• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSTRAKSI DAN PENENTUAN KADAR SILIKA (SiO2) HASILEKSTRAKSI DARI ABU TERBANG (FLY ASH) BATUBARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EKSTRAKSI DAN PENENTUAN KADAR SILIKA (SiO2) HASILEKSTRAKSI DARI ABU TERBANG (FLY ASH) BATUBARA"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Agustin Retnosari
  • Pengajar:
    • Tanti Haryati, S.Si, M.Si
    • Novita Andarini, S.Si, M.Si
  • Sekolah: Universitas Jember
  • Mata Pelajaran: Kimia
  • Topik: EKSTRAKSI DAN PENENTUAN KADAR SILIKA (SiO2) HASIL EKSTRAKSI DARI ABU TERBANG (FLY ASH) BATUBARA
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2013
  • Kota: Jember

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini membahas latar belakang pemilihan topik ekstraksi silika dari abu terbang batubara, yang relevan dengan isu lingkungan dan pemanfaatan limbah. Penelitian ini berfokus pada ekstraksi silika, komponen utama abu terbang, yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan aplikasi luas di berbagai industri. Latar belakang ini menunjukkan relevansi dengan isu keberlanjutan dan ekonomi sirkular, tema penting dalam pendidikan tinggi saat ini. Rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian kemudian dijelaskan dengan jelas, memberikan kerangka kerja yang terarah bagi mahasiswa untuk memahami proses penelitian ilmiah. Batasan masalah juga ditetapkan untuk menjamin fokus dan keluasan penelitian.

1.1 Latar Belakang

Sub-bab ini menekankan pentingnya penelitian ini dalam konteks isu lingkungan dan ekonomi. Peralihan industri ke batubara sebagai sumber energi telah menimbulkan masalah limbah berupa fly ash yang mengandung silika. Pemanfaatan silika dari fly ash merupakan solusi berkelanjutan. Diskusi mengenai dampak lingkungan dari fly ash yang tidak terkelola dan potensi ekonomis pemanfaatan silika menciptakan kesadaran mahasiswa akan tanggungjawab sosial dan aplikasi praktis ilmu kimia. Penggunaan rujukan dari literatur ilmiah memperkuat argumen dan menunjukkan kajian literatur yang mendalam, keterampilan penting dalam penelitian akademik.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah difokuskan pada pengaruh konsentrasi NaOH dan waktu ekstraksi terhadap kuantitas dan kualitas silika yang diekstrak. Hal ini memandu mahasiswa untuk memahami variabel-variabel penting yang mempengaruhi proses ekstraksi dan menunjukkan pentingnya perancangan eksperimen yang teliti dalam penelitian ilmiah. Pernyataan masalah yang spesifik dan terukur ini membantu mahasiswa untuk mendefinisikan ruang lingkup penelitian dan memfokuskan upaya mereka pada pengumpulan dan analisis data yang relevan.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini secara spesifik adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH dan waktu ekstraksi terhadap jumlah silika kasar dan kadar silika. Kejelasan tujuan ini sangat penting untuk mengarahkan proses penelitian dan memastikan bahwa data yang dikumpulkan relevan dengan pertanyaan penelitian. Menunjukkan kepada mahasiswa pentingnya memiliki tujuan penelitian yang jelas dan terukur sebelum memulai proses penelitian.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dijelaskan dari dua perspektif: sebagai alternatif pemanfaatan limbah fly ash dan sebagai sumber alternatif silika. Ini menunjukkan aplikasi praktis pengetahuan kimia untuk memecahkan masalah dunia nyata dan mendorong inovasi. Menunjukkan kepada mahasiswa pentingnya menghubungkan penelitian mereka dengan aplikasi praktis dan implikasi sosialnya.

