• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Portal Informasi Pemerintah Kota Tegal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Portal Informasi Pemerintah Kota Tegal"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PORTAL INFORMASI

PEMERINTAH KOTA TEGAL

KERJA PRAKTEK

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek Program Studi Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

WIGIYANTO

10110196

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

(2)
(3)
(4)

RIWAYAT HIDUP

Tempat,Tanggal Lahir Brebes, 17 Februari 1990

Agama Islam

1995-2001 SD N 01 Petunjungan 2001-2004 SLTP N 1 Bulakamba 2004-2007 SMK N 1 Bulakamba

(5)

DAFTAR ISI

2.1.3.2.4 Sekretariat ... 11

2.1.3.2.5 Bidang Lalulintas jalan dan Kelaikan kendaraan ... 15

(6)

2.2 Landasan Teori ... 24

2.2.1 Pengertian Sistem ... 25

2.2.2 Pengertian Informasi ... 26

2.2.2.1 KualitasInformasi ... 26

2.2.2.2 KonsepDasar Sistem Informasi ... 27

2.2.3 E - Government ... 28

2.2.4 Tahapan Pengembangan website Pemda ... 30

BAB III PEMBAHASAN ... 32

3.1 Pelaksanaan Kerja Praktek ... 32

3.1.1 Teknik Kerja Praktek ... 32

3.1.2 Kegiatan Kerja Praktek ... 34

3.2 Analisis Sistem ... 35

3.2.1 Analisis Kebutuhan Non-Fungsional ... 35

3.2.1.1Analisis Perangkat Keras ... 36

3.2.1.2 Analisis Perangkat Lunak ... 37

3.2.1.3 Analisis Pengguna ... 38

3.2.2 Analisis Fungsional ... 38

3.2.2.1 Diagram Konteks ... 39

3.2.2.5 Spesifikasi Proses ... 43

3.2.2.6 Kamus Data. ... 50

3.3 Perancangan Sistem ... 51

3.3.1 Organisasi Tim Pengelola ... 51

3.3.2 Penentuan Isi Website ... 52

3.3.2.1 Selayang Pandang ... 52

(7)

3.3.2.4 Peta Wilayah dan Sumberdaya. ... 54

3.3.2.5 Peraturan / Kebijakan daerah. ... 56

3.3.2.6 Berita ... 57

3.3.2.7 Forum Diskusi ... 58

3.3.2.8 Buku Tamu ... 58

3.3.3 Desain Situs Website ... 59

3.3.4 Publikasi Situs Web pada Internet ... 63

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 65

4.1 Kesimpulan ... 65

4.2 Saran ... 65

(8)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya pada akhirnya Penulis dapat membuat dan menyelesaikan laporan Kerja Praktek (KP) di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika kota TEGAL dengan baik dan lancar, serta dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.

Adapun tujuan dari penyusunan aporan ini adalah sebagai bukti bahwa Penulis telah melaksanakan Kerja Praktek di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika kota TEGAL.

Pada kesempatan ini Penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu Penulis baik dalam penyusunan laporan ini maupun ketika Penulis terjun langsung melaksanakan Kerja Praktek di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika kota Tegal. Pihak-pihak yang dimaksud antara lain :

1. Segenap karyawan sekretariat jurusan teknik informatika yang telah membantu dalam pengurusan administrasi kerja praktek dengan perusahaan luar.

2. Bapak Iskandar Iqbal, S.T.,M.Kom., selaku Dosen Wali dan Pembimbing penyusunan Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Informatika, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM).

3. Bapak Khairul Fahmi, S.Kom., selaku Pembimbing pada saat melaksanakan Kerja Praktek di DISHUBKOMINFO kota Tegal.

Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu Penulis dalam pembuatan laporan praktek kerja lapangan ini. Akhir kata Penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi Penulis khususnya dan pembaca sekalian umumnya.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Herawati, Sri. 2011. Modul Praktikum. Bangkalan : Universitas Trunojoyo.

Kurniawan Khannedy, Eko. 2012. Membuat Aplikasi Java Web Enterprise Sederhana. Bandung : Pusat Pembelajaran Ilmu Komputer.

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Portal informasi saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat dipungkiri guna memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu organisasi, instansi, atau perorangan kepada masyarakat luas. Tak terkecuali dengan pemerintah kota tegal yang merupakan pelaksana aktivitas pemerintahan serta administrasi dalam ruang lingkup kota yang terletak di provinsi jawa tengah. Pada pelaksanaannya portal informasi yang digunakan oleh pemerintah kota tegal adalah sebuah website yang dapat diakses oleh umum.

Sebelum adanya kemajuan teknologi berbasis website, informasi tentang kegiatan dan informasi yang berkaitan dengan pemerintahan kota tegal cukup sulit untuk dapat diakses oleh masyarakat umum, terlebih yang berada didaerah yang jauh dari pusat kota maka informasi tersebut pun akan terlambat untuk sampai, karena diperlukan waktu lebih dalam proses penyampaiannya. Selain itu media yang digunakan pun masih menggunakan kertas.

(11)

terdekat dan menanyakan langsung kepada petugas tentang informasi kegiatan dan lain sebagainya.

Sampai pada akhirnya pada sekitar tahun 2008 akhirnya pemerintah kota tegal pun mulai beralih dari penyampaian informasi kegiatan secara manual menjadi penyampaian informasi berbasis website. Dan pengembangan serta evaluasi tentang cara ini pun senantiasa dilakukan oleh pemerintah kota tegal lewat departemen komunikasi dan informasi kota tegal sebagai pelaksana dan pengelola website ini.

Oleh karena itu, guna membantu dalam evaluasi sistem informasi tersebut maka sebuah judul “Analisis Pengembangan Portal Informasi Kota Tegal” diangkat dalam pembahasan kali ini.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

1. Diperlukannya sebuah analisis tentang perancangan pengembangan sistem informasi pemerintah kota tegal.

2. Dibutuhkan pengembangan dari portal informasi pemerintah kota tegal. 1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penulisan laporan kerja praktek ini adalah melakukan analisis pengembangan sistem informasi pemerintah kota tegal.

