• Tidak ada hasil yang ditemukan

Quality control gula rafinasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Quality control gula rafinasi"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Rini Dwiastuti
  • Pengajar:
    • Setyaningrum Ariviani, S.TP, M.Sc
    • Ir. Windi Atmaka, MP
  • Sekolah: Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Mata Pelajaran: Teknologi Hasil Pertanian
  • Topik: Quality Control Gula Rafinasi
  • Tipe: laporan magang
  • Tahun: 2010
  • Kota: Cilacap

I. Pendahuluan

Bab ini memberikan latar belakang pentingnya pengendalian mutu gula rafinasi dalam konteks industri makanan dan minuman di Indonesia. Meningkatnya kebutuhan gula rafinasi nasional, baik dari dalam negeri maupun impor, menuntut peningkatan standar mutu dan efisiensi produksi. PT. Dharmapala Usaha Sukses, sebagai salah satu produsen gula rafinasi di Cilacap, Jawa Tengah, dipilih sebagai studi kasus karena komitmennya terhadap sertifikasi halal dan standar ISO 9001:2000, yang mencerminkan dedikasi perusahaan terhadap Sistem Manajemen Mutu dan perbaikan berkelanjutan. Analisis lebih lanjut akan berfokus pada praktik pengendalian mutu yang diterapkan di perusahaan ini.

1.1 Latar Belakang

Kenaikan permintaan gula rafinasi di Indonesia, baik untuk industri makanan dan minuman maupun farmasi, mendorong perlunya pengendalian mutu yang ketat. Pasokan yang sebagian besar bergantung pada impor raw sugar memerlukan pengawasan kualitas sejak awal. PT. Dharmapala Usaha Sukses, dengan sertifikasi halal dan ISO 9001:2000, menjadi contoh bagaimana penerapan sistem manajemen mutu yang baik dapat menjamin kualitas produk dan daya saing. Studi kasus ini bertujuan menganalisis secara mendalam bagaimana perusahaan ini mengelola pengendalian mutu pada setiap tahapan produksi, dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk akhir.

1.2 Tujuan Magang

Tujuan utama magang ini adalah untuk memahami secara komprehensif proses pengendalian mutu gula rafinasi di PT. Dharmapala Usaha Sukses. Hal ini mencakup pemahaman tentang metode pengujian bahan baku (raw sugar dan bahan pembantu), pengawasan proses produksi (afinasi, klarifikasi, dekolorisasi, dll.), serta analisis kualitas produk akhir. Selain itu, magang ini juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan analitis mahasiswa dalam mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian mutu yang diterapkan dan mengidentifikasi potensi peningkatannya. Kesimpulan dan rekomendasi akan diberikan berdasarkan temuan selama magang.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian ini membahas definisi dan klasifikasi gula, meliputi raw sugar, gula rafinasi, dan gula kristal putih, serta menjelaskan proses pengolahan gula rafinasi secara detail. Tinjauan pustaka juga mencakup prinsip-prinsip pengendalian mutu dalam industri pangan, termasuk pengendalian bahan baku, proses produksi, dan produk akhir. Aspek sanitasi dalam industri pengolahan gula juga dibahas untuk memastikan keamanan dan kualitas produk.

2.1 Jenis dan Proses Pengolahan Gula

Bab ini menjelaskan berbagai jenis gula berdasarkan proses pembuatan dan warna ICUMSA, mencakup raw sugar, gula rafinasi, dan gula kristal putih. Penjelasan detail tentang proses pengolahan gula rafinasi dari raw sugar, meliputi tahap afinasi, klarifikasi (karbonatasi atau flotasi), filtrasi, dekolorisasi, evaporasi, kristalisasi, sentrifugasi, pengeringan, dan pendinginan, akan diuraikan. Setiap tahap akan dijelaskan secara rinci, termasuk prinsip kerja dan faktor-faktor yang memengaruhi kualitas produk.

2.2 Pengendalian Mutu dalam Industri Pangan

Bagian ini mengulas konsep pengendalian mutu dalam industri pangan, mencakup aspek pengendalian mutu bahan baku, proses produksi, dan produk akhir. Diskusi akan meliputi metode pengujian dan standar mutu yang relevan, termasuk standar SNI. Pentingnya pengendalian mutu untuk menjamin keamanan pangan dan kepuasan pelanggan akan ditekankan. Selain itu, pengaruh pengendalian mutu terhadap daya saing produk di pasar global juga akan dijelaskan.

2.3 Sanitasi dalam Industri Gula

Bab ini menjelaskan pentingnya sanitasi dalam industri pengolahan gula untuk mencegah kontaminasi dan menjaga keamanan pangan. Diskusi akan meliputi aspek sanitasi bahan baku, proses produksi, peralatan, dan lingkungan kerja. Prosedur sanitasi yang baik, termasuk pembersihan dan disinfeksi, akan dibahas untuk memastikan produk gula rafinasi terbebas dari kontaminan berbahaya dan memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.

III. Tata Laksana Pelaksanaan Magang

Bagian ini menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi langsung di lapangan, dan studi literatur. Data yang dikumpulkan meliputi berbagai aspek operasional PT. Dharmapala Usaha Sukses, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian mutu gula rafinasi.

3.1 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam magang ini meliputi wawancara dengan berbagai pihak di PT. Dharmapala Usaha Sukses, mulai dari manajer hingga operator produksi. Observasi langsung pada proses produksi memungkinkan pengamatan detail setiap tahap proses dan sistem pengendalian mutu yang diterapkan. Studi pustaka dilakukan untuk melengkapi data dan informasi terkait dengan proses produksi gula rafinasi dan praktik pengendalian mutu yang baik. Kombinasi ketiga metode ini diharapkan memberikan gambaran komprehensif tentang pengendalian mutu di perusahaan.

