• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Dan Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Dengan Metode Backward Chaining Untuk Mendiagnosis Penyakit Tanaman Kopi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Dan Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Dengan Metode Backward Chaining Untuk Mendiagnosis Penyakit Tanaman Kopi"

Copied!
166
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR

DENGAN METODE BACKWARD CHAINING

UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT

TANAMAN KOPI

SKRIPSI

ABRAGUS SABRA

091421044

PROGRAM EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR DENGAN METODE BACKWARD CHAINING

UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT TANAMAN KOPI

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Komputer

ABRAGUS SABRA 091421044

PROGRAM EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PERSETUJUAN

Judul : ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI

SISTEM PAKAR DENGAN METODE BACKWARD

CHAINING UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT

TANAMAN KOPI

Kategori : SKRIPSI

Nama : ABRAGUS SABRA

Nomor Induk Mahasiswa : 091421044

Program Studi : EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER

Departemen : ILMU KOMPUTER

Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di Medan, Juni 2011

Komisi Pembimbing :

Pembimbing 2

Dian Rachmawati, S.Si, M.Kom NIP 198307232009122004

Pembimbing 1

Syahril Efendi, S.Si, MIT NIP 196711101996021001

Diketahui /Disetujui oleh

Program Studi S1 Ilmu Komputer FMIPA USU Ketua,

(4)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, dengan limpahan karunia-Nya skripsi ini berhasil diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Syahril Efendi, S.Si, M.I.T selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu Dian Rachmawati, S.Si., M. Kom selaku pembimbing II yang telah memberikan panduan dan penuh kepercayaan kepada penulis untuk menyempurnakan skripsi ini. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada dosen penguji Bapak Ade Candra, S.T., M. Kom dan Bapak Drs. Marihat Situmorang, M.Si yang telah memberikan masukan berupa saran dan kritik kepada saya untuk menyempurnakan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Ketua dan Sekretaris Program Ekstensi S1 Ilmu Komputer Bapak Dr. Poltak Sihombing, M.kom dan Ibu Maya Silvi Lidya, B.sc, M.Sc. Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, semua dosen Program Ekstensi S1 Ilmu Komputer FMIPA USU, pegawai di FMIPA USU.

(5)

ABSTRAK

Dewasa ini teknologi komputer berkembang dengan sangat pesat. Pemanfaatan komputer sudah merambah ke berbagai bidang kehidupan. Kecerdasan buatan merupakan bagian ilmu pengetahuan komputer yang banyak dimanfaatkan karena kemampuannya yang dapat menirukan cara berfikir manusia. Dan sistem pakar merupakan salah satu cabang dari kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana mengadopsi cara berfikir seorang pakar dalam menyelesaikan suatu permasalahan, dan membuat suatu keputusan maupun mengambil kesimpulan dari sejumlah fakta yang ada. Dalam hal ini sistem pakar digunakan untuk mendiagnosa penyakit pada tanaman kopi dengan menggunakan metode backward chaining. Dengan tujuan dapat membantu dalam mendiagnosa penyakit pada tanaman kopi dan mendapatkan hasil diagnosa yang tepat dan akurat. Bahasa pemrograman dan program aplikasi penunjang yang digunakan dalam pembuatan sistem pakar ini yaitu bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dan menggunakan Database Management System Microsoft Office Access 2003.

(6)

ANALYSIS AND DESIGN EXPERT SYSTEM APPLICATION WITH BACKWARD CHAINING METHOD TO DIAGNOSE DISEASE OF

COFFE PLANT

ABSTRACT

Nowadays computer technology growing very fast. The utilization of computer already cut down into various living area. The artificial intelligence is part of computer knowledges that mostly use because the ability to imitate human thought. And expert system is one of branch of artificial intelligence that learning how to adopt an expert thought within finished the problem, and make some decision as well as take the conclusion from an amount of fact that exist. In this case, expert system is use to diagnosis of disease at coffe plant with backward chaining method. By means of able to support diagnosis of disease at coffe plant and get the result precise and accurate. Programming language and supporting application program which is use in the making this expert system are Microsoft Visual basic 6.0 programming language and Database Management System Microsoft Office Access 2003.

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

Persetujuan ii

Pernyataan iii

Penghargaan iv

Abstrak v

1.7Sistematika Penulisan 5

Bab 2 Landasan Teori 7

2.1 Kecerdasan Buatan 7

2.2 Sistem Pakar 7

2.2.1 Sejarah Sistem Pakar 8

2.2.2 Ciri-ciri Sistem Pakar 9

2.2.3 Keuntungan dan Kelemahan Sistem Pakar 9

2.2.4 Konsep Dasar Sistem Pakar 10

2.2.5 Struktur Sistem Pakar 11

2.2.6 Basis Pengetahuan 13

2.2.7 Representasi Pengetahuan 14

2.2.8 Mekanisme Inferensi (Inference Engine) 14

2.2.8.1 Metode Forward Chaining 14

2.2.8.2 Metode Backward Chaining 15

2.3 Tanaman Kopi 16

2.4 Penyakit Tanaman 17

Bab 3 Analisis dan Perancangan Sistem 19

3.1 Analisis Permasalahan 19

3.2 Diagnosis Penyakit Tanaman Kopi 19

3.3 Penyakit Tanaman Kopi 20

3.4 Analisis Komponen 25

3.4.1 Model Analisis 25

3.4.2 Spesifikasi Proses 29

(8)

3.4.4 Entity Relationship Diagram 35

3.5 Perancangan Struktur Program 35

3.6 Perancangan Antarmuka 36

Bab 4 Implementasi Sistem 44

4.1 Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak 44

4.2 Implementasi Sistem 44

4.2.1 Halaman Sistem Login 45

4.2.2 Halaman Menu Utama 45

4.2.3 Halaman Pilih Penyakit 46

4.2.4 Halaman Pertanyaan 47

4.2.5 Halaman Data Penyakit 47

4.2.6 Halaman Data Solusi 48

4.2.7 Halaman Hasil Diagnosis 49

4.2.8 Halaman Basis Pengetahuan 50

4.3 Pengujian Sistem 51

Bab 5 Kesimpulan dan Saran 54

5.1 Kesimpulan 54

5.2 Saran 54

Daftar Pustaka 56

(9)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Kamus data Tabel list_user 34

Tabel 3.2 Kamus data Tabel penyakit 34

Tabel 3.3 Kamus data Tabel knowledge 34

(10)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Struktur Sistem Pakar 11

Gambar 2.2 Proses Forward Chaining 15

Gambar 2.3 Proses Backward Chaining 16

Gambar 2.4 Tanaman Kopi 16

Gambar 3.1 Diagram Backtracking Penyakit Karat Daun 20 Gambar 3.2 Diagram Backtracking Penyakit Jamur Upas 21 Gambar 3.3 Diagram Backtracking Penyakit Mati Ujung 22 Gambar 3.4 Diagram Backtracking Penyakit Bercak Daun Cercospora 23 Gambar 3.5 Diagram Backtracking Penyakit Akar Coklat 23 Gambar 3.6 Diagram Backtracking Penyakit Kanker Belah 24 Gambar 3.7 Diagram Backtracking Penyakit Akar Hitam 25

Gambar 3.8 DFD Level 0 26

Gambar 3.9 DFD Level 1 26

Gambar 3.10 DFD Level 2 Proses Login 27

Gambar 3.11 DFD Level 2 Proses Diagnosis 27

Gambar 3.12 DFD Level 2 Proses Pengetahuan 28 Gambar 3.13 DFD Level 2 Proses Jenis Penyakit 28

Gambar 3.14 DFD Level 2 Proses Solusi 29

Gambar 3.15 Entity Relationship Diagram 35

Gambar 3.16 Struktur Program 36

Gambar 3.17 Rancangan Form Sistem Login 37

Gambar 3.18 Rancangan Form Menu Utama 38

Gambar 3.19 Rancangan Form Pilih Penyakit 38

Gambar 3.20 Rancangan Form Pertanyaan 39

Gambar 3.21 Rancangan Form Data Penyakit 40

Gambar 3.22 Rancangan Form Data Solusi 41

Gambar 3.23 Rancangan Form Hasil Diagnosis 42 Gambar 3.24 Rancangan Form Basis Pengetahuan 43

Gambar 4.1 Halaman Sistem Login 45

Gambar 4.2 Halaman Menu Utama 46

Gambar 4.3 Halaman Pilih Penyakit 46

Gambar 4.4 Halaman Pertanyaan 47

Gambar 4.5 Halaman Data Penyakit 48

Gambar 4.6 Halaman Data Solusi 49

Gambar 4.7 Halaman Hasil Diagnosis 50

(11)

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR

DENGAN METODE BACKWARD CHAINING

UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT

TANAMAN KOPI

SKRIPSI

ABRAGUS SABRA

091421044

PROGRAM EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(12)

