Nama : Renita Novianti
Tempat Tanggal Lahir : Bandung,21 November 1990 Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Alamat Asal : Komplek Sukaasih Atas II No 258/ 16 Ujungberung- Bandung 40195
E-mail : [email protected] Telephone : 085794710254
Kewarganegaraan : Indonesia
Hobi : Gambar dan travelling
PENDIDIKAN
1996 - 2002 : SD Priangan Bandung 2002 - 2005 : SMP Negeri 7 Bandung 2005 - 2008 : SMA Negeri 10 Bandung
2009– sekarang : Mahasiswa tingkat akhir Universitas Komputer Indonesia
Hormat Saya,
The Influence Of Store Display And Social Class
To Decision Purchasing On Consumers Gallery M&N Design
Bandung
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program StudiManajemenFakultasEkonomi UniversitasKomputerIndonesia
Oleh :
RENITA NOVIANTI
21209719
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
vi
Assalamu’allaikumWr.Wb
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa mencurahkan nikmat dan kasih sayangnya kepada kita sebagai hamba-Nya. Atas segala rahmat, karunia yang telah diberikan-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan Skripsi ini.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh jenjang S1 pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia, dengan judul“PengaruhDisplay Toko dan Kelas Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Gallery M&N Design Bandung ”.
Penulis menyadari dari perkembangan ilmu yang dinamis terus berkembang sehingga menghasilkan ilmu baru yang lebih baik dari saa tini.Masih banyak kekurangan-kekurangan dalam penelitian ini.Untuk itu, koreksi dan saran yang membangun sangat dibutuhkan penulis dalam pencapaian kesempurnaan dalam penelitian ini.
vii Universitas Komputer Indonesia
3. Rizki Zulfikar, SE., M.Si selaku Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia dan selaku Dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dari kesibukan beliau dengan sabar untuk memberikan bimbingan dan pengarahan, ilmu pengetahuan serta semangat kepada penulis selama penulisan usulan penelitian ini. 4. Ibu Dr. Raeni Dwisanty SE.M,Si dan Ibu Dr. Rahma Wahdiniawaty
SE.M,si selaku penguji sidang, terimakasih atas bantuan saran dan kritiknya serta pengarahannya yang membangun.
5. Buat Para dosen- dosenku tercinta di Unikom yang sudah memberikan seluruh transferan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat serta seluruh staff unikom yang sudah memperhatikanku selama ini :Bu Umi Bunda, Bu Windi, Bu Nuni, Bu Rahma, Bu Isniar, Bu Lita, Bu Linna, Pak Rizki, Pak Oman, Pak Adang, Pak Iman, Pak Rosgandika, Mas Gun, Teh Hana, Teh Maya Minaw, Teh Seni, Teh Rani. I LOVE U ALL.
viii
ix
9. Sahabatku di kelas Mn-4 ( Gojas Gojlag Family ) : Acep ,Agni ,Kiki ,Ocie ,Nitha ,Ulan , Jo, Sule, Ucup, Hara, Cikal, Adit, Tyo, Feisa, Try, Miss, Hadi, Koben, yang telah memberikan bantuan dandukungan pada penulis.
10. Buat sahabat- sahabatku di BPHMN ( Badan Penasihat Himpunan Mahasiswa Manajemen ) : Gita, Echa, Inaf, Dai, Risma, Ratna, Dwi, Teh Cut, Onet, Iqbal, Randi, Ari, Adit. Thanks all
11. Buat wanita yang bernama Gita Astri Lestary, terimakasih banyak git selama ini kamu telah menemaniku didalam suka dan duka, thanks for everything, you are my best friend forever. Buat Irwan Dekoopa juga, terimakasih wan buat support dan semangatnya, kamu juga sahabat gw paling baik sedunia, kalah sama si udin sedunia deh. 12. Buat Anak- anak BONENG FAMILY : Astri, Ipin, Inna, Aal,
Tibhe,Imam, Rocky, terimakasih buat semangat skripsi yang tiada henti diucapkan untukku. LOVE YOU ALL.
x
Uyunk, Teh Tia, Om Dindin, Tante Iim,Ocha, Intan, Ka Adli, Ka Ressa terimakasih banyak ya untuk support dan doanya. Love you all.
15. Serta semua pihak yang telah membantu dan memberi dukungan yang tidak dapat penulis sebutkan. Semoga kebaikannya dapat dibalas oleh Allah SWT.
Akhirnya penulis panjatkan doa semoga Allah SWT memberikan Taufik dan Hidayah-Nya kepada kita semua serta semoga skripsi ini dapat bermanfaatbagipembacadansemuapihak yang memerlukan. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Bandung, Desember 2013
xi
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN ... ii
MOTTO ... iii
ABSTRAK ... iv
ABSTRACT ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xvi
DAFTAR GAMBAR ... xix
DAFTAR LAMPIRAN ... xx
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi Dan Rumusan Masalah ... 10
1.2.1 Identifikasi Masalah ... 10
1.2.2 Rumusan Masalah ... 11
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 12
1.3.1 Maksud Penelitian ... 12
1.3.2 Tujuan Penelitian ... 12
1.4 Kegunaan Penelitian ... 13
1.4.1 Kegunaan Praktis ... 13
xii
2.1 Kajian Pustaka ... 16
2.1.1 Pengertian Display Toko ... 16
2.1.1.1 Tujuan Pelaksanaan (penataan) Display secara umum .. 17
2.1.1.2 Fungsi display ... 18
2.1.1.3 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan display ... 19
2.1.1.4 Macam-macam Penataan (display) ... 19
2.1.2 Kelas Sosial ... 25
2.1.2.1 Pengertian Kelas Sosial ... 25
2.1.2.2 Indikator Kelas Sosial ... 26
2.1.3 Keputusan Pembelian ... 29
2.1.3.1 Pengertian Keputusan Pembelian ... 29
2.1.3.2 Tahapan Pengambilan Keputusan Pembelian Faktor yang mempengaruhi Keputusan Pembelian ... 31
2.1.3.3 Proses Keputusan pembelian ... 35
2.1.3.4 Tahap-tahap keputusan pembelian ... 37
2.1.4 Penelitian Terdahulu ... 40
2.2 Kerangka Pemikiran ... 43
xiii
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian ... 48
3.2 Metode Penelitian ... 48
3.2.1 Desain Penelitian ... 49
3.2.2 Operasional Variabel ... 53
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data ... 56
3.2.3.1 Sumber Data ... 56
3.2.3.2 Teknik Penentuan Data ... 57
3.2.3.2.1 Populasi ... 57
3.2.3.2.2 Sampel ... 57
3.2.4 Metode Pengumpulan Data ... 58
3.2.4.1 Uji Validitas ... 60
3.2.4.2 Uji Reliabilitas ... 63
3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 68
3.2.5.1 Rancangan Analisis ... 68
3.2.5.2 Analisis Verifikatif (Kuantitatif) ... 70
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan ... 77
4.1.1 Sejarah Perusahaan... 77
xiv
4.2.2 Distribusi Responden Berdasarkan Usia ... 83
4.2.3 Distribusi Responden Berdasarkan Status ... 84
4.2.4 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan ... 85
4.2.5 Distribusi Responden Berdasarkan Seberapa Sering Berkunjung ... 86
4.3 Pembahasan Penelitian ... 87
4.3.1 Analisis Deskriptif Tanggapan Responden ... 87
4.3.1.1 Tanggapan Responden Mengenai Display Toko Pada Gallery M&N Di Bandung ... 88
4.3.1.1.1 Windows Display ... 89
4.3.1.1.2 Penyusunan barang di etalase depan Gallery M&N Design ... 90
4.3.1.1.3 Pemasangan hiasan gambar- gambar di depan Gallery M&N Design ... 91
4.3.1.2 Tanggapan Responden Mengenai Kelas Sosial pada Gallery M&N Design Di Bandung ... 99
4.3.1.2.1 Pekerjaan ... 100
4.3.1.2.2 Kekayaan ... 101
4.3.1.2.3 Interaksi ... 102
xv
4.3.1.3.1 Pengenalan Masalah ... 107
4.3.1.3.2 Pencarian informasi ... 108
4.3.1.3.3 Evaluasi Alternatif ... 110
4.3.1.3.4 Keputusan Membeli ... 112
4.3.1.3.5 Perilaku Pasca Membeli ... 113
4.4 Analisis Verifikatif ... 116
4.4.1 Persamaan Regresi Linier Berganda ... 116
4.4.2 Analisis Korelasi Parsial ... 122
4.4.2.1 Analisis Korelasi Antara Display Toko (X1) terhadap Keputusan Pembelian (Y) ... 122
4.4.2.2 Analisis Korelasi Parsial Antara Kelas Sosial (X2) Terhadap Keputusan Pembelian (Y) ... 123
4.4.3 Pengujian Hipotesis ... 124
4.4.3.1 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t) ... 124
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 129
5.2 Saran ... 130
DAFTAR PUSTAKA ... 132
LAMPIRAN
132
Merek, Persepsi, Harga Terhadap Intensi Pembelian dan Pembelian Tak Terencana. Jurnal Ekonomika Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana,
dan 1 (1), 1 – 22
Buchari Alma . 2009. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung : Alfabeta
Damodar N. Gujarati. 2003. “Basic Econometries” Fourth Edition McGraw – Hall, New Jersey.
