EFEKTIFITAS TERAPI BEKAM BASAH (
WET CUPPING
THERAPY
) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT
DALAM DARAH PADA PENDERITA
GOUT
DI KLINIK
BEKAM JETIS MALANG
SKRIPSI
Oleh :
AURORA NURZUDA PERMATASARI 08060054
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
ii
EFEKTIFITAS TERAPI BEKAM BASAH (
WET CUPPING
THERAPY
) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT
DALAM DARAH PADA PENDERITA
GOUT
DI KLINIK
BEKAM JETIS MALANG
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Memeperolah Gelar Sarjana Keperawatan Pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Muhammadyah Malang
Oleh :
AURORA NURZUDA PERMATASARI 08060054
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
iv
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Aurora Nurzuda Permatasari
NIM : 08060054
Program Studi : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UMM
Judul Skripsi : Efektifitas Terapi Bekam Basah (Wet Cupping Therapy)
Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Dalam Darah Pada
Penderita Gout Di Klinik Bekam Jetis Malang
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini
benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilan tulisan atau pikiran
orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri.
Apabila dikemudian hari dapat dibuktikan bahwa Tugas Akhir ini adalah hasil
jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Malang, 30 April 2012
Yang Membuat Pernyataan,
v
Berbuat Kesalahan adalah Kelemahan manusia.. Dan..
Belajar dari kesalahan adalah kekuatan manusia..
Bara No Nay Hayana (J-Drama)
MOttO
Ketika Kegagalan datang, jangan biarkan kegagalan
mengalahkanmu..
Happy Feet 2 (Movie)
Petani Sejati Tidak akan menyalahkan tanah yang tandus…
Pemusik sejati tidak akan menyalahkan alat musiknya… Dan dalam menjalani hidup yangan menyalahkan apa yang Qt dapat…
vi
Skripsi ini saya pesembahkan untuk:
PERSEMBAHAN
Ayah dan Mama yang selalu menyayangi, memberi semangat dan mendoakanku serta bersedia menjadi sponsor dalam penelitian ini. Ananda hanya bisa berdoa agar Allah SWT membalas semuanya dengan sesuatu yang lebih dari segalanya.
Buat adik Q yang selalu mau menemani Q ketika Q pusing dengan segala urusan skripsi.
Terima kasih untuk semua bantuannya, mulai dari menemani bolak balik kampus sampai minjemin duit.
Buat tante, Om, mbah kakung, mbah putri, pakde dan bude di malang yang selulu mendoakan sehingga menjadi sebuah semangat hidup qu.
Sayangku, yang selalu menemaniku, membantuku mengurus skripsi ini.
Hujan, panas, angin badai tetap bersedia membantu sampai jatuh sakit.
Terimakasih atas semua bantuan dan kasih sayang yang telah diberikan... ..
vii
Buat teman2 PSIK’08 khususnya PSIK A Chayo, keakraban kita selama 4 tahun banyak memberikan pelajaran yang nggak bisa aku dapatkan dari teman lain karena PSIK’08 sangat ISTIMEWA dan ini bukan jadi akhir dari segalanya
tapi merupakan awal untuk langkah baru….
Khusus buat geng Cippirilly (detty, ewi, dini, dwi, nona, indri, putri, ela, mimut, leni) semoga persahabatan kita bisa terus terjalin...
^_________^
TemanQ Kos Cemara (ewi, memey, dika, dita n mbak dara) sungguh sangat beruntung bisa jadi satu atap dengan kalian dan seperti keluarga sendiri...
Terimakasih buat teman-teman yang ada di malang ini, jejak langkah Q selama disini sangat berarti karena ada kalian semua yang memberikan warna dalam hariku…
viii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan bimbingan-Nya saya
dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Efektifitas Bekam Basah (Wet Cupping
Terapy) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Dalam Darah Pada Penderita Gout
Di Klinik Bekam Jetis Malang”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat guna
memperoleh gelar sarjana keperawatan (S.Kep) pada Program Studi Ilmu
Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini dapat terselesaikan berkat bantuan,
arahan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu tidak lupa penulis
menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada yang terhormat:
1. Tri Lestari Handayani, M. Kep., Sp. Mat, selaku Dekan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Nurul Aini S. Kep., Ns., M. Kep. selaku Ketua Program Studi Ilmu
Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Prof. DR. Sujono., M. Kes, selaku Dosen Pembimbing I yang telah
memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini.
4. Rohmah Susanto S. Kep., Ns dan Henik Tri Rahayu, S. Kep., Ns, selaku
Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan
motivasi dalam penyusunan skripsi ini.