(12)

2. Untuk mempermudah pegawai untuk melakukan proses pengembangan portal informasi

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah dari analisis pengembangan portal informasi kota tegal adalah sebagai berikut:

1. Analisis yang dilaksanakan hanya berkaitan dengan fungsional dan user interface saja berdasarkan aturan dari menkominfo dalam “BUKU

PANDUAN PENGEMBANGAN SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH PESERTA USDRP (Urban Sector Development Reform Project)”.

2. Penelitian dilakukan dengan menganalisis website pemerintah kota tegal

www.tegalkota.go.id yang sedang berjalan. 1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan beberapa metode pengumpulan data, diantaranya:

a. Study Literature

Study literature adalah mengumpulkan jurnal, paper dan bacaan-bacaan yang berkaitan dengan proses mencari, membaca dan mempelajari buku-buku, majalah serta website yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas dalam pembuatan laporan.

(13)

Observasi adalah dengan melakukan penelitian dan pengamatan secara langsung terhadap proses dari website yang sedang berjalan dengan menggunakan berbagai browser.

c. Wawancara

Melakukan dialog (Tanya-Jawab) secara langsung dengan pihak pegawai pengelola website pemerintah kota tegal dalam memberikan keterangan terhadap data yang dibutuhkan.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan kerja praktek ini terbagi kedalam empat bab beserta pokok materinya. Sebagai gambaran umum, sistematika penyusunan laporan yang akan ditulis adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan menjelaskan mengenai Latar Belakang Masalah, Identifikasi Permasalahan, Batasan Masalah, Maksud dan Tujuan, Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

(14)

BAB III PEMBAHASAN

Pembahasan menjelaskan tentang gambaran secara umum sistem yang akan dibuat serta membuat perancangan dan pembangunan sistem.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

(15)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Profil Tempat Kerja Praktek 2.1.1 Sejarah Instansi

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika kota tegal merupakan salah satu dari unsur pelaksana otonomi daerah yang menangani permasalahan yang berkaitan dengan perhubungan, komunikasi dan informasi berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan.

Pengaturan pembentukan dinas perhubungan Komunikasi dan Informatika kota tegal tercantum dalam perda no 11 tahun 2008 tentang organsisasi dan tata kerja dinas daerah kota tegal. Dalam melaksanakan tugas sebagai mana disebutkan sebelumnya dinas perhubungan , komunikasi, dan informatika menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis dibidang perhubungan, komunikasi dan informasi

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang perhubungan komunikasi dan informasi

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang perhubungan, komunikasi dan informasi

(16)

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh walikota yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya.

2.1.2 Logo Instansi

Gambar 2. 1 Logo Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika

2.1.3 Struktur Organsisasi dan Job Description 2.1.3.1Struktur Organisasi

(17)

menyebabkan kerugian bagi beberapa pihak dan perusahaan tersebut, jadi Struktur Organsisai menjadi faktor penting dalam suatu perusahaan.

Gambar 2. 2 Struktur Organisasi Dinas Perhubungan

Komunikasi dan Informatika

2.1.3.2Job Description

2.1.3.2.1 Kedudukan tugas dan fungsi (pasal 11 perda 11 tahun 2008)

(18)

Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekda.

2) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas melaksanakan kewenangan urusan pemerintahan di bidang Perhubungan, Komunikasi dan Informasi berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan fungsi:

a. perumusan kebijakan teknis di bidang Perhubungan, Komunikasi dan Informasi;

b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Perhubungan, Komunikasi dan Informasi;

c. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang Perhubungan, Komunikasi dan Informasi;

d. pengelolaan urusan kesekretariatan;

e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya.

2.1.3.2.2 Rincian Tugas Pokok dan Fungsi

(19)

perhubungan, komunikasi dan informatika berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan.(pasal 310 perwal 29 tahun 2008). 2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada pasal

310, dinas perhubungan komunikasi dan informatika mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis bidang perhubungan, komunikasi dan informatika;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang perhubungan, komunikasi dan informatika;

c. Pembinaan dan fasilitas bidang perhubungan, komunikasi dan informatika lingkup daerah;

d. Pelaksana tugas di bidang lalu lintas jalan dan kelaikan kendaraan, angkutan jalan, pengendalian operasional dan keselamatan jalan, angkutan sungai, danau penyebrangan, perkeretaapian, perhubungan laut, perhubungan udara, komunikasi dan informatika;

e. Pemantauan , evaluasi dan pelaporan bidang perhubungan, komunikasi dan informatika;

f. Pelaksaan kesekretariatan dinas;

(20)

2.1.3.2.3 Kepala Dinas (paragraph 1)

1. Kepala dinas memimpin pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 310 dan pasal 311

2. Kepala dinas membawahkan : a. Secretariat;

b. Bidang lalu lintas jalan dan kelaikan kendaraan; c. Bidang angkutan jalan dan keselamatan jalan; d. Bidang komunikasi dan informatika;

e. UPTD terminal; f. Kelompok jabatan fungsional.

3. Secretariat sebagaimana dimaksud pada point (2) dipimpin oleh seorang sekretaris yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada kepala dinas.

(21)

2.1.3.2.4 Sekretariat (Paragraf 2)

1. Secretariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan administrasi, dan pelaksanaan di bidang program, keuangan, umum dan kepegawaian.

2. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam pasal 314, secretariat mempunyai fungsi

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan administrasi , dan pelaksanaan di bidang program; b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan,

pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan administrasi , dan pelaksanaan di bidang keuangan; c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan,

pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan administrasi , dan pelaksanaan di bidang umum dan kepegawaian;

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugas dan fungsi.

(22)

c. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

Subbagian subbagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) , masing masing dipimpin oleh seorang kepala subbagian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada sekretaris. 4. Subbagian program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan

perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu pelayanan administrasi dan pelaksanaan di bidang program, meliputi : koordinasi perencanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan serta pengelolaan system informasi di lingkungan dinas. (pasal 317)

5. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 317, subbagian program mempunyai fungsi :

a. Penyusunan dan penyiapan konsep pelaksanaan tugas di bidang program;

b. Pengumpulan dan pengolahan data di bidang program; c. Penyajian data di bidang program;

d. Pelayanan teknis di bidang program;

e. Pelaksanaan tugas lai yang diberikan oleh sekretaris sesuai fungsi dan tugas.