Kottler, Philip. 2000. Marketing Manajemen. The Millenium Edition, Prectice. Masri Singarimbun. 2011. Metode Penelitian Survai. Jakarta : LP3ES
Mirella Mihic. 2006. Buying Behaviour and Comsumption. Journal International Faculty Of Economic. Vol 12, pp 20 – 31
Perpusatakaan Program Eksistensi UNPAD. 2003. Bandung
Rangkuti, Freddy. 1997. Riset Pemasaran. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Saladin H, Djaslim ; SE dan Marty, Yevis Oesman; SE, ; 1997. Intisari
Manajemen Pemasaran. PT. Media IPOTEK. Bandung
Schiffman, L., & Kanuk, L/ 2004. Perilaku Konsumen. New Jersey : Prectice Hall Elex Media Komputindo. Jakarta
Singgih Santoso. 2002. Mengolah Data Statistik Secara Profesional.
SP, Abdi. 2013. Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi. Edisi ke 1, Alfabeta. Bandung
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Sunyoto, Danang ; SE. 2013. Perilaku Konsumen, Panduan Riset Sederhana Untuk Mengenali Konsumen. Caps Penerbit : Yogyakarta
Swastha, Basu. 1998. Manajemen Penjualan. Edisi ke 3, BPFE. Jogjakarta
Umar Husein. 2002. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
16 2.1 Kajian Pustaka
Kajian pustaka berisi studi pustaka terhadap buku, artikel, jurnal ilmiah, penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Uraian kajian pustaka diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Adapun kajian pustaka pada penelitian ini meliputi konsep mengenai display toko, perilaku konsumen dan keputusan pembelian konsumen terhadap Gallery M&N Design di Kota Bandung.
2.1.1 Pengertian Display Toko
Pelaksanaan display sangat penting bagi sebuah toko karena merupakan teknik penjualan, pelaksanaan display (penataan) yang baik yaitu dapat menarik perhatian pengunjung dan membantu mereka agar mudah mengamati, memeriksa memilih barang-barang itu dan akhirnya melakukan pembelian pelaksanaan
display (penataan) efektif akan meningkatkan penjualan dan dapat merangsang keputusan pembelian konsumen secara seketika display dapat merubah suasana toko lebih menarik .
Menurut Philip Kotler dan Garry Armstrong (1991:470) Display adalah salah satu alat sales promotion yang harus ditempuh dan dikelola dengan baik guna semenarik perhatian konsumen.
Davidson (1995:210) mengatakakan bahwa display (penataan) merupakan penataan barang dagangan, dimana display berhubungan dengan tata letak tokonya dan operasi toko, lokasi toko dari barang-barang dan pengadaan barang dagangan.
Dari beberapa pengertian diatas mengenai display maka dapat ditarik kesimpulan bahwa display merupakan suatu alat untuk mengkomunikasikan produk suatu perusahaan kepada konsumen agar konsumen dapat mengamati, meneliti dan melakukan pilihan, dimana hal ini dilakukan konsumen karena terdorong oleh daya tarik dari penglihatan ataupun rasa-rasa tertentu karena adanya peragaan atau penyusunan produk yang menarik Memajangkan barang di dalam toko dan di etalase, mempunyai pengaruh besar terhadap penjualan. Biasanya kita lihat salah satu cara untuk menjual barang ialah dengan membiarkan calon pembeli melihat, meraba, mencicipi, mengendari dan sebagainya.
2.1.1.1. Tujuan Pelaksanaan (penataan) Display secara umum
Meski aktivitas display kedengarannya mudah, namun pelaksanaannya tetapi membutuhkan teknik-teknik tersendiri yang terkadang “njelimet” masih
self-service menjual barang-barangnya tergantung pada pelaksanaan display. Adapun tujuan pelaksanaan display yaitu :
1. Untuk menarik perhatian (attention interest) para pembeli. Hal ini dilakukan menggunakan warna-warna, lampu-lampu dan sebagainya. 2. Untuk dapat menimbulkan keinginan memiliki barang-barang yang di
pamerkan di toko (attention, interest).
3. Kemudian para konsumen masuk ke dalam toko dan melakukan pembelian
(desire + action).
Dalam usahanya untuk menarik perhatian konsumen display mempunyai peranan yang penting antara lain:
1. Display berperan untuk menjual barang. 2. Display membantu menciptakan suasana toko.
3. Display berperan mempercepat adanya transaksi penjualan.
4. Display berperan melindungi barang-barang dari kerusakan fisik barang.
2.1.1.2Fungsi display
Menurut Garry R. Smith (1990:4) display mempunyai 2 fungsi dasar yaitu: 1. Increasing sales productivity (meningkatkan produktivitas penjualan) 2. Display dapat membangkitkan perhatian dan mendorong penjualan barang
dagangan yang menjadi prioritas atau yang diutamakan.
3. Creating the desire store (menciptakan citra toko yang diiinginkan)
2.1.1.3 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan display
Display yang dilakukan diharapkan dapat memperlancar penjualan maka menurut Garry R. Smith (1970:79), hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan display adalah sebagai berikut:
1. Barang-barang yang laku ditempatkan pada tempat yang strategis.
2. Penyusunan barang harus menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga menimbulkan daya tarik dan kesan yang memuaskan.