5. Seluruh Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan yang telah memberikan
ilmunya.
6. Pasien asam urat di Klinik bekam Jetis Malang yang telah bersedia menjadi
ix
Penulis hanya mampu berdoa semoga amal kebaikannya mendapat imbalan
dan diterima sebagai ibadah oleh Allah SWT. Penulis menyadari masih banyak
kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang
penulis miliki, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para
pembaca.
Malang, 30 April 2012
x
ABSTRAK
Efektifitas Terapi Bekam Basah (Wet Cupping Therapy) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Dalam Darah Pada Penderita Gout Di Klinik
Bekam Jetis Malang
Aurora Nurzuda Permatasari1, Prof.DR.Sujono,M.Kes2, Rohmah Susanto,S.Kep,Ns3
Latar Belakang : Bekam basah adalah metode pengobatan alternatif dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Pengobatan ini banyak digunakan oleh masyarakat karena lebih murah, langsung, dan bersahabat, serta pola pikir masyarakat yang menganggap bahwa pengobatan dengan bahan kimia sintetis selain dapat mengobati suatu penyakit, juga menimbulkan penyakit bawaan yang lain sebagai efek samping buruk dari bahan kimia. Gout merupakan salah satu penyakit yang dapat disembuhkan melalui terapi bekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi bekam basah terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita gout.
Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimental dengan pendekatan one group pre test and post test tanpa kelompok kontrol. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 orang. Semua subjek diberikan perlakuan bekam dengan frekuensi yang sama sebanyak dua kali dengan interval waktu 1 bulan. Sampel darah diambil melalui darah kapiler kemudian diukur menggunakan rapid test untuk pengujian kadar asam urat sebelum dilakukan bekam dan 1 jam setelah diberi perlakuan bekam kedua. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik T-test dependen dengan tingkat signifikansi α <0,05.
Hasil : Hasil uji statistik Uji-T Dependen (paired sample test) didapatkan rata-rata penurunan kadar asam urat dari pengukuran pertama dan kedua adalah 1,43 mg/dl. Nilai T hitung sebesar 9.11 dan signifikansi/P value sebesar 0.0001. Karena t hitung > t tabel (9.115 > 2,074) dan nilai signifikansi < alpha ( 0.0001 < 0.05 ), maka hipotesis H1 diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar asam urat sebelum dan sesudah perlakuan.
Kesimpulan : Terapi bekam basah (wet cupping therapy) efektif terhadap penuruan kadar asam urat darah pada penderita gout di Kllinik bekam Jetis Malang.
Kata Kunci : Terapi bekam basah, kadar asam urat, gout.
1. Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang.
xi
ABSTRACT
Effectiveness of Wet Cupping Therapy against Decrease Uric Acid Levels in Blood of Patients with Gout In The Clinic Cupping Jetis Malang
Aurora Nurzuda Permatasari1, Prof.DR.Sujono, M.Kes2, Rohmah Susanto, S.Kep, Ns3
Background: Wet Cupping is a method of alternative medicine by removing the contaminated blood of toxins or oxidants in the body through the surface of the epidermis. This treatment is widely used by the public because it is cheaper, direct, and friendly, and the mindset of people who think that the treatment with synthetic chemicals in addition to treating a disease, congenital diseases also cause other adverse side effect of chemicals. Gout is a disease that can be cured by cupping therapy. This study aims to determine the effectiveness of wet cupping therapy to decrease uric acid levels in patients with gout.
Methods: The design in this study used pre experimental approach to one group pre test and post test without a control group. Sampling method using purposive sampling. Subjects in this study amounted to 20 people. All subjects were given cupping treatment with the same frequency as much as two times at intervals of 1 month. Blood samples were collected via capillary blood is then measured using a rapid test for testing levels of uric acid before cupping treated and 1 hour after the second cupping treated. Statistical analysis used in this study were T-test statistical analysis of dependent with significance level α <0.05.
Results: The results of statistical tests Dependent T-test (paired sample test) found an average decrease in uric acid levels of the first and second measurements was 1.43 mg / dl. T value of 9.11 and calculate the significance / P value of 0.0001. Because t
count> t table (9115> 2.074) and significance value <alpha (0.0001 <0.05), then the
hypothesis H1 is accepted means that there are significant differences between uric acid levels before and after treatment.
Conclusion: Wet cupping therapy is effective against the deterioration of blood uric acid levels in patients with gout in Malang Jetis Kllinik bruise.