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR DENGAN METODE BACKWARD CHAINING

UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT TANAMAN KOPI

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Komputer

ABRAGUS SABRA 091421044

PROGRAM EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(13)

PERSETUJUAN

Judul : ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI

SISTEM PAKAR DENGAN METODE BACKWARD

CHAINING UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT

TANAMAN KOPI

Kategori : SKRIPSI

Nama : ABRAGUS SABRA

Nomor Induk Mahasiswa : 091421044

Program Studi : EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER

Departemen : ILMU KOMPUTER

Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di Medan, Juni 2011

Komisi Pembimbing :

Pembimbing 2

Dian Rachmawati, S.Si, M.Kom NIP 198307232009122004

Pembimbing 1

Syahril Efendi, S.Si, MIT NIP 196711101996021001

Diketahui /Disetujui oleh

Program Studi S1 Ilmu Komputer FMIPA USU Ketua,

(14)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, dengan limpahan karunia-Nya skripsi ini berhasil diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Syahril Efendi, S.Si, M.I.T selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu Dian Rachmawati, S.Si., M. Kom selaku pembimbing II yang telah memberikan panduan dan penuh kepercayaan kepada penulis untuk menyempurnakan skripsi ini. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada dosen penguji Bapak Ade Candra, S.T., M. Kom dan Bapak Drs. Marihat Situmorang, M.Si yang telah memberikan masukan berupa saran dan kritik kepada saya untuk menyempurnakan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Ketua dan Sekretaris Program Ekstensi S1 Ilmu Komputer Bapak Dr. Poltak Sihombing, M.kom dan Ibu Maya Silvi Lidya, B.sc, M.Sc. Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, semua dosen Program Ekstensi S1 Ilmu Komputer FMIPA USU, pegawai di FMIPA USU.

(15)

ABSTRAK

Dewasa ini teknologi komputer berkembang dengan sangat pesat. Pemanfaatan komputer sudah merambah ke berbagai bidang kehidupan. Kecerdasan buatan merupakan bagian ilmu pengetahuan komputer yang banyak dimanfaatkan karena kemampuannya yang dapat menirukan cara berfikir manusia. Dan sistem pakar merupakan salah satu cabang dari kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana mengadopsi cara berfikir seorang pakar dalam menyelesaikan suatu permasalahan, dan membuat suatu keputusan maupun mengambil kesimpulan dari sejumlah fakta yang ada. Dalam hal ini sistem pakar digunakan untuk mendiagnosa penyakit pada tanaman kopi dengan menggunakan metode backward chaining. Dengan tujuan dapat membantu dalam mendiagnosa penyakit pada tanaman kopi dan mendapatkan hasil diagnosa yang tepat dan akurat. Bahasa pemrograman dan program aplikasi penunjang yang digunakan dalam pembuatan sistem pakar ini yaitu bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dan menggunakan Database Management System Microsoft Office Access 2003.

(16)

ANALYSIS AND DESIGN EXPERT SYSTEM APPLICATION WITH BACKWARD CHAINING METHOD TO DIAGNOSE DISEASE OF

COFFE PLANT

ABSTRACT

Nowadays computer technology growing very fast. The utilization of computer already cut down into various living area. The artificial intelligence is part of computer knowledges that mostly use because the ability to imitate human thought. And expert system is one of branch of artificial intelligence that learning how to adopt an expert thought within finished the problem, and make some decision as well as take the conclusion from an amount of fact that exist. In this case, expert system is use to diagnosis of disease at coffe plant with backward chaining method. By means of able to support diagnosis of disease at coffe plant and get the result precise and accurate. Programming language and supporting application program which is use in the making this expert system are Microsoft Visual basic 6.0 programming language and Database Management System Microsoft Office Access 2003.

(17)

DAFTAR ISI

Halaman

Persetujuan ii

Pernyataan iii

Penghargaan iv

Abstrak v

1.7Sistematika Penulisan 5

Bab 2 Landasan Teori 7

2.1 Kecerdasan Buatan 7

2.2 Sistem Pakar 7

2.2.1 Sejarah Sistem Pakar 8

2.2.2 Ciri-ciri Sistem Pakar 9

2.2.3 Keuntungan dan Kelemahan Sistem Pakar 9

2.2.4 Konsep Dasar Sistem Pakar 10

2.2.5 Struktur Sistem Pakar 11

2.2.6 Basis Pengetahuan 13

2.2.7 Representasi Pengetahuan 14

2.2.8 Mekanisme Inferensi (Inference Engine) 14

2.2.8.1 Metode Forward Chaining 14

2.2.8.2 Metode Backward Chaining 15

2.3 Tanaman Kopi 16

2.4 Penyakit Tanaman 17

Bab 3 Analisis dan Perancangan Sistem 19

3.1 Analisis Permasalahan 19

3.2 Diagnosis Penyakit Tanaman Kopi 19

3.3 Penyakit Tanaman Kopi 20

3.4 Analisis Komponen 25

3.4.1 Model Analisis 25

3.4.2 Spesifikasi Proses 29

(18)

3.4.4 Entity Relationship Diagram 35

3.5 Perancangan Struktur Program 35

3.6 Perancangan Antarmuka 36

Bab 4 Implementasi Sistem 44

4.1 Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak 44

4.2 Implementasi Sistem 44

4.2.1 Halaman Sistem Login 45

4.2.2 Halaman Menu Utama 45

4.2.3 Halaman Pilih Penyakit 46

4.2.4 Halaman Pertanyaan 47

4.2.5 Halaman Data Penyakit 47

4.2.6 Halaman Data Solusi 48

4.2.7 Halaman Hasil Diagnosis 49

4.2.8 Halaman Basis Pengetahuan 50

4.3 Pengujian Sistem 51

Bab 5 Kesimpulan dan Saran 54

5.1 Kesimpulan 54

5.2 Saran 54

Daftar Pustaka 56

(19)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Kamus data Tabel list_user 34

Tabel 3.2 Kamus data Tabel penyakit 34

Tabel 3.3 Kamus data Tabel knowledge 34

(20)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Struktur Sistem Pakar 11

Gambar 2.2 Proses Forward Chaining 15

Gambar 2.3 Proses Backward Chaining 16

Gambar 2.4 Tanaman Kopi 16

Gambar 3.1 Diagram Backtracking Penyakit Karat Daun 20 Gambar 3.2 Diagram Backtracking Penyakit Jamur Upas 21 Gambar 3.3 Diagram Backtracking Penyakit Mati Ujung 22 Gambar 3.4 Diagram Backtracking Penyakit Bercak Daun Cercospora 23 Gambar 3.5 Diagram Backtracking Penyakit Akar Coklat 23 Gambar 3.6 Diagram Backtracking Penyakit Kanker Belah 24 Gambar 3.7 Diagram Backtracking Penyakit Akar Hitam 25

Gambar 3.8 DFD Level 0 26

Gambar 3.9 DFD Level 1 26

Gambar 3.10 DFD Level 2 Proses Login 27

Gambar 3.11 DFD Level 2 Proses Diagnosis 27

Gambar 3.12 DFD Level 2 Proses Pengetahuan 28 Gambar 3.13 DFD Level 2 Proses Jenis Penyakit 28

Gambar 3.14 DFD Level 2 Proses Solusi 29

Gambar 3.15 Entity Relationship Diagram 35

Gambar 3.16 Struktur Program 36

Gambar 3.17 Rancangan Form Sistem Login 37

Gambar 3.18 Rancangan Form Menu Utama 38

Gambar 3.19 Rancangan Form Pilih Penyakit 38

Gambar 3.20 Rancangan Form Pertanyaan 39

Gambar 3.21 Rancangan Form Data Penyakit 40

Gambar 3.22 Rancangan Form Data Solusi 41

Gambar 3.23 Rancangan Form Hasil Diagnosis 42 Gambar 3.24 Rancangan Form Basis Pengetahuan 43

Gambar 4.1 Halaman Sistem Login 45

Gambar 4.2 Halaman Menu Utama 46

Gambar 4.3 Halaman Pilih Penyakit 46

Gambar 4.4 Halaman Pertanyaan 47

Gambar 4.5 Halaman Data Penyakit 48

Gambar 4.6 Halaman Data Solusi 49

Gambar 4.7 Halaman Hasil Diagnosis 50

(21)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kopi merupakan salah satu komoditas yang sangat penting, tidak saja sebagai sumber mata pencaharian tapi juga menduduki tatanan perekonomian nasional, usaha tani kopi memberikan sumbangan cukup besar sebagai sumber devisa dalam menopang pembangunan nasional yang tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan petani. Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brazil dan Columbia. Sebagai komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, sudah selayaknya pengembangan usaha tani kopi ini mendapat perhatian yang besar, mengingat kontribusinya yang besar pada perekonomian nasional. Permintaan pasar dalam negeri terhadap kopi dari tahun ke tahun makin meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk. Oleh sebab itu peluang untuk pemsaran kopi masih terbuka.