1.5 Batasan Masalah

Sub bab ini menetapkan batasan-batasan penelitian untuk menjamin kelayakan dan fokus penelitian. Dengan membatasi sumber fly ash, konsentrasi NaOH, dan waktu ekstraksi, penelitian menjadi lebih terkelola dan memberikan hasil yang lebih akurat dan terpercaya. Ini mengajarkan mahasiswa pentingnya perencanaan yang matang dalam penelitian dan menunjukkan pentingnya menentukan ruang lingkup penelitian secara realistis.

II. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka memberikan gambaran komprehensif tentang abu terbang batubara (fly ash), silika (SiO2), dan metode ekstraksi dan analisis yang digunakan. Ini penting untuk memberikan konteks dan dasar teoritis bagi penelitian. Pembahasan tentang sifat kimia dan fisika fly ash dan silika, berbagai teknik ekstraksi (cair-cair dan padat-cair), spektroskopi inframerah (FTIR) dan gravimetri, memberikan mahasiswa pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip kimia analitik dan teknik laboratorium yang relevan. Penggunaan referensi ilmiah menunjukkan kemampuan mencari, mengevaluasi, dan mengintegrasikan literatur ilmiah yang tepat ke dalam kerangka kerja penelitian.

2.1 Abu Terbang Batubara (Fly Ash)

Bagian ini menjelaskan karakteristik fly ash, termasuk klasifikasinya (kelas F dan C), komposisi kimia, dan sifat fisika. Diskusi ini penting untuk memahami sifat bahan baku yang digunakan dalam penelitian. Penekanan pada komposisi kimia fly ash membantu mahasiswa memahami hubungan antara komposisi dan sifat bahan, suatu konsep penting dalam kimia. Pemahaman tentang variasi fly ash berdasarkan jenis batubara yang dibakar memberikan perspektif yang lebih luas mengenai bahan baku penelitian.

2.2 Sifat Kimia dan Fisika Fly Ash

Sub bab ini membahas lebih detail tentang sifat kimia dan fisika fly ash, termasuk pengaruh jenis batubara dan teknik penanganannya. Ini menunjukkan kepada mahasiswa pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Perbandingan sifat fly ash dari berbagai jenis batubara menekankan pentingnya pemahaman terhadap karakteristik bahan baku sebelum melakukan penelitian.

2.3 Silika (SiO2)

Bagian ini membahas struktur kimia silika, sifat kimia dan fisika, serta berbagai bentuk dan aplikasinya. Ini memberikan dasar teoritis untuk memahami proses ekstraksi silika. Penekanan pada berbagai bentuk dan aplikasi silika menunjukkan kepada mahasiswa relevansi penelitian ini dalam konteks aplikasi industri dan teknologi.

2.4 Sifat Fisika dan Kimia Silika

Sifat fisika dan kimia silika dijelaskan secara rinci, termasuk reaksi dengan asam dan basa, serta penjelasan tentang silika presipitasi. Ini memberikan landasan teoretis yang kuat untuk memahami proses ekstraksi dan karakterisasi silika. Membahas silika presipitasi secara khusus menyediakan konteks yang relevan bagi metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini.

2.5 Ekstraksi

Penjelasan mengenai prinsip-prinsip ekstraksi, jenis-jenis ekstraksi (cair-cair dan padat-cair), dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang proses ekstraksi yang digunakan dalam penelitian. Diskusi tentang ekstraksi cair-cair dan padat-cair memberikan kerangka kerja komprehensif bagi mahasiswa untuk memahami berbagai teknik ekstraksi dan memilih teknik yang paling sesuai untuk suatu aplikasi tertentu.

2.6 Spektroskopi Inframerah (FTIR)

Bagian ini membahas prinsip dasar spektroskopi FTIR dan aplikasinya dalam analisis kualitatif silika. Ini memberikan pemahaman tentang teknik analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi dalam sampel silika. Penjelasan tentang prinsip kerja FTIR, jenis vibrasi molekul, dan analisis spektrum FTIR memberikan mahasiswa pemahaman mendalam tentang teknik spektroskopi dan aplikasinya dalam analisis kimia.

