ERDAMAH 107.7 FM
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S. Kom. I)
Oleh:
Siti Musfiroh NIM: 109051000049
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI
SYARIF HIDAYATULLAH
STRATEGI PROGRAM SUARA (SALAM UKHUWAH
ERDAMAH) SEBAGAI MEDIA DAKWAH DI RADIO
ERDAMAH 107.7 FM
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S. Kom. I)
Oleh:
Siti Musfiroh
NIM: 109051000049
Dosen Pembimbing:
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI
SYARIF HIDAYATULLAH
LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis dengan diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Strata Satu (S-1) di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang digunakan dalam penulisan skripsi ini telah saya cantumkan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Jika terbukti di kemudian hari karya ini bukan hasil karya asli saya atau hasil
jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang
berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 20 Maret 2014
i ABSTRAK Siti Musfiroh
Strategi Program SUARA (Salam Ukhuwah Erdamah) Sebagai Media Dakwah di Radio Erdamah 107.7 FM
Program SUARA (Salam Ukhuwah Erdamah) merupakan sebuah program musik Islami yang dimiliki oleh Radio Erdamah. Program ini tidak hanya menyajikan siaran musik saja, tetapi juga banyak memberikan tema-tema Islami yang berbeda setiap harinya. Selain dari pada itu, para pendengar juga bisa ikut berkontribusi dengan memberikan masukan terhadap tema baru yang disiarkan oleh program SUARA. Program SUARA ini menjadi media dakwah bagi para penyiar dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui lagu-lagu religi serta tema-tema yang diberikan oleh penyiar. Di satu sisi program SUARA masih banyak memiliki kekurangan dari sisi manajemen siaran. Di sisi lain program SUARA memerlukan starategi penyiaran yang baik pada proses siaranannya.
Berdasarkan konteks di atas, maka tujuan tulisan ini adalah menjawab pertanyaan bagaimana perencanaan program SUARA ? Kemudian bagaimana produksi dan pembelian program SUARA? Kemudian bagaimana eksekusi program SUARA? Kemudian bagaimana pengawasan dan evaluasi program SUARA?
Teori yang digunakan adalah strategi program menurut Pringle Star. Pringle Star, menyebutkan perencanaan program mencakup pekerjaan mempersiapkan rencana, jangka pendek, menengah dan panjang yang memungkinkan stasiun penyiaran untuk mendapatkan tujuan program dan tujuan keuangannya. Strategi yang dilakukan program SUARA (Salam Ukhuwah Erdamah) berupa perencanaan, produksi dan pembelian, eksekusi, pengawasan dan evaluasi. Strategi program SUARA diantaranya; Perencanan, yang dilakukan dengan jangka panjang berupa program yang diberikan penyiar melalui tema yang di request oleh pendengar atau pun langsung oleh penyiar. Produksi dan pembelian, produksi dilakukan melalui ide dari kepala program, maka tidak ada pembelian dalam program SUARA. Eksekusi, dilakukan dengan memperhatikan kondisi masyarakat lalu ditentukan waktu siaran dan penayangannya. Pengawasan dan evaluasi, berupa pengawasan langsung dari kepala program. Evaluasi setiap 6 Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Waktu penelitian dimulai bulan Agustus hingga bulan November 2013. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif.
Program SUARA merupakan program pilihan yang baik untuk didengar kaum remaja, khususnya remaja muslim. Program ini perlu pengembangan yang lebih baik dari sisi strategi penyiarannya. Strategi itu akan membantu penyiar atau programer dalam proses penyiaran yang lebih baik. Selain itu hal tersebut juga akan meningkatkan sisi ratting acara program SUARA di Radio Erdamah.
Kata kunci : Strategi Program, Radio Erdamah, SUARA (Salam Ukhuwah
ii
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirabbil’alamin, penulis panjatkan puji serta syukur
yang tak terhenti kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat
iman, sehingga memberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi tantangan
dan hambatan dalam penyelesaian skripsi ini. Dengan segala usaha dan doa,
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Dalam menyusun
skripsi ini, penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak,
penulis tidak dapat menyelesaikan karya ini dengan baik, semua berkat arahan,
bantuan, petunjuk serta motivasi yang diberikan kepada penulis.
Segala keterbatasan yang penulis miliki sulit membuat karya ini dapat
terwujud. Untuk itu, terimakasih kepada orang tua penulis, Ayah dan Ibu penulis
Samsul Bahri dan Wiwik Kristiana beserta adik penulis yang penulis sayangi Fika
Kamalia Amarullah, yang selalu memberikan do’a maupun materil dan juga
memberi semangat kepada penulis setiap harinya. Untuk Ibu penulis yang penulis
sayangi serta penulis cintai Wiwik Kristiana, Ibu yang selalu sabar dan tegar
mengahadapi keluarga. Terimakasih juga disampaikan kepada:
1. Dr. Arief Subhan, M.Ag, Dekan Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu
Komunikasi, Dr. Suparto, M.Ed. Wakil Dekan I; Drs. Jumroni, M.Si.
iii penyiaran Islam.
3. Hj. Nunung Khairiyah, M.A, selaku pembimbing skripsi yang telah
memberikan bimbingan dan pengarahan yang sangat berharga dengan
penuh kesabaran kepada penulis sampai tulisan ini selesai.
4. Bapak Masran, M.A, Pembimbing Akademik KPI B 2009 yang selalu
menyempatkan waktu disela-sela kesibukannya untuk mendengar keluh
kesah kami dan memberikan pengarahan dari semester satu hingga saat ini.
5. Segenap dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada
penulis.
6. Pimpinan beserta staf perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
7. Pimpinan beserta staf Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, serta seluruh karyawan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi UIN syarif Hidayatullah Jakarta yang banyak memberikan
bantuan kepada penulis selama menjadi mahasiswa.
8. Ust. Asep Sulaiman selaku Direktur program SUARA (Salam Ukhuwah
Erdamah) di radio Erdamah 107.7 FM, juga Pak Sujalis selaku Kepala
Program di Erdamah 107.7 FM Tangerang yang telah meluangkan waktu
iv
9. Para Penyiar program SUARA kang Yudi, kang Iwan, teh lia, the Vasthi
yang menyiarkan program SUARA yang telah bersedia meluangkan waktu
untuk menjadi informan dalam penelitian ini.
10.Teman kuliah penulis terutama KPI B 2009, KKN MOCRENS, dan KPI
angkatan 2009 tanpa terkecuali mudah-mudahan tidak mengurangi rasa
cinta dan sayang penulis terhadap kawan-kawan semuanya. dan semua
teman penulis yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, semoga kita
menjadi orang-orang-orang yang sukses di masa depan. Amin
Pada akhirnya, tiada yang sempurna kecuali kesempurnaan itu milik Allah.
Tentu banyak sekali kekurangan dalam penelitian ini, namun kekurangan itu suatu
saat bisa diperbaiki dikemudian hari. Sehingga skripsi ini bisa bermanfaat bagi
pembaca.
Jakarta, 05 Januari 2014
viii
D. Elemen-elemen Keberhasilan Sebuah Program... 29
ix
3. Profil Vasthi... ... 37
4. Profil Yudi... ... 38
H. Segmentasi Pendengar... 39
I. Peta Lokasi Radio Erdamah 107.7 FM... .... 41
BAB IV ANALISIS STRATEGI PROGRAM SUARA (SALAM UKHUWAH ERDAMAH) DI RADIO ERDAMAH 107.7 FM A. Perencanaan Program Suara... 42
1. Analisis dan Strategi Program... 44
2. Bauran Program... 45
3. Membuat Perencanaan... 46
4. Tujuan Program... 46
B. Produksi dan Pembelian Program SUARA... 47
1. Manager Produksi... 48
2. Organisasi Departemen Produksi... 49
a. Produksi Program Hiburan... 49
b. Produksi Program Radio... 50
C. Eksekusi Program SUARA... 52
1. Pembagian Waktu Siaran... 54
2. Strategi Penayangan... 55
D. Pengawasan dan Evaluasi Program SUARA... 57
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 59
B. Saran ... 62
1
A. Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi dapat memberikan perubahan pada tatanan dunia
secara menyeluruh yang dihadapi oleh setiap manusia. Sebab, mau tidak mau,
siap tidak siap, adanya perubahan harus dihadapi oleh peradaban umat
manusia. Di sisi lain manusia dihadapkan kepada dinamika akibat dampak
modernisisasi dan kemajuan perkembangan teknologi.
