BAHASA MAKIAN PARA SENIMAN
DI TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA
DALAM BENTUK BAHASA INDONESIA
MUHAMMAD ZAINURI NIM: 29001174
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA
YOGYAKARTA
A. Pendahuluan
Latar Belakang
Masyarakat di Indonesia umumnya menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan jabaran bahasa secara fungsional. Bahasa memegang peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Bagi sosiolinguistik konsep, bahasa adalah alat atau berfungsi menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit, sebab seperti dikemukakan Fishman (1972) bahwa yang menjadi persoalan linguistik adalah “who speak what language to whom, when and to what end”. Oleh karena itu fungsi-fungsi bahasa itu antara lain, dapat dilihat dari sudut penutur, pendengar, topik, kode, dan amanat pembicaran. Manusia pada umumya berinteraksi untuk membina kerja sama antar sesamanya dalam rangka membentuk, mengembangkan dan mewariskan kebudayaan dalam artian yang seluas-luasnya, ada kalanya atau mungkin sering kali manusia berselisih paham atau berbeda pendapat dengan yang lainnya. Dalam situasi yang terakhir inilah para pemakai bahasa memanfaatkan berbagai kata makian.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang yang telah dijabarkan, terdapat beberapa
masalah yang perlu untuk dikaji. Permasalahan tersebut dapat diidentifikasi sebagai
berikut.
1. Bentuk bahasa makian para Seniman yang terdapat di Taman Budaya Yogyakarta 2. Kata makian para Seniman yang terdapat di Taman Budaya Yogyakarta
3. Arti bahasa makian para Seniman yang terdapat di Taman Budaya Yogyakarta 4. Fungsi bahasa makian para Seniman yang terdapat di Taman Budaya Yogyakarta
C. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah disusun, dibatasi permasalahan
dalam bahasa makian para Seniman di Taman Budaya Yogyakarta, antara lain sebagai
berikut.
1. Bentuk bahasa makian, khususnya seniman seni peran yang terdapat di Taman
Budaya Yogyakarta dalam bahasa Indonesia.
2. Bentuk kata makian dalam bentuk bahasa Indonesia, khususnya seniman seni peran
yang terdapat di Taman Budaya Yogyakarta. D. Rumusan Masalah
Berdasarkan ruang lingkup dan fokus masalah, dapat dirumuskan beberapa pokok
masalah sebagai berikut.
1. Apa sajakah bentuk bahasa makian para Seniman, khususnya seniman seni peran
yang terdapat di Taman Budaya Yogyakarta dalam bahasa Indonesia?
2. Bagaimanakah bentuk kata makian para Seniman dalam bahasa Indonesia, khususnya
seniman seni peran yang terdapat di Taman Budaya Yogyakarta?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengacu pada masalah-masalah yang telah disebutkan pada
bagian rumusan masalah.
1. Menyebutkan dan mendiskripsikan bentuk bahasa makian para Seniman di Taman
2. Menyebutkan dan mendiskripsikan arti bahasa makian para Seniman di Taman
Budaya Yogyakarta, khususnya seniman seni peran.
F. Manfaat Penelitian
1. Sebagai sumber informasi bagi masyarakat umum dan mahasiswa yang melakukan penelitian tentang judul yang sejenis.
2. Sebagai referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian sejenis. 3. Sebagai bahan belajar untuk penulis dan masyarakat pembaca.
G. Kajian Teori 1. Kajian Teori
a. Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan jabaran bahasa secara fungsional. Bahasa memegang peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Bagi sosiolinguistik konsep, bahasa adalah alat atau berfungsi menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit, sebab seperti dikemukakan Fishman (1972) bahwa yang menjadi persoalan linguistik adalah “who speak what language to whom, when and to what end”. Oleh karena itu fungsi-fungsi bahasa itu antara lain, dapat dilihat dari sudut penutur, pendengar, topik, kode, dan amanat pembicaran. Manusia pada umumya berinteraksi untuk membina kerja sama antar sesamanya dalam rangka membentuk, mengembangkan dan mewariskan kebudayaan dalam artian yang seluas-luasnya, ada kalanya atau mungkin sering kali manusia berselisih paham atau berbeda pendapat dengan yang lainnya. Dalam situasi yang terakhir inilah para pemakai bahasa
memanfaatkan berbagai kata makian.