Keywords: wet cupping therapy, the levels of uric acid, gout.
1. Nursing Science Program, Faculty of Health Sciences, University of Muhammadiyah Malang.
xii
DAFTAR ISI
Hal
Halaman Judul... ii
Lembar Pengesahan... iii
Lembar Peryataan Keaslian………... iv
Motto……….. v
Persembahan………... vi
Kata Pengantar... viii
Abstrak………... x
Daftar Isi... xii
Daftar Tabel... xv
Daftar Gambar... xvi
Daftar Lampiran... xvii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang……... 1
1.2 Rumusan Masalah... 5
1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum... 6
1.3.2 Tujuan khusus... 6
1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Perawat………... 6
1.4.2 Bagi Peneliti Selanjutnya…... 6
1.4.3 Masyarakat... 7
1.4.4 Bagi Peneliti………... 7
1.4.5 Bagi Penderita Gout... 7
1.5 Keaslian Penelitian... 7
BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Konsep Bekam (Cupping Therapy) 2.1.1 Pengertian Bekam... 9
2.1.2 Jenis, Manfaat dan Prosedur Bekam... 9
2.1.3 Efek Samping dan Kontra Indikasi Bekam... 12
2.1.4 Titik Bekam... 14
2.2 Konsep Asam Urat 2.2.1 Nukleotida Puin... 16
2.2.2 Pengertian Asam Urat... 17
2.2.3 Kadar Asam Urat... 18
2.2.4 Pembentukan Asam Urat... 18
2.2.5 Ekskresi Asam Urat... 20
2.2.6 Gangguan Metabolisme Asam Urat... 21
2.3 Konsep Gout 2.3.1 Pengertian Gout... 27
2.3.2 Epidemologi Gout... 28
2.3.3 Tanda dan Gejala Gout...28
2.3.4 Etiologi Gout... 29
xiii
2.3.6 Patogenesis Gout... 34
2.3.7 Manifestasi Klinis... 35
2.3.8 Pengobatan Gout Secara Medis... 36
2.3.9 Komplikasi Gout... 38
2.4 Mekanisme Penurunan Kadar Asam Urat Dalam Darah Dengan Bekam... 39
2.5 Pearan Perawat dalam Terapi Bekam... 44
BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS 3.1 Kerangka Konseptual... 46
3.2 Hipotesis Penelitian... 49
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian... 50
4.2 Kerangka Penelitian... 51
4.3 Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1 Populasi... 52
4.3.2 Sampel... 52
4.3.3 Kriteria Sampel... 53
4.3.4 Teknik Sampling... 53
4.4 Variabel Penelitian 4.4.1 Variabel Bebas (Independent)... 54
4.4.2 Variabel Tergantung (Dependent)... 54
4.5 Definisi Operasional... 54
4.6 Tempat dan Waktu Penelitian... 55
4.7 Instrumen Penelitian... 55
4.8 Prosedur Pengumpulan Data... 56
4.9 Analisa dan Pengolahan Data 4.9.1 Analisis Univariat... 57
4.9.2 Analisis Bivariat... 58
4.10 Etika Penelitian... 58
BAB V HASIL PENELITIAN DAN ANALISA DATA 5.1 Karateristik Sampel 5.1.1 Berdasarkan Usia... 60
5.1.2 Berdasarkan Pendidikan... 61
5.1.3 Berdasarkan Jenis Kelamin... 62
5.1.4 Berdasarkan Frekuensi Bekam…... 62
5.1.5 Berdasarkan Konsumsi Diet Tinggi Purin... 63
5.1.6 Berdasarkan Berat Badan... 64
5.1.7 Berdasarkan Penggunaan Obat... 64
5.2 Analisa Data 5.2.1 Distribusi Kadar Asam Urat Penderita Gout Sebelum (Pre test) Dilakukan Terapi Bekam Basah... 66
5.2.2 Distribusi Kadar Asam Urat Penderita Gout Setelah (Post test) Dilakukan Terapi Bekam Basah... 67
xiv
BAB VI PEMBAHASAN
6.1 Karateristik Sampel
6.1.1 Berdasarkan Usia... 70
6.1.2 Berdasarkan Jenis Kelamin... 71
6.1.3 Berdasarkan Konsumsi Diet Tinggi Purin... 72
6.1.4 Berdasarkan Berat Badan... 73
6.1.5 Berdasarkan Penggunaan Obat... 73
6.2 Kadar Asam Urat Sebelum Dilakukan Terapi Bekam Basah... 75
