• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH METRO PUSAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH METRO PUSAT"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

THE IMPLIMENTATION OF MANAGEMENT EELEMENTARY SCHOOL MUHAMMADIYAH METRO PUSAT

By

SUMARNI

The purpose of this research is to descriptions and investigate about theThe management In Elementary School. The focus of this research is The management In Elementary School and the sub focus of this: (1) The management of curriculum and learning; (2) Management students; (3) Management educators and educational; (4) Management infrastructure; (5) Financial management; (6) Public participation.

The research method that uses descriptive qualitative approach that is based on the theory of phenomenology. Informants in this study are a total of 11 people. Data was collected through interviews, documentation studies and field observations. Analysis using the data interactive pattern Hubberman Miles and the process of data analysis, data reduction, data presentation, verification, and conclusions.

The results of the study are: 1) Management of the curriculum in elementary Muhammadiyah as expected, POAC management functions. 2) Management has been running good learners. 3) Management of educators and education has been carried out either by management functions POAC despite the obstacles. 4) Management of infrastructure management is still not appropriate. infrastructure management implementation starts from Planning Planning learning infrastructure in SD Muhammadiyah Metro adapted to the needs, Organizing a distribution and suitability of the means of learning in SD Muhammadiyah prasasrana there who do not meet standards. Use the form actuating adapted to the needs and maintenance is done by checking of tool and equipment, controlling a surveillance of damaged infrastructure found severe damage and requires a lot of cost for the repair is carried out based on those infrastructures deletion removal requirements. 5) Financial management in SD Muhammadiyah Metro Centre managed accountability and transparency. 6) Public participation has been good in

supporting school improvement. Choosing a school community of

Muhammadiyah Metro. The role of the committee as a giver of consideration, the role as a supporter, controller, and a mediator is not maximized.

(2)

ABSTRAK

IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH METRO PUSAT

Oleh

SUMARNI

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Manajemen Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro Pusat. Fokus penelitian ini adalah Manajemen Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro Pusat dengan sub fokus: (1) Manajemen kurikulum dan pembelajaran. (2) Manajemen peserta didik; (3) Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan; (4) Manajemen sarana dan prasarana; (5) Manajemen keuangan; (6) Partisipasi masyarakat.

Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didasari teori fenomenologi. Informan berjumlah 11 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi lapangan. Teknik analisis data menggunakan pola interaktif data Miles dan Hubberman yaitu proses analisis data, reduksi data, penyajian data, verivikasi, dan kesimpulan.

Hasil penelitian yaitu: 1) Manajemen kurikulum di SD Muhammadiyah dilaksanakan menggunakan fungsi manajemen POAC. 2) Manajemen peserta didik sudah berjalan baik. 3) Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan sudah dilaksanakan baik berdasarkan fungsi manajemen POAC meskipun terdapat kendala. 4) Manajemen sarana prasarana masih belum sesuai pengelolaannya. implementasi manajemen sarana prasarana dimulai dari Planning Perencanaan sarana dan prasarana pembelajaran di SD Muhammadiyah Metro disesuaikan dengan kebutuhan, Organizing berupa pendistribusian dan kesesuaian sarana prasasrana pembelajaran di SD Muhammadiyah ada yang belum memenuhi standar. Actuating berupa Penggunaan disesuaikan dengan kebutuhan dan pemeliharaan dilakukan dengan cara mengecek alat dan perlengkapan, controlling

berupa pengawasan terhadap sarana prasarana yang rusak ditemukan kerusakan berat dan memerlukan biaya yang banyak untuk perbaikan maka dilakukan penghapusan sarana prasarana berdasarkan persyaratan penghapusan. 5) Manajemen keuangan di SD Muhammadiyah Metro pusat dikelola secara akuntabilitas dan transparansi. 6) Partisipasi masyarakat yang diwadahi dalam peran komite sudah berjalan dalam mendukung peningkatan mutu sekolah sebagai pemberi pertimbangan, peran sebagai pendukung, pengontrol, dan mediator.

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Peneliti dilahirkan di Rejomulyo Metro pada tanggal 17 Oktober 1966, sebagai

anak ke-empat dari sepuluh bersaudara, dari pasangan Bapak Basiran (Alm) dan

Ibu Sadiyem.

Pendidikan SD pada Sekolah Dasar Negeri Sumbersari diselesaikan pada tahun

1977, SMP pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Metro lulus pada tahun

1981, SGO Negeri Tanjung Karang lulus tahun 1984. Kemudian pada tahun 1986

peneliti melanjutkan studi di PGSLTP UT lulus tahun 1987. Peneliti melanjutkan

S1 di STKIP PGRI lulus tahun 1988 pada Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia lulus tahun 1992.

Pada tahun 1985 peneliti diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dan ditempatkan

di SD Negeri 1Tejoagung Kecamatan Bantul. Pada tahun 2011 bertugas di SD

Negeri1 Metro Selatan. Sebagai guru yang diberi tugas tambahan menjadi Kepala

Sekolah tahun 2011 sampai 10 Juni 2014 dan sekarang di SD Negeri 4 Metro

(8)

SANWACANA

Puji syukur penulispanjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan

hidayah-“Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan baik.

Tesis dengan judul “ Implementasi Manajemen Sekolah Dasar Muhammadiyah

Metro Pusat” ditulis sebagai syarat menyelesaikan pendidikan di Program

Pascasarjana Manajemen Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Lampung. Penyelesaian tesis ini tidak terlepas dari

bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih

kepada:

1. Prof. Dr. Ir. Sugeng Prayitno Harianto, M.S., selaku Rektor yang telah

memberikan kesempatan kepada penulis untuk menuntut ilmu pada Program

Studi Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan;

2. Prof. Dr. Sudjarwo, M.S., selaku Direktur Program Pascasarjana dan Dosen

Pengajar Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan banyak ilmunya;

3. Dr. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan dan Dosen Pengajar Program Studi

Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang

telah memberikan banyak ilmunya;Dr. Irawan Suntoro, M.S selaku Ketua

Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Lampung

(9)

bimbingan, saran dan kritik dalam proses penyelesaian tesis ini;

5. Dr. Sowiyah, M.Pd., selaku Sekretaris Program Studi Magister Manajemen

Pendidikan sekaligus Dosen pembimbing II dan selaku dosen pengajar yang

telah memberikan ilmu dan motivasi demi kelancaran proses penyelesaian tesis

ini;

6. Dr. Supomo Kandar,M.S. Pembimbing I atas kesediannya memberikan

bimbingan, saran dan kritik dalam proses penyelesaian tesis ini;

7. Bapak dan Ibu staf pengajar pada Program Studi Manajemen Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan ilmu dan

motivasi demi kelancaran penulisan tesis ini;

8. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Metro Pusat beserta dewan guru dan

seluruh pegawai yang telah memberikan informasi, masukan dan saran dalam

penulisan tesis ini;

10.Rekan-rekan mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan,

angkatan 2012 yang telah banyak memberikan motivasi dalam penyelesaian

penyusunan tesis ini.

Penulis berharap semoga tesis ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan

sumbangsih untuk kemajuan pendidikan. Amin.

Metro, April 2014

Penulis,

(10)

Moto

(11)

PERSEMBAHAN

Tesis ini aku persembahkan untuk :

1. Kedua orang tuaku, ayah Basiran (Alm) dan ibu Sadiyem yang memberikan

do’a dan kasih sayangnya..

2. Suamiku Hi. Jumiran, S.Sos dan ketiga anakku, Ranni Irawan, S.Pd.SD,

Baskoro Wicaksono, dan Belinda Bastari, terima kasih motivasi doa serta

pengorbanannya.

3. Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas

Lampung sebagai tempat peneliti berguru dan menggali ilmu pengetahuan.

