• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kontribusi Subsektor Perikanan terhadap Peningkatan Perekonomian Kota Bitung Periode 2000-2007

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kontribusi Subsektor Perikanan terhadap Peningkatan Perekonomian Kota Bitung Periode 2000-2007"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini membangun landasan teoritis dan kontekstual penelitian. Latar belakang menjelaskan pentingnya pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya di daerah otonom seperti Kota Bitung, dengan penekanan pada pemanfaatan sumber daya alam dan potensi sektor unggulan. Perumusan masalah secara jelas mendefinisikan pertanyaan penelitian yang akan dijawab, yaitu mengenai peran sektor perikanan sebagai sektor basis dan kontribusinya terhadap perekonomian Kota Bitung. Tujuan penelitian merumuskan secara spesifik apa yang ingin dicapai dalam penelitian, yaitu menganalisis peran sektor perikanan sebagai sektor basis dan mengukur kontribusinya terhadap berbagai indikator ekonomi. Manfaat penelitian menjabarkan kontribusi hasil penelitian bagi berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, pelaku usaha, investor, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Terakhir, batasan penelitian menjelaskan ruang lingkup dan metode analisis yang digunakan.

1.1 Latar Belakang

Sub-bab ini memberikan konteks penelitian dengan membahas kebijakan pembangunan ekonomi nasional dan daerah yang relevan. Ditekankan pentingnya pengembangan sektor-sektor unggulan berbasis sumber daya alam, seperti perikanan di Kota Bitung. Pembahasan mengenai desentralisasi dan otonomi daerah memberikan kerangka pemahaman tentang kewenangan pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya, khususnya sektor perikanan. Disini juga dijelaskan pentingnya mengidentifikasi sektor-sektor unggulan dan peran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai indikator pertumbuhan ekonomi daerah. Secara keseluruhan, sub-bab ini membangun argumen untuk perlunya penelitian lebih lanjut mengenai kontribusi sektor perikanan di Kota Bitung.

1.2 Perumusan Masalah

Sub-bab ini menjabarkan pertanyaan penelitian utama yang akan dijawab. Pertanyaan penelitian diformulasikan berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, fokus pada peran sektor perikanan sebagai sektor basis dan kontribusinya terhadap berbagai aspek perekonomian Kota Bitung. Rumusan masalah ini berfungsi sebagai panduan dan fokus penelitian. Kejelasan rumusan masalah ini penting agar penelitian terarah dan menjawab pertanyaan secara spesifik.

1.3 Tujuan Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan tujuan spesifik yang ingin dicapai melalui penelitian. Tujuan penelitian dirumuskan berdasarkan rumusan masalah dan harus dapat diukur dan tercapai. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empiris peran sektor perikanan dan kontribusinya pada perekonomian Kota Bitung. Dengan tujuan yang spesifik, penelitian menjadi terarah dan hasil penelitian lebih terukur dan terfokus.

1.4 Manfaat Penelitian

Sub-bab ini menguraikan kontribusi dan manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian. Manfaat penelitian dijabarkan untuk berbagai pihak yang terkait, termasuk pihak pemerintah, pelaku usaha, investor, dan akademisi. Manfaat penelitian ini dijelaskan secara rinci agar terlihat jelas kontribusi hasil penelitian dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan ekonomi daerah. Dengan demikian, penelitian ini memiliki nilai praktis dan akademis yang tinggi.

1.5 Batasan Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan ruang lingkup penelitian dan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penelitian. Batasan penelitian ini penting untuk membatasi ruang lingkup penelitian agar penelitian tetap fokus dan terarah. Pembatasan faktor yang diteliti perlu dijelaskan secara rinci untuk menghindari ambiguitas dan memastikan bahwa penelitian dilakukan secara sistematis dan terukur. Penggunaan metode analisis juga dijelaskan sebagai bagian dari batasan penelitian.

