Laporan Pengantar Tugas Akhir
PERANCANGAN INFOTAINMENT MAP DAN SIGN SYSTEM WISATA OUTBOUND LEMBANG JUNGLE DISCOVERY
DK 26313 / Tugas Akhir Semester II 2013-2014
Oleh:
Desi Elvriyanti 52111037
Program Studi Desain Grafis
FAKULTAS DESAIN
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
61
NAMA : DESI ELVRIYANTI
TEMPAT, TANGGAL LAHIR : Sumedang, 18 Desember 1993
ALAMAT : Komplek Bumi Panyileukan Blok P 1 No 3, Cibiru Bandung 46014
STATUS : Mahasiswi
AGAMA : Islam
JENIS KELAMIN : Perempuan
TELEPON : 0896-5681-8815
E-MAIL : [email protected]
PENDIDIKAN
2011 – 2014 : Universitas Komputer Indonesia
2008 – 2011 : SMA Karya Pembangunan 2 Bandung
2005 – 2008 : SMP Negri 42 Bandung
vii DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN...i
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS...ii
KATA PENGANTAR...iii
ABSTRAK...v
ABSTRACT...vi
DAFTAR ISI...vii
DAFTAR GAMBAR...xi
DAFTAR TABEL...xiv
DAFTAR LAMPIRAN...xv
BAB I PENDAHULUAN...1
I.1 Latar Belakang Masalah ...1
I.2 Identifikasi Masalah...3
I.3 Rumusan Masalah...4
I.4 Batasan Masalah...4
I.5 Tujuan Perancangan...4
I.6 Manfaat Perancangan...4
viii
II.1 Definisi Wisata...5
II.1.1 Jenis - jenis Objek Wisata...5
II.2 Definisi Outbound.........7
II.2.1 Tujuan Outbound.........7
II.2.2 Sisi Menarik Outbound...7
II.3 Lembang Jungle Discovery...8
II.4 Harga Tiket Masuk...9
II.5 Fasilitas, Sarana dan Prasarana...9
II.5.1 Tenaga Keamanan...10
II.5.2 Gazebo, Pendopo dan Saung...10
II.5.3 Area Camping...10
II.5.4 Area Outbound...11
II.5.5 Area permainan khusus anak-anak...12
II.5.6 Area Painball...12
II.5.7 ATV track...13
II.5.8 Tempat makan...13
II.5.9 Flying Fox...14
II.5.10 Jembatan Tali Dua...14
II.5.11 Jembatan Gantung...15
II.5.12 Program Asuransi untuk kegiatan Outbound...15
ix
II.7 Hasil Wawancara Kepada Salah Satu Pengunjung Lembang Jungle Discovery
(Cikole Jayagiri)...18
II.8 Hasil Kusioner kepada pengunjung Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri)...18
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL...22
III.1 Target Audiens...22
III.2 Strategi Perancangan...23
III.2.1 Pendekatan Komunikasi (pendekatan visual dan verbal)...23
III.2.2 Strategi Kreatif...24
III.3.3 Tipografi...27
III.3.4 Ilustrasi...28
III.3.5 Warna...29
BAB IV. TEKNIS PRODUKSI MEDIA...33
IV.1 Teknis Media...33
IV.1.1 Sketsa...33
IV.1.2 Eksekusi Visual...34
x
IV.2 Media Utama...35
IV.3 Media Pendukung...37
DAFTAR PUSTAKA...51
51 DAFTAR PUSTAKA
Bersumber dari Buku :
A.J, Muljadi. (2009). Kepariwisataan dan Perjalanan, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Darmawan, D. (2012). Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Jakarta: PT Remaja Rosdakarya
John R.Walker & Josielyn T.Walker. (2011). Tourism Concept and Practices, Jakarta: Pearson
M.Kesrul. (2003). “Penyelenggaraan Oprasi Perjalanan Wisata”, Jakarta: Grasindo
Supriyono, R. (2010). Desain Komunikasi Visual – Teori & Aplikasi, Yogyakarta: CV. Andi Offset
Bersumber dari Internet :
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. [http://disparbud.jabarprov.go.id/] (Diakses 28 Mei 2013)
[http://lembangjunglediscoverys.com/] (Diakses pada 8 november 2013)
Go, Otubound. 2012. [http://gooutbound.com/pengertian-outbound-sejarah-manfaat-dan-tujuan] (Diakses pada 1 Desember 2013)
Outbound, Vici. 2012. [http://3v-outbound.com/kumpulan-permainan-game-dalam-outbound-team-building/] (Diakses pada 1 Desember 2013)
Saputro, heru. 2011. [http://heruherusaputro.blogspot.com/2011/06/jenis-permainan-outbound.html] (Diakses pada 1 Desember 2013)
Bersumber dari Jurnal :
52
Imam saputra. (2009). Perancangan Media Informasi Obyek Wanawisata Gunung Puntang. Tugas Akhir. Universitas Komputer Indonesia. Bandung Sangga Sali Ranggi. (2010). Perancangan Sign System Objek Wisata Maribaya.
iii KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT. Dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat-Nya yang telah mencurahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini dengan judul “Perancangan Media Informasi Infotainment Map dan Sign System Wisata Outbound Lembang Jungle Discovery”, dan tak lupa pula shalawat dan salam dan salam penulis curahkan kepada imamul ambiya’ (imamnya para nabi) Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, sahabat beliau, dan seluruh umat yang selalu istiqomah menjalankan ajaran beliau.
Laporan Tugas Akhir ini merupakan realisasi praktis, analitis dan konsetualisasi dan ilmu pengetahuan yang penulis miliki. Sehingga diharapkan dengan laporan ini penulis dapat lebih terasah keterampilannya, terdidik, serta termotivasi untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya.
Pada kesempatan ini, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan, petunjuk serta saran dalam melaksanakan Mk.Tugas Akhir dan penyusunan laporannya, khususnya kepada :
1. Wantoro, M.Ds sebagai Pembimbing MK Tugas Akhir Program Studi D3 Desain Grafis Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia.
2. Rini Maulina, M.Sn sebagai Koordinator MK Tugas Akhir Program Studi D3 Desain Grafis Universitas Komputer Indonesia.
3. Keluarga dan teman-teman DKV 8 yang telah memberikan bimbingan moril maupun materil sehingga dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini.