6.3 Kadar Asam Urat Setelah Dilakukan Terapi Bekam Basah... 76
6.4 Efektifitas Penurunan Kadar Asam Urat Dalam... 77
6.5 Implikasi Penelitian... 81
6.6 Keterbatasan Penelitian... 82
BAB VII PENUTUP 7.1 Kesimpulan... 83
7.2 Saran... 84 Daftar Pustaka
xv
DAFTAR TABEL
Tabel Hal
2.1 Penyebab Hiperurisemia... 22
2.2 Daftar Kandungan Purin pada Beberapa Bahan Makanan... 32
2.3 Obat-obatan yang Meningkakan Kadar Asam Urat... 33
4.1 Definisi Operasional... 55
5.1 Distribusi Responden berdasarkan Usia Di Klinik Bekam Jetis Malang... 60
5.2 Distribusi Responden berdasarkan Pendidikan Di Klinik Bekam Jetis Malang... 61
5.3 Distribusi Responden berdasarkan Jenis Kelamin Di Klinik Bekam Jetis Malang... 62
5.4 Distribusi Responden berdasarkan Frekuensi Bekam Di Klinik Bekam Jetis Malang... 63
5.5 Distribusi Responden berdasarkan Konsumsi Diet Tinggi Purin Di Klinik Bekam Jetis Malang... 63
5.6 Distribusi Responden berdasarkan Berat Badan Di Klinik Bekam Jetis Malang... 64
5.7 Distribusi Responden berdasarkan Riwayat Penggunaan Obat Di Klinik Bekam Jetis Malang... 65
5.8 Distribusi responden yang mengunakan obat asam urat dan tidak... 65
5.9 Distribusi Kadar Asam Urat Penderita Gout Sebelum (Pre Test) Dilakukan terapi bekam basah... 66
5.10 Distribusi Kadar Asam Urat Penderita Gout Setelah (Pre Test) Dilakukan terapi bekam basah... 67
5.11 Distribusi Kadar Asam Urat Penderita Gout Pada Pengukuran Pertama dan Kedua... 67
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar Hal
2.1 Rasio Penyakit yang dapat Disembuhkan oleh Terapi Bekam... 10
2.2 Struktur Kimia Asam Urat... 17
2.3 Pembentukan Asam Urat... 19
2.4 Komplikasi Pada Penderita Gout... 39
2.5 Titik Bekam Asam Urat... 40
2.6 Pusat vasomotor terhadap sistem sirkulasi... 41
2.7 Mekanisme pembentukan urin oleh ginjal... 42
3.1 Kerangka Konsep... 46
4.1 Pola Penelitian... 50
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Ijin Studi Pendahuluan dan Penelitian
Lampiran 2 Surat Pernyataan Penelitian dan Pengambilan Data
Lampiran 3 Lembar Permohonan Menjadi Responden
Lampiran 4 Lembar Permohonan Inform Consent
Lampiran 5 Kuisioner
Lampiran 6 Rekapbitulasi Data dan Hasil Penelitian
Lampiran 7 Standar Pemeriksaan Kadar Asam Urat
Lampiran 8 Standar Operasional Bekam
Lampiran 9 Frekuensi Karateristik Sampel dan Uji Normalitas
Lampiran 10 Analisa Data t-Test Dependen dengan Perhitungan SPSS
Lampiran 11 Tabel nilai T Tabel
Lampiran 12 Lampiran Photo
Lampiran 13 Lembar Konsultasi
xviii
DAFTAR PUSTAKA
Anita. 2008. Majalah Farmacia Edisi Desember : Strategi Efektif Atasi Kegagalan Terapi Gout.hal 20.
Becker & Meenaskshi J. 2005. Clinical Gout and Phatogenesis Of Hyperuricemia, Arthritis and Allied Conditions. A tekxbook of Rheumatology 13th Ed, Vol 2 pp
2303-2339.
Budiman H. 2005. Peranan Gizi Pada Penyakit Arthritis, majalah Kedokteran Atma Jaya. Vol 4 No 3 hal 129-135.
Carter MA. 2006. Gout, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit ,Volume 2 Edisi 6. EGC : Jakarta.
Chirali, I. Z. 1999. Traditional Chinese Medicine Cupping Therapy. Ed 6. Churchill Livingstone.
Dermawan J. 2007. Hasil Jangka Pendek, Menengah dan Panjang pada Gout Kronik dengan Pengobatan Arthritis Gout Akut/Kronik dan Hiperurisemia. http://www.lupusarthritisindonesia.org. Diakses 20 Oktober 2011.