Media massa telah merasuk (pervasive) ke dalam kehidupan modern.1
Secara umum komunikasi massa dibedakan atas saluran media massa dan
saluran antarpribadi. Yang dimaksud saluran media massa adalah semua
sarana penyampaian pesan yang menggunakan suatu media massa seperti
radio, televisi, film, surat kabar, majalah, tabloid dan sebagainya.
Media massa baik itu media elektronik maupun media cetak, telah
menjadi salah satu bagian yang paling penting dalam kehidupan modern.
Istilah radio dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai media
penyampaian informasi. Pada umumnya berbagai stasiun radio mengelola
sendiri programnya. Dari sinilah akan terjadi persaingan antar stasiun radio
untuk menghasilkan program-program unggulan.
Secara umum program radio terdiri atas dua jenis yaitu musik dan
informasi. Kedua jenis program ini kemudian dikemas menjadi bentuk format
1
2
siaran yang pada intinya harus bisa memenuhi kebutuhan khalayak dalam
musik dan informasi.
Karena produksi siaran radio adalah inti dari radio, serta program
siaran radio pun sangat banyak dan beragam-ragam dalam kemasannya, maka
keterampilan memproduksi acara pada radio harus lebih ditingkatkan,
mengingat kurangnya minat anak-anak, remaja, ataupun dewasa yang kurang
mendengarkan radio.
Termasuk acara musik di radio. Banyak para remaja yang menyukai
musik tetapi mereka mendengarkan musik melalui telephone selular atau
mendengarkan musik melalui televisi. Jarang sekali para remaja yang
mendengarkan lagu-lagu atau musik melalui radio, apalagi musik religi yang
notabennya cara berdakwah melalui musik.
Dewasa ini, media khususnya komunikasi dan informasi, telah
mencapai tahap yang sangat mencengangkan. Dan masyarakat dapat dikatakan
kini sedang dalam proses menjadi masyarakat informasi.2Adanya
perubahan-perubahan sosial telah mempengaruhi nilai masyarakat dan tidak semua orang
mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut yang akan
menimbulkan ketegangan atau stress terhadap kepribadiannya.
Istilah Global Village (desa dunia/global) dari Marshall McLuhan
tampaknya memang menjadi kenyataan dewasa ini, media komunikasi modern
yang sekarang tak terhitung jumlah, ragam, dan luasnya jangkauan itu
2
sekarang sudah menjadi bagian dari hidup kita.3 Di tempat-tempat terpencil, di
rumah-rumah, dan di kamar-kamar suatu rumah, kita sanggup mendengar,
melihat, bahkan mengakses beragam informasi dan peristiwa penting yang
sedang terjadi di dunia sana yang jaraknya bisa ribuan kilometer.
Di satu sisi, era informasi membawa kemajuan yang pesat dan
mengungkapkan kehidupan masa depan yang canggih dan menakjubkan, dan
dalam menyebarkan suatu informasi dalam media massa tidak hanya informasi
yang bernilai positif saja yang disampaikan seperti, pendidikan, kesehatan,
serta agama. Informasi yang bernilai negatif pun ikut disampaikan seperti
hal-hal yang mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan, dan sebagainya
sehingga menimbulkan implikasi yang cukup mengkhawatirkan bagi
kehidupan, baik dari aspek sosial, budaya dan bahkan agama. Ditinjau dari
sudut agama misalnya, memberikan peluang bagi masuknya budaya dan
prilaku asing yang dianggap tidak sesuai dengan agama dan budaya
masyarakat tertentu.
Informasi dan dakwah tidak bisa dipisahkan. Esensi dari dakwah
adalah aktivitas dan upaya untuk mengubah manusia, baik individu maupun
kolektif, menuju kehidupan yang lebih baik. Karena dalam dakwah terdapat
penyampaian informasi agama Islam, berupa ajakan untuk beramar ma’ruf dan
mencegah berbuat kemungkaran, nasihat dan pesan peringatan, pendidikan
dan pengajaran.4
3
Pawit M Yusup, Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepustakaan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009), h. 1117
4
4
Dalam program musik Islam yang disiarkan oleh radio Erdamah
merupakan suatu proses dakwah yang dilakukan secara rutin yang dilakukan
oleh radio Erdamah. Karena dalam Dakwah Islam berupaya agar umat
manusia selalu berubah, dalam makna selalu meningkatkan situasi dan
kondisinya baik lahir maupun batinnya, berupaya agar semua kegiatannya
masuk ke dalam kerangka ibadah dan diharapkan agar dapat mencapai
kesejahteraan, kebahagiaan lahir dan batin yang memperoleh ridho Allah.5
Dakwah sebagai manifestasi keimanan seseorang muslim dapat
disosialisasikan dalam berbagai media tanpa mengurangi makna dan tujuan
dakwah. Salah satu media dakwah yang memiliki peluang yang besar di era
informasi ini adalah melalui radio.
Banyaknya jumlah media auditif (radio) dan audio visual (televisi)
yang ada saat ini tidak diimbangi dengan usaha bagaimana mengemasnya
menjadi komunikasi massa yang tetap berada dalam sistem komunikasi massa
depan format siaran program-program yang islami, sehingga hasil yang akan
dicapai tidak keluar dalam konteks agama Islam.
Dari sekian banyak radio di Tangerang, banyak radio yang menyajikan
lagu pop. Tetapi hanya satu radio yang benar-benar menyuguhkan
lagu-lagu religi yaitu radio Erdamah 107.7 Fm. Radio Erdamah beralamat di
komplek SDIT LATANSA, Villa Tangerang Elok Pasar Kemis, Tangerang,
Banten. Radio ini merupakan radio kumunitas dakwah atau radio dakwah
satu-satunya yang ada di kabupaten Tangerang.
5
Radio ini juga menyiarkan banyak acara dakwah termasuk acara
musikreligi yang sangat di gemari oleh para remaja di wilayah Kabupaten
Tangerang. Acara musik ini merupakan acara yang sangat disenangi oleh para
pendengar karena pendengar dapat merequest lagu-lagu religi favorit
pendengar, baik me-request via sms ataupun via telepon interaktif.
Tidak hanya merequest, tetapi para pendengar juga dapat memberikan
salam sapa kepada pendengarlainnya. Uniknya lagi dalam request tersebut ada
tangga lagu favorit. 20 Tangga lagu tersebut bukan dari lagu yang populer saat
ini tetapi diambil dari request para pendengar. Maka peneliti tertarik terhadap
program acara yang disampaikan. Oleh karena itu, penyiar berfokus
menyampaikan tema yang sedang dibahas dan memberikan lagu-lagu dari
request para pendengar.
Peneliti tertarik melakukan penelitian dalam program acara request dan
sapa salam yang disampaikan oleh penyiar kepada para pendengar. Oleh
karena itu, penyiar berfokus menyampaikan tentang request lagu serta sapa
salam kepada para pendengar sebagai media dakwah bagi para penyiar.
Melihat uraian diatas peneliti tertarik untuk mengkajinya dalam bentuk
skripsi, Radio Erdamah 107.7 Fm sebagai media dakwah dengan judul:
”Strategi Program SUARA (Salam Ukhuwah Erdamah) Sebagai Media
6
B. Fokus Penelitian dan Perumusan Masalah 1. Fokus penelitian
Dalam penyusunan skripsi ini, program SUARA (Salam Ukhuwah
Erdamah) di radio Erdamah 107.7 fm yang disiarkan setiap hari
senin-jumat pada pukul 13.00-15.00 WIB.
Dalam penelitian ini, maka peneliti memfokuskan penelitiannya
pada program acara SUARA (Salam Ukhuwah Erdamah) yang meliputi
strategi program, yakni perencanaan program, produksi dan pembelian
program, eksekusi program serta pengawasan dan evalusi program.
Penelitian ini dilakukan pada tahun 2013.