3. Pramuniaga dapat dengan cepat dan mudah mengambil atau menunjukan barang yang dibutuhkan pembeli.
4. Penyusunan barang hendaknya membangkitkan pelanggan untuk melayani dirinya sendiri (self service).
2.1.1.4 Macam-macam Penataan (display)
Menurut BuchariAlma (2007:189) penataan (display) terbagi 3 macam
display :
1. Penataan bagian depan (Window Display)
1. Untuk menarik perhatian orang-orang yang lewat.
2. Menyatakan kualitas yang baik, atau harga yang murah, sebagai ciri khas dari toko tersebut.
3. Memancing perhatian terhadap barang-barang istemewa yang dijual toko.
4. Untuk menimbulkan impulse buying (dorongan seketika untuk membeli).
5. Agar menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan suasana toko.
2. Interior Display
Yaitu memajangkan barang-barang, gambar-gambar, kartu-kartu harga, poster-poster di dalam toko misalnya di lantai, dimeja, di rak-rak dan sebagainya
Interior display ini ada beberapa macam, yaitu :
1. Merchandise Display
Barang-barang dagangan di pajangkan di dalam toko dan ada 3 bentuk memajangnya
a. Open display
Barang-barang di pajangkan pada suatu tempat terbuka sehingga dapat di hampiri dan di pegang, dilihat dan diteliti oleh calon pembeli tanpa bantuan dari petugas-petugas penjualannya, misalnya shelf display,
b. Closed display
barang di pajangkan dalam suasana tempat tertutup. Barang-barang tersebut tidak dapat dihampiri dan dipegang atau diteliti oleh calon pembeli kecuali atas bantuan petugas. Jelas ini bertujuan melindungi barang dari kerusakan pencurian sebagainya.
c. Architecture display
Memperlihakan barang-barang dalam penggunaannya misalnya di ruang tamu, mebeul di kamar tidur, dapur dengan perlengkapannya, dan sebagainya. Cara ini dapat memperbesar daya tarik karena barang-barang dipertunjukan secara realistis.
2. Store Sign and decoration
Tanda-tanda, simbol-simbol, lambing-lambang, poster-poster, gambar-gambar, bendera-bendera, semboyan-semboyan dan sebagainya di simpan di atas meja atau di gantung di dalam toko.
Store desaign tersebut digunakan untuk membimbing calon pembeli ke arah barang dagangan dan memberi keterangan kepada mereka tentang kegunaan barang-barang tersebut. “ decoration” pada
umumnya digunakan dalam rangka peristiwa khusus seperti penjualan pada saat-saat hari raya, natal da tahun baru dan sebagainya.
3. Dealer Display
dan petunjuk, maka display ini juga memberi peringatan kepada para petugas penjualan agar mereka tidak memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan petunjuk yang ada dalam gambar tersebut.
3. Exterior Display
Ini dilaksanakan dengan memajangkan barang-barang di luar kota misalnya pada waktu mengadakan obral, pasar malam. Display ini mempunyai beberapa fungsi antara lain :
1. Memperkenalkan suatu produk secara cepat dan ekonomis.
2. Membantu para produsen menyalurkan barang-barangnya dengan cepat dan ekonomis.
3. Membantu mengkoordinasikan advertising dan merchandising.
4. Membangun hubungan yang baik dengan masyarakat misalnya pada hari raya, ulang tahun dan sebagainya.
Menurut William J Schultz, Pelaksanaan display yang baik merupakan salah satu cara untuk memperoleh keberhasilan self service dalam menjual barang–barang.Adapun macam- macam penataan display dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut :
2. Desire dan ActionCustomer
Desire dan action customer , yaitu untuk menimbulkan keinginan memiliki barang-barang yang dipamerkan ditoko tersebut, setelah memasuki toko, kemudian melakukan pembelian.
Selanjutnya, display dibagi kedalam beberapa bagian yaitu: 1. Windows Display
Memajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-simbol, dan sebagainya dibagian depan toko yang disebut etalase.
2. Interior Display
Memajangkan barang-barang, gambar-gambar, kartu-kartu harga, dan poster-poster di dalam toko. Interior display dibagi dalam beberapa bagian yaitu sebagai berikut:
a. Open display
Open display, yaitu barang-barang dipajangkan pada suatu tempat terbuka sehingga dapat dihampiri dan dipegang, dilihat dan diteliti oleh calon pembeli tanpa bantuan petugas pelayanan, misalnya self display, island display (barang-barang diletakkan diatas lantai dan ditata dengan baik sehingga menyerupai pulau-pulau).
b. Closed display
c. Architechtural Display
Architectural display, yaitu memperlihatkan barang-barang dalam penggunaannya, misalnya di ruang tamu, di kamar tidur, di dapur dengan perlengkapannya. Cara ini dapat memperbesar daya tarik karena barang-barang dipertunjukkan secara realistis.
3. Exterior Display
Memajangkan barang-barang di luar toko, misalnya pada waktu mengadakan obral dan pasar malam. Display ini mempunyai beberapa fungsi, antara lain:
a. Memperkenalkan suatu produk secara cepat dan ekonomis.
b. Membantu para produsen yang menyalurkan barang-barangnya dengan cepat dan ekononomis.
c. Membantu mengkoordinasikan Advertising dan Merchandising. d. Menyebabkan adanya kontinuitas skema dan tema warna dari
pembungkus.
e. Membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, misalnya pada hari raya, ulang tahun.
Selain ketiga macam display yang telah diuraikan di atas, perlu juga diperhatikan beberapa hal dalam display, yaitu sebagai berikut:
a. Store Design dan Decoration
di atas meja atau digantung di dalam toko. Store design tersebut digunakan untuk membimbing calon pembeli kearah barang dagangan dan member keterangan kepada mereka tentang penggunaan barang-barang tersebut. “decoration” pada umumnya digunakan dalam rangka
peristiwa khusus, seperti penjualan pada saat-saat hari raya, natal, dan tahun baru.
b. Dealer Display
Dealer display, yaitu penataan yang dilaksanakan dengan cara wholesaler yang terdiri atas simbol-simbol dan petunjuk-petunjuk tentang penggunaan produk. Dengan memperlihatkan kegunaan produk dalam gambar dan petunjuk, maka display ini juga memberi peringatan kepada para petugas penjualan agar mereka tidak memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan petunjuk yang ada dalam gambar tersebut.
Setelah membandingkan antara pendapat Buchari Almadan William J Schultz, pada penelitian ini penulis menggunakan referensi dari Buchari Alma yang digunakan sebagai indikator dikarenakan lebih banyak sumber, lebih lengkap, terperinci serta mudah dipahami.
2.1.2 Kelas Sosial
2.1.2.1 Pengertian Kelas Sosial
kelompok dalam peran dan status. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang di berikan oleh masyarakat.
Engel, et all (1994), dalam Husein Umar (2005:50) kelas sosial dapat di definisikan sebagai stratifikasi yang terjadi untuk mengembangkan dan melestarikan identitas sosial kolektif di dalam dunia yang dicirikan oleh ketidaksamaan ekonomi yang mudah menyebar. Identitas sosial dicapai dengan menetapkan batas-batas pada interaksi di antara manusia dari status yang tidak sama.
Kelas Sosial merupakan kelompok kecil, keluarga, serta peranan status sosial konsumen. (Engel, Kollat & Blackwell, dalam Surya Sumantri, 2008 ).
Dari pengertian di atas, maka kelas sosial merupakan stratifikasi sosial yang ada di dalam masyarakat yang terdiri dari peran dan status yang meliputi pekerjaan, pendidikan,sosialisasi, interaksi dan gaya hidup.
2.1.2.2 Indikator Kelas Sosial
Indikator kelas sosial yang dipakai disini adalah yang diambil menurut sosiolog Joseph Kahl dalam buku Consumer Behaviour oleh Engel,BlackWell & Miniard ( 1995 ) meliputi pekerjaan, prestasi pribadi, interaksi,pemilikan,orientasi nilai,dan kesadaran kelas.