Hall, Gyuton. 2006. Fisiologi Kedokteran. EGC : Jakarta.
Hardjasasmita P. 2000. Metabolisme Purin Dan Pirimidin,Ikhtisar Biokimia Dasar. Balai Penerbit FKUI : Jakarta.
Hidayat R. 2009. Gout dan Hiperurisemia, Majalah Medicinius. Vol 2 No 1 hal 47-50.
Hidayat, Aziz Alimul. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan teknik Analisa Data. Jakarta : Salemba Medika.
Huijuan Cao, Mei Han, Xun Li, Shangjuan Dong, Yongmei Shang, Qian Wang, Shu Xu dan Jianping Liu. 2010. Clinical research evidence of cupping therapy in China: a systematic literature review. Research Article Complementary and Alternative Medicine. Vol. 10, pp. 70.
Iryaningrum MR. 2005. Artritis Gout, Diagnosis dan Pengelolaan, Majalah Kedokteran Atma Jaya. Vol 4 No. 3, hal 203-210.
Jeffwarber. 2009. Clinical and experimental rheumatology. http://drjeffhealthcenter.com/ihpages/pages/gout.html#top. Diakses 20 Oktober 2011.
xix
K. Ullah, A. Younis & M. Wali. 2007. An investigation into the effect of Cupping Therapy as a treatment for Anterior Knee Pain and its potential role in Health Promotion. The Internet Journal of Alternative Medicine. 2007 Volume 4 Number 1.
Kasmui. 2011. Materi Bekam. Assunnah-qatar.com/phocadownload/ PDF/BEKAM.pdf. Diakses 20 Oktober 2011.
Kelley WN, Wortmann RL. 1997. Gout and Hiperurisemia, in Textbook of Rheumatology, 5th edn, WB Saunder comp, Philadelphia, pp 1314-50.
Kertia N. 2009. Asam urat, B First. PT Bentang Pustaka : Yogyakarta.
Masjid, Busyroal. 2009. Mujarab! Teknik Penyembuhan Penyakitdengan Bekam Berbasis Wahyu Bersendi Fakta Ilmiah. PT Sunda Kelapa Pustaka : Jakarta.
Messwati ED. 2008. Asam Urat : Penyakit kaum Pria. http://yppassalaam.net. Diakses 20 Oktober 2011.
Misnadiarly. 2007. Rematik : Asam urat, Hiperurisemia, Arthritis gout. Edisi 1. Pustaka Obor Populer : Jakarta.
Notoadmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Jakarta.
Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salembe Medika.
Paul T Williams, Am J Clin Nutr 2008;87:1480 –7. Printed in USA. © 2008 American Society for Nutrition
Putra TR. 2006. Hiperurisemia, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II, Edisi IV. Balai Penerbitan FKUI : Jakarta.
Rodwall VM. 2003. Metabolisme Nukleotida Purin dan Pirimidin, Biokimia Harper. EGC : Jakarta.
Sanders S, Wortmann RL. 2005. Gout, Current Rheumatology Diagnosis and Tretment, First Edition. Mc Graw Hill Compenies, United States of America. Pp 314.
Schumacher HR. 2005. Hyperuricemia and Gout : A Prevalent and Chronic Disease. Http://donburns.net. Diakses 2011.
Stryer, Lubert. 2000. Biokomia (Biochemestry) Ed. 4 vol. 2. EGC : Jakarta.
Sugiyono. 2010. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
xx
http://agismine.blogspot.com/2010/07/pengaruh-terapi-bekam-terhadap.html. Diakses 20 Oktober 2011.
Tehupeiory ES. 2006. Artrritis Pirai(Arthritis Gout), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jidil I Edisi 3. Balai Penerbitan FKUI : Jakarta.
Umar, Wadda A.. 2010. Bebas Stroke Dengan Bekam. Thibbia : Surakarta.
Widharto. 2007. Pengobatan Alternatif. PT Sunda Kelapa Pustaka : Jakarta.
Wortmann RL. 2000. Gout dan Gangguan Metabolisme Purin Lain, Harrison : Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam Volume 5 Edisi 13. EGC : Jakarta.
Zhang SJ, Liu JP dan He KQ. 2010. Treatment of acute gouty arthritis by blood-letting cupping plus herbal medicine. Journal Of Traditional Chinese Medicine. Vol. 30 (1), pp. 18-20.
