dan Sesudah
Halaman
Aplikasi NPV... . . . . . . . . . . . . 15
2. Persentase Mortalitas Larva H.
armigera
perUnit Contoh pada Pertanaman Tomat Setelah
Aplikasi NPV. . . . . . . . .. 19
3. Intensitas Kerusakan Buah Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 214. Intensitas Kerusakan Bunga Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 215. Produksi Buah Tomat Setelah Perlakuan NPV
H.
armigera...
24Lampiran
1. Populasi H.
armigera
per Unit Contoh padaPertanaman Tomat, Sebelum dan Sesudah
Aplikasi NPV... . . . . . . . . . . . . 29
2. Analisis Ragam Populasi Larva
H. armigera
per Unit Contoh pada tanaman Tomat Setelah
Tanam. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 30
3. Persentase Mortalitas Larva H.
armigera
perUnit Contoh pada Pertanaman Tomat Setelah
Aplikasi NPV... . . . . . . . 31
4. Analisis Ragam Mortalitas Larva H.
armigera
per Unit Contoh pada tanaman Tomat Setelah
Aplikasi NPV. . . . . . . . . . . . . . 32
5. Intensitas Kerusakan Buah Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 336. Analisis Ragam Intensitas Kerusakan Buah Tomat
Akibat Serangan
H. armigera
Setelah7. Intensitas Kerusakan Bunga Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 358. Produksi Buah Tomat Setelah Perlakuan NPV
LARVA Heliothis armigera Hhn. (Lepidoptera Noctuidae) PAD' TANAMAN TOMAT
(Lycopersicon esculentum Mill.)
Oleh :
IDAH PARIDAH
A 28 0598
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor
RINGKASAN
IDAH PARIDAH. Pengaruh NPV Heliothis annigera terhadap
Populasi dan Tingkat Serangan Larva Heliothis annigera
Hbn. (Lepidoptera: Noctuidae) pada Tanaman Tomat
(Lyco-persicon esculentum Mill) (Di bawah bimbingan TEGUH
SANTO-SO) .
,>0{
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh
NPV Heliothis armigera terhadap populasi dan mortalitas
larva H. armigera, tingkat serangannya pada buah dan bunga
tomat serta pengaruhnya terhadap hasil panen; disamping
itu juga untuk menguji pengaruh jelaga terhadap
stabili-tas virus di lapangan.
Isolat NPV H. armigera diperbanyak secara massal
dengan menggunakan larva H. armigera yang diberi pakan
j agung muda yang telah dikontaminasi PIBs. Larva yang
sudah mati dikumpulkan dan digerus, kemudian disaring
dengan kain nilon halus, sehingga dihasilkan filtrat
berupa suspensi kasar PIBs. PIBs yang diperoleh dari
larva dihitung dengan hemasitometer, dan kemudian
ditentu-kan konsentrasi PIBs yang aditentu-kan diperlakuditentu-kan di lapangan.
Ke dalam suspensi virus ini ditambahkan bahan perekat
yaitu alkilaril poliglikol eter 40% (lIAgristickll) dan
j elaga sebagai bahan pelindung stabilitas virus. Untuk
perlakuan berbagai konsentrasi PIBs dengan dan tanpa
Perlakuan dengan suspensi virus (NPVl berpengaruh
nyata terhadap populasi larva sehat, intensitas kerusakan
bunga dan buah serta produksi buah tomat. Konsentrasi
yang efektif menekan populasi larva H. armigera adalah
6,4 x 10 8 PIBs/ml. Pada umumnya antara dua perlakuan
kon-sentrasi C1 (1,28 x 10 8 PIBs/mll dan C2 (6,4X10 8 PIBs/mll
tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada setiap
varia-bel pengamatan. Demikian juga jelaga sebagai bahan pel
PENGARUH NPV Heliothis armigera
TERHADAP POPULASI DAN TINGKAT SERANGAN
LARVA Heliothis armigera Hbn. (Lepidoptera
Noctuidae) PADA TANAMAN TOMAT
(Lycopersicon esculentum Mill.)