4. SD Muhammadiyah Metro Pusat tempat peneliti melakukan penelitian dan

(12)

HALAMAN JUDUL ... i

BAB II TINJAUAN PUSTAKA dan KERANGKA PIKIR ... 10

2.1 Manajemen Sekolah Dasar ... 10

3.2 Tempat dan waktu Penelitian ... 43

3.3 Pendekatan dan Rancangan Penelitian... 43

3.4 Kehadiran Peneliti ... 44

3.5 Sumber Data Penelitian ... 46

(13)

3.7Analisis Data ... 54

3.8 Pengecekan dan Keabsahan Data... 56

3.9 Tahapan Penelitian...58

3.9.1. Tahap Pra lapangan...58

3.9.2 Tahap pekerjaan lapangan... 59

3.9.3 Tahap Analisis Data... 59

3,9.4 Tahap pelaporan ... 59

BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro Pusat ... 60

4.2 Paparan Data Penelitian ... 71

4.3 Temuan Penelitian ... 104

4.4 Pembahasan Penelitian ... 116

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 6.1 Kesimpulan... 127

6.2 Implikasi ... 131

6.3 Saran………... 132

DAFTAR PUSTAKA ………... 134

(14)

Tabel Halaman

3.1 Matrik Informan ……….. 46

3.2 Pengkodean Teknik Pengumpulan Data dan Sumber Data……… 47

3.3 Lembar Observasi……… 49

3.4 Lembar Dokumentasi……….. 53

4.1 Matrik Nama dan Masa Jabatan Kepala Sekolah ... 62

4.2 Rekapitulasi Jumlah Siswa ... 62

4.3 Tenaga Pendidik dan Kependidikan ... 62

4.4 Sarana Prasarana SD Muhammadiyah Metro ... 66

4.6 Prestasi Akademik dan Non Akademik Tahun 2013 ... 70

4.7 Matrik Implementasi Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Di SD Muhammadiyah Metro ... 77

4.8 Matrik Implementasi Manajemen Peserta didik SD Muhammadiyah ... 82

4.9 Matrik Implementasi Manajemen Tenaga Pendidik dan KependidikanSD Muhammadiyah Metrp ... 85

4.10 Matrik Manajemen Sarana Prasarana SD Muhammadiyah Metro ... 89

4.11 Matrik Manajemen Keuangan SD Muhammadiyah Metro ... 93

4.12 Matrik Partisipasi masyarakat SD Muhammadiyah Metro ... 95

4.13 Matrik Peran Komite SD Muhammadiyah Metro ... 97

4.14 Matrik Peran Komite sebagai Pendukung... 100

4.15 Matrik Peran Komite sebagai Pengontrol ... 101

(15)

Lampiran Halaman

2.1Keterlibatan Masyarakat dalam Pendidikan ... 29

2.2Kerangka Pikir ... 31

3.1Pola Interaktif Analisis Data Penelitian ... 54

4.1Diagram Kontek Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran ... 105

4.2Diagram Kontek Manajemen Peserta Didik ... 106

4.3Diagram Kontek Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan ... 107

4.4Diagram Kontek Manajemen Sarana Prasarana ... 108

4.5Diagram Kontek Manajemen Keuangan ... 110

4.6Diagram Kontek Partisipasi Masyarakat ... 111

4.7Diagram Kontek Peran Komite sebagai Pemberi Pertimbangan ... 112

4.8Diagram Kontek Peran Komite sebagai Pemberi Pendukung ... 113

4.9Diagram Kontek Peran Komite sebagai Pemberi Mediator ... 114

(16)

Lampiran Halaman

4 Pedoman Wawancara ... 131

5 Daftar Observasi ... 133

6 Daftar Dokumen ... 134

7 Transkrip wawancara ... 134

8 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ... 156

(17)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan adalah suatu proses merubah manusia menjadi lebih baik, lebih mahir

dan lebih terampil. Untuk mencapai tujuan tersebut peran serta guru dan kepala

sekolah sangat penting. Seperti ditemukan dalam berbagai studi baik di

Indonesia maupun di berbagai negara, bahwa komponen yang paling kuat

pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan adalah guru (Simposium

Nasional Universitas Pendidikan Indonesia, 2012:10).

Orang tua menyadari bahwa anak adalah aset masa depan dan merekalah nanti

yang akan meneruskan dan mengisi serta memelihara bangsa ini, itu sebabnya

tatkala para orang tua akan menyekolahkan anaknya maka mereka dihadapkan

pada pilihan anaknya kelak ingin menjadi anak pintar, religius, terampil atau

kesemuanya jadi satu tidak hanya pintar namun juga religius dan terampil.

Inilah yang ditawarkan oleh Sekolah Dasar Muhamamadiyah Metro bahwa

mereka berusaha untuk menjawab keinginan masyarakat dan terbukti menjadi

Sekolah favorit di kota Metro menjadi tujuan para orang tua yang ingin

(18)

Sekolah Muhamadiyah Metro didirikan tahun 1968 dengan SK/Piagam dari

pimpinan pusat Muhamadiyah. Majelis Pendidikan dan Kebudayaan Nomor:

664/I-057/LP-68/1977. Dalam rangka mempertajam komitmennya untuk

mewujudkan Visinya yakni “Unggul dalam Prestasi dan Berahklak Mulia” maka

sejak itu selalu berbenah diri melaksanakan penataan, pelatihan serta evaluasi

untuk perbaikan kinerjanya.

Jumlah siswa saat ini 1098 siswa, sekolah yang paling banyak siswanya di

banding sekolah lain di Kota Metro yang rata 250/ SD. Jumlah SD Negeri dan

Swasta sekota Metro berjumlah + 60 dengan jumlah siswa seluruhnya -+ 15100

Siswa :60 SD = + 251 siswa.

Prestasi akademik dan non akademik, menjadi langganan semenjak ada Olahraga

Usia Dini ( 2001) dan sekarang menjadi O2SN, SD Muhamadiyah setiap tahun

selalu menjadi andalan Kota Metro maupun Propinsi Lampung. Juga Bidang

Akademik Yakni OSN (Olimpiade Sain Nasional).

Penelitian awal pada tanggal 18 Juli 2013 di sekolah SD Muhammadiyah Metro

dapat dilihat dari Prestasi yang diraih baik akademik maupun non akademik.

Tahun 2012/ 2013 pada event OSN mendapat juara 3 tingkat nasional atas nama

Al Aina Mahfudhoh. Tahun 2012/2013 juga mandapat urutan ke 1. Nilai UN

Tertinggi sekota Metro atas nama M. Arsy Nabilah dengan jumlah nilai 28.75

dengan Rincian sebagai berikut; Bahasa Indonesia 9.0. Matematika 10.00. Dan

IPA 9,75. TIM Robotik SD Muhamadiyah juga meraih juara II pada kegiatan

(19)

diadakan di Fakultas Teknik Universitas Lampung dan peserta satu-satunya

tingkat SD. Bulan Mei 2013 mengikuti kegiatan Ekspo Of PGSD II se-Propinsi

Lampung yang di selenggarakan di PGSD UNILA mendapat juara I Lomba

Bercerita, membaca Puisi, LCT dan MTQ, melukis dan futsal yang semua

mendapatkan juara I dan menjadi juara Umum dalam ivent tersebut dan prestasi di

bidang Olahraga di ivent O2SN Tingkat Kota Metro, Juara I tenis Meja diraih oleh

Dicky Maulana Kelas III, Juara II Catur, Juara I Bulu Tangkis Putri, Juara I

Pencak Silat Putra dan Putri.

Semakin banyaknya lembaga pendidikan yang berkualitas di Kota Metro,

membuat SD Muhamadiyah Metro terus mencari sesuatu yang baru yang mampu

menjadikan SD Muhamadiyah Metro menjadi lembaga pendidikan pilihan bagi

masyarakat Kota Metro SD Muhamadiyah Metro selalu berinovasi dan

mengembangkan ide-ide baru baik dalam pola atau metode pembelajaran untuk

murid dan juga pola manajemen yang tepat bagi guru dan staf. Karena kualitas

suatu lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran

semata, namun juga dipengaruhi bagaimana lembaga pendidikan tersebut mampu

mengelola pegawainya dengan memunculkan motivasi dan potensi pegawainya

untuk mampu mengupayakan baik dalam melakukan tugasnya.

Semakin berkembangnya SD Muhamadiyah Metro semakin membutuhkan

manajemen yang mampu menangani pegawai dengan baik dengan efektif dan

(20)

sehingga mampu menjaga dan mempertahankan apa yang telah dilakukan saat,

ini agar mampu bersaing dalam bisnis pendidikan di Metro.

Menjawab persoalan bagaimana memberikan kualitas yang baik, SD

Muhamadiyah Metro selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dengan

memperbaiki sistem yang ada di dalam SD Muhamadiyah Metro. Organisasi

yang bergerak di bidang pendidikan merupakan hal hal yang mutlak dilakukan

juga yang tidak kalah pentingnya adalah Program peningkatan SDM,

Pengembangan Profesional wajib bagi guru dan staf yang baru maupun yang

lama guna memberikan ciri khas SD Muhamadiyah Metro, mempertahankan dan

memperbaiki mutu SD Muhamadiyah Metro. SD Muhamadiyah Metro sangat

memperhatikan kualitas para pendidik, baik soft skills maupun hard skills.