(23)

pelaksanaan dibidang keuangan, meliputi : pengelolaan keuangan, verifikasi, pembukuan dan akuntansi di lingkungan dinas.(pasal 319) 7. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal

319, subbagian keuangan mempunyai fungsi :

a. Penyusunan dan penyiapan konsep pelaksanaan tugas dibidang keuangan;

b. Pengumpulan dan pengolahan data dibidang keuangan; c. Penyajian data di bidang keuangan;

d. Pelaksanaan tugas laun yang diberikan oleh sekretaris sesuai tugas dan fungsi.

8. Subbagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan administrasi dan pelaksanaan bidang umum dan kepegawaian meliputi : pengelolaan administrasi kepegawaian, hokum, humas, organisasi dan tatalaksana, ketatausahaan, rumah tangga dan perlengkapan dilingkungan dinas

9. Untuk menyelenggarakan fungsi dan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 321, subbagian umum dan kepegawaian mempunyai fungsi :

(24)

b. Pengumpulan dan pengolahan data dibidang umum dan kepegawaian;

c. Penyajian data di bidang umum dan kepegawaian;

d. Pelaksanaan tugas laun yang diberikan oleh sekretaris sesuai tugas dan fungsi.

2.1.5.2.5 Bidang Lalulintas jalan dan Kelaikan Kendaraan (Paragraf 3) 1. Bidang lalu lintas jalan dan kelaikan kendaraan mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang manajemen dan rekayasa, jaringan transportasi jalan dan kelaikan kendaraan.

2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam pasal 323, bidang lalu lintas jalan dan kelaikan kendaraan mempunyai fungsi :

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang manajemen dan rekayasa;

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang jaringan transportasi jalan;

c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang kelaikan kendaraan;

d. Pelaksaaan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai tugas dan fungsi.

(25)

a. Seksi manajemen dan rekayasa; b. Seksi kelaikan kendaraan.

1) Seksi seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masing masing dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada kepala bidang lalu lintas jalan dan kelaikan kendaraan.

(26)

1. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 326, seksi manajemen dan rekayasa mempunyai fungsi : a. Penyusunan dan penyiapan data di bidang manajemen dan

rekayasa;

b. Pengumpulan dan pengolahan data di bidang manajemen dan rekayasa;

c. Penyajian dan pengolahan data di bidang manajemen dan rekayasa; d. Pelayanan teknis di bidang manajemen dan rekayasa;

e. Pelaksaaan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang lalu lintas jalan dan kelaikan kendaraan sesuai tugas dan fungsi.

2. Seksi Kelaikan Kendaraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang kelaikan kendaraan, meliputi : pelaksanaan penerbitan sertifikat uji tipe kendaraan bermotor, pembinaan dan pengawasan, perusahaan karoseri kendaraan bermotor, pembinaan dan pengawasan pengujian kendaraan bermotor, pelaksanaan penerbitan rancang bangun dan rekayasa kendaraan yang dimodifikasi, penilaian teknis kendaraan bermotor yang akan dihapus (pasal 328).

3. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 328, seksi kelaikan kendaraan mempunyai fungsi :

(27)

b) pengumpulan dan pengolahan data di bidang kelaikan kendaraan;

c) penyajian dan pengolahan data di bidang kelaikan kendaraan; d) pelayanan teknis di bidang kelaikan kendaraan;

e) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan dan Kelaikan Kendaraan sesuai tugas dan fungsi.

2.1.5.2.6 Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Jalan (Paragraf 4)

1. Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan jalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusana kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang angkutan dalam trayek, angkutan tidak dalam trayek, fasilitas angkutan, keselamatan jalan dan pengamanan jalan (pasal 330).

2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam pasal 330, bidang Angkutan Jalan ddan Keselamatan Jalan mempunyai fungsi:

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang angkutan jalan dan fasilitasi angkutan; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan

(28)

c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsi.

3. Bidang angkutan jalan dan keselamatan jalan membawahkan : a. Seksi angkutan dalan dan fasilitasi angkutan;

b. Seksi angkutan keselamatan jalan dan pengamanan jalan. 4. Seksi seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masing masing

dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada kepala bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Jalan

5. Seksi Angkutan Jalan dan Fasilitasi Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pembinaan dan pelaksanaan di bidang angkutan dalam trayek, meliputi : pemberian izin trayek angkutan perkotaan yang wilayah pelayanannya dalam satu wilayah kota, penetapan tarif penumpang kelas ekonomi dalam kota, rekomendasi/pertimbangan angkutan antar kota dalam kota.

6. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 333, bidang seksi angkutan jalan dan fasilitasi angkutan mempunyai fungsi :

(29)

b. pengumpulan dan pengolahan data di bidang angkutan dalam trayek;

c. penyajian dan pengolahan data di bidang angkutan dalam trayek;

d. pelayanan teknis di bidang angkutan dalam trayek;

e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Jalan sesuai tugas dan fungsi.

7. Seksi Keselamatan Jalan dan Pengamanan Jalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pembinaan dan pelaksanaan di bidang keselamatan dan pengamanan jalan, meliputi : penentuan lokasi, pengadaan, pemasangan, pemeliharan, penghapusan rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas dan pengamanan pemakai jalan, fasilitas pendukung, penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan lalu lintas (pasal 335).

8. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 335 seksi Keselamatan Jalan dan Pengamanan jalan mempunyai fungsi :

(30)

b. Pengumpulan dan pengolahan data di bidang keselamatan dan pengamanan jalan;

c. Penyajian dan pengolahan data di bidang keselamatan dan pengamanan jalan;

d. Pelayanan teknis di bidang keselamatan dan pengamanan jalan;

e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Jalan sesuai tugas dan fungsi.

2.1.5.2.7 Bidang Komunikasi dan Informatika (Pragraf 5)

1. Bidang Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pos, telekomunikasi, pengembangan komunikasi, informasi dan telematika (pasal 337).

2. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam pasal 337, bidang Komunikasi dan Inforamtika mempunyai fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pos dan telekomunikasi;

(31)

c. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang telematika;

d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsi.;

3. bidang komunikasi dan Informatika membawahkan (pasal 339 ayat 1): a. seksi Pos dan Telekomunikasi;

b. seksi Pengembangan Komunikasi, infromasi dan telematika. 4. Seksi seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masing masing

dipimpin oleh seorang kepala seksi, yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika.

(32)

(IKR/G), pengawasan/pengendalian terhadap penyelenggaraan telekomunikasi yang cakupan areanya kota dan penyelenggaraan warung telekomunikasi/warung seluler, pemberian izin kantor cabang dan loket pelayanan operator, penanggungawab panggilan darurat telekomunikasi, pemberian izin galian untuk keperluan penggelaran kabel telekomunikasi lintas kota dan instalasi penangkal petir, pengendalian dan penertiban terhadap pelanggaran standarisasi pos dan telekomnikasi dan pelaksanaan tugas lain sesuai yang diatur oleh ketentuan sektoral terkait

6. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 340, seksi Pos dan Telekomunikasi mempunyai fungsi :

a. penyusunan dan penyiapan konsep pelaksanaan tugas di bidang pos dan telekomunikasi;

b.pengumpulan dan pengolahan data di bidang pos dan telekomunikasi;

c. penyajian dan pengolahan data di bidang pos dan telekomunikasi; d.pelayanan teknis di bidang pos dan telekomunikasi;

e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika sesuai tugas dan fungsi.

(33)
(34)

jaringan sistem informasi Kota Tegal dan fasilitasi dukungan teknologi komunikasi lingkup kota (pasal 342)

8. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 342, seksi Pengembangan Komunikasi Informasi dan Telematika mempunyai fungsi :

a. penyusunan dan penyiapan konsep pelaksanaan tugas di bidang pengembangan komunikasi, informasi dan telematika;

b.pengumpulan dan pengolahan data di bidang pengembangan komunikasi, informasi dan telematika;

c. penyajian dan pengolahan data di bidang pengembangan komunikasi, informasi dan telematika;

d.pelayanan teknis di bidang pengembangan komunikasi, informasi dan telematika;

e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika sesuai tugas dan fungsi.

2.2 Landasan Teori

(35)

a. Pengertian Sistem

Pada dasarnya kata sistem berasal dari kata yunani “systema” yang berarti kesatuan yaitu keseluruhan dari bagian bagian yang mempunyai hubungan satu sama lain. Sistem adalah suatu kumpulan dari elemen elemen baik berbentuk fisik maupun bukan fisik yang menunjukan suatu hubungan diantaranya dan berinteraksi bersama sama menuju suatu tujuan. Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem yang saling berhubungan membentuk suatu kesatuan sehingga tujuan dari sistem dapat tercapai.

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Sistem Abstrak (Abstract System) dan sistem fisik (Physical System) Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

(36)

beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem Tak Tertentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. d. Sistem tertutup (Closed System) dan Sistem terbuka (Open System).

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem tertutup bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak luar. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.

b. Pengertian Informasi

Ada beberapa definisi informasi diantaranya sebagai berikut: 1. Informasi adalah pernyataan-pernyataan atau bentuk-bentuk yang dapat

digunakan untuk pengambilan keputusan.

2. Informasi adalah data yang telah diletakan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan di dalam pembuatan keputusan.

2.2.2.1Kualitas Informasi

(37)

a. Akurat, berarti suatu informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan serta jelas dalam menjelaskan maksudnya.

b. Tepat waktu, berarti informasi yang diterima oleh penerima tidak boleh terlambat. Suatu informasi harus sesuai dengan kondisi saat itu. Keterlambatan suatu informasi dapat berakibat fatal bagi suatu organisasi atau penggunanya. Hal ini dikarenakan informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan.

c. Relevan, berarti informasi harus memilki manfaat bagi penggunanya.

2.2.2.2Konsep Dasar Sistem Informasi

Berdasarkan uraian dari pengertian sistem informasi yang telah dibahas maka dapat dijelaskan beberapa pengertian tentang sistem informasi diantaranya:

(38)

penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan suatu keputusan.

(39)

c. E- Government

E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan dengan memanfaatkan jaringan internet. Maksud dan tujuan dari diterapkannnya pemanfaatan internet didalam pemerintahan adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dalam melayani publik. Selain hal hal yang disebutkan, penerapan e-government ini dapat memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat seperti:

a. Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada publik, terutama dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi diberbagai bidang.

b. Meningkatkan transparansi, kontrol, akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pengerapan konsep good corporate governance di pemerintahan.

c. Mengurangi biaya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk keperluan aktivitas penyebaran informasi.

(40)

Dalam perkembangannya saat ini hampir seluruh pemerintahan daerah yang ada di Indonesia sudah mulai memanfaatkan penggunaan situs website CMS guna memberikan informasi kepada publik sehingga publik akan lebih mudah mengetahui informasi yang ada pada pemerintahan daerah. Diantara pemerintah daerah yang sudah memanfaatkannya adalah bandung, bogor, boyolali dan lain sebagainya.

(41)

Gambar 2. 4 Tampilan situs pemerintah kabupaten boyolali

d. Tahapan Pengembangan / Pembangunan Situs Website Pemerintahan Daerah

(42)

pembangunan daerah. Berikut adalah tahapan pengembangan / pembangunan sebuah situs web pemda :

a. Penentuan Organisasi tim pengelola situs website b. Penentuan isi situs website

c. Pembuatan desain situs website d. Publikasi situs website pada internet e. Penambahan isi kontent

(43)

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Pelaksanaan Kerja Praktek

Pelaksanaan kegiatan kerja praktek dilakukan di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika kota Tegal yaitu pada bagian Bidang Komunikasi dan Informatika selama 1 (satu) bulan yang terhitung sejak tanggal 19 agustus 2013 sampai dengan 6 September 2013. Waktu pelaksanaan kegiatan kerja praktek di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tegal dilakukan setiap hari Senin sampai hari Jumat yang dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Kerja Praktek tersebut diberikan pengarahan dan bimbingan mengenai kegiatan instansi oleh Khaerul Fahmi, S.Kom. sebagai pembimbing kerja praktek.