II. Tinjauan Pustaka dan Kerangka Pemikiran

Bagian ini memaparkan landasan teori yang relevan untuk mendukung penelitian. Tinjauan pustaka membahas konsep perencanaan dan pembangunan wilayah, pengertian sumber daya alam, definisi perikanan dan keterkaitan subsektornya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), analisis Location Quotient (LQ), teori ekonomi basis, dan tinjauan penelitian terdahulu yang relevan. Kerangka pemikiran menjelaskan alur berpikir dan hubungan antar variabel yang akan diteliti. Definisi operasional variabel menjelaskan bagaimana variabel-variabel diukur dan diinterpretasikan dalam penelitian. Bagian ini berfungsi untuk membangun kerangka analisis dan metode penelitian yang digunakan.

2.1 Perencanaan dan Pembangunan Wilayah

Sub bab ini membahas berbagai perspektif pembangunan ekonomi, dari fokus pada pertumbuhan ekonomi hingga pembangunan berkelanjutan. Diuraikan pentingnya efisiensi, pemerataan, dan keberlanjutan dalam alokasi sumber daya. Indikator keberhasilan pembangunan, seperti pendapatan per kapita, dibahas sebagai konteks penting dalam memahami tujuan penelitian. Pembahasan ini memberikan landasan teoritis untuk memahami peran sektor perikanan dalam pembangunan ekonomi Kota Bitung.

2.2 Pengertian Sumber Daya Alam

Sub bab ini menjelaskan perbedaan sumber daya alam terbarukan dan tidak terbarukan, dengan fokus pada sumber daya perikanan sebagai sumber daya terbarukan yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Karakteristik sumber daya perikanan laut yang unik, seperti sifatnya yang bergerak dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, dibahas sebagai konteks penting dalam memahami tantangan dan peluang pengelolaan perikanan di Kota Bitung.

2.3 Definisi Perikanan dan Keterkaitan Subsektor Perikanan

Sub bab ini mendefinisikan perikanan berdasarkan UU No. 31 Tahun 2004, membedakan antara perikanan laut dan darat, serta menjelaskan berbagai jenis usaha perikanan (penangkapan dan budidaya). Pentingnya sumber daya manusia dalam produktivitas perikanan juga dibahas. Sub bab ini menyediakan kerangka kerja untuk memahami bagaimana sektor perikanan berkontribusi pada perekonomian Kota Bitung, mempertimbangkan aspek produksi, pengolahan, dan pemasaran.

2.3.1 Jenis Usaha Perikanan

Sub-sub bab ini menjelaskan lebih detail mengenai jenis usaha perikanan laut dan darat, meliputi penangkapan dan budidaya. Penjelasan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aktivitas perikanan di Kota Bitung dan bagaimana aktivitas tersebut berkontribusi terhadap perekonomian. Pengelompokan ini penting untuk menganalisis kontribusi masing-masing jenis usaha terhadap PDRB dan indikator ekonomi lainnya.

2.3.2 Sumber Daya Manusia Bidang Perikanan dan Produktivitasnya

Sub-sub bab ini membahas pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam meningkatkan produktivitas sektor perikanan. Diuraikan tantangan yang dihadapi, seperti rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan nelayan, serta implikasinya terhadap produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Pembahasan ini penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian Kota Bitung.

2.3.3 Produksi Perikanan Laut

Sub-sub bab ini membahas karakteristik produksi perikanan laut yang berbeda dengan pertanian darat, dengan penekanan pada pengaruh faktor lingkungan seperti musim ikan dan arus laut. Pembahasan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang fluktuasi produksi perikanan dan pentingnya pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Aspek keberlanjutan ini sangat penting untuk memastikan kontribusi perikanan jangka panjang terhadap perekonomian.