Kualitas pelayanan dari mulai TU, guru, dan kepala sekolah. Kualitas yang baik

dalam segi pembelajaran dan pelayanan sehari-hari akan menunjang kepuasan

orang tua, kepuasan akan hasil prestasi belajar serta pelayanan yang diberikan.

Kepuasan orang tua murid akan menjadi nilai jual tersendiri bagi perkembangan

SD, sehingga mereka mampu menjadi agen pemasaran yang ampuh untuk

mengundang orang tua yang lain menyekolahkan anak-anaknya ke SD

Muhamadiyah Metro.

Faktor manajemen menjadi pertimbangan di mana manajemen yang transparan

dan ankutabel menjadi tuntutan semua pihak dan menentukan maju mundurnya

sebuah institusi/sekolah. Menurut Burhanuddin dkk (2003:7) yang menjadi

(21)

Peserta didik, 3) Tenaga kependidikan, 4) Sarana dan prasarana, 5) Keuangan, 6)

Partisipasi masyarakat. Selain itu komie berperan penting dalam menunjang

implementasi manajemen di SD Muhammadiyah Metro. Dari latar belakang ini

maka penulis tertarik untuk meneliti implementasi manajemen Sekolah Dasar

Muhammadiyah Metro.

1.2 Fokus penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian, fokus utama penelitian ini adalah

implementasi manajemen pendidikan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro,

dengan sub fokus sebagai berikut:

1.2.1 Manajemen kurikulum pembelajaran di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

1.2.2 Manajemen peserta didik di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

1.2.3 Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SD Muhammadiyah

Metro Pusat.

1.2.4 Manajemen sarana dan prasarana di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

1.2.5 Manajemen keuangan di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

1.2.6 Partisipasi masyarakat di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

1.3 Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan sub fokus penelitian ini maka peneliti menetapkan pertanyaan

penelitian sebagai berikut:

1.3.1 Bagaimanakah manajemen kurikulum pembelajaran di SD

(22)

1.3.2 Bagaimanakah manajemen peserta didik di SD Muhammadiyah Metro

Pusat?

1.3.3 Bagaimanakah manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SD

Muhammadiyah Metro Pusat?

1.3.4 Bagaimanakah manajemen sarana dan prasarana di SD Muhammadiyah

Metro Pusat?

1.3.5 Bagaimanakah manajemen keuangan di SD Muhammadiyah Metro Pusat?

1.3.6 Bagaimanakah partisipasi masyarakat di SD Muhammadiyah Metro Pusat?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah dan sub-fokus penelitian, maka tujuan

penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis aspek-aspek

berikut:

1.4.1 Manajemen kurikulum pembelajaran di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

1.4.2 Manajemen peserta didik di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

1.4.3 Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SD Muhammadiyah

Metro Pusat.

1.4.4 Manajemen sarana dan prasarana di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

1.4.5 Manajemen keuangan di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

(23)

1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 ManfaatTeoritis

Penelitian ini diharapkan bermanfaat baik secara teoritis maupun secara praktis.

Manfaat teoritis antara lain:

1.5.1.1 Penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan khasanah pengetahuan

manajemen pendidikan terutama penerapan fungsi manajemen POAC

(Planing,Organizing, Actuating, Controlling).

1.5.1.2 Bermanfaat bagi para pengambil kebijakan dalam pendidikan sebagai

masukan atau pertimbangan untuk mereformasi model pendidikan

sehingga sesuai dengan kebutuhan dan keingginan masyarakat.

1.5.2 Manfaat Praktis

1.5.2.1 Penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi Sekolah Dasar

Muhammadiyah karena dengan manajemen yang baik suatu sekolah

dapat bertahan dan semakin maju

1.5.2.3 Bagi masyarakat sebagai pengguna jasa di SD Muhammadiyah untuk

(24)

1.6 Definisi istilah

Agar memperoleh kejelasan istilah yang dipergunakan dalam penelitian ini maka

akan dikemukaan beberapa pengertian istilah yang berhubungan dengan penelitian

ini antara lain:

1.6.1 Manajemen Pendidikan di sekolah adalah rangkaian segala kegiatan yang

berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang

tergolong dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan

yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

1.6.2 Manajemen Kurikulum (pembelajaran) adalah semua aktivitas sekolah

baik di dalam kelas maupun diluar kelas yang direncanakan dan di

organisir oleh lembaga pendidikan secara sistematis sehingga terjadi

perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa.

1.6.3 Manajemen peserta didik adalah suatu bentuk pengelolaan tentang peserta

didik kepada pihak yang berkepentingan atas komponen masukan dalam

system pendidikan yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan

sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan

pendidikan.

1.6.4 Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan dalah bentuk pengelolaan

tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam suatu wadah organisasi.

1.6.5 Manajemen sarana prasarana merupakan suatu kegiatan untuk mengatur

dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien

(25)

1.6.6 Manajemen keuangan adalah suatu bentuk pertanggungjawaban kepada

pihak yang berkepentingan atas kegiatan penerimaan, pengelolaan dan

penggunaan keuangan dalam periode tertentu.

1.6.7 Partisipasi masyarakat dalam komite sekolah dalah bentuk keikutsertaan

masyarakat dalam pengelolaan sekolah. Bentuk partisipasi masyarakat

tertuang dalam peran komite sekolah meliputi peran komite sebagai

pemberi pertimbangan (Advisory Agency) yaitu dalarn penentuan dan

melaksanaan kebijakan di suatu pendidikan; Peran komite sekolah sebagai

pendukung (Supporting Agency) yaitu baik yang berwujud finansial,

pemikiran, maupu tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di suatu

pendidikan; Peran komite sekolah sebagai pengontrol (Controlling

Agency) yaitu dalam rangka transparansi dan akuntabilitasi

penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di suatu pendidikan; Peran

komite sekolah sebagai mediator yaitu penghubung anatara sekolah,

(26)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

Pada bab ini diutarakan secara berurut adalah tentang manajemen sekolah

meliputi: 1) Manajemen kurikulum pembelajaran di SD Muhammadiyah Metro

Pusat. 2) Manajemen peserta didik di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

3) Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SD Muhammadiyah Metro

Pusat. 4) Manajemen sarana dan prasarana di SD Muhammadiyah Metro Pusat.

5) Manajemen pembiayaan di SD Muhammadiyah Metro Pusat. 6) Partisipasi

masyarakat di SD Muhammadiyah Metro Pusat. 7) Peran komite di Sekolah Dasar

Muhammadiyah Metro Pusat dan kerangka pikir.

2.1 Manajemen Sekolah

Pengertian tentang manajemen menurut Bartol dan Martin (2013: 17) bahwa manajemen adalah” proses mencapai tujuan organisasi dengan melakukan

kegiatan dari empat fungsi organisasi utama yaitu merencanakan (planning)

mengorganisasi (organizing), mamimpin (leading), dan mengendalikan

(Controlling)” dengan demikian manajemen adalah sebuah kegiatan yang

berkesinambungan di mana setiap kegiatan memiliki fungsi yang tidak terputus.

Sedangkan menurut Stoner dalam Ambarita (2013: 17) Manajemen adalah proses

(27)

anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi yang telah ditetapkan”.

Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori dalam Ambarita (2013:

18) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah

administrasi pendidikan yang di artikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama

dengan memanfaatkan semua sumber personil dan material yang tersedia dan

sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan

efisien”.

Dari rumusan para pakar tersebut saling melengkapi manajemen adalah adanya

kesinambungan fungsi-fungsi pemberdayaan berbagai sumber daya yang ada

untuk mewujudkan tujuan.

Sekolah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2004: 345) ada tiga pengertian

tentang sekolah yaitu 1) Banggunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar

serta tempat menerima dan memberi pelajaran, 2) Waktu atau pertemuan ketika

murid di beri pelajaran dan, 3) Usaha menuntut kepandaian (Ilmu pengetahuan)

pelajaran,pengajaran.