Oleh :
Idah Paridah
A 28 0598
Skripsi
Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar
Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Beger
Nama
Nrp
(Lycopersicon esculentum Mill.)
Idah Paridah
A 28 0598
Menyetujui
Dosen Pembimbing
\
Dr. Ir. Teguh Santoso
NIP. l30 814 496
Mengetahui
Hama dan Penyakit Tumbuhan
Triwidodo, MSc.
NIP. l30 937 09l
Tanggal Lulus
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Banj arsari, KabupatenCiamis,
Jawa Barat, pada tanggal 14 Oktober 1972. Penulis
merupa-kan anak ke-2 dari keluarga Bapak Tapsir dan Ibu Patimah.
Penulis menyelesaikan pendidikan di SDN IV Banjarsari
pada tahun 1985, SMPN I Banjarsari pada tahun 1988, dan
SMAN 2 Tasikmalaya pada tahun 1991. Ketiganya ini berada
di Propinsi Jawa Barat.
Pada tahun 1991 penulis diterima di Institut
Pertani-an Bogor melalui jalur UndPertani-angPertani-an Seleksi Masuk IPB (USMI).
Pada tahun 1992 penulis mulai menekuni bidang keahlian
Hama dan Penyakit Tumbuhan di Fakultas Pertanian, Institut
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan masalah khusus dan menyusun
laporan ini.
Pada kesempatan ini, tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dr. Ir. Teguh Santoso yang telah membimbing dan memberikan arahan kepada penulis selama penelitian hingga penyusunan laporan ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga di Banj arsari yang selama ini memberikan do' a dan dorongan kepada penulis; kepada rekan seperjuangan, Sholihah; Pak Wawan, Pak Slamet, Pak Ucup, Pak Agus, Marwa, Ex C-3, Ciqeb dan semua pihak yang telah membantu penulis selama penelitian berlangsung hingga terselesaikannya laporan ini.
Penulis berharap, semoga laporan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Akhirnya kepada Alloh jualah kita semua berserah diri dan kembali. Semoga Alloh meridhoi langkah kita. Amin.
Penulis
DAFTAR lSI
Halaman
KATA PENGANTAR. . . i
DAFTAR lSI... . . . i i
PENDAHULUAN. . . 1
TINJAUAN PUS TAKA . . . 3
Heliothis armigera Hbn... . . . 3
Nuclear polyhedrosis V i r u s . . . 6
Mekanisme Kerja N P V . . . 6 Gej ala Serangan. . . 7
Jenis dan Kisaran Inang NPV... . . . 9
BAHAN DAN METODE. . . 10
Tempat dan Waktu Penelitian . . . 10
Bahan . . . 10
Metode. . . . .. 11
HASIL DAN PEMBAHASAN.. . . .. 15
KESIMPULAN. . . .. 25
SARAN. . . .. 25
DAFTAR PUSTAKA.. . . .. 26
No.
1. Populasi
H. armigera
per Unit Contoh padaPertanaman Tomat, Sebelum dan Sesudah
Halaman
Aplikasi NPV... . . . . . . . . . . . . 15
2. Persentase Mortalitas Larva H.
armigera
perUnit Contoh pada Pertanaman Tomat Setelah
Aplikasi NPV. . . . . . . . .. 19
3. Intensitas Kerusakan Buah Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 214. Intensitas Kerusakan Bunga Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 215. Produksi Buah Tomat Setelah Perlakuan NPV
H.
armigera...