Rendahnya produktivitas kopi antara lain disebabkan oleh teknik budidaya tanaman yang kurang memadai, sehingga mendorong timbulnya berbagai gangguan pertumbuhan tanaman. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas kopi harus diperhatikan. Salah satu faktor yang dapat mengurangi pertumbuhan dan produktivitas kopi adalah adanya penyakit tanaman.

(22)

ahli di bidangnya. Sistem pakar ini juga akan dapat membantu aktivitas para pakar sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.

Sudah banyak sistem pakar yang dikembangkan di berbagai bidang yakni bidang kedokteran, ekonomi, elektronika, komputer, pertanian dan bidang lainnya. Salah satu sistem pakar yang digunakan pada bidang pertanian adalah “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Padi Berbasis Web dengan Metode Forward Chaining dan Backward Chaining (Anton Setiawan Honggowibowo, 2009)”. Sistem pakar ini dirancang dengan menggunakan metode runut maju (Forward Chaining) dan metode runut balik (Backward Chaining). Dimana runut tersebut dimotori oleh data masukan gejala-gejala penyakit tanaman padi dan selanjutkan mencoba menggambarkan kesimpulannya berupa nama penyakit tanaman padi yang terjangkit beserta pengendaliannya. Sistem pakar yang juga dikembangkan di bidang pertanian adalah ”Perancangan Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Utama Tanaman Kelapa Sawit (Dewi Yanti, 2008)”. Sistem pakar ini menggunakan metode inferensi Forward Chaining yaitu proses inferensi yang memulai pencarian dari premis atau data menuju konklusi.. Program ini cukup bermanfaat dalam memberikan informasi, sehingga membantu pengguna dalam menangani penyakit tanaman kelapa sawit pada tahap pembibitan dan tanaman di lapangan.

(23)

program aplikasi sistem pakar ini diharapkan dapat membantu tidak hanya petani kopi, tetapi juga kalangan umum yang memerlukan informasi ini.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalahnya adalah bagaimana merancang suatu sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit tanaman beserta saran pengendaliannya pada tanaman kopi.

1.3 Batasan Masalah

Penulis membuat batasan masalah yang akan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan skripsi, yaitu:

1. Sistem tidak menentukan hama dari tanaman kopi.

2. Sistem pakar ini hanya akan mendiagnosis gejala-gejala fisik yang muncul pada tanaman kopi

3. Input berupa gejala-gejala penyakit tanaman kopi

4. Output yang dihasilkan adalah penyakit tanaman beserta pengendaliannya.

5. Sistem ini hanya mendiagnosis penyakit tanaman kopi jenis arabika.

6. Perancangan program aplikasi sistem pakar ini menggunakan Visual Basic 6.0 dan Database Management System Microsoft Office Access 2003.

1.4 Tujuan Penelitian

(24)

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari sistem pakar ini adalah memberikan kemudahan bagi user untuk mendiagnosis penyakit tanaman kopi berdasarkan gejala yang tampak dan sistem akan memberikan cara pengendalian penyakit, khususnya bagi petani perkebunan dan tidak menutup kemungkinan sistem pakar ini digunakan oleh penyuluh pertanian yang bukan dibidang penyakit tanaman sehingga dapat menggantikan peran dari seorang pakar penyakit tanaman khususnya penyakit tanaman kopi.

1.6 Metode Penelitian

Langkah-langkah yang ditempuh dalam menyelesaikan penelitian sebagai berikut: 1. Studi literatur

Pada tahap ini penulis mengumpulkan infomasi dan mempelajari materi serta sumber-sumber data yang berhubungan dengan sistem pakar, metode

backward chaining, jenis penyakit tanaman kopi, gejala-gejala penyakit

tanaman kopi beserta pengendaliannya maupun materi lain yang terkait dengan penelitian ini.

2. Analisis data

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan fakta-fakta yang mendukung perancangan sistem dengan mengadakan konsultasi dengan seorang pakar dan membandingkan hasil penelitian dengan yang ada pada buku penuntun dan dilakukan perancangan Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram dan perancangan antarmuka sesuai dengan hasil dari analisis sistem.

3. Implementasi sistem

(25)

4. Pengujian

Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem apakah berjalan dengan benar dan sesuai dengan perancangan.

5. Penyusunan laporan

Pada tahap ini dilakukan penulisan dokumentasi hasil analisis dari aplikasi sistem pakar dengan metode backward chaining untuk mendiagnosis penyakit tanaman kopi.

1.7 Sistematika Penulisan

BAB 1 : PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB 2 : LANDASAN TEORI

Pada bab ini dibahas dasar teori-teori kecerdasan buatan dan sistem pakar untuk mendukung pembahasan bab selanjutnya.

BAB 3 : ANALISIS DAN PERANCANGAN

Pada bab ini membahas tentang analisis dan perancangan sistem yang berisi tentang analisis permasalahan, analisis komponen sistem pakar, rancangan basis data, entity relationship diagram, data flow diagram dan perancangan antarmuka.

BAB 4 : IMPLEMENTASI SISTEM

(26)

BAB 5 : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi tentang kesimpulan penulis dari penelitian yang dilakukan serta saran-saran untuk pengembangan aplikasi lebih lanjut.

(27)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Kecerdasan Buatan

Kecerdasan Buatan ( Artificial Intelligence atau AI) di definisikan sebagai kecerdasan yang di tunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya di anggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

2.2 Sistem Pakar

Secara umum, sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli [7]. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelelasikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman.

(28)

Ada beberapa definisi tentang sistem pakar, antara lain :

a. Menurut Durkin : Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan seorang pakar.

b. Menurut Ignizio : Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang berkaitan, dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliannya dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.

c. Menurut Giarratano dan Riley : Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

2.2.1 Sejarah Sistem Pakar

Sistem Pakar mulai di kembangkan pada pertengahan tahun 1960-an oleh Artificial

Intelligence Corporation. Pada pertengahan tahun 1960-an, terjadi pergantian dari

program serba bisa (general-purpose) ke program yang spesialis (special-purpose) dengan di kembangkannya DENDRAL oleh E. Feigenbaum dari Universitas Stanford dan kemudian oleh MYCIN.

Pada pertengahan tahun 1970, beberapa sistem pakar mulai muncul. Sebuah pengetahuan kunci yang di pelajari saat itu adalah kekuatan dari sistem pakar berasal dari pengetahuan spesifik yang dimilikinya, bukan dari formalisme-formalisme khusus dan pola penarikan kesimpulan yang digunakannya.

Awal 1980 teknologi sistem pakar yang mula-mula dibatasi oleh suasana akademis mulai muncul sebagai aplikasi komersil, khususnya XCON, XSEL (dikembangkan dari R-1 pada Digital Equiptment Corp.) dan CATS-1 (dikembangkan oleh General Electric).

(29)

melakukan diagnosis penyakit meningitis dan infeksi bacremia serta memberikan rekomendasi terapi antimikroba. MYCIN mampu memberikan penjelasan atas penalarannya secara detail. Dalam uji coba, dia mampu menunjukkan kemampuan seperti seorang spesialis. Meskipun MYCIN tidak pernah di gunakan secara rutin oleh dokter, MYCIN merupakan inferensi yang bagus dalam kecerdasan buatan yang lain

2.2.2 Ciri-Ciri Sistem Pakar

Sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut [13]: 1. Terbatas pada domain keahlian tertentu.

2. Berdasarkan pada kaidah/rule tertentu.

3. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.

4. Mudah dimodifikasi, yaitu dengan menambah atau menghapus suatu kemampuan dari basis pengetahuannya.

5. Sistem dapat mengaktifkan kaidah secara searah yang sesuai, dituntun oleh dialog dengan pemakai.

2.2.3 Keuntungan dan Kelemahan Sistem Pakar

Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain [7] :

1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli. 2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.

3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar. 4. Meningkatkan output dan produktivitas.

5. Meningkatkan kualitas.

6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).

(30)

10.Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.

11.Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.

12.Sebagai media pelengkap dalam penelitian.

13.Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah. 14.Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.

Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain [7] :

1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal. 2. Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan

pakar dibidangnya.

3. Sistem Pakar tidak 100% bernilai benar.

2.2.4 Konsep Dasar Sistem Pakar

Menurut Efraim Turban, konsep dasar sistem pakar mengandung : keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan. Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman. Contoh bentuk pengetahuan yang termasuk keahlian adalah :

a. Fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu. b. Teori-teori pada lingkup permasalahan tertentu.

c. Prosedur-prosedur dan aturan-aturan berkenaan dengan lingkup permasalahan tertentu.

d. Strategi-strategi global untuk menyelesaikan masalah. e. Meta-knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan).