2.3.4 Perikanan Laut sebagai Sumber Daya

Sub-sub bab ini menjelaskan karakteristik unik sumber daya perikanan laut sebagai sumber daya yang dapat diperbarui namun rentan terhadap eksploitasi berlebihan. Pentingnya pengaturan dan pengendalian melalui kebijakan, seperti pajak, untuk mencegah eksploitasi berlebihan dibahas. Pembahasan ini penting untuk memahami pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan demi kontribusi sektor perikanan yang berkelanjutan bagi perekonomian Kota Bitung.

2.4 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Sub bab ini mendefinisikan PDRB dan menjelaskan kegunaannya sebagai indikator pertumbuhan ekonomi daerah. KLUI sebagai dasar pengelompokan sektor ekonomi dibahas, dan dijelaskan bagaimana PDRB digunakan untuk menganalisis struktur ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Pembahasan ini penting sebagai dasar untuk mengukur kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian Kota Bitung.

2.5 Analisis Location Quotient (LQ)

Sub bab ini menjelaskan metode Location Quotient (LQ) sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi sektor basis dan non-basis dalam suatu daerah. Cara perhitungan LQ dan interpretasi hasilnya dijelaskan secara detail. Pembahasan ini penting sebagai metode analisis utama dalam penelitian untuk menentukan peran sektor perikanan sebagai sektor basis di Kota Bitung.

2.6 Teori Ekonomi Basis

Sub bab ini menjelaskan teori ekonomi basis dan pentingnya sektor basis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Peran ekspor barang dan jasa dalam meningkatkan pendapatan dan kesempatan kerja dibahas. Metode untuk mengidentifikasi sektor basis, termasuk LQ, dijelaskan. Pembahasan ini menjadi dasar teoretis untuk menganalisis kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian Kota Bitung.

2.7 Tinjauan Penelitian Terdahulu

Sub bab ini meninjau penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai penelitian-penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya dan bagaimana penelitian ini berbeda atau melanjutkan penelitian sebelumnya. Tinjauan ini penting untuk menunjukkan posisi penelitian ini dalam konteks literatur yang sudah ada. (Note: Teks yang disediakan hanya menyebutkan penelitian Pomeroy dan Trinidad (1996) tanpa detail, maka bagian ini harus dilengkapi dengan informasi lebih lanjut jika tersedia.)

2.8 Alur Kerangka Pemikiran

Sub bab ini menjelaskan alur berpikir dan hubungan antar variabel yang akan dianalisa dalam penelitian. Diagram alur pemikiran yang visual akan memperjelas bagaimana variabel-variabel dihubungkan dan dianalisa. Penjelasan ini sangat penting untuk menjelaskan secara rinci bagaimana penelitian ini akan dijalankan dan bagaimana data akan dianalisa. (Note: Teks yang tersedia hanya menyebutkan adanya diagram tanpa deskripsi, maka bagian ini harus dijelaskan secara rinci.)

2.9 Definisi Pengukuran Variabel Operasional

Sub bab ini menjelaskan bagaimana variabel-variabel penelitian diukur dan dioperasionalkan. Definisi operasional variabel ini penting untuk memastikan kejelasan dan konsistensi dalam pengukuran variabel. Penjelasan yang rinci mengenai bagaimana data dikumpulkan dan diukur memastikan bahwa penelitian dilakukan secara sistematis dan objektif. (Note: Bagian ini perlu dilengkapi detail dari teks yang tersedia.)

III. Metode Penelitian

Bagian ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian, meliputi ruang lingkup penelitian, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisis data. Penjelasan yang rinci tentang metode penelitian memastikan bahwa penelitian dilakukan secara sistematis dan terukur. Metode analisis data, termasuk analisis LQ dan analisis deskriptif, dijelaskan secara detail agar pembaca dapat memahami bagaimana data dianalisis dan diinterpretasi.