3.1.1 Teknik Kerja Praktek

Adapun rangkaian kegiatan kerja praktek yang dilakukan selama kurang lebih 1 (satu) bulan di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika kota Tegal adalah sebagai berikut :

1. Requirement

(44)

a. Wawancara yaitu pengumpulan data dengan cara berkomunikasi langsung dengan pembimbing kerja praktek di instansi untuk mendapatkan gambaran tentang portal informasi pemerintah kota tegal yang dikelola oleh departemen komunikasi dan inforamtika b. Studi Pustaka yaitu informasi dengan cara membaca dan

mempelajari data atau sumber-sumber bagaimana standar yang harus dipenuhi oleh sebuah portal informasi milik pemerintah. c. Observasi yaitu pengamatan secara langsung terhadap portal

infromasi pemerintah kota tegal. 2. Analisis

Setelah memperoleh data data dan informasi mengenai hal hal yang harus dipenuhi oleh sebuah portal informasi pemerintahan maka dilakukanlah tahapan analisis sesuai dengan panduan yang telah didapatkan.

3. Pembuatan laporan

Pembuatan laporan analisis dibuat sebagai bentuk penyerahan hasil analisis selama kerja praktek pada departemen komunikasi dan informatika kota tegal dalam bentuk hasil analisis secara tertulis.

(45)

Setelah laporan selesai dikerjakan maka laporan diserahkan kepada pihak pembimbing untuk dilakukan pengecekan ulang dan diterima.

3.1.2 Kegiatan Kerja Praktek

Berikut di bawah ini diagram Venn dan tabel kegiatan kerja praktek yang dilakukan :

Minggu I Minggu II Minggu III

Gambar 3. 1 Diagram Venn Kegiatan Kerja Praktek

Keterangan :

1. Pengumpulan data 2. Analisis

3. Pembuatan laporan

Tabel 3. 1 Kegiatan Kerja Praktek

No .

Kegiatan Agustus September

I II III IV I II III IV

1. Pengumpulan

(46)

Data

2. Analisis

3. Pembuatan laporan

3.2 Analisis Sistem

Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan untuk melakukan kegiatan atau menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem infromasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan yang terjadi dari kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

Hal-hal yang dilakukan pada tahap analisis sistem adalah analisis prosedur yang sedang berjalan, analisis kebutuhan non-fungsional yang terdiri dari analisis perangkat keras, analisis perangkat lunak dan analisis pengguna serta analisis kebutuhan fungsional.

3.2.1 Analisis Kebutuhan Non-Fungsional

(47)

Spesifikasi ini meliputi elemen atau perangkat-perangkat yang dibutuhkan untuk sistem yang akan dibangun sampai sistem tersebut dapat diimplementasikan. Analisis kebutuhan ini juga menentukan spesifikasi masukan yang diperlukan sistem, keluaran yang akan dihasilkan sistem dan proses yang dibutuhkan untuk mengolah masukan sehingga dapat menghasilkan suatu keluaran yang diinginkan.

3.2.1.1 Analisis Perangkat Keras

Analisi perangkat keras yang dimaksudkan untuk mengetahui spesifikasi perangkat keras atau hardware yang sedang dipergunakan di Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika kota TEGAL. Berikut spesifikasi standar perangkat keras yang dipergunakan di Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika kota TEGAL adalah sebagai berikut :

1. Analisis Kebutuhan Sistem

Analisis kebutuhan sistem hardware yang diperlukan untuk dapat menjalankan aplikasi konversi database pemenang lelang adalah sebagai berikut :

a. Kapasitas Memory (Harddisk) 250 GB b. RAM 2 GB

(48)

2. Analisis Kondisi Eksisting

Analisis kondisi eksisting hardware yang telah tersedia di LPSE BAPPEDA kota Bandung, yakni sebagai berikut :

a. Kapasitas Memory (Harddisk) 1 TGB b. RAM 4 GB

c. Intel Pentium double Processor Dual-Core 3.2.1.2 Analisis Perangkat Lunak

Analisis perangkat lunak yang dimaksudkan untuk mengetahui spesifikasi perangkat lunak atau software yang sedang dipergunakan di Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika kota TEGAL. Berikut beberapa perangkat lunak yang digunakan di Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika kota TEGAL dalam mengelola segala informasi tentang pemerintahan kota tegal yang harus di bagikan kepada publik.

1. Analisis Kondisi Eksisting

Analisis kondisi eksisting perangkat lunak yang tersedia di Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika kota TEGAL dalam pengelolaan informasi pemerintahan kota tegal yaitu sebagai berikut :

a. Sistem Operasi Windows 7 b. Web Browser

(49)

2. Analisis Kebutuhan Sistem

Analisis kebetuhan sistem software yang diperlukan untuk dapat menjalankan portal informasi pemeirntah kota tegal adalah sebagai berikut :

a. Sistem Operasi Windows 7 b. Web Browser

c. CMS Joomla versi 3.1.3 d. Wamp Server Versi 2.0 3.2.1.3 Analisis Pengguna

Dalam sistem yang dibangun melibatkan dua entitas yaitu admin dan pengunjung dengan karakteristik sebagai berikut :

Tabel 3. 2 Karakteristik Pengguna

(50)

Pengunjung Melihat

Analisis kebutuhan fungsional dilakukan setelah tahap analisis kebutuhan perangkat keras, analisis kebutuhan perangkat lunak, dan analisis pengguna telah dilaksanakan. Analisis fungsional dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Tahapan ini menyangkut hal hal tentang konfigurasi dari komponen kompone perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu system sehingga setelah instalasi dari system akan menghasilkan sebuah produk yang benar benar memuaskan. Salah satu alat bantu yang digunakan untuk menggambarkan system secara umum adalah diagram konteks.

