• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai Produksi Lahan dan Indeks Persaingan Tumpangsari Bawang Merah Dengan Cabai Merah pada Tingkat Pemupukan yang Berbeda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Nilai Produksi Lahan dan Indeks Persaingan Tumpangsari Bawang Merah Dengan Cabai Merah pada Tingkat Pemupukan yang Berbeda"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

RINGKASAN

ROSMARIA GIRSANG.

Nilai Produksi Lahan dan Indeks Persaingan Tumpangsari

Bawang Merah (

Allium ascalonicum

L. )

dengan Cabai Merah (

Capsicum annuum

L. )

pada Tingkat Pemupukan yang Berbeda.

Penelitian

dilaksanakan

di

lahan

kering

kebun

Pereobaan

Akademi

Penyuluhan Pertanian (APP) dengan ketinggian

±

32 meter di atas permukaan laut,

sejak bulan Nopember 1999 hingga April 2000. Tujuan penelitian adalah untuk

mengetahui periode pertumbuhan bawang merah yang dapat dimanfaatkan oleh

tanaman tumpangsari eabai merah, sehingga tidak menghambat pertumbuhan dan

menurunkan hasil bawang merah dan untuk mengetahui apakah dengan pemupukan

N, P dan K yang lebih banyak pada sistem tumpangsari dapat meningkatkan hasil

bawang merah dan tanaman tumpangsari.

Metoda penelitian menggunakan Raneangan Aeak Kelompok Faktorial.

Faktor yang diteliti yaitu sistem tumpangsari (T) dan pemupukan (P). Tumpangsari

terdiri atas 3 jenis perlakuan yaitu tumpangsari dengan eabai merah yang ditanam

bersamaan dengan penanaman bawang merah (T

1),

tumpangsari dengan eabai merah

yang ditanam 21 hari setelah penanaman bawang merah (T2), tumpangsari dengan

eabai merah yang ditanam 42

hari

setelah penanaman bawang merah (T3).

Pemupukan terdiri dari 3 maeam yaitu pemupukan 150 kg Urea ha"

+

60

SP-36

ha"

+

100 kg KCI ha-

t

(PI), pemupukan 225 kg Urea ha"

+

90 kg SP-36 ha'

+

150

kg ha" KCI (P2), pemupukan 300 kg Urea ha"

+

120 kg SP-36 ha-

1

+

200 kg KCI

ha-

1

(P3), dan terdapat 2 perlakuan kontrol yaitu bawang merah tunggal (C\), eabai

merah tunggal (C2).

Petak perlakuan berukuran 5.4 m x 1.4 m, terdiri atas 9 kombinasi perlakuan

dan' 2 kontrol dan masing-masing diulang 3 kali. Penanaman bawang merah

menggunakan jarak tanam 20 em x 20 em dan jarak tanam eabai merah adalah 80 em

dalam barisan.

Untuk mengetahui Nilai Produktivitas Lahan didasarkan atas Nisbah Setara

Lahan, dilakukan pengukuran dan perhitungan atas nilai relatif bobot hasil panen

tanaman tunggal dan tumpangsari. Untuk mengetahui Indeks Persaingan dilakukan

pengukuran dan perhitungan bobot kering tanaman bawang merah tumpangsari dan

bobot kering tanaman tunggal.

Untuk

ョ、。

ォ。。

data pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah

dilakukan pengukuran terhadap peubah-peubah antara lain ; tinggi tanaman, , bobot

kering akar, daun dan umbi, bobot kering total tanaman, LTP, LTR, bobot basah

tanaman waktu panen, bobot umbi, jumlah umbi, bobot rata-rata perumbi. Untuk

mendapatkan data pertumbuhan

dan hasil eabai merah dilakukan pengukuran tinggi

tanaman, lebar tajuk tanaman (lebar kanopi) dan bobot panen basah eabai merah.

Hasil penelitian memperlihatkan bawang merah tumpangsari dengan eabai

merah 42 hari setelah penanaman bawang merah menghasilkan bobot panen basah

(4)

umbi tanaman bawang merah tertinggi yaitu 74.29 g tan", tumpanlfsari dengan cabai

merah 21 hari sete1ah penanaman cabai merah adalah 62.83 g tan- dan tumpangsari

dengan cabai merah saat tanam bawang merah adalah 62.11 g tan-

l

(terendah).

Sedangkan bobot panen cabai merah paling tinggi adalah pada sistem tumpangsari

cabai merah yang ditanam bersamaan dengan penanaman bawang merah.

Pertumbuhan dan

hasil

bawang merah tumpangsari dengan cabai merah saat

tanam,

21 hari seteJah tanam dan 42 hari seteJah tanam bawang merah tidak

teI}'engaruh dengan pemupukan 300 kg Urea ha-

l,

120 kg SP-36 ha-

l

dan 200 kg KCl

ha' ,

tetapi hasiJ panen tanaman tumpangsari cabai merah yang dipupuk dengan dosis

300 kg Urea

ha" ,

120 kg SP-36 ha-] dan 200 kg KCl ha-

1

menunjukkan

adanya

peningkatan

hasil

Nisbah kesetaraan lahan yang tertinggi (1.90) dicapai oleh bawang merah

tumpangsari dengan cabai merah yang ditanam 42 hari setelah penanaman bawang

merah dan dipupuk dengan 300 kg Urea ha-

l,

120 kg SP·36

ha'

dan 200 kg KCl ha-

l .

ii

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)
(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)
(111)
(112)
(113)

Referensi

Dokumen terkait

Dapat dijadikan acuan dalam melakukan pemupukan pada tanaman cabai, bawang merah dan kacang panjang

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konsentrasi dan lama perendaman air rendaman kulit bawang merah (Allium ascolonicum L) terhadap pertumbuhan tanaman

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tinggi bedengan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, mengetahui pengaruh pupuk organik dan

karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Periode Kritis Tanaman Bawang Merah Varietas Bima ( Allium ascalonicum L.) Terhadap Persaingan

Oleh sebab itu, dalam upaya peningkatkan produksi tanaman bawang merah, maka dapat dilakukan penelitian tentang pertumbuhan dan produksi tiga varietas bawang merah

Tujuan penelitian adalah mendapatkan umur benih, kerapatan tanaman, dan dosis pupuk N paling tepat untuk pertumbuhan dan hasil umbi bawang merah asal benih TSS yang optimal

Bawang merah Bima brebes menunjukkan kemampuan adaptasi pada lahan yang masih baru hal ini juga didukung kondisi iklim yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.. Kata kunci:

Tujuan dari penelitian adalah mengetahui jarak tanam yang tepat untuk pertumbuhan tanaman bawang merah dan pengaruh pemberian pupuk silika dalam produksi umbi mini