4. Seluruh pihak yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan dukungan sehingga dapat menyelesaikan MK Tugas Akhir ini. Tiada kata yang lebih berarti dan terimakasih yang sebesar-besarnya dan semoga segala bantuan serta dukungan dari seluruh pihak terkait mendapat balasan dari Allah SWT. Aamiin.
iv
merangkai pola pikir untuk membentuk sebuah pemahaman yang utuh atau sebagai bahan referensi. Dengan keterbatasan waktu serta kesempatan yang ada, penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna dan banyak kekurangannya baik dari segi materi visual yang ditampilkan, untuk itu penulis sangat berterima kasih kepada pembaca jika sudi kiranya memberikan kritik serta saran atas Laporan Pengantar Tugas Akhir ini.
1 BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
Bandung memiliki beragam tempat wisata modern, seperti wisata sejarah, wisata pendidikan, wisata anak, wisata kuliner, wisata berbelanja, wisata keluarga dan juga wisata alam. Wisata alam yang menyajikan keindahan panorama pegunungan serta kegiatan petualangan banyak dikembangkan di Bandung, hal ini diungkapkan oleh Dinas Pariwisata Jawa Barat (2009) yang mengungkapkan bahwa “Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki alam dan pemandangan yang indah untuk di kunjungi. Wilayah Jawa Barat adalah lokasi yang tepat untuk melakukan beragam jenis wisata, baik itu wisata alam, belanja dan rekreasi, kuliner, ataupun budaya. Dengan beragam objek wisata yang dimilikinya, Jawa Barat siap menerima siapapun yang tertarik untuk datang berkunjung ke Jawa Barat’’.
Selama ini tempat wisata di Bandung memiliki ciri khas tersendiri hingga dapat tetap bertahan sebagai daerah tujuan wisata yang terkenal, dengan berbagai
konsep menarik yang ditawarkan. Seiring perkembangan jaman, ada begitu banyak jenis-jenis pariwisata yang bermunculan. Mulai dari wisata Bahari (tempat wisata yang banyak dikaitkan dengan olahraga air seperti danau), wisata Cagar Alam, wisata Pertanian (agrowisata) yaitu seperti perkebunan, dan masih banyak lagi.
2
Potensi parawisata yang banyak, mengakibatkan jumlah wisatawan meningkat. Melihat peluang tersebut Spinach Management mendirikan sebuah tempat wisata outbond yang bernama Lembang Jungle Discovery pada tahun 2007 sebagai tujuan pariwisata. Lembang Jungle Discovery sebutan bagi Cikole Jayagiri adalah salah satu tempat wisata untuk kegiatan outing yang terletak di jalan Tangkuban Perahu km 28, Lembang, Bandung Barat. Lokasi yang strategis dengan latar belakang hutan pohon pinus dan fasilitas yang lengkap menjadikan Lembang Jungle Discovery tempat yang sangat cocok untuk melakukan kegiatan
outing.
Lembang Jungle Discovery memiliki konsep “Fun & Leisure”, yang berarti tempat rekreasi yang menyenangkan. Dengan memiliki pemandangan kawasan hijau yang sangat luas dengan jajaran pohon pinus menjadikan Lembang Jungle Discovery asri dan sejuk. Lembang Jungle Discovery juga sangat cocok sebagai pilihan tempat outbound bagi anak-anak TK dengan menawarkan program membangun karakter pada anak. Lembang Jungle Discovery juga menawarkan sekolah pertualangan di alam terbuka bagi pelajar setingkat sekolah
dasar.
Lembang Jungle Discovery memiliki luas lahan kurang lebih 10 ha, tempat yang cukup luas untuk melakukan kegiatan outdoor, namun karena luas lahan yang cukup luas ini, menurut hasil wawancara penulis kepada pengunjung pada tanggal 31 April 2014 dan pengamatan penulis, sebagian dari wisatawan terkadang menjadi bingung untuk mengunjungi satu tempat wahana outbond ke wahana outbound lainnya. Faktor yang menyebabkan ini terjadi karena tidak adanya informasi letak atau arahan untuk menuju tempat wahana permainan
outbound kepada para pengunjung. Faktor lainnya adalah kurangnya informasi
3
Gambar I.1 Sign system yang tidak terlihat jelas Sumber : Dokumen Pribadi (2014)
Oleh karena itu, agar pengunjung Lembang Jungle Discovery tidak menjadi bingung ketika pertama kali sampai ditempat ini dibutuhkan informasi lokasi wahana outbound agar mudah diakses oleh para pengunjung, juga sign system yang jelas dan mudah dimengerti untuk memudahkan pengunjung mengetahui setiap tempat wahana yang tersedia di Lembang Jungle Discovery ini. Upaya ini dilakukan mengingat pengunjung yang mengunjungi Lembang Jungle Discovery tidak hanya berasal dari Bandung melainkan juga berasal dari luar kota
dan tidak jarang kedatangan wisatawan asing.
I.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka dapat di identifikasikan masalah sebagai berikut :
a. Kawasan Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri) memiliki tempat yang luas dan kompleks, namun kurangnya penyebaran-penyebaran media informasi yang dilakukan oleh pihak Lembang Jungle Discovery
b. Tidak adanya peta lokasi yang menunjukkan arah pengunjung dari satu tempat ke tempat lainnya di Lembang Jungle Discovery
4 I.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka rumusan masalah ini adalah bagaimana memberi layanan informasi kepada para pengunjung Lembang Jungle Discovery untuk dapat mudah mengakses lokasi-lokasi wahana permainan outbound yang tersedia untuk dituju oleh pengunjung melalui grafis atau visual.
I.4 Batasan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka penulis membatasi masalah media informasi yang memacu kepada memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada para pengunjung Lembang Jungle Discovery agar mudah mengakses lokasi-lokasi yang tersedia saat mengunjungi Lembang Jungle Discovery.