(51)

Diagaram konteks adalah diagram yang menggambarkan secara umum yang menjadi masukan, proses dan keluaran yang terjadi dalam sistem. Diagram konteks untuk aplikasi yang akan dibangun adalah sebagai berikut :

Gambar 3. 2 Diagram Konteks Portal Informasi Pemkot Tegal

Deskripsi dari diagram konteks untuk portal informasi pemerintahan kota tegal

adalah sebagai berikut :

1. entitas admin memasukan data login dan menghasilkan data login CMS

untuk melakukan proses pengaturan.

2. Entitas pengunjung memasukan data login dan menghasilkan info data

login CMS

3. Entitas admin menginputka artikel artikel yang berkaitan dengan

pemerintah kota tegal seperti berita dan lain sebagainya.

4. Entitas admin dapat melakukan pengaturan tata letak dari tampilan portal

informasi .

5. Entitas pengunjung melihat isi artikel atau berita , galeri foto, pengumuman

(52)

3.2.2.4 Data Flow Diagram

Data flow diagram merupakan suatu media yang digunakan untuk menggambarkan aliran data yang terjadi pada suatu sistem informasi.

3.2.2.4.1 DFD Level 1

DFD level 1 pada portal informasi Pemerintah Kota Tegal adalah sebagai berikut :

Pengunjung Login

admin

Pengelo laan CMS

Data login

Info login Data berita

Login valid

Data CMS admin

(53)

3.2.2.4.2 DFD Level 2 Proses 1

Proses yang terdapat pada DFD level 2 proses 1 adalah meliputi pembuatan

kategori artikel atau berita, tambah artikel, update artikel, dan hapus artikel.

Menghapus artikel

(54)

3.2.2.4.3 DFD Level 2 Proses 2

Proses yang terdapat pada DFD level 2 Proses 2 adalah meliputi tambah user, update user, dan delet user .

Admin

3.2.2.4.4 DFD Level 2 Proses 3

(55)

3.2.2.4.5 DFD Level 2 Proses 4

Proses yang terdapat pada DFD level 2 proses 4 adalah meliputi tambah galeri, update galeri, dan hapus galeri.

Admin

Gambar 3. 7 DFD level 2 Proses 4

3.2.2.5 Spesifikasi Proses

Spesifikasi proses digunakan untuk menggambarkan proses model aliran yang terdapat pada DFD. Spesifikasi proses dari gambaran DFD di atas akan dijelaskan pada tabel dibawah ini :

Tabel 3. 3 Spesifikasi Proses

No. Proses Keterangan

1. No. Proses 1

Nama Proses Login

(56)

Masukan Data login

Keluaran Info data login

Logika proses 1. User masuk dalam url login

2. User menginputkan data login (username dan password)

3. System akan melakukan pengecekan kevalidan dari data yang dimasukan. 4. Apabila data login valid maka akan

masuk menampilkan halaman login admin 5. Jika data tidak valid maka system akan

menampilkan pesan eror

2. No. Proses 1.2

Nama Proses Pengelolaan CMS

Deskripsi Menampilkan menu berita, user, modul, pengumuman, banner, dan pengaturan lainnya

Masukan Login valid

Keluaran Data CMS untuk admin

(57)

2. System menampilkan menu berita, user, modul dan banner.

3. No. Proses 2.1

Nama Proses Buat artikel / berita

Deskripsi Menampilkan menu yang tersedia dalam pengelolaan berita atau artikel

Masukan Artikel

Keluaran Data artikel atau berita

Logika proses 1. User (administrator) memilih menu buat kategori.

2. System menampilkan submenu buat

kategori.

4. No. Proses 2.1.1

Nama Proses Tambah artikel

Deskripsi Proses dilakukan untuk menambahkan berita terbaru dan selajutnya ditampilkan pada halaman

depan.

(58)

Keluaran Data artikel yang dapat dibaca

Logika proses 1. User (administrator) memilih sub menu tambah berita.

2. Administrator menambahkan data berita 48

baru ke dalam form berita.

5. No. Proses 2.1.2

Nama Proses Update artikel

Deskripsi Untuk melakukan perubahan pada artikel

Masukan Artikel

Keluaran Data artikel atau berita yang telah di update

Logika proses 1. Admin memilih artikel mana yang akan di update

2. Admin memasukan updatean artikel 3. Admin memilih simpan

4. System akan menyimpan updatean

6. No. Proses 2.1.3

Nama Proses Hapus artikel

(59)

Masukan Artikel

Keluaran Info artikel telah berhasil terhapus

Logika proses 1. Admin memilih artikel yang akan dihapus 2. Admin memilih tombol hapus

3. Artikel yang dipili akan terhapus

7. No. Proses 2.2.1

Nama Proses Tambah user

Deskripsi Untuk menambah user

Masukan Data user, password, username

Keluaran Data user telah dibuat

Logika proses 1. Admin memilih tambah user

2. Admin memaskan data data user baru 3. Admin memilih save

4. System akan menyimpan data new user

8 No. Proses 2.2.2

Nama Proses Update user

Deskripsi Melakukan updating user

(60)

Keluaran Data user telah terupdate

Logika proses 1. Admin memilih user yang akan di update 2. Admin memaskan data data user baru 3. Admin memilih save

4. System akan menyimpan data new user

9 No. Proses 2.2.3

Nama Proses Hapus user

Deskripsi Untuk menghapus user

Masukan Data user

Keluaran Data user telah hapus

Logika proses 1. Admin memilih user yang akan di hapus 2. Admin memilih hapus

3. System akan menghapus data user yang dipilih

10 No. Proses 2.3.1

Nama Proses Tambah modul

Deskripsi Untuk menambah modul

(61)

Keluaran Modul telah berhasil ditambah

Logika proses 1. Admin memilih menu tambah modul 2. Admin memilih modul yang akan

ditambahkan

3. Admin memilih save

4. System akan menyimpan modul yang telah ditambahkan

11 No. Proses 2.3.2

Nama Proses Hapus modul

Deskripsi Untuk menghapus modul

Masukan Data modul

Keluaran Data modul telah hapus

Logika proses 1. Admin memilih modul yang akan di hapus 2. Admin memilih hapus

3. System akan menghapus data modul yang dipilih

(62)

