ABSTRACT
THE IMPLIMENTATION OF MANAGEMENT EELEMENTARY SCHOOL MUHAMMADIYAH METRO PUSAT
By
SUMARNI
The purpose of this research is to descriptions and investigate about theThe management In Elementary School. The focus of this research is The management In Elementary School and the sub focus of this: (1) The management of curriculum and learning; (2) Management students; (3) Management educators and educational; (4) Management infrastructure; (5) Financial management; (6) Public participation.
The research method that uses descriptive qualitative approach that is based on the theory of phenomenology. Informants in this study are a total of 11 people. Data was collected through interviews, documentation studies and field observations. Analysis using the data interactive pattern Hubberman Miles and the process of data analysis, data reduction, data presentation, verification, and conclusions.
The results of the study are: 1) Management of the curriculum in elementary Muhammadiyah as expected, POAC management functions. 2) Management has been running good learners. 3) Management of educators and education has been carried out either by management functions POAC despite the obstacles. 4) Management of infrastructure management is still not appropriate. infrastructure management implementation starts from Planning Planning learning infrastructure in SD Muhammadiyah Metro adapted to the needs, Organizing a distribution and suitability of the means of learning in SD Muhammadiyah prasasrana there who do not meet standards. Use the form actuating adapted to the needs and maintenance is done by checking of tool and equipment, controlling a surveillance of damaged infrastructure found severe damage and requires a lot of cost for the repair is carried out based on those infrastructures deletion removal requirements. 5) Financial management in SD Muhammadiyah Metro Centre managed accountability and transparency. 6) Public participation has been good in
supporting school improvement. Choosing a school community of
Muhammadiyah Metro. The role of the committee as a giver of consideration, the role as a supporter, controller, and a mediator is not maximized.
ABSTRAK
IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH METRO PUSAT
Oleh
SUMARNI
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Manajemen Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro Pusat. Fokus penelitian ini adalah Manajemen Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro Pusat dengan sub fokus: (1) Manajemen kurikulum dan pembelajaran. (2) Manajemen peserta didik; (3) Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan; (4) Manajemen sarana dan prasarana; (5) Manajemen keuangan; (6) Partisipasi masyarakat.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didasari teori fenomenologi. Informan berjumlah 11 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi lapangan. Teknik analisis data menggunakan pola interaktif data Miles dan Hubberman yaitu proses analisis data, reduksi data, penyajian data, verivikasi, dan kesimpulan.
Hasil penelitian yaitu: 1) Manajemen kurikulum di SD Muhammadiyah dilaksanakan menggunakan fungsi manajemen POAC. 2) Manajemen peserta didik sudah berjalan baik. 3) Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan sudah dilaksanakan baik berdasarkan fungsi manajemen POAC meskipun terdapat kendala. 4) Manajemen sarana prasarana masih belum sesuai pengelolaannya. implementasi manajemen sarana prasarana dimulai dari Planning Perencanaan sarana dan prasarana pembelajaran di SD Muhammadiyah Metro disesuaikan dengan kebutuhan, Organizing berupa pendistribusian dan kesesuaian sarana prasasrana pembelajaran di SD Muhammadiyah ada yang belum memenuhi standar. Actuating berupa Penggunaan disesuaikan dengan kebutuhan dan pemeliharaan dilakukan dengan cara mengecek alat dan perlengkapan, controlling
berupa pengawasan terhadap sarana prasarana yang rusak ditemukan kerusakan berat dan memerlukan biaya yang banyak untuk perbaikan maka dilakukan penghapusan sarana prasarana berdasarkan persyaratan penghapusan. 5) Manajemen keuangan di SD Muhammadiyah Metro pusat dikelola secara akuntabilitas dan transparansi. 6) Partisipasi masyarakat yang diwadahi dalam peran komite sudah berjalan dalam mendukung peningkatan mutu sekolah sebagai pemberi pertimbangan, peran sebagai pendukung, pengontrol, dan mediator.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Peneliti dilahirkan di Rejomulyo Metro pada tanggal 17 Oktober 1966, sebagai
anak ke-empat dari sepuluh bersaudara, dari pasangan Bapak Basiran (Alm) dan
Ibu Sadiyem.
Pendidikan SD pada Sekolah Dasar Negeri Sumbersari diselesaikan pada tahun
1977, SMP pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Metro lulus pada tahun
1981, SGO Negeri Tanjung Karang lulus tahun 1984. Kemudian pada tahun 1986
peneliti melanjutkan studi di PGSLTP UT lulus tahun 1987. Peneliti melanjutkan
S1 di STKIP PGRI lulus tahun 1988 pada Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia lulus tahun 1992.
Pada tahun 1985 peneliti diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dan ditempatkan
di SD Negeri 1Tejoagung Kecamatan Bantul. Pada tahun 2011 bertugas di SD
Negeri1 Metro Selatan. Sebagai guru yang diberi tugas tambahan menjadi Kepala
Sekolah tahun 2011 sampai 10 Juni 2014 dan sekarang di SD Negeri 4 Metro
SANWACANA
Puji syukur penulispanjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
hidayah-“Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan baik.
Tesis dengan judul “ Implementasi Manajemen Sekolah Dasar Muhammadiyah
Metro Pusat” ditulis sebagai syarat menyelesaikan pendidikan di Program
Pascasarjana Manajemen Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Lampung. Penyelesaian tesis ini tidak terlepas dari
bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Prof. Dr. Ir. Sugeng Prayitno Harianto, M.S., selaku Rektor yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk menuntut ilmu pada Program
Studi Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan;
2. Prof. Dr. Sudjarwo, M.S., selaku Direktur Program Pascasarjana dan Dosen
Pengajar Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan banyak ilmunya;
3. Dr. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan dan Dosen Pengajar Program Studi
Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang
telah memberikan banyak ilmunya;Dr. Irawan Suntoro, M.S selaku Ketua
Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Lampung
bimbingan, saran dan kritik dalam proses penyelesaian tesis ini;
5. Dr. Sowiyah, M.Pd., selaku Sekretaris Program Studi Magister Manajemen
Pendidikan sekaligus Dosen pembimbing II dan selaku dosen pengajar yang
telah memberikan ilmu dan motivasi demi kelancaran proses penyelesaian tesis
ini;
6. Dr. Supomo Kandar,M.S. Pembimbing I atas kesediannya memberikan
bimbingan, saran dan kritik dalam proses penyelesaian tesis ini;
7. Bapak dan Ibu staf pengajar pada Program Studi Manajemen Pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan ilmu dan
motivasi demi kelancaran penulisan tesis ini;
8. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Metro Pusat beserta dewan guru dan
seluruh pegawai yang telah memberikan informasi, masukan dan saran dalam
penulisan tesis ini;
10.Rekan-rekan mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan,
angkatan 2012 yang telah banyak memberikan motivasi dalam penyelesaian
penyusunan tesis ini.
Penulis berharap semoga tesis ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan
sumbangsih untuk kemajuan pendidikan. Amin.
Metro, April 2014
Penulis,
Moto
PERSEMBAHAN
Tesis ini aku persembahkan untuk :
1. Kedua orang tuaku, ayah Basiran (Alm) dan ibu Sadiyem yang memberikan
do’a dan kasih sayangnya..
2. Suamiku Hi. Jumiran, S.Sos dan ketiga anakku, Ranni Irawan, S.Pd.SD,
Baskoro Wicaksono, dan Belinda Bastari, terima kasih motivasi doa serta
pengorbanannya.
3. Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas
Lampung sebagai tempat peneliti berguru dan menggali ilmu pengetahuan.