I.5 Tujuan Perancangan
Adapun tujuan perancangan adalah sebagai berikut :
a. Memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti oleh pengunjung Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri) agar tidak menjadi bingung saat berada di Lembang Jungle Discovery
b. Untuk mempermudah akses para pengunjung Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri) untuk menuju lokasi wahana outbound yang diinginkan pengunjung
I.6 Manfaat Perancangan
a. Pengunjung tidak menjadi bingung saat pertama kali sampai di Lembang Jungle Discovery
5 BAB II
WISATA OUTBOUND LEMBANG JUNGLE DISCOVERY
II.1 Definisi Wisata
Menurut M. Kesrul, (2003) ada beberapa definisi tentang wisata, dan
sebagai pembanding kita dapat menyimak pendapat berikut ini :
1. Menurut Undang-undang No. 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan Wisata
“adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari suatu kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata”.
2. Menurut Hornby
“Wisata adalah sebuah perjalanan dimana seseorang dalam perjalanannya singgah sementara di beberapa tempat dan akhirnya kembali lagi ke tempat asal, yang merupakan tempat ia memulai perjalanan”.
Dari kedua pengertian itu, wisata dapat dirumuskan sebagai perjalanan
yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, yang bersifat
sementara, untuk menikmati objek dan atraksi di tempat tujuan. Artinya, wisata
adalah kegiatan diluar kegiatan rutin sehari-hari, seperti bekerja atau
sejenisnya.
II.1.1 Jenis - jenis Objek Wisata
Jenis objek-objek wisata menurut M. Kesrul (2003), dibagi menjadi 3
kategori:
1. Wisata Alam
Wisata alam merupakan kegiatan rekreasi dan pariwisata yang
memanfaatkan potensi alam untuk menikmati keindahan alam baik yang masih
alami atau sudah ada usaha budidaya, agar ada daya tarik wisata ke tempat
6
melakukan aktivitas yang sangat padat, dan suasana keramean kota. Sehingga
dengan melakukan wisata alam tubuh dan pikiran kita menjadi segar kembali
dan bisa bekerja dengan lebih kreatif lagi karena dengan wisata alam
memungkinkan kita memperoleh kesenangan jasmani dan rohani. Dalam
melakukan wisata alam kita harus melestarikan area yang masih alami,
memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya
masyarakat setempat sehinga bias menjadi Desa wisata, agar desa tersebut
memiliki potensi wisata yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti
alat transportasi atau penginapan.
2. Wisata Bangunan
Wisata Bangunan merupakan tempat wisata yang daya tarik utamanya
adalah bersumber dari keindahan ,nilai sejarah dan tata ruang yang dimiliki
bangunan bersejarah. Wisata bangunan biasanya merupakan bangunan
peninggalan jaman dahulu yang masih tertata kokoh dan kuat. Sehingga
dengan melakukan wisata bangunan ini bisa mendapatkan berbagai
pengalaman ,ilmu dari nilai-nilai sejarah bangunan tua.
3. Wisata Buatan
Wisata Buatan merupakan tempat wisata yang sengaja dibuat oleh
manusia untuk menarik pengunjung. Kebun binatang menjadi salah satu contoh
wisata buatan yang dimana tempat wisata ini dibuat menyerupai habitat hewan
aslinya untuk dapat dinikmati oleh para pengunjung.
Contoh lainnya adalah kolam renang, taman mini, taman bunga ,taman buah
dan lain-lain.
Dalam beberapa pengertian diatas, Lembang Jungle Discovery termasuk dalam
wisata alam, karena Lembang Jungle Discovery memanfaatkan alam untuk
7 II.2 Definisi Outbound
Menurut Vici (2012) menjelaskan Outbound training adalah bentuk pembelajaran perilaku kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka dengan
pendekatan yang unik dan sederhana tetapi efektif karena pelatihan ini tidak sarat
dengan teori-teori melainkan langsung diterapkan pada elemen-elemen yang
mendasar yang bersifat sehari-hari, seperti saling percaya, saling memperhatikan
serta sikap proaktif dan komunikatif. Alam Indonesia yang kaya menyediakan
sumber belajar yang tidak akan pernah habis digali. Dimensi alam sebagai obyek
pendidikan bisa menjadi laboratorium sesungguhnya dan tempat bermain yang
mengasyikan dengan berbagai metodenya. Outbound merupakan salah satu metode pembelajaran modern yang memanfaatkan keunggulan alam. Para peserta
yang mengikuti outbound tidak hanya dihadapkan pada tantangan intelegensia, tetapi juga fisik dan mental. Dan ini akan terus terlatih menjadi sebuah
pengalaman yang membekali dirinya dalam menghadapi tantangan yang lebih
nyata dalam persaingan di kehidupan sosial masyarakat.
II.2.1 Tujuan Outbound
Kegiatan outbound sendiri bertujuan menumbuhkan dan menciptakan suasana saling mendorong, mendukung serta memotivasi dalam sebuah kelompok.
Selain mengembangkan kemampuan apresiasi atau kreativitas dan penghargaan
terhadap perbedaan dalam sebuah kelompok juga memberikan kontribusi
memupuk jiwa kepemimpinan, kemandirian, keberanian, percaya diri, tanggung
jawab dan empati yang merupakan nilai dasar yang harus dimiliki setiap orang.
Yang diterjemahkan melalui experiential learning yang akan memberikan pengalaman langsung kepada peserta pelatihan dengan simulasi permainan.
Peserta langsung merasakan sukses dan gagal dalam pelaksanaan tugas.
II.2.2 Sisi Menarik Outbound
8
peserta akan lebih banyak dituntut mengembangkan kemampuan ESQ (emotional and spiritual quotient) nya, disamping IQ (intellegent quotient). Metode outbound training memungkinkan peserta dalam aktivitasnya melakukan sentuhan-sentuhan
fisik dengan latar alam yang terbuka sehingga diharapkan melahirkan kemampuan
dan watak serta visi kepemimpinan yang mengandung nilai-nilai kejujuran,
keterbukaan, toleransi, kepekaan yang mendalam, kecerdasan serta rasa
kebersamaan dalam membangun hubungan antar manusia yang serasi dan
dinamis.
II.3 Lembang Jungle Discovery
Lembang Jungle Discovery adalah sebutan bagi Cikole Jayagiri Resort,
sebuah tempat wisata yang memacu adrenalin yang bisa di jadikan tempat berlibur
atau hanya merefreshkan otak sejenak akan aktivitas anda sehari-hari yang
terkadang membuat jenuh. Ditempat ini juga dapat menikmati udara segar yang
belum terkontaminasi oleh polusi kendaraan . Selain menjadi tempat liburan yang
favorit Lembang Jungle Discovery ini juga tentu akan memberikan pengalaman
baru bagi semua yang memang menyukai aktivitas outbound.