2. Perumusan Masalah
Dalam penelitian ini, maka peneliti mengambil perumusan masalah
dalam penelitian ini adalah “Bagaimana strategi program SUARA radio
Erdamah? Rumusan tersebut di atas dapat dirinci sebagai berikut:
a. Bagaimana perencanaan program SUARA ?
b. Bagaimana produksi dan pembelian program SUARA ?
c. Bagaimana eksekusi program SUARA ?
d. Bagaimana pengawasan dan evaluasi program SUARA ?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi
Berdasarkan pokok permasalahan di atas, adapun tujuan yang ingin
dicapai yaitu:
a. Untuk mengetahui perencanaan program SUARA.
b. Untuk mengetahui produksi dan pembelian program SUARA.
c. Untuk mengetahui eksekusi program SUARA.
d. Untuk mengetahui pengawasan dan evaluasi program SUARA.
2. Manfaat Penelitian
Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan
manfaat dari segi akademis dan praktis, yaitu :
a. Manfaat Akademis
Sebagai dasar ilmu pengetahuan dan referensi bagi pengembangan
ilmu komunikasi di jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syarif
Hidayatullah mengenai proses strategi program radio Erdamah dan faktor
hambatan pada program radio SUARA.
b. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan menjadi masukan untuk menambah
wawasan bagi kalangan teoritis dan praktis pada umumnya, dan terutama
bagi para aktivis juga termasuk para pengelola radio dan sebagai
perbandingan yang menjadikan radio sebagai sarana hiburan Islami dan
8
D. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan Penelitian
Dalam metode penelitian ini menggunakan metode analisis
deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Dimana dalam
metode analisis deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan,
meringkaskan berbagai kondisi, situasi, atau fenomena realitas sosial yang
ada didalam masyarakat.6
Menurut Bogdan dan Taylor (1975: 5), dalam bukunya Lexy
Moleong mengatakan bahwa Metodologi Kualitatif merupakan prosedur
penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau
lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati.7 Dalam pendekatan
penelitian kualitatif metode yang biasanya digunakan adalah wawancara,
observasi, dan pemanfaatan dokumen. Dalam penelitian ini, penulis
menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yakni penelitian yang
dilalui dengan proses observasi, pengumpulan data yang akurat
berdasarkan fakta objektif di lapangan disertai wawancara dengan
narasumber.
Oleh karena itu, peneliti, melakukan analisis terhadap Strategi Program SUARA (Salam Ukhuwah Erdamah) Sebagai Media Dakwah di Radio Erdamah 107.7 FM dengan melakukan observasi, wawancara, teori, diskusi, serta dokumentasi ke Radio Erdamah 107.7
6
Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif; Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group,2010), h.60
7
FM yang beralamat di komplek SDIT LATANSA, Villa Tangerang Elok
Pasar Kemis, Tangerang, Banten.8 seseorang yang bertanggung jawab
dalam siaran tersebut serta operator produksi dan juga bertemu dengan
penyiar program siaran SUARA.
2. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek pada penelitian ini adalah Tim produksi Radio Erdamah
107.7 FM sebagai stasiun radio yang menyiarkan program “Suara
Erdamah. Dan objek Penelitian adalah Strategi Program Suara Erdamah,
Radio Erdamah 107.7 FM yang terletak di daerah Kabupaten Tangerang.
3. Teknik Pengumpukan data
Teknik merupakan cara yang digunakan peneliti untuk
mendapatkan data. Data adalah bahan keterangan tentang sesuatu objek
penelitian yang diperoleh di lokasi penelitian. Adapun untuk pelaksanaan
penelitian ini, tahapan yang akan dilakukan adalah, sebagai berikut :
a. Observasi
Metode observasi yang dilakukan dalam penelitian ini ialah dengan
cara pengamatan langsung. Peneliti mengadakan penelitian secara
langsung terhadap objek program SUARA di Radio Erdamah 107.7FM.
Dalam bukunya Arikunto Suharsimi mengatakan melakukan pencatatan
hasil observasi yang dilakukan secara sistematis dari fenomena-fenomena
yang ada.9
8
www.erdamahfm.com, diakses pada tanggal 2 agustus 2013 pukul 21.13 wib.
9
10
b. Wawancara (Interview)
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu,
percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer)
yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interview) yang
memberikan jawaban atas pertanyaan itu.10 Dalam penelitian ini peneliti
melakukan wawancara dengan pihak Station Manager atau Program
Director yaitu Bapak Sujais di Radio Erdamah 107.7 FM untuk
mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian.
c. Dokumentasi
Dengan mengumpulkan data-data mengenai hal-hal yang akan
dibahas oleh peneliti, yang berhubungan dengan objek yang akan diteliti.
Pengumpulan data ini dilakukan melalui: data-data, arsip, yang
berhubungan dengan program SUARA Erdamah, internet, buku-buku, dan
media cetak lainnya.
4. Teknik Analisis Data
1. Pengolahan Data
Dalam melakukan pengolahan data peneliti mencoba
menyederhanakan dan mengolah data, maka data yang didapatkan
dimasukkan kedalam bentuk label, bagan, roda jam siar, dan foto-foto.
10
2. Analisis Data
Analisis data berupa data-data yang dikumpulkan kemudian penulis
menganalisis yang dirasa kurang tepat, dan peneliti lebih mengkritisi
lebih lanjut.
5. Teknik Analisis Data Pemeriksaan Keabsahan
Trigulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain. Teknik trigulasi yang banyak digunakan
ialah pemeriksaan melalui sumberlainnya. Membedakan empat macam
trigulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan
sumber, metode, penyidik, dan teori.11
Trigulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek
kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu
dan alat yang berbeda dalam peneliatian kualitatif.12 Yang dilakukan oleh
penelitian dalam teknik ini mewanwancarai nara sumber yang
bersangkutan di program SUARA.
Trigulasi dengan metode, menurut Patton (1987:329), terdapat dua
strategi yaitu: 1. pengecekan derajat kepercayaan penemu hasil penelitian
beberapa teknik pengumpulan data. peneliti mengumpulkan data-data yang
berada di radio Erdamah dengan mengcopy dokumen program SUARA
yang diberikan oleh Kepala Program dan 2. pengecekan derajat
kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. Selain
11
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), h. 330
12
12
mengcopy peneliti juga melakukan wawancara langsung dengan kepala
program.
Trigulasi penyidik ialah dengan jalan memanfaatkan peneliti atau
pengamat lainnya untuk suatu keperluan pengecekan kembali derajat
kekercayaan data.13 Selain mewawancarai Kepala Program peneliti juga
mewawanccarai Kepala Penyiar agar data-data yang didapat sesuai dengan
sumber lainnya.
Trigulasi teori, menurut Lincoln dan guba (1981:307), berdasarkan
anggapan bahwa fakta tidak dapat diperiksa derajat kepercayaannya
dengan satu atau lebih teori.14 Dengan melakukan wawancara peneliti bisa
mencari teori yang digunakan oleh programmer dalam memprogramkan
program SUARA tersebut yang sesuai dengan teori yang dibahas di skripsi
peneliti.
E. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka dalam penelitian ini adalah membandingkan
penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya. Peneliti juga
mengadakan penelitian tentang radio di Perpustakaan Utama UIN Syarif
Hidayatullah, meskipun sudah banyak judul-judul tentang radio namun belum
ditemukan judul penelitian skripsi yang mengenai tentang Analisis Program
SUARA (Salam Ukhwah Erdamah) di Radio Erdamah 107.7 FM.
13
Ibid, h. 331
14
Agar lebih jelas penelitian yang saya teliti tidak sama dengan
peneliti-peneliti yang lain maka saya akan menuliskan beberapa judul skripsi yang
peneliti temukan antara lain :
1. Awaludin, menulis hasil temuan penelitian dan pembahasan Program
Embun Pagi Radio Persada 12,78 AM Tangerang. Persamaan dalam
penelitian ini adalah menggunakan objek penelitian nya ialah Program
Radio dalam analisis penelitiannya. Dan perbedaan dalam penelitian ini
adalah subjek penelitian dan perumusan permasalahan dalam penelitian
ini.15
2. Fitria Ramdani, menulis hasil penelitian dan pembahasan Analisis Produksi
Program Dakwah “Fajar Islami’ di Radio Sheba 99,3 FM Bogor.