(31)

perlu, memecah aturan-aturan jika dibutuhkan, dan menentukan relevan tidaknya keahlian mereka. Pengalihan keahlian dari para ahli ke komputer untuk kemudian dialihkan lagi ke orang lain yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar. Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu :

a. Tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya). b. Representasi pengetahuan (ke komputer).

c. Inferensi pengetahuan.

d. Pengalihan pengetahuan ke user.

2.2.5 Struktur Sistem Pakar

Sistem pakar terdiri dari dua bagian utama yaitu development environment dan

consultation environment [7]. Development environment digunakan untuk

memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan

consultation environment digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna

memperoleh pengetahuan pakar. Komponen-komponen sistem pakar dalam kedua bagian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.

(32)

Di bawah ini akan di jelaskan secara ringkas komponen-komponen yang membentuk sistem pakar:

1. AntarMuka Pengguna (User Interface)

User interface merupakan mekanisme yang di gunakan oleh pengguna dan

sistem pakar untuk berkomunikasi, informasi yang di terima dari pemakai di ubahnya ke dalam bentuk yang dapat di terima oleh sistem dan di mengerti oleh pemakai.

2. Basis pengetahuan (knowledge base)

Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman, formulasi, dan penyelesaian masalah, komponen ini disusun atas dua elemen dasar, pertama yaitu fakta berisikan informasi tentang obyek permasalahan tertentu dan aturan berisikan aturan cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui.

3. Akuisisi Pengetahuan (Knowledge Acquisition)

Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer dan transformasi keahlian dalam menyelesaikan masalah-masalah dari sumber pengetahuan dalam program komputer.

4. Mesin Inferensi

Mesin inferensi adalah bagian yang mengandung mekanisme fungsi berpikir dan pola-pola penalaran sistem yang di gunakan oleh seorang pakar. Mekanisme ini akan menganalisa suatu masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari jawaban atau kesimpulan yang terbaik.

5. Workplace

Workplace merupakan area dari sekumpulan memori kerja (working memory).

Workplace digunakan untuk merekam hasil-hasil antara dan kesimpulan yang

(33)

6. Fasilitas Penjelasan

Faslitas penjelasan adalah komponen tambahan yang akan meningkatkan kemampuan sistem pakar. Komponen ini menggambarkan penalaran sistem kepada pemakai.

7. Perbaikan Pengetahuan.

Pakar memiliki kemampuan untuk menganalisis dan meningkatkan kinerjanya serta kemampuan untuk belajar dari kinerjanya. Kemampuan tersebut adalah penting dalam pembelajaran terkomputerisasi, sehingga program akan mampu menganalisi penyebab kesuksesan dan kegagalan yang di alaminya.

2.2.6 Basis pengetahuan

Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman, formulasi, dan penyelesaian masalah yang dapat berasal dari pakar, jurnal, majalah, dan sumber pengetahuan lain. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui. Ada 2 bentuk basis pengetahuan yang umum digunakan, yaitu [7]:

1. Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning)

Pada penalaran berbasis aturan, pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk : If-Then. Penalaran ini digunakan jika terdapat sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu, dan pakar dapat melakukan penyelesaian secara berurutan.

2. Penalaran berbasis kasus (Cased-Based Reasoning)

(34)

Representasi Pengetahuan

Pengetahuan merupakan kemampuan untuk membentuk model mental yang menggambarkan objek dengan tepat dan merepresentasikannya dalam aksi yang dilakukan terhadap suatu objek. Representasi pengetahuan merupakan metode yang digunakan untuk mengkodekan pengetahuan dalam sebuah sistem pakar yang berbasis pengetahuan. Perepresentasian dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting masalah dan membuat informasi itu dapat diakses oleh prosedur pemecahan masalah [6].

2.2.8 Mekanisme Inferensi (Inference Engine)

Mekanisme Inferensi adalah bagian dari sistem pakar yang melakukan penalaran dengan menggunakan isi daftar aturan berdasarkan urutan dan pola terentu. Selama proses konsultasi antar sistem dengan pemakai, mekanisme inferensi menguji aturan satu sampai kondisi aturan itu benar. Secara umum ada dua teknik utama yang digunakan dalam mekanisme inferensi untuk pengujian aturan, yaitu Metode Forward

Chaining dan Backward Chaining.

2.2.8.1 Metode Forward Chaining

Metode Forward Chaining adalah suatu metode pengambilan keputusan yang umum digunakan dalam sistem pakar. Proses pencarian dengan metode Forward Chaining berangkat dari kiri ke kanan, yaitu dari premis menuju kepada kesimpulan akhir, metode ini sering disebut data driven yaitu pencarian dikendalikan oleh data yang diberikan.

(35)

penyelesain konflik. Aksi tersebut menghasilkan memori kerja baru dan siklus diulangi lagi sampai tidak ada aturan yang dapat dipicu, atau tujuan yang dikehendaki sudah terpenuhi.

Gambar 2.2 Proses Forward Chaining

2.2.8.2 Metode Backward Chaining

Metode Backward Chaining adalah suatu metode pengambilan keputusan yang juga umum digunakan dalam sistem pakar. Metode backward chaining adalah kebalikan dari Forward Chaining. Percobaan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut harus dicari fakta-fakta yang ada dalam basis pengetahuan. Proses pencarian dengan metode backward chaining berangkat dari kanan ke kiri, yaitu dari kesimpulan sementara menuju kepada premis, metode ini sering disebut gol driven pencarian dikendalikan oleh tujuan yang diberikan.

(36)

yang dicari. Backward Chaining memulai proses pencarian dengan suatu tujuan sehingga strategi ini disebut juga goal-driven.

Gambar 2.3 Proses Backward Chaining

2.3 Tanaman Kopi

Kopi adalah spesies tanaman berbentuk pohon dan termasuk dalam famili Rubiaceae. Tanaman ini tumbuh tegak, bercabang dan dapat mencapai tinggi 12 m. Tanaman kopi merupakan komoditas ekspor yang mempunya nilai ekonomis yang relative tinggi di pasaran duni, di samping merupakan salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan. Sudah hamper tiga abad kopi diusahakan penanamannya di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri maupun luar negeri. Lebih dari 90% tanaman kopi diusahakan rakyat. Di Dunia perdagangan dikenal beberapa golongan kopi, akan tetapi yang paling sering dibudidayakan adalah kopi arabika dan robusta.

(37)

2.4 Penyakit Tanaman

Penyakit tanaman terbagi menjadi dua yaitu penyakit nonbiotis dan penyakit biotis. penyakit nonbiotis yaitu suatu penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh organisme tak hidup misalnya difisiensi unsur hara, keracunan mineral, kelembaban, suhu, sinar yang tidak sesuai, kekurangan oksigen, polusi, dan reaksi tanah. Penyakit biotis. Penyakit biotis yaitu penyakit yang disebabkan organisme hidup yang kesemuanya adalah jasad renik atau mikroorganisme yaitu jamur, bakteri, virus, dan nematoda. Adapun penyakit-penyakit yang menyerang tanaman kopi adalah sebagai berikut :

1. Karat Daun

Karat daun kopi (coffe leaf rust) sering juga disebut penyakit daun kopi

(koffie-bladziekte, Bld.) adalah penyakit kopi yang paling penting diseluruh dunia.

Untuk indoensia penyakit ini merupakan penyakit yang terpenting pada kopi arabika(Coffea Arabica L). Penyakit ini disebabkan oleh patogen Hemileia

vastarix B. et. Br. Yang merupakan penyakit utama pada tanaman kopi arabika,

sedangkan pada tanaman kopi robusta penyakit ini tidak menjadi masalah.

2. Jamur Upas

Penyakit jamur upas disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor B.et Br. Penyakit jamur upas adalah jamur yang polifag (dapat memarasit banyak tumbuhan) dan tercatat lebih dari 140 tumbuhan inang. Selain kopi, antara lain jamur upas dapat menyerang karet, teh, kakao, kina, jeruk, mangga, nangka, jati, apel, kelengkeng, dan melinjo. Penyakit ini banyak terdapat di kebun-kebun yang lembab, antara lain yang pemangkasannya kurang dan pohon pelindungnya terlalu berat. Penyakit lebih banyak terdapat di daerah yang curah hujannya agak tinggi.

3. Mati Ujung

(38)

Penyakit ini dibantu oleh suhu yang agak rendah dan hanya merugikan kebun-kebun yang letaknya lebih tinggi dari 300-400 m. Jenis-jenis kopi mempunyai ketahanan yang berbeda-beda terhadap penyakit ini. Kopi arabika sedikit lebih tahan dari pada kopi robusta.