Sedangkan Engkoswara (2002:55) memberikan definisi sekolah adalah lembaga

pendidikan yang di selenggarakan dalam waktu yang sangat teratur, program yang

sangat kaya dan sistematik, dilakukan oleh tenaga kependidikan yang profesional

(28)

Menurut Bafadal (2003:67) untuk menjalankan kegiatan guna mencapai tujuan

sebagaiman diharapkan masyarakat maka sekolah memfungsikan manajemen,

baik dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan

bagi terjaminnya kelancaran tugas, kinerja tinggi, pelayanan siswa dan orang tua

secara baik sehingga mengeluarkan lulusan sebagaimana diharapkan masyarakat.

Dadang (2010: 92) Perkembangan teknologi akan mempengaruhi kehidupan yang

modern dan pendidikan dihadapkan pada kenyataan perubahan yang begitu cepat

dan kehadirannya terkadang sulit untuk diprediksi sehingga menuntut setiap

organisasi memiliki kemampuan untuk adaptif dan antisipatif. Begitu pula

dengan sekolah sebagai institusi yang bergerak dibidang jasa pendidikan akan

dihadapkan pada berbagai tuntutan /tantangan perubahan zaman, ketidakmampuan

sekolah dalam menantisipasi dan beradaptasi maka lambat-laun sekolah tersebut

akan terpuruk.

Jika sikap adaptif dan antisipatif dapat dilakukan melalui upaya untuk

melaksanakan perbaikan terus menerus dalam proses manajemen maka bukan

tidak mungkin sekolah tersebut akan mencapai mutu yang di harapkandan konsep

ini sesuai dengan Total Quality Manajement (TQM) atau manajemen mutu.

2.1.1 Peran dan Fungsi Manajemen Sekolah

Perkembangan SD Muhammadiyah Metro semakin tahun semakin berkembang

(29)

dari bagaimana memanag sebuah sekolah sehingga sekolah itu menjadi maju dan

diminati masyarakat. Manajemen sekolah merupakan faktor terpenting dalam

menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran disekolah.

Semua menjadi penting ketika prestasi menjadi tolok ukur sebuah keberhasilan.

Bagaimana kepala sekolah berperan dalam memanage dan menjalankan

fungsinya. Manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan atau tindakan yang

mengacu pada fungsi-fungsi manajemen dan fungsi manajemen menurut Terry

dalam Ambarita (2013: 18) terdapat empat fungsi manajemen yaitu 1) Planing

(perencanaan), 2) Organizing (pengorganisasian), 3) Actuating (pelaksanaan),

4) Controling (pengawasan). Menurut Henry fayol terdapat lima fungsi

manajemen yakni 1) Planing (perencanaan), 2) Organizing (pengorganisasian),

3) Comanding (pengaturan), 4) Coordinating (pengkordinatsian), 5) Controling

(pengawasan). Demikian menurut beberapa ahli namun demikian pada dasarnya

kegiatan manajemen adalah planing, organizing, actuating dan controling.

1) Perencanaan (planning)

Adalah suatu kegitan perencanaan untuk menetapkan tujuan yang akan

dicapai beserta bagaimana cara-cara mencapai tujuan yang sudah

ditetapkan. Ada 9 manfaat perencanaan menurut Handoko yaitu:

(a) Membantu manajemen untuk menyesuikan diri dengan

perubahan-perubahan lingkungan, (b) Membantudalam kristalisasi penyesuaian pada

(30)

keseluruhan gambaran, (d) Membantu menempatkan tanggung jawab lebih

tepat, (e) Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi, (f)

memudahkan dalam melakukan koordinasi diantara berbagai bagian

organisasi, (g) membuat tujuan lebih khusus terperinci dan lebih mudah

dipahami, (h) meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti dan (i)

menghemat waktu, usaha dan dana.

2) Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi manajemen berikutnya adalah pengorganisasian (Organizing)

Terry dalam Ambarita (2013:21) mengemukakan bahwa”

pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan

kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja

sama secara efisien ,dan memperoleh kepuasan pribadi dalam

melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu”.

3. Pelaksanaan (actuating)

Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating)

merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi

perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan

aspek-aspek abstrak proses manajemen. Sedangkan fungsi actuating

justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung

dengan orang-orang dan sumber daya lainya dalam organisasi, dalam

(31)

Berdasarkan pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa

pelaksanaan (actuating) adalah upaya untuk menjadikan perencanaan

menjadi kenyataan dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian

agar setiap karyawan dapat melaksanakan tugas secara optimal sesuai

dengan peran,tugas dan tanggung jawabnya.

Dalam pelaksanaan bahwa seorang karyawan akan termotifasi untuk

mengerjakan sesuatu apabila 1) merasa yakin akan mampu mengerjakan,

2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya, 3)

tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih

penting, atau mendesak, 4) tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi

yang bersangkutan, 5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut

harmonis.

4. Pengawasan (Contrloling)

Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah

pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan

efektif tanpa disertai fungsi pengawasan dan pengawasan

Subtansi Manajemen pendidikan Menurut Nawawi Manajemen Pendidikan

(2003; 7) meliputi: 1) Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, 2) Manajemen

Peserta Didik, 3) Manajemen Tenaga Kependidikan, 4) Sarana dan Prasarana,

5) Manajemen Keuangan, 6) Partisipasi Masyarakat.

Hal senada diungkapan Burhanuddin dkk (2003:7) yang menjadi substansi

(32)

tenaga kependidikan, 4) sarana dan prasarana, 5) keuangan, 6) partisipasi

masyarakat.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen sekolah sangat

penting dalm pengelolaan secara optimalsuatu sekolah jika tidak ada manajemen

di suatu sekolah maka tidak akan tercapai tujuan pendidikan secara efektif ,efisien

dan optimal

2.1.1 Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran

Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama disekolah.

Prinsip dasar manajemen kurikulum ini berusaha agar proses pembelajaran dapat

berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan

mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi

pembelajaran. Tahapan manajemen kurikulum disekolah empat tahap melalui

a) Perencanaan, b) Pengorganisasian dan Koordinasi, c) Pelaksanaan, d)

Pengendalian Dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP). Tita

Lestari dalam Ambarita (:2013 :27) mengemukakan tentang siklus manajemen

kurikulum yang terdiri dari empat tahap:

a) Tahap perencanaan; Meliputi langkah-langkah sebagai: 1) analisis

kebutuhan; 2) merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis;

3) menentukan desain kurikulum dan 4) membuat rencana induk (master

(33)

b) Tahap Pengembangan meliputi langkah-langkah; 1) perumusan rasional

atau dasar pemikiran; 2) perumusan visi, misi dan tujuan; 3) penentuan

struktur dan isi program; 4) pemilihan dan pengorganisaian; 5)

pengorganisasian kegiatan pembelajaran; 6) Pemilihan sumber materi,alat

dan sarana belajar dan 7) penentuan cara mengukur hasil belajar.

c) Tahap Implementasi atau pelaksanaan; meliputi langkah-langkah:

1) penyusunan rencana dan program pembelajaran pembelajaran,

2) Penjabaran materi, 3) penentuan strategi dan metode pembelajaran,

4) penyediaan sumber,alat dan sarana belajar, 5) penentuan cara dan alat

penilaian proses dan hasil belajar, 6) Setting lingkungan pembelajaran.

d) Tahap penilaian terutama dilakukan untuk melihat sejauh mana kekuatan

dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian

formatif maupun sumatif. Penilaian kurikulum dapat mencakup konteks,

input, proses, produk (CIPP). Penilaian konteks memfokuskan pada

pendekatan pada sistem dan tujuan kondisi aktual, masalah-masalah dan

peluang. Penilaian input memfokuskan pada kemampuan sistem, strategi

pencapaian tujuan, implementasi desain dan cos benefit dari rancangan

penilaian proses memiliki fokus yaitu pada penyediaan informasi untuk

pembuatan keputusan dalam pelaksanaan program penilaian produk

terfokus pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir program

(identik dengan evaluasi Sumatif).

Penyusunan kurikulum di mulai dari suatu tinjauan terhadap model-model

(34)

akademis, 2) Kurikulum humanistik, 3) Kurikulum rekrontuksi sosial, 4)

Kurikulum teknologis.

Kurikulum Subyek akademis adalah kurikulum yang mengutamakan isi (subyect

matter). Kurikulum ini berisikan kumpulan bahan ajar dan rencana pembelajaran,

target utama dari kurikulum ini adalah penguasaan materi yang

sebanyak-banyaknya.