4. SD Muhammadiyah Metro Pusat tempat peneliti melakukan penelitian dan
HALAMAN JUDUL ... i
BAB II TINJAUAN PUSTAKA dan KERANGKA PIKIR ... 10
2.1 Manajemen Sekolah Dasar ... 10
3.2 Tempat dan waktu Penelitian ... 43
3.3 Pendekatan dan Rancangan Penelitian... 43
3.4 Kehadiran Peneliti ... 44
3.5 Sumber Data Penelitian ... 46
3.7Analisis Data ... 54
3.8 Pengecekan dan Keabsahan Data... 56
3.9 Tahapan Penelitian...58
3.9.1. Tahap Pra lapangan...58
3.9.2 Tahap pekerjaan lapangan... 59
3.9.3 Tahap Analisis Data... 59
3,9.4 Tahap pelaporan ... 59
BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro Pusat ... 60
4.2 Paparan Data Penelitian ... 71
4.3 Temuan Penelitian ... 104
4.4 Pembahasan Penelitian ... 116
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 6.1 Kesimpulan... 127
6.2 Implikasi ... 131
6.3 Saran………... 132
DAFTAR PUSTAKA ………... 134
Tabel Halaman
3.1 Matrik Informan ……….. 46
3.2 Pengkodean Teknik Pengumpulan Data dan Sumber Data……… 47
3.3 Lembar Observasi……… 49
3.4 Lembar Dokumentasi……….. 53
4.1 Matrik Nama dan Masa Jabatan Kepala Sekolah ... 62
4.2 Rekapitulasi Jumlah Siswa ... 62
4.3 Tenaga Pendidik dan Kependidikan ... 62
4.4 Sarana Prasarana SD Muhammadiyah Metro ... 66
4.6 Prestasi Akademik dan Non Akademik Tahun 2013 ... 70
4.7 Matrik Implementasi Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Di SD Muhammadiyah Metro ... 77
4.8 Matrik Implementasi Manajemen Peserta didik SD Muhammadiyah ... 82
4.9 Matrik Implementasi Manajemen Tenaga Pendidik dan KependidikanSD Muhammadiyah Metrp ... 85
4.10 Matrik Manajemen Sarana Prasarana SD Muhammadiyah Metro ... 89
4.11 Matrik Manajemen Keuangan SD Muhammadiyah Metro ... 93
4.12 Matrik Partisipasi masyarakat SD Muhammadiyah Metro ... 95
4.13 Matrik Peran Komite SD Muhammadiyah Metro ... 97
4.14 Matrik Peran Komite sebagai Pendukung... 100
4.15 Matrik Peran Komite sebagai Pengontrol ... 101
Lampiran Halaman
2.1Keterlibatan Masyarakat dalam Pendidikan ... 29
2.2Kerangka Pikir ... 31
3.1Pola Interaktif Analisis Data Penelitian ... 54
4.1Diagram Kontek Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran ... 105
4.2Diagram Kontek Manajemen Peserta Didik ... 106
4.3Diagram Kontek Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan ... 107
4.4Diagram Kontek Manajemen Sarana Prasarana ... 108
4.5Diagram Kontek Manajemen Keuangan ... 110
4.6Diagram Kontek Partisipasi Masyarakat ... 111
4.7Diagram Kontek Peran Komite sebagai Pemberi Pertimbangan ... 112
4.8Diagram Kontek Peran Komite sebagai Pemberi Pendukung ... 113
4.9Diagram Kontek Peran Komite sebagai Pemberi Mediator ... 114
Lampiran Halaman
4 Pedoman Wawancara ... 131
5 Daftar Observasi ... 133
6 Daftar Dokumen ... 134
7 Transkrip wawancara ... 134
8 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ... 156
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu proses merubah manusia menjadi lebih baik, lebih mahir
dan lebih terampil. Untuk mencapai tujuan tersebut peran serta guru dan kepala
sekolah sangat penting. Seperti ditemukan dalam berbagai studi baik di
Indonesia maupun di berbagai negara, bahwa komponen yang paling kuat
pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan adalah guru (Simposium
Nasional Universitas Pendidikan Indonesia, 2012:10).
Orang tua menyadari bahwa anak adalah aset masa depan dan merekalah nanti
yang akan meneruskan dan mengisi serta memelihara bangsa ini, itu sebabnya
tatkala para orang tua akan menyekolahkan anaknya maka mereka dihadapkan
pada pilihan anaknya kelak ingin menjadi anak pintar, religius, terampil atau
kesemuanya jadi satu tidak hanya pintar namun juga religius dan terampil.
Inilah yang ditawarkan oleh Sekolah Dasar Muhamamadiyah Metro bahwa
mereka berusaha untuk menjawab keinginan masyarakat dan terbukti menjadi
Sekolah favorit di kota Metro menjadi tujuan para orang tua yang ingin
Sekolah Muhamadiyah Metro didirikan tahun 1968 dengan SK/Piagam dari
pimpinan pusat Muhamadiyah. Majelis Pendidikan dan Kebudayaan Nomor:
664/I-057/LP-68/1977. Dalam rangka mempertajam komitmennya untuk
mewujudkan Visinya yakni “Unggul dalam Prestasi dan Berahklak Mulia” maka
sejak itu selalu berbenah diri melaksanakan penataan, pelatihan serta evaluasi
untuk perbaikan kinerjanya.
Jumlah siswa saat ini 1098 siswa, sekolah yang paling banyak siswanya di
banding sekolah lain di Kota Metro yang rata 250/ SD. Jumlah SD Negeri dan
Swasta sekota Metro berjumlah + 60 dengan jumlah siswa seluruhnya -+ 15100
Siswa :60 SD = + 251 siswa.
Prestasi akademik dan non akademik, menjadi langganan semenjak ada Olahraga
Usia Dini ( 2001) dan sekarang menjadi O2SN, SD Muhamadiyah setiap tahun
selalu menjadi andalan Kota Metro maupun Propinsi Lampung. Juga Bidang
Akademik Yakni OSN (Olimpiade Sain Nasional).
Penelitian awal pada tanggal 18 Juli 2013 di sekolah SD Muhammadiyah Metro
dapat dilihat dari Prestasi yang diraih baik akademik maupun non akademik.
Tahun 2012/ 2013 pada event OSN mendapat juara 3 tingkat nasional atas nama
Al Aina Mahfudhoh. Tahun 2012/2013 juga mandapat urutan ke 1. Nilai UN
Tertinggi sekota Metro atas nama M. Arsy Nabilah dengan jumlah nilai 28.75
dengan Rincian sebagai berikut; Bahasa Indonesia 9.0. Matematika 10.00. Dan
IPA 9,75. TIM Robotik SD Muhamadiyah juga meraih juara II pada kegiatan
diadakan di Fakultas Teknik Universitas Lampung dan peserta satu-satunya
tingkat SD. Bulan Mei 2013 mengikuti kegiatan Ekspo Of PGSD II se-Propinsi
Lampung yang di selenggarakan di PGSD UNILA mendapat juara I Lomba
Bercerita, membaca Puisi, LCT dan MTQ, melukis dan futsal yang semua
mendapatkan juara I dan menjadi juara Umum dalam ivent tersebut dan prestasi di
bidang Olahraga di ivent O2SN Tingkat Kota Metro, Juara I tenis Meja diraih oleh
Dicky Maulana Kelas III, Juara II Catur, Juara I Bulu Tangkis Putri, Juara I
Pencak Silat Putra dan Putri.
Semakin banyaknya lembaga pendidikan yang berkualitas di Kota Metro,
membuat SD Muhamadiyah Metro terus mencari sesuatu yang baru yang mampu
menjadikan SD Muhamadiyah Metro menjadi lembaga pendidikan pilihan bagi
masyarakat Kota Metro SD Muhamadiyah Metro selalu berinovasi dan
mengembangkan ide-ide baru baik dalam pola atau metode pembelajaran untuk
murid dan juga pola manajemen yang tepat bagi guru dan staf. Karena kualitas
suatu lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran
semata, namun juga dipengaruhi bagaimana lembaga pendidikan tersebut mampu
mengelola pegawainya dengan memunculkan motivasi dan potensi pegawainya
untuk mampu mengupayakan baik dalam melakukan tugasnya.
Semakin berkembangnya SD Muhamadiyah Metro semakin membutuhkan
manajemen yang mampu menangani pegawai dengan baik dengan efektif dan
sehingga mampu menjaga dan mempertahankan apa yang telah dilakukan saat,
ini agar mampu bersaing dalam bisnis pendidikan di Metro.