Tempat wisata untuk kegiatan outing yang terletak di jalan Tangkuban Perahu km 28, Lembang Bandung. Tempat Outbound yang didirikan oleh Spinach Management ini berkonsep destinasi wisata hutan Pinus di Lembang Bandung
dengan atmosfir Gunung Tangkuban Perahu dan sentuhan taman alam yang tertata
secara natural.
Gambar II.1 Suasana Lembang Jungle Discovery
9 II.4 Harga Tiket Masuk
Harga Tiket Masuk Awal : Rp. 10.000,-/orang + Parkir Kendaraan Rp. 2.000,-
Harga Tiket Outbound :
a. Harga Domestik
1. Outbound Dewasa : Rp. 180.000,-/pax
2. Outbound Anak : Rp. 125.000,-/pax
3. Family : Rp. 450.000,-/pax
b. Harga Asing
1. Outbound Dewasa : Rp. 240.000,-/pax (20 U$)
2. Outbound Anak : Rp. 168.000,-/pax (14 U$)
NB : Waktu bermain adalah 2 ½ jam, kecuali hari-hari tertentu 2 jam
Gambar II.2 Harga Tiket Masuk
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
II.5 Fasilitas, Sarana dan Prasarana
Lembang Jungle Discovery yang terletak di jalan Tangkuban Perahu km
28, Lembang Bandung merupakan tempat wisata kegiatan outbond yang dapat melatih mental dan kepercayaan diri, selain sebagai tempat untuk berlibur.
10
wisata outbond ini. Pilihan lokasi atau tempat untuk kegiatan outing – outbound – training – team buliding – gathering group di daerah Lembang ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti :
II.5.1 Tenaga Keamanan
Lembang Jungle Discovery menggunakan jasa keamanan untuk
mengamankan setiap tempat yang berada dalam area outbound dikawasan Lembang Jungle Discovery ini.
II.5.2 Gazebo, Pendopo dan Saung
Fasilitas saung yang disediakan sebagai tempat untuk makan ataupun
beristirahat setelah melakukan beberapa permainan kegiatan outbound. Saung ini terletak di pinggir area bermain anak-anak sehingga para orangtua masih bisa
mengawasi kegiatan anaknya dan tentunya pohon pinus yang mengelilingi saung
ini.
Gambar II.3 Gazebo
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
II.5.3 Area Camping
11
Gambar II.4 Camping Ground
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
II.5.4 Area Outbound
Area outbound yang ada di Lembang Jungle Discovery sangat luas dan strategis sehingga ada banyak macam permainan outbound yang ada ditempat ini, juga sekitarnya dikelilingi oleh pohon pinus yang berbaris sehingga bisa
menikmati udara yang sejuk.
Gambar II.5 Area Outbound
12 II.5.5 Area permainan khusus anak-anak
Selain tempat outbound untuk orang dewasa, Lembang Jungle Discovery juga menyediakan tempat outbound untuk anak-anak, dengan permainan outbound yang ringan anak-anak masih bisa melatih kepercayaan diri sehingga dapat aktif untuk semua hal. Khusus program anak-anak, dikemas dengan
program pembelajaran dengan konsep Fun, Edutation, Entertan. Program ini diarahkan untuk kemandirian, komunikasi, serta kreatifitas anak.
Gambar II.6 Area Permainan Anak
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
II.5.6 Area Painball
Lembang Jungle Discovery juga menyediakan area untuk permainan
painball. Adrenalin yang diuji dalam simulasi perang ini dikemas lebih menarik dengan sessi permainan yang dikemas menjadi kompetisi Team Work atau Outbound Training.
Gambar II.7 Area Painball
13 II.5.7 ATV track
Lembang Jungle Discovery juga menawarkan game yang sangat memacu adrenalin. Berada di track yang luasnya puluhan hektar dan jalan yang berliku. Permainan ATV in menggunakan mobil ATV dengan segala perlengkapan yang
disediakan dan mengitari alur yang sudah dibuat, yang dikelilingi oleh
pohon-pohon pinus.
Gambar II.8 ATV track
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
II.5.8 Tempat makan
Lembang Jungle Discovery juga menyediakan tempat makan untuk
pengunjung yang hanya ingin menikmati suasana sembari menyantap makanan.
Tentunya dengan suasana udara yang sejuk dan makanan tradisional Bandung,
Jawa Barat.
Gambar II.9 Tempat Makan
14 II.5.9 Flying Fox
Permainan ini dilakukan dengan cara meluncur dari sebuah pohon ke
pohon lainnya menggunakan sling baja. Permainan ini melatih keberanian dan
ketegasan dalam mengambil keputusan, karena sekalipun sudah menggunakan
alat pengamanan yang optimal peserta akan bertarung dulu dengan rasa takutnya
sebelum akhirnya memutuskan untuk melompat. Umumnya setelah meluncur
sensasinya yang luar biasa membuat kebanyakan peserta ingin mengulanginya
lagi.
Gambar II.10 Flying Fox
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
II.5.10 Jembatan Tali Dua
Alat permainan Jembatan Tali Dua terdiri dari bambu dengan panjang 2,5
m, bambu tersebut ditopang oleh 2 buah kayu yang di tanam di dalam tanah
menjadi jembatan. Bambu yang ditopang tersebut tingginya 1,5 m. Tali dengan
panjang 2,5 m diikatkan pada tiang dan direntangkan diatas jembatan. Alat
pengaman yang berupa tali untuk mengikat pinggang anak dimana ujung tali
tersebut digantung pada pulley/katrol, yaitu alat memanjat tebing dan tali tersebut ditarik pendidik dari bawah.
Permaianan Jembatan Tali Dua ini memberikan tantangan baru kepada
15
Gambar II.11 Jembatan Tali Dua
Sumber Data : lembangjunglediscoverys.com (diakses 8 November 2013)
II.5.11 Jembatan Gantung
Permainan dengan melewati tali yang digantung dari satu pohon ke pohon
lainnya. Pinggang akan diikat dengan tali pengaman kemudian berdiri dan
berjalan perlahan diatas jembatan bambu sambil berpegangan pada tali yang
direntangkan di atas kepala, dengan bantuan tali tersebut anak
menggeser-geserkan badannya menuju ujung.