1. Pekerjaan
mengenai kelas sosial. Pekerjaan yang dilakukan oleh konsumen sangat mempengaruhi gaya hidup mereka dan merupakan satu-satunya basis terpenting untuk menyampaikan prestise,kehormatan,dan respek. Kapitalis atau wirausaha adalah salah satu dari pekerjaan dengan efek yang lebih langgeng atau kelas sosial keluarga karena kemungkinan pengembangan simpanan modal yang akan meneruskan pendapatan untuk generasi mendatang.
2. Kekayaan
Untuk memahami peran uang dalam kelas strata sosial/ kelas sosial, kita harus menyadari bahwa pada dasarnya kelas sosial merupakan suatu cara hidup. Artinya bahwa pada kelas – kelas sosial tertentu, memiliki cara hidup atau pola hidup tertentu pula, dan untuk menopang cara hidup tersebut diperlukan biaya. dalam hal ini uang memiliki peran untuk menopang cara hidup kelas sosial tertentu. 3. Interaksi
pekerjaan karena kesulitan dalam mengukur interaksi sosial. Keintiman sosial adalah ekspresi kesamaan sosial walaupun interaksi bersangkutan mungkin sulit diukur. Interaksi sosial biasanya terbatas pada kelas sosial langsung seseorang,walaupun peluang ada untuk kontak yang lebih luas. Kebanyakan perkawinan terjadi di dalam kelas sosial yang sama atau berbatasan.
4. Pemilikan
Pemilikan adalah simbol keanggotaan kelas, tidak hanya jumlah pemilikan, tetapi sifat pilihan yang dibuat. Keputusan pemilikan terpenting yang mencerminkan kelas sosial suatu keluarga adalah pilihan di mana untuk tinggal. Ini mencakupi baik jenis rumah dan lingkungan tetangga. Satu lagi pemilikan yang sangat penting adalah universitas tempat orang menuntut ilmu. Individu kelas atas memilih sekolah terbaik, yang pada gilirannya mengukuhkan kesadaran dan kohesi kelas. Pemilikan lain yang berfungsi sebagai indikator status sosial mencakupi keanggotaan dan klub, gaya perabot yang disukai, busana, peralatan, dan jenis liburan yang dipilih. Orang yang tidak mempunyai pemilikan atau pengetahuan mengenai pemilikan tetapi yang mencita- citakan kelas sosial yang lebih tinggi dapat belajar dengan rajin guna mengetahui lebih banyak tentang pemilikan dari kelas ini.
kelas atas. Untuk orang yang berusaha agar dihubungkan dengan kelas- kelas itu, pembelian mereka seperti ini mungkin sebagian didasarkan kepada hasrat-hasrat akan afiliasi atau identifikasi seperti ini.
5. Pendidikan
Kelas Sosial dan pendidikan saling mempengaruhi sekurang- kurangnya dalam dua hal. Pertama, pendidikan yang tinggi memerlukan uang dan motivasi. Kedua, jenis dan tinggi rendahnya pendidikan mempengaruhi jenjang kelas sosial. Pendidikan tidak hanya sekedar memberikan keterampilan kerja, tetapi juga melahirkan perubahan mental, selera,minat, tujuan, etiket cara berbicara perubahan dalam keseluruhan cara hidup seseorang.
2.1.3 Keputusan Pembelian
2.1.3.1 Pengertian Keputusan Pembelian
Keputusan membeli merupakan salah satu komponen utama dari perilaku konsumen. Keputusan pembelian konsumen merupakan tahap demi tahap yang digunakan konsumen ketika membeli barang dan jasa.
Menurut Kotler (2002) dalam Soewito (2003:222) mendefinisikan keputusan pembelian adalah:” keputusan yang diambil konsumen untuk
Perilaku waktu memakai, dan Perasaan setelah membeli.Sedangkan menurut Engle (1994) dalam Yudhiarina (2009:2294) menekankan bahwa :”Perilaku konsumen adalah sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahuli dan menentukan tindakan-tindakan tersebut”.
Laidon (1993) dalam Tudhiarina (2009:2294) menekankan bahwa: :“Perilaku konsumen adalah suatu proses pengambilan keputusan yang menyaratkan aktivitas individu untuk mengevaluasi, memperoleh,menggunakan, dan mengatur barang dan jasa.
2.1.3.2Tahapan Pengambilan Keputusan Pembelian Faktor yang
mempengaruhi Keputusan Pembelian
Menurut Kotler (2005:202), keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1. Faktor Budaya
Perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Faktor-faktor budaya mempunyai pengaruh yang paling luas dan paling dalam.
Budaya, sub budaya dan kelas social sangat penting bagi perilaku pembelian.
1. Budaya, merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling dasar.
2. Sub budaya, mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah geografis.
3. Kelas sosial, merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hirearkis dan yang para anggotanya menganut nilai, minat, dan perilaku yang serupa. 2. Faktor sosial
a. Kelompok sosial
Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang tersebut.
b. Keluarga
Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh.
c. Peran dan status
Seseorang berpartisipasi ke dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya-keluarga, klub, organisasi. Kedudukan orang itu di masing-masing kelompok dapat ditentukan berdasarkan peran dan statusnya. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Masing-masing peran menghasilkan status.
3. FaktorPribadi
Keputusan pembeli juga di pengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepibadian dan konsep-diri pembeli.
a. Usia dan tahap siklus hidup
terhadap pakaian, perabot, dan rekreasi juga berhubungan dengan usia.
b. Pekerjaan dan lingkungan ekonomi
Pekerjaan seseorang juga dapat mempengaruhi pola konsumsinya. c. Gaya hidup
Orang-orang yang berasal dari budaya, sub budaya, kelas social dan pekerjaan yang sama dapat memiliki gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan
lingkungannya.
d. Kepribadiandankonsepdiri
Yang dimaksudkepribadianadalahciri bawaan psikologis manusia yang terbedakan yang menghasilkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap rangsangan lingkungannya.Kepribadian biasanya digambarkan melalui ciri bawaan seperti kepercayaan diri, dominasi, otonomi, kehormatan, kemampuan bersosialisasi, pertahanan diri, dan kemampuan beradaptasi.
4. FaktorPsikologi
a. Motivasi
Beberapakebutuhanbersifatbiogenis, kebutuhan tersebut muncul dari tekanan biologis seperti lapar, haus, tidak nyaman. Selain itu kebutuhan psikogenis, yang muncul dari tekanan psikologissepertikebutuhanakanpengakuan, penghargaanatau rasa keanggotaankelompok.
b. Persepsi
Seseorang yang termotivasisiap bertindak. Persepsi adalah proses yang digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti. Persepsi tidak hanya bergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan.
c. Pembelajaran
Ketika orang bertindakmereka belajar.Pembelajaran meliputi perubahan perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman.Pembelajaran dihasilkan memalui perpaduan kerja antara pendorong, rangsangan, isyarat bertindak, tanggapan dan penguat.
Setelahbertindakdanbelajar, seseorang mendapatkan keyakinan dan sikap yang mempengaruhi perilaku pembelian.Keyakinan adalah gambaran pemikiran yang dianut seseorang tentang gambaran sesuatu.
2.1.3.3Proses Keputusan pembelian
Faktor yang mempengaruhi para pembeli dan mengembangkan pemahaman mengenai cara konsumen melakukan keputusan pembelian. Secara khusus, dan harus mengidentifikasikan orang yang membuat keputusan pembelian, jenis keputusan pembelian, dan langkah-langkah dalam proses pembelian.