Menjawab persoalan bagaimana memberikan kualitas yang baik, SD
Muhamadiyah Metro selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dengan
memperbaiki sistem yang ada di dalam SD Muhamadiyah Metro. Organisasi
yang bergerak di bidang pendidikan merupakan hal hal yang mutlak dilakukan
juga yang tidak kalah pentingnya adalah Program peningkatan SDM,
Pengembangan Profesional wajib bagi guru dan staf yang baru maupun yang
lama guna memberikan ciri khas SD Muhamadiyah Metro, mempertahankan dan
memperbaiki mutu SD Muhamadiyah Metro. SD Muhamadiyah Metro sangat
memperhatikan kualitas para pendidik, baik soft skills maupun hard skills.
Kualitas pelayanan dari mulai TU, guru, dan kepala sekolah. Kualitas yang baik
dalam segi pembelajaran dan pelayanan sehari-hari akan menunjang kepuasan
orang tua, kepuasan akan hasil prestasi belajar serta pelayanan yang diberikan.
Kepuasan orang tua murid akan menjadi nilai jual tersendiri bagi perkembangan
SD, sehingga mereka mampu menjadi agen pemasaran yang ampuh untuk
mengundang orang tua yang lain menyekolahkan anak-anaknya ke SD
Muhamadiyah Metro.
Faktor manajemen menjadi pertimbangan di mana manajemen yang transparan
dan ankutabel menjadi tuntutan semua pihak dan menentukan maju mundurnya
sebuah institusi/sekolah. Menurut Burhanuddin dkk (2003:7) yang menjadi
Peserta didik, 3) Tenaga kependidikan, 4) Sarana dan prasarana, 5) Keuangan, 6)
Partisipasi masyarakat. Selain itu komie berperan penting dalam menunjang
implementasi manajemen di SD Muhammadiyah Metro. Dari latar belakang ini
maka penulis tertarik untuk meneliti implementasi manajemen Sekolah Dasar
Muhammadiyah Metro.
1.2 Fokus penelitian
Berdasarkan latar belakang penelitian, fokus utama penelitian ini adalah
implementasi manajemen pendidikan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro,
dengan sub fokus sebagai berikut:
1.2.1 Manajemen kurikulum pembelajaran di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
1.2.2 Manajemen peserta didik di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
1.2.3 Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SD Muhammadiyah
Metro Pusat.
1.2.4 Manajemen sarana dan prasarana di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
1.2.5 Manajemen keuangan di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
1.2.6 Partisipasi masyarakat di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
1.3 Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan sub fokus penelitian ini maka peneliti menetapkan pertanyaan
penelitian sebagai berikut:
1.3.1 Bagaimanakah manajemen kurikulum pembelajaran di SD
1.3.2 Bagaimanakah manajemen peserta didik di SD Muhammadiyah Metro
Pusat?
1.3.3 Bagaimanakah manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SD
Muhammadiyah Metro Pusat?
1.3.4 Bagaimanakah manajemen sarana dan prasarana di SD Muhammadiyah
Metro Pusat?
1.3.5 Bagaimanakah manajemen keuangan di SD Muhammadiyah Metro Pusat?
1.3.6 Bagaimanakah partisipasi masyarakat di SD Muhammadiyah Metro Pusat?
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah dan sub-fokus penelitian, maka tujuan
penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis aspek-aspek
berikut:
1.4.1 Manajemen kurikulum pembelajaran di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
1.4.2 Manajemen peserta didik di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
1.4.3 Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SD Muhammadiyah
Metro Pusat.
1.4.4 Manajemen sarana dan prasarana di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
1.4.5 Manajemen keuangan di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 ManfaatTeoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat baik secara teoritis maupun secara praktis.
Manfaat teoritis antara lain:
1.5.1.1 Penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan khasanah pengetahuan
manajemen pendidikan terutama penerapan fungsi manajemen POAC
(Planing,Organizing, Actuating, Controlling).
1.5.1.2 Bermanfaat bagi para pengambil kebijakan dalam pendidikan sebagai
masukan atau pertimbangan untuk mereformasi model pendidikan
sehingga sesuai dengan kebutuhan dan keingginan masyarakat.
1.5.2 Manfaat Praktis
1.5.2.1 Penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi Sekolah Dasar
Muhammadiyah karena dengan manajemen yang baik suatu sekolah
dapat bertahan dan semakin maju
1.5.2.3 Bagi masyarakat sebagai pengguna jasa di SD Muhammadiyah untuk
1.6 Definisi istilah
Agar memperoleh kejelasan istilah yang dipergunakan dalam penelitian ini maka
akan dikemukaan beberapa pengertian istilah yang berhubungan dengan penelitian
ini antara lain:
1.6.1 Manajemen Pendidikan di sekolah adalah rangkaian segala kegiatan yang
berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang
tergolong dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan
yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.
1.6.2 Manajemen Kurikulum (pembelajaran) adalah semua aktivitas sekolah
baik di dalam kelas maupun diluar kelas yang direncanakan dan di
organisir oleh lembaga pendidikan secara sistematis sehingga terjadi
perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa.
1.6.3 Manajemen peserta didik adalah suatu bentuk pengelolaan tentang peserta
didik kepada pihak yang berkepentingan atas komponen masukan dalam
system pendidikan yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan
sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan
pendidikan.
1.6.4 Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan dalah bentuk pengelolaan
tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam suatu wadah organisasi.
1.6.5 Manajemen sarana prasarana merupakan suatu kegiatan untuk mengatur
dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien
1.6.6 Manajemen keuangan adalah suatu bentuk pertanggungjawaban kepada
pihak yang berkepentingan atas kegiatan penerimaan, pengelolaan dan
penggunaan keuangan dalam periode tertentu.
1.6.7 Partisipasi masyarakat dalam komite sekolah dalah bentuk keikutsertaan
masyarakat dalam pengelolaan sekolah. Bentuk partisipasi masyarakat
tertuang dalam peran komite sekolah meliputi peran komite sebagai
pemberi pertimbangan (Advisory Agency) yaitu dalarn penentuan dan
melaksanaan kebijakan di suatu pendidikan; Peran komite sekolah sebagai
pendukung (Supporting Agency) yaitu baik yang berwujud finansial,
pemikiran, maupu tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di suatu
pendidikan; Peran komite sekolah sebagai pengontrol (Controlling
Agency) yaitu dalam rangka transparansi dan akuntabilitasi
penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di suatu pendidikan; Peran
komite sekolah sebagai mediator yaitu penghubung anatara sekolah,
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
Pada bab ini diutarakan secara berurut adalah tentang manajemen sekolah
meliputi: 1) Manajemen kurikulum pembelajaran di SD Muhammadiyah Metro
Pusat. 2) Manajemen peserta didik di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
3) Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SD Muhammadiyah Metro
Pusat. 4) Manajemen sarana dan prasarana di SD Muhammadiyah Metro Pusat.
5) Manajemen pembiayaan di SD Muhammadiyah Metro Pusat. 6) Partisipasi
masyarakat di SD Muhammadiyah Metro Pusat. 7) Peran komite di Sekolah Dasar
Muhammadiyah Metro Pusat dan kerangka pikir.
2.1 Manajemen Sekolah
Pengertian tentang manajemen menurut Bartol dan Martin (2013: 17) bahwa manajemen adalah” proses mencapai tujuan organisasi dengan melakukan
kegiatan dari empat fungsi organisasi utama yaitu merencanakan (planning)
mengorganisasi (organizing), mamimpin (leading), dan mengendalikan
(Controlling)” dengan demikian manajemen adalah sebuah kegiatan yang
berkesinambungan di mana setiap kegiatan memiliki fungsi yang tidak terputus.
Sedangkan menurut Stoner dalam Ambarita (2013: 17) Manajemen adalah proses
anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi yang telah ditetapkan”.
Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori dalam Ambarita (2013:
18) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah
administrasi pendidikan yang di artikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama
dengan memanfaatkan semua sumber personil dan material yang tersedia dan
sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan
efisien”.
Dari rumusan para pakar tersebut saling melengkapi manajemen adalah adanya
kesinambungan fungsi-fungsi pemberdayaan berbagai sumber daya yang ada
untuk mewujudkan tujuan.