Gambar II.12 Jembatan Gantung
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
II.5.12 Program Asuransi untuk kegiatan Outbound
Lembang Jungle Discovery juga memberikan progran asuransi untuk
kegiatan outbound. Program ini diberikan jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Dimana asuransi ini telah dicantumkan pada tiket masuk, pengunjung
16
Diri Pengunjung, program ini bekerja sama dengan PT. ASURANSI BHAKTI
BHAYANGKARA.
Gambar II.13 Asuransi Kegiatan Outbound
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
II.6 Media Informasi Yang Ada di Lembang Jungle Discovery
Setiap tempat wisata memiliki media informasi yang dibuat untuk
memudahkan pengunjung untuk mengakses setiap lokasi yang ingin dikunjungi.
17
Gambar II.14 Media Informasi Lembang Jungle Discovery
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
a. Material
Jika dilihat pada gambar II.14, material yang digunakan pada media
informasi Lembang Jungle Discovery menggunakan potongan kayu atau
papan, tak sedikit media yang digunakan dibuat dari selembar kertas yang
dibungkus oleh plastik. Masalah yang dapat diambil adalah membuat
penglihatan pengunjung Lembang Jungle Dicovery (Cikole Jayagiri)
merasa tergannggu tidak enak dilihat.
b. Penempatan
Penempatan media informasi Lembang Jungle Discovery seluruhnya
ditempel pada satu pohon, ini dikarenakan tempat outbound ini memang dikelilingi oleh pohon-pohon pinus, sehingga penempatan media
diletakkan pada satu batang pohon. Masalahnya menurut saya adalah
dengan hal yang dilakukan ini tentu saja merusak lingkungan alam yang
ada di kawasan Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri).
c. Desain
Desain yang digunakan pada media informasi Lembang Jungle Discovery
jika dilihat pada gambar diatas berbeda-beda, sehingga terlihat tidak
18 d. Warna
Jika dilihat pada gambar II.14 , warna yang digunakan pada sign system Lembang Jungle Discovery ini adalah hijau dan putih. Warna yang
digunakan ini tidak terlalu terlihat jika ditempatkan pada lingkungan yang
penuh dengan warna hijau juga, sehingga warna yang digunakan ini tidak
terlalu menarik perhatian pengunjung.
e. Huruf
Huruf yang digunakan pada sign system Lembang Jungle Discovery pada dasarnya menggunakan huruf yang sederhana dan tidak jelas, huruf yang
sederhana ini digunakan agar mudah dimengerti oleh pengunjung. Namun
pada kenyataannya huruf maual yang dipakai pada sign system tidak terlihat jelas, bisa dilihat pada gambar II.14.
II.7 Hasil Wawancara Kepada Salah Satu Pengunjung Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri)
Pada wawancara yang dilakukan penulis kepada salah satu pengunjung Lembang Jungle Discovery pada hari minggu 31 April 2014, pengunjung
tersebut baru mengetahui bahwa di Lembang Jungle Discovery
menyediakan tempat wahana ATV track, pengunjung tersebut kebingungan
untuk mengakses lokasi wahana ATV track. Bila disimpulkan pada hasil
wawancara tersebut, permasalahan yang ada di Lembang Jungle Discovery
adalah kurangnya media informasi berupa peta lokasi yang menunjukkan
lokasi-lokasi yang ada di Lembang Jungle Discovery.
II.8 Hasil Kusioner kepada pengunjung Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri)
Berikut hasil persentase kuisioner kepada 12 pengunjung Lembang
Jungle Discovery pada tanggal 31 April 2014 yang dilakukan oleh penulis.
19
2. Mengapa memilih mengunjungi Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri)
3. Kondisi fasilitas yang berada di Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri)
20
4. Apakah fasilitas Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri) memuaskan
5. Apa permainan Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri) yang Anda sukai
6. Dapatkah Lembang Jungle Dicovery (Cikole Jayagiri) bersaing dengan tempat outbound lainnya
Dari uraian data diatas, maka dapat disimpulkan pengunjung yang
mengunjungi Lembang Jungle Discovery lebih banyak mengetahui
21
Cikole Jayagiri ini dari informasi mulut ke mulut, hal ini bisa
dilihat pada diagram diatas sebanyak 85% pengunjung
BAB III
STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL
III.1 Target Audiens
Media Informasi ini dibuat untuk menginformasikan segala sesuatu yang
berhubungan dengan segala aspek yang ada di Lembang Jungle Discovery,
maupun dari segi informasi lokasi sampai informasi arahan menuju suatu tempat
yang akan dituju oleh para pengunjung.
Maka target audiens yang ditentukan berdasarkan segi demografis, psikografis
dan geografis sebagai berikut.
A. Demografis
• Usia : Anak : 8 – 12 tahun
Remaja : 13 – 20 tahun
Dewasa : 21 – 30 tahun
Dari pembatasan usia diatas, pada usia ini audiens mulai mengerti dengan
arahan informasi yang diberikan oleh suatu tempat wisata ataupun tempat
umum lainnya, sehingga akan lebih mudah memahami media informasi
yang diberikan.
• Status Ekonomi : Kalangan menengah dan menengah atas
• Jenis Kelamin : Laki-laki dan Perempuan
• Status : Pelajar dan Pekerja Kantor
• Asal : Dalam dan Luar Negeri
B. Psikografis
Para pengunjung Lembang Jungle Discovery yang menyukai petualangan,
tantangan, dan yang ingin mencoba hal-hal baru yang memacu adrenalin.
C. Geografis
Target audiens mencakup pengunjung Lembang Jungle Discovery yang
berasal dari Bandung, luar Bandung maupun luar Negeri.
Melihat dari uraian diatas maka disimpulkan bahwa target audiens dari
perancangan media informasi ini adalah dan pekerja kantor dari kalangan dewasa,
juga pengunjung yang berasal dari Bandung maupun Luar Bandung seperti
Jakarta dan ingin mudah mendapatkan informasi yang mudah dimengerti untuk
menuju lokasi yang akan dituju.