Persamaan dalam penelitian ini adalah membahas program siaran radio
dalam penelitiannya. Sedangkan perbedaannya ialah subjek penelitian,
Objek Penelitian, dan perumusan permasalahan dalam penelitian ini.16
Dari judul-judul skripsi diatas semuanya sama, membahas tentang
produksi radio, akan tetapi peneliti belum menemukan judul yang sama yang
telah diajukan oleh peneliti, selain itu peneliti juga melakukan penelitian di
tempat yang belum pernah diteliti. Peneliti melakukan penelitian di radio
Erdamah 107.7 FM yang bertempat di Kabupaten Tangerang, dengan meneliti
15
Awaludin, Analisis Program Embun Pagi Radio Persada 12,78 AM Tangerang. Skripsi S1 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta.
16
Fitria Ramdani, Analisis Produksi Program Dakwah “Fajar Islami’ di Radio Sheba
14
dan membahas mengenai program SUARA dan pelaksanaan format siaran
SUARA.
Program siaran SUARA di Radio Erdamah 107.7 FM yang disiarkan
pada hari senin-jum’at. Program ini disiarkan pada jam 13.00-15.00 WIB
dengan tema yang berbeda-beda. Program ini mengadakan acara reques
disertai dengan bahasan-bahasan ringan sesuai tema, pendengar juga bisa
memberikan salam-salam dan sharing.
Di satu sisi, kaum professional bisa mempromosikan keahliannya. Di
sisi lain, kekuatan bahasa penyiar mampu menggunakan bahasa tutur yang
disukai oleh khalayak radio. Bahasa penyiar radio diistilahkan dengan bahasa
jurnalistik radio.17 Keberhasilan dakwah didukung oleh semua unsur-unsur
dakwah secara ideal. Kenyataannya, tim radio Erdamah 107.7 FM
melaksanakan program dakwahnya lebih menonjol pada pendakwahnya,
pesan, saluran dakwahnya dari pada menonjolkan pendengarnya.
F. Sistematika Penulisan
Demi mempermudah proses penelitian, penulis menyusun tulisan ini
dalam sub-sub bab. Penulis membagi sistematika penulisan kedalam lima
bab.Untuk lebih mudah pembahasan skripsi ini, secara sistematis penulisannya
di bagi menjadi lima bab, yang terdiri dari beberapa sub. Adapun sistematika
yang dimaksud sebagai berikut:
17
Bab I PENDAHULUAN
Dalam bab ini peneliti mendeskripsikan tentang latar belakang
masalah, fokus penelitian, perumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka.
Serta sistematika penulisan.
Bab II LANDASAN TEORI
Bab ini memuat tentang pengertian strategi, proses strategi,
strategi program, elemen-elemen keberhasilan sebuah program.
Bab III GAMBARAN UMUM PROGRAM SUARA (SALAM
UKHUWAH ERDAMAH) DI RADIO ERDAMAH 107.7 FM
Bab ini berisi latar belakang, rancangan pengembangan dakwah
Islam, tujuan pendirian program SUARA, progam-program
yang disajikan, struktur organisasi, profil program SUARA,
profil penyiar program SUARA, segmentasi pendengar dan
peta lokasi radio Erdamah 107.7 FM.
Bab IV ANALISIS STRATEGI PROGRAM SUARA (SALAM
UKHUWAH ERDAMAH) DI RADIO ERDAMAH 107.7 FM
Bab ini memuat mengenai hasil pembahasan peneliti yakni
strategi program.
Bab V PENUTUP
Bab ini merupakan hasil akhir dari seluruh rangkaian
pembahasan dalam penelitian ini. Bab ini berisi mengenai
kesimpulan dan saran-saran dari penulis mengenai hal yang
16
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Strategi
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pengertian dari strategi adalah:1
a. Ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk
melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai.
b. Ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dalam
perang, dalam kondisi yang menguntungkan.
c. Tempat yang baik menurut siasat perang.
d. Rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.
Strategi digunakan dalam segala hal untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Tujuannya tidak akan dicapai tanpa strategi karena pada dasarnya
segala tindakan atau perbuatan tidak terlepas dari strategi, adapun teknik
sebenarnya merupakan cara yang digunakan dan merupakan bagian dari
strategi.
Secara umum, strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis
besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan,
penetapan strategi harus didahului oleh analisis kekuatan lawan yang meliputi
jumlah personal kekuatan dan persenjataan kondisi lapangan, posisi musuh
dan lain sebagainya.2
Eko Endarmoko dalam bukunya menjelaskan definisi strategi sebagai
planning, program-program, skema, kebijakan garis haluan, khithah,
pendekatan, politik dan prosedur.3 Strategi dalam pengertian ini lebih
merupakan persiapan sebelum mengambil suatu langkah atau keputusan
dengan melakukan berbagai pertimbangan.
Menurut Soegarda Poerbakawatja Harahap dalam bukunya
Ensiklopedia Pendidikan mendefinisikan strategi sebagai ilmu perang,
1
Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), h. 1092
2
Abu Ahmad, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 1997), h. 11
3
maksudnya menyusun dan membimbing alat-alat perang sedemikian rupa.
Sehingga: a. Kemenangan tercapai secepat-cepatnya, b. Korban
sedikit-dikitnya.4 Maksudnya strategi itu adalah sebuah kemenangan yang diperoleh
dengan sedikit pengorbanan dikarenakan sebelum berperang telah
mempersiapkan alat-alat dalam perang.
Menurut William F. Gluek, bahwa strategi adalah rencana yang
dipersatukan, komprehensif terintegrasi yang menghubungkan keunggulan
strategi perusahaan atau lembaga terhadap tantangan lingkungan dan yang
dirancang untuk meyakinkan bahwa sasaran dasar perusahaan akan dicapai
dengan pelaksanaan yang tepat oleh organisasi tertentu.5 Menurut Sondang
Siagian, strategi adalah cara terbaik untuk mempergunakan dana, daya, dan
tenaga yang tersedia sesuai dengan tuntutan perubahan lingkungan.6
Sedangkan menurut Onong Uchana mengatakan, strategi pada
hakikatnya adalah perencanaan dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan.7
Dari berbagai pengertian strategi yang dikemukakan oleh pakar di
atas, penulis menyimpulkan bahwa strategi pada dasarnya merupakan cara
untuk mencapai suatu tujuan dengan terlebih dahulu memperhatikan segala
kemungkinan yang akan terjadi, dan mempersiapkan segala potensi yang ada.
Untuk menyusun strategi perlu dihubungkan dengan lingkungan organisasi,
sehingga dapat disusun kekuatan strategi organisasi. Dan untuk mencapai
tujuan organisasi perlu alternatif strategi yang dipertimbangkan dan harus
dipilih.
B. Proses Strategi
Seperti yang dikatakan oleh Joel dan Michail bahwa sebuah organisasi
tanpa adanya strategi seperti kapal tanpa ada kemudinya, bergerak berputar
4
Soegarda Poerbakawatja Harahap, Ensiklopedia Pendidikan, (Jakarta: PT. Gunung Agung, 1980), cet-2, h. 340
5
William F. Gluek, Manajemen Strategi dan Kebijakan Perusahaan, (Jakarta: Erlangga, 1989), edisi ke-2, h. 24
6
Sondang Siagian, Analisis Serta Perumusan Kebijaksanaan dan Strategi Organisasi,
(Jakarta: PT. Gunung Agung, 1989), h. 17
7
18
tanpa ada lingkaran. Organisasi yang dimiliki seperti pengembara tanpa
adanya tujuan tertentu.8 Adapun proses strategi terdiri atas tahapan:
1. Perumusan Strategi
Dalam perumusan strategi termasuk di dalamnya ada pengembangan
tujuan, mengenai peluang dan ancaman eksternal, menetapkan suatu
objektifitas, menghasilkan strategi alternatif memilih strategi untuk
dilaksanakan.9
Teknik perumusan strategi yang penting dapat dipadukan menjadi
kerangka kerja, diantaranya:
a) Tahap Input (masukan)
Dalam tahapan ini proses yang dilakukan adalah meringkas impromasi
sebagai masukan awal, dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi.
b) Tahap Pencocokan
Proses yang dilakukan dalam memfokuskan pada menghasilkan strategi
alternatif yang layak dengan memadukan faktor-faktor eksternal dan
internal.10
2. Implementasi Strategi
Impementasi strategi termasuk pengembangan budaya dalam
mendukung strategi, menciptakan struktur organisasi yang efektif, mengubah
arah, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan system
informasi yang masuk.11 Implementasi strategi sering pula disebut sebagai
tindakan dalam strategi karena implementasi berarti juga memobilitasi untuk
mengubah strategi yang telah dirumuskan.
