I. Latar Belakang dan Rumusan Masalah
Tugas akhir ini, "Perancangan Pintu Intake Pada Embung di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT," dilatarbelakangi oleh program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui pembangunan embung, salah satunya di Timor Tengah Selatan. Embung ini memiliki fungsi penting dalam sistem irigasi, mendukung lahan pertanian seluas 25-50 hektare. Selain fungsi irigasi, embung juga berperan dalam pengendalian banjir dan pengembangan sektor perikanan dan pariwisata. Penulisan ini difokuskan pada perancangan pintu intake jenis Slide Gate untuk mengatur aliran air dari embung ke saluran irigasi, mengingat pentingnya pintu air ini dalam menahan tekanan air yang signifikan. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana merancang konstruksi pintu air yang mampu menahan tekanan air berdasarkan data lokasi embung, meliputi permukaan air tertinggi (70.80 m) dan elevasi sill (65.30 m). Ini menunjukan fokus utama pada aspek kekuatan dan ketahanan struktur pintu air dalam menghadapi beban hidrostatis yang besar. Keberhasilan perancangan ini sangat krusial untuk memastikan kelancaran sistem irigasi dan manfaat jangka panjang embung bagi masyarakat setempat. Penelitian ini menekankan pada perhitungan gaya-gaya yang bekerja pada struktur pintu air, terutama pada balok horizontal, yang merupakan elemen struktural kunci dalam menahan tekanan air.
II. Tujuan, Manfaat, dan Batasan Masalah
Tujuan utama perancangan ini adalah untuk mendapatkan konstruksi pintu air yang sesuai dengan kondisi lokasi embung di Timor Tengah Selatan serta menentukan gaya-gaya yang bekerja pada balok horizontalnya. Selain itu, tujuannya juga untuk menghasilkan gambar kerja konstruksi pintu air sesuai standar ISO. Manfaatnya meliputi aplikasi teori perkuliahan, pemahaman dasar perancangan sistematis, dan wujud nyata rancangan dalam bentuk gambar standar ISO bagi mahasiswa. Bagi Universitas Muhammadiyah Malang, perancangan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan reputasi kampus. Manfaat bagi masyarakat meliputi terpenuhinya kebutuhan pengairan, pemanfaatan hasil rancangan, dan solusi atas permasalahan sosial yang terkait dengan irigasi. Untuk membatasi ruang lingkup penelitian, penelitian ini difokuskan pada perhitungan gaya-gaya yang terjadi pada balok horizontal dan pembahasan pengelasan yang digunakan dalam proses perancangan. Pembatasan ini memastikan fokus penelitian tetap terjaga dan hasil yang diperoleh lebih terarah dan terukur. Dengan kata lain, kajian ini secara spesifik mengkaji aspek struktural pintu intake, bukan pada aspek-aspek lain dari sistem irigasi secara keseluruhan.
III. Metodologi Perancangan dan Perhitungan
Metodologi perancangan dimulai dengan survei lokasi dan investigasi untuk mengumpulkan data yang relevan. Metode pengumpulan data selanjutnya digunakan untuk menentukan dimensi pintu air yang tepat. Proses perancangan melibatkan pengerjaan desain dan pembuatan diagram alir perancangan. Bagian perhitungan dan pembahasan mencakup desain data, beban hidrolik, perhitungan tekanan hidrostatis, analisis gelagar utama horizontal (termasuk distribusi beban, momen bengkok, gaya geser, tegangan, dan lendutan), analisis plat daun, kerangka penyangga, dan ulir pengangkat. Penulis menggunakan berbagai rumus dan prinsip-prinsip mekanika bahan dan teknik sipil dalam perhitungan ini. Hal ini tercermin dari daftar pustaka yang merujuk pada buku-buku teks seperti "Hidrolika I" oleh Yuwono Nur, "Teknik Bendungan" oleh Soedibyo, dan buku-buku tentang mekanika bahan dan struktur baja dari penulis ternama. Detail perhitungan yang dilakukan menunjukkan pendekatan yang sistematis dan komprehensif dalam memastikan kekuatan dan ketahanan struktur pintu air. Gambar-gambar yang disertakan juga membantu memvisualisasikan desain dan perhitungan yang dilakukan.
IV. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dari tugas akhir ini akan menyimpulkan hasil perancangan pintu intake, termasuk desain yang dihasilkan dan hasil perhitungan gaya-gaya pada struktur pintu air. Kesimpulan ini akan menyatakan apakah desain yang dihasilkan telah memenuhi kriteria kekuatan dan ketahanan yang dibutuhkan berdasarkan beban hidrostatis yang dihitung. Penulisan ini juga akan memberikan saran-saran untuk meningkatkan desain atau untuk penelitian selanjutnya. Saran-saran ini mungkin meliputi rekomendasi untuk material yang lebih baik, metode konstruksi yang lebih efisien, atau pertimbangan faktor-faktor lain yang mungkin belum dipertimbangkan dalam penelitian ini, misalnya, aspek pemeliharaan dan potensi kerusakan akibat korosi. Secara keseluruhan, tugas akhir ini memberikan kontribusi praktis dalam perancangan infrastruktur irigasi di daerah Timor Tengah Selatan dan dapat menjadi rujukan bagi proyek-proyek serupa di masa depan. Dengan memberikan detail perhitungan dan gambar kerja, penelitian ini dapat diaplikasikan secara langsung dalam proses pembangunan, meningkatkan efisiensi dan efektivitas proyek.
Referensi Dokumen
- Hidrolika I ( Nur, Yuwono )
- Teknik Bendungan ( Soedibyo )
- Mekanika Bahan ( James, M.G Stephen, Thimosenko )
- Kekuatan Bahan Terapan ( Jensen dan Chenoweth )
- Struktur Baja ( Charles G. Salmon dan Jhon E. Jhonson )
- Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin ( Sularso )
- Teori Plat dan Cengkang ( Thimosenko, S. Woynowsky, Krieger )