Nama Proses Tambah galeri

Deskripsi Untuk menambah galeri

Masukan Data galeri

Keluaran Data galeri telah ditambah

Logika proses 1. Admin memillih tambah galeri

2. Admin menginputkan media apa yang hendak ditambahkan

3. Admin memilih save untuk menyimpan 4. Galeri akan terseimpan dalam database

13 No. Proses 2.4.2

Nama Proses Update galeri

Deskripsi Untuk menghapus galeri

Masukan Dat galeri

Keluaran Data galeri telah hapus

Logika proses 1. Admin memilih media yang akan di update

(63)

4. System akan menyimpan data media yang dipilih

9 No. Proses 2.4.3

Nama Proses Hapus galeri

Deskripsi Untuk menghapus galeri

Masukan Data galer

Keluaran Data galeri telah hapus

Logika proses 1. Admin memilih data galeri yang akan di hapus

2. Admin memilih hapus

(64)

3.2.2.6Kamus Data

Untuk menjelaskan semua data yang terdapat dalam system maka dalam laporan ini digunakan kamus data. Kamus data untuk system ini akan diuraikan dalam table sebagai berikut.

Tabel 3. 4 Kamus Data

Nama aliran data Aliran data Struktur data

Data login Admin – system CMS – database

Username, password

Data artikel Admin – system pengolahan artikel - database

Data user Admin – system pengolahan user – database

Nama, username, password, NIP

Data galeri Admin – system pengolahan galeri – database

Nama entitas Struktur data

Admin Username, password,

(65)
(66)

3.3 Perancangan sistem

Perancangan sistem bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum kepada pemakai dalam proses pembuatan rancangan sistem berdasarkan peraturan standar dari menkominfo.

3.3.1. Organisasi Tim Pengelola

Sebuah website yang baik tentulah dikelola dengan manajemen yang baik pula, sehingga seluruh kontent yang ada didalam website tersebut akan selalu dapat ditingkatkan dan ada penanggung jawab yang benar benar fokus terhadap kelangsungan hidup website. Begitu pula dengan website pemerintah daerah yang berfungsi sebagai corong informasi pemerintah daerah kepada publik sehingga perlu adanya pengaturan serta penentuan manajemen atau tim pengelola yang baik, sehingga website pemerintah daerah pun akan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

PELINDUNG

Kepala Daerah

PENANGGUNGJAWAB SITUS

Sekretaris Daerah

MANAGER SITUS

(67)

Untuk saat ini pengelolaan website pemkot tegal masih dipegang secara keseluruhan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi kota tegal secara langsung. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pengelolaan website pemda tersebut.

3.3.2. Penentuan Isi Website

Salah satu point utama dari sebuah website adalah terletak pada konten atau isi dari website tersebut, sehingga pengunjung pun akan betah dan merasa nyaman dalam mencari informasi yang ada didalah website tersebut. Sebagai situs resmi pemerintahan daerah memiliki persyaratan minimal dalam isi atau kontent yang terdapat didalamnya yaitu .

1. Selayang pandang

(68)

Gambar 3. 8 Selayang pandang

2. Pemerintahan daerah

(69)

Gambar 3. 9 menu profil pemimpin kota tegal

3. Geografi

Kondisi geografi dari suatu wilayah juga merupakan salah satu informasi atau kontent yang setidaknya sudah tersedia dalam sebuah website pemerintahan daerah yang mencakup mengenai topografi, demografi, cuaca dan iklin, sosial dan budaya dari daerah yang bersangkutan dengan sumber data yang valid.

4. Peta wilayah dan sumberdaya

(70)

tersebut dapat mengetahui informasi lebih detailnya, serta bagi calon investor pun dapat melihat potensi yang ada dalam daerah.

Gambar 3. 10 Peta Daerah Tegal Kota

Gambar diatas adalah tampilan dari peta daerah tegal yang tersedia

didalam website pemerintah kota tegal. Dan selain menyediakan tampilan dari

peta wilayah daerah, kota tegal pun memberikan sebuah informasi mengenai

sumberdaya yang terdapat dalam wilayah kota tegal tersebut seperti peta investasi

dan peta wisata. Infomrasi yang terdapat puncukup lengkap sehingga pengunjung

(71)

Gambar 3. 11 Menu Peta Investasi

5. Peraturan / kebijakan daerah

Sebagai website resmi sebuah pemerintahan daerah maka peraturan atau kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin atau pemerintah pun harus dapat diketahui oleh orang banyak. Sehingga diharapkan masyarakat pun akan lebih paham akan peraturan peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintahnya. Dan hal ini merupakan salah satu cara sosialisasi yang cukup efektif.

(72)

Gambar 3. 12 Website sekretaris Daerah

6. Berita

Konten berita juga salah satu point utama yang harus tersedia didalam sebuah website pemerintah yang menyediakan atau menyampaikan informasi terkini yang terdapat dalam ruang lingkup pemerintah kota. Isi konten berita yang terdapat dihalaman website diharapkan berita yang langsung diolah oleh petugas terkait tanpa mengambil informasi berita dari berita lain, seihngga infomrasi yang ada didalamnya bisa digunakan oleh surat kabar lain.

(73)

dari setiap berita pun hadir dalam setiap halaman website yang dibuka terletak dibagian bawah.

Gambar 3. 13 Berita

7. Forum diskusi

Forum diskusi adalah salah satu point utama yang tak kalah pentingnya dari sebuah website. Karna melalui sebuah forum pengunjung akan dapat melakukan interaksi dengan pengunjung lainnya melalui sebuah topik pembahasan yang dapat dijadikan sebagai wadah diskusi juga. Namun untuk website pemerintah kota tegal konten ini masih belum tersedia.

8. Buku tamu

(74)

ini. Melalui buku tamu pengunjung akan dapat melakukan interaksi dengan admin atau pihak pihak yang terdapat dalam pemerintahan daerah tersebut.

Untuk website pemerintahan kota tegal juga sudah menyediakan sebuah fasilitas seperti buku tamu untuk menyampaiakan saran, kritik, dan komentar akan setiap tulisan yang terdapat didalamnya. Namun untuk dapat memanfaatkan fasilitas ini user harus terdaftar terlebih dahulu dengan mengirimkan email ke alamat email admin untuk mendapatkan verifikasi

.