III.2 Strategi Perancangan
Strategi perancangan yang akan dibuat mengenai media informasi
Lembang Jungle Discovery ini adalah dengan merancang media informasi yang
dapat memenuhi kebutuhan pengunjung akan informasi fasilitas dan lokasi apa
saja yang ada di Lembang Jungle Discovery.
Informasi yang ingin disampaikan berupa media informasi seperti peta
kreatif lokasi dan informasi yang berada di Lembang Jungle Discovery.
Perancangan media informasi ini dituangkan kedalam dua media, yakni media
utama dan media pendukung. Dimana pengetahuan akan informasi lebih banyak
di media utamanya. Media pendukung hanya sebagai pelengkap saja yang
tujuannya agar target audiens mendapatkan informasi dari media utama.
III.2.1 Pendekatan Komunikasi (pendekatan visual dan verbal)
Pendekatan komunikasi yang dilakukan oleh penulis ada dua, yaitu
pendekatan komunikasi secara visual dan verbal.
1. Pendekatan Komunikasi Visual
Pendekatan secara visual dilakukan dengan cara menyampaikan informasi
kepada pengunjung dengan menggunakan objek, ilustrasi dan tipografi yang
sederhana yang dibuat menjadi visual yang tidak menghilangkan ciri khas dari
Lembang Jungle Discovery, yaitu sebagai tempat bermain outdoor yang
bernuansa hutan pinus.
2. Pendekatan Komunikasi Verbal
Pendekatan komunikasi verbal dalam strategi perancangan ini
menggunakan penyampaian komunikasi menggunakan bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris. Hal ini ditujukan agar penyampaian komunikasi menjadi mudah
dimengerti oleh pengunjung yang tidak hanya berasal dari dalam negri.
III.2.2 Strategi Kreatif
Agar tujuan perancangan media informasi yang diharapkan dapat tercapai
dengan baik, maka yang harus dilakukan dalam penyampaian informasi ini harus
memilki konsep visual yang menarik dan tentunya lebih mudah dipahami oleh
target audiens, sehingga akan memudahkan audiens untuk mendapatkan pesan
informasi yang disampaikan.
Media Informasi menurut M. Kesrul (2003) memiliki arti data yang akurat,
tepat waktu, relevan dan lengkap. Sehingga informasi yang akan dibuat harus
memenuhi 4 faktor tersebut.
Media yang digunakan oleh penulis adalah media informasi, yang
didalamnya terdapat informasi peta lokasi-lokasi permainan dan petunjuk arah
lokasi yang ada di Lembang Jungle Discovery. Perancangan media informasi pada
obyek ini disesuaikan dengan ciri khas yang dimiliki Lembang Jungle Discovery
yaitu dengan letaknya yang berada di hutan pinus, dengan konsep yang dibuat
diharapkan dapat selaras dengan karakter khas yang dimiliki Lembang Jungle
Discovery dan informasi yang akan disampaikan dapat dipahami dengan mudah
dan jelas.
III.2.3 Strategi Media
Media informasi utama yang dirancang berupa peta kreatif yang dimana
pada media ini meliputi lokasi-lokasi permainan dan sistem tanda pengenal pada
obyek. Sedangkan pada media pendukung berupa petunjuk arah, himbauan dan
larangan pada obyek.
Media utama ini dibuat untuk menginformasikan kepada pengunjung setiap lokasi
dan sarana yang dimiliki oleh Lembang Jungle Discovery. Sedangkan media
pendukung yang dibuat untuk menunjang kebutuhan yang dibutuhkan di Lembang
Jungle Discovery.
III.2.4 Strategi Distribusi
Setelah rancangan selesai maka tahap selanjutnya yang akan dilakukan
adalah penyebaran media. media yang akan disebarkan adalah infotainment map.
Sign system,dan media merchandise dengan bertujuan untuk memberikan
informasi kepada pengunjung Lembang Jungle Discovery. Untuk memudahkan
dalam penyebaran media yang akan disebarkan selama lima bulan Agustus –
Desember 2014, penyebaran dilakukan selama 5 bulan untuk permulaan
distribusi, jika berhasil maka penyebaran ini akan diperpanjang. Maka dibuatkan
tabel serta susunan pembagian waktu penyebaran. Adapun tahapannya adalah
sebagai berikut :
Tabel III.1 Strategi Distribusi Tahun 2014
Media Penempatan Bulan
Agustus September Oktober November Desember
Sign System
Konsep visual yang ditampilkan dalam media informasi ini memanfaatkan
teknik penyampaian dengan teknik perancangan menggunakan peta kreatif yang
menggunakan visual simbol dan ciri khas dari Lembang Jungle Discovery. Bentuk
dan pesan secara visual menggunakan penggayaan dengan keselarasan lokasi
obyek yang kemudian akan dituangkan ke dalam bentuk peta kreatif yang menarik
dan efektif, agar pesan dan informasi sampai kepada target sasaran yang dituju.
III.3.1 Format Desain
Format desain yang akan digunakan dalam media informasi ini dibuat
sederhana dengan menggunakan komposisi landscape berukuran A2 pada peta
kreatif serta format yang disesuaikan pada setiap media-media yang akan
digunakan.
III.3.2 Tata Letak
Tujuan utama tata letak adalah menampilkan elemen visual yaitu gambar
dan teks agar menjadi lebih komunikatif sehingga memudahkan audiens dalam
menerima informasi yang diberikan. Dalam setiap media yang disusun selalu
mengacu pada konsep awal yang memberikan kesan grafis yang menarik juga
informatif dan dimengerti oleh khalayak.
Tabel III.2 Tata Letak
III.3.3 Tipografi
Penggunaan tipografi yang sangat jelas dalam media informasi ini sangat
berperan besar terutama dalam tingkat keterbacaan sehingga dapat mempermudah
dalam penyerapan informasi yang diberikan. Oleh karena itu jenis huruf yang
dipilih dalam media informasi ini ialah jenis huruf yang tidak memiliki banyak
variasi sehingga tingkat keterbacaannya sangat jelas. Jenis huruf yang dipilih :
Huruf untuk Body Text :
Lucida Sans
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
1234567890
,.<>/?!@#$%^7890-+-={}[];:’”
Adapun jenis huruf lainnya yang digunakan untuk Headline pada media informasi
ini adalah:
Ilustrasi adalah gambar yang dapat berbentuk sketsa atau image atau foto
yang kemudian dibuat atau disederhanakan menjadi bentuk simbol dengan
penggayaan ciri khas Lembang Jungle Discovery. Ilustrasi yang digunakan pada
perancangan media informasi ini adalah foto-foto dari lokasi, sarana dan prasarana
yang ada di Lembang Jungle Discovery.