2.7 Gravimetri

Penjelasan mengenai prinsip dan prosedur analisis gravimetri, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi kemurnian endapan. Ini memberikan pemahaman tentang teknik analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian. Penjelasan tentang berbagai aspek gravimetri seperti pengendapan, keadaan lewat jenuh, dan kemurnian endapan memberikan mahasiswa pemahaman yang komprehensif tentang teknik analisis gravimetri dan pentingnya akurasi dan presisi dalam pengukuran.

III. Metodologi Penelitian

Bab metodologi menjelaskan secara rinci desain penelitian, alat dan bahan yang digunakan, prosedur penelitian, dan metode analisis data. Ini sangat penting untuk memastikan reproduksibilitas penelitian dan validitas temuan. Penjelasan tentang persiapan sampel, proses ekstraksi, dan analisis data menggunakan FTIR dan gravimetri memberikan mahasiswa pemahaman tentang langkah-langkah yang terlibat dalam penelitian ilmiah. Diagram alir penelitian membantu mahasiswa untuk memahami alur kerja penelitian dan memastikan konsistensi antar langkah-langkah penelitian.

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Sub bab ini menjelaskan lokasi dan durasi penelitian, memastikan reproduksi penelitian dapat dilakukan di tempat lain dengan kondisi yang serupa. Ini juga memberikan informasi logistik yang penting bagi mahasiswa untuk memahami perencanaan penelitian.

3.2 Alat dan Bahan Penelitian

Daftar alat dan bahan yang digunakan sangat penting untuk memastikan reproduksi penelitian. Ini juga mengajarkan mahasiswa pentingnya memilih alat dan bahan yang tepat untuk mencapai hasil yang akurat dan handal. Daftar yang lengkap dan detail memungkinkan penelitian untuk direplikasi secara akurat.

3.3 Diagram Alir Penelitian

Diagram alir penelitian memberikan gambaran keseluruhan alur kerja penelitian. Ini memudahkan mahasiswa untuk memahami langkah-langkah yang dilakukan dan hubungan antar langkah-langkah tersebut. Visualisasi alur kerja ini sangat membantu dalam memahami desain penelitian.

3.4 Prosedur Penelitian

Sub bab ini menjelaskan secara detail langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian, mulai dari persiapan sampel hingga analisis data. Ini sangat penting untuk memastikan reproduksi penelitian dan validitas temuan. Detail prosedur yang lengkap dan jelas akan memudahkan mahasiswa untuk memahami teknik penelitian dan mempraktikkannya dengan benar.

IV. Hasil dan Pembahasan

Bab hasil dan pembahasan menyajikan data penelitian dan interpretasinya. Ini menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk menganalisis data, menarik kesimpulan, dan menghubungkannya dengan teori yang telah dibahas sebelumnya. Pembahasan tentang proses ekstraksi, karakterisasi silika menggunakan FTIR dan gravimetri, serta pengaruh konsentrasi NaOH dan waktu ekstraksi memberikan pemahaman mendalam tentang hasil penelitian dan implikasinya. Analisis data yang komprehensif, disertai dengan penjelasan yang logis dan terstruktur, membantu mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan menginterpretasikan data secara efektif.

4.1 Proses Ekstraksi

Bagian ini menjelaskan detail proses ekstraksi silika dari fly ash, termasuk preparasi sampel, proses ekstraksi, dan reaksi kimia yang terlibat. Ini memberikan mahasiswa pemahaman yang komprehensif tentang proses ekstraksi dan menunjukkan pentingnya pemahaman teori kimia dalam praktik penelitian. Penjelasan reaksi kimia yang terlibat menunjukkan pemahaman mahasiswa tentang prinsip-prinsip kimia yang mendasari proses ekstraksi.

4.2 Karakterisasi Silika Hasil Ekstraksi

Bagian ini membahas karakterisasi silika hasil ekstraksi menggunakan FTIR dan gravimetri. Ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan teknik analisis untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi silika. Interpretasi hasil FTIR dan gravimetri menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis data dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang ada. Penjelasan yang jelas dan terstruktur menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan informasi secara efektif.