1. Peranpembelian
Kita dapatmembedakan lima peran yang di mainkan orang dalam keputusan pembelian :
2. Pembeli : Orang yang mlakukanpembelian yang sesungguhnya.
3. Pemakai : Seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tertentu.Pencetus : Orang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk atau jasa
4. Pemberi pengaruh : Orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan.
5. Pengambil keputusan : Orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen keputusan pembelian apakah membeli, tidak membeli, bagaimana cara membeli, dandimana akan membeli.
Pengambilankeputusankonsumenberbeda-beda, bergantung pada jenis keputusan pembelian.Pembelian yang rumit dan mahal mungkin melibatkan lebih banyak pertimbangan pembeli dan lebih banyak peserta, Henry Assael membedakan empat jenis perilaku pembelian konsumen aberdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan antar merek.
7. Perilakupembelianrumit
Perilakupembelian yang rumit terdiri dari proses tiga langkah, yang pertama pembeli mengembangkan keyakinan tentang produk tertentu. Kedua, ia membangun sikap tentang produk tersebut. Ketiga, ia membuat pilihan pembelian yang cermat. Konsumen terlibat dalam perilaku pembelian yang rumit bila mereka sangat terlibat dalam pembelian dan sadar akan adanya perbedaan besar antar merek. Perilaku pembelian yang rumit itu lazim terjadi bila produknya mahal, jarang dibeli, beresiko, dan sangat mengekspresikan diri.
8. Perilakupembelianpenguranganketidaknyamanan
Konsumensangatterlibatdalam pembelian namun melihat sedikit perbedaan antara merek, keterlibatan yang tinggi didasari oleh fakta bahwa pembelian tersebut mahal, jarang dilakukan dan beresiko.
9. Perilakupembeliankarenakebiasaan
Beberapasituasipembelianditandai oleh keterlibatan konsumen yang rendah tetapi perbedaan yang signifikan dalam situasi ini.
2.1.3.4Tahap-tahap keputusan pembelian
Dalam mempelajari keputusan pembelian konsumen konsumen, seorang pemasar harus melihat hal-hal yang berpengruh terhadap keputusan pembelian dan membuat suatu ketetapan konsumen membuat keputusan pembeliannya.
Tahapan keputusan pembelian konsumen diantaranya : 1. Pengenalanmasalah
Proses pembeliandiawalidenganadanya masalah atau kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Konsumen mempersepsikan perbedaan antara keadaan yang diinginkan situasi saat ini guna membangkitkan dan mengaktifkan proses keputusan.
2. Pencarianinformasi
Setelahkonsumenmerasakanadanya kebutuhan sesuatu barang atau jasa, selanjutnya konsumen konsumen mencari informasi baik yang disimpulkan dalam ingatan (internal) maupun informasi yang didapat dari lingkungan (eksternal). Sumber-sumber informasi konsumen terdiri dari :
a. Sumber prbadi : keluaraga, teman, tetangga dan kenalan.
b. Sumber niaga/komersial : iklan, tenaga penjual, kemasan, dan pemajangan.
d. Sumber pengalaman :penanganan, pemeriksaan, penggunaan produk.
3. Evaluasia lternative
Setelah informasi diperoleh, konsumen mengevaluasi berbagai alternatif pilihan dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk menilai alternatif pilihan konsumenterdapatlimakonsepdasar yang dapatdigunakan, yaitu:
a. Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan perhatian konsumen terhadap produk dan jasa tersebut.
b. Pemasar hendaknya lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri produk dari pada penonjolan ciri-ciri produk.
c. Kepercayaan konsumen terhapat ciri merek yang menonjol.
d. Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharakan kepuasan yang diperoleh dengan tingkat alternative yang berbeda-beda setiap hari.
e. Bagaimana prosedur penlaian yang dilakukan konsumen dari sekian banyak ciri-ciri barang.
4. KeputusanPembelian
a. Sikap orang lain :tetangga, keluarga, teman, orang kepercayaandan lain-lain.
b. Situasitakterduga :harga, pendapatankeluarga, manfaat yang didapatkan.
c. Faktor yang dapatdiduga : faktor situsional yang dapat diantisipasi oleh konsumen.
5. Perilaku pasca pembelian
Sumber : Philip Kotler (2005:224)
Gambar 2.1
Tahap-Tahap Proses KeputusanPembelian
2.1.4 PenelitianTerdahulu
Untuk menjaga keaslian penelitian ini, maka dapat dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan variabel penelitian ini, yaitu sebagai berikut :
Pengenalan Masalah
Pencarian Informasi
Keputusan Pembelian
Tabel 2.1
TabelPenelitianterdahulu yang berkaitandenganvariabelpeneliti
No Judul Penelitian/ Judul Referensi Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
2.2 KerangkaPemikiran
Menurut William J. Schultz yang dikutip dalam buku Buchari Alma (2009:189 ) mengemukakan display toko sebagai berikut :
Usaha untuk mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung ( direct visual appeal )
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa display toko merupakan kegiatan merancang, mendisain, lingkungan pembelian yang nyaman sesuai dengan karakteristik toko tersebut yang bertujuan menarik minat konsumen sehingga mereka datang dan berbelanja ke toko.
Jadi, Kelassosialdapat dimaksudkan sebagai hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Perusahaan harus bisa memerhatikan perilaku mereka dalam hal-hal pemakaian produk yang cocok untuk gaya hidup mereka, sehingga pelanggan tertarikdanterangsangdenganproduk yang diproduksiolehperusahaantersebut.
MenurutKotler (2002) dalam Soewito (2003:222) mendefinisikan keputusan pembelian adalah:” keputusan yang diambil konsumen untuk
melakukan pembelian suatu produk melalui tahapan – tahapan yang di lalui konsumen sebelum melakukan pembelian yang meliputi :Kebutuhan yang dirasakan, Kegiatansebelummembeli
Jadi, keputusanpembeliandapat dimaksudkan sebagai dorongan emosi sehingga dapat menentukan untuk melakukan pembelian. Dengan demikian, dapat terlihat displaytoko dan perilaku konsumen memiliki dampak yang sangat erat dengan keputusan pembelian.
2.2.1 KeterkaitanAntarVariabel
2.2.1.1 Hubungan DisplayTokoterhadapKeputusanPembelianKonsumen Menurut Buchari Alma (2007:189) display yaitu : Non-Personal stimulation of demand for product, service or selling organization to perspective
buyer buyers by direct appeal to vision or the other sences. Display adalah keinginan membeli sesuatu, yang tidak didorong oleh seseorang, tapi didorong oleh daya tarik, atau oleh penglihatan ataupun oleh perasaan lainnya.
1. Untuk menarik perhatian (attention interest) para pembeli. Hal ini dilakukan menggunakan warna-warna, lampu-lampu dan sebagainya. 2. Untuk dapat menimbulkan keinginan memiliki barang-barang yang di
pamerkan di toko (attention, interest).
3. Kemudian para konsumen masuk ke dalam toko dan melakukan pembelian
(desire + action).
Konsumendengankelasmenengahkeatascenderungmemerlukanpencarianinf ormasi yang lebihbanyaksebelumpembelian di lakukan, sebaliknya konsumen dari kelompok menengah kebawah lebih suka mendasarkan keputusan pembeliannya berdasarkan display di took atau percaya pada petugas penjualan Menurut Prasad (2000) yang dikutipolehSutisna (2001:237).