(75)

3.3.3. Desain Situs Website

Dalam dunia internet, pemilihan desain dari sebuah situs akan sangat berpengaruh kepada besar kecilnya pengunjung yang datang berkunjung. Untuk itulah situs pemerintahan pun mempunyai desain standar yang harus dipenuhi dalam pembuatannya. Hal hal yang harus diperhatikan oleh pengelola situs web pemda diantaranya adalah

a. Alamat website wajib menggunakan nama daerah setempat. Dalam hal ini penggunaan naman www.tegalkota.go.id sudah tepat dalam merepresentasikan bahwa website tersebut adalah website resmi pemkot tegal.

b. Terdapat sebuah link homepage dari setiap halaman pada situs web. Dalam situs pemkot tegal penggunaan menu home sebagai link untuk kembali pada homepage.

c. Menu navigasi utama dapat dibuka dari homepage. Pada menu navigasi utama (site map) pada website pemkot tegal masih belum tersedia. d. Bagian utama dari sebuah website dapat dengan mudah di akses dari

halaman utama.

(76)

Selain hal hal yang telah disebutkan sebelumnya, aturan dasar desain web pemerintahan pada dasarnya sama dengan website umum lainnya. Diantaranya adalah :

a. Tidak menggunakan flash intro

(77)

Gambar 3. 15 Tampilan awal website kota tegal

b. Tidak menampilkan iklan banner terlalu banyak

Iklan merupakan salah satu hal yang dimanfaatkan oleh pemilik website dalam mendapatkan pundi pundi rupiah. Biasanya penempatan iklan pada sebuah website digunakan oleh pengelola website untuk menambah operasional dari website tersebut. Namun untuk website pemerintah daerah hal ini sungguh sangat tidak layak menempatkan iklan komersil banner dalam website resminya.

c. Mudah dalam penggunaan

(78)

dalam menyampaikan informasi menjadi syarat mutlak. Tak terkecuali dalam website pemerintahan daerah.

d. Berikan informasi kepada pengunjung posisi mereka.

Informasi tentang keberadaan pengunjung dalam sebuah website dirasa cukup perlu untuk menghindari kebingungan. Selain itu juga dari informasi tersebut pengunjung akan lebih mudah dalam bernavigasi ke menu menu yang dia inginkan tanpa menjelajah seluruh kontent dari website dengan mencoba dan mencoba. Untuk itulah site map atau peta situs pun dirasa cukup perlu disediakan untuk kemudahan navigasi pengunjung.

e. Tidak menggunakan musik latar belakang

Dalam beberapa website pribadi atau organisasi diluar pemerintahan, seringkali kita temukan adanya musik latar belakang ketika kita sedang mengakses website tersebut. Hal ini justru harus dihindari karna tidak semua pengunjung akan merasa senang dengan adanya musik latar belakang. Dan dalam website kota tegal hal ini memang tidak digunakan.

i.Publikasi Situs Web pada Internet

(79)

b. Penambahan Konten Website atau pemutakhiran isi situs web

Pemutakhiran isi situs website pemda diharapkan minimal dilakukan dua kali dalam setahun dan minimum informasi yang harus terdapat didalam website tersebut adalah

a.Program / kegiatan pembangunan.

b.Dokumen rencana pembangunan jangka menengan daerah c.Ringkasa APBD

d.Laporan audit tahunan

e.Daftar paket kontrak pada tahun berjalan

(80)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan

a. Gambaran dari perencanaan bagian bagian yang perlu dikembangkan demi terciptanya sebuah portal informasi yang lebih baik dapat tercapai.

b. Pegawai dapat melakukan proses pengembangan portal informasi pemerintah kota tegal dengan lebih mudah

4.2. Saran

a. Perlu adanya pembentukan managemen pengelolaan website pemerintahan daerah secara pasti seperti yang telah dijelaskan dalam bab pembahasan. b. Perlu adanya penyempurnaan konten dan tampilan dari website resmi

pemkot tegal sehingga lebih mudah diakses oleh pengguna. Rekomendasi pengembangan yang diperlukan adalah:

1) Penggunaan menu dropdown alangkah baiknya jika tidak saling tumpuk dengan kontent atau menu lainnya, jika itu tidak dapat dihindari maka gunakan warna layout menu dropdown tersebut cukup kontrast dari kontent atau menu dibelakangnya.

2) Penggunaan menu dropdown alangkah baiknya langsung kebawah, tidak dengan disusun berbaris. Hal ini dapat dilakukan dengan mengganti module menu pada CMS tersebut.

3) Perlu adanya site map guna mempermudah pengguna dalam bernavigasi.

Gambar

Gambar 2. 1 Logo Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
Gambar 2. 2 Struktur Organisasi Dinas Perhubungan
Gambar 2. 3 Tampilan situs pemerintah kota bandung
Gambar 2. 4 Tampilan situs pemerintah kabupaten boyolali
+7

Referensi

Dokumen terkait

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Untuk mengetahui gambaran umum tentang hadist perintah memukul anak yang tidak melaksanakan shalat. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas

Anak bisa menggambar peralatan makan dengan terampil KOG 3.6-4.6 Menghitung dan mengelompokkan benda di sekitar.. Anak tidak bisa menghitung

[r]

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat hidayah-Nya serta memberikan kekuatan, ketabahan, kemudahan, dan kedamaian

9 Dengan ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan menggunakan judul “Upaya Hukum Terhadap Nasabah Debitor Yang Wanprestasi Dalam Pembiayaan Musyarakah Pada

Semua ini dilihat dari hasil tes siswa yang belum mencapai tujuan pengajaran.Dalam tahap pembelajaran ini dapat terlihat peneliti masih belum optimal dalam

Seiring perkembangan teknologi, permasalahan tersebut dapat ditanggulangi dengan sebuah metode pembelajaran di bidang Teknologi Informasi yaitu dengan memanfaatkan teknologi

Dari tabel ANOVA diatas diperoleh nilai signifikansi uji F sebesar 0,184, karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka keputusan yang diambil dengan