3.1 Ruang Lingkup Penelitian

Sub bab ini menjelaskan secara rinci batasan geografis dan waktu penelitian, serta variabel-variabel yang akan dianalisis. Pembatasan ruang lingkup ini penting untuk memastikan fokus penelitian dan kelayakan penelitian. Penjelasan yang jelas dan spesifik mengenai ruang lingkup penelitian akan menghindari ambiguitas dan memastikan penelitian terarah.

3.2 Jenis dan Sumber Data yang Digunakan

Sub bab ini menjelaskan jenis data yang digunakan (data kuantitatif), serta sumber data (misalnya, BPS). Penjelasan yang jelas dan spesifik mengenai sumber data akan memastikan kredibilitas dan validitas data. Rincian mengenai jenis data yang dikumpulkan memastikan bahwa data yang digunakan sesuai dengan tujuan dan metode analisis yang digunakan.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Sub bab ini menjelaskan bagaimana data dikumpulkan, misalnya melalui studi dokumen dan pengolahan data sekunder. Penjelasan yang jelas mengenai cara pengumpulan data akan memastikan transparansi dan reproduksibilitas penelitian. Rincian mengenai langkah-langkah pengumpulan data memastikan bahwa data yang dikumpulkan valid dan relevan dengan tujuan penelitian.

3.4 Metode Analisis

Sub bab ini menjelaskan secara detail metode analisis data yang digunakan, yaitu analisis LQ dan analisis deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Penjelasan yang rinci mengenai langkah-langkah analisis akan memastikan pembaca dapat memahami bagaimana data dianalisis dan diinterpretasikan. Penjelasan yang jelas dan sistematis mengenai metode analisis memastikan validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

3.4.1 Analisis Sektor Ekonomi Potensial

Sub-sub bab ini menjelaskan bagaimana analisis LQ digunakan untuk mengidentifikasi sektor ekonomi potensial di Kota Bitung, dengan membandingkan kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Kota Bitung dengan kontribusi sektor yang sama di Provinsi Sulawesi Utara. Penjelasan ini memberikan detail mengenai aplikasi metode LQ dalam penelitian ini dan bagaimana hasilnya akan diinterpretasikan.

3.4.2 Kontribusi Sektor Perikanan terhadap PDRB Kota Bitung

Sub-sub bab ini menjelaskan bagaimana kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Kota Bitung dihitung dan dianalisis. Penjelasan ini mendetailkan bagaimana data PDRB sektor perikanan digunakan dan diinterpretasikan dalam konteks pertumbuhan ekonomi daerah. Penjelasan rinci mengenai perhitungan dan analisis ini penting untuk memastikan transparansi dan validitas hasil penelitian.

3.4.3 Kontribusi terhadap Ekspor

Sub-sub bab ini menjelaskan bagaimana kontribusi sektor perikanan terhadap ekspor Kota Bitung diukur dan dianalisis. Penjelasan ini mendetailkan bagaimana data ekspor sektor perikanan diidentifikasi dan dianalisis. Penjelasan rinci mengenai perhitungan dan analisis ini memastikan pembaca memahami bagaimana kontribusi sektor perikanan terhadap pendapatan devisa diukur.

3.4.4 Kontribusi terhadap Pendapatan Daerah

Sub-sub bab ini menjelaskan bagaimana kontribusi sektor perikanan terhadap pendapatan daerah Kota Bitung diukur dan dianalisis. Penjelasan ini mendetailkan bagaimana data pendapatan daerah yang berkaitan dengan sektor perikanan diidentifikasi dan dianalisis. Penjelasan rinci mengenai perhitungan dan analisis memastikan pembaca memahami bagaimana kontribusi sektor perikanan terhadap pendapatan daerah diukur.

3.4.5 Kemampuan Penyerapan Tenaga Kerja

Sub-sub bab ini menjelaskan bagaimana kemampuan sektor perikanan dalam menyerap tenaga kerja di Kota Bitung diukur dan dianalisis. Penjelasan ini mendetailkan bagaimana data jumlah tenaga kerja di sektor perikanan diidentifikasi dan dianalisis. Penjelasan rinci mengenai perhitungan dan analisis ini penting untuk memahami kontribusi sektor perikanan terhadap lapangan kerja.

