KARAKTERISTK PERPINDAHAN PANAS ALIRANUDARA DALAM AIR
Oleh: KUSUMA ( 02510148 )Mechanical Engineering Dibuat: 2007-12-31 , dengan 2 file(s).
Keywords: Alat Pendingin Air Limbah Kondensor, Karakteristik Perpindahan Panas Aliran Udara dalam Air
ABSTRAKSI
Menindak lanjuti serangkaian penelitian yang telah dilakukan peneliti terdahulu ( Andre aswara / 2005, Andoko, zulailli, Doni / 2006 ) akan perlunya alat pendingin air limbah kondensor yang merupakan air buangan hasil produksi pabrik. Selain berfungsi sebagai pengganti alat yang telah ada ( cooling tower, system kincir angin ), diharap nantinya dapat dijadikan salah satu alat pendingin alternative dengan melihat adanya kekurangan pada sistem pendingin yang telah ada tersebut. Maka berpijak pada aturan pemerintah tentang ( UU Lingkungan Hidup No 23/1997 ), ( Peraturan Pemerintah No.18/1999 Tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun ), maupun ( PP RI No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengolahan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air ) dengan demikian kasus penyimpangan pembuangan air limbah selama ini dapat teratasi. Sebagai contoh PG. Kebon Agung Malang, pendinginan air limbahnya menggunakan kolam penampungan dengan metode sprayer, air disemprotkan diatas kolam. Dikarenakan terjadi kontak butiran air limbah panas dengan udara di atas kolam, maka kalor air terserap udara sehingga suhu air menjadi turun. Seiring dengan peningkatan kapasitas produksi pabrik gula maka terjadi juga peningkatan limbah panas. Peningkatan kapasitas sistem pendingin mejadi tuntutan namun terkendala oleh keterbatasan lahan, keterbatasan air pendingin, dan keterbatasan biaya. Kajian pendahulu untuk beberapa sistem serupa merekomendasikan model aerator yaitu menginjeksikan udara kedalam air limbah panas, sehingga terbentuk gelembung udara yang bergerak ke permukaan dengan menyerap kalor air sehingga suhu air turun. Diupayakan agar gelembung udara dalam keadaan halus namun dalam jumlah yang banyak. Dalam pengembangan rancangan aerator sebagai pendingin air limbah, peneliti mendapatkan beberapa parameter yang dibutuhkan guna kebutuhan aplikasi nantinya. Parameter tersebut diantaranya adalah hubungan ( Q ) Kalor dengan massa aliran udara ( udara ) pada suhu 40 OC, 50 OC, 60 OC dengan diameter diffuser ( 0.001m, 0.0015m, 0.002m, 0.0025m ), ketika semakin besar debit ( udara ) yang diberikan maka ( Q ) juga terserap semakin besar. Maka operator dengan mudah akan
mengetahui berapa besar kebutuhan ( udara ) yang diperlukan untuk menyerap sejumlah kalor
yang ada. Kemudian hubungan antara ( ∆Tudara ) dengan massa aliran udara ( udara ) pada suhu
ABSTRACT
Following up from research that have conducted by former researcher (Andre Aswara / 2005, Andoko, Zulailli, Doni / 2006 ) about the importance of cooler of waste water representing discard water result of factory production. Besides as replacer appliance that has existed (cooling tower, windmill system), later expected can be made one of alternative cooler seen the existence of insuffiency at cooler system that has existed. Hence base on government ordinance about (Environment Ordinance No. 23 / 1997 (Ordinance Government No.18 / 1999 about Processing of Poisonous and Dangerous Waste Materials), and also (PP RI No. 82 Year 2001 about
Processing Quality and Control of Contamination Water) thereby dismissal deviation case of water waste during this time can be overcome. For Example PG. Kebon Agung Malang, refrigeration it water waste used relocation pool with sprayer method, water sprayed above the pool. Because of happened contact of water grain of hot waste with air above the pool, hence water kalor permeated by air so that water temperature be going down. Along with increasing capacities produce of sugar factory hence also happened increasing hot waste. The increasing of cooler system capacities become complaint but it burdened by limitation of farm, limitation water cooler, and limitation expense. Predecessor study for a few similar system recommend aerator model that is air hypodermic into hot waste water, so that formed peripatetic air bubble on surface by permeating water kalor so that water temperature be going down. To be strived air bubble in a refined condition but in much number. In aerator device development as waste water cooler, researcher get some required parameter utilize for application need later. That parameter among others is relation (Q) kalor with air stream mass ( air) at temperature 400C, 500C, 600C with diffuser diameter (0.001m, 0.0015m, 0.002m, 0.0025m) when more and more resulted debit ( air) that to be given hence (Q) also be permeated more and more. Hence easily operator would know how big need (air) that to be need to reserve some kalor existed. Then relation between
(∆T air) with air stream mass ( air) at temperature 400C, 500C, 600C with has many kind of