3. Evaluasi Strategi
Tahapan terakhir dalam sebuah strategi adalah evaluasi strategi. Tiga
macam aktivitas mendasar untuk melakukan evaluasi strategi yaitu:
8
Fred R David, Manajement Strategi Konsep, (Jakarta: Prenhalindo, 2002), h. 3
9
Ibid, h. 15
10
Fred R David, Manajement Strategi Konsep, (Jakarta: Prenhalindo, 2002), h. 183
11
a) Meninjau faktor-faktor eksternal (berupa peluang dan ancaman) dan
factor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) yang menjadi dasar
asumsi pembuatan strategi.
b) Mengukur prestasi (membandingkan hasil yang diharapkan dengan
kenyataan yang didapat). Menyelidiki penyimpangan dari rencana,
mengevaluasi prestasi individu dan menyimak kemajuan yang dibuat
kearah penyampaian sasaran yang dinyatakan.
c) Mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa prestasi sesuai
dengan rencana. Dalam mengambil tindakan korektif tidak harus
berarti bahwa strategi yang sudah ada akan ditinggalkan atau bahkan
strategi baru harus dirumuskan. Tindakan korektif diperlukan bila
tindakan atau hasil tidak sesuai dengan yang dibayangkan semula atau
pencapaian yang direncanakan maka disitulah tindakan korektif
diperlukan.12
C. Strategi Program
Dalam departemen program stasiun penyiaran seperti radio
mempunyai kedudukan yang strategis dalam menunjang keberhasilan stasiun
penyiaran. Dari segi aspek managemen, Strategi Program disebut dengan
manajemen strategis.13
Strategi program ialah perencanaan sebuah stasiun radio untuk
membuat dan menyajikan program acara sedemikian rupa agar menjadi
rangkaian acara yang menarik sehingga tidak kalah saing dengan radio lain.
Peter Pringle menjelaskan strategi program yang ditunjuan dari aspek
manajemen strategi yaitu sebagai berikut, 1. Perencanaan program, 2.
Produksi dan pembelian program, 3. Eksekusi program, 4. Pengawasan
dan evaluasi program.14
12
Fred R David, Manajement Strategi Konsep, (Jakarta: Prenhalindo, 2002), h. 104
13
Morissan, M.A, Manajemen Media Penyiaran, (Jakarta: Kencana, 2008), h. 273
14
20
1. Perencanaan Program
Perencanaan program merupakan Program planning involves the
development of short, medium, and long range plans to permit the station
to attain its programming and financial objectives.15Perencanaan program
mencakup pekerjaan mempersiapkan rencana jangka pendek, menengah,
dan jangka panjang yang memungkinkan stasiun penyiaran untuk
mendapatkan tujuan program dan tujuan keuangannya.
Pada stasiun radio perencanaan program mencakup pemilihan format
dan isi program yang dapat menarik dan memuaskan kebutuhan audien
yang terdapat pada suatu segmen audiens berdasarkan demografi tertentu.
Perencanaan radio juga mencakup mencari penyiar yang memiliki
kepribadian dan gaya yang sesuai dengan format yang sudah dipilih
stasiun bersangkutan.
Perencanaan program biasanya menjadi tanggung jawab manajemen
puncak pada stasiun penyiaran, utamanya manajer program dengan
terlebih dahulu berkonsultasi dengan manajer pemasaran dan manajer
umum. Dalam merencanakan dan memilih program, maka bagian program
biasanya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan bagian pemasaran
(sales-marketing). Dalam hal ini bagian program dan bagian pemasaran
harus bekerja sama dengan baik. Jika staf bagian program tidak dapat
bekerja sama dengan staf bagian penjualan, maka stasiun penyiaran akan
mengalami masalah yang sungguh besar.
Bagian programer mendapatkan pemirsa, sedangkan bagian
pemasaran atau marketing menjual pemirsa itu kepada para pemasang
iklan. Kedua bagian ini harus bahu membahu menyusun strategi program
terbaik, sekaligus bisa memasarkan iklan sebanyak-banyaknya. Jika tidak
terdapat kesepakatan, maka pemimpin tertiggi stasiun penyiaran harus
menengahi dan bertugas mencari jalan keluar. Pemasaran juga dapat
membantu memberikan pandangan mengenai prospek peringkat acara
15
(rating) dari suatu program baru dan bahkan dampak suatu program
terhadap nilai saham jika stasiun penyiaran itu sudah go public.
Pengelola program siaran yang baik harus mengetahui apa yang
menarik untuk kelompok-kelompok yang berbeda-beda di kalangan
masyarakat, misalnya: apa yang tengah populer di kalangan anak muda
berusia 12-20 tahun? Apa yang menarik bagi orang muda berusia 18-34
tahun, dan perempuan diatas 45 tahun? Bagaimana perbedaan selera
generasi yang lebih tua terhadap yang lebih muda? Mainan apa yang
popular di kalangan anak-anak? Barang apa yang paling laku dtoko-toko
daerah tertentu? Busana apa yang saat ini sedang tren?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan semacam ini dan pertanyaan
lainnya yang sejenis merupakan informasi yang diperlukan oleh para
pengelola program untuk membantu menjalankan pekerjaannya.
Terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum bagian
program memutuskan untuk memproduksi, melakukan akuisisi dan
kemudian melakukan scheduling terhadap suatu program yaitu persaingan
dan ketersediaan audien.
1. Analisis dan strategi program
Perencanaan program pada dasarnya bertujuan memproduksi atau
membeli program yang akan ditawarkan kepada pasar audien. Audien
atau penonton adalah pasar karenanya setiap media penyiaran yang
ingin berhasil harus terlebih dahulu memiliki suatu rencana
pemasaran strategis yang berfungsi sabagai panduan dalam
menggunakan sumber daya yang dimiliki.
Strategi pemasaran ditentukan berdasarkan analisis situasi, yaitu
situasi studi terperinci mengenai pasar audiens yang dihadapi stasiun
penyiaran serta kondisi program yang tersedia. Analisis situasi ini
terdiri atas: analisis peluang dan analisis kompetitif.
Analisis Peluang merupakan analisis yang cermat terhadap pasar
audien memberikan peluang bagi setiap penayangan program untuk
22
Analisis Kompetitif mempersiapkan strategi dan rencana program,
pengelola program harus melakukan analisis secara cermat terhadap
persaingan stasiun penyiaran dan persaingan program yang ada pada
satu segmen pasar audiens.
Dalam hal ini persaingan suatu stasiun radio akan berkompetisi
secara langsung dengan stasiun radio lainnya untuk mendapatkan
perhatian audiens yang memiliki ciri demografis yang sama (umur,
jenis kelamin, pendidikan, dan lain-lain). Ini karena radio hanya
melayani satu segmen audiens saja sepanjang hari siarannya yang
biasanya ditentukan dari kriteria demografisnya.
2. Bauran program
Salah satu konsep pemasaran penting yang harus dipahami
pengelola media penyiaran adalah mengenai bauran pemasaran yang
terdiri atas empat variable penting, yaitu produk, harga, distribusi,
dan promosi.
Produk program, yaitu program itu sendiri, yang dipilih haruslah
yang bagus yang diharapkan akan disukai audien. Harga program
diharapkan tidak mahal namun menghasilkan keuntungan yang
optimal. Distribusi program hal pertama proses pengiriman program
dari transmisi hingga diterima audien melalui radio. Hal kedua
mengenai pemilihan waktu siaran yang tepat. Promosi program bisa
dilakukan melalui iklan, pemasaran langsung, pemasaran interaktif
(internet), promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan penjualan
personal.