Kurikulum Humanistik merupakan kurikulum yang mengutamakan proses belajar

mengajar. Kurikulum ini di kembangkan berdasarkan kebutuhan peserta didik

peran guru sangat besar dalam memberikan suasana belajar yang nyaman kepada

peserta didiknya. Tujuan kurikulum ini adalah mengembangkan peserta didik

menjadi pribadi yang mandiri.

Kurikulum Rekrontuksi sosial merupakan kurikulum yang bertujuan

mempersiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan dunia kerja.

Kurikulum ini menuntut agar sekolah dapat mengembangkan kehidupan sosial

siswa dan bagaimana siswa dapat bergabung dan berpartisipasi dalam kehidupan

masyarakat.

Kurikulum Teknologi merupakan kurikulum yang menggabungkan antara ilmu

pengetahuan dengan teknologi (dalam arti positif) agar proses pembelajaran di

sekolah dapat lebih efektif dan efisien dengan dukungan teknologi.

Kurikulum adalah suatu rancangan/jalan yang harus dilewati oleh peserta didik

untuk memperoleh kemampuan atau kompetensi. Oleh sebab itu dalam merancang

suatu kurikulum hendaknya dipertimbangkan tentang apa yang hendak dicapai,

(35)

2.1.2 Manajemen Peserta didik

Peserta Didik/ Pelajar menurut Rohman (2011:123) adalah seseorang yang

sedang menuntut ilmu di dalam lembaga pendidikan dasar dan menengah. Istilah

anak didik mempunyai arti anak (pribadi yang belum dewasa) yang diserahkan

oleh orang tua /wali kepada tanggung jawab guru atau guru yang menyayangi

murid seperti anaknya sendiri. Adapun istilah peserta didik yang sering kita

dengar akhir-akhir ini dipakai pada proses pembelajaran di sekolah.penggunaan

peserta didik lebih ditekankan kepada pentingnya murid/siswa untuk berperan

secara aktif dalam proses pembelajaran.

Perubahan istilah dari murid menjadi peserta didik,kemudian dari anak didik ke

peserta didik hal ini tercermin pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan nasional yang menyebutkan bahwa pengertian peserta

didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui

proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan

tertentu.

Menurut Ambarita (2013: 28) dalam manajemen keiswaan terdapat empat prinsip

dasar yaitu: a) siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek

sehingga harus didorong untuk perperan serta dalam setiap perencanaan dan

pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka, b) Kondisi siswa

sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemempuan intelektual, sosial

(36)

beragam, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara

optimal, c) siswa hanya termotivasi belajar,jika mereka menyenangi apa yang

diajarkan, d) pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah

kognitif tetapi juga ranah afektif dan psikomotor.

Konsekuensi logis dari “peserta didik”adalah keharusan akan adanya tugas

pelayanan dari penyelenggara pendidikan terhadap para peserta

didik.Orang-orang yang hendak mengembangkan diri harus dilayani sebaik mungkin agar

tercapai tujuannya.

Sekolah sebagai organisasi juga mempunyai tujuan-tujuan. Agar tujuan dari

peserta didik dan tujuan sekolah bisa dicapai bersama-sama secara efektif dan

efisien, maka kesesuaian tujuan antara keduanya harus ada. Disinilah peran dari

ilmu manajemen peserta didik dalam tugasnya agar keduanya mempunyai tujuan

yang sama dan bersama pula dalam mencapi tujuan tersebut.

Fokus manajemen peserta didik adalah unsur pelayanan terhadap siswa. Siswa

atau peserta didik harus terlayani dengan sebaik-baiknya agar mereka berhasil

dalam mengikuti proses pembelajaran. Setiap siswa mempunyai hak dan

kewajiban dan antara satu dengan yang lain mempunyai bakat dan minat yang

berbeda, latar belakang ekonomi, kesehatan juga berbeda juga pada motivasi

dalam memilih sekolah. Hal inilah Manajemen Peserta didik dapat terlayani

dengan baik agar mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dan sekaligus

(37)

Ruang lingkup manajemen peserta didik menurut Burhanuddin dkk (2003:55)

yaitu:

a. Perencanaan peserta didik, termasuk di dalamnya adalah: school census,

school size, class size dan effective class.

b. Penerimaan peserta didik, meliputi penentuan: kebijaksanaan penerimaan

peserta didik, system penerimaan peserta didik, criteria penerimaan peserta

didik, prosedur penerimaan peserta didik.

c. Orientasi peserta didik baru, meliputi pengaturan-pengaturan: hari-hari

pertama peserta didik di sekolah, pecan orientasi peserta didik,

pendekatan yang dipergunakan dalam orientasi peserta didik, pendekatan

yang dipergunakan dalam orientasi peserta didik.

d. Mengatur pengelompokkan peserta didik baik yang berdasarkan fungsi

persamaan maupun yang berdasarkan fungsi perbedaan.

e. Mengatur pengelompokkan peserta didik baik yang berdasarkan fungsi

persamaan maupun yang berdasarkan fungsi perbedaan.

f. Mengatur evaluasi peserta didik, abik dalam rangka memperbaiki proses

belajar mengajar, bimbingan dan penyuluhan maupun untuk kepentingan

promosi peserta didik.

g. Mengatur kenaikan tingkat peserta didik

h. Mengatur peserta didik yang mutasi dan drop out.

i. Mengatur kode etik, pengadilan dan peningkatan disiplin peserta didik.

(38)

2.1.3 Manajemen Sumber daya Manusia (Tenaga Pendidik dan Kependidikan)

Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) menurut Ambarita (2013: 28)

Terdapat empat prinsip dasar manajemen sumber daya manusia yakni 1) Manusia

sebagai komponen yang paling berharga. 2) Sumber daya manusia akan berfungsi

secara optimal jika dikelola dengan baik, 3) Kultur dan suasana organisasi

sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah,

4) Kerjasama tim yang kompak merupakan kunci keberhasilan.

Sumber daya Manusia menurut Nawawi (2003) ada tiga a) Sumber daya manusia

adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu organisasi, b) Sumber Daya

Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak Organisasi dalam

mewujudkan eksistensinya, c) Sumber Daya Manusia berfungsi sebagai modal

(non material/ non finansial) didalam organisasi bisnis yang dapat diwujudkan

menjadi potensi nyata (riil) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan

eksistensi organisasi.

Menurut Mathis dan Jakson (2012) manajemen sumberdaya manusia adalah

perangcangan sistem manajemen atau sistem pengelolaan untuk menjamin bahwa

talenta manusia termanfaatkan dengan baik untuk mencapai tujuan–tujuan

organisasi.

Sedangkan menurut Alan Price (2011): manajemen sumber daya manusia

(39)

fleksibel dan berkomitmen,mengelola unjuk kerja dan memberi reword terhadap

mereka dan juga mengembangkan kopetensi-kompetensi penting pada mereka.

Dari beberapa pendapat para ahli dapat di tarik kesimpulan bahwa manajemen

sumber daya manusia adalah manajemen secara menyeluruh yang efektif terhadap

orang-orang yang bekerja dalam organisasi dalam kerangka memberikan

konstribusi untuk mencapai tujuan-tujuan yang di inginkan. Semua proses

terhadap sumberdaya manusia (misalnya perekrutan,penilaian kinerja dan

renumerasi merupakan komponen-komponen yang terintegrasi dari keseluruhan

strategi manajemen sumberdaya manusia.

Manajemen sumber daya manusia secara garis besar memiliki fungsi dan aktivitas

pokok yang diterapkan oleh kebanyakan organisasi menurut Schelur dalam

Burhanuddin dkk (2003:69): sebagai berikut:

a. Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia: Pengadaan Pegawai

(Rekrutman, seleksi), seleksi, pengadaan pegawai (program-program

manajemen karier, perencanaan karier.

b. Pengadaan sumber daya manusia atau staf: pelaksanaan rekruitmen atau

penarikan seleksi terhadap calon tenaga sesuai dengan jenis pekerjaan dan

karakteristik tenaga yang diperlukan dan penempatan/penugasan staf.

c. Penilaian dan kompensasi: media komunikasi antara atasan dan bawahan

sekaligus menumbuhkan kepercayaan antara penilai dan yang dinilai.

d. Pelatihan dan pengembangan.