Dari penjelasan-penjelasan diatas, display mempengaruhi keputusan pembelian konsumen maka display harus diatur dengan baik supaya dapat membantu konsumen untuk mendapatkan barang-barang dengan cepat, penyusunan barang-barang yang memudahkan orang melihat, mencari dan menjangkau, hal ini sangat menentukan terjadinya pembelian. Apabila konsumen tertarik dan puas terhadap barang tersebut maka dapat memberikan manfaat diantaranya hubungan antara perusahaan dan konsumen menjadi harmonis, hal ini akan menjadi dasar yang baik untuk melakukan pembelian ulang. Konsumen, serta membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut yang dapat menguntungkan perusahaan sehingga dapat terlihat bahwa hubungan display
display, maka salah satu faktor yang dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen tidak akan terpenuhi.
2.2.2.2 Hubungan Kelas Sosial terhadap Keputusan Pembelian
Mengenai pengaruh perilaku konsumen kelas sosial terhadap keputusan pembelian konsumen dikatakan antara lain oleh Lipsey, dkk (2005) menyatakan bahwa kelas sosial baik ditinjau dari pekerjaan, pendapatan, kekayaan,dan variabel kelas sosial lainnya. Garis pendapatan- konsumsi menunjukkan bahwa perbedaan pendapatan dalam kelas sosial berpengaruh terhadap perilaku keputusan pembelian konsumen.
Prasad (2000)
Lipsey,dkk (2005)
Gambar 2.3
Gambar 2.2 Paradigma Penelitian
Display Toko
1. Windows Display
2. Interior Display 3. Eksterior Display
(Buchari alma (2007:189)
Kelas Sosial
1. Pekerjaan
2. Kekayaan
3. Interaksi 4. Pemilikan
5. Pendidikan
(Engel,BlackWell & Miniard,1995 )
Keputusan Pembelian
1. Pengenalan masalah
2. Pencarian Informasi
3. Evaluasi alternatif
4. Keputusan membeli
5. Perilaku pasca membeli
Kotler (2005) dalam Ilmaya
2.3 Hipotesis
Menurut Sugiyono, (2007:84) dikatakan bahwa :
“Hipotesis adalah alternative dugaan jawaban yang dibuat oleh peneliti
bagi problematika yang diajukan dalam penelitian.”
Dugaan jawaban tersebut merupakan kebenaran yang sifatnya sementara yang akan diuji kebenarannya dengan data yang dikumpulkan melalui penelitian.
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan ,maka hipotesis yang akan diuji kebenarannya melalui penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Display Toko berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada Gallery M&N Design di Kota Bandung.
129 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan penulis pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan display toko pada Gallery M&N Design Bandung tergolong cukup baik. Dimana skor tertinggi terdapat pada indikator penataan display dan terendah pada indikator pemasangan papan nama .Karena Gallery M&N Design lebih mengutamakan dan menonjolkan segi penataan antara display perusahaan dengan display pesaing, sehingga konsumen dapat dengan mudah mengenal display Gallery M&N Design. 2. Kelas Sosial pada Gallery M&N Design Bandung tergolong
baik,Dimana skor tertinggi terdapat pada indikator pemilikandan terendah pada indikator interaksi.Hal ini dikarenakan Gallery M&N Design lebih mengutamakan pelayanan konsumen yang intens sehingga para konsumen kelas atas merasa memiliki Gallery M&N Design.
dapat memutuskan untuk melakukan pembelian setelah melakukan pengenalan masalah.
4. Secara Parsial, display toko terhadap keputusan pembelian menunjukan hubungan yang sedang dan searah (positif). Berdasarkan pengujian hipotesis, display toko secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada Gallery M&N Design di Bandung.
Secara Parsial, kelas sosial terhadap keputusan pembelian menunjukan hubungan yang sedang dan searah (positif). Berdasarkan pengujian hipotesis, kelas sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada Gallery M&N Design di Bandung.
5.2 Saran
1. Apabila dilihat dari hasil analisisnya mengenai display toko. Gallery M&N Design berada pada kategori cukup baik. dengan hasil tersebut makan Gallery M&N Design harus tetap mempertahankan display toko untuk strategi bersaingnya.
RENITA NOVIANTI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN, FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
ABSTRACT
Renita Novianti, 21209719, “ The Influence Of Store Display And Social Class To The Consumer
buying Decision On Gallery M&N Design in Bandung.” Under guidance Bapak Rizki Zulfikar,
SE.,M.Si
The research was conducted on consumers M&N Design Gallery in Bandung. Phenomenon that occurs is the development effort haped lamp gallery, a lot of strategies to attract consumers make purchases, applying the store dislpay strategy and social class, so that consumers make purchases, applying the store display strategy and social class, so that consumers flocked to buy
the product. M&N Design gallery’s attention was lacking. The purpose of this study is to
determine how much influence store display and social class towards purchase consumer purchasing decisions at M&N Design Gallery in Bandung.
The method used in this study is a qualititative and quantitative methods. The unit of analysis in this study is that consumers who make purchases in Bandung M&N Design Gallery tottaly is 1300 with a sample of 100 respondents. The test statistic used is the calculation of Pearson correlation, regression analysis,correlation,coefficient of determmination, hypotesis testing, and also use the help of an application program SPSS 17.0 for windows.
board and level interaction consumen less tidiness. This is because store display and social class together provide a considerable influence on consumer purchasing decisions in M&N Design lamp. Among the indipendent variables, store display gives greater influence on consumer purchasing decisions in M&N Design equally social class. Social class partially only provide a less substantial influence on purchasing decisions, while the partial store display considerable influence on purchasing decisions.
Keywords ; Store Display, Social Class, Buying Decision
I. PENDAHULUAN
Perkembangan dunia furniture di Indonesia saat ini telah mempengaruhi perilaku masyarakat khususnya kalangan kaum urban di perkotaan tampaknya selalu ingin tampil
up to date dan mengikuti perkembangan style lampu yang sedang trend saat ini, dengan membeli aksesoris- aksesoris furniture lampu yang terkenal. Maka, merek- merek seperti IKEA, Ace Hardware, Muji, Daiso, Grafunkt, dan lain- lainnya menjadi pilihan utama bagi para kaum urban saat ini. Namun, mahalnya harga yang ditawarkan merek- merek tersebut membuat sebagian kaum urban mencari alternatif lain, yaitu dengan membeli produk- produk yang menyerupai bentuk- bentuk aslinya namun dengan harga yang terjangkau.
Bandung yang mengakibatkan persaingan di antara toko- toko tersebut tidak terelakan lagi,
maka untuk menarik minat pembeli, sebagian besar dari toko- toko tersebut merancang strategi- strategi lain. Cara- cara yang telah dilakukan diantaranya merancang strategi promosi, diskon besar- besaran, menawarkan produk yang berkualitas, memberikan pelayanan yang baik, dan lain- lain. Cara- cara tersebut dilakukan untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Dalam persaingan memasarkan produk dengan tujuan, menciptakan pelanggan,perusahaan perlu membangun strategi penataan produk yang baik. Strategi yang harus dilakukan dalam upaya mencapai target pemasaran dimulai dari dalam perusahaan,khususnya penataan toko yang diciptakan oleh perusahaan. Strategi yang perlu dilakukan tersebut adalah strategi display toko. Menurut William J. Schultz yang dikutip dalam buku Buchari Alma (2009:189 ) mendefinisikan display yaitu usaha mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung (direct visual appeal ). Maka dengan display toko,konsumen bisa melihat- lihat produk lampu hias yang dipajang dalam toko.