3. Membuat perencanaan
Terdapat jumlah hal yang harus diputuskan dalam perencanaan
program yang mencakup dua hal, yaitu keputusan mengenai target
audien dan keputusan mengenai target pendapatan. Target audien
perencanaan program radio difokuskan kepada pemilihan format
siaran dan program siaran yang dapat menarik dan memuaskan
merencanakan program harus pula ditetapkan target pendapatan yang
dapat diterima dari penayangan suatu program.
4. Tujuan program
Tujuan program adalah untuk menarik dan mendapatkan sebanyak
mungkin audien. Dalam melakukan perencanaan, pengelola program
atau programmer harus memutuskan atau menetapkan apa tujuan
suatu program sebelum membeli atau memproduksi program.
2. Produksi dan Pembelian Program
Manager program bertanggung jawab melaksanakan rencana program
yang sudah ditetapkan dengan cara memproduksi sendiri program atau
mendapatkannya dari sumber lain atau akuisisi (pembeli). Kata kunci
untuk memproduksi atau membuat program adalah ide atau gagasan.
Gagasan untuk membuat program dapat berasal dari media massa,
misalnya dari siaran radio, surat kabar, dan sebagainya. Media massa
memberi ide untuk membuat program. Dengan demikian ide atau gagasan
dapat berasal dari mana saja.
Media penyiaran membutuhkan program untuk mengisi waktu
siarannya dan tidak akan berfungsi apa-apa tanpa tersedia program untuk
disiarkan. Dari manakah semua program itu diperoleh? Tanggung jawab
bagian programlah untuk menyediakan berbagai program itu. Program bisa
diperoleh dengan cara membeli atau memproduksinya sendiri. Suatu
program yang dibuat sendiri oleh media penyiaran disebut dengan istilah
in-house production atau produksi sendiri. Stasiun radio membuat sendiri
sebagian besar programnya. Kapan suatu program sebaiknya diproduksi
sendiri oleh stasiun penyiaran dan kapan sebaiknya suatu program
diproduksi pihak lain? Hal ini biasanya ditentukan oleh kondisi stasiun
bersangkutan.
1. Manager Produksi
Manager produksi bertanggung jawab terhadap sejumlah
24
a. Memproduksi program lokal (in-house), iklan dan pelayanan
umum serta pengumuman (promotional announcement).
b. Mengawasi seluruh pemain serta personalia produksi.
c. Melakukan penjadwalan program siaran langsung (live) atau
Suatu program hiburan dihasilkan melalui proses produksi.
Proses produksi itu sendiri terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
1) tahap praproduksi atau perencanaan; 2) tahap produksi; 3)
tahap pascaproduksi.
Tahap praproduksi atau perencanaan adalah semua kegiatan
mulai dari pembahasan ide (gagasan) awal sampai dengan
pelaksanaan pengambilan gambar (shooting). Tahap produksi
adalah seluruh kegiatan pengambilan gambar baik di studio
maupun di luar studio. Tahap pascaproduksi adalah semua
kegiatan setelah pengambilan gambar sampai materi itu
dinyatakan selesai dan siap disiarkan atau diputar kembali.
b. Produksi Program Radio
Kegiatan memproduksi pada departemen program stasiun
radio dengan format apapun mencakup bagian-bagian sebagai
berikut:
Music Director, adalah orang yang memiliki tugas sebagai berikut:
1) Menambahkan atau mengeluarkan lagu-lagu yang akan
diputar.
2) Mempersiapkan daftar lagu yang akan diputar (playlist)
3) Mendengarkan dan memeriksa rekaman lagu atau
musik baru.
4) Berkonsultasi dengan manager program mengenai rotasi
lagu atau musik.
5) Menjalin hubungan dengan perusahaan rekaman untuk
mendapatkan lagu atau music terbaru.
6) Menghubungi toko kaset untuk mengetahui penjualan
kaset, CD lagu atau music.
7) Membuat katalog atau menyusun kaset/CD rekaman
lagu music (pada stasiun radio besar, pekerjaan ini
biasanya dilakukan oleh seorang music librarian).
Manager Produksi. Tanggung jawab utama manajer produksi antara lain:
1) Memproduksi iklan local, iklan layanan masyarakat,
dan pengumuman.
2) Mengawasi kwalitas suara stasiun radio
Penyiar, sering juga disebut dengan announcer, memiliki tanggung jawab antara lain:
1) Mengantar rekaman lagu/music dan program
2) Membacakan iklan-iklan (live commercials), layanan
publik dan identifikasi stasiun.
3) Menyampaikan laporan/informasi waktu, cuaca, dan
lalulintas.
4) Menjalankan peralatan control room.
Sebagai tambahan, penyiar juga dapat melakukan hal-hal
lain sebagai berikut:
1) Ikut serta memproduksi iklan dan pengumuman.
2) Bertindak sebagai pengisi suara untuk iklan dan
pengumuman lainnya.
26
Pada beberapa stasiun radio, khususnya yang memiliki
format berita, program berita ditangani langsung oleh manajer
program atau membentuk suatu bagian khusus berita yang
terdiri atas dua posisi yaitu:
News Director, adalah orang yang memiliki tanggung jawab sebagai berikut:
1) Menentukan dan melaksanakan kebijakan pemberitaan,
olahraga, dan program layanan masyarakat.
2) Mengawasi seluruh staf pemberitaan.
3) Memutuskan apa yang akan diliput dan bagaimana
meliputnya.
4) Memilih topik serta tamu untuk program kemasyarakatan.
5) Menjadi host dalam program wawancara.
Reporter, tanggung jawab reporter biasanya mencakup mengumpulkan, menuliskan, dan melaporkan berita-berita local
dan terkadang membacakan berita. Selain news director dan
reporter, stasiun radio yang memiliki format berita biasanya
memiliki staf yang terdiri atas editor, penyiar, reporter, penulis,
dan asisten.
Produksi Program Lokal
Target audien stasiun penyiaran lokal di daerah tentu saja masyarakat
local setempat. Di Indonesia, strategi untuk mengangkat budaya laokal
masyarakat atau nilai etnik terbukti berhasil menjaring banyak masyarakat
pendengar radio. Media penyiaran radio berperan besar terhadap
suksesnya musik dan lagu daerah tersebut.
Pembelian Program
Stasiun radio telah memproduksi sendiri sebagian besar programnya.
Tugas bagian program adalah meneliti materi-materi acara yang tersedia,
3. Eksekusi Program
Eksekusi program mencakup kegiatan menayangkan program sesuai
dengan rencana yang sudah ditetapkan. Strategi penayangan program yang
baik sangat ditentukan oleh bagaimana menata atau menyusun berbagai
program yang akan ditayangkan. Menata program adalah kegiatan
meletakkan atau menyusun berbagai program pada suatu periode yang
sudah ditentukan.
Bagian program harus menganalisis dan memilah-milah setiap bagian
waktu siaran untuk mendapatkan berbagai audiens yang diinginkan,
karena jam yang berbeda akan mendapatkan audiens yang berbeda pula.
Programmer harus menentukan sasaran audiens secara realistis. Stasiun
penyiaran menyajikan berbagai menu program secara kesinambungan
tanpa terputus. Pengelola program harus menyusun atau menata program
sebaik mungkin, untuk itu ia harus memiliki strategi menata acara
(scheduling strategies).
Pembagian Waktu Siaran
Menentukan jadwal penayangan suatu acara ditentukan atas dasar
perilaku audien, yaitu rotasi kegiatan mereka dalam satu hari dan juga
kebiasaan untuk menonton televisi atau mendengarkan siaran radio pada
jam tertentu. Secara umum, programmer membagi siaran menjadi
beberapa bagian, prime time, late fringe time, all other time, day time, dan
fringe time.
Strategi Penayangan
Program siaran tidak hanya bersaing dengan program siaran sejenis
tetapi juga dengan media lainnya. Suatu media penyiaran mungkin
memiliki acara popular yang banyak disukai publik tetapi bisa jadi
terdapat lebih banyak acara-acara yang kurang popoler atau mungkin ada
acara baru sama sekali yang belum dikenal. Salah satu strategi agar audien
tidak pindah saluran adalah dengan menampilkan cuplikan atau bagian
28
menggoda dan memancing rasa penasaran yang hanya bisa terjawab atau
terpecahkan jika tetap mengikuti saluran itu.