1986, 17). Kata makian yang digunakan tidak semerta-merta untuk mengungkapkan kejengkelan, akan tetapi kata makian juga mewakili
ungkapan rasa heran dan pujian terhadap suatu hal atau lawan tutur. Di Taman Budaya Yogyakarta, banyak seniman menggunakan kata makian pada saat bersosialisasi.
c. Banyak orang mengatakan, Yogyakarta adalah Kota Seniman. Dengan julukan Kota Seniman, Yogyakarta mempunyai banyak tempat untuk penyaluran bakat seniman, salah satu tempat itu adalah Taman Budaya Yogyakarta. Di Taman Budaya Yogyakarta, seniman seni sastra, seni rupa dan seni peran dapat menyalurkan wujud karyanya. Tidak hanya seniman yang berasal dari daerah Yogyakarta saja, tetapi juga banyak seniman yang berasal dari luar daerah Yogyakarta yang menyalurkan karya seninya di Taman Budaya. Dari bidang seni yang disebutkan, tentu Taman Budaya juga menjadi tempat bersosialisasi antar seniman.
2. Penelitian yang Relevan
Ungkapan Makian Bahasa Minangkabau Di Kenagarian Taluk Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar, Refmiyanti1, oleh Agustina2, Erizal Gani3, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Universitas Negeri Padang
H. Subjek Dan Objek Penelitian
1. Subjek Penenlitian
Menurut Suharsini Arikunto (1996:114) yang dimaksud sumber data dalam
penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Subjek penelitian ini adalah
bahasa para seniman di Taman Budaya Yogyakarta dalam bentuk bahasa Indonesia.
2. Objek Penelitian
I. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah suatu yang digunakan oleh seorang peneliti untuk
mengungkapkan data yang digunakan dalam penelitiannya dan digunakan untuk
menyimpulkan data dari hasil penelitiannya. Metode yang digunakan untuk pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah metode observasi. Metode observasi digunakan untuk
mengklasifikasikan data yang diperoleh ke dalam kartu data.
J. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti untuk
mengumpulkan data agar lebih mudah dan sistematis sehingga akan lebih mudah untuk
diolah (Arikunto, 2010:203).
Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan orang lainnya. Kartu
data dan alat tulis juga bagian terpenting dalam melakukan penelitian ini yang digunakan
untuk mencari data-data yang relevan dengan rumusan masalah yang telah dibuat. Hasil
penelitian yang didapat, dibagi sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dan diklasifikan
sesuai dengan kelompoknya.
K. Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif
kualitatif. Metode ini digunakan untuk mengingat bahwa yang diteliti adalah bahasa
makian para seniman di Taman Budaya Yogyakarta dalam bahasa Indonesia. Penelitian
mengutamakan penghayatan terhadap konsep yang diteliti.pengertian kualitatif yaitu
untuk menginterpretasikan data-data yang telah diperoleh untuk mendapatkan hasil yang
dapat dipertanggung jawabkan. Secara umum teknik diskriptif kualitatif yaitu suatu
metode yang digunakan untuk memaparkan data yang telah diperoleh secara benar.
Metode analisis data yang dilakukan antara lain yaitu.
1. Mendengarkan percakapan bahasa makian di Taman Budaya Yogyakarta secara benar
2. Mencari permasalahan yang sesuai dengan rumusan masalah.
3. Menulis permasalahan yang ada ke dalam kolom-kolom yang sudah disediakan.
4. Mengidentifikasi masalah yang ada.
5. Menganalisis permasalahan dari indetifikasi yang ditemukan.
6. Memberi kesimpulan.
L. Sistematika Penelitian
Sistematika dari penelitian ini yaitu.
1. Latar Belakang Masalah
2. Identifikasi Masalah
3. Pembatasan Masalah
4. Rumusan Masalah
5. Tujuan penelitian
6. Manfaat Penelitian
7. Kajian Teori
a. Kajian Teori
8. Subjek dan Objek Penelitian
a. Subjek penelitian
b. Objek penelitian
9. Metode Pengumpulan Data
10. Instrumen Penelitian
11. Metode Analisis Data
12. Sistematika Penelitian
13. Daftar Pustaka
M. Daftar Pustaka
Prof. Dr. Wijana, I Dewa Putu, SU., M.A dan Rohmadi, Muhammad, S.S., M.Hum. 2013.
Sosiolinguistik (Kajian Teori dan Analisis). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Chaer, Abdul dan Agustina, Leoni. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer Abdul. 2013. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.