Zhao QW, Liu J, Qu XD, Li W, Wang S, Gao Y dan Zhu LW. 2009. Observation on therapeutic effect of electroacupuncture plus blood-letting puncture and cupping combined with diet intervention for treatment of acute gouty arthritis. Jurnal article Chinese Acupuncture & Moxibustion. Vol. 29 (9), pp. 711-3.
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 PENDAHULUAN
Pengobatan alternatif/pengobatan tradisional semakin banyak diminati
oleh masyarakat. Selain di Indonesia, pengobatan alternatif juga banyak
diminati oleh masyarakat di dunia. Seperti yang diungkapkan oleh Hill (2003),
penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif (CAM= Complementary
and Alternative Medicine) akhir-akhir ini menjadi lebih populer di masyarakat dan
mendapatkan kredibilitas dalam dunia Biomedis kesehatan. Survei
menunjukkan bahwa penggunaan CAM ada sekitar sepertiga dari penduduk
Inggris (Ernst, 1996) dan sedikit lebih tinggi di Amerika Serikat (Wootton dan
Sparber, 2001).
Jenis pengobatan alternatif ini pun beragam, seperti mengonsumsi
obat-obatan herbal, akupuntur, pijat, bekam dan lain-lain. Dengan semakin tingginya
minat masyarakat terhadap pengobatan alternatif, maka tidak heran bila antrian
pasien yang berada di klinik pengobatan alternatif sama banyaknya atau bahkan
lebih banyak dari pada pasien yang datang ke puskesmas atau rumah sakit. Hal
ini disebabkan karena pengobatan alternatif yang jauh lebih murah, langsung,
dan bersahabat, serta pola pikir masyarakat yang menganggap bahwa
pengobatan dengan bahan kimia sintetis selain dapat mengobati suatu penyakit,
juga menimbulkan penyakit bawaan yang lain sebagai bentuk efek samping
buruk dari sifat bahan kimia.
Salah satu pengobatan alternatif yang banyak digunakan oleh
2
therapy). Sebenarnya metode ini bukanlah hal yang baru bagi kalangan
masyarakat Indonesia. Metode ini telah digunakan ribuan tahun lalu mulai dari
Timur Tengah hingga ke Daratan Cina. Bahkan, menurut riwayatnya dahulu
Rasulullah telah menggunakan metode ini untuk mengatasi penyakit yang
dideritanya. Di negeri-negeri barat (Eropa dan Amerika) melalui penelitian
ilmiah, terus-menerus menyimpulkan fakta-fakta ilmiah tentang bekam yang
mampu menyembuhkan berbagai penyakit secara lebih aman dan efektif
dibandingkan metode kedokteran modern. Sehingga bekam mulai diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari dan bermunculan ahli bekam serta klinik bekam di
kota-kota besar di Amerika dan Eropa. Bahkan pada tahun-tahun terakhir ini
pengobatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum fakultas kedokteran
di Amerika (Kasmui, 2011).
Pengertian bekam sendiri adalah metode pengobatan dengan cara
mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh
melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah Oxidant
Release Therapy atau Oxidant Drainage Therapy atau istilah yang lebih populer
adalah detoksifikasi (Kasmui, 2011). Bekam sendiri terbagi empat macam, yaitu
bekam kering, bekam seluncur, bekam tarik dan bekam basah. Banyak penyakit
yang dikatakan dapat disembuhkan dengan terapi bekam ini, seperti penyakit
hipertensi, kolestrol, asam urat, stroke, anemia, radang paru-paru, ginjal, dibetes
mellitus, astma, tumor, kanker, migraine, hepatitis dan lain-lain (Zhen, 2011).
Walaupun saat ini terapi bekam telah banyak dipilih masyarakat sebagai terapi
penyembuhan, namun ada pula sebagian orang yang ragu atau takut dilakukan
bekam. Ketakutan dan keraguan akan bekam sebagian besar disebabkan dari
3
dan pengeluran darah melalui sayatan serta keamanan yang didapat dari terapi
ini. Terapi bekam akan memberikan banyak manfaat jika dilakukan
menggunakan prosedur dan tehnik yang benar karena bekam hanya memiliki
efek samping minimal (Erakita, 2011).
Berdasarkan laporan penelitian tentang pengobatan dengan metode
bekam buku Ad Dawa’ul-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus Muhammad
Amin Syaikhu dalam 300 kasus didapat data bahwa kasus tekanan darah tinggi,
tekanan darah turun hingga mencapai batas normal, dalam kasus tekanan darah
rendah, tekanan darah naik hingga batas normal, kadar gula darah turun pada
pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus, jumlah asam urat di darah turun
pada 83,68% kasus. Darah bekam yang keluar, terlihat eritrosit didalam
berbentuk aneh, tidak berfungsi normal dan menganggu kinerja sel lain.