Program Tandingan. Strategi penayangan program tandingan adalah strategi untuk merebut audien yang berada di stasiun saingan untuk pindah
ke stasiun sendiri dengan cara menjadwalkan suatu program yang
memiliki daya tarik berbeda untuk menarik audien yang belum terpenuhi
kebutuhannya.
Strategi Buaian. Ini merupakan strategi untuk membangun audien
pada satu acara baru atau meningkatkan jumlah audien atas suatu program
yang mulai mengalami penurunan popularitas.
Penghalang (stunting). Strategi untuk merebut perhatian audien
dengan cara melakukan perubahan jadwal program secara cepat.
4. Pengawasan dan Evaluasi program
Proses pengawasan dan evaluasi menentukan seberapa jauh suatu
rencana dan tujuan sudah dapat dicapai atau diwujudkan oleh stasiun
penyiaran, departemen dan karyawan. Pengawasan harus dilakukan
berdasarkan hasil kerja atau kinerja yang dapat diukur agar fungsi
pengawasan dapat berjalan secara efektif.
Menurut Peter Pringle, dalam hal pengawasan program (program
control), manajer program harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Mempersiapkan standar program stasiun penyiaran.
b. Mengawasi seluruh isi program agar sesuai dengan standar stasiun dan
aturan perundangan yang berlaku.
c. Memelihara catatan program yang disiarkan.
d. Mengarahkan dan mengawasi kegiatan staf departemen program.
e. Memastikan kepatuhan stasiun terhadap kontrak yang sudah dibuat.
f. Memastikan bahwa biaya program tidak melebihi jumlah yang sudah
dianggakkan.16
16
Program Faktual. Adalah jenis program berita, features, dokumentari, program realitas, konsultasi on-air dengan mengundang
narasumber dan/penelpon, pembahasan masalah melalui diskusi, talk
show, jajak pendapat, pidato/ceramah, program editorial, kuis,
perlombaan, pertandingan olahraga, dan program-program sejenis lainnya.
Program Pemilu. Siaran pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) meliputi siaran berita, sosialisasi pemilihan dan
siaran kampanye tentang pemilihan dewan perwakilan rakyat pusat dan
daerah, pemilihan presiden dan wakil presiden, serta pemilihan kepala
daerah.
D. Elemen-Elemen Keberhasilan Sebuah Program
Programmer harus menentukan hal apa yang akan digunakan sebagai
senjata untuk menarik audien. Kesulitan utama bagi pengelola program adalah
memastikan apakah suatu program akan sukses ketika ditayangkan. Ada beberapa
kualitas tertentu yang harus dimiliki suatu acara agar dapat berhasil. Hal ini tidak
sesederhana memasukkan masing-masing elemen kualitas itu kedalam program
dan kemudian program itu pasti berhasil. Namun demikian semua program yang
sukses memiliki elemen-elemen yang mencakup: konflik, durasi, kesukaan,
energy, timing, dan tren.
a. Konflik
Salah satu elemen yang paling penting dalam keberhasilan program adalah
konflik, yaitu adanya benturan kepentingan atau benturan karakter diantara
tokoh-tokoh yang terlibat.
b. Durasi
Jika memungkinkan, programmer sebaiknya tidak berpikir untuk membuat suatu program yang bersifat hanya satu kali tayang. Suatu program yang
berhasil adalah program yang dapat bertahan selama mungkin. Program berita
adalah salah satu bentuk program yang dapat bertahan lama karena, berita
selalu ada sepanjang waktu dengan cerita atau pemberitahuan yang fresh dan
30
c. Kesukaan
Sebagian audien memilih program yang menampilkan pemain utama atau
pembawa acara yang mereka sukai, yaitu orang-orang yang membuat audien
menyasa nyaman mendengarkannya.
d. Konsistensi
Suatu program harus konsisten terhadap tema dan karakter yang telah
dibawanya sejak awal.
e. Energi
Setiap program harus memiliki energy yang mampu menahan audien
untuk tidak mengalihkan perhatiannya kepada hal-hal atau siaran yang lain.
f. Timing
Programmer dalam memilih suatu program siaran di radio harus
mempertimbangkan waktu penayangan (timing), yaitu apakah program
bersangkutan itu sudah cocok atau sesuai dengan zamannya.
g. Tren
Seseorang programmer dalam memilih program harus memiliki kesadaran
terhadap adanya hal-hal yang tengah digandrungi (tren) ditengah-tengah
masyarakat. Program yang sejalan dengan tren yang berkembang akan lebih
menjamin keberhasilan, sebaliknya program yang tidak seirama dengan tren
maka besar kemungkinan akan gagal. Dengan demikian tren bukanlah hal
yang terlalu penting untuk diikuti, namun tren dapat menjadi jalan yang akan
BAB III
GAMBARAN UMUM PROGRAM SUARA (SALAM UKHUWAH ERDAMAH)
A. Latar Belakang
Ada hal yang melatar belakangi terbentuknya program acara
SUARA (salam ukhuwah erdamah). Pertama, dakwah merupakan
panggilan bagi setiap umat muslim. Setiap umat muslim dipanggil Tuhan
untuk menyampaikan yang hak dan mencegah yang batil, sesuai dengan
pedoman Al-qur’an (Surat Ali Imran) “Dan hendaklah dari kalian ada
segolongan ummat yang mengajak pada kebaikan”.
Dengan banyaknya masyarakat yang sering mendengarkan musik
atau lagu-lagu melalui media massa seperti radio, menuntut kita untuk
mencari alternatif solusi yang dapat mendorong umat Islam untuk
mendengarkan lagu-lagu religi.
Kedua, tumbuh dan berkembangnya program-program acara di
radio Erdamah termasuk program SUARA merupakan program yang
diandalkan oleh programmer dalam menyiarkan dakwah melalui lagu-lagu
religi yang diselingi dengan tema-tema Islami yang disampaikan oleh para
penyiar.
Secara pasti sangat dibutuhkan oleh para programmer maupun
penyiar untuk menemukan ide-ide baru agar para pendengar selalu
mendengarkan program SUARA. Dalam memahami agama Islam
32
masyarakat tidak hanya mendengarkan dakwah dari para ustadz atau para
ulama saja tetapi masyarakat bisa memahami agama melalui lagu-lagu
religi yang disampaikan oleh para Nasyid.
Dalam fungsinya, program SUARA menyampaikan satu pesan
kepada orang banyak melalui lagu-lagu religi serta tema yang disampaikan
oleh para penyiar. Dengan adanya lagu-lagu religi para masyarakat bisa
memahami ajaran agama melalui lagu-lagu yang disiarkan di program
SUARA. Memang dakwah yang disampaikan program SUARA tidak
berbentuk dakwah secara langsung melainkan secara tidak langsung tetapi
bisa membawa pada masyarakat dengan memahami secara santai.
B. Rancangan Pengembangan Dakwah Islam melalui Program SUARA
Inti dari segala bentuk siaran program SUARA adalah Syiar Islam.
Program SUARA menyiarkan lagu-lagu Islami yang 100 % religi. Jadi,
kalau ada pemutaran lagu-lagu Islami di program SUARA, pemutaran itu
tidak berarti menjadikan program ini hanya sebagai institusi hiburan saja,
karena banyak pelajaran-pelajaran yang diambil oleh para pendengar dari
penjelasan tema-tema Islami yang disampaikan oleh para penyiar.
C. Tujuan Pendirian Program SUARA
Maksud dari pendirian program SUARA adalah tidak lain seperti
maksud berdirinya program-program yang lainnya. Layaknya sebuah
program yang berdiri dalam rangka menyampaikan informasi yang
dibutuhkan oleh para pendengarnya. Informasi tersebut dapat bertujuan
Program SUARA membangun siarannya di atas prinsip
silaturahmi, karena program ini berinteraksi langsung dengan pendengar
melalui telepon interaktif.