4.3 Pengaruh Konsentrasi NaOH dan Waktu Ekstraksi

Bagian ini menganalisis pengaruh variabel-variabel eksperimen terhadap hasil ekstraksi. Ini menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel-variabel dan hasil penelitian. Analisis data yang komprehensif dan interpretasi yang logis menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis data dan menarik kesimpulan yang bermakna. Pembahasan tentang pengaruh konsentrasi NaOH dan waktu ekstraksi menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi proses ekstraksi.

V. Penutup

Bab penutup merangkum kesimpulan penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan harus sesuai dengan tujuan dan temuan penelitian. Saran untuk penelitian selanjutnya memberikan arah untuk pengembangan penelitian di masa mendatang. Kesimpulan yang ringkas, jelas, dan tepat menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk merangkum temuan penelitian mereka. Saran yang relevan menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk memikirkan arah pengembangan penelitian di masa mendatang.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan penelitian merangkum temuan utama penelitian berdasarkan data yang telah dianalisis. Kesimpulan harus sesuai dengan tujuan penelitian dan didasarkan pada bukti empiris. Kesimpulan yang ringkas, tepat, dan jelas menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk merumuskan kesimpulan berdasarkan data yang telah dianalisis.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya memberikan arah untuk pengembangan penelitian di masa mendatang. Saran ini dapat berupa usulan untuk memperbaiki metodologi penelitian, menguji variabel lain, atau mengembangkan aplikasi dari temuan penelitian. Saran yang relevan dan terarah menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis dan mempertimbangkan arah pengembangan penelitian di masa mendatang.

Gambar

Tabel 2.1 Komposisi kimia fly ash PLTU Paiton-Probolinggo :
Tabel 4.1 Massa endapan silika kasar (gram) hasil ekstraksi dengan variasi konsentrasi NaOH dan variasi waktu pada pengulangan 1
Gambar 4.1 Pembentukan silika dari fly ash yang diekstraksi dengan larutan NaOH (a) fitrat silika hasil ekstraksi, (b) endapan silika yang terbentuk setelah pengasaman, (c) endapan silika kasar yang telah dikeringkan
Gambar 4.2 Spektra FTIR dari silika hasil ekstraksi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pemanfaatan Abu Terbang (Fly Ash) Batubara Sebagai Sumber Silika Dalam Sintesis ZSM-5 Dengan Pengaruh Variasi Rasio SiO 2 /Al 2 O 3 dan

“Pengaruh Penambahan Zat Aditif Abu Terbang Batubara (Fly Ash) Terhadap Efektivitas Membran Keramik Berbasis Tanah Liat, Zeolit, Pasir Silika Dan Serbuk Besi Pada

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik optimum waktu ekstraksi terhadap kadar silika yang diperoleh serta pengaruh suhu pengeringan terhadap daya serap silika

(2008), melakukan ekstraksi silika dari sekam padi menggunakan larutan KOH pada. berbagai variasi konsentrasi serta larutan HNO 3 10% sebagai

Konsentrasi HCl dalam Ekstraksi Silika dari Sekam Padi untuk Sintesis Silika. Xerogel.Kimia

Penelitian tugas akhir ini hanya membatasi pada proses ekstraksi limbah padat fly ash dan bottom ash batubara menggunakan larutan-larutan dengan konsentrasi yang

Gambar 1.b yang juga menampilkan pola massa dari tiga variasi waktu ekstraksi, diperoleh massa xerogel tertinggi terletak pada waktu ekstraksi 150 menit karena terjadi

3.4 Karakterisasi XRF, XRD dan Luas Permukaan pada Silika Silika hasil ekstraksi dari POFA dimanfaatkan sebagai adsorben dalam pengolahan air gambut, dari proses adsorpsi yang