IV. Hasil dan Pembahasan

Bab ini menyajikan hasil analisis data yang telah dikumpulkan selama magang. Analisis meliputi profil perusahaan, struktur organisasi, manajemen sumber daya manusia, proses produksi, sistem pengendalian mutu, dan aspek sanitasi. Temuan selama magang akan dibahas secara rinci, termasuk kelebihan dan kekurangan sistem pengendalian mutu yang diterapkan di PT. Dharmapala Usaha Sukses.

4.1 Profil Perusahaan dan Manajemen

Bagian ini akan menyajikan gambaran umum PT. Dharmapala Usaha Sukses, meliputi sejarah perusahaan, struktur organisasi, jumlah dan jenis tenaga kerja, serta kebijakan kesejahteraan karyawan. Analisis akan berfokus pada bagaimana struktur organisasi dan sistem manajemen perusahaan mendukung atau menghambat efektivitas sistem pengendalian mutu. Kesejahteraan karyawan juga akan dikaji sebagai faktor penting yang memengaruhi produktivitas dan kualitas kerja.

4.2 Proses Produksi dan Pengendalian Mutu

Bagian ini membahas secara detail proses produksi gula rafinasi di PT. Dharmapala Usaha Sukses, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengemasan produk akhir. Analisis akan difokuskan pada sistem pengendalian mutu yang diterapkan pada setiap tahapan proses, termasuk metode pengujian yang digunakan dan standar mutu yang diterapkan (misalnya, SNI). Efektivitas sistem pengendalian mutu akan dievaluasi berdasarkan data yang dikumpulkan selama magang, dengan mengidentifikasi potensi peningkatan dan perbaikan.

4.3 Sanitasi dan Keamanan Pangan

Bagian ini membahas aspek sanitasi dan keamanan pangan dalam proses produksi gula rafinasi di PT. Dharmapala Usaha Sukses. Analisis akan meliputi praktik sanitasi yang diterapkan pada bahan baku, peralatan produksi, lingkungan kerja, dan penanganan limbah. Kepatuhan perusahaan terhadap peraturan dan standar keamanan pangan akan dievaluasi, dan potensi peningkatan dalam hal sanitasi dan keamanan pangan akan diidentifikasi.

V. Penutup

Bab ini menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran untuk peningkatan sistem pengendalian mutu di PT. Dharmapala Usaha Sukses. Saran yang diberikan akan mempertimbangkan aspek teknis, manajerial, dan ekonomis.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan akan merangkum temuan utama mengenai sistem pengendalian mutu gula rafinasi di PT. Dharmapala Usaha Sukses. Efektivitas sistem pengendalian mutu yang telah diterapkan akan dinilai, dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan standar SNI dan praktik terbaik industri. Kesimpulan juga akan menyoroti kelebihan dan kekurangan sistem yang ada, serta implikasi temuan terhadap kualitas produk dan daya saing perusahaan.

5.2 Saran

Bagian ini akan memberikan saran-saran konkrit untuk meningkatkan sistem pengendalian mutu gula rafinasi di PT. Dharmapala Usaha Sukses. Saran akan diberikan berdasarkan temuan dan analisis yang telah dilakukan, dengan mempertimbangkan aspek teknis, manajerial, dan ekonomis. Saran juga akan mempertimbangkan potensi peningkatan efisiensi, pengurangan biaya, dan peningkatan kualitas produk.

Referensi Dokumen

  • Pemasaran ( Kotler (1992) )
  • Sanitasi industri pangan ( Kasmidjo (1999) )
  • Hygiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja

Gambar

Tabel 4.1. Rincian Tenaga kerja PT. Dharmapala Usaha Sukses
Tabel 4.2 Jumlah Kebutuhan dan Penyediaan Bahan
Tabel 4.4 Standar Mutu Gula Kristal Mentah menurut SNI 01-3140.1-2001
Tabel 4.5 Spesifikasi Gula Rafinasi
+6

Referensi

Dokumen terkait

Nilai koefisien 12,34779 yang artinya bila harga gula kristal mentah dunia mengalami kenaikan 1% maka akan diikuti oleh kenaikan impor gula kristal mentah

Pada proses pembuatan gula rafinasi pada intinya adalah merubah gula mentah (raw sugar) menjadi gula rafinasi (refined sugar) yang dapat memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan

(4) Menteri atau pejabat yang ditunjuk menugaskan Produsen Gula Kristal Rafinasi untuk memenuhi kebutuhan Gula Kristal Rafinasi yang diperlukan oleh

Yaitu proses pengkristalan gula (sukrosa) pada thick liquor pada pan kristalisasi dilakukan bertingkat untuk mendapatkan Kristal sebanyak-banyaknya dan

Pengendalian kualitas gula kristal putih di Pabrik Gula Kremboong adanya jenis kerusakan gula Krikilan, dengan jumlah kerusakan gula sebesar 96,86 kuintal atau

Nilai koefisien 12,34779 yang artinya bila harga gula kristal mentah dunia mengalami kenaikan 1% maka akan diikuti oleh kenaikan impor gula kristal mentah

ABSTRAK : bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 2 Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 2004 tentang Penetapan Gula sebagai Barang dalam Pengawasan, gula kristal rafinasi ditetapkan sebagai

Peraturan ini mengatur perdagangan gula kristal rafinasi melalui pasar lelang komoditas untuk memberikan kesempatan yang sama bagi industri besar dan kecil dalam memperoleh, mengawasi, dan mendistribusikan gula kristal