D. Program-program yang di sajikan
1. Lagu-lagu religi
2. Syiar dakwah yang bertema Islami
E. Struktur Organisasi program SUARA
Dalam suatu organisasi dikenal dengan adanya struktur organisasi.
Ini diartikan sebagai hubungan antara satu tingkatan atau divisi yang
memiliki tugas masing-masing erat kaitannya dalam mencapai
keberhasilan organisasi tersebut.
Berikut adalah struktur organisasi program SUARA:
1. Direktur : Ust. Asep Sulaiman
2. Kepala penyiar : Iwan El faruq
3. Penyiar : Iwan, Vasti, Lia, Yudi
4. Music Director : Endang & Tia
5. Scrip writer : Sujalis
34
STRUKTUR ORGANISASI PROGRAM SUARA
F. Profil Program SUARA
SUARA (Salam Ukhuwah Erdamah) merupakan salah satu
program acara yang paling hits atau popular di radio Erdamah 107.7 FM
ini, karena program acara SUARA ini merupakan program request
lagu-lagu Islami dan membahas tema-tema yang disajikan oleh para penyiar,
dan tema-temanya pun merupakan tema-tema yang fres, dengan
berganti-ganti tema setiap harinya yang disiarkan disiang hari dengan berbagai
informasi sesuai dengan tema yang dibahas yang disampaikan kepada para
pendengar setia radio Erdamah FM.
Program acara SUARA ini pertama kali disiarkan pada tahun 2012
awal sekitar bulan Februari dan langsung dilauncingkan. Jadi acara
SUARA ini sudah menginjak 2 tahun. Acara ini disiarkan disiang hari
karena waktu siang merupakan waktu istirahat bagi para pendengar.
Sambil beristirahat juga bisa sambil mendengarkan dan merequest
lagu-lagu Islami favorit pendengar setia radio Erdamah dan diselingi dengan
tema-tema yang selalu berganti-ganti.
Direktur
Kepala Penyiar Kepala
Program
Penyiar
Scrip Writer Music
Nama program acara : SUARA (Salam Ukhuwah Erdamah)
Tahun Awal siaran : 2012
Bulan awal siaran : Februari
Hari siaran : Senin –Jum’at
Jam siaran : 13.00 – 15.00 WIB
Penyiar : Iwan, Yudi, Vasthi, dan Lia
G. Profil penyiar program SUARA 1. Iwan Elfaruq
Mulai bergabung di Radio Erdamah sejak tahun 2006 tepat di
bulan Desember. Selain sebagai penyiar, juga sering menjadi MC di
acara sekolah dan multi event.
Masuk sebagai nominator Penyiar Terbaik dalam ajang Sms Award
(Ajang Penghargaan dari Sahabat Muslim Setia Pendengar Erdamah)
tahun 2009, terpilih sebagai penyiar favorit dalam ajang Erdamah
Award 2011, dan acara-acara yang dibawakan juga masuk dalam
kategori Acara Favorit dan salah satunya terpilih sebagai Acara Favorit
2011 dalam penghargaan yang sama. Kegiatan sehari-hari selain
bersiaran, juga mengajar ekstrakurikuler broadcasting di salah satu
sekolah menengah pertama di Tangerang.
Iwan Elfaruq adalah seorang penyiar program SUARA di radio
Erdamah. Dengan ciri khasnya dalam membawakan acara ini
36
Selain menjadi penyiar di program SUARA Iwan juga menjadi Kepala
Penyiar serta merangkap menjadi Music Director.
Nama : Iwan Elfaruq
Tempat, tanggal lahir : Lampung, 11 Desember 1984
Alamat :Villa Tangerang elok B7/2A
Kutajaya Pasar Kemis – Tangerang
Hobby : Futsal
Pengalaman/karir :
EDITOR di Piramid Communication (Event organiser) – 2009
Penyiar ERDAMAH 2006 – 2008
MD + Kepala Penyiar ERDAMAH 2010 – sekarang
Penyiar Favorit ERDAMAH AWARD 2011
nominator penyiar favorit ARIN (Aliansi Radio Islam
Indonesia)
2. Lia Amalia
Adalah seorang penyiar program SUARA di radio Erdamah sejak
tahun 2012 hingga sekarang. Karirnya di radio Erdamah sangat
banggakan oleh para pendengar mau pun para krew di radio Erdamah.
Dengan ciri khasnya yang unik Lia mampu membawakan acara
program SUARA yang merupakan program request ini dengan baik.
Tidak hanya karirnya saja tetapi kepribadian Lia pun yang ramah
kepada para pendengar sangat disukai oleh pendengar program
tidak diragukan lagi, kemahirannya dalam berbicara mampu membuat
program ini semakin menarik.
Lia memiliki banyak fans dengan berbagai usia, mulai dari remaja,
dewasa hingga ibu-ibu pun turut menyukainya karena keunikannya.
Nama lengkap : Lia Amalia
Tempat, tanggal, lahir : Pandeglang, 30 Desember 1990
Alamat : Jl. KH Damyati Kp. Cilongok RT
07/03 Ds. Sukamantri Pasarkemis
Tangerang, Banten 15560
Hobby : membaca dan menulis
Pendidikan
Lulus di SMA Negeri 1 Pandegelang (2009)
Sekolah di STKIP Suluh Bangsa Jakarta Selatan (2013)
Karier
Bekerja di PT. CONSOBIZ VENTURES INDONESIA (2010 -
2012)
Penyiar radio ERDAMAH (2012 - sekarang)
3. Vasthi
Gadis kelahiran Tangerang ini adalah seorang penyiar program
SUARA di radio Edamah yang juga bekerja menjadi bidan praktek
mandiri. Namanya mulai dikenal oleh masyarakat saat membawakan
program SUARA. Dengan ciri khasnya dalam membawakan program
38
yang polos. Dengan begitu banyak pendengar yang mengagumi
kemampuannya dalam menyiarkan atau membawakan program
SUARA tersebut.
Nama lengkap : Desthoriyani Vasthi
Tampat, tanggal lahir : Tangerang, 20 Mei 1990
Alamat : Bermis Blok B No. 165 RT. 03/05 Ds.
Kutajaya PasarkemisTangerang, Banten
Hobby : berenang
Pendidikan
SDN Jatake 1
Daar el – Qolam
STIKIM Jakarta D4
Karier:
Bidan Praktek Mandiri (midwife) – (2011 - sekarang)
Pembawa acara ERDAMAH (2011 - sekarang)
4. Yudi
Bapak dari dua anak ini adalah seorang penyiar program SUARA.
Dengan gayanya yang dewasa Yudi mampu membawakan acara ini
dengan hangat. Yudi yang sering dipanggil abah ini adalah seorang
yang beragamis yang mampu membimbing penyiar-penyiar lain
program SUARA setiap menyiarkan acara tersebut.
Nama lengkap : YudiYuliadi
Alamat :Taman Buah Sukamantri RT. 02/12 Ds.
Sukamantri Pasarkemis Tangerang, Banten
Pendidikan :
SMA Merdeka Tangerang
Karier :
Pembawa acara Erdamah FM
H. Segmentasi Pendengar Program SUARA
Radio komunitas Erdamah 107.7 FM dilihat dari khalayak
pendengarnya, sebagian besar khalayak pendengar acara program SUARA
(Salam Ukhuwah Erdamah) adalah masyarakat kelas menengah kebawah,
yang rata-rata pendidikannya paling tinggi sampai SMA (65%). Sebagian
besar dari mereka adalah wanita (65%), sisanya pria. Dari aspek profesi,
sebagian besar pendengar program SUARA di radio Erdamah adalah
karyawan, mahasiswa/pelajar, dan ibu-ibu rumah tangga. Usia terbanyak
yang mendengarkan program SUARA ini berkisar dari umur 20-an sampai
40-an. Dibawah 20 tahun mencapai 13%, sedangkan diatas 50 tahun hanya
2% saja.
Selain itu sebagaimana disebutkan, angka pendengar program
SUARA di wilayah tangerang cukup besar, lebih dari 90%. Besarnya
angka ini merupakan sebuah potensi bagi acara program SUARA ini. Oleh
karena itu program SUARA yang disusun radio Erdamah sesuai dengan