tidak sedikit yang mulai mempersoalkan masalah display toko yang mampu menarik minat dan perhatian konsumen pada toko. Perilaku konsumen saat ini selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu, mengingat perkembangan kebutuhan konsumen yang beragam. Menurut Sosiolog Joseph Kahl dalam buku Consumer Behavior oleh Engel, Blackwell & Miniard (1995 : 58) menerangkan kelas sosial adalah stratifikasi sosial menurut ekonomi, dalam hal ini meliputi pendidikan dan pekerjaan, karena pendidikan dan pekerjaan seseorang pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan atau perekonomian individu. Perubahan sosial ekonomi meliputi pendapatan dan tingkat pendidikan yang merupakan karakteristik pembeli. Terdapat korelasi langsung antara tingkat pendidikan, pendapatan, kelas sosial, dan kemampuan membeli seseorang. Untuk melakukan pembelian, konsumen tidak terlepas dari karakteristik produk, baik mengenai penampilan,gaya,mutu dan harga dari produk tersebut. Penetapan harga oleh penjual akan berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen,sebab harga yang dapat dijangkau oleh konsumen akan cenderung membuat konsumen melakukan pembelian terhadap produk tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka penulis tertarik mengkaji topik yang berupa rumusan pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimana tanggapan konsumen terhadap display toko pada Gallery M&N Design di
Kota Bandung
2. Bagaimana kelas sosial konsumen pada Gallery M&N Design di Kota Bandung
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data sebagai sumber informasi untuk diolah dan dianalisis, untuk mengetahui pengaruh Display Toko dan Kelas Sosial
terhadap Keputusan Pembelian Gallery M&N Design di Bandung.
1.1.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui display toko pada Gallery M&N Design di Bandung
2. Untuk mengetahui tanggapan konsumen kelas sosial pada Gallery M&N Design di Bandung
3. Untuk mengetahui keputusan pembelian pada Gallery M&N Design di Bandung 4. Untuk mengetahui pengaruh display toko, kelas sosial , terhadap keputusan
pembelian di M&N Design Bandung secara parsial
1.4 Kegunaan Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat dan berguna bagi semua pihak yang berhubungan dengan topik yang peneliti angkat, dan diharapkan bisa menjadi referensi untuk menghasilkan data yang lebih sempurna lagi. Penelitian ini diharapkan mempunyai kegunaan sebagai berikut:
kompetitif. 2. Pihak Terkait
Baik secara langsung maupun tidak langsung diharapkan menegmbangkan dan menambah wawasan serta masukan informasi dalam suatu penerapan kualitas penataan ruang terhadap keputusan pembelian konsumen.
3. Pihak lain
Baik secara langsung maupun tidak langsung yang berkepentingan dalam penelitian
“ Pengaruh Display Toko, Kelas Sosial terhadap Keputusan Pembelian di Gallery
M&N Design Bandung “
II. KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka
Display Toko
Pelaksanaan display sangat penting bagi sebuah toko karena merupakan teknik penjualan, pelaksanaan display (penataan) yang baik yaitu dapat menarik perhatian pengunjung dan membantu mereka agar mudah mengamati, memeriksa memilih barang-barang itu dan akhirnya melakukan pembelian pelaksanaan display (penataan) efektif akan meningkatkan penjualan dan dapat merangsang keputusan pembelian konsumen secara seketika display
dapat merubah suasana toko lebih menarik .
Davidson (1995:210) mengatakakan bahwa display (penataan) merupakan penataan barang dagangan, dimana display berhubungan dengan tata letak tokonya dan operasi toko, lokasi toko dari barang-barang dan pengadaan barang dagangan.
Dari beberapa pengertian diatas mengenai display maka dapat ditarik kesimpulan bahwa display merupakan suatu alat untuk mengkomunikasikan produk suatu perusahaan kepada konsumen agar konsumen dapat mengamati, meneliti dan melakukan pilihan, dimana hal ini dilakukan konsumen karena terdorong oleh daya tarik dari penglihatan ataupun rasa-rasa tertentu karena adanya peragaan atau penyusunan produk yang menarik Memajangkan barang di dalam toko dan di etalase, mempunyai pengaruh besar terhadap penjualan. Biasanya kita lihat salah satu cara untuk menjual barang ialah dengan membiarkan calon pembeli melihat, meraba, mencicipi, mengendari dan sebagainya.
2.1.2 Kelas Sosial
Menurut Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan Kelas Sosial (Social Class ) dapat didefinisikan sebagai Posisi seseorang dalam setiap kelompok dalam peran dan status. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang di berikan oleh masyarakat.
Engel, et all (1994), dalam Husein Umar (2005:50) kelas sosial dapat di definisikan sebagai stratifikasi yang terjadi untuk mengembangkan dan melestarikan identitas sosial kolektif di dalam dunia yang dicirikan oleh ketidaksamaan ekonomi yang mudah menyebar. Identitas sosial dicapai dengan menetapkan batas-batas pada interaksi di antara manusia dari status yang tidak sama.
2.2 Kerangka Pemikiran
Menurut William J. Schultz yang dikutip dalam buku Buchari Alma (2009:189 ) mengemukakan display toko sebagai berikut :
Usaha untuk mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung (direct visual appeal )
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa display toko merupakan kegiatan merancang, mendisain, lingkungan pembelian yang nyaman sesuai dengan karakteristik toko tersebut yang bertujuan menarik minat konsumen sehingga mereka datang dan berbelanja ke toko.
Menurut Engel, Blackwell & Miniard (1995) dikutip dalam buku perilaku konsumen karangan Danang Sunyoto menyatakan bahwa Kelas sosial dalam perilaku konsumen adalah kelompok kecil,keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya di keluarga,klub,dan organisasi.Gerakan di antara kelas-kelas sosial,interaksi kelas sosial dengan variabel lain seperti jenis kelamin,ras,etnisitas, pendidikan,pendapatan ,gaya hidup serta efek kelas sosial pada kemiskinan dan kebijakan ekonomi.
pembelian yang meliputi :Kebutuhan yang dirasakan, Kegiatan sebelum membeli Jadi, keputusan pembelian dapat dimaksudkan sebagai dorongan emosi sehingga dapat menentukan untuk melakukan pembelian. Dengan demikian, dapat terlihat displaytoko dan perilaku konsumen memiliki dampak yang sangat erat dengan keputusan pembelian
2.3 Hipotesis
Menurut Sugiyono, (2007:84) dikatakan bahwa :
“Hipotesis adalah alternative dugaan jawaban yang dibuat oleh peneliti bagi
problematika yang diajukan dalam penelitian.”
Dugaan jawaban tersebut merupakan kebenaran yang sifatnya sementara yang akan diuji kebenarannya dengan data yang dikumpulkan melalui penelitian.
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan ,maka hipotesis yang akan diuji kebenarannya melalui penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Display Toko berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada Gallery
M&N Design di Kota Bandung.
2. Perilaku Konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Gallery M&N Design di Kota Bandung.
III Objek dan Metode Penelitian 3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian merupakan suatu permasalahan yang dijadikan sebagai topik penulisan dalam rangka menyusun suatu laporan.
Objek dalam penelitian ini adalah Display Toko sebagai variabel X1, Kelas Sosial sebagai X2 dan Keputusan pembelian konsumen Gallery M&N Design sebagai variabel Y.
III Metode Penelitian
Menurut Sugiyono (2011:2) metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode verifikatif. Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan hal-hal yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen Gallery M&N Design.Data dan fakta yang dikumpulkan kemudian disusun secara sistematis yang selanjutnya dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan.Sedangkan metode verifikatif adalah metode yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan statistik.
Menurut Sugiyono (2005:21):
“Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk
membuat kesimpulan yang lebih luas”.
maka metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Survey.