IV. Hasil dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil analisis dan pembahasan secara rinci, meliputi gambaran umum Kota Bitung, kondisi kependudukan dan sosial ekonomi, prasarana perikanan, perkembangan produksi perikanan, identifikasi sektor basis, kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB, ekspor, pendapatan daerah, dan penyerapan tenaga kerja. Pembahasan harus menghubungkan hasil analisis dengan kerangka teori yang telah diuraikan sebelumnya, menjelaskan implikasi temuan penelitian, dan menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan.

4.1 Gambaran Umum Kota Bitung

Sub bab ini memberikan gambaran umum Kota Bitung, meliputi letak geografis, kondisi alam, dan sejarah singkat. Gambaran umum ini berfungsi sebagai latar belakang untuk memahami potensi dan tantangan pengembangan ekonomi di Kota Bitung. Informasi ini penting untuk memberikan konteks geografis dan historis yang relevan bagi pembahasan selanjutnya.

4.2 Kondisi Kependudukan Kota Bitung

Sub bab ini membahas kondisi kependudukan Kota Bitung, seperti jumlah penduduk, kepadatan penduduk, dan distribusi penduduk menurut kecamatan. Informasi ini penting untuk memahami pasar dan kebutuhan tenaga kerja di Kota Bitung. Data kependudukan ini memberikan gambaran demografis yang dibutuhkan untuk menganalisis kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian.

4.3 Kondisi Sosial Ekonomi Kota Bitung

Sub bab ini menjelaskan kondisi sosial ekonomi Kota Bitung, meliputi pendidikan, pendapatan per kapita, dan PDRB per kapita. Informasi ini penting untuk memahami tingkat kesejahteraan masyarakat dan potensi pertumbuhan ekonomi. Data sosial ekonomi ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi perekonomian dan kaitannya dengan sektor perikanan.

4.4 Prasarana Perikanan

Sub bab ini membahas infrastruktur dan fasilitas yang mendukung aktivitas perikanan di Kota Bitung. Kondisi prasarana ini penting untuk menilai efisiensi dan daya saing sektor perikanan. Kondisi prasarana yang memadai sangat penting bagi produktivitas dan daya saing sektor perikanan, dan karenanya penting untuk dibahas.

4.5 Perkembangan Produksi Perikanan

Sub bab ini menyajikan data dan analisis mengenai perkembangan produksi perikanan laut dan darat di Kota Bitung selama periode penelitian. Analisis perkembangan produksi ini penting untuk menilai tren dan potensi pertumbuhan sektor perikanan. Tren produksi sangat penting untuk memahami kinerja sektor perikanan dan kontribusinya terhadap ekonomi daerah.

4.6 Sektor Basis di Kota Bitung

Sub bab ini menyajikan hasil analisis LQ untuk mengidentifikasi sektor basis di Kota Bitung. Hasil analisis LQ akan menentukan apakah sektor perikanan merupakan sektor basis atau bukan. Hasil analisis ini menjawab pertanyaan penelitian utama mengenai peran sektor perikanan sebagai sektor basis.

4.7 Kontribusi Subsektor Perikanan terhadap Peningkatan Perekonomian di Kota Bitung

Sub bab ini menyajikan hasil analisis kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Kota Bitung. Analisis ini akan menunjukkan seberapa besar pengaruh sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Analisis ini menjawab pertanyaan penelitian mengenai kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB.

4.8 Kontribusi terhadap Ekspor

Sub bab ini menyajikan hasil analisis kontribusi sektor perikanan terhadap ekspor Kota Bitung. Analisis ini menunjukkan seberapa besar pengaruh sektor perikanan terhadap pendapatan devisa daerah. Analisis ini menjawab pertanyaan penelitian mengenai kontribusi sektor perikanan terhadap ekspor.