(40)

2.1.3.1 Perekrutan dan Penerimaan Guru

Tahap perekrutan yang dilanjutkan dengan tahap penerimaan merupakan tahap

paling kritis dalam proses manajemen SDM. Perekrutan dan penyeleksian adalah

yang paling kritikal dan signifikan dalam memfungsikan sumberdaya manusia.

Pihak manajemen harus menentukan batasan-batasan kualifikasi yang dapat

diterima dalam suatu kriteria.

Kriteria perekrutan hendaknya ditetapkan sesuai dengan kebutuhan. Perekrutan

harus bersifat mengikat yang berarti bahwa memperkerjakan seseorang yang

memiliki pengetahuan, keahlian, kemampuan dan karakteristik yang belum ada

sebelumnya.

Tujuan, seleksi, dan penempatan adalah mencocokkan antar karakteristik Individu

(pengetahuan,pengalaman dll) dengan persyaratan jabatan yang harus dimiliki

individu tersebut dalam memegang suatu jabatan. Kegagalan dalam mencocokan

kedua hal tersebut dapat menyebabkan kinerja karyawan, pegawai atau tidak

optimal dan kepuasan kerja sangat rendah, sehingga tidak jarang hal ini membuat

individu dan organisasi menjadi frustasi.

Guru adalah kunci dalam mencapai kwalitas dan keberhasilan pendidikan

sehingga perlu adanya perekrutan yang benar-benar jeli dari proses pendaftaran,

wawancara, tes tertulis dan tes kemampuan dalam mengajar, juga perlu

diperhatikan antusiasme pelamar, komitmen, sensitivitas terhadap siswa. Menurut

(41)

akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain menurut

Alwisol (2008:48) karakter adalah gambaran tentang tingkah laku yang

menonjolkan nilai benar atau salah, baik buruk, baik secara eksplisit maupun

implisit. Karakter terwujud berupa tingkah laku yang ditunjukan ke lingkungan

sosial,karakter bersifat permanen sertapenuntun,mengarahkan,mengorganisasikan

aktivitas individu.

2.1.3.2 Pembinaan dan Pemberdayaan Guru

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2004:376) Pembinaan bermakna Usaha,

tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk hasil yang

lebuh baik. Jadi pembinaan bisa diartikan sebagai upaya untuk membangun atau

mengembangkan sedangkan pemberdayaan bermakna proses cara atau perbuatan

utnuk memberdayakan. Memberdayakan berarti memperlakukan sesuatu menjadi

berdaya/mempunyai kekuatan. Jadi pembinaan adalah suatu kegiatan yang

dilakukan dengan cara terbaik yang bertujuan untuk memperoleh hasil (barang

atau jasa) yang lebih baik dari yang sudah ada dari sebelumnya. Sedangkan

pemberdayaan bermakna memberikan kemampuan.

Menurut Raymond A Noe (2010:89) dari Universitas di Ohio State dan beberapa

Universitas terkemuka di Amerika Serikat. Pelatihan adalah upaya yang terencana

yang dilakukan oleh perusahaan /organisasi untuk memfasilitasi belajar karyawan

dalam hal hubungan kompetensi-kompetensi dengan pekerjaan. Tujuan pelatihan

bagi karyawan adalah untuk menguasai, pengetahuan, ketrampilan dan penegasan

perilaku dalam program pelatihan dan untuk menerapkannya dalam aktivitas

(42)

2.1.4 Manajemen Sarana dan Prasarana

Keberadaan sarana dan prasarana merupakan unsur penting dalam sebuah

pendidikan, baik dari bangunan fisik, ruang kelas, taman, perpustakaan,

laboratorium,sarana olahraga dan kesenian, arena bermain, kantin, UKS,

perlengkapan kelas sampai peralatan edukasi yang dimiliki sesuai dengan Standar

Pelayanan Minimum (SPM) yang di tetapkan oleh pemerintah.

Seiring dengan kemajuan zaman bidang informasi dan teknologi, jika sekolah

mempunyai fasilitas akses jaringan internet dan website sendiri. Dimana

stakeholder bisa berinteraksi dan komunikasi di dunia maya dan membantu para

orang tua siswa untuk mementau perkembangan putra putrinya secara cepat dan

tidak harus secara fisik datang kesekolah.

Menurut Mulyasa (2007:49) menyatakan bahwa: Sarana pendidikan adalah

peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang

proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang

kelas, meja kursi, serta alat-alat media pelajaran. Sedangkan prasarana pendidikan

adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan

atau pengajaran seperti halaman, kebun, taman sekolah.

Sedangkan menurut Arikunto dan Yuliana (dalam Mulyasa, 2007: 56)

menyatakan bahwa: manajemen sarana disebut manajemen materiil, yaitu

segenaproses penataan yang bersangkut-paut dengan pengadaan dan sarana

(43)

Jika semua pendukung pendidikan tersedia di sekolah bukan tidak mungkin jika

pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan menyenangkan dan menjadi rumah

kedua bagi anak-anak. Dan sekolah yang baik adalah yang menyediakan semua

sarana sesuai rasio perbandingan antara siswa dan kebutuhan fasilitasnya.

Menurut Burhanuddin dkk (2003:87) manajemen sarana dan prasarana

pendididkan di sekolah mencakup kegiatan-kegiatan:

a. Pengadaan saran dan prasarana sekolah (perencanaan pengadaan sarana

prasarana sekolah, cara pengadaan sarana prasarana, Administrasi sarana

dan prasarana pendidikan)

b. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan (pengecekan, pemeliharaan

yang beresifat pencegahan, pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan,

perbaikan berat, pemeliharaan sehari-hari seperti menyapu, mengepel

lantai, membersihkan pintu, pemeliharaan berkala misalnya pengontrol

genting, pengapuran tembok)

c. Penghapusan sarana dan prasarana sekolah

2.1.5 Manajemen Keuangan di SD Muhammadiyah

Manajemen keuangan sekolah menurut Ambarita (2013:29) yaitu yang berkenaan

dengan kiat sekolah dalam menggali dana, kiat sekolah dalam mengelola dan

pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah, cara

mengadministrasikan dana sekolah, dan cara melakukan pengawasan,

(44)

Inti dari pada manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektifitas.

Oleh karena itu disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai

untuk kebutuhan pembanggunan maupun kegiatan rutin operasional ,juga perlu

diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan

baik yang bersumber dari pemerintah, masyarakat dan sumber-sumber yang

lainnya. Suatu sekolah jika pengelolaan keuangannya baik tranparans dan

akuntabilitas penggunaan keuangannya jelas maka sekolah tersebut dapat

dikatakan sekolah sehat,maju dalam segala hal.

Menurut Burhanuddin dkk (2003:97) manajemen keuangan berarti suatu proses

melakukan kegiatan mengatur keuangan dengan menggerakkan tenaga orang lain.

Kegiatan tersebut dimulai dari

a. Perencanaan anggaran : kepala sekolah diharapkan menyusumn Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) untuk itu kepala sekolah hendaknya mengetahui sumber-sumber dana yang merupakan sumber daya sekolah. Sumber dana tersebut meliputi anggaran rutin, dana penunjang pendidikan (DPP), Subsidi bantuan penyelenggara pemerintah (SBPP), bantuan operasional dan perawatan (BOP), badan Pembantu penyelenggara pendidikan (BP3), donator, badan usaha serta sumbangan lain-lain. Untuk sekolah-sekolah swasta sumber dana berasal dari SPP, subsidi pemerintah, donator, yayasan, dan masyarakat secara luas.

b. Pelaksanaan anggaran belanja sekolah. UU Perbendaharaan Negara pasal 34, 28, 30 yaitu pengeluaran yang melampaui kredit anggaran atau tidak tersedia anggarannya, tidak boleh terjadi . kredit-kredit yang tersedia ditambah baik langsung maupun tidak langsung karena adanya keuntungan bagi negara.

c. Pengawasan pelaksanaan anggaran sekolah: didasarkan pada buku kas umum yang dipergunakan oleh bendaharawan untuk mencatat transaksi kas yang menjadi tanggungjawab kepala sekolah.