Sekolah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2004: 345) ada tiga pengertian
tentang sekolah yaitu 1) Banggunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar
serta tempat menerima dan memberi pelajaran, 2) Waktu atau pertemuan ketika
murid di beri pelajaran dan, 3) Usaha menuntut kepandaian (Ilmu pengetahuan)
pelajaran,pengajaran.
Sedangkan Engkoswara (2002:55) memberikan definisi sekolah adalah lembaga
pendidikan yang di selenggarakan dalam waktu yang sangat teratur, program yang
sangat kaya dan sistematik, dilakukan oleh tenaga kependidikan yang profesional
Menurut Bafadal (2003:67) untuk menjalankan kegiatan guna mencapai tujuan
sebagaiman diharapkan masyarakat maka sekolah memfungsikan manajemen,
baik dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan
bagi terjaminnya kelancaran tugas, kinerja tinggi, pelayanan siswa dan orang tua
secara baik sehingga mengeluarkan lulusan sebagaimana diharapkan masyarakat.
Dadang (2010: 92) Perkembangan teknologi akan mempengaruhi kehidupan yang
modern dan pendidikan dihadapkan pada kenyataan perubahan yang begitu cepat
dan kehadirannya terkadang sulit untuk diprediksi sehingga menuntut setiap
organisasi memiliki kemampuan untuk adaptif dan antisipatif. Begitu pula
dengan sekolah sebagai institusi yang bergerak dibidang jasa pendidikan akan
dihadapkan pada berbagai tuntutan /tantangan perubahan zaman, ketidakmampuan
sekolah dalam menantisipasi dan beradaptasi maka lambat-laun sekolah tersebut
akan terpuruk.
Jika sikap adaptif dan antisipatif dapat dilakukan melalui upaya untuk
melaksanakan perbaikan terus menerus dalam proses manajemen maka bukan
tidak mungkin sekolah tersebut akan mencapai mutu yang di harapkandan konsep
ini sesuai dengan Total Quality Manajement (TQM) atau manajemen mutu.
2.1.1 Peran dan Fungsi Manajemen Sekolah
Perkembangan SD Muhammadiyah Metro semakin tahun semakin berkembang
dari bagaimana memanag sebuah sekolah sehingga sekolah itu menjadi maju dan
diminati masyarakat. Manajemen sekolah merupakan faktor terpenting dalam
menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran disekolah.
Semua menjadi penting ketika prestasi menjadi tolok ukur sebuah keberhasilan.
Bagaimana kepala sekolah berperan dalam memanage dan menjalankan
fungsinya. Manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan atau tindakan yang
mengacu pada fungsi-fungsi manajemen dan fungsi manajemen menurut Terry
dalam Ambarita (2013: 18) terdapat empat fungsi manajemen yaitu 1) Planing
(perencanaan), 2) Organizing (pengorganisasian), 3) Actuating (pelaksanaan),
4) Controling (pengawasan). Menurut Henry fayol terdapat lima fungsi
manajemen yakni 1) Planing (perencanaan), 2) Organizing (pengorganisasian),
3) Comanding (pengaturan), 4) Coordinating (pengkordinatsian), 5) Controling
(pengawasan). Demikian menurut beberapa ahli namun demikian pada dasarnya
kegiatan manajemen adalah planing, organizing, actuating dan controling.
1) Perencanaan (planning)
Adalah suatu kegitan perencanaan untuk menetapkan tujuan yang akan
dicapai beserta bagaimana cara-cara mencapai tujuan yang sudah
ditetapkan. Ada 9 manfaat perencanaan menurut Handoko yaitu:
(a) Membantu manajemen untuk menyesuikan diri dengan
perubahan-perubahan lingkungan, (b) Membantudalam kristalisasi penyesuaian pada
keseluruhan gambaran, (d) Membantu menempatkan tanggung jawab lebih
tepat, (e) Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi, (f)
memudahkan dalam melakukan koordinasi diantara berbagai bagian
organisasi, (g) membuat tujuan lebih khusus terperinci dan lebih mudah
dipahami, (h) meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti dan (i)
menghemat waktu, usaha dan dana.
2) Pengorganisasian (Organizing)
Fungsi manajemen berikutnya adalah pengorganisasian (Organizing)
Terry dalam Ambarita (2013:21) mengemukakan bahwa”
pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan
kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja
sama secara efisien ,dan memperoleh kepuasan pribadi dalam
melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu”.
3. Pelaksanaan (actuating)
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating)
merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi
perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan
aspek-aspek abstrak proses manajemen. Sedangkan fungsi actuating
justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung
dengan orang-orang dan sumber daya lainya dalam organisasi, dalam
Berdasarkan pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
pelaksanaan (actuating) adalah upaya untuk menjadikan perencanaan
menjadi kenyataan dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian
agar setiap karyawan dapat melaksanakan tugas secara optimal sesuai
dengan peran,tugas dan tanggung jawabnya.
Dalam pelaksanaan bahwa seorang karyawan akan termotifasi untuk
mengerjakan sesuatu apabila 1) merasa yakin akan mampu mengerjakan,
2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya, 3)
tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih
penting, atau mendesak, 4) tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi
yang bersangkutan, 5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut
harmonis.
4. Pengawasan (Contrloling)
Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah
pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan
efektif tanpa disertai fungsi pengawasan dan pengawasan
Subtansi Manajemen pendidikan Menurut Nawawi Manajemen Pendidikan
(2003; 7) meliputi: 1) Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, 2) Manajemen
Peserta Didik, 3) Manajemen Tenaga Kependidikan, 4) Sarana dan Prasarana,
5) Manajemen Keuangan, 6) Partisipasi Masyarakat.
Hal senada diungkapan Burhanuddin dkk (2003:7) yang menjadi substansi
tenaga kependidikan, 4) sarana dan prasarana, 5) keuangan, 6) partisipasi
masyarakat.
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen sekolah sangat
penting dalm pengelolaan secara optimalsuatu sekolah jika tidak ada manajemen
di suatu sekolah maka tidak akan tercapai tujuan pendidikan secara efektif ,efisien
dan optimal
2.1.1 Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama disekolah.
Prinsip dasar manajemen kurikulum ini berusaha agar proses pembelajaran dapat
berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan
mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi
pembelajaran. Tahapan manajemen kurikulum disekolah empat tahap melalui
a) Perencanaan, b) Pengorganisasian dan Koordinasi, c) Pelaksanaan, d)
Pengendalian Dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP). Tita
Lestari dalam Ambarita (:2013 :27) mengemukakan tentang siklus manajemen
kurikulum yang terdiri dari empat tahap:
a) Tahap perencanaan; Meliputi langkah-langkah sebagai: 1) analisis
kebutuhan; 2) merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis;
3) menentukan desain kurikulum dan 4) membuat rencana induk (master
b) Tahap Pengembangan meliputi langkah-langkah; 1) perumusan rasional
atau dasar pemikiran; 2) perumusan visi, misi dan tujuan; 3) penentuan
struktur dan isi program; 4) pemilihan dan pengorganisaian; 5)
pengorganisasian kegiatan pembelajaran; 6) Pemilihan sumber materi,alat
dan sarana belajar dan 7) penentuan cara mengukur hasil belajar.
c) Tahap Implementasi atau pelaksanaan; meliputi langkah-langkah:
1) penyusunan rencana dan program pembelajaran pembelajaran,
2) Penjabaran materi, 3) penentuan strategi dan metode pembelajaran,
4) penyediaan sumber,alat dan sarana belajar, 5) penentuan cara dan alat
penilaian proses dan hasil belajar, 6) Setting lingkungan pembelajaran.
d) Tahap penilaian terutama dilakukan untuk melihat sejauh mana kekuatan
dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian
formatif maupun sumatif. Penilaian kurikulum dapat mencakup konteks,
input, proses, produk (CIPP). Penilaian konteks memfokuskan pada
pendekatan pada sistem dan tujuan kondisi aktual, masalah-masalah dan
peluang. Penilaian input memfokuskan pada kemampuan sistem, strategi
pencapaian tujuan, implementasi desain dan cos benefit dari rancangan
penilaian proses memiliki fokus yaitu pada penyediaan informasi untuk
pembuatan keputusan dalam pelaksanaan program penilaian produk
terfokus pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir program
(identik dengan evaluasi Sumatif).