Explanatory survey adalah suatu survei yang digunakan untuk menjelaskan hubungan kausal antara dua variabel melalui pengujian hipotesis, survai dilakukan dengan cara mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik penentuan data terbagi menjadi dua bagian, yaitu populasi dan sampel. Pengertian dari populasi dan sampel itu sendiri adalah sebagai berikut:
3.2.3.2.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2008:161), populasi adalah “Objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu sesuai informasi yang ditetapkan oleh peneliti, sebagai unit analisis penelitian.
Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Gallery M&N Design Bandung pada 5 tahun terakhir. Berdasarkan informasi dari pihak M&N Designdiketahui konsumen M&N Design diambil rata-rata adalah sebanyak 1300 orang yang bisa dijadikan ukuran populasi
3.2.3.2.2 Sampel
Untuk membuktikan kebenaran jawaban yang masih sementara (hipotesis), maka peneliti melakukan pengumpulan data pada obyek tertentu. Karena obyek dalam populasi terlalu luas maka peneliti menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Menurut Sugiyono (2009:116), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik yang di ambil dalam penelitian dilakukan dengan teknik accidental random sampling.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Penelitian lapangan (Field Research), dilakukan dengan cara mengadakan peninjauan langsung pada perusahaan yang menjadi objek untuk mendapatkan data primer (data yang diperoleh langsung dari serta dari data sekunder).
2. Observasi ( Pengamatan Langsung )
Melakukan pengamatan secara langsung di untuk memperoleh data yang diperlukan. Observasi dilakukan dengan mengamati kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan variabel penelitian.Hasil dari observasi dapat dijadikan data pendukung dalam menganalisis dan mengambil kesimpulan. 3. Wawancara atau interview
Yaitu teknik pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan kepada pihak – pihak yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.Penulis mengadakan hubungan langsung dengan pihak – pihak yang dianggap dapat memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam teknik wawancara ini, penulis mengadakan tanya jawab kepada sumber yang dapat memberikan data atau informasi. Informasi itu berupa yang berkaitan dengan PengaruhDisplay TokoDan Kelas Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Gallery M&N Design.
telah diberi skor, dimana data tersebut nantinya akan dihitung secara statistik. Kuesioner tersebut berisi daftar pertanyaan yang ditunjukkan kepada responden yang berhubungan dalam penelitian ini
5. Penelitian Kepustakaan (Library Reseacrh)
Penelitian kepustakaan dilakukan sebagai usaha guna memperoleh data yang bersifat teori sebagai perbanding dengan data penelitian yang diperoleh. Data tersebut dapat diperoleh dari literatur, catatan kuliah serta tulisan lain yang berhubungan dengan penelitian.
IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Analisis Deskriptif Tanggapan Responden
Gambaran data hasil tanggapan responden dapat digunakan untuk memperkaya pembahasan, melalui gambaran data tanggapan responden dapat diketahui bagaimana kondisi setiap indikator variabel yang sedang diteliti.Agar lebih mudah dalam menginterpretasikan variabel yang sedang diteliti, dilakukan kategorisasi terhadap tanggapan responden berdasarkan persentase skor tanggapan responden.
4.2.1.1Tanggapan Responden Mengenai Display Toko Pada Gallery M&N Di Bandung
Menurut Buchari Alma ( 2007:189) Display adalah “ non personal
stimulation of demand for product, service or selling organization to
perspective buyers by direct appeal to vision or the other senses” yang
2. Interior Display ( penataan bagian dalam toko) 3. Exterior Display ( penataan bagian luar toko)
Display Toko pada Gallery M&N Design Bandung akan terungkap melalui jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan yang diajukan pada kuesioner. Display Toko diukur menggunakan 3 (tiga) indikator dan dioperasionalisasikan menjadi 9 butir pernyataan.Untuk mengetahui gambaran empirik secara menyeluruh tentang Display Tokopada Gallery M&N Design
Windows Display
Kerapihan barang yang dipajang dietalase depan merupakan indikator display toko. Dalam seni dan perancangan, istilah windows display seringkali dipergunakan untuk menggambarkan struktur formal sebuah ruangan yaitu cara dalam menyusun dan mengkoordinasi unsur-unsur dan bagian-bagian dari suatu komposisi untuk menghasilkan suatu gambaran nyata. Bentuk display dapat digambarkan berdasarkan bentuk, ukuran, model atau struktur fisik sebuah pajangan . hal ini dapat dilihat dari tabel berikut ini :
Tabel 4.6
Kerapihan Barang yang dipajang di etalase depan Gallery M&N Design
No Alternatif Jawaban Bobot frek. % Skor
1. Sangat Rapih 5 9 9,0 35
2. Rapih 4 56 56,0 224
3. Cukup Rapih 3 35 35,0 105
4. Kurang Rapih 2 0 0,0 0
5. Tidak Rapih 1 0 0,0 0
Jumlah 100 100 74,80
Persentase Skor Tanggapan Responden = 74,80%
ini dikarenakan Gallery M&N Design selalu merapihkan barang yang dipajang di etalase depan karena bagian depan merupakan bagian utama yang sangat penting dalam suatu toko.
Menurut Buchari Alma (2009:58)setiap toko-toko mempunyai lemari kaca yang ditaruh di depan toko, walaupun dalam bentuk sederhana. Penempatan barang-barang dalam lemari kaca ini harus sedemikian rupa, menarik dan rapih supaya para konsumen yang melihat dapat tertarik serta langsung membelinya. Rick Segel ( 2008) menyebutkan bahwa etalase dibuat agar menarik para konsumen.
Tabel 4.7
Penyusunan barang di etalase depan Gallery M&N Design
No Alternatif Jawaban Bobot frek. % Skor
Persentase Skor Tanggapan Responden = 78,20%
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase skor total tanggapan responden yang diperoleh dari 100 orang yang ditelitidiperoleh nilai sebesar 46.0% diantaranya menyatakan cukup menarik, sedangkan kategori dengan jumlah paling sedikit yaitu 1.0% diantaranya menyatakan tidak menarik . Hal ini berdasarkan wawancara dengan manajer Gallery M&N Design, karena pihak Gallery M&N Design selalu menyusun barang setiap hari, selain agar terlihat menarik, serta memudahkan konsumen untuk mencari produk yang
diinginkan. William J. Schultz (2009:189) menyatakan bahwa “ Display
Tabel 4.8
Pemasangan hiasan gambar- gambar di depan Gallery M&N Design No Alternatif Jawaban Bobot frek. % Skor
Persentase Skor Tanggapan Responden = 51,40% Sumber : data primer yang telah diolah
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase skor total tanggapan responden yang diperoleh dari 100 orang yang ditelitidiperoleh nilai sebesar 47.0% diantaranya menyatakan kurang menarik , sedangkan kategori dengan jumlah paling sedikit yaitu 6.0% diantaranya menyatakan sangat menarik Dengan
Persentase Skor Tanggapan Responden = 75,60% Sumber : data primer yang telah diolah
Design cukup menarik, karena Gallery M&N Design memasang poster-poster di dalam toko yang berhubungan dengan style lampu saat ini, sehingga akan menjadi ide tersendiri untuk konsumen dalam mencari produk-produk keluaran terbaru. Namun ada sebagian kecil konsumen yang mengatakan tidak menarik, karena poster yang dipasang di dalam toko merupakan poster lama
Menurut Buchari Alma (2009:190) dengan adanya tanda-tanda, gambar-gambar dan simbol-simbol yang disimpan di atas meja maupun digantung, hal tersebut digunakan untuk membimbing calon pembeli ke arah kegunaan barang-barang tersebut
Penataan dekorasi ruangan Gallery M&N Design
Persentase Skor Tanggapan Responden = 73,40% Sumber : data primer yang telah diolah