(45)

2.1.6 Partisipasi Masyarakat

Partisipasi masyarakat berupa keikutsertaan masyarakat atau peran serta

masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurut Suparlan (2013: 88)

pemerintah telah membebrikan rambu-rambu standar pengelolaan sebagai beriku:

a) Sekolah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah dalam mengelola pendidikan.

b) Warga sekolah dilibatkan dalam pengelolaan akademik

c) Masyarakat pendukung sekolah dilibatkan dalam pengelolaan non akademik.

d) Keterlibatan peran serta warga sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan, dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan.

e) Setiap sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan, berkaitan dengan input, proses, ouput, dan pemanfaatan lulusan.

f) Kemitraan sekolah dilakukan dengan lembaga pemeerintah atau non pemerintah.

g) Kemitraan SD/MI/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/MTS/SMPLB atau yang setara, serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya.

h) System kemitraan sekolah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis.

Adapun keterlibatan masyarakat dalam pendidikan menurut Hoy & Miskel 1987

dalam Burhanuddin dkk (2003:124) pada gambar berikut:

Orang tua

(46)

Menurut Burhanuddin dkk (2003:128) ada beberapa cara yang dapat digunakan

untuk melakukan komunikasi yang efektif dengan masyarakat, antara lain:

a. Memperdayakan orang-orang kunci

b. Warga sekolah bersifat terbuka terhadap saran dan kritik masyarakat

c. Komunikasi dengan masyarakat perlu terus menerus dilakukan agar harapan

dan kebutuhan masyarakat dan sekolah dapat sejalan.

d. Pada saat yang tepat, pihak sekolah melibatkan masyarakat sekitar untuk

berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Misalnya kegiatan olahraga, kesenian,

dan sebagainya.

2.2 Peran Komite

Penelitian ini peneliti ingin mengetahui seberapa jauh peran Peran Komite

Sekolah di SD muhammadiyah Metro apakah sudah sesuai dengan AD/ART

Komite Sekolah yang diharapkan oleh pemerintah yakni meningkatkan

penyelenggaraan pendidikan di Sekolah. AD/ART Pasal 8 Komite Sekolah

berperan sebagai:

a. Pemberi pertimbangan (Advisory Agency) dalarn penentuan dan pelaksanaan kebijakan di suatu pendidikan.

b. Pendukung (Supporting Agency) baik yang berwujud finansial,pemikiran, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di suatu pendidikan. c.Pengontrol (Controlling Agency) dalam rangka transparansi dan

(47)

d. Peran komite sekolah sebagai mediator yaitu penghubung anatara sekolah, masyarakat dan pemerintah dalam merencanakan kebijakan pendidikan Departemen Pendidikan Nasional dalam Partisipasi Masyarakat (2001:17),

menguraikan tujuh peran Komite Sekolah terhadap penyelenggaraan sekolah,

yakni :

a) Membantu meningkatkan kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah baik sarana, prasarana maupun teknis pendidikan. b) Melakukan pembinaan sikap dan prilaku siswa. Membantu usaha

pemantapan sekolah dalam mewujudkan pembinaan dan pengembangan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pendidikan demokrasi sejak dini (kehidupan berbangsa dan bernegara, pendidikan pendahuluan bela negara, kewarga negaraan, berorganisasi, dan kepemimpinan), keterampilan dan kewirausahaan, kesegaran jasmani dan berolah raga, daya kreasi dan cipta, serta apresiasi seni dan budaya.

c) Mencari sumber pendanaan untuk membantu siswa yang tidak mampu.

d) Melakukan penilaian sekolah untuk pengembangan pelaksanaan

kurikulum, baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler dan pelaksanaan manajemen sekolah, kepala/wakil kepala sekolah, guru, siswa dan karyawan.

e) Memberikan penghargaan atas keberhasilan manajemen sekolah

f) Melakukan pembahasan tentang usulan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS)

g) Meminta sekolah agar mengadakan pertemuan untuk kepentingan tertentu.

Penjabaran kegiatan operasional dari tujuh peran di atas Komite Sekolah selaku

pemberi pertimbangan melaksanakan berbagai kegiatan seperti :

a) Mengadakan pendataan kondisi sosial ekonomi keluarga peserta didik dan

sumber daya pendidikan yang ada dalam masyarakat.

b) Memberikan masukan dan pertimbangan kepada sekolah dalam penyusunan

Visi, Misi tujuan, kebijakan dan kegiatan sekolah.

c) Menganalisis hasil pendataan sebagai bahan pemberian masukan,

(48)

d) Menyampaikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi secara tertulis

kepada sekolah dengan tembusan Kepala Dinas Pendidikan dan Dewan

Pendidikan.

e) Memberikan pertimbangan kepada sekolah dalam rangka pengembangan

kurikulum muatan lokal, dan meningkatkan proses pembelajaran dan

pengajaran yang menyenangkan..

f) Memverifikasi RAPBS yang diajukan oleh kepala sekolah, memberikan

pengesahan terhadap RAPBS setelah proses verifikasi dalam rapat pleno

komite sekolah.

Dalam peran pemberian dukungan Komite Sekolah melaksanakan beberapa

kegiatan seperti :

a) Memberikan dukungan kepada sekolah untuk secara preventif dalam

memberantas penyebarluasan narkoba di sekolah, serta pemeriksaan

kesehatan siswa.

b) Memberikan dukungan kepada sekolah dalam pelaksanaan kegiatan

ekstrakurikuler.

c) Mencari bantuan dana dari dunia industri untuk biaya pembebasan uang

sekolah bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

d) Melaksanakan konsep subsidi silang dalam penarikan iuran dari orang

tua siswa.

Sedangkan dalam peran sebagai pengontrol Komite Sekolah melakukan beberapa

(49)

a. Meminta penjabaran kepada sekolah tentang hasil belajar siswa.

b. Menyebarkan kuisioner untuk memberoleh masukan, saran, dan ide

kreatif dari masyarakat.

c. Menyampaikan laporan kepada sekolah secara tertulis tentang hasil

pengamatan Komite Sekolah terhadap sekolah.

Peran sebagai penghubung/mediator Komite Sekolah melaksanakan berbagai

kegiatan seperti;

a. Membantu sekolah dalam menciptakan hubungan dan kerja sama

antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat.

b. Mengadakan rapat atau pertemuan secara rutin atau insidental dengan

kepala sekolah dan dewan guru.

c. Mengadakan kunjungan atau silaturahmi ke sekolah, atau dengan

dewan guru di sekolah.

d. Bekerja sama dengan sekolah dalam kegiatan penelusuran alumni.

e. Membina hubungan dan kerja sama yang harmonis dengan seluruh

stake holder pendidikan dengan dunia usaha/dunia industri.

f. Mengadakan penjajakan kerja sama atau MOU dengan lembaga lain

untuk memajukan sekolah.

g. Mengadakan kegiatan inovatif untuk meningkatkan kesadaran dan

kemitraan masyarakat, misalnya panggung hiburan untuk sekolah dan

masyarakat.

h. Mengadakan rapat atau pertemuan secara berkala dan insidental

(50)

Komite Sekolah sesuai dengan peran dan fungsinya, melakukan akuntabilitas

sebagai berikut :

a) Komite Sekolah menyampaikan hasil kajian pelaksanaan program sekolah

kepada stake holders secara periodik, baik yang berupa keberhasilan maupun

kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran program sekolah.

b) Menyampaikan laporan pertanggung jawaban bantuan masyarakat baik berupa

materi (dana, barang tak bergerak maupun bergerak), maupun non materi

(tenaga, pikiran) kepada masyarakat dan pemerintah setempat.

Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat

dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan

pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur

pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan di luar sekolah (Kepemendiknas

Nomor: 044/U/2002).

Partisipasi dalam hubungan sekolah dengan komite sekolah dalam meningkatkan

mutu pendidikan merupakan turut sertanya individu atau kelompok masyarakat

dalam pengembangan sekolah. Selanjutnya partisipasi komite sekolah adalah

suatu perwujudan perilaku masyarakat yang positif dalam suatu rangkaian

kerjasama atau keterlibatan dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan

masyarakat. Yang dimaksud dengan keterlibatan di sini bahwa masyarakat ikut

serta secara lansung, baik secara fisik maupun melalui konsentrasi uang, barang,

sumbangan pikiran sekaligus ikut serta mengelola dan bertanggung jawab

(51)

Partisipasi masyarakat sebagai kekuatan kontrol dalam pelaksanaan berbagai

program pemerintah menjadi sangat penting. Dibidang pendidikan partisipasi ini

lebih strategis lagi. Sebab, partisipasi tersebut bisa menjadi semacam kekuatan

kontrol bagi pelaksanaan dan kualitas mutu pendidikan di sekolah-sekolah.