Penyusunan kurikulum di mulai dari suatu tinjauan terhadap model-model
akademis, 2) Kurikulum humanistik, 3) Kurikulum rekrontuksi sosial, 4)
Kurikulum teknologis.
Kurikulum Subyek akademis adalah kurikulum yang mengutamakan isi (subyect
matter). Kurikulum ini berisikan kumpulan bahan ajar dan rencana pembelajaran,
target utama dari kurikulum ini adalah penguasaan materi yang
sebanyak-banyaknya.
Kurikulum Humanistik merupakan kurikulum yang mengutamakan proses belajar
mengajar. Kurikulum ini di kembangkan berdasarkan kebutuhan peserta didik
peran guru sangat besar dalam memberikan suasana belajar yang nyaman kepada
peserta didiknya. Tujuan kurikulum ini adalah mengembangkan peserta didik
menjadi pribadi yang mandiri.
Kurikulum Rekrontuksi sosial merupakan kurikulum yang bertujuan
mempersiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan dunia kerja.
Kurikulum ini menuntut agar sekolah dapat mengembangkan kehidupan sosial
siswa dan bagaimana siswa dapat bergabung dan berpartisipasi dalam kehidupan
masyarakat.
Kurikulum Teknologi merupakan kurikulum yang menggabungkan antara ilmu
pengetahuan dengan teknologi (dalam arti positif) agar proses pembelajaran di
sekolah dapat lebih efektif dan efisien dengan dukungan teknologi.
Kurikulum adalah suatu rancangan/jalan yang harus dilewati oleh peserta didik
untuk memperoleh kemampuan atau kompetensi. Oleh sebab itu dalam merancang
suatu kurikulum hendaknya dipertimbangkan tentang apa yang hendak dicapai,
2.1.2 Manajemen Peserta didik
Peserta Didik/ Pelajar menurut Rohman (2011:123) adalah seseorang yang
sedang menuntut ilmu di dalam lembaga pendidikan dasar dan menengah. Istilah
anak didik mempunyai arti anak (pribadi yang belum dewasa) yang diserahkan
oleh orang tua /wali kepada tanggung jawab guru atau guru yang menyayangi
murid seperti anaknya sendiri. Adapun istilah peserta didik yang sering kita
dengar akhir-akhir ini dipakai pada proses pembelajaran di sekolah.penggunaan
peserta didik lebih ditekankan kepada pentingnya murid/siswa untuk berperan
secara aktif dalam proses pembelajaran.
Perubahan istilah dari murid menjadi peserta didik,kemudian dari anak didik ke
peserta didik hal ini tercermin pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan nasional yang menyebutkan bahwa pengertian peserta
didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui
proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan
tertentu.
Menurut Ambarita (2013: 28) dalam manajemen keiswaan terdapat empat prinsip
dasar yaitu: a) siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek
sehingga harus didorong untuk perperan serta dalam setiap perencanaan dan
pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka, b) Kondisi siswa
sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemempuan intelektual, sosial
beragam, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara
optimal, c) siswa hanya termotivasi belajar,jika mereka menyenangi apa yang
diajarkan, d) pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah
kognitif tetapi juga ranah afektif dan psikomotor.
Konsekuensi logis dari “peserta didik”adalah keharusan akan adanya tugas
pelayanan dari penyelenggara pendidikan terhadap para peserta
didik.Orang-orang yang hendak mengembangkan diri harus dilayani sebaik mungkin agar
tercapai tujuannya.
Sekolah sebagai organisasi juga mempunyai tujuan-tujuan. Agar tujuan dari
peserta didik dan tujuan sekolah bisa dicapai bersama-sama secara efektif dan
efisien, maka kesesuaian tujuan antara keduanya harus ada. Disinilah peran dari
ilmu manajemen peserta didik dalam tugasnya agar keduanya mempunyai tujuan
yang sama dan bersama pula dalam mencapi tujuan tersebut.
Fokus manajemen peserta didik adalah unsur pelayanan terhadap siswa. Siswa
atau peserta didik harus terlayani dengan sebaik-baiknya agar mereka berhasil
dalam mengikuti proses pembelajaran. Setiap siswa mempunyai hak dan
kewajiban dan antara satu dengan yang lain mempunyai bakat dan minat yang
berbeda, latar belakang ekonomi, kesehatan juga berbeda juga pada motivasi
dalam memilih sekolah. Hal inilah Manajemen Peserta didik dapat terlayani
dengan baik agar mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dan sekaligus
Ruang lingkup manajemen peserta didik menurut Burhanuddin dkk (2003:55)
yaitu:
a. Perencanaan peserta didik, termasuk di dalamnya adalah: school census,
school size, class size dan effective class.
b. Penerimaan peserta didik, meliputi penentuan: kebijaksanaan penerimaan
peserta didik, system penerimaan peserta didik, criteria penerimaan peserta
didik, prosedur penerimaan peserta didik.
c. Orientasi peserta didik baru, meliputi pengaturan-pengaturan: hari-hari
pertama peserta didik di sekolah, pecan orientasi peserta didik,
pendekatan yang dipergunakan dalam orientasi peserta didik, pendekatan
yang dipergunakan dalam orientasi peserta didik.
d. Mengatur pengelompokkan peserta didik baik yang berdasarkan fungsi
persamaan maupun yang berdasarkan fungsi perbedaan.
e. Mengatur pengelompokkan peserta didik baik yang berdasarkan fungsi
persamaan maupun yang berdasarkan fungsi perbedaan.
f. Mengatur evaluasi peserta didik, abik dalam rangka memperbaiki proses
belajar mengajar, bimbingan dan penyuluhan maupun untuk kepentingan
promosi peserta didik.
g. Mengatur kenaikan tingkat peserta didik
h. Mengatur peserta didik yang mutasi dan drop out.
i. Mengatur kode etik, pengadilan dan peningkatan disiplin peserta didik.
2.1.3 Manajemen Sumber daya Manusia (Tenaga Pendidik dan Kependidikan)
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) menurut Ambarita (2013: 28)
Terdapat empat prinsip dasar manajemen sumber daya manusia yakni 1) Manusia
sebagai komponen yang paling berharga. 2) Sumber daya manusia akan berfungsi
secara optimal jika dikelola dengan baik, 3) Kultur dan suasana organisasi
sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah,
4) Kerjasama tim yang kompak merupakan kunci keberhasilan.
Sumber daya Manusia menurut Nawawi (2003) ada tiga a) Sumber daya manusia
adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu organisasi, b) Sumber Daya
Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak Organisasi dalam
mewujudkan eksistensinya, c) Sumber Daya Manusia berfungsi sebagai modal
(non material/ non finansial) didalam organisasi bisnis yang dapat diwujudkan
menjadi potensi nyata (riil) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan
eksistensi organisasi.
Menurut Mathis dan Jakson (2012) manajemen sumberdaya manusia adalah
perangcangan sistem manajemen atau sistem pengelolaan untuk menjamin bahwa
talenta manusia termanfaatkan dengan baik untuk mencapai tujuan–tujuan
organisasi.
Sedangkan menurut Alan Price (2011): manajemen sumber daya manusia
fleksibel dan berkomitmen,mengelola unjuk kerja dan memberi reword terhadap
mereka dan juga mengembangkan kopetensi-kompetensi penting pada mereka.
Dari beberapa pendapat para ahli dapat di tarik kesimpulan bahwa manajemen
sumber daya manusia adalah manajemen secara menyeluruh yang efektif terhadap
orang-orang yang bekerja dalam organisasi dalam kerangka memberikan
konstribusi untuk mencapai tujuan-tujuan yang di inginkan. Semua proses
terhadap sumberdaya manusia (misalnya perekrutan,penilaian kinerja dan
renumerasi merupakan komponen-komponen yang terintegrasi dari keseluruhan
strategi manajemen sumberdaya manusia.