Salah satu penyakit yang dapat disembuhkan dengan metode bekam
adalah penyakit gout. Gout adalah suatu proses inflamasi karena adanya
pengendapan kristal asam urat pada jaringan sekitar sendi yang ditandai dengan
meningkatnya konsentrasi asam urat (Misnadiarly, 2007). Asam urat sendiri
merupakan produk akhir dari penghancuran purin, yaitu salah satu komponen
asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin
terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup,
yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau hewan
(daging, jeroan, ikan sarden). Pada pemeriksaan laboratorium, asam urat
tergolong normal bila pria dibawah 7 mg/dl dan wanita dibawah 6 mg/dl
(Misnadiarly, 2007).
Jumlah penderita asam urat dari waktu ke waktu cenderung meningkat.
4
dan Wilson, 2005). Prevalensi gout di Amerika serikat dalam 1000 kasus dan
10% kasus gout terjadi pada hiperurisemia sekunder (Walker dan Edward,
2003). Peningkatan prevalensi diikuti dengan meningkatnya usia, khususnya
pada laki-laki (Dipiro et al., 2005). Manifestasi gout tidak terbatas pada sendi,
namun juga menimbulkan gangguan fungsi ginjal hingga kondisi gagal ginjal
kronik. Sekitar 90% pasien gout primer adalah laki-laki yang umumnya yang
berusia lebih dari 30 tahun, sementara gout pada wanita umumnya terjadi
setelah menopause (Tierney et al., 2004).
Cara bekam menyembuhkan asam urat dilakukan dengan bekam basah,
cara dengan mengeluarkan darah kotor pada titik-titik yang berkaitan dengan
sendi atau lokasi yang sakit. Menurut Dr. Abu Hana (2011) bekam untuk asam
urat dilakukan pada titik prosesus spinosus pada belakang lehel, kedua bahu
dan daerah punggung setinggi ginjal kanan dan kiri hal ini dimaksudkan untuk
merangsang sistem sirkulasi darah melalui persyarafan.. Selain itu juga bertujuan
untuk memperbaiki fungsi ginjal sehingga dapat memetabolisme dan
membuang kelebihan asam urat dengan lebih baik. Setelah itu bekam dilakukan
di sekitar tungkai/kaki agar aliran darah menjadi lebih lancar sehingga perfusi
sel-sel dan jaringan diupayakan menjadi optimal sekaligus merangsang
syaraf-syaraf agar bisa berfungsi dengan baik.
Penelitian Agis Taufik(2010), menyebutkan bahwa rata-rata kadar asam
urat sebelum dan sesudah terapi bekam berturut-turut 4,91 dan 4,33.
Berdasarkan uji T perbedaan kadar asam urat dalam darah sebelum dan sesudah
terapi bekam didapatkan ada perbedaan kadar asam urat dalam darah sebelum
dan sesudah terapi bekam secara bermakna. Hasil studi pendahuluan di Klinik
5
150-210 orang/bulan dengan 17% merupakan pasien gout. Jumlah kunjungan
pasien di klinik tersebut memang meningkat tiap bulannya dengan jumlah
kunjungan pada bulan September 2011 yaitu 150-210 pasien dan pada bulan
Maret 2012 menjadi 8 pasien/hari yaitu 240 pasien, data ini menunjukkan telah
terjadi peningkatan + 20% dalam . Solusi yang ditawarkan oleh penulis, bila
terapi dengan metode bekam ini memang efektif bagi penyembuhan gout maka
metode ini bisa digunakan oleh masyarakat sebagai pengobatan alternatif
pilihan untuk mengobati gout yang dideritannya. Selain tetap menjaga pola
makan karena dalam tubuh terdapat potensi penumpukan asam urat, maka
penderita harus tetap mengontrol makanan yang dikonsumsi atau menghindari
makanan yang banyak mengandung purin.
Hal inilah yang mendorong peneliti untuk meneliti lebih lanjut tentang
efektifitas terapi bekam terhadap penyembuhan asam urat. Berdasarkan
gambaran latar belakang di atas maka peneliti menentukan judul penelitian
tentang efektifitas terapi bekam basah (Wet Cupping Therapy) terhadap
penurunan kadar asam urat dalam darah pada penderita gout di Klinik bekam
Jetis Malang.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah yang dapat
dirangkum adalah sebagai berikut : Bagaimanakah efektifitas terapi bekam
basah (Wet Cupping Therapy) terhadap penurunan kadar asam urat darah
6
1.3 TUJUAN PENELITIAN
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui efektifitas terapi bekam basah (Wet Cupping Therapy)
terhadap penurunan kadar asam urat darah penderita gout di Klinik bekam Jetis
Malang.