4.9 Kontribusi terhadap Pendapatan Daerah

Sub bab ini menyajikan hasil analisis kontribusi sektor perikanan terhadap pendapatan daerah Kota Bitung. Analisis ini menunjukkan seberapa besar pengaruh sektor perikanan terhadap pendapatan pemerintah daerah. Analisis ini menjawab pertanyaan penelitian mengenai kontribusi sektor perikanan terhadap pendapatan daerah.

4.10 Deskripsi Kemampuan Penyerapan Tenaga Kerja

Sub bab ini menyajikan hasil analisis mengenai kemampuan sektor perikanan dalam menyerap tenaga kerja di Kota Bitung. Analisis ini menunjukkan seberapa besar peran sektor perikanan dalam menciptakan lapangan kerja. Analisis ini menjawab pertanyaan penelitian mengenai kontribusi sektor perikanan terhadap penyerapan tenaga kerja.

V. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini merangkum temuan penelitian dan memberikan saran-saran yang relevan. Kesimpulan harus menjawab pertanyaan penelitian dan menjabarkan implikasi temuan penelitian. Saran-saran harus bersifat konstruktif dan memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian Kota Bitung.

5.1 Kesimpulan

Sub bab ini merangkum temuan-temuan penting dari penelitian, menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diajukan di bagian pendahuluan. Kesimpulan harus singkat, padat, dan akurat, mencerminkan hasil analisis data. Kesimpulan ini harus merupakan sintesis dari seluruh hasil analisis dan pembahasan.

5.2 Saran

Sub bab ini memberikan rekomendasi kebijakan dan saran-saran yang bersifat konstruktif untuk pengembangan sektor perikanan di Kota Bitung. Saran-saran ini harus relevan dengan temuan penelitian dan memberikan arahan yang jelas untuk pengembangan ekonomi daerah. Saran-saran ini harus dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang terlibat.

Gambar

Gambar 4.1 : Peta Wilayah per Kecamatan di Kota Bitung
Tabel 4.1 Kepadatan Penduduk Kota Bitung Menurut Kecamatan Tahun 2007
Gambar 4.2.  Grafik Perkembangan penduduk Kota Bitung Tahun 2000 - 2007
Tabel 4.2.  Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kota Bitung Tahun 2007
+7

Referensi

Dokumen terkait

Melihat seberapa besar pengaruh dari tiap sektor tersebut terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan mencari sektor-sektor basis atau unggulan tiap 15 Kota/Kabupaten di Jawa

pertumbuhan dan kontribusi tertinggi dalam pembentukan nilai PDRB adalah sektor Jasa-jasa. Pergeseran telah terjadi pada subsektor tersier di Kota Bandar Lampung dari

pertumbuhan dan kontribusi tertinggi dalam pembentukan nilai PDRB adalah sektor Jasa-jasa. Pergeseran telah terjadi pada subsektor tersier di Kota Bandar Lampung dari

Pemilihan subsektor jasa unggulan didasarkan pada besarnya kontribusi dan laju pertumbuhan subsektor jasa di dalam PDRB kota Bandung, nilai LQ subsektor jasa, nilai proportional shift

Dalam penelitian ini Industri pengolahan perikanan berpengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja di kota Bitung dengan nilai probabilitas dari industri

Untuk mengetahui seberapa besar peranan subsektor perikanan laut dan budidaya dalam meningkatkan perekonomian Provinsi Riau maka analisa data yang digunakan adalah

Penelitian bertujuan; (1) untuk melihat perkembangan kegiatan perikanan selama lima tahun terakhir, (2) untuk mengetahui peranan subsektor perikanan di sektor

Adapun tujuannya untuk yaitu mengidentifikasi kontribusi subsektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto PDRB secara total dengan menggunakan Indeks Kontribusi Sektoral