Manajemen sumber daya manusia secara garis besar memiliki fungsi dan aktivitas
pokok yang diterapkan oleh kebanyakan organisasi menurut Schelur dalam
Burhanuddin dkk (2003:69): sebagai berikut:
a. Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia: Pengadaan Pegawai
(Rekrutman, seleksi), seleksi, pengadaan pegawai (program-program
manajemen karier, perencanaan karier.
b. Pengadaan sumber daya manusia atau staf: pelaksanaan rekruitmen atau
penarikan seleksi terhadap calon tenaga sesuai dengan jenis pekerjaan dan
karakteristik tenaga yang diperlukan dan penempatan/penugasan staf.
c. Penilaian dan kompensasi: media komunikasi antara atasan dan bawahan
sekaligus menumbuhkan kepercayaan antara penilai dan yang dinilai.
d. Pelatihan dan pengembangan.
2.1.3.1 Perekrutan dan Penerimaan Guru
Tahap perekrutan yang dilanjutkan dengan tahap penerimaan merupakan tahap
paling kritis dalam proses manajemen SDM. Perekrutan dan penyeleksian adalah
yang paling kritikal dan signifikan dalam memfungsikan sumberdaya manusia.
Pihak manajemen harus menentukan batasan-batasan kualifikasi yang dapat
diterima dalam suatu kriteria.
Kriteria perekrutan hendaknya ditetapkan sesuai dengan kebutuhan. Perekrutan
harus bersifat mengikat yang berarti bahwa memperkerjakan seseorang yang
memiliki pengetahuan, keahlian, kemampuan dan karakteristik yang belum ada
sebelumnya.
Tujuan, seleksi, dan penempatan adalah mencocokkan antar karakteristik Individu
(pengetahuan,pengalaman dll) dengan persyaratan jabatan yang harus dimiliki
individu tersebut dalam memegang suatu jabatan. Kegagalan dalam mencocokan
kedua hal tersebut dapat menyebabkan kinerja karyawan, pegawai atau tidak
optimal dan kepuasan kerja sangat rendah, sehingga tidak jarang hal ini membuat
individu dan organisasi menjadi frustasi.
Guru adalah kunci dalam mencapai kwalitas dan keberhasilan pendidikan
sehingga perlu adanya perekrutan yang benar-benar jeli dari proses pendaftaran,
wawancara, tes tertulis dan tes kemampuan dalam mengajar, juga perlu
diperhatikan antusiasme pelamar, komitmen, sensitivitas terhadap siswa. Menurut
akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain menurut
Alwisol (2008:48) karakter adalah gambaran tentang tingkah laku yang
menonjolkan nilai benar atau salah, baik buruk, baik secara eksplisit maupun
implisit. Karakter terwujud berupa tingkah laku yang ditunjukan ke lingkungan
sosial,karakter bersifat permanen sertapenuntun,mengarahkan,mengorganisasikan
aktivitas individu.
2.1.3.2 Pembinaan dan Pemberdayaan Guru
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2004:376) Pembinaan bermakna Usaha,
tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk hasil yang
lebuh baik. Jadi pembinaan bisa diartikan sebagai upaya untuk membangun atau
mengembangkan sedangkan pemberdayaan bermakna proses cara atau perbuatan
utnuk memberdayakan. Memberdayakan berarti memperlakukan sesuatu menjadi
berdaya/mempunyai kekuatan. Jadi pembinaan adalah suatu kegiatan yang
dilakukan dengan cara terbaik yang bertujuan untuk memperoleh hasil (barang
atau jasa) yang lebih baik dari yang sudah ada dari sebelumnya. Sedangkan
pemberdayaan bermakna memberikan kemampuan.
Menurut Raymond A Noe (2010:89) dari Universitas di Ohio State dan beberapa
Universitas terkemuka di Amerika Serikat. Pelatihan adalah upaya yang terencana
yang dilakukan oleh perusahaan /organisasi untuk memfasilitasi belajar karyawan
dalam hal hubungan kompetensi-kompetensi dengan pekerjaan. Tujuan pelatihan
bagi karyawan adalah untuk menguasai, pengetahuan, ketrampilan dan penegasan
perilaku dalam program pelatihan dan untuk menerapkannya dalam aktivitas
2.1.4 Manajemen Sarana dan Prasarana
Keberadaan sarana dan prasarana merupakan unsur penting dalam sebuah
pendidikan, baik dari bangunan fisik, ruang kelas, taman, perpustakaan,
laboratorium,sarana olahraga dan kesenian, arena bermain, kantin, UKS,
perlengkapan kelas sampai peralatan edukasi yang dimiliki sesuai dengan Standar
Pelayanan Minimum (SPM) yang di tetapkan oleh pemerintah.
Seiring dengan kemajuan zaman bidang informasi dan teknologi, jika sekolah
mempunyai fasilitas akses jaringan internet dan website sendiri. Dimana
stakeholder bisa berinteraksi dan komunikasi di dunia maya dan membantu para
orang tua siswa untuk mementau perkembangan putra putrinya secara cepat dan
tidak harus secara fisik datang kesekolah.
Menurut Mulyasa (2007:49) menyatakan bahwa: Sarana pendidikan adalah
peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang
proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang
kelas, meja kursi, serta alat-alat media pelajaran. Sedangkan prasarana pendidikan
adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan
atau pengajaran seperti halaman, kebun, taman sekolah.
Sedangkan menurut Arikunto dan Yuliana (dalam Mulyasa, 2007: 56)
menyatakan bahwa: manajemen sarana disebut manajemen materiil, yaitu
segenaproses penataan yang bersangkut-paut dengan pengadaan dan sarana
Jika semua pendukung pendidikan tersedia di sekolah bukan tidak mungkin jika
pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan menyenangkan dan menjadi rumah
kedua bagi anak-anak. Dan sekolah yang baik adalah yang menyediakan semua
sarana sesuai rasio perbandingan antara siswa dan kebutuhan fasilitasnya.
Menurut Burhanuddin dkk (2003:87) manajemen sarana dan prasarana
pendididkan di sekolah mencakup kegiatan-kegiatan:
a. Pengadaan saran dan prasarana sekolah (perencanaan pengadaan sarana
prasarana sekolah, cara pengadaan sarana prasarana, Administrasi sarana
dan prasarana pendidikan)
b. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan (pengecekan, pemeliharaan
yang beresifat pencegahan, pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan,
perbaikan berat, pemeliharaan sehari-hari seperti menyapu, mengepel
lantai, membersihkan pintu, pemeliharaan berkala misalnya pengontrol
genting, pengapuran tembok)
c. Penghapusan sarana dan prasarana sekolah
2.1.5 Manajemen Keuangan di SD Muhammadiyah
Manajemen keuangan sekolah menurut Ambarita (2013:29) yaitu yang berkenaan
dengan kiat sekolah dalam menggali dana, kiat sekolah dalam mengelola dan
pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah, cara
mengadministrasikan dana sekolah, dan cara melakukan pengawasan,
Inti dari pada manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektifitas.
Oleh karena itu disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai
untuk kebutuhan pembanggunan maupun kegiatan rutin operasional ,juga perlu
diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan
baik yang bersumber dari pemerintah, masyarakat dan sumber-sumber yang
lainnya. Suatu sekolah jika pengelolaan keuangannya baik tranparans dan
akuntabilitas penggunaan keuangannya jelas maka sekolah tersebut dapat
dikatakan sekolah sehat,maju dalam segala hal.
Menurut Burhanuddin dkk (2003:97) manajemen keuangan berarti suatu proses
melakukan kegiatan mengatur keuangan dengan menggerakkan tenaga orang lain.