1.3.2 Tujuan Khusus
1.Mengidentifikasi karateristik responden : usia, jenis kelamin,
pendidikan, frekuensi bekam, konsumsi diet tinggi purin, berat
badan dan penggunaan obat-obatan.
2.Mengetahui kadar asam urat responden sebelum dilakukan terapi
bekam basah.
3.Mengetahui kadar asam urat responden setelah dilakukan terapi
bekam basah.
4.Menganalisa penurunan kadar asam urat sebelum dan setelah terapi
bekam basah.
1.4 MANFAAT PENELITIAN
1.Bagi Perawat
Dapat digunakan sebagai bahan informasi dan pembelajaran menenai
penyakit gout serta menambah pengetahuan tentang perawatan komplementer
melalui bekam yang dapat dimasukkan dalam asuhan keperawatan.
2.Bagi Peneliti Selanjutnya
Dapat digunakan sebagai rujukan penelitian yang lain agar pemanfaatan
7
3.Bagi Masyarakat
Memberikan informasi tentang pengobatan alternatif bekam terhadap
keefektifannya dalam menurunkan kadar asam urat yang tinggi (hyperuricemia).
4.Bagi Peneliti
Sebagai pengalaman dalam melaksanakan penelitian tentang terapi bekam
basah pada pada penderita gout di Klinik bekam Jetis Malang dan penelitian ini
sangat berguna dalam penyusunan tugas akhir.
5.Bagi Penderita Gout
Memberikan informasi dan alternatif pengobatan bekam untuk dijadikan
salah satu pilihan dalam menurunkan tingginya kadar asam urat (hyperuricemia)
sehingga dapat mencegah komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh kondisi
hyperuricemia yaitu gout. .
5.1 KEASLIAN PENELITIAN
Beberapa hasil penelitian terdahulu dan landasan teori di antaranya adalah :
1.Menurut penelitian Agis Taufik (2010) tentang pengaruh terapi bekam
terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah pada pasien hipertensi di
klinik An-Nahl Purwokerto. Penelitian pre eksperimental dengan one group
pre test and post test without control group design. Metode pengambilan sampel
adalah purposive sampling. Analisa statistik yang digunakan pada penelitian ini
adalah analisa statistik paired T-test, didapatkan rata-rata kadar asam urat
sebelum dan sesudah terapi bekam berturut-turut 4,91 dan 4,33.
Berdasarkan uji T perbedaan kadar asam urat dalam darah sebelum dan
8
daripada (α= 0,05). Hal ini menunjukan bahwa ada perbedaan kadar asam
urat dalam darah sebelum dan sesudah terapi bekam secara bermakna.
2.Dalam jurnal penelitian oleh Zhang SJ, Liu JP dan He KQ (2010) tentang
pengobatan arthritis gout akut dengan terapi bekam pelepasan darah
(basah) ditambah dengan obat herbal. Jumlah obyek sebanyak 34 kasus
gout arthritis akut yang diobati oleh bekam basah dan obat herbal,
diddapatkan hasil: 21 kasus sembuh dan 13 kasus menunjukkan
peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa efek terapi terapi untuk arthritis
gout memuaskan.
3.Dalam jurnal penelitian oleh Zhao QW, Liu J, Qu XD, Li W, Wang S, Gao Y
dan Zhu LW (2009) tentang observasi dari efek terapi elektroakupunktur
ditambah bekam basah dan dikombinasikan dengan intervensi diet untuk
pengobatan arthritis gout akut. Jumlah 60 kasus acak yang dibagi dalam
kelompok observasi dan kelompok kontrol, 30 kasus ditiap kelompok.
Diadapatkan hasil bahwa tingkat efektif sebanyak 96,7% pada kelompok
observasi dan 86,7% pada kelompok kontrol (P <0,01). Setelah
pengobatan, darah asam urat menurun secara bermakna pada kedua
kelompok (keduanya P <0,01), kelompok yang diamati lebih rendah
dibandingkan kelompok kontrol (P <0,01). Hal ini menunjukkan bahwa
berdasarkan intervensi diet, elektroakupunktur ditambah bekam basah