Berikut ini adalah beberapa foto-foto lokasi yang akan digunakan dalam
perancangan media informasi ini adalah :
Gambar III.1 Pos Tiket
Sumber data : Dokumen Pribadi (2014)
29
merah, merah-orange, orange, kuning, kuning-hijau, dan merah-ungu memiliki
kesan hangat, dinamis, aktif dan mengundang perhatian.” (h.74).
Gambar III.2 Bungalo
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
Gambar III.3 Tempat parkir
Sumber Data : Dokumen Pribadi (2014)
Gambar III.4 Mushola
III.3.5 Warna
Setiap warna memiliki karakteristik yang berbeda-beda, yang
dimaksudkan karaketeristik disini adalah sifat khas yang dimiliki dalam suatu
warna.
Rahmat (2010) menjelaskan “Secara visual warna dapat dibagi menjadi 2
golongan, yaitu warna dingin dan warna panas. Warna dingin seperti hijau, biru,
hijau-biru, biru-ungu, dan ungu dapat memberi kesan pasif, statis, kalem, damai,
dan secara umum kurang mencolok. Sebaliknya warna-warna panas, seperti
Sebagai bagian dari elemen tata rupa, warna memegang peran sebagai
sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari sebuah
karya desain. W
yang terdap
Gambar III.5 Konsep Warna
1. Warna pada Infotainment Map
• Kuning Muda
background pada
. Warna ini digunakan sebagai warna yang memberi
•
paling dominan diantara warna lain
kan digunakan, karena warna hijau sebagai konsep obyek yang
outdoor
arna dalam perancangan peta kreatif ini diambil dari warna-warna
at pada lingkup lokasi obyek yang dianggap dapat mewakili ciri khas
tempat tersebut.
Adapun warna-warna yang digunakan dalam perancangan media informasi
ini adalah :
Warna kuning muda ini digunakan sebagai warna
infotainment map
kesan teduh pada obyek.
Hijau
Warna hijau ini menjadi warna yang
yang a
berlokasi di alam terbuka atau dengan jajaran pohon pinus.
• oklat
arna coklat ini digunakan karena melihat lokasi obyek yang menyatu
alam sehingga pemakaian warna ini terasa lebih alami untuk
•
m terbuka,
a langit menjadi simbol kebebasan untuk bermain di alam, sesuai
•
tuk memberikan penegasan pada setiap
i yang akan disampaikan pada media informasi ini. Warna merah
•
digunakan
map, warna dipakai karna agar terlihat jelas oleh target
2.
•
na sign direction yang akan dibuat. Warna ini
karena terlihat berbeda dari warna yang ada di tempat yang
•
i
anyakan bernuansa hijau, warna ini terlihat lebih mencolok
•
ing ini digunakan pada sign himbauan karena terlihat lebih
sehingga target audiens dapat melihat dengan jelas walaupun
dari jarak yang jauh. C
W
dengan
diserasikan dengan alam, seperti warna coklat kayu dan batang pohon
yang digunakan sebagai bahan sarana dan prasarana yang ada.
Biru
Warna biru ini digunakan karena lokasi yang berada di ala
diman
dengan konsep tempat outbound ini. Warna ini juga dipakai pada warna
sign direction yang akan dibuat.
Merah
Warna merah ini digunakan un
informas
ini juga digunakan pada sign identificitaion yang akan dibuat.
Hitam dan Putih
Warna hitam dan putih ini digunakan pada warna font yang
pada infotainment
audiens.
Warna pada Sign System
Biru
Warna ini dipakai pada war
dipilih
bernuansa hijau ini sehingga target audiens dapat lebih jelas melihatnya.
Merah
Warna ini dipilih karena terlihat berbeda dari warna yang ada di tempat in
yang keb
sehingga target audiens dapat melihat dengan jelas walaupun dari jarak
32
•
karna agar terlihat jelas oleh target audiens.
bu Putih
Warna putih ini digunakan pada warna ikon yang digunakan pada sign
system, warna dipakai
• Hitam
Warna hitam ini digunakan pada warna ikon yang digunakan pada sign
system, warna dipakai karna agar terlihat jelas oleh target audiens.
• Abu – A
Warna abu-abu ini digunakan pada warna ikon yang digunakan pada sign
system, warna dipakai karna agar terlihat jelas oleh target audiens.
33 BAB IV
TEKNIS PRODUKSI MEDIA IV.1 Teknis Media
IV.1.1 Sketsa
Sketsa awal adalah proses pencarian bentuk visual yang nantinya akan menjadi dasar dari bentuk visual media informasi ini.
Gambar IV.1 Sketsa
34 IV.1.2 Eksekusi Visual
Eksekusi visual adalah tahap dimana dilakukannya proses visual menggunakan software Adobe Illustrator CS 3, dalam hal ini eksekusi visual berkonsep kepada penyederhanaan dari bentuk pohon pinus yang dianggap menjadi ciri khas dari Lembang Jungle Discovery ( Cikole Jayagiri ).
Gambar IV.2 Eksekusi Visual
35 IV.1.3 Tahap Perancangan
Tahap perancangan adalah tahapan mempersiapkan media utama dan media pendukung. Tahapan pembuatan bentuk dasar sistem informasi, warna, tipografi, ilustrasi dan ikon yang akan disampaikan kepada target audiens.
IV.2 Media Utama
1. Peta Kreatif atau Infotainment Map Ukuran Media : A2 (59,4cm x 42cm)
Material : Luster
Teknis Media : Digital Printing
Peta kreatif dibuat untuk menjadi media utama, karena untuk memberikan informasi letak lokasi dan arahan kepada pengunjung agar dapat dengan mudah mengakses lokasi-lokasi maupun fasilitas-fasilitas yang ada di kawasan Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri) ini.