Kegiatan tersebut dimulai dari
a. Perencanaan anggaran : kepala sekolah diharapkan menyusumn Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) untuk itu kepala sekolah hendaknya mengetahui sumber-sumber dana yang merupakan sumber daya sekolah. Sumber dana tersebut meliputi anggaran rutin, dana penunjang pendidikan (DPP), Subsidi bantuan penyelenggara pemerintah (SBPP), bantuan operasional dan perawatan (BOP), badan Pembantu penyelenggara pendidikan (BP3), donator, badan usaha serta sumbangan lain-lain. Untuk sekolah-sekolah swasta sumber dana berasal dari SPP, subsidi pemerintah, donator, yayasan, dan masyarakat secara luas.
b. Pelaksanaan anggaran belanja sekolah. UU Perbendaharaan Negara pasal 34, 28, 30 yaitu pengeluaran yang melampaui kredit anggaran atau tidak tersedia anggarannya, tidak boleh terjadi . kredit-kredit yang tersedia ditambah baik langsung maupun tidak langsung karena adanya keuntungan bagi negara.
c. Pengawasan pelaksanaan anggaran sekolah: didasarkan pada buku kas umum yang dipergunakan oleh bendaharawan untuk mencatat transaksi kas yang menjadi tanggungjawab kepala sekolah.
2.1.6 Partisipasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat berupa keikutsertaan masyarakat atau peran serta
masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurut Suparlan (2013: 88)
pemerintah telah membebrikan rambu-rambu standar pengelolaan sebagai beriku:
a) Sekolah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah dalam mengelola pendidikan.
b) Warga sekolah dilibatkan dalam pengelolaan akademik
c) Masyarakat pendukung sekolah dilibatkan dalam pengelolaan non akademik.
d) Keterlibatan peran serta warga sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan, dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan.
e) Setiap sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan, berkaitan dengan input, proses, ouput, dan pemanfaatan lulusan.
f) Kemitraan sekolah dilakukan dengan lembaga pemeerintah atau non pemerintah.
g) Kemitraan SD/MI/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/MTS/SMPLB atau yang setara, serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya.
h) System kemitraan sekolah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis.
Adapun keterlibatan masyarakat dalam pendidikan menurut Hoy & Miskel 1987
dalam Burhanuddin dkk (2003:124) pada gambar berikut:
Orang tua
Menurut Burhanuddin dkk (2003:128) ada beberapa cara yang dapat digunakan
untuk melakukan komunikasi yang efektif dengan masyarakat, antara lain:
a. Memperdayakan orang-orang kunci
b. Warga sekolah bersifat terbuka terhadap saran dan kritik masyarakat
c. Komunikasi dengan masyarakat perlu terus menerus dilakukan agar harapan
dan kebutuhan masyarakat dan sekolah dapat sejalan.
d. Pada saat yang tepat, pihak sekolah melibatkan masyarakat sekitar untuk
berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Misalnya kegiatan olahraga, kesenian,
dan sebagainya.
2.2 Peran Komite
Penelitian ini peneliti ingin mengetahui seberapa jauh peran Peran Komite
Sekolah di SD muhammadiyah Metro apakah sudah sesuai dengan AD/ART
Komite Sekolah yang diharapkan oleh pemerintah yakni meningkatkan
penyelenggaraan pendidikan di Sekolah. AD/ART Pasal 8 Komite Sekolah
berperan sebagai:
a. Pemberi pertimbangan (Advisory Agency) dalarn penentuan dan pelaksanaan kebijakan di suatu pendidikan.
b. Pendukung (Supporting Agency) baik yang berwujud finansial,pemikiran, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di suatu pendidikan. c.Pengontrol (Controlling Agency) dalam rangka transparansi dan
d. Peran komite sekolah sebagai mediator yaitu penghubung anatara sekolah, masyarakat dan pemerintah dalam merencanakan kebijakan pendidikan Departemen Pendidikan Nasional dalam Partisipasi Masyarakat (2001:17),
menguraikan tujuh peran Komite Sekolah terhadap penyelenggaraan sekolah,
yakni :
a) Membantu meningkatkan kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah baik sarana, prasarana maupun teknis pendidikan. b) Melakukan pembinaan sikap dan prilaku siswa. Membantu usaha
pemantapan sekolah dalam mewujudkan pembinaan dan pengembangan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pendidikan demokrasi sejak dini (kehidupan berbangsa dan bernegara, pendidikan pendahuluan bela negara, kewarga negaraan, berorganisasi, dan kepemimpinan), keterampilan dan kewirausahaan, kesegaran jasmani dan berolah raga, daya kreasi dan cipta, serta apresiasi seni dan budaya.
c) Mencari sumber pendanaan untuk membantu siswa yang tidak mampu.
d) Melakukan penilaian sekolah untuk pengembangan pelaksanaan
kurikulum, baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler dan pelaksanaan manajemen sekolah, kepala/wakil kepala sekolah, guru, siswa dan karyawan.
e) Memberikan penghargaan atas keberhasilan manajemen sekolah
f) Melakukan pembahasan tentang usulan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS)
g) Meminta sekolah agar mengadakan pertemuan untuk kepentingan tertentu.
Penjabaran kegiatan operasional dari tujuh peran di atas Komite Sekolah selaku
pemberi pertimbangan melaksanakan berbagai kegiatan seperti :
a) Mengadakan pendataan kondisi sosial ekonomi keluarga peserta didik dan
sumber daya pendidikan yang ada dalam masyarakat.
b) Memberikan masukan dan pertimbangan kepada sekolah dalam penyusunan
Visi, Misi tujuan, kebijakan dan kegiatan sekolah.
c) Menganalisis hasil pendataan sebagai bahan pemberian masukan,
d) Menyampaikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi secara tertulis
kepada sekolah dengan tembusan Kepala Dinas Pendidikan dan Dewan
Pendidikan.
e) Memberikan pertimbangan kepada sekolah dalam rangka pengembangan
kurikulum muatan lokal, dan meningkatkan proses pembelajaran dan
pengajaran yang menyenangkan..
f) Memverifikasi RAPBS yang diajukan oleh kepala sekolah, memberikan
pengesahan terhadap RAPBS setelah proses verifikasi dalam rapat pleno
komite sekolah.
Dalam peran pemberian dukungan Komite Sekolah melaksanakan beberapa
kegiatan seperti :
a) Memberikan dukungan kepada sekolah untuk secara preventif dalam
memberantas penyebarluasan narkoba di sekolah, serta pemeriksaan
kesehatan siswa.
b) Memberikan dukungan kepada sekolah dalam pelaksanaan kegiatan
ekstrakurikuler.
c) Mencari bantuan dana dari dunia industri untuk biaya pembebasan uang
sekolah bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.
d) Melaksanakan konsep subsidi silang dalam penarikan iuran dari orang
tua siswa.
Sedangkan dalam peran sebagai pengontrol Komite Sekolah melakukan beberapa
a. Meminta penjabaran kepada sekolah tentang hasil belajar siswa.
b. Menyebarkan kuisioner untuk memberoleh masukan, saran, dan ide
kreatif dari masyarakat.
c. Menyampaikan laporan kepada sekolah secara tertulis tentang hasil
pengamatan Komite Sekolah terhadap sekolah.
Peran sebagai penghubung/mediator Komite Sekolah melaksanakan berbagai
kegiatan seperti;
a. Membantu sekolah dalam menciptakan hubungan dan kerja sama
antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat.
b. Mengadakan rapat atau pertemuan secara rutin atau insidental dengan
kepala sekolah dan dewan guru.
c. Mengadakan kunjungan atau silaturahmi ke sekolah, atau dengan
dewan guru di sekolah.
d. Bekerja sama dengan sekolah dalam kegiatan penelusuran alumni.
e. Membina hubungan dan kerja sama yang harmonis dengan seluruh
stake holder pendidikan dengan dunia usaha/dunia industri.
f. Mengadakan penjajakan kerja sama atau MOU dengan lembaga lain
untuk memajukan sekolah.
g. Mengadakan kegiatan inovatif untuk meningkatkan kesadaran dan
kemitraan masyarakat, misalnya panggung hiburan untuk sekolah dan
masyarakat.
h. Mengadakan rapat atau pertemuan secara berkala dan insidental
Komite Sekolah sesuai dengan peran dan fungsinya, melakukan akuntabilitas
sebagai berikut :
a) Komite Sekolah menyampaikan hasil kajian pelaksanaan program sekolah
kepada stake holders secara periodik, baik yang berupa keberhasilan maupun
kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran program sekolah.
b) Menyampaikan laporan pertanggung jawaban bantuan masyarakat baik berupa
materi (dana, barang tak bergerak maupun bergerak), maupun non materi
(tenaga, pikiran) kepada masyarakat dan pemerintah setempat.
Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat
dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan
pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur
pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan di luar sekolah (Kepemendiknas
Nomor: 044/U/2002).
Partisipasi dalam hubungan sekolah dengan komite sekolah dalam meningkatkan
mutu pendidikan merupakan turut sertanya individu atau kelompok masyarakat
dalam pengembangan sekolah. Selanjutnya partisipasi komite sekolah adalah
suatu perwujudan perilaku masyarakat yang positif dalam suatu rangkaian
kerjasama atau keterlibatan dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan
masyarakat. Yang dimaksud dengan keterlibatan di sini bahwa masyarakat ikut
serta secara lansung, baik secara fisik maupun melalui konsentrasi uang, barang,
sumbangan pikiran sekaligus ikut serta mengelola dan bertanggung jawab
Partisipasi masyarakat sebagai kekuatan kontrol dalam pelaksanaan berbagai
program pemerintah menjadi sangat penting. Dibidang pendidikan partisipasi ini
lebih strategis lagi. Sebab, partisipasi tersebut bisa menjadi semacam kekuatan
kontrol bagi pelaksanaan dan kualitas mutu pendidikan di sekolah-sekolah.
Apalagi saat ini Depdiknas mulai menerapkan konsep manajemen berbasis
sekolah. Karena itulah gagasan tentang perlunya komite sekolah yang berperan
sebagai lembaga yang menjadi mitra sekolah yang menyalurkan partisipasi
masyarakat menjadi kebutuhan yang sangat nyata dan tidak terhindarkan.
Dengan adanya komite sekolah, kepala sekolah dan para penyelenggara serta
pelaksana pendidikan di sekolah secara substansial akan bertanggung jawab
kepada komite sekolah tersebut.Komite sekolah bertujuan membantu kelencaran
penyelenggaraan pendidikan di sekolah dalam upaya memelihara, menumbuhkan,
meningkatkan, dan mengembangkan pendidikan nasional. Untuk mencapai
tujuan- tujuan tersebut tentu saja komie sekolah mesti melakukan berbagai upaya
dalam mendayagunakan kemampuan yang ada pada orang tua dan ,masyarakat,
serta lingkungan sekitarnya, termasuk LSM–LSM yang memiliki perhatian
khusus dibidang pendidikan. Komite sekolah juga dapat memberikan masukan
penilaian untuk pengembangan pelaksanaan pendidikan dan pelaksanaan
manajemen sekolah. Komite sekolah bisa juga memberikan masukan bagi
pembahasan atas usulan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah
(RAPBS), Partisipasi komite sekolah di antaranya :a) Membantu meningkatkan
kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di sekolah baik sarana,
a) Melakukan pembinaan sikap dan perilaku siswa. Membantu usaha pemantapan
sekolah dalam mewujudkan pembinaan dan pengembangan ketakwaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pendidikan demokrasi sejak dini (kehidupan
berbangsa dan bernegara, pendidikan pendahuluan bela negara,
kewarganegaraan, berorganisasi, dan kepemimpinan), keterampilan dan
kewirausahaan, kesegaran jasmani dan berolah raga, daya kreasi dan cipta,
serta apresiasi seni dan budaya,
b) Mencari sumber pendanaan untuk membantu siswa yang tidak mampu,
c) Melakukan penilaian sekolah untuk pengembangan pelaksanaan kurikulum,
baik intra maupun ekstrakurikuler dan pelaksanaan manajemen sekolah,
kepala/wakil kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan,
d) Memberikan penghargaan atas keberhasilan manajemen sekolah,
f) Melakukan pembahasan tentang usulan Rancangan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Sekolah (RAPBS) dan,
g) Meminta sekolah agar mengadakan pertemuan untuk kepentingan tertentu .
Sedangkan menurut Tjokroamidjo (dalam Rahmat,2009:81-82) ada empat
aspek penting partisipasi komite sekolah (masyarakat) dalam meningkatkan
mutu pendidikan yaitu:
1) Terlibatnya masyarakat(komite sekolah), serta ikut serta dalam menentukan
arah, stratagi, dan kebijakan sekolah,
3) Partisipasi masyarakat dalam kegiatan- kegiatan yang konsisten dengan arah,
strategi, dan rencana yang telah ditentukan,dan,
4) Adanya perumusan dan pelaksanaan program- program partisipasi dalam
sekolah berencana, yang secara lansung memberikan dan menyangkut
kesejahteraan masyarakat.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam partisipasi terdapat unsur-
unsur yang penting, antara lain:
a) Keterlibatan mental,emosi dan dengan sendirinya fisik,
b) Kehendak sendiri atau prakarsa untuk mengambil bagian di dalam usaha
pencapaian tujuan,
c) Swadaya dan,
d) Rasa tanggung jawab. Oleh karena itu partisipasi komite sekolah dapat
dikatakan sebagai suatu proses penyaluran aspirasi masyarakat baik yang
bersifat dukungan material maupun non material dari seluruh anggota dan
kepengurusannya, baik secara individual maupun kolektif, secara langsung
maupun tidak langsung dalam perencanaan, pengambilan keputusan dan
pembuatan kebijakan, pelaksanaan, serta pengawasan/pengevaluasian
pendidikan demi kemajuan mutu sekolah.
2.3 Kerangka Pikir
Penelitian ini fokus pada manajemen Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro,
input adalah SDM meliputi kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan pelaku
manajemen sesuai dengan kompetensi kepala sekolah dalam mengembangkan
kompetensinya sebagai tokoh utama dalam penelitian, karena kepala sekolah
merupakan objek utama dalam penelitian ini. SDM selanjutnya yaitu guru, dan
siswa serta sarana yang mendukung.
Ouput yang di lihat mengenai Manajemen Sekolah, Manajemen Kurikulum dan
pelaksanaan Pembelajaran, manajemen peserta didik, manajemen Tendik
(sumberdaya manusia), manajemen sarana prasarana, manajemen keuangan,
manajemen partisipasi masyarakat. Fokus terakhir tentang peran Komite sekolah
dalam peningkatan dan kontrol mutu atau kwalitas pembelajaran, kemudian
respon orang tua/masyarakat sebab para orang tua memilih SD Muhammadiyah
sebagai tempat pendidikan bagi anaknya. Apabila manajemen dilaksakan secara
optimal sehingga menghasilkan output yang baik berupa mutu pendidikan di SD
Muhammadiyah Metro. Berikut gambar kerangka berpikir penelitian mengenai
manajemen di SD Muhammadiyam Metro adalah sebagai berikut
Dasar sekema kerangka pikir ini peneliti menganalisa data penelitian sehingga
akan memperoleh informasi yang diharapkan mengenai Implementasi Manajemen
sekolah Dasar Muhammadiyah Metro sehingga yang berdampak terhadap mutu
sekolah Dasar hingga menjadi sekolah favorit yang diminati oleh masyarakat
BAB III
METODE PENELITIAN
Pada bab ini membahas metode penelitian yang meliputi 1) Pendekatan
Penelitian, 2)Tempat dan Waktu Penelitian, 3) Pendekatan dan rancangan
Penelitian, 4) Kehadiran Penelitian, 5) Sumber Data Penelitian, 6) Teknik
Pengumpulan, 7) Analisis Data, 8) Pengecekan Keabsahan Data dan, 9)
Tahap-Tahap Penelitian,
3.1 Pendekatan dan Rancangan Penelitian
Pendekatan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan metode Fenomenologi
untuk mengetahui 1) Pengalaman fenomenologikal, 2) suatu studi tentang
kesadaran dari persepektif pokok dari seseorang (Moleong 2013:78).
Sedangkan rancangan penelitian yang dilaksanakan adalah rancangan studi kasus
merupakan strategi yang cocok bila pertanyataan suatu penelitian dipilih dengan
tujuan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan how dan why (Yin, 1977:78),
sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai implementasi manajemen SD
Muhammadiyah Metro.
3.2 Latar Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Metro Pusat. Terletak di Jalan