4. Bercak Daun

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cercospora coffeicola yang dapat muncul di pembibitan sampai tanaman dewasa. Daun yang sakit timbul bercak berwarna kuning yang teping dikelilingi halo (lingkaran) berwarna kuning. Penyakit ini umumnya dijumpai di kebun dataran rendah yang kelembapan udaranya tinggi, di pesemaian yang terlalu gelap, dan pemberian peteduh yang terlalu rimbun.

5. Akar Coklat

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fomes noxius Corner. Jamur akar coklat menular ke tanaman sehat karena adanya kontak antar akar yang sehat dengan yang sakit. Jamur menular dengan sangat lambat, penularan yang lambat ini disebabkan karena umumnya jamur hanya terdapat pada akar tunggang dan sebagian dari akar-akar cabang yang besar. Selain menyerang kopi antara lain jamur dapat menyerang karet, teh, kakao, kelapa sawit, kelapa, kina, kapok, kapas, dan nangka.

6. Kanker Belah

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Armillaria sp. Jamur menular dengan kontak akar dan dengan rizomorf. Ada kemungkinan bahwa jamur dapat dipencarkan dengan basidiospora, tetapi jamur ini belum pernah diketahui membentuk badan buah. Selain menyerang kopi arabika, jamur ini juga menyerang dadap, lamtoro, dan akasia.

7. Akar Hitam

(39)

BAB 3

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Analisis Permasalahan

Sistem pakar merupakan sistem yang terstruktur dengan basis pengetahuan yang dinamis. Pengetahuan yang ada pada sistem pakar dapat bertambah sehingga harus bisa ditambah maupun dihapus tanpa harus mengubah isi dari program secara keseluruhan. Jadi perubahan hanya dilakukan pada bagian basis pengetahuan saja.

Tahapan analisis terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan perancangan dilakukan. Tujuan diterapkannya analisis terhadap suatu sistem adalah untuk mngetahui alasan mengapa sistem tersebut diperlukan, merumuskan kebutuhan-kebutuhan dari sistem tersebut untuk mereduksi sumberdaya yang berlebih serta membantu merencanakan penjadwalan pembentukan sistem, sehingga fungsi yang terdapat didalam sistem tersebut bekerja secara optimal. Salah satu unsur pokok yang harus dipertimbangkan dalam tahap analisis sistem ini yaitu masalah perangkat lunak, karena perangkat lunak yang digunakan haruslah sesuai dengan masalah yang disesuaikan.

3.2 Diagnosis Penyakit Tanaman Kopi

(40)

Gejala penyakit tanaman kopi dapat disebabkan oleh faktor biotis dan abiotis. Aplikasi ini dibuat hanya berdasarkan faktor biotis saja yaitu penyakit tanaman kopi yang disebabkan oleh organisme hidup yang kesemuanya adalah mikroorganisme yaitu jamur, bakteri, dan virus. Untuk itu diperlukan pengetahuan mengenai gejala fisik yang timbul pada tanaman kopi seperti pada daun, batang atau ranting,akar dan buah.

3.3 Penyakit Tanaman Kopi

Pengumpulan data yang digunakan pada sistem pakar ini didapatkan dari berbagai sumber diantaranya seorang pakar, buku, internet dan sumber lainnya yang sesuai. Dari sumber informasi tersebut maka dapat diketahui beberapa penyakit yang meliputi jenis penyakit, gejala dan solusi untuk mengatasi penyakit yang menyerang tanaman kopi. Berikut ini adalah macam-macam penyakit yang menyerang tanaman kopi [10]:

1. Penyakit Karat Daun (Hemileia vastatrix) Gejala:

a. Daun-daun gugur

b. Terdapat bercak-bercak kuning pada daun

c. Terbentuknya tepung bewarna jingga (orange) pada bercak kuning daun Solusi :

Pengendalian dilakukan dengan dua cara, yaitu menanam jenis-jenis kopi arabika ysng tahan seperti S333, S288, S795 dan lakukan penyemprotan fungisida Dithane M 45 dengan dosis 2 gr/liter air.

Gambar 3.1 Diagram Backtracking Penyakit Karat Daun

Pengendalian dilakukan dengan dua cara, yaitu menanam jenis-jenis kopi arabika ysng tahan seperti S333, S288, S795 dan lakukan penyemprotan fungisida Dithane M 45 dengan dosis 2 gr/liter air. Penyakit Karat

Daun Daun-daun gugur

Terdapat bercak-bercak kuning pada daun

(41)

2. Peyakit Jamur Upas (Upasia Salmonicolor) Gejala :

a. Cabang atau ranting terdapat benang-benang tipis seperti sarang laba-laba

b. Buah menjadi busuk, kering dan berwarna hitam Solusi :

Pengendalian dilakukan melalui pemotongan batang atau cabang yang sakit sampai 10 cm di bawah pangkal dari bagian sakit. Potongan dikumpulkan kemudian dibakar. Buah-buah yang sakit dikumpulkan kemudian dibakar atau dipendam. Pohon pelindung dipangkas sehingga kelembapan kebun berkurang dan sinar matahari dapat masuk ke areal tanaman kopi. Cara lain Batang atau cabang yang sakit disemprot dengan fungisida Calixin RM (tridemorf).

Gambar 3.2 Diagram Backtracking Penyakit Jamur Upas

3. Penyakit Mati Ujung (Rhizoctonia sp.) Gejala :

a. Daun-daun gugur

b. Menguningnya daun-daun

c. Ujung batang, cabang, atau ranting menjadi kering dan mati Solusi :

Memotong cabang-cabang atau batang yang mulai menunjukkan gejala penyakit. Pemotongan dilakukan sampai pada kayu yang sehat. Bagian-bagian yang

Pengendalian dilakukan melalui pemotongan batang atau cabang yang sakit sampai 10 cm di bawah pangkal dari bagian sakit. Potongan dikumpulkan kemudian dibakar. Buah-buah yang sakit dikumpulkan kemudian dibakar atau dipendam. Pohon pelindung dipangkas sehingga kelembapan kebun berkurang dan sinar matahari dapat masuk ke areal tanaman kopi. Cara lain Batang atau cabang yang sakit disemprot dengan fungisida Calixin RM (tridemorf).

Peyakit Jamur Upas

Cabang atau ranting terdapat benang-benang tipis seperti sarang laba-laba

(42)

dipotong ini dibakar atau dipendam cukup dalam. Di daerah dimana banyak terdapat penyakit mati ujung untuk membuat pohon-pohon kopi yang berbatang 3 atau 4.

Gambar 3.3 Diagram Backtracking Penyakit Mati Ujung

4. Penyakit Bercak Daun Cercospora (Cercospora Coffeicola) Gejala :

a. Daun-daun gugur

b. Terdapat bercak-bercak kuning pada daun

c. Terdapat pusat yang berwarna putih kelabu pada bercak yang terdapat di daun

Solusi :

Dilakukan penyemprotan fungisida tembaga,mengurangi kelembapan dengan memotong daun-daun secara berkala, dan menurangi naungan atau peteduh. Jika penyakit belum meluas, bagian-bagian daun sakit digunting, daun-daun sakit yang telah gugur dikumpulkan, lalau semuanya dibakar atau dipendam.

Memotong cabang-cabang atau batang yang mulai menunjukkan gejala penyakit. Pemotongan dilakukan sampai pada kayu yang sehat. Bagian-bagian yang dipotong ini dibakar atau dipendam cukup dalam. Di daerah dimana banyak terdapat penyakit mati ujung untuk membuat pohon-pohon kopi yang berbatang 3 atau 4.

Penyakit Mati Ujung

Daun-daun gugur

Menguningnya daun-daun

(43)

Gambar 3.4 Diagram Backtracking Penyakit Bercak Daun Cercospora

5. Penyakit Akar Coklat (Fomes Noxius Corner) Gejala :

a. Akar tanaman menjadi busuk dan lunak

b. Pada akar tanaman terdapat kerak seperti butir-butir tanah yang melekat kuat

Solusi :

Pengendalian dilakukan dengan membongkar pohon terserang sampai ke akarny, lalu dibakar. Lubang bekas bongkaran dibiarkan terbuka selama ± 1 tahun. Pohon sehat di sekitar pohon sakit dan pohon-pohon sisipan ditaburi

Trichoderma 200 gram/pohon dan pupuk kandang/pupuk organik. Diulang

setiap 6 bulan sampai areal tersebut bebas dari jamur akar.

Gambar 3.5 Diagram Backtracking Penyakit Akar Coklat

Pengendalian dilakukan dengan membongkar pohon terserang sampai ke akarny, lalu dibakar. Lubang bekas bongkaran dibiarkan terbuka selama ± 1 tahun. Pohon sehat di sekitar pohon sakit dan pohon-pohon sisipan ditaburi Trichoderma 200 gram/pohon dan pupuk kandang/pupuk organik. Diulang setiap 6 bulan sampai areal tersebut bebas dari jamur akar.

