• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Pedoman Umum Desa Wisata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Buku Pedoman Umum Desa Wisata"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung
  • Mata Pelajaran: Pariwisata
  • Topik: Buku Pedoman Umum Desa Wisata
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2012
  • Kota: Bandung

I. PENDAHULUAN

Dicanangkannya Desa Cirangkong sebagai salah satu Desa Wisata pada tahun 2010 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan pentingnya pengembangan desa wisata yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Buku ini bertujuan untuk memberikan panduan dalam pengelolaan Desa Wisata Cirangkong, termasuk meningkatkan kapasitas pengelola dan memberikan arahan tentang pengorganisasian serta langkah-langkah teknis dalam pengelolaan. Hal ini relevan dengan tujuan pendidikan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat.

II. PENGANTAR DESA WISATA

Bagian ini menjelaskan pengertian Desa Wisata dan wisata pedesaan. Desa Wisata adalah tempat di mana wisatawan dapat tinggal dan belajar tentang kehidupan pedesaan. Wisata pedesaan memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat desa. Pemahaman ini penting untuk membangun kesadaran akan nilai budaya dan lingkungan yang unik, serta mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya konservasi budaya dalam konteks pariwisata.

2.1. Pengertian Desa Wisata

Desa Wisata didefinisikan sebagai tempat di mana wisatawan tinggal di lingkungan tradisional dan belajar tentang kehidupan desa. Konsep ini menekankan keunikan dan daya tarik kehidupan pedesaan yang tidak dapat ditemukan di perkotaan, yang penting untuk menarik minat wisatawan.

2.2. Wisata Pedesaan

Wisata pedesaan adalah aktivitas yang dilakukan di Desa Wisata, memberikan kesempatan bagi masyarakat kota untuk mengenal kehidupan pedesaan. Ini menciptakan interaksi sosial dan membuka wawasan yang lebih luas, serta memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat desa.

III. KOMPONEN DESA WISATA

Sebuah desa dapat dikategorikan sebagai Desa Wisata jika memiliki komponen penting seperti atraksi, fasilitas, dan aktivitas wisata. Setiap komponen ini berkontribusi pada daya tarik keseluruhan desa dan menawarkan pengalaman yang unik bagi wisatawan. Pemahaman ini penting untuk mendidik pengelola desa dalam merancang pengalaman wisata yang menarik dan berkelanjutan.

3.1. Atraksi

Atraksi meliputi daya tarik wisata yang mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Ini termasuk kegiatan yang memungkinkan wisatawan berpartisipasi aktif, seperti kursus tari atau memasak, yang meningkatkan pengalaman budaya mereka.

3.2. Fasilitas

Fasilitas yang disediakan harus mendukung kebutuhan wisatawan, seperti akomodasi dan pusat informasi. Fasilitas ini perlu dirancang untuk mencerminkan karakteristik desa, sehingga tetap mempertahankan keunikan lokal.

3.3. Aktivitas Wisata

Aktivitas wisata yang dirancang dengan baik dapat memperkaya pengalaman pengunjung. Contohnya termasuk kegiatan pertanian dan seni lokal yang dapat menarik minat wisatawan dan memberikan pengalaman yang mendalam.

IV. PENGEMBANGAN UMUM

Pengembangan umum mencakup perencanaan dan pengelolaan untuk menciptakan destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. Pembagian zona dan pengelolaan pengunjung adalah bagian penting dari pengembangan ini, yang membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan wisatawan dan masyarakat lokal. Ini penting untuk pendidikan tentang manajemen destinasi yang efektif.

4.1. Pembagian Zona/Area

Pembagian zona membantu dalam pengelolaan ruang dan memastikan bahwa setiap area memiliki fungsi yang jelas, baik untuk atraksi, fasilitas, maupun akomodasi, yang mendukung pengalaman wisata yang terorganisir.

4.2. Pengelolaan Pengunjung

Pengelolaan pengunjung melibatkan pengaturan alur kedatangan dan kepulangan wisatawan. Ini termasuk teknik untuk mengontrol jumlah pengunjung dan memastikan pengalaman yang positif bagi semua pihak yang terlibat.

V. MANAJEMEN DESA WISATA

Manajemen yang efektif dari produk desa wisata meliputi pengaturan daya tarik, akomodasi, dan aksesibilitas. Ini penting untuk menciptakan daya saing yang sehat dengan destinasi lain dan memberikan pengalaman yang memuaskan bagi wisatawan. Pengetahuan ini sangat berharga dalam konteks pendidikan pariwisata.

5.1. Manajemen Produk Desa Wisata

Manajemen produk mencakup pengaturan daya tarik wisata yang menarik, akomodasi yang nyaman, dan aksesibilitas yang baik. Ini penting untuk menarik wisatawan dan menciptakan pengalaman yang menyenangkan.

5.2. Paket Wisata

Paket wisata harus dirancang dengan baik untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Ini termasuk pengemasan produk dan aktivitas yang menarik, yang dapat meningkatkan pengalaman keseluruhan.

VI. PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN

Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan adalah pendekatan penting dalam pengelolaan desa wisata. Ini mencakup perlindungan terhadap lingkungan dan budaya lokal, serta memastikan bahwa manfaat pariwisata dapat dirasakan oleh masyarakat. Pendidikan tentang prinsip-prinsip keberlanjutan sangat penting untuk pengelola desa wisata.

6.1. Perlindungan Lingkungan

Perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas dalam pengembangan desa wisata. Ini termasuk mengurangi polusi dan melestarikan sumber daya alam untuk generasi mendatang.

6.2. Kualitas Hidup Masyarakat

Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan harus meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal. Ini dapat dicapai melalui manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan dari pariwisata.

Gambar

Gambar 1. Tanah Pertanian
Gambar 3. Sepeda Santai
Gambar 6. Kendaraan khusus
Gambar 13. Budidaya Lele

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang dapat diambil dari kajian mengenai desa wisata Samiran adalah. pengembangan potensi desa wisata Samiran di Selo Boyolali sangat

Desa wisata terpadu menjadi pilihan dan harapan masyarakat desa Tamanagung. Desa wisata terpadu merupakan kawasan pedesaan yang memiliki beberapa.. karakteristik spesifik sebagai

Kriteria Prioritas pada pengembangan Desa Slopeng sebagai desa wisata adalah atraksi wisata yang menghubungkan pengembangan desa wisata dengan objek wisata Pantai Slopeng,

Potensi desa wisata yang belum diketahui menyebabkan beberapa desa wisata di Kabupaten Bantul menjadi terhambat perkembangannya. Informasi tentang desa wisata yang

Hasil dari Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di desa Wisata Lombok Kulon, Bondowoso adalah terbentuknya sebuah buku ajar yang dapat digunakan sebagai

Panduan Pengembangan Desa Wisata Hijau yang dilakukan secara bersama dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Selanjutnya untuk wujud dari partisipasi masyarakat pada tahap pengambilan keputusan dapat dilihat melalui aktivitas kerja bakti yang dilakukan oleh masyarakat sekitar Desa Wisata

Berawal dari inisiatif yang melihat bahwa desa Ranuklindungan telah di cap sebagai desa wisata, maka beberapa aktor penggerak awal masyarakat terasa tergugah untuk menjadikan desa