Apalagi saat ini Depdiknas mulai menerapkan konsep manajemen berbasis

sekolah. Karena itulah gagasan tentang perlunya komite sekolah yang berperan

sebagai lembaga yang menjadi mitra sekolah yang menyalurkan partisipasi

masyarakat menjadi kebutuhan yang sangat nyata dan tidak terhindarkan.

Dengan adanya komite sekolah, kepala sekolah dan para penyelenggara serta

pelaksana pendidikan di sekolah secara substansial akan bertanggung jawab

kepada komite sekolah tersebut.Komite sekolah bertujuan membantu kelencaran

penyelenggaraan pendidikan di sekolah dalam upaya memelihara, menumbuhkan,

meningkatkan, dan mengembangkan pendidikan nasional. Untuk mencapai

tujuan- tujuan tersebut tentu saja komie sekolah mesti melakukan berbagai upaya

dalam mendayagunakan kemampuan yang ada pada orang tua dan ,masyarakat,

serta lingkungan sekitarnya, termasuk LSM–LSM yang memiliki perhatian

khusus dibidang pendidikan. Komite sekolah juga dapat memberikan masukan

penilaian untuk pengembangan pelaksanaan pendidikan dan pelaksanaan

manajemen sekolah. Komite sekolah bisa juga memberikan masukan bagi

pembahasan atas usulan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah

(RAPBS), Partisipasi komite sekolah di antaranya :a) Membantu meningkatkan

kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di sekolah baik sarana,

(52)

a) Melakukan pembinaan sikap dan perilaku siswa. Membantu usaha pemantapan

sekolah dalam mewujudkan pembinaan dan pengembangan ketakwaan

terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pendidikan demokrasi sejak dini (kehidupan

berbangsa dan bernegara, pendidikan pendahuluan bela negara,

kewarganegaraan, berorganisasi, dan kepemimpinan), keterampilan dan

kewirausahaan, kesegaran jasmani dan berolah raga, daya kreasi dan cipta,

serta apresiasi seni dan budaya,

b) Mencari sumber pendanaan untuk membantu siswa yang tidak mampu,

c) Melakukan penilaian sekolah untuk pengembangan pelaksanaan kurikulum,

baik intra maupun ekstrakurikuler dan pelaksanaan manajemen sekolah,

kepala/wakil kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan,

d) Memberikan penghargaan atas keberhasilan manajemen sekolah,

f) Melakukan pembahasan tentang usulan Rancangan Anggaran Pendapatan dan

Belanja Sekolah (RAPBS) dan,

g) Meminta sekolah agar mengadakan pertemuan untuk kepentingan tertentu .

Sedangkan menurut Tjokroamidjo (dalam Rahmat,2009:81-82) ada empat

aspek penting partisipasi komite sekolah (masyarakat) dalam meningkatkan

mutu pendidikan yaitu:

1) Terlibatnya masyarakat(komite sekolah), serta ikut serta dalam menentukan

arah, stratagi, dan kebijakan sekolah,

(53)

3) Partisipasi masyarakat dalam kegiatan- kegiatan yang konsisten dengan arah,

strategi, dan rencana yang telah ditentukan,dan,

4) Adanya perumusan dan pelaksanaan program- program partisipasi dalam

sekolah berencana, yang secara lansung memberikan dan menyangkut

kesejahteraan masyarakat.

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam partisipasi terdapat unsur-

unsur yang penting, antara lain:

a) Keterlibatan mental,emosi dan dengan sendirinya fisik,

b) Kehendak sendiri atau prakarsa untuk mengambil bagian di dalam usaha

pencapaian tujuan,

c) Swadaya dan,

d) Rasa tanggung jawab. Oleh karena itu partisipasi komite sekolah dapat

dikatakan sebagai suatu proses penyaluran aspirasi masyarakat baik yang

bersifat dukungan material maupun non material dari seluruh anggota dan

kepengurusannya, baik secara individual maupun kolektif, secara langsung

maupun tidak langsung dalam perencanaan, pengambilan keputusan dan

pembuatan kebijakan, pelaksanaan, serta pengawasan/pengevaluasian

pendidikan demi kemajuan mutu sekolah.

2.3 Kerangka Pikir

Penelitian ini fokus pada manajemen Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro,

(54)

input adalah SDM meliputi kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan pelaku

manajemen sesuai dengan kompetensi kepala sekolah dalam mengembangkan

kompetensinya sebagai tokoh utama dalam penelitian, karena kepala sekolah

merupakan objek utama dalam penelitian ini. SDM selanjutnya yaitu guru, dan

siswa serta sarana yang mendukung.

Ouput yang di lihat mengenai Manajemen Sekolah, Manajemen Kurikulum dan

pelaksanaan Pembelajaran, manajemen peserta didik, manajemen Tendik

(sumberdaya manusia), manajemen sarana prasarana, manajemen keuangan,

manajemen partisipasi masyarakat. Fokus terakhir tentang peran Komite sekolah

dalam peningkatan dan kontrol mutu atau kwalitas pembelajaran, kemudian

respon orang tua/masyarakat sebab para orang tua memilih SD Muhammadiyah

sebagai tempat pendidikan bagi anaknya. Apabila manajemen dilaksakan secara

optimal sehingga menghasilkan output yang baik berupa mutu pendidikan di SD

Muhammadiyah Metro. Berikut gambar kerangka berpikir penelitian mengenai

manajemen di SD Muhammadiyam Metro adalah sebagai berikut

(55)

Dasar sekema kerangka pikir ini peneliti menganalisa data penelitian sehingga

akan memperoleh informasi yang diharapkan mengenai Implementasi Manajemen

sekolah Dasar Muhammadiyah Metro sehingga yang berdampak terhadap mutu

sekolah Dasar hingga menjadi sekolah favorit yang diminati oleh masyarakat

(56)

BAB III

METODE PENELITIAN

Pada bab ini membahas metode penelitian yang meliputi 1) Pendekatan

Penelitian, 2)Tempat dan Waktu Penelitian, 3) Pendekatan dan rancangan

Penelitian, 4) Kehadiran Penelitian, 5) Sumber Data Penelitian, 6) Teknik

Pengumpulan, 7) Analisis Data, 8) Pengecekan Keabsahan Data dan, 9)

Tahap-Tahap Penelitian,

3.1 Pendekatan dan Rancangan Penelitian

Pendekatan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan metode Fenomenologi

untuk mengetahui 1) Pengalaman fenomenologikal, 2) suatu studi tentang

kesadaran dari persepektif pokok dari seseorang (Moleong 2013:78).

Sedangkan rancangan penelitian yang dilaksanakan adalah rancangan studi kasus

merupakan strategi yang cocok bila pertanyataan suatu penelitian dipilih dengan

tujuan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan how dan why (Yin, 1977:78),

sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai implementasi manajemen SD

Muhammadiyah Metro.

3.2 Latar Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Metro Pusat. Terletak di Jalan

Gambar

Gambar 2.1 Hoy & Miskel diadaptasi dari 1987dalam Keterlibatan Masyarakat pada Pendidikan
Gambar 2.2  Kerangka Pikir Penelitian
Tabel 3.1 Matrik Informan penelitian
Tabel 3.2  Pengkodean Teknik Pengumpulan Data dan Sumber Data
+5

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV Zulkifli SD Muhammadiyah Metro Pusat Kota Metro pada pembelajaran tematik melalui penerapan

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa impelementasi manajemen berbasis sekolah di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta pada kategori baik yang ditunjukkan dengan; (1)

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa impelementasi manajemen berbasis sekolah di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta pada kategori baik yang ditunjukkan dengan; (1)

2005-2020 yaitu Bapak Sutimin, dimana sejak berdirinya Muhammadiyah cabang Metro Pusat telah didirikannya beberapa lembaga pendidikan baik yang sifatnya formal

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Manajemen berbasis sekolah di SD Muhammadiyah Karangkajen memiliki karakteristik yang khusus di antaranya yaitu kepemimpinan

Beberapa alasan untuk memilih judul ini adalah, dikarenakan pada tingkat sekolah dasar yang mestinya ditekankan pada tujuan pendidikannya adalah pada ranah afeksi,

Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam peningkatan pendidikan di SMA Negeri 1 Muhammadiyah Palembang. Metode

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sentralisasi manajemen pembiayaan dan dampaknya di sekolah binaan PDM Kota Magelang. Penelitian menggunakan