Penyakit Bercak Daun

Cercospora Akar tanaman

menjadi busuk dan lunak

Pada akar tanaman terdapat kerak seperti butir-butir tanah yang melekat kuat

Penyakit Bercak Daun

Cercospora Daun-daun gugur

Terdapat bercak-bercak kuning pada daun

Terdapat pusat yang berwarna putih kelabu pada bercak yang terdapat di daun

Dilakukan penyemprotan fungisida

tembaga,mengurangi

(44)

6. Penyakit Kanker Belah (Armillaria sp) Gejala :

a. Daun tanaman menguning b. Gugurnya daun tanaman

c. Terdapat celah-celah memanjang pada pangkal batang dan akar tunggang Solusi :

Tanaman yang sakit di bongkar dengan teliti, batang dan semua akar yang sakit dibakar agar tidak dapat menjadi sumber infeksi. Lubang bekas bongkaran dibiarkan terbuka selama ± 1 tahun, tempat yang kosong boleh juga ditanami dengan rumput Guatemaala (Tripsacum Laxum Nash), dengan demikian diharapkan agar jamur yang berada dalam tanah mati.

Gambar 3.6 Diagram Backtracking Penyakit Kanker Belah

7. Penyakit Akar Hitam (Rosellian Bunodes) Gejala :

a. Terdapat titik-titik hitam pada permukaan batang tanaman

b. Pada batang dan akar tanaman terdapat benang-benang berwarna hitam c. Pohon mati secara mendadak

Solusi :

Pohon yang sakit dibongkar dengan teliti, semua akarnya diambil. Untuk membunuh jamur yang akan berkembang. Semua akar yang telah dibongkar dibakar dengan segera. Mengurangi peteduhnya dan diadakan drainasi.

Tanaman yang sakit di bongkar dengan teliti, batang dan semua akar yang sakit dibakar agar tidak dapat menjadi sumber infeksi. Lubang bekas bongkaran dibiarkan terbuka selama ± 1 tahun, tempat yang kosong boleh juga ditanami dengan rumput Guatemaala (Tripsacum Laxum Nash),

dengan demikian diharapkan agar jamur yang berada dalam tanah mati.

Penyakit Kanker Belah Daun tanaman

menguning

Gugurnya daun tanaman

(45)

Gambar 3.7 Diagram Backtracking Penyakit Akar Hitam

3.4 Analisis Komponen

Sebelum merancang suatu sistem, hal yang paling penting dilakukan adalah menganalisis sistem yang akan dibuat. Analisis komponen sistem pada sistem pakar diagnosis penyakit tanaman kopi yaitu :

3.4.1 Model Analisis

Data Flow Diagram (DFD) digunakan untuk menggambarkan aliran informasi dan

proses data yang bergerak dari pemasukan data hingga keluaran. Data Flow Diagram memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan atau dikembangkan. Data Flow Diagram dari sistem pakar diagnosis penyakit tanaman kopi dapat dilihat pada gambar 3.8, sedangkan untuk diagram level 1 dapat dilihat pada gambar 3.9 dan diagram level 2 dapat dilihat pada gambar 3.10, 3.11, 3.12, 3.13 dan 3.14.

Pohon yang sakit dibongkar dengan teliti, semua akarnya diambil. Untuk membunuh jamur yang akan berkembang. Semua akar yang telah dibongkar dibakar dengan segera. Mengurangi peteduhnya dan diadakan drainasi

Penyakit Akar Hitam Terdapat titik-titik

hitam pada permukaan batang t

Pada batang dan akar tanaman terdapat benang-benang

berwarna hitam

(46)

0 Sistem Pakar Diagnosis Penyakit

(47)

1.1 *

Buat Pakar Baru

Gambar 3.10 DFD Level 2 Proses Login

2.1 *

(48)

3.4 *

Gambar 3.12 DFD Level 2 Proses Pengetahuan

4.4 *

(49)

5.4 *

Gambar 3.14 DFD Level 2 Proses Solusi

3.4.2 Spesifikasi Proses

Spesifikasi dari DFD di atas adalah sebagai berikut :

a. Proses Login

Proses 1.1. Login

1) Masukan : User_ID, Pass, Level 2) Keluaran : Hak Akses Program

3) Proses : Pengguna memasukkan User_ID, Pass dan Level dari form Login. Kemudian mendapatkan hak akses masuk ke program.

Proses 1.2. Buat Pakar Baru

1) Masukan : User_ID, Pass, Level, Pass (Administrator) 2) Keluaran : Pakar baru masuk daftar pengguna

(50)

Proses 1.3. Ubah Password Pakar

1) Masukan : User_ID, Pass, Pass (Administrator) 2) Keluaran : Password Pakar diganti

3) Proses : Administrator memasukkan User_ID, Pass Pakar yang akan diganti dan memasukkan Pass (Administrator), kemudian password pakar berganti.

Proses 1.4. Hapus Pakar

1) Masukan : User_ID, Pass (Administrator) 2) Keluaran : Pakar terhapus dari database

3) Proses : Administrator memasukkan User_ID dan Pass(Administrator), kemudian user pakar akan terhapus dari database.

b. Proses Diagnosis

Proses 2.1. Pertanyaan

1) Masukan : Ya, Tidak

2) Keluaran : Fakta Ya, Fakta Tidak

3) Proses : Pengguna menjawab pertanyaan, dan solusi akan muncul setelah semua pertanyaan dijawab.

Proses 2.1. Proses Diagnosis

1) Masukan : Fakta Ya, Fakta Tidak 2) Keluaran : Saran dan Solusi

3) Proses : Setiap pertanyaan yang dijawab masuk ke database Temp, sebagai database sementara.

c. Proses Pengetahuan

Proses 3.1. Tambah Pengetahuan

1) Masukan : ID, Pertanyaan, FaktaYA, FaktaTIDAK, Ya, Tidak, ID_Penyakit

(51)

3) Proses : Administrator / Pakar memasukkan ID, Pertanyaan, FaktaYA, FaktaTIDAK, Ya, Tidak, ID_Penyakitn, dan menekan tombol simpan untuk menyimpannya dalam database Pengetahuan.

Proses 3.2. Ubah Pengetahuan

1) Masukan : ID atau Pertanyaan atau ID_Penyakit 2) Keluaran : Pengetahuan diganti / diubah.

3) Proses : Administrator / Pakar mencari dulu pengetahuan yang akan diubah ID / Pertanyaan / ID_Penyakit dan merubah field ID, Pertanyaan, FaktaYA, FaktaTIDAK, Ya, Tidak, ID_Penyakit jika diperlukan, kemudian menekan tombol Simpan untuk menyimpan perubahannya dalam database pengetahuan.

Proses 3.3. Hapus Pengetahuan

1) Masukan : ID

2) Keluaran : Pengetahuan terhapus dari database

3) Proses : Administrator / Pakar mencari dulu pengetahuan yang akan dihapus, kemudian menekan tombol hapus untuk menghapusnya dari database pengetahuan.

Proses 3.4. Cari Pengetahuan

1) Masukan : ID / Pertanyaan / ID_Penyakit 2) Keluaran : Pengetahuan ditampilkan

3) Proses : Administrator / Pakar mencari pengetahuan dengan memasukkan ID / Pertanyaan / ID_Penyakit dan menekan tombol Cari untuk menampilkannya di layar.

d. Proses Jenis Penyakit

Proses 4.1. Tambah Jenis Penyakit

(52)

3) Proses : Administrator / Pakar memasukkan ID_Penyakit, Jenis_Penyakit dan menekan tombol simpan untuk menyimpannya dalam database Jenis Penyakit.

Proses 4.2. Ubah Jenis Penyakit

1) Masukan : ID_Penyakit

2) Keluaran : Jenis Penyakit diganti / diubah.

3) Proses : Administrator / Pakar mencari dulu Jenis Penyakit yang akan diubah dan merubah field ID_Penyakit, Jenis_Penyakit jika diperlukan, kemudian menekan tombol Simpan untuk menyimpan perubahannya dalam database Jenis Penyakit.

Proses 4.3. Hapus Jenis Penyakit

1) Masukan : ID_Penyakit

2) Keluaran : Jenis Penyakit terhapus dari database

3) Proses : Administrator / Pakar mencari dulu Jenis Penyakit yang akan dihapus, kemudian menekan tombol hapus untuk menghapusnya dari database Jenis Penyakit.

Proses 4.4. Cari Jenis Penyakit

1) Masukan : ID_Penyakit

2) Keluaran : Jenis Penyakit ditampilkan

3) Proses : Administrator / Pakar mencari Jenis Penyakit dengan memasukkan ID_Penyakit dan menekan tombol Cari untuk menampilkannya di layar.

e. Proses Solusi

Proses 5.1. Tambah Solusi

1) Masukan : ID_Solusi, Solusi 2) Keluaran : Solusi baru bertambah

(53)

Proses 5.2. Ubah Solusi

1) Masukan : ID_Solusi

2) Keluaran : Solusi diganti / diubah.

3) Proses : Administrator / Pakar mencari dulu Solusi yang akan diubah dan merubah field ID_Solusi, Solusi jika diperlukan, kemudian menekan tombol Simpan untuk menyimpan perubahannya dalam database Solusi.

Proses 5.3. Hapus Solusi

1) Masukan : ID_Solusi

2) Keluaran : Solusi terhapus dari database

3) Proses : Administrator / Pakar mencari dulu Solusi yang akan dihapus, kemudian menekan tombol hapus untuk menghapusnya dari database Solusi.

Proses 5.4. Cari Solusi

1) Masukan : ID_Solusi

2) Keluaran : Solusi ditampilkan

3) Proses : Administrator / Pakar mencari Solusi dengan memasukkan ID_Solusi dan menekan tombol Cari untuk menampilkannya di layar.

3.4.3 Kamus Data

Kamus data berfungsi untuk membuat detail data yang dipersiapkan untuk fase implementasi. Kamus data yang digunakan dalam sistem terdiri dari kamus data tabel list_user, kamus data table penyakit, kamus data tabel knowledge dan kamus data tabel solusi. Berikut ini adalah keterang dari kamus data yang digunakan.

1. Kamus Data Tabel list_user

Field Tipe Keterangan

User_ID* Text Merupakan Nama pengguna untuk login kedalam program

(54)

program

Level Text Merupakan level yang menentukan hak akses dari setiap pengguna

Keterangan * = primary key

Tabel 3.1 Kamus data Tabel list_user

2. Kamus Data Tabel penyakit

Field Tipe Keterangan

ID_penyakit

* Text Merupakan id dari setiap jenis penyakit Jenis_penya

kit Text Jenis-jenis penyakit yang ada Keterangan * = primary key

Tabel 3.2 Kamus Data Tabel penyakit

3. Kamus Data Tabel knowledge

Field Tipe Keterangan

ID* Text Merupakan id dari setiap jenis penyakit pertanyaan Text Jenis-jenis penyakit yang ada

FaktaYA Text Fakta jawaban dari pertanyaan jika Ya FaktaTIDA

K Text Fakta jawaban dari pertanyaan jika Tidak Ya Text Aturan baru yang harus dilakukan jika

pertanyaan dijawab Ya

Tidak Text Aturan baru yang harus dilakukan jika pertanyaan dijawab Tidak

ID_penyakit

** Text Merupakan id dari setiap jenis penyakit Keterangan * = primary key

Keterangan * * = foreign key

Tabel 3.3 Kamus data Tabel knowledge

4. Kamus Data Tabel solusi

Field Tipe Keterangan

(55)

Keterangan * = primary key

Tabel 3.4 Kamus Data Tabel solusi

3.4.4 Entity Relationship Diagram

Memiliki Knowledge

Solusi Penyakit

List User

1 n

Memiliki

n

1

Temp ID_penyakit Jenis_penyakit

Pertanyaan

ID

level

User_id Pass

FaktaYA

ID_temp

solusi ID_solusi

ya FaktaTIDAK

Tidak

ID_penyakit

fakta

Gambar 3.15 Entity Relationship Diagram

3.5 Perancangan Struktur Program

(56)

Solusi

Alasan dan Solusi Pilih Jenis

Penyakit Edit

Pengetahuan

Input Solusi

Diagnosis Penyakit Menu utama

Login

Input Jenis Penyakit

Pakar Pengguna

Gambar 3.16 Struktur Program

3.6 Perancangan Antarmuka

Antarmuka pemakai (user interface) adalah aspek sistem komputer atau program yang dapat dilihat, didengar, atau dipersepsikan oleh pengguna manusia, dan perintah-perintah atau mekanisme yang digunakan pemakai ntuk mengendalikan operasi dan memasukkan data. Berikut ini merupakan perancangan antarmuka aplikasi sistem pakar diagnosis penyakit tanaman kopi yang terdiri atas beberapa bagian uatama , yaitu :

1) Form Sistem Login

(57)

Gambar 3.17 Rancangan Form Sistem Login Keterangan

Judul form : 1 CommandButton : 10,11

2) Form Menu Utama

Perancangan form menu utama merupakan form utama pada saat pengguna atau pakar/admin mengakses sistem ini. Disini seorang pengguna akan dapat melanjutkan ke form pilih penyakit dengan mengklik tombol diagnosis, sedangkan seorang pakar/admin dapat mengubah basis pengetahuan dengan mengklik tombol edit pengetahuan dimana sebelumnya pakar/admin sudah memasukan username dan password pada form sistem login sebelumnya.

Sistem Login

Sistem Login

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Tanaman Kopi

Masuk Keluar Level :

Username :

Password :

Buat Pakar Baru

Ganti Password Pakar

(58)

Gambar 3.18 Rancangan Form Menu Utama Keterangan

Judul form : 1 Menu : 2,3,4 Picture : 5 CommandButton : 6,7

3) Form Pilih Penyakit

Perancangan form pilih penyakit merupakan form yang akan digunakan oleh seorang pengguna untuk memilih jenis penyakit tanaman yang diperkirakan telah terinfeksi, sehingga dapat memudahkan seorang pengguna dalam melanjutkan ke form pertanyaan (gejala).

Gambar 3.19 Rancangan Form Plih Penyakit

Menu Utama

Sistem Diagnosis Tentang

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Tanaman Kopi

Diagnosis

Form Pilih Penyakit

Pilihlah Jenis Penyakit yang Diperkirakan

Proses Edit Pengetahuan

1

2 3 4

5

6 7

1

2

3

(59)

Keterangan

Judul form : 1 SkinLabel : 2

Frame : 5

ComboBox : 3 CommandButton : 4

4) Form Pertanyaan

Perancangan form pertanyaan merupakan form yang digunakan oleh pengguna umtuk memilih gejala yang terjadi pada tanaman, sehingga sistem akan mengeluarkan kesimpulan berupa jenis penyakit yang terinfeksi dan solusinya.

Gambar 3.20 Rancangan Form Pertanyaan Keterangan

Judul form : 1

Label : 6

Frame : 2

CommandButton : 3,4,5

5) Form Data Penyakit

Perancangan form data penyakit merupakan form yang digunakan oleh seorang pakar/admin untuk menambah, mengubah, atau menghapus data jenis penyakit.

Form Pertanyaan

Pertanyaan

Selesai

Ya Tidak

1

2

3 4

(60)

Gambar 3.21 Rancangan Form Data Penyakit Keterangan

Judul form : 1 SkinLabel : 9,10, 12 Frame : 2,11 ComboBox : 16 TextBox : 14,15,17 CommandButton : 3,4,5,6,7,8 DataGrid : 13

6) Form Data Solusi

Perancangan form data solusi merupakan form yang digunakan oleh seorang pakar/admin untuk menambah, mengubah, atau menghapus data solusi.

Tambah Simpan Batal Ubah Hapus Keluar

ID Penyakit

Nama Penyakit

Form Penyakit

Cari Berdasarkan Pencarian

DataGrid

1

2

3 4 5 6 7 8

9

10

14

15

11

12

16 17

(61)

Gambar 3.22 Rancangan Form Data Solusi Keterangan

Judul form : 1 SkinLabel : 9,10,14 Frame : 2,13 ComboBox : 15 TextBox : 11,12,16 CommandButton : 3,4,5,6,7,8 DataGrid : 17

7) Form Hasil Diagnosis

Perancangan form hasil diagnosis merupakan form yang menampilkan jenis penyakit beserta gambarnya dan solusi untuk mengatasi penyakit tersebut.

Tambah Simpan Batal Ubah Hapus Keluar

ID Solusi

Solusi

Cari Berdasarkan Pencarian

DataGrid

Form Solusi 1 2

3 4 5 6 7 8

9

10

11

12

13

14

15 16

(62)

Gambar 3.23 Rancangan Form Hasil Diagnosis Keterangan

Judul form : 1 SkinLabel : 2,3,4,6

Image : 5

CommandButton : 7,8

8) Form Basis Pengetahuan

Perancangan form basis pengetahuan merupakan form yang digunakan oleh seorang pakar/admin untuk mengatur basis aturan dan menambah, mengubah, atau menghapus pertanyaan berupa gejala peyakit tanaman yang akan ditampilkan sistem kepada seorang pengguna untuk melakukan diagnosis penyakit.