24Lampiran
1. Populasi H.
armigera
per Unit Contoh padaPertanaman Tomat, Sebelum dan Sesudah
Aplikasi NPV... . . . . . . . . . . . . 29
2. Analisis Ragam Populasi Larva
H. armigera
per Unit Contoh pada tanaman Tomat Setelah
Tanam. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 30
3. Persentase Mortalitas Larva H.
armigera
perUnit Contoh pada Pertanaman Tomat Setelah
Aplikasi NPV... . . . . . . . 31
4. Analisis Ragam Mortalitas Larva H.
armigera
per Unit Contoh pada tanaman Tomat Setelah
Aplikasi NPV. . . . . . . . . . . . . . 32
5. Intensitas Kerusakan Buah Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 336. Analisis Ragam Intensitas Kerusakan Buah Tomat
Akibat Serangan
H. armigera
Setelah7. Intensitas Kerusakan Bunga Tomat Akibat
Serangan H.
armigera
Setelah Aplikasi NPV ... 358. Produksi Buah Tomat Setelah Perlakuan NPV
No. Halaman
1. Gejala Kerusakan Buah Tomat Akibat Serangan
H. armigera... 5
2. Gejala Larva H. armigera yang Terinfeksi NPV 8 3. Keadaan Petak Contoh untuk Aplikasi NPV di
Lapangan. . . . . . . . . . . . . . . . . 13 4. Perkembangan Populasi Larva H. armigera per
Unit Contoh pada Tiap Petak Perlakuan... 17 5. Mortalitas Larva H. armigera pada Tiap Petak
Perlakuan. . . . . . . . . . . . . . . . . 20 6. Intensitas Kerusakan Buah Tomat pada Tiap
Petak Perlakuan.... . . . . . . . 22 7. Intensitas Kerusakan Bunga Tomat pada Tiap
PENDAHULUAN
Tanaman tomat
(Lycopersicon esculentum
Mill.) merupa-kan tanaman hortikultura yang banyak diusahamerupa-kan secara intensif di Indonesia (Tugiyono, 1995) Dalam usaha me-ningkatkan produksi tomat terdapat berbagai kendala yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas produksi buahnya, salah satu di antaranya adalah adanya serangan hama peru-sak buahHeliothis armigera
Hbn.. Berdasarkan pengamatan, perkiraan kehilangan hasil tomat akibat serangannyasebe-sar 27-55,3% (Aminah, 1987). Tanpa usaha pengendalian yang baik, nilai kehilangan tersebut akan semakin besar. Pengendalian hama tersebut sampai saat ini masih mengan-dalkan insektisida yang seringkali menimbulkan dampak negatif seperti resistensi, resurjensi hama dan pencemaran lingkungan (Sosromarsono, 1992). Untuk mengatasi pengaruh samping tersebut maka diperlukan cara pengendalian lain yang lebih efektif dan tidak merugikan lingkungan.
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebagai konsep kebi-jakan pemerintah dalam setiap perlindungan tanaman merupa-kan salah satu alternatif dalam mengurangi akibat buruk pestisida (Untung, 1993). Dalam konsep ini pengendalian hayati dengan menggunakan musuh alami seperti patogen hama dianggap sebagai salah satu komponen utama.
penggunaan Bacillus thuringiensis Berliner dan virus
entomopatogen (NPV). Dari beberapa negara lain, termasuk
Cina, dilaporkan keberhasilan penggunaan patogen hama ini
(Greathead, 1981). Santoso et al. (l995) melaporkan bahwa
NPV H. armigera mempunyai potensi untuk dij adikan
bioin-sektisida.
NPV mudah terdegradasi oleh radiasi ultraviolet,
sehingga diperlukan bahan pelindung yang akan meningkatkan
persistensi virus tersebut di lapangan (Greathead, 1981).
Hasil percobaan Kania (l993) menunjukkan bahwa jelaga
merupakan bahan pelindung yang terbaik dibandingkan dengan
arang, tinta, tanah liat, molasse, kanji, gula dan pewarna
tekstil " wantek".
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh
NPV H. armigera terhadap populasi dan mortalitas larva H.
armigera, tingkat serangannya pada buah dan bunga tomat
serta pengaruhnya terhadap hasil panen; disamping itu juga
untuk menguji pengaruh jelaga terhadap stabilitas virus di
TINJAUAN PUS TAKA
Heliothis armigera Hhn.
H.