Peta kreatif atau Infotainment Map adalah suatu bentuk informasi visual yang berguna untuk memberikan kemudahan memahami sebuah lokasi. Pada umumnya map hanyalah sebuah gambar yang berguna untuk mencari lokasi, akan tetapi sulit untuk dipahami. Karena kendala tersbut, maka dibuatlah infotainment map yang menerapkan unsur estetis sehingga mudah diterima oleh konsumen.
36
Gambar IV.3 Infotainment Map (Media Utama)
37 IV.3 Media Pendukung
A. Sign System
Sign (dalam bahasa indonesia berarti tanda) adalah bentuk komunikasi yang dapat berbentuk verbal dan visual. Sistem tanda berhubungan erat dengan ikon, indeks dan simbol. Ikon adalah bentuk tanda yang menyerupai bentuk dari yang diwakilinya, yang mengambil ciri-ciri yang sama dari bentuk aslinya.
Fungsi sign system adalah mengarahkan dan menginformasikan benda atau lokasi obyek berada. Berikut uraian ukuran, material dan teknis sign system yang akan dibuat :
Ukuran Media :
Tanda petunjuk arah : 40cm x 18cm
Tanda himbauan : 30cm x 30cm
Tanda tempat lokasi : 42cm x 29,7cm
Tiang Tanda petunjuk arah : 1,85m x 2cm
Tiang Tanda himbauan : 1,65m x 2cm
Tiang Tanda tempat lokasi : 2m x 2cm
1. Sign Petunjuk Arah atau Sign Direction Ukuran Media : 40cm x 18cm
Material : Besi, Akrilik, spray color
38
Gambar IV.4 Sign Petunjuk Arah Sumber : Dokumen Pribadi
Sign petunjuk arah digunakan untuk memberikn informasi kepada pengunjung mengenai arah dari tempat atau lokasi mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di kawasan Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri).
Sign ini berbentuk persegi panjang dengan bentuk bagian dari pohon pinus pada ujungnya, sign ini berwarna biru dengan font
berwarna putih agar informasi yang ada dalam sign ini dapat terlihat dengan jelas.
2. Sign Himbauan atau Sign Regulation Ukuran Media : 30cm x 30cm
Material : Besi, Akrilik, spray color
39
Gambar IV.5 Sign himbauan Sumber : Dokumen Pribadi
Sign himbauan digunakan untuk memberikan himbauan kepada pengunjung agar lebih hati-hati.
Sign ini berbentuk bulat dan berwarna kuning dengan mengunakan
icon hitam, agar pengunjung dapat melihatnya dengan jelas. 3. Sign Tempat Lokasi atau Sign Identification
Ukuran Media : 42cm x 29,7cm
Material : Besi, Akrilik, spray color
40
Gambar IV.6 Sign tempat lokasi Sumber : Dokumen Pribadi
Sign tempat digunakan untuk memberikan informasi tempat dan fasilitas-fasilitas yang ada di kawasan Lembang Jungle Discovery (Cikole Jayagiri) kepada pengunjung.
Sign ini berbentuk persegi panjang dengan bentuk bagian dari pohon pinus pada atasnya dan berwarna merah dengan font
menggunakan warna putih, agar informasi yang disampaikan dapat terlihat dengan jelas oleh pengunjung.
B. T-shirt
Ukuran Media : All Size
Material : Kaos katun putih Teknis Media : Sablon
Gambar IV.7 T-shirt
41
T-shirt ini digunakan pada saat peserta melakukan aktivitas
outbound di Kawasan Lembang Jungle Discovery ( Cikole Jayagiri), setiap orang diberi t-shirt ini.
C. Gantungan Kunci Ukuran Media : 5,8cm Material : Plastik Teknis Media : Cetak Digital
Gambar IV8 Gantungan Kunci
Sumber : Dokumen Pribadi
Gantungan kunci ini digunakan sebagai souvenir yang diberikan kepada peserta outbound yang bermain di Lembang Jungle Discovery ( Cikole Jayagiri)
D. Pin
Ukuran Media : 4,4cm Material : Plastik
42 Gambar IV.9 Pin
Sumber : Dokumen Pribadi
Pin ini digunakan sebagai aksesoris yang dapat dipakai peserta pada t-shirt yang diberikan kepada peserta outbound Lembang Jungle Discovery.
E. Pulpen
Ukuran Media : 9cm
43
Gambar IV.10 Pulpen
Sumber : Dokumen Pribadi
Pulpen ini dibagikan kepada peserta outbound Lembang Jungle Discovery sebagai souvenir saat melakukan outbound.
F. Buku Memo atau Notebook
Ukuran Media : A5
Material : Art Paper, Kertas HVS
44
Gambar IV.11 Buku Memo atau Notebook
Sumber : Dokumen Pribadi
Buku Memo ini digunakan sebagai souvenir yang dapat digunakan kebutuhan pencatatan pesan dan informasi peserta atau agenda lainnya.
G. Stiker
Ukuran Media : 9cm
45
Gambar IV.12 Macam-macam Stiker
Sumber : Dokumen Pribadi
Stiker ini dibagikan kepada peserta outbound sebagai souvenir
yang dapat ditempel pada kendaraan pengunjung atau dimana saja,
sehingga sekaligus menjadi sarana promosi Lembang Jungle Discovery ( Cikole Jayagiri).
H. Mug
Ukuran Media : 9cm Material : Mug
46
Gambar IV.13 Mug
Sumber : Dokumen Pribadi
Mug ini digunakan oleh crew yang ada di Lembang Jungle Discovery sebagai fasilitas untuk sehari-hari atau daapat dijual sebagai
souvenir bagi peserta outbound Lembang Jungle Discovery.
I. Topi Rimba
Ukuran Media : All size ( Topi Standar) Media : Topi
47
Gambar IV.4 Topi Rimba
Sumber : Dokumen Pribadi
Topi Rimba ini digunakan oleh crew yang ada di Lembang Jungle Discovery sebagai penunjang penampilan crew yang memacu pada konsep
jungle sendiri atau dapat dijual sebagai souvenir bagi peserta outbound
Lembang Jungle Discovery.
J. Gelang Kulit
Ukuran Media : All size
48
Gambar IV.15 Gelang Kulit
Sumber : Dokumen Pribadi
49 IV.4 Aplikasi Penempatan Di Lapangan
Gambar IV. 16 Aplikasi penempatan Infotainment Map
Gambar IV.17 Aplikasi Penempatan Sign SystemIdentification
50