Form Hasil DIagnosis Hasil Diagnosis dan Pengendaliannya

Gambar Nama Penyakit

Alasan Selesai Solusi

1 2

4

5

6

7 8

(63)

Gambar 3.24 Rancangan Form Basis Pengetahuan Keterangan

Judul form : 1

SkinLabel : 8,9,10,11,12,13,14,15,17 Frame : 29,16

ComboBox : 19,24,25,26 TextBox : 18,20,21,22,23,27 CommandButton : 2,3,4,5,6,7,30,32 DataGrid : 28,31,33

Form Basis Pengetahuan

Tambah Simpan Batal Ubah Hapus Keluar

ID Gejala

Penyakit

ID Penyakit

Gejala/Pertanyaan

Fakta YA

Fakta TIDAK

Jika YA

Jika TIDAK

Input Jenis Penyakit

Input Solusi

Cari Berdasarkan

(64)

BAB 4

IMPLEMENTASI SISTEM

4.1 Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak

Dalam proses pembuatan aplikasi, konfigurasi perangkat keras yang digunakan adalah

processor intel Pentium(R) D CPU 3,2 GHz, RAM 1 GB, dengan sistem operasi

Microsoft Windows XP Professional Service Pack 2. Tapi program ini dapat dijalankan dengan konfigurasi minimal komputer sebagai berikut :

1. Processor Intel Pentium III 660 MHz 2. RAM 256 MB

3. Operating System Windows XP

4. Hard disk 4 GB

5. VGA Card 256 color, 640 x 480 pixel 6. Mouse

7.

Keyboard

4.2 Implementasi Sistem

(65)

4.2.1 Halaman Sistem Login

Pada saat apikasi sistem pakar diagnosis penyakit tanaman kopi dijalankan, maka akan tampil halaman sistem login. Disini akan ditentukan level pengguna yang akan menggunakan aplikasi ini. Jika memilih level pakar dengan memasukkan username dan password yang sebelumnya telah dibuat maka akan diberikan fasilitas untuk melakukan perubahan data baik menambah maupun menghapus data pada basis pengetahuan. Halaman ini juga menyediakan fasilitas untuk membuat pakar baru, mengganti password yang sebelumnya sudah dibuat dan bahkan dapat menghapus pakar dengan memasukkan password dari administrator.

Gambar 4.1 Halaman Sistem Login

4.2.2 Halaman Menu Utama

(66)

Gambar 4.2 Halaman Menu Utama

4.2.3 Halaman Pilih Penyakit

Pada halaman ini level pengguna dapat memilih salah satu jenis penyakit tanaman kopi yang diperkirakan telah terinfeksi, jika telah dipilih kemudian akan dilanjutkan dengan mengklik tombol proses yang akan dilanjutkan pada halaman pertanyaan.

(67)

4.2.4 Halaman Pertanyaan

Halaman pertanyaan digunakan oleh pengguna untuk memilih pertanyaan ya atau tidak yang terjadi pada tanaman, sehingga sistem akan mengeluarkan kesimpulan berupa jenis penyakit yang terinfeksi dan solusinya.

Gambar 4.4 Halaman Pertanyaan

4.2.5 Halaman Data Penyakit

(68)

Gambar 4.5 Halaman Data Penyakit

4.2.6 Halaman Data Solusi

(69)

Gambar 4.6 Halaman Data Solusi

4.2.7 Halaman Hasil Diagnosis

(70)

Gambar 4.7 Halaman Hasil Diagnosis

4.2.8 Halaman Basis Pengetahuan

(71)

Gambar 4.8 Halaman Basis Pengetahuan

4.3 Pengujian Sistem

Setelah proses implementasi sistem selesai dihasilkan sebuah program sistem pakar yang siap digunakan. Sebelum itu diperlukan pengujian untuk kemampuan dari program ini. Pengujian ini juga berguna untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang terjadi dikaernakan proses coding dari program. Pengujian sistem dilakukan dari proses tanya jawab dengan sistem dan hasil outputnya akan dibandingkan dengan basis pengetahuan yang ada berdasarkan aturan masing-masing dan jika hasil output sama maka dapat disimpulkan pada pengujian ini sistem pakar sudah bekerja sebagaimana rancangan sistem yang dibuat. Berikut beberapa contoh hasil pengujian sistem :

1. Proses tanya jawab pada sistem untuk menentukan penyakit bercak daun : Sistem : Apakah daun rontok?

Pengguan : Ya

(72)

Sistem : Apakah terbentuk tepung berwarna jingga(orange) pada bercak kuning daun?

Pengguna : Tidak

Sistem : Apakah terdapat pusat yang berwarna puntih kelabu pada bercak yang terdapat di daun?

Pengguna : Ya

Hasli Diagnosis

Penyakit :

Bercak daun

Solusi :

Dilakukan penyemprotan fungisida tembaga,mengurangi kelembapan dengan memotong daun-daun secara berkala, dan menurangi naungan atau peteduh. Jika penyakit belum meluas, bagian-bagian daun sakit digunting, daun-daun sakit yang telah gugur dikumpulkan, lalau semuanya dibakar atau dipendam.

Dari hasil proses tanya jawab pada sistem, diperoleh penyakit karat daun mempunyai ciri-ciri:

1. Daun rontok

2. Terdapat bercak-bercak kuning pada daun

3. Terdapat pusat yang berwarna puntih kelabu pada bercak yang terdapat di daun

2. Proses tanya jawab pada sistem untuk menentukan penyakit karat daun : Sistem : Apakah daun rontok?

Pengguan : Ya

Sistem : Apakah terdapat bercak-bercak kuning pada daun? Pengguna : Ya

Sistem : Apakah terbentuk tepung berwarna jingga(orange) pada bercak kuning daun?

(73)

Hasli Diagnosis

Penyakit :

Karat daun

Solusi :

menggunakan fungisida Dithane M 45 dengan konsentrasi 0,2 % atau 2 cc per liter air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali; penyemprotan dilakukan pada awal mulainya hujan lebat dengan memperhatikan cara-cara penyemprotan

Dari hasil proses tanya jawab pada sistem, diperoleh penyakit karat daun mempunyai ciri-ciri:

1. Daun rontok

2. Terdapat bercak-bercak kuning pada daun

(74)

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah melakukan pembahasan dari skripsi ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Admin dapat melakukan proses penambahan, pengeditan, penghapusan data untuk jenis penyakit, pertanyaan, dan solusi di dalam basis pengetahuan sehingga informasi dapat berkembang sesuai dengan perkembangan penyakit tanaman kopi sehingga nantinya sistem akan dapat memberikan informasi yang tepat.

2. Sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit tanaman kopi ini telah mampu memberikan informasi kepada pengguna mengenai jenis penyakit yang terinfeksi berdasarkan gejala-gejala yang diberikan.

3. Sistem pakar ini dapat menampilkan hasil diagnosa yang disertai dengan solusi dari penyakit serta penelusuran dari gejala-gejala penyakit yang diderita.

5.2 Saran

Berikut adalah saran-saran untuk pengembangan lebih lanjut terhadap aplikasi sistem pakar yang telah dibangun.

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Sistem Pakar
Gambar 3.8 DFD Level  0
Gambar 3.10 DFD Level 2 Proses Login
Gambar 3.14 DFD Level 2 Proses Solusi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil kuisioner terhadap responden, untuk aplikasi sistem pakar dalam mendiagnosis penyakit jamur menghasilkan diagnosis yang hampir sesuai dengan apa yang

Halaman menu Diagnosis merupakan halaman yang digunakan pengecekan penyakit/gejala anemia, di menu diagnosis ini terdapat beberapa pertanyaan yang akan dipilih oleh user,

Rancangan Form Input Data Pemakai Menu ini merupakan menu untuk menginputkan data pemakai yang akan melakukan konsultasi tentang penyakit ikan lele. Bentuk rancangan menu

Hasil pengujian blackbox pemodelan sistem pakar diagnosis penyakit tanaman apel dengan metode Backward Chaining menggunakan Cartainty Factor untuk mendiagnosis tanaman

Penelitian berikutnya adalah penelitian sistem pakar diagnosis penyakit pada kucing [6], penelitian ini mempunyai objek yang sama tetapi metode yang digunakan

Hasil dari penelitian ini yaitu berupa aplikasi sistem pakar pembagian waris menggunakan Visual Basic 6.0 yang dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk

form ini pasien diminta untuk menjawab setiap pertanyaan gejala yang di tampilkan oleh sistem, perbedaan antara form diagnosa menggunakan metode forward chaining dan

Hasil dari penelitian ini yaitu berupa aplikasi sistem pakar pembagian waris menggunakan